Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mikroba merupakan organisme yang berukuran kecil (mikro), dapat melakukan


aktifitas untuk hidup, dapat tergolong dalam prokaryot seperti bakteri dan virus, dan
eukaryot seperti alga, protozoa. Mikroba sangat berperan dalam kehidupan (Nester,
Anderson, Robert, Nester, 2009).

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil


sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan Mikroorganisme disebut juga
organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun
bersel banyak (multiseluler). Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh
mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang.[butuh
rujukan] Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler
(wikipedia).

Mikroba terdiri dari bakteri, jamur, dan virus. Secara umum, tiap mikroba mempunyai
morfologi dan struktur anatomi yang berbeda (Waluyo, 2004). Peranan utama mikroba
adalah sebagai (pengurai) bahan-bahan organik. Selain merugikan, mikroba juga
mempunyai banyak keuntungan bagi manusia. Mikroba tidak perlu tempat yang besar,
mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relatif cepat. Oleh
karena itu, setiap mikroba memiliki peran dalam kehidupan (Darkuni, 2001).

B. Tujuan
1. untuk mengetahui jenis-jenis mikroba
2. mengklasifikasikan jenis microba

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi
Infeksi mikroba adalah dimana tubuh mengalami proses invasi dan multiplikasi
berbagai mikroorganisme ke dalam tubuh (seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit), yang
saat dalam keadaan normal, mikroorganisme tersebut tidak terdapat di dalam tubuh.
Sebenarnya, di beberapa tempat dalam tubuh kita pun, seperti di dalam mulut atau usus,
terdapat banyak mikroorganisme yang hidup secara alamiah dan biasanya tidak
menyebabkan infeksi. Namun, dalam beberapa kondisi, beberapa mikroorganisme tersebut
juga dapat menyebabkan penyakit.

B. Jenis infeksi mikroba


Infeksi mikroba dibagi menjadi 4, meliputi : Infeksi virus, infeksi bakteria, infeksi
prion, dan infeksi protozoa. Selain itu dalam setiap infeksi ini terdapat beberapa contoh
penyakit.
a. Infeksi virus adalah infeksi yang paling banyak di jumpai, dan penyakitnya sangat
bermacam-macam, contoh penyakitnya antara lain : Demam Berdarah Dengue (DBD),
Demam berdarah ebola, Chikungunya, Human Immunodeficiency Virus (HIV), Human
Papilloma Virus (HPV), Morbilli, Rubella, Varicella, Parotitis Epidemica, Herpes
zoster, Hepatitis, Poliomyelitis, Rabies, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS),
Avian Influenza, dan MERS.
b. Infeksi Bakteria juga cukup banyak ditemukan dalam penyakit, antara lain : ISPA,
Pertussis, Difteria, Tuberkulosis, Diare akut non-spesifik, Disentri basiler, Kolera,
Infeksi saluran kemih, Gonorrhea, Lepra, dan Tetanus. Infeksi prion mungkin jarang
kita temui ya bahkan kita dengar.
c. Infeksi cacing meliputi penyakit : Filariasis, Ascariasis, Ancylostomiasic, dan
Schistosomiasis.
d. infeksi jamur hanya meliputi dua penyakit, yaitu : Tinea versicolor dan Candidiasis.

2
C. Klasifikasi penyakit infeksi mikroba
1. Infeksi Virus
a. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti. ada tiga macam, yaitu : Culex fatigans, Aedes
aegypti, dan Anopheles. Culex fatigans adalah nyamuk yang sering kita
jumpai, sedangkan Anopheles hanya terdapat pada daerah tertentu.

Demam dengue dapat menjadi demam berdarah dengue dengan perdarahan


yang dapat menimbulkan syok dan kematian. Nyamuk Aedes aegypti bertelur
pada air bersih, terjadi pada akhir musim hujan, dan nyamuk ini tidak bisa
terbang jauh.
b. Demam Berdarah Ebola
Demam ini merupakan penyakit yang ganas dan bersifat fatal, yang
disebabkan oleh virus ebola dan menyerang manusia dan primata. Belum
ditemukan obatnya dan angka kematiannya 90% sebagai akibat syok.
c. Chikungunya
Chikungunya adalah demam yang disebabkan oleh virus chikungunya yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini mengakibatkan
demam tinggi mendadak, nyeri sendi yang parah, nyeri otot, dan nyeri kepala.
d. HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Merupakan penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh dan
menimbulkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Jumlah kasus
semakin meningkat setiap tahun, data terakhir pada tahun 2008 adalah 4969.
Ternyata, Virus Epstein Barr juga berperan dalam tumor limfosit B tertentu
pada penderita gangguan system kekebalan (AIDS).
e. HPV (Human Papilloma Virus)
Penyakit ini menyebabkan kutil yang dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh
oleh varietas HPV yang berbeda. Contoh HPV Genita yaitu Ca Cervix pada
wanita, Ca Mamae, dsb.
f. Morbilli (meales; rubeola ; penyakit campak)
Morbilli merupakan penyakit akut yang sanget menular disebabkan oleh virus
morbilli melalui infeksi droplet dan menimbulkan demam, pilek, batuk, dan
ruam kulit yang menyebar ke seluruh tubuh. Masa tunas/inkubasi penyakit

3
kurang lebih 10-20 hari kemudian timbul gejala-gejala yang dibagu menjadi
tiga stadium. Morbilli biasanya menyerang anak-anak usia 1-9 tahun. Penyakit
ini dapat menurunkan kekebalan tubuh dan penderita renta infeksi, sebagai
contohnya radang paru.2
g. Rubella (german measles; three-only measles; campak jerman)
Rubella adalah penyakit infeksi yang sangat menular sama seperti Morbilli dan
disebabkan oleh virus rubella yang ditularkan melalui infeksi droplet. Penyakit
Rubella menimbulkan ruam kulit (lebih kecil dibanding Moribili) yang
menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 24 jam 3 hari. Penyakit ini juga
hamper sama dengan Morbilli, yaitu lebih menyerang pada anak-anak.
h. Varicella (chickenpox; cacar air)
Varicella adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus herpes manusia
(Human Herpes Virus). Bersifat sangat menular juga, dan penyakit ini juga
lebih menyerang anak-anak dengan gejala demam dan ruam makulo-popular
pada kulit.
i. Parotitis Epidemica (gondongan)
Parotitis Epidemica atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan
gondongan, penyakit ini merupakan peradangan pada sebelah atau kedua belah
kelenjar parotid. Disebabkan virus (mumps), infeksi bakteri, ataupun radang
non-infeksi. Selain itu, juga disebabkan oleh paramyxovirus yang ditularkan
melalui droplet ataupun secara langsung oleh secret orofaringeal. Komplikasi
( jarang terjadi) pada : Meningo-ensefalitis, Pankreatitis, Orkhitis, dan Tuli.
j. Herpes Zoster (shingles)
Herpes Zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus zoster varicella
dapat menyerang mereka yang sudah pernah terkena varicella. Menimbulkan
ruam kulit yang nyeri pada satu sisi wajah atau tubuh, jika penyakit ini terdapat
pada daerah mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau buta.
Penyakit ini menyerang dari anak s.d orangtua, berusia lanjut justru lebih renta
terkena.
k. Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan hati, biasanya mengacu kepada infeksi virus
hepatitis. Dikenal lima tipe hepatitis, yaitu : A, B, C, D, dan E, tetapi yang
sering ditemukan adalah A, B, dan C saja. Hepatitis virus merupakan penyebab

4
utama kanker hati, biasanya lebih dialami penderita hepatitis B dan C, karena
penderita hepatitis A kemungkinan besar masih bisa sembuh.
l. Poliomyelitis
Poliomyelitis merupakan penyakit infeksi akut oleh virus polio. Pada tipe berat
(major illness) dapat menyerang susunan saraf dan menyebabkan paralisis atau
kelumpuhan yang berakhir dengan atrofi otot-otot yang bersangkutan.
m. Rabies
Rabies ini termasuk penyakit zoonis. Zoonosis adalah suatu infeksi atau
infestasi yang dapat diidap oleh manusia dan hewan lain yang merupakan host
normal atau biasanya; sebuah penyakit manusia yang diperoleh dari sumber
hewan. Penyakit yang tergolong zoonis lainnya seperti : pes dan flu burung.3
Rabies atau sering disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit infeksi
akut yang disebabkan oleh virus rabies, ditularkan ke manusia melalui air liur
gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Rabies yang tidak cegah
dengan imunisasi hamper selalu bersifat fatal. Gejala rabies dapat timbul
dalam beberapa hari s.d beberapa tahun setelah gigitan hewan. Gejala awalnya
seperti : demam, nyeri kepala, rasa lemah, dsb. Sedangkan gejala lanjutnya
seperti : paralisis, hipersalivasi, kesukaran menelan, hidrofobia, dan kematian.
n. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)
SARS merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan
oleh sejenis coronavirus (SARS-associated coronavirus; SARS-coV). SARS
ini juga penyakit yang gawat dam bersifat fatal. Pada tahun 2003, SARS
menimbulkan wabah global. Namun, sejak tahun 2004 belum pernah ada
laporan kasus SARS baru.
o. Avian Influenza (bird flu; flu burung)
Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus Al-
subtipe H5N1tetapi ternyata juga disebabkan subtype H7N7 dan H9N2. Flu
burung secara alamiah didapatkan pada burung akuatik liar, tetapi dapat
menginfeksi ungags domestic dan kadang-kadang juga manusia.
p. MERS (Middle East Respiratory Syndrome)
MERS merupakan infeksi saluran pernapasan oleh sejenis croronavirus yaitu,
MERS-coV. Kasus pertama penyakit ini di Arab Saudi. Sebagian besar
penderita mengalami infeksi saluran pernapasan akut yang parah, kurang lebih
separuhnya meninggal dunia.

5
Daerah wabah penyakit akibat virus itu meliputi :
 Ebola
Mulai dari Sudan dan Kongo (1976). Wabah di Kongo (1977), Sudan (1979),
Gabon (1994), dan Afrika Tengah (2014). Jumlah kematian s.d. 2014: lebih
dari 4.000 orang meninggal.
 Flu burung tipe A
Mulai dari Hongkong (1997). Wabah di Asia, Eropa, dan Afrika (2004-
2005). Jumlah kematian s.d. 2014: 393 orang.
 SARS
Mulai dari propinsi Guangdong (Tiongkok, 2002), timbul lagi di Hanoi
(Vietnam, 2004). Jumlah kematian s.d. 2014: 775 orang.
 MERS
Mulai dari Arab Saudi (2012). Menimbulkan wabah sejak 2013. Jumlah
kematian s.d. 2014: 291 orang.
2. Infeksi Bakteria
a. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)
Penyakit ini mecakup rhinitis, sinusitis, nasofaringitis (common cold), dan
laryngitis. ISPA disebabkan oleh virus atau bakteri non-spesifik (tidak tertentu).
b. Pertussis (whooping cough; batuk rejan; batuk 100 hari)
Pertusis merupakan infeksi saluran pernapasan yang sangat menular,
disebabkan oleh bakteri Bordtella pertussis menimbulkan batuk yang parah
sehingga susah bernafas. Penyakit ini memang lebih menyerang bayi dan anak
kecil, dapat bersifat fatal terutama pada bayi.
c. Difteria
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi yang disebabkan bakteri Corinebacterium
diphtheriae, menimbulkan selaput tebal yang menutupi bagian belakang
tenggorokan, mengakibatkan kesulitan bernapas, paralisis, gagal jantung,
sampai dengan kematian. Pada tahun 2008 terdapat 219 kasus yaitu pada Pulau
Jawa, Sumatra selatan, dan Sulawesi selatan. Paling banyak terdapat pada Pulau
Jawa.
d. Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis, ditularkan dari orang ke orang melalui udara,

6
biasanya menyerang paru. Perlu kalian tahu, bahewa Tuberkulosis yang tidak
diobati dengan benar dapat bersifat fatal. Penyakit ini menyerang anak-anak dan
dewasa.
e. Diare Akut Non-spesifik
Diare akut merupaka diare yang berlangsung kurang daripada 14 hari, dapat
disebabkan oleh virus, bakteri non-spesifik, ataupun non-infeksi. Salah satu
bentuk diare akut non-spesifik adalah travelers’ diarrhea, yang menyerang 30%
s.d. 70% wisatawan. Komplikasi yang paling berbahaya terjadi pada penderita
dari diare adalah dehidrasi.
f. Disentri Basiler
Pengertian disentri sendiri adalah kelainan dengan peradangan usus besar yang
disertai nyeri abdomen, tenesmus (rasa ingin mengedan), dan buang air besar
sering dengan darah dan lendir. Sedangkan Disentri basiler adalah disentri yang
disebabkan oleh bakteri genus Shigella.
g. Kolera (muntaber)
Kolera adalah penyakit infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri
Vibrio cholerae, menyebabkan diare cair (watery diarrhea) yang parah dan
muntah, mengakibatkan dehidrasi dan kematian.
h. Infeksi Saluran Kemih (urinary tract infection)
Infeksi saluran kemih adalah penyakit infeksi bakteri pada salah satu atau lebih
struktur saluran kemih, penyebab tersering adalah bakteri Escherichia coli, lebih
banyak menyerang wanita daripada pria.
i. Gonorrhea (penyakit kencing nanah)
Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang sangat menular,
disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada pria biasa terjadi
pengeluaran sekret yang kental keputihan dari uretra, tetapi pada wanita
seringkali tanpa gejala.
j. Lepra (leprasy; morbus hansen)
Lepra adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
leprae. Lepra merupakan penyakit menular kronis, menyerang kulit, selaput
mukosa, dan saraf tepi, mengakibatkan cacat jasmani (disability) yang parah,
namun jarang yang fatal.
k. Tetanus (lockjaw)

7
Tetanus adalah penyakit infeksi susunan saraf yang gawat, disebabkan oleh
bakteri Clostridium tetani, yang hidup di tanah, air liur, debu, dan kotoran
hewan. Bakteri memasuki tubuh melalui luka dalam, mengakibatkan kontraksi
otot yang nyeri di seluruh tubuh, termasuk otot rahang (lockjaw), sehingga
penderita tak dapat menelan dan mati tercekik. Tetanus biasanya dikarenakan
ada luka dalam. Sebaran geografik tetanus di Indonesia:
3. Infeksi Prion
a. Penyakit Creutzfeldt-Jacob
Penyakit ini merupakan penyakit hasil infeksi menular disebabkan oleh prion,
mengakibatkan gangguan neurodegeneratif berupa dementia yang progresif
dengan cepat dan berakhir dengan kematian. Pada hewan, prion mengakibatkan
penyakit “sapi gila” atau biasa disebit madcow.
b. Penyakit Kuru
Penyakit Kuru dianggap sebagai salah satu varian penyakit Creutzfeldt-Jacob
yang ditemukan di Papua sebagai akibat praktek kanibalisme dengan
mengkonsumsi organ manusia, terutama otak sebagai media penularan.
4. Infeksi Protozoa
a. Disentri Amoeba
Penyakit disentri amoeba adalah disentri atau penyakit peradangan usus yang
disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica, mengakibatkan diare yang
parah.
b. Malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yang ditandai oleh serangan menggigil dan
demam berulang, disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Anopheles.
Parasit malaria yang menginvasi tubuh manusia pada saat digigit nyamuk
Anopheles adalah dalam bentuk, Skizon (Schizon). Skizon adalah stadium yang
mengalami aseksual dengan cara pembelahan ganda atau segmentasi. Skizon
dapat ditemukan dalam sel hati (skizon pra-eritrosit) atau dalam eritrosit (skizon
eritrosit).4
Ada 5 jenis malaria yang pernah ditemui, antara lain:
 Malaria Falsiparum

8
Disebabkan oleh Plasmodium Falciparum. Gejala demam timbul
intermiten dan dapat kontinyu. Jenis malaria ini paling sering menjadi
malaria berat yang menyebabkan kematian.
 Malaria Vivaks
Disebabkan oleh Plasmodium Vivax. Gejala demam berulang dengan
interval bebas demam 2 hari. Telah ditemukan juga kasus malaria berat
yang disebabkan Plasmodium Vivax.
 Malaria Ovale
Disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis biasanya bersifat
ringan. Pola demam seperti pada malaria vivaks.
 Toxoplamosis
Toxoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa
Toxoplasma gondii, dapat ditularkan dari manusia ke manusia ataupun
dari kucing, pada wanita hamil dapat menyebabkan cacat pada bayi.
4. Infestasi parasit
a. Infestasi Cacing
 Filariasis
Filariasis adalah penyakit di daerah tropis dan subtropis yang disebabkan oleh
infestasi cacing Wuchereria bancrofti atau Brugia malayi pada saluran limfe,
ditularkan melalui gigitan nyamuk. Dalam tahap lanjut infestasi cacing
menyebab cacat menetap berupa pembesaran tungkai, lengan, dan alat kelamin
(elephantiasis; penyakit kaki gajah).
 Ascariasis (penyakit cacing gelang)
Ascariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infestasi cacing gelang Ascaris
lumbricoides pada usus manusia, ditularkan melalui ingesti telur cacing yang
ada pada sayuran mentah atau buah.
 Ancylostomiasis (penyakit cacing tambang)
Ancylostomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infestasi cacing
Ancylostoma duodenale pada usus manusia, mengisap darah dan mengakibat
anemia berat. Penularan terjadi melalui larva yang menembus telapak kaki
telanjang.
 Schistosomiasis (bilharziasis)

9
Schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infestasi cacing
Schistosoma japonicum pada berbagai organ dalam tubuh, ditularkan melalui
air yang terkontaminasi larva yang berasal dari tempat hidup semula pada keong
air tawar.
5. Infestasi Jamur
a. Tinea Versicolor (pityriasis versicolor; panu)
Tinea versicolor adalah infestasi jamur Melassezia furfur yang sering mengenai
remaja dan dewasa muda pada lipatan kulit lengan, kulit di bawah payudara, dan
daerah lipat paha.
b. Candidiasis (moniliasis)
Candidiasis adalah infestasi jamur Candida albicans, didapatkan antara pada
selaput lendir rongga mulut (pada anak), vagina (pada wanita), dan organ-organ
dalam tubuh seperti esofagus (kerongkongan), saluran percernaan, kandung
kemih, dsb.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Infeksi mikroba adalah dimana tubuh mengalami proses invasi dan multiplikasi
berbagai mikroorganisme ke dalam tubuh (seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit),
yang saat dalam keadaan normal, mikroorganisme tersebut tidak terdapat di dalam
tubuh. Sebenarnya, di beberapa tempat dalam tubuh kita pun, seperti di dalam mulut
atau usus, terdapat banyak mikroorganisme yang hidup secara alamiah dan biasanya
tidak menyebabkan infeksi.

B. Saran
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu jagalah kesehatan
dengan cara pola hidup sehat, dan segeralah periksa jika ada tanda-tanda yang
mengarah terhadap tanda-tanda proses inflamasi

11