Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ANTROPOLOGI

MOBILITAS SOCIAL

DISUSUN OLEH :

1. BADARIA
2. DEVI RISMAWATI
3. EKA SEPTRIANA
4. FEBRIAN TRI USANTO
5. RENI ANGGRAINI
6. SHINTIA ANGGUN RANTIKA
7. ROY DESTIANTO
8. TITAN SUKMARINI
9. IYON DAFID IRAWAN
10. SITI NURJANAH
11. M. FARHAN HIBATULLAH

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Pringsewu, Juni 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

COVER ........................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .....................................................................................
B. Rumusan Masalah ................................................................................
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian mobilitas sosial ......................................................................
B. Konsep dan ruang lingkup ...................................................................
C. Sifat dasar mobilitas sosial ...................................................................
D. Bentuk mobilitas sosial ........................................................................
E. Faktor penentu mobilitas sosial............................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ..........................................................................................
B. Saran .....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Semua orang pasti menginginkan untuk dapat memperoleh status dan

penghasilan yang lebih tinggi dari pada apa yang pernah dicapai oleh orang

tuanya. Semua orang pasti menginginkan suatu kehidupan yang serba

berkecukupan, bahkan kalau mungkin berlebihan. Keinginan-keinginan itu

adalah normal, karena pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan yang

tidak terbatas. Seperti halnya kalau kita menanyakan tentang cita-cita dari

seorang anak, maka ia akan menjawab pada suatu status yang kebanyakan

mempunyai konotasi pada penghidupan yang baik. Hanya saja apakah

keinginan-keinginan, impian-impian dan cita-cita itu berhasil atau sama

sekali gagal dalam proses perjalanan seseorang itulah yang kita sebut

“Mobilitas Sosial”.

Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan,

ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang

pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan

menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain,

seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia

melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun,

ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status

sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur

1
sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial

(social mobility).

1.1 Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

1. Apakah pengertian mobilitas sosial ?


2. Bagaimana Konsep dan Ruang Lingkup ?
3. Apa sifat dasar dari mobilitas sosial ?
4. Apa saja bentuk-bentuk dari mobilitas sosial ?
5. Apa faktor-faktor penentu mobilitas sosial ?
6. Apa saja Faktor Penghambat Mobilitas Sosial?
7. Apa saja Saluran-Saluran Mobilitas Sosial?
8. Bagaimana dampak dari adanya mobilitas sosial ?

1.2 Tujuan Penullisan

Pemaparan makalah ini bertujuan:

1. Mengetahui pengertian mobilitas sosial.


2. Mengetahui sifat dasar mobilitas sosial.
3. Mengetahui bentuk-bentuk dari mobilitas sosial.
4. Mengetahui konsekuensi mobilitas sosial.
5. Mengetahui faktor -faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial.
6. Mengetahui saluran mobilitas sosial.
7. Mengetahui dampak dari adanya mobilitas sosial

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Mobilitas Sosial

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mengemukakan bahwa,


mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu
yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat
hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan
kelompoknya. Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas
sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih
bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok
bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang
sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam
mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah,
tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka.
Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.
Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih
memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang
sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya,
masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Pada
masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang
paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak
mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki
kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah
keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata
lain yang lebih tinggi.

3
Gambar mobilitas sosial di desa dan kota

B. Konsep dan Ruang Lingkup

Mobilitas mempunyai arti yang bermacam-macam, pertama, mobilitas

fisik (mobilitas geografis) yaitu perpindahan tempat tinggal

(menetap/sementara) dari suatu tempat ke tempat yang lain. Kedua, mobilitas

sosial yaitu suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial

lainnya. Mobilitas sosial ini terdiri dari dua tipe, yaitu mobilitas sosial

horisontal dan vertikal. Mobilitas sosial horisontal diartikan sebagai gerak

perpindahan dari suatu status lain tanpa perubahan kedudukan. Jadi dalam

mobilitas sosial horisontal ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat

kedudukan seseorang. Sedangkan mobilitas sosial vertikat yaitu suatu gerak

perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial lainnya, yang tidak

sederajat. Mobilitas sosial vertikai ini jika dilihat dari arahnya, maka dapat

dirinci atas dua jenis, yaitu gerak perpindahan status sosial yang naik (social

dimbing) dan gerak perpindahan status yang menurun (social sinking).

4
Pengertian mobilitas sosial ini mencakup baik mobilitas kelompok

maupun individu. Misalnya keberhasiian keluarga Pak A merupakan bukti

dari mobilitas individu; sedang arus perpindahan penduduk secara bersama-

sama (bedo desa) dari daerah kantong-kantong kemiskinan di P. Jawa ke

daerah yang lebih subur sehingga tingkat kesejahteraan mereka relatif lebih

baik dibanding di daerah asal, merupakan contoh mobilitas kelompok.

Ketiga, Mobilitas psikis, yaitu merupakan aspek-aspek sosial-psikologis

sebagai akibat dari perubahan sosial. Datam hal ini adalah mereka yang

bersangkutan mengalami perubahan sikap yang disertai tentunya dengan

goncangan jiwa.

Konsep mobilitas tersebut dalam prakteknya akan saling berkaitan satu

sama lain, dan sulit untuk menentukan mana sebagai akibat dan

penyebabnya. Sebagai contoh untuk terjadinya perubahan status sosial,

seseorang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya karena ketiadaan

lapangan kerja, atau sebaliknya mobilitas sosial seringkali mengakibatkan

adanya mobilitas geografi yang disertai dengan segala kerugian yang

menyakitkan, yakni lenyapnya ikatan sosial yang sudah demikian lama

terjalin. Demikian halnya mobilitas geografis akan mempengaruhi terhadap

mobilitas sosial yang dimbing maupun sinking, bahkan sekaligus

mempengaruhi mobilitas mental atau psikis dari individu maupun

masyarakat.

5
C. Sifat Dasar Mobilitas Sosial

Dalam dunia modern, banyak negara berupaya untuk meningkatkan

mobilitas sosial, dengan asumsi bahwa semakin tinggi tingkat mobilitas

sosial akan menjadikan setiap individu dalam masyarakat semakin bahagia

dan bergairah. Tentunya asumsi ini didasarkan atas adanya kebebasan yang

ada pada setiap individu dari latar belakang sosial manapun dalam

menentukan kehidupannya. Tidak adanya diskriminasi pekerjaan baik atas

dasar sex, ras, etnis dan jabatan, akan mendorong setiap individu memilih

pekerjaan yang paling sesuai bagi sendirinya.

Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial setiap

individu berbeda, dan tidak ada diskriminasi pekerjaan, maka mereka akan

tetap merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial

yang lebih tinggi. Apabila tingkat mobilitas sosial rendah, maka hal ini akan

menyebabkan banyak orang terkungkung dalam status sosial para nenek

moyang mereka. Tinggi rendahnya mobilitas sosial individu dalam suatu

masyarakat sangat ditentukan oleh terbuka tidaknya kelas sosial yang ada

pada masyarakat. Pada masyarakat yang berkelas sosial terbuka maka

masyarakatnya memiliki tingkat mobilitas tinggi, sedang pada masyarakat

dengan kelas sosial tertutup, maka masyarakat tersebut memiliki tingkat

mobilitas sosial yang rendah.

6
D. Bentuk Mobilitas Sosial

1. Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertical adalah pepindahan status sosial yang dialami

seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda.

Mobilitas Vertikal naik memiliki dua bentuk ,yaitu sebagai berikut:

Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih

tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya:seorang camat diangkat

menjadi bupati. Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari

pada lapisan sosial yang sudah ada. Mobilitas Vertikal turun juga

mempunyai dua bentuk sebagai berikut.

1. Turunnya kedudukan seseorang kedudukan lebih rendah ,Misalnya,

seseorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.

2. Tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas,misalnya ,

seorang yang menjabat direktur bank,karena bank yang dipimpinya

bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

Beberapa prinsip umum dalam mobilitas sosial vertical adalah sebagai berikut.

1. Tidak ada suatu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas

sosial yang vertical.

2. Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial .

3. Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertical sendiri.

4. Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan

pekerjaan yang berbeda-beda.

7
5. Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan

pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu

tentang bertambah .

2 . Mobilitas Horizontal

Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau

sekelompok orang dalam lapisan. Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan

sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan .Contohnya,tindakan

mengevakuasi penduduk yang tertimpa bencana alam ke daerah lain.

3. Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas Antargenerasi adalah perpindahan antara dua generasi atau lebih,

Mobilitas Antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua ,yaitu sebagai berikut:

1. Mobilitas Intergenerasi adalah perpindahan status sosial yang terjadi di

antara beberapa generasi.

2. Mobilitas Intragenerasiadalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam

satu generasi yang sama.

E. Faktor Penentu Mobilitas Sosial

1. Faktor Struktural

Faktor Struktural adalah jumlah relative dari kedudukan tinggi yang

bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Adapun

yang termasuk dalam cakupan faktor structural adalah sebagai berikut:

8
a. Struktur Pekerjaan

b. Perbedaan Fertilitas

c. Ekonomi Ganda

d. Penunjang dan Penghambat Mobilitas

2. Faktor Individu

Faktor individu adalah kualitas orang perorang baik ditinjau dari segi

tingkat pendidikan ,penampilan ,maupun keterampilan pribadi.Adapun

yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah sebagai berikut.

a. Perbedaan Kemampuan

b. Orientasi Sikap terhadap Mobilitas

c. Faktor Kemujuran

d.

3. Setiap Status Sosial

Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimilik oleh orang

tuanya.

4. Faktor Keadaan Ekonomi

Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadiny mobilitas manusia.

5. Faktor Situasi Politik

6. Faktor Kependudukan {demografi}

7. Faktor Keinginan Melihat Daerah Lain

F. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

9
1. Faktor Kemiskinan

2. Faktor Diskriminasi Kelas

3. Faktor Perbedaan Ras dan Agama

4. Faktor Perbedaan Jenis Kelamin {Gender}

5. Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat Kuat

G. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

Menurut Pitirim A.Sorokin,mobilitas sosial dapat dilakukan melalui beberapa

saluran berikut:

1. Angkatan Senjata

2. Lembaga Pendidikan

3. Organisasi Politik

4. Lembaga Keagamaan

5. Organisasi Ekonomi

6. Organisasi Profesi

7. Perkawinan

8. Organisasi Keolahragaan

Secara umum ,cara yang digunakan untuk memperoleh status sosial dapat melalui

dua cara berikut:

1. Akripsi

Adalah cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan

2. Prestasi

10
Adalah cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tertentu dengan

usaha sendiri.Secara khusus,cara-cara yang digunakan untuk menaikan

status sosial adalah sebagai berikut:

a. Perubahan Standar Hidup

b. Perubahan Nama

c. Perubahan Tempat Tinggal

d. Perkawinan

e. Perubahan Tingkah Laku

f. Bergabung dengan Organisasi Tertentu

H. Dampak Mobilitas Sosial

Menurut Horton dan Hunt (1987),ada beberapa konsekuensi negative dari

adanya mobilitas sosial vertical , antara lain sbg berikut:

 Kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas

menurun.

 Ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang

meningkat.

 Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer.

Adapun dampak mobilitas sosial bagi masyarakat, baik yang bersifat positif

maupun negatif antara lain sbg berikut:

A. Dampak Positif

11
Mendorong seseorang untuk lebih maju, Mempercepat tingkat perubahan

sosial masyarakat kea rah yang lebih baik.

B. Dampak Negatif

a. Timbulnya konflik

Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3

bagian,yaitu sebagai berikut:

1. Konflik antarkelas

2. Konflik antarkelompok social

Konflik ini dapat berupa Konflik antara kelompok sosial yang masih

tradisional dengan kelompok sosial yang modern. Proses suatu

kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial lain yang memiliki

wewenang.

3. Konflik antargeneraso

b. Berkurangnya Solidaritas Kelompok

Dampak lain mobilitas sosial dari faktor psikologis antara lain sebagai

berikut. Menimbulkan ketakutan adanya gangguan psikologis bila

seseorang turun dari jabatannya(post power syndrome) mengalami

frustasi.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Menurut Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu

kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata

yang lainnya. Sementara menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack,

mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu

yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Tipe-tipe mobilitas sosial yang

prinsipil ada dua, yaitu:

1. Horizontal, yaitu apa bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari

satu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.

2. Vertikal, yaitu apabila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari

suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat.

Sesuai dengan arahnya maka terdapat dua jenis gerak vertikal, yaitu yang

naik (social climbing) dan yang turun (social sinking) . Masyarakat yang

berkelas sosial terbuka adalah masyarakat yang memiliki tingkat mobilitas

yang tinggi sedangkan masyarakat yang berkelas sosial tertutup adalah

masyarakat yang memiliki tingkat mobilitas yang rendah.

3.2 SARAN

Sebagai manusia kita pasti akan menuntut untuk status dan peran sosial, namun

sebagai manusia sosial seharusnya kita dapat mengerti dan menyadari mobilitas

sosial atau gerakan sosial ini tidak terjadi begitu saja dengan sendirinya. Karena

13
mobilitas sosial terjadi tergantung bagaimana diri kita sendiri menyingkapi status

serta peran sosial diri dan menurut prestasi kita masing-masing sebagai anggota

masyarakat. Oleh karena itu sebaiknya jika memang menginginkan mobilitas naik

kita juga tidak boleh duduk diam dalam struktur sosial tetapi kita harus terbuka

dan positif terhadap perubahan positif yang ada di masyarakat.

Penulis sadar bahwa makalah kami ini jauh dari kesempurnaan sehingga kritik dan

saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah ini.

14
DAFTAR PUSTAKA

Abdulwahid, Idat, dkk. 2003. Kajian Et. Jakarta : Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.

https://theperspectiveofanthropology.wordpress.com/2011/07/22/metode-
etnografi-dalam-antropologi/

15