Anda di halaman 1dari 4

ASASMEN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

IDENTIFIKASI ABK

Dosen Pengampuh:

Richo Surya Pradana M.Pd

Di susun oleh:

Satrio Hanan (2016104303

Meisya Adelia Fadhillah (201610430311031)

Bella (201610430311

Rani (201610430311

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN 2017


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam mata pembelajaran Asasmen kebutuhn khusus ini sebagai calon tenaga
pendidikan mengetahui siapa dan bagaimana anak berkebuthan khusus serta karakteristiknya.
Dengan pengetahuan terebut guru diharapkan mampu mengidentifikasi, peerta didik di
sekolah, maupun di masyarakat sekitar. Harapan di adakan identifikasi agar anak yang
mengalami kebutuhan khusus ini dapat sedini mungkin mengetahui penangan yang harus di
lakukan berupa penangan medis, terapi, dan mengembangkan potensi mereka.

Dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang


berbagai jenis dan tingkat kelainan anak, diantaranya kelainan fisik, mental, intelektual,
social, emosi dan potensi kecerdasan dan bakat istemewa. Masing – masing memili ciri dan
tanda – tanda khusus yang dapat digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi anak dengan
berkebutuhan khusus.

BAB II

IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAB KHUSUS


A. Pengertian Indentifikasi ABK

Anak berkebutuhan khusus adalah anak dalam pendidikan memerlukan pelayanan


yang spesifik,berbeda dengan anak pada umumnya.secara umum rintangan anak
berkebutuhan khusus meliputi dua kategori yaitu: permanen yaitu akibat dari kelainan
tertentu,dan anak berkebutuhan khusus temporer yaitu mereka mengalami hambatan belajar
dan perkembangan yang disebabkan kondii dan situasi lingkungan. Misalnya anak anak yang
mengalami keulitan dalam menyesuaikan diri akibat kerusuhan dan bencana alam, atau tidak
bisa membaca karena kekeliruan guru mengajar, anak mengalami perbedaan antara bahasa di
rumah dengan di sekolah, anak yang mengalami hambatan belajar dan berkembangan karena
social budaya dan kemiskinan.

Setiap anak yang memiliki kebutuhan khusus, baik yang bersifat permanen maupun
temporer, memiliki perkembangan hambatan belajar dan kebutuhan belajar yang be4rbeda –
beda. Adapun hambatan yang di miliki oleh anak itu sendiri, di sebabkan oleh 3 hal

1.) Faktor lingkungan


2.) Faktor dalam diri anak itu sendiri
3.) Kombinasi anatara faktor lingkungan dan factor dalam diri anak.

Jadi dapat di garis bawahi bahwa identifikasi ABK adalah sebagai usah dari orang tua,
guru, dan tenaga pendidikan yang lainnya 7ntuk mengetahui apakah seseorang anak
mengalami kelainan phisik, intelektual, social, emosi dan sensorik neurologis dalam
pertumbuhannya dibandingkan dengan anak normal. Setelah dilakukan identifikasi dapat
menegtahui kondii dari anak tersebut apakah menyimpang atau tidak. Dapat diketahui pula
apakalh ank tergolong : tunanetra, tunarungu, tunagrahitha , tunadaksa, tunalaras, anak
lamban belajar, anak mengalamimkeulitan belajar spesifik, anak Autis, Anak Berkabakat dan
Anak ADHD.

A. Tujuan Identifikasi

Secara umum tujuan identifikasi adalah menghimpun informasi apakah seseorang


anak mengalami kelainan / penyimpangan tentunya jika di bandingkan dengan anak norman
mialnya kelain yang dialami dari segi intelektual, emosi, dan social.

Kegiatan identifikasi anak berkebutuhan khusus dilakukan untuk lima keperluan,


yaitu:
1. Penjaringan (screening)
2. Pengalih tanganan (referal)
3. Klasifikasi
4. Perencanaan pembelajaran dan
5. Pemantauan keajuan belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Rita Jordan, Educating of Children and Young people With Autisme. Birmingham.
University. United Kingdom. 1997.
Badan Penelitian dan Pengembangan pendidikan dan Kebudayaan
Mengidentifikasi siswa Bekesulitan Belajar. Pusat Pengembangan kurikulum dan
Sarana Pendidikan. Jakarta. 1977