Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENGANTAR TABEL DAN GARFIK

OLEH :
NANDA FITRIA NINGSIH
NIP. 1713451063

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
T.A 2018

KATA PENGANTAR

i
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, sebab atas rahmat dan
hidayah-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini
merupakan tugas kuliah yang berisi penyajian tabel,gambar dan diagram.
Penyusun sangat menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak
kesalahan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik maupun sarannya,sehingga di
kemudian hari dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat
digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Bandar Lampung, Maret 2018

Penulis

DAFTAR ISI

ii
KATA PENGANTAR .............................................................................................i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................1
C. Tujuan ..........................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A. Penyajian Data .............................................................................................2
B. Penyajian Tabel, Diagram.............................................................................2

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan pengumpulan data di lapangan, akan menghasilkan angka –
angka yang disebut data kasar atau data – data masih berwujud sebagaimana
data itu diperoleh yang biasanya berupa skor. Skor – skor tersebut dapat pula
disebut dengan istilah skor kasar, yang artinya sama dengan data kasar.
Dalam melakukan penyajian data diperlukan suatu sistematika yang
sesuai dan intensif guna untuk mudah memahami maksud dari data yang
disajikan.Berbagai bentuk penyajian data sangat diperlukan untuk penunjang
dan mempermudah dalam pembacaan dan penafsiran data.
Dalam hal ini sangat diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai
model penyajian data dalam bentuk tertentu.Oleh karena itu,penyusun
mencoba menyajikan penyajian dalam bentuk tabel,gambar dan
diagram.Semoga makalah ini dapat membantu pembaca dalam memahami
lebih rinci tentang penyajian tabel,diagram dan gambar,yang berisi tentang
unsur-unsur,cara membaca serta interpretasi data tersebut.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang dapat dirumuskan dalam makalah ini adalah sebagi berikut :
1. Apa yang dimaksud penyajian tabel,diagram,dan gambar?
2. Apa Unsur-Unsur dari suatu tabel,diagram dan gambar?
3. Bagaimana Cara Membaca tabel,diagram dan gambar?
4. Bagaimana Interpretasi tabel,diagram dan gambar?

BAB II
PEMBAHASAN

1
A.
Penyajian Data
Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data
angka-angka yang disebut ‘data kasar’ (raw data) yang menunjukkan bahwa
data tersebut belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut
masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang bisanya berupa skor dan
relative banyak tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data
termasuk yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang
bermakna, data-data itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis
dan untuk keperluan penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah
tabel. Penyajian data ini bertujuan memudahkan pengolahan data dan
pembaca memahami data.
B. Penyajian Tabel, Diagram dan Gambar
Dalam membuat karya ilmiah biasanya kita dituntut untuk dapat
menyajikan data secara gamblang atau jelas. Data berupa angka-angka akan
sangat sulit tentunya untuk disajikan dalam bentuk paragraf. Oleh karenannya
kita perlu menggunakan fungsi tabel, diagram untuk mendapatkan data secara
cepat dan akurat. Dan sebelum kita belajar menggunakannya alangkah lebih
baiknya jika kita pelajari terlebih dahulu apa sih yang dimaksud tabel,
diagram, dan gambar.
I. Tabel
1. Pengertian Tabel
Tabel adalah sebuah alat untuk menampilkan informasi dalam bentuk
matrik. Tampilan data atau informasi yang ada dalam tabel dibuat dalam bentuk
baris dan kolom. Tabel menyajikan data yang diklasifikasikan secara sistematik,
dalam jumlah menurut kesatuan tertentu. Tabel juga dapat menjadi alat
pembantu untuk perangkuman gagasan-gagasan tertentu dan sekaligus untuk
dijadikan alat komunikasi antara peneliti dan pembacanya Tabel terdiri dari

2
Judul, baris dan kolom. Hal ini yang membedakan tabel dengan teks tulis
lainnya, seperti wacana, diagaram, kurva, bagan, grafik dan peta. Dari judul
tabel kita mengetahui secara singkat dan jelas mengenai pokok yang terkandung
dalam suatu tabel. Dalam judul diterangkan mengenai apa, di mana, dan
bagaimana perekembangan suatu fakta tertentu.
2. Unsur-Unsur Tabel
1. Nomor Tabel
2. Judul Tabel
3. Garis-garis yang membangun tabel
 Garis pembuka
 Garis penutup
 Garis pemisah
 Garis tepi
4. Nomor kolom
5. Nomor Baris
6. Sumber(data kutipan)
Format penulisan tabel
Tabel dibuat pada kertas naskah. Huruf dan angka tabel harus dicetak
(tidak ditulis tangan). Kolom-kolom tabel disusun sedemikian rupa sehingga
tabel mudah dibaca.
3. Cara Membaca Tabel
Cara-cara membaca tabel agar mendapatkan informasi yang sesuai
dengan isi tabel adalah sebagai berikut.
1. Baca judulnya. Cara pertama ini merupakan langkah penting. Resapkan isi
judul tabel yang anda hadapi itu karena judul itu memeberi anda
ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan.
2. Baca informasi yang ada di atas, di bawah, atau di sisinya. Informasi yang
ada merupakan kunci penejelasan tentang materi yang disajikan, dapat
berupa urutan tahun, persentase, dan angka-angka.

3
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel tersebut. Anda dapat mengetahui
tujuan itu dengan mengubah judul itu menjadi pertanyaan: dimana,
seberapa banyak, atau bagaimana terjadi. Dan jawabannya ada pada tabel
tersebut.
4. Baca tabel itu. Sementara membacanya secara menyeluruh, tetaplah ingat
akan maksud dan tujuannya, dan dapatkan keterangannya dalam
informasi yang disajikan di sana.
Penyajian table mengikuti ketentuan berikut :
1) Penyajian table harus dilakukan secara sistematis, oleh karena itu judul
table perlu mendapatkan penomoran. Sistem penomoran ini dimulai secara
berturut-turut sejak bab I sampai dengan selesai.
2) Penulisan nama tabel menggunakan huruf besar di awal kata title case.
3) Penomoran tabel menggunakan angka arab.
4) Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel
dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran
sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan teks.
5) Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.
6) Pembuatan kolom dan baris harus jelas. Setiap kolom dan baris harus diberi
nama untuk penjelasan.
7) Format judul tabel ditulis di tengah dan simetris di atas tabel yang
bersangkutan, di bawah kata “Tabel”. Kata-kata dalam judul tabel ditulis
sebagai berikut.
 Kata-kata isi diawali dengan huruf capital.
 Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecil.

4. Contoh Tabel
Tabel Penjualan Sepeda Motor Bulan Januari dan Februari tahun 2009.
Penjualan Sepeda Motor
pada Bulan Januari dan Februari tahun 2009

4
Persentas
Merek Januri Februari Total
e (%)
Honda 179.695 200.486 380.181 48,8
Yamaha 162.135 180.723 342.858 43,8
Suzuki 22.369 29.576 51.945 6,6
Kawasaki 3.016 3.219 6.235 0,8
Total 367.215 414.004 781.219 100

5. Interprestasi atau Pengungkapan data tabel diatas dalam bentuk kata-


kata
Penjualan Sepeda Motor pada Bulan Januari dan Februari tahun 2009.
Jumlah penjualan Sepeda Motor merek Honda pada tahun 2009 sebanyak
380.181 unit, yaitu 179.695 unit pada bulan januari dan 200.486 unit pada bulan
Februari. Kalaui dipersentasekan menjadi 48,8%. Merek Yamaha terjual
sebanyak 342.858 unit, yaitu 162.135 unit pada bulan Januari dan 180.723 unit
pada bulan Februari. kalau dipersentasekan menjadi 43,8%. Penjualan merek
Suzuki sebanyak 51.945 unit, yaitu 22.369 unit pada bulan Januari dan 29.576
unit pada bulan Februari, persentasenya 6,6%. Sedangkan merek Kawasaki
terjual sebanyak 3.016 unit pada bulan Januari dan 3.016 unit pada bulan
Februari, totalnya 6.235 unit, dan kalau dipersentasikan menjadi 0,8%.
Penjualan total sepeda motor pada bulan Januari dan Februari 2009 adalah
sebanyak 781.219 unit, yaitu 367.215 unit pada bulan Januari dan 414.004 unit
bulan Februari, sehingga persentasen penjualannya mencapai 100%.
6. Jenis-jenis Tabel
Untuk menyusun sekumpulan data yang besar kecilnya belum tersusun
secara teratur ke dalam bentuk yang teratur, sebaiknya data itu disajikan dalam
sebuah tabel. Dalam hal ini, tabel yang biasa digunakan ada tiga jenis, yaitu:
1. Tabel baris-kolom
2. Tabel kontingensi
3. Tabel distribusi frekuensi.
Adapun penjelasan dari masing-masing jenis tabel diatas adalah sebagai

5
berikut.
1) Tabel baris-kolom
Tabel baris-kolom adalah tabel yang menyajikan data atau informasi dalam
bentuk baris dan kolom secara terperinci.
Contoh tabel baris-kolom
Jumlah Mahasiswa Semester II di FBS
Jurusan S-1 D-3 Jumlah

L P L P
3
PBSI 45 - - 80
5
4
EED 63 - - 110
7
EFORISM - - 34 43 77
BHS.
- - 31 42 73
JEPANG
BHS. BALI - - 33 35 68
3
SENI RUPA 14 - - 48
4
1
Jumlah 1 122 98 120 456
6

Keterangan :
L : Laki-laki
P : Perempuan
Pengungkapan data tabel diatas dalam bentuk kata-kata
Jumlah mahasiswa semester II di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).
Jumlah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia program S-
1 untuk mahasiswa laki-laki berjumlah 35 orang dan mahasiswa perempuan
berjumlah 45 orang totalnya totalnya 80 orang. Jurusan Pendidikan Bahasa
Inggris (EED) jumlah mahasiswa laki-lakinya 47 orang dan jumlah mahasisswa
perempuannya 63 orang, totalnya 110. Jurusan D-3 Bahasa Inggris (EFORISM)
jumlah mahasiswa laki-lakinya 34 orang dan jumlah mahasiswa perempuan 43

6
orang, totalnya 77orang. Jurusan Bahasa Jepang jumlah mahasiswa laki-lakinya
31 orang dan jumlah mahasiswa perempuannya 42 orang, totalnya 73 orang.
Jurusan Pendidikan Bahasa Bali jumlah mahasiswa laki-lakinya 33 orang dan
jumlah mahasiswa perempuannya 35 orang, totalnya 68 orang. Jurusan
Pendidikan Seni Rupa jumlah mahasiswa laki-lakinya 34 orang dan jumlah
mahasiswa perempuannya 14 orang, totalnya 48 orang. Total keseluruhan
jumlah mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Seni adalah 456 orang, yang terdiri
dari 214 orang laki-laki yaitu 116 orang dari program S-1 dan 98 orang dari
program D-3, dan 242 orang perempuan yaitu 122 orang dari program S-1 dan
120 orang dari program D-3.
2) Tabel Kontingensi
Tabel Kontingensi adalah tabel yang menyajikan data atau informasi dalam
bentuk baris dan kolom yang disajikan secara umum saja.
Contoh tabel kontingensi
Jumlah Mahasiswa Semester II di FBS
S-
Jurusan D-3 D-2 Jumlah
1
PBSI 80 - - 80
11
EED - - 110
0
EFORISM - 77 - 77
BHS. JEPANG - 73 - 73
BHS. BALI 68 - - 68
SENI RUPA 48 - - 48
30
Jumlah 150 - 456
6

Pengungkapan data tabel diatas dalam bentuk kata-kata


Untuk jurusan PBSI program S-1 total mahasiswanya berjumlah 80
orang, jurusan EED (Pend. Bahasa Inggris) program S-1 total mahasiswanya
berjumlah 110 orang, jurusan EFORISM (D-3 Bahasa Inggris) total
mahasiswanya berjumlah 77 orang, jurusan Pend. Bahasa Jepang program D-3
total mahasiswanya berjumlah 73 orang, jurusan Pend. Bahasa Bali program D-

7
3 total mahasiswanya berjumlah 68 orang, jurusan Pend. Seni Rupa program S-1
total mahasiswanya berjumlah 48 orang. Total keseluruhan jumlah mahasiswa
untuk semua jurusan baik itu program S-1 maupun program D-3 di FBS adalah
berjumlah 456 orang yang terdiri dari 306 orang mahasiswa untuk program S-1
dan 150 orang mahasiswa untuk program D-3.
3) Tabel Distribusi Frekuensi
Sebelum dibahas mengenai tabel distribusi frekuensi ada tiga istilah yang
perlu dibahas, yaitu array, data tidak terkelompok dan data terkelompok. Array
adalah penyusunan sekumpulan data menurut urutan nilainya, mulai dari data
yang terkecil sampai nilai data yang terbesar.
Data tidak terkelompok adalah data yang nilai-nilainya belum disusun
dalam tabel distribusi frekuensi. Data terkelompok adalah data yang nilai-
nilainya sudah disusun dalam tabel distribusi Frekuensi.
Untuk memberikan pengertian mengenai tabel distribusi frekuensi,
sebenarnya setiap orang dapat mendefinisikannya berdasarkan bentuk umumnya
Oleh karena itu, berikut ini akan diberikan bentuk umum dari tabel distribusi
frekuensi, seperti nampak dalam tabel berikut.
Contoh Tabel Distribusi Frekuensi.
Bentuk Umum Tabel Distribusi Frekuensi
Nilai Data Frekuensi
a-b f1
c-d f2
e-f f3
g-h f4
i-j f5

Jumlah

Dari bentuk umum di atas, maka tabel distribusi frekuensi dapat


dideffinisikan sebagai sebuah tabel yang berisi nilai-nilai data, dengan nilai-nilai
tersebut dikelompokkan ke dalam interval-interval dan setiap interval nilai

8
masing-masing mempunyai frekuensinya.
Mungkin ada orang yang akan mendefinisikan tabel distribusi frekuensi
berbeda dari definisi di atas. Hal ini tidak menjadi masalah, asalkan pemberian
definisi tersebut harus sesuai dengan bentuk umumnya.
Jadi, kesimpulannya, tabel frekuensi merupakan sebuah tabel yang berisi
nilai-nilai data, dengan nilai-nilai tersebut dikelompokkan ke dalam interval-
interval dan setiap interval masing-masing mempunyai frekuensinya.
II.Diagram
1. PENGERTIAN DIAGRAM
Diagram adalah gambaran tentang suatu data yang lebih memntingkan
hasil penelitian. Biasanya diagram diurutkan dari data sedikit ke banyak atau
sebaliknya. Berbeda dengan grafik yang lebih mementingkan dinamika pada
data yang disajikan. Diagram ini dapat berupa diagram lingkaran ataupun
diagram batang.
2.UNSUR UNSUR DIAGRAM
1. Judul Diagram
2. Titik,garis,dan unsur lain yang membentuk diagram,
 Sumbu horizontal penunjuk keterangan jumlah,tempat,dll
 Sumbu vertikal penunjuk jumlah,keterangan tempat,hari,dll
 Garis bantu sebagai bantuan akurat dalam membaca diagram
3. Penunjuk Keterangan :angka,keterangan waktu,tahun,bulan,hari,nama
orang,produk,dll
4. Sumber(data kutipan jika diperlukan)

9
3. CONTOH DIAGRAM DAN INTERPRESTASINYA

Diagram Batang
Perhatikan diagram batang di samping. Diagram batang disamping menunjukan
jumlah siswa di sebuah sekolah dasar. Dari diagram tersebut dapat ditafsirkan
sebagai berikut :
 Banyak siswa kelas I adalah 20 orang;
 Banyak siswa kelas II adalah 15 orang;
 Banyak siswa kelas III adalah 30 orang;
 Banyak siswa kelas IV adalah 25 orang;
 Banyak siswa kelas V adalah 10 0rang;
 Banyak siswa kelas VI adalah 35 orang;
 Kelas dengan jumlah siswa terbanyak adalah kelas VI (35 orang);
 Kelas dengan jumlah siswa paling sedikit adalah kelas V (10 orang);
 Jumlah siswa di sekolah tersebut adalah 135 siswa ( 20 + 15 + 30 + 25
+ 10 + 35 );
 Selisih antara jumlah siswa terbanyak dengan paling sedikit adalah 25
( 35-10).

10
4.Cara membaca Diagram
Diagram merupakan sketsa untuk menunjukkan atau menerangkan sesuatu. Data
disampaikan melalui gambar. Diagram memiliki bentuk yang beraneka ragam.
Bentuk diagram, antara lain diagram gambar, diagram lingkaran, diagram
batang, diagram garis, dan diagram pohon. Cara membaca diagram adalah:
1. membaca judul diagram,
2. membaca informasi/data yang terdapat pada diagram,
3. mengajukan pertanyaan tentang isi diagram, dan
4. membuat simpulan isi diagram berdasarkan jawaban pertanyaan tentang
diagram.

11
BAB III
PENUTUP

A.
Kesimpulan
Tabel adalah sebuah alat untuk menampilkan informasi dalam bentuk
matrik. Tampilan data atau informasi yang ada dalam tabel dibuat dalam bentuk
baris dan kolom.
Diagram adalah gambaran tentang suatu data yang lebih memntingkan
hasil penelitian. Biasanya diagram diurutkan dari data sedikit ke banyak atau
sebaliknya. Berbeda dengan grafik yang lebih mementingkan dinamika pada
data yang disajikan. Diagram ini dapat berupa diagram lingkaran ataupun
diagram batang
Gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yg
dibuat dng coretan pensil dsb pd kertas dsb; lukisan;
Cara membaca Tabel,diagram dan gambar secara umum : membaca
judul tabel,diagram,dan gambar,membaca informasi/data yang terdapat pada
tabel,diagram,dan gambar,mengajukan pertanyaan tentang isi tabel,diagram dan
gambar,membuat simpulan isi tabel,diagram dan gambar berdasarkan jawaban
dari pertanyaan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Herrhyanto Nar dan H.M. Akib Hamid. 2007. Statistika Dasar. Jakarta:
Universitas Terbuka.

Johanes, Kastolan dan Sulasim. 2007. Kompetensi Matematika Program IPA


SMA Kelas XI Semester Pertama. Jakarta: Yudistira.

Nurgiyantoro Burhan, dkk.. 2004. Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-ilmu


Sosial. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Sugiyono. 2006. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Usman Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 2000. Pengantar Statistika.


Jakarta: PT Bumi Aksara.

13