Anda di halaman 1dari 5

UNSUR-UNSUR DESAIN PENELITIAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Metodologi Penelitian yang di bina oleh Prof. Dr. Sutrisno T., SE., AK., M.Si

Disusun Oleh:

Lulu Nandita Azzahra (155020307111059)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
AKUNTANSI
2018
BAB 6

DESAIN PENELITIAN

Desain penelitian (research design) adalah rencana untuk pengumpulan, pengukuran, dan
analisis data, berdasarkan pertanyaan penelitian dari studi.

Tujuan Studi: Ekspolatif, Deskriptif, Kausal

1. Studi Eksploratif. Studi ini dilakukan ketika tidak banyak yang diketahui mengenai situasi yang
akan terjadi, atau tidak ada informasi yang tersedia mengenai bagaimana masalah atau persoalan
penelitian yang hampir sama diselesaikan di masa lalu. Studi eksploratif diperlukan ketika
sejumlah fakta diketahui, tetapi diperlukan lebih banyak informasi untuk menyusun kerangka
teoritis yang kuat
2. Studi Deksriptif. Studi ini sering kali didesain untuk mengumpulkan data yang menjelaskan
karakteristik orang, kejadian, atau situasi. Hal ini melibatkan pengumpulan data kuantitatif
seperti tingkat kepuasan, jumlah produksi, jumlah penjualan, atau data demografi, namun studi
deksriptif juga memerlukan pengumpulan informasi kualitatif. Tujuan dari studi ini adalah untuk
menggambarkan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena perhatian dari perspektif
seseorang, organisasi, atau lainnya kepada peneliti.
3. Studi Kausal. Studi kausal adalah inti dari oebdekatan ilmiah penelitian. Studi semacam itu
menguji apakah satu variable menyebabkan variable yang lain berubah atau tidak. Dalam studi
kausal, peneliti tertarik untuk menjelaskan satu atau lebih banyak factor yang menyebabkan
masalah.

Tingkat Intervensi Peneliti Terhadap Studi

Tingkat intervensi oleh peneliti memiliki keterkaitan langsung dengan apakah studi yang
dilakukan adalah korelasional atau kausal. Studi korelasional dilakukan dalam lingkungan alami
(misalnya, supermarket atau ruang karyawan produksi-factory floor) dengan intervensi minimum
dari peneliti dan arus kejadian yang normal.

Dalam studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat, peneliti mencoba
untuk memanipulasi variabel tertentu untuk mempelajari pengaruh dari manipulasi tersebut pada
variabel terikat yang diteliti. Dengan kata lain, peneliti dengan sengaja mengubah variabel tertentu
dalam konteks dan mengintervensi peristiwa sejauh peristiwa tersebut terjadi secara normal. Dengan
demikian, terdapat berbagai tingkat intervensi peneliti dalam manipulasi dan pengendalian variabel
pada studi penelitian, baik dalam situasi alami atau situasi lab artifisial.

Situasi Studi: Diatur dan Tidak Diatur

Penelitian bisnis dapat dilakukan dalam lingkungan yang alami, di mana kejadian
berlangsung secara normal (yaitum dalam situaso tidak diatur-noncontrived setting) atau dalam
keadaan artifisial dan situasi yang diatur (contrived setting). Studi korelasional selalu dilakukan
dalam situasi tidak diatur, sedangkan kebanyakan studi kausal dilakukan dalam situasi laboratorium
yang diatur.

Studi korelasional yang dilakukan dalam situasi yang tidak diatur disebut studi lapangan
(field study). Studi yang dilakukan untuk menemukan hubungan sebab-akibat menggunakan
lingkungan alami yang sama, di mana subjek dalam studi (karyawan, pelanggan, manajer, dan
lainnya) berfungsi secara normal disebut eksperimen lapangan (field experiment). Eksperimen yang
dilakukan untuk memenuhi hubungan sebab-akibat yang lebih jauh dari kemungkinan keraguan
terkecil memerlukan penciptaan lingkungan yang artifisial dan diatur, di mana semua factor asing
dikontrol dengan ketat. Subjek yang hampir sama dipilih secara saksama untuk merespons stimuli
tertentu yang dimanipulasi. Studi tersebut dianggap sebagai eksperimen laboratorium (lab
experiment).

Strategi Penelitian

1. Eksperimen. Eksperimen biasanya berhubungan dengan penelitian deduktif dan pendekatan


ilmiah atau hipotesis-deduktif untuk peneilitian. Desain eksperimen sering kali digunakan untuk
menemukan hubungan kausal dan kurang berguna untuk banyak –studi eksploratif atau
deksriptif-pertanyaan bisnis dan manajemen lainnya
2. Penelitian Survei. Survei adalah sebuah system untuk mengumpulkan informasi dari atau
tentang orang-orang untuk mendeskripsikan, membandingkan, atau menjelaskan pengetahuan,
sikap, dan perilaku mereka. Strategi survey sangat popular dalam penelitian bisnis, karena hal
ini membuat peneliti dapat mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif untuk banyak jenis
pertanyaan penelitian. Pertanyaan-pertanyaan dalam instrument survey biasanya dibuat untuk
angket (self-administered questionnaire) di mana responden menyelesaikan pertanyaan tersebut
sendiri, baik pada kertas maupun komputer. Instrumen survei yang leain adalah wawancara dan
observasi terstruktur.
3. Observasi. Observasi merupakan strategi untuk mengumpulkan data pada tindakan dan periaku
orang-orang. Observasi termasuk dating ke lingkungan alami dari orang-orang, melihat apa yang
mereka kerjakan, menganalisis, dan menginterpretasikan apa yang seseorang lihat. Terdapat
empat dimensi utama yang membedakan cara observasi dilakukan: kontrol, apakah pengamat
adalah anggota dari kelompok yang diamati atau tidak, struktur, dan penyembunyian observasi.
4. Studi Kasus. Studi kasus berfokus pada pengumpulan informasi terkait objek ternetu, acara taau
kegiatan, seperti unit atau organisasi bisnis tertentu. Dalam studi kasus, kasus adalah indivuidu,
kelompok, organisasi, acara, atau situasi yang diminati oleh peneliti. Ide dibalik studi kasus
adalah bahwa untuk mendapatkan gambaran yang jelas akan suatu masalah, seseorang harus
mengamati situasi di kehidupan nyata dari berbagai sudut pandang dan perspektif dengan
menggunakan berbagai metode pengumpulan data
5. Teori Dasar. Teori dasar (grounded theory) merupakan serangkaian prosedur sistematis untuk
mengembangkan teori yang dibuat seca induktif dari data. Alat penting dari teori dasar adalah
pengambilan sampel teoritis, pengkodean, dan perbandingan konstan.
6. Penelitian Tindakan. Penelitian tindakan (action research) terkadang dilakukan oleh konsultan
yang ingin memprakarsai proses perubahan dalam organisasi. Dengan kata lain, penelitian
tindakan adalah metodologi paling tepat ketika berkenaan dengan perubahan yang direncanakan.
Penelitian tindakan merupakan proyek yang berkembang secara terus menerus dengan saling
memengaruhi antara masalah, solusi, pengaruh atau konsekuensi.
7. Metode Campuran. Dalam penggunaan metode campuran, triangulasi merupakan teknik yang
sering dihubungkan. Ide dari triangulasi adalah bahwa seseorang dapat lebih yakin dengan
temuan jika penggunaan metode atau sumber yang berbeda menghasilkan temuan yang sama.
Triangulasi mengharuskan bahwa penelitian berhubungan dengan berbagai perspektif.

Unit Analisis: Individu, Pasangan (Dyads), Kelompok, Organisasi, Kebudayaan

Unit analisis (unit of analysis) merujuk pada tingkat kesatuan data ynag dikumoulkan selama
tahap analisis data selanjutnya. Jika misalnya, rumusan masalah berfokus pada bagaimana
meningkatkan tingkat motivasi karyawan secara umum, maka kita memerhatikan individu karyawan
dalam organisasi dan harus menemukan apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan motivasi
mereka. Dalam hal ini, unit analisis adalah individu. Jika peneliti tertarik untuk mempelajari interaksi
dua orang, maka beberapa kelompok dua orang, atau dikenal sebagai pasangan (dyads), akan
menjadi unit analisis. Tetapi, jika rumusan masalah berkaitan dengan efektivitas kelompok, maka
unit analisis akan berada pada tingkat kelompok.
Horizon Waktu: Studi Cross-Sectional Versus Longitudinal

1. Studi Cross-Sectional. Studi one-shot atau cross-sectional merupakan sebuah studi yang dapat
dilakukan dengan data yang hanya sekali dikumpulkan, mungkin selama periode hari, minggu,
atau bulan, dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian.
2. Studi Longitudinal. Studi longitudinal merupakan sebuah studi ketika data pada variabel terikat
dikumpulkan pada dua batas waktu atau lebih untuk menjawab pertanyaan penelitian. Studi
longitudinal membutuhkan lebih banyak waktu, usaha, dan biaya dibandingkan studi cross-
sectional. Namun demikian, studi longitudinal yang direncanakan dengan baik dapat, di
antaranya, membantu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat.

Tinjauan Unsur-Unsur Desain Penelitian dan Implikasi Manajerial

Bagian ini menyimpulkan pembahasan mengenai isu desain dasar yang terkait dengan tujuan
studi, jenis investigasi, tingkat intervensi peneliti, keadaan studi, unitanalisis, dan horizon waktu.
Desain penelitian yang ketat yang mungkin menuntut biaya lebih tingi adalah perlu jika hasil studi
sangat penting untuk membuat keputusan penting untuk mempengaruhi kelangsungan organisasi.
Implikasi Manajerial Manajer berada dalam posisi untuk menimbang kepentingan masalah yang
dialamidan memutuskan jenis desain seperti apa yang dapat memberikan hasil yang bias diterima
dalam cara yang efisien.