Anda di halaman 1dari 4

BAB III

PEMBAHASAN
III.1 Resep Obat

III.2 Pembahasan
Resep merupakan bagian terpenting sebelum pasien menerima obat.
Dalam alur pelayanan resep, apoteker wajib melakukan skrining resep yang
meliputi skrining administrasi, kesesuaian farmasetis, dan kesesuaian klinis
untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kemungkinan
terjadinya kesalahan pengobatan. Dokter harus menulis resep dengan lengkap
dan jelas untuk menghindari salah presepsi antara penulis dan pembaca resep.
Terjadinya kegagalan komunikasi dan kejadian salah interpretasi antara
dokter dengan apoteker merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya
kesalahan medikasi (medication error) yang dapat berakibat fatal bagi pasien
(Cohen, 1999)
Resep yang digunakan untuk pasin Ny. Ratna yang berumur 25 tahun
adalah resep yang rasional karena ditinjau dari obat yang diresepkan sesuai
dengan sakit yang dialami oleh pasien yaitu diagnosis sakit maag dan
tuberculosis.
Terjadinya gastritis atau sakit maag disebabkan karena produksi asam
lambung yang berlebih. Dalam keadaan normal lambung akan memproduksi
asam sesuai dengan jumlah makanan yang masuk. Tetapi apabila pola makan
tidak teratur, lambung akan sulit beradaptasi dan lama kelamaan akan
mengakibatkan produksi asam lambung yang berlebih (Uripi, 2002)
Kombinasi obat domperidon dan ranitidin diindiasikan untuk
perawatan penakit asam lambung, dan pengobatan untuk mual dan muntah
keras ulkus duodenum dan kondisi lainnya. Mekanisme kerja dari Ranitidin
dan Domperidon yakni dengan memblokir reseptor dopamin dan
menghalangi aksi histamin pada protein.
Pasien gastritis mengalami peningkatan sekresi asam lambung untuk itu
digunakan obat anti ulcer dengan tujuan menghambat atau menurunkan
sekresi asam lambung. Ranitidin dan Antasida merupakan obat antiulcer yang
paling banyak digunakan dalam terapi gastritis, ranitidin diberikan sebelum
makan dengan tujuan memaksimalkan penghambatan sekresi asam lambung
sebelum adanya rangsangan sekresi asam lambung dari makanan. Sedangkan
antasida bertujuan untuk menetralkan asam lambung (Tjay dan Rahardja,
2007). Ada juga terapi tambahan yang digunakan yaitu larutan elektrolit,
antiemetik, analgesik, antipiretik, dan antidiare. Pemberian larutan elektrolit
pada pasien gastritis bertujuan untuk mengembalikan kekurangan dan
kehilangan cairan akibat muntah yang terjadi. Larutan elektrolit yang banyak
digunakan yaitu infus ringer laktat dan oralit. Sedangkan oralit dimaksudkan
diberikan tiap kali pasien muntah agar keseimbangan cairan tubuh tetap
terjaga. Untuk mengatasi keluhan mual dan muntah yang dialami pasien
gastritis, diberikan obat antiemetik yang banyak digunakan ialah Domperidon
(Sukandar et al, 2008)
Diagnosis penyakit lainnya yang diderita oleh Ny. Ratna tersebut
adalah tuberkulosis. Hal ini ditandai dengan pemberian kombinasi obat
rifampisin dan isoniazid untuk pengobatan tuberkulosis. Tuberculosis (TB)
merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium
tuberculosis dan merupakan penyakit menular (Depkes RI, 2009). Obat anti
tuberculosis digunakan obat utama (lini 1 dan lini 2) sebagai obat tambahan.
Obat lini pertama yaitu isoniazid yang bersifat tuberkulostatik dan membunuh
bakteri atau tuberkulosid. Rifampisin bersifat menghambat pertumbuhan
berbagai bakteri gram positif dan negatif serta dapat menghambat
pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis (Istiantoro dan Setiabudi, 2011).
Obat anti tuberculosis ini sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong sekitar 1
jam sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Hal ini karena makanan dapat
menurunkan adsorbsi obat dan meperpanjang waktu yang diperlukan obat
untuk mencapai konsentrasi maksimal (Arbex et al, 2010).
DAFTAR PUSTAKA

Arbex et al. 2010. Antituberculosis drugs : Drug interactions, adverse effects, and
use in special situation. Part 1 : First line drugs. J Bras Pneumol
Cohen. 1999. Medication Errors. American Pharmaceutical Association.
Washington : DC
Depkes RI. 2009. Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat Pelayanan Dasar.
Jakarta : Depkes RI
Sukandar et al. 2008. ISO Farmakoterapi. Jakarta : PT ISFI Penerbitan
Tjay dan Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek
Sampingnya, Edisi Keenam. PT Elex Media Komputindo : Jakarta
Uripi. 2002. Manajemen Produksi Makanan. Diktat yang tidak dipublikasikan.
Program Keahlian Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi. Direktorat
Program Diploma : Institut Pertanian Bogor