Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

EPIDEMIOLOGI
KONSEP TERJADINYA PENYAKIT

DISUSUN OLEH :
Dona
NIM. 1713451084

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG


JURUSAN D III KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN AJARAN 2017/2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga Kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “ Proses Terjadinya Penyakit“.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
Dosen Pembimbing atas bimbingan dan arahannya dalam penyusunan makalah
ini, dan kepada teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.
Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu
pengetahuan kita semua.

Bandar Lampung, Februari 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang ....................................................................................1
B. Tujuan Penulisan ................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsep Penyebab Penyakit ...................................................3
B. Teori Terjadinya Penyakit .......................................................................4
C. Penyebab Terjadinya Penyakit ................................................................5
D. Segitiga Epidemologi ..............................................................................9

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...........................................................................................11
B. Saran .....................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Penyakit tidak pernah dating tanpa sebab. Penyakit bukanlah nasib dan bukan
merupakan keseluruhan yang berada dalam tubuh kita dan mengendalikan kita.
Kebanyakan dari penyakit-penyakit disebabkan oleh kesalahan sederhana
terhadap hukum-hukum dari sebab dan akibat. Terjadinya penyakit terutama
adalah akibat dari pelanggaran terhadap hukum-hukum kesehatan yaitu hukum-
hukum aktivitas dan istirahat,hukum-hukum nutrisi, dan hukum-hukum pikiran
dan jiwa.
Kemiskinan dan kurangnya makanan menurunkan daya tahan tubuh
masyarakat, dan terbatasnya pengertian akan hal medis, sehingga perawatan-
perawatan sangat kurang efektif. Semua dari faktor-faktor ini menghasilkan akibat
dari penyakit-penyakit infeksi dan kematian dini, sebagaimana yang masih sering
terjadi di Negara-negara berkembang. Sekarang gambarannya berbeda di Negara-
negara berkembang, tetapi tidak selalu menjadi lebih baik. Diet dan gaya hidup
ala Barat menjadi semakin dan semakin populer bagi setiap orang yang
membayar. Pekerjaan kantor yang dilakukan sambil duduk dan memiliki
kenderaan-kenderaan menjadi tuntutan, para penjual makanan siap saji gaya Barat
yang menjual makanan-makanan dengan kadar lemak tinggi semakin menjamur,
penggunaan tembakau dan alkohol juga meningkat, dan dengan adanya
perubahan-perubahan semacam ini, demikianlah terjadi penyakit-penyakit yang
disebabkan oleh infeksi, juga penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup
yang semakin buruk.

1
B. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penulisan makalah ini ialah untuk
mengetahui dan memahami tentang penyakit terutama proses terjadinya
penyakit. Mengetahui mengapa terjadi penyakit, mengetahui gejala penyakit
serta cara mencegah agar tidak terkena penyakit

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Konsep Penyebab Penyakit


Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk
bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan
pada fungsi atau struktur dari organisme atau sistem tubuh. Makalah ini dibuat
untuk menambah pengetahuan tentang konsep penyebab penyakit dan riwayat
alamiah penyakit yang sedang terjadi saat ini. Banyak faktor atau penyebab yang
membuat penyakit itu terjadi. Dalam epidemiologi, penyebab penyakit perlu
diketahui untuk mengetahui proses terjadinya penyakit dan berupaya mencegah
bereaksinya faktor penyebab itu.
Penyakit dapat didefinisikan sebagai perubahan pada individu-individu yang
menyebabkan parameter kesehatan mereka berada dibawah kisaran normal.
Tolok ukur biologik yang paling berguna untuk kenormalan berkaitan dengan
kemampuan individu untuk memenuhi tuntutan-tuntutan dalam tubuh dan
beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan ini atau perubahan-perubahan pada
lingkungan eksternal dalam rangka mempertahankan konstanan yang layak pada
lingkungan internal. Semua sel dalam tubuh memerlukan sejumlah tertentu
oksigen dan nutrient untuk kelangsungan hidup dan fungsinya, dan sel juga
memerlukan lingkungan yang menyediakan kisaran suhu yang sempit, kandungan
air, keasaman, dan konsentrasi garam. Dengan demikian, pemeliharaan kondisi
internal dalam batas yang cukup sempit merupakan gambaran penting tubuh
normal
. Penyakit dikatakan ada, jika beberapa struktur dan fungsi tubuh menyimpang
dari ormal sampai pada suatu keadaan berupa rusak atau terancamnya kemampuan
untuk mempertahankan homeostasis normal atau individu tidak dapat lagi
menghadapi tantangan lingkungan. Pandangan subjektif seseorang terhadap
penyakit berkaitan dengan gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas
sehari-hari dengan nyaman.

3
Diatas segalanya, penyakit merupakan “bagian dan bidang” pasien. Proses
normal dan abnormal mewakili segi-segi yang berbeda pada spectrum kontinu
yang sama. Pada kenyataannya, benih-benih penyakit sering terdapat didalam
mekanisme adaptif tubuh itu sendiri, mekanisme yang merupakan suatu pedang
bermata dua yang potensial. Sebagai contoh, leukosit, yang penting dalam
merespons serbuan mikroba, dapat menjadi agen pada cedera jaringan.
Mekanisme yang memungkinkan seseorang menjadi kebal terhadap infeksi
tertentu juga membentuk dasar untuk reaksi alergik, seperti hay fever dan asma.
Dengan cara yang sama, mekanisme proliferasi sel yang memungkinkan individu
untuk memperbaiki luka dan secara konstan memperbarui populasi sel di dalam
berbagai jaringan dapat menimbulkan sifat yang tidak terkontrol, mencetuskan
kanker.
Karakteristik dari penyebab timbulnya penyakit berupa induk semang
(host), agent, dan lingkungan (environment), yaitu:

B. Teori Terjadinya Penyakit


Ada beberapa teori yang mengemukakan tentang terjadinya penyakit
diantarnya adalah :
a. Teori Contagion : teori yang berawal dari pengamatan terhadap penyakit
kusta di Mesir ini menyatakan bahwa penyakit terjadi akibat kontak
antara satu orang dengan orang lain.
b. Teori Hippocrates : teori ini mengemukakan bahwa penyakit timbul
akibat pengaruh lingkungan (air,udara,tanah,cuaca,dll). Dalam teori ini
tidak dijelaskan kedudukan manusia dalam interaksi tersebut dan faktor
lingkungan bagaimana yang dapat menimbulkan penyakit.
c. Teori Humoral : teori yang berkembang di China ini mengemukakan
bahwa penyakit timbul akibat gangguan dari ketidakseimbangan cairan
dalam tubuh. Tubuh terdiri dari 4 cairan (merah,kuning,putih, dan hitam)
bila terjadi ketidakseimbangan maka akan timbul penyakit. Jenis
penyakit tergantung pada jenis cairan yang dominan.

4
d. Teori Miasma : teori abad pertengahan yang mengemukakan bahwa
penyakit timbul akibat sisa makhluk hidup yang mengalami pembusukan
sehingga menyebabkan pengotoran udara dan lingkungan sekitarnya.
e. Teori Epidemic : teori ini mengemukakan bahwa terjadinya penyakit
berhubungan dengan cuaca dan faktor geografi.
f. Teori Kuman / Jasad Renik : dengan ditemukannya mikroskop oleh
Anthony Van Leuewenhoek pada abad ke 18 muncullah teori yang
mengemukakan bahwa penyakit disebabkan oleh mikroorganisme.

C. Penyebab Terjadinya Penyakit


1. AGENT
Agent ini sangat berpengaruh dalam proses terjadinya penyakit. Agent
dibagi menjadi 2 macam yaitu agent hidup dan agent tak hidup.
a. Agent Hidup
Agent yang terdiri atas benda hidup seperti metazoa, fungi, protozoa,
bakteri, rikettsia, dan virus yang menyebabkan penyakit yang bersifat
menular.
- Karakteristik Agent hidup :
a. Proses deteksi dan identifikasi penyebab
b. Komposisi kimia
c. Komposisi genetik, Enzim
d. d.Viabilitas (kemampuan dapat bertahan hidup dan tumbuh
kembali)
e. Reservoir: Suatu mekanisme yang kompleks dalam
mempertahankan spesiesnya dan membantu bertahan hidup di
dalam lingkungannya.
f. Sistem transmisi: Sistem yang membawa/mentranspor agent
dari satu host ke host yanglain.
g. Latensi: perioda interval waktu yang diperlukan oleh agent
untukmenjadiinfektif, sejak diekskresikan dari tubuh
h. h.Spesifitas: Setiap agent hanya dapat menyebabkan satu jenis
penyakit

5
i. Selektivitas: Agent hidup mempunyai selektivitas atas dasar
waktu dan organ target, sehingga penyakit timbul pada waktu
tertentu lebih banyak daripada biasanya atau terjadi siklus dan
juga menyerang organ tertentu saja.
j. infektivitas: kemampuan mikroba untuk masuk ke dalam tubuh
host dan berkembangbiak di dalamnya.
k. Patogenitas: Daya suatu mikroorganisme untuk menimbulkan
penyakit pada host.
l. virulensi: Kesanggupan organisme tertentu untuk menghasilkan
reaksi patologis yang berat yang mungkin dapat menyebabkan
kematian
b. Agen Tidak Hidup
- Agent tidak hidup dapat berupa:
a. Zat kimia yang berasal dari luar tubuh (exogen) terutama
banyaknya zat kimia pencemar lingkungan dan dari dalam
tubuh (endogen)seperti metabolit dan hormone
b. Zat fisis seperti temperatur, kelembaban, kebisingan, radiasi
pengion, radiasi non-pengion
c. Kekuatan Mekanis seperti tumbukan pada kecelakaan industry
d. Faktor fisiologis seperti usia
e. Faktor psikologis seperti tekanan jiwa akibat hubungan
manusia yang tidak selaras
f. Faktor keturunan
- Karakteristik agent tak hidup:
a. Identifikasi
b. Dosis efektif
c. ekokinetik
d. Farmakokinetik
e. Toxisitas: kemampuan organisme untuk memproduksi reksi
kima yang toksis oleh substansi kimia yang dibuatnya
f. Sistem Transmisi
g. Spesifitas

6
h. Selektivitas
i. Reservoir
2. HOST
Faktor penentu yang ada pada host :
1. Faktor-faktor yangdibawa atau sudah ada sejak lahir
usia, jenis kelamin, bangsa, keluarga, daya tahan natural
2. faktor-faktor yangdi dapat setelah dilahirkan
- status kesehatan umum
- status fisiologis (keadaan fungsi tubuh seseorang)
- status gizi
- pengalaman sakit
- stress atau tekanan hidup
- kekebalan dan respons imunologis

Karakteristik Host
1. Resistensi : Kemampuan dari host untuk bertahan terhadap suatu
infeksi
2. Immunitas : Kesanggupan host untuk mengembangkan suatu
respon imunologis,dapat secara alamiah maupun diperoleh,
sehingga kebal terhadap suatu penyakit.
3. Infectiousness : Potensi host yang terinfeksi untuk menularkan
kuman yangberada alam tubuh manusia kepada manusia dan
sekitarnya
PerilakuHost
a. Perilaku dan lingkungan air
Penyakit bawaan air (water borne disease) disebabkan karena
perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi air. Kualitas air
ditentukan oleh kepercayaandan kebiasaan masyarakat dalam
mengkonsumsi air.
b. Perilaku dan lingkungan udara
Penyakit bawaan udara (air borne disesase) antara lain disebabkan
oleh kurangnya ventilasi di dalam rumah, kepadatan rumah dalam

7
satu kelompok masyarakat, kebiasaan membakar sampah, dan
penerapan teknologi yang kurang sempurna dalam pabrik/industry
c. Perilaku dan Lingkungan makanan
Makanan berfungsi sebagai media transmisi dan merupakan agent
penyakit.
Yang menentukan terjadinya penyakit karena makanan adalah Cara
pengolahan makanan yang salah, kebiasaan makan makanan
mentah,makanan yang diawetkan, hingga penyimpanan dan
penyajian makanan yang tidak higienis.
d. Perilaku dan lingkungan kerja
Lingkungan kerja mengandung berbagai agent, yang dapat
dikelompokkan ke dalam faktor fisis, kimia, biologi dan ergonomi.
Selain itu dapat pula terjadi kecelakaan akibat kerja karena adanya
mekanisasi dan elektrifikasi sistem kerja.

3. ENVIRONMENT
Definisi
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri host, baik benda
mati, benda hidup, nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk
akibat interaksi semua elemen-elementersebut, termasuk host yang lain.
Peran Lingkungan dalam kesehatan
Lingkungan berperan sebagai media transmisi yang mendukung terjadinya
penyakit apabila media/lingkungan itu dapat membawa atau mendekatkan
agent pada host.
1. Media transmisi yang tidak hidup seperti air, udara, makanan, debu
disebutvehicle.Sedangkan yang hidup secara spesifik seperti insekta
atau arthropodadisebutvektor.
2. Penularan penyakit dapat terjadi karena
- Fingers atau tangan yang kotor karena terkontaminasi agent
- Flies atau lalat merupakan media transmisi yang hidup
- Food atau makanan

8
- field atau ladang merupakan lingkungan padat atau litosfer dan
menyebabkanpenyakit lewat debu
- Faeces/tinja merupakan buangan manusia yang berisi banyak
agent.
3. Karakteristik lingkungan
1. Topografi : Situasi lokasi baik yang natural maupun buatan
manusia yang mungkin mempengaruhi terjadinya penyebaran
suatupenyakit tertentu.
2. Geografis : Keadaan yang berhubungan dengan strukur geologi
dari bumi yangberhubungan dengan kejadian penyakit

D. Segitiga Epidemologi
Segitiga epidemiologi merupakan konsep dasar epidemiologi yang memberi
gambaran tentang hubungan antara tiga faktor yg berperan dalam terjadinya
penyakit dan masalah kesehatan lainnya
Segitiga epidemiologi merupakan interaksi antara Host (penjamu), Agent
(penyebab) dan Environment (lingkungan)

Segitiga Epidemiologi
Interaksi Host, Agent, dan Lingkungan
1. Interaksi antara agen penyakit dan lingkungan
- Keadaan dimana agen penyakit langsung dipengaruhi oleh lingkungan
dan terjadi pada saat pre-patogenesis dari suatu penyakit.
- Misalnya: Viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin
sayuran di ruang pendingin, penguapan bahan kimia beracun oleh
proses pemanasan.

9
2. Interaksi antara Host dan Lingkungan
- Keadaan dimana manusia langsung dipengaruhi oleh lingkungannya
pada fase pre-patogenesis.
- Misalnya: Udara dingin, hujan, dan kebiasaan membuat dan
menyediakan makanan.
3. Interaksi antara Host dan Agen penyakit
· Keadaan dimana agen penyakit menetap, berkembang biak dan dapat
merangsang manusia untuk menimbulkan respon berupa gejala
penyakit.
· Misalnya: Demam, perubahan fisiologis dari tubuh, pembentukan
kekebalan, atau mekanisme pertahanan tubuh lainnya.
· Interaksi yang terjadi dapat berupa sembuh sempurna, cacat,
ketidakmampuan, atau kematian.
4. Interaksi Agen penyakit, Host dan Lingkungan
- Keadaan dimana agen penyakit, manusia, dan lingkungan bersama-
sama saling mempengaruhi dan memperberat satu sama lain, sehingga
memudahkan agen penyakit baik secara langsung atau tidak
langsungmasuk ke dalam tubuh manusia.
Misalnya: Pencemaran air sumur oleh kotoran manusia, dapat
menimbulkan Water Borne Disease

10
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa penyakit
tidak muncul dengan sendirinya tetapi penyakit muncul karena gaya hidup
yang tidak sehat. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menerapkan
pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

B. Saran
Berdasarkan pembahasan diatas kita sudah dapat melihat bahwa penyakit
muncul dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat, maka dari itu, agar tubuh
kita tidak terserang penyakit kita harus menerapkan pola hidup sehat serta
melakukan pemeriksaan secara berkala.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/32765847/EPIDEMIOLOGI-LINGKUNGA
Shryock, Harold dan Mervyn G. Hardinge. 2009. Kesehatan Keluarga dan
Penyakit-Penyakit Umum:Kiat Keluarga Sehat Mencapai Hidup Prima dan Bugar.
Bandung:Indonesia Publishing House.
Mitchell, Clemency. 2008. Sehat Prima di Abad Keduapuluh Satu.
Bandung:Indonesia Publishing House

12