Anda di halaman 1dari 83

VITAMIN

Casimir Funk (1911) : vitamine


Vita : hidup (vital)
Amine : senyawa amine (amina)

VITAMIN :
Senyawa organik vital dalam diet
Bukan K, L, P, M
Dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berjalannya fungsi
tubuh yang normal
Tidak dapat disintesa oleh tubuh (kec. Vit. D, Niasin)
Harus didapat dari makanan
VITAMIN

Dalam diet jumlah vit (-)


Gangguan absorbsi

Timbul penyakit dengan gejala khas


Defisiensi vitamin / avitaminosis
- Primer
- Sekunder

Pe ↓an vit dalam


jaringan Lesi biokimia
Lesi anatomi
Perubahan patologis penyakit
Berdasarkan kelarutannya
1. Vitamin larut dalam lemak

2. Vit. Larut dalam air


Vit. B kompleks
Vit. C
Vitamin larut dalam lemak
CH2

H2C C - Mol hidrofobik apolar


C CH2 - Turunan isopren
H
- Dalam gastro intestinal tract, diperlakukan = lemak
perlu abs lemak ke hati disimpan di :
- hati (A, D, K)
- jar. Lemak (E)
- Dalam darah diangkut lipoprotein atau protein
pengikat spesifik
- Ekskresi melalui empedu feces
- Disimpan di jaringan dapat terjadi toksisitas
- Fungsi bervariasi
Vitamin A
All-trans-retinoic acid dan 9-cis-retinoic acid
penting dalam regulasi ekspresi gene dan
regulasi pertumbuhan , differensiasi jaringan
VITAMIN A

CH3CH3 CH3
|
CH2OH
CH3

CH3

- Suatu poli isoprenoid mengandung cincin sikloheksinil


- Nama umum semua komponen senyawa yang
menunjukkan aktivitas biologis vitamin A retinol, retinal,
- retinoicacid
- Larut dalam lemak atau pelarut
lemak Stabil pada suhu agak tinggi
Vit. A untuk manusia berupa :
1. Vit. A
- Diet dengan sumber hewani
- Berupa ester retinol dengan asam lemak rantai panjang
- Bentuk isomer yang penting
* Vit. A1 : C20O H29 OH
> di hati ikan laut
* Vit. A2 : C20O H27 OH
> di hati ikan air tawar
2. Provitamin A atau precursor
- Pigmen-pigmen karotenoid yang disebut karoten
- Merupakan bagian dari pigmen tumbuhan berwarna
hijau atau kuning
- Macam-macam karoten λ, β, η karoten, kriptosantin
METABOLISME VIT. A
Lumen usus
Retinol ester retinol + asam lemak Esterase

dr pankreas
( garam empedu untuk absorbsi

β karoten

(+) grm empedu karoten dioksigenase


untuk absorbsi
O2
2 mol retinal as. Retinoat

retinal dehid reduktase


* Mukosa usus NADPH v. porta
(-)
retinol
ekskresi senyawa > polar (epoksid)
Sel Usus

Retinal As lemak rantai panjang


Retinil ester
bersama khilomikron

pemb. Limfe

aliran darah

sel hati hidrolisa


(hepatosit)
HIDROLISA

Reesterifikasi menjadi Retinil palmitat

Disimpan di sel kuppfer


(> 90% total Vit. A)

Hidrolisa

Aporetinol Retinol
holoretinol (di golgi aparatus)

Peredaran darah

Target organ
Fungsi Vitamin A
- Anti oksidan lemak dalam keadaan tek O2 rendah
- (β karoten) anti kanker

RETINOL
Fungsi analog dengan molekul reseptor hormon
steroid intra sel. Berperan dalam kontrol
ekspresi gen-gen tertentu.
Fungsi reproduksi
Fungsi penglihatan
Rhodopsin Light energi

opsin excitation of optic nerve

11 Cis Retinal compex of all trans


retinal
Conformationally
Change opsin
all trans – retinal
+
NADH + H
+
NAD
All trans Retinol

All trans Retinol transport prot

Liver stores of all trans retinyl Fatty acid Ester


SIKLUS PENGLIHATAN PADA ROD CELL DI RETINA

Rhodopsin rods : - black


Lightenergi - white
- dim light
Vit. A : photoreceptor cells
opsin cones : - colours
- bright light
excitation of optic nerve
11 cis retinal all trans retinal
NADH2
Retinal Isomerase Retinol de Hase NAD
Retina

All trans retinol


Hati Food
Pada cone cell menggunakan pigmen warna yang
sensitif dan menghasilkan penglihatan berwarna.
Pigmen yang sensitif sebagian besar juga kompleks
retinal opsin yang disebut :

Porphyropsin (merah)
Iodopsin (hijau)
Cyanopsin (biru)
Fungsi Vit. A

β karoten (antioksidan)

Retinol Retinil
(n. steroid) (sintesa glikoprotein)

Retinal (visual cycle)

Retinoic acid
(h. steroid)
As. RETINOAT

Pembawa oligosakarida menerobos “lipid bilayer”


membran sel dengan jalan isomerisasi trans – cis
secara enzimatik peran pada sintesa
glikoprotein
Pertumbuhan (reg. gene ekspression dll ingat slide yll)

DEFISIENSI VIT. A
1. Gangguan pertumbuhan
- tulang
- jaringan lunak
- gigi
2. Gangguan penglihatan
xerophthalmi
a nyctalopia
keratomalacia
kebutaan

(insensitif terhadap sinar hijau


thd sinar redup nyctalopia
xerophthalmia keraomacia
kebutaan)
3. Gangguan sel epithel dan sekresi mukus keratinisasi
- mata
- saluran pernafasan
- saluran pencernaan
- saluran urogenetalis
- kulit

HIPERVITAMINOSIS A
Intake Vit. A > 500.000 IU/hari
Terjadi pada anak :
- nafsu makan turun
- mual
- pusing
- luka di sudut mulut
- rambut rontok
- nyeri tulang
- hiperkalsemiakalsifikasi otot

Sumber Vit. A :
- sayur dan buah hijau atau kuning
- Margarin, susu, kuning telur, keju, ginjal , hati, ikan

PENENTUAN VIT. A
1. Kualitatif
- reaksi Carr – Price
2. Kuantitatif
- reaksi Carr – Price
- Spektrofotometri
- Fluorometri
Kebutuhan Vit. A
: 5.000 IU/hari
: 4.000 IU/hari
Anak : 1400 – 3500 IU/hari
Hamil : 6.000 IU/hari
Laktasi : 8.000 IU/hari
1 IU 0,3 µg retional
Kadar Vit. A drh : 80 – 200 IU/100 drh
VITAMIN D
Sekelompok prohormon senyawa
sterol turunan siklopentano
perhidrofenantren

Kristal putih, tidak berbau

Stabil terhadap pemanasan


22
CH3 CH3

25
CH3
CH3

CH2

Vitamin D3
1
HO
Tidak mudah dioksidasi
Vitamin “anti rachitic”

± 10 komponen
Yang terpenting, merupakan, pro Vit. D

1. Ergosterol (ergot dan ragi) Vit. D2


2. 7 dehidrokholesterol hewan (kulit)
Vit. D3 - 25 hidrosilase
Kholekalsiferol 25 OH kholekalsiferol
(Vit. D3) mikrosom hati (25 OH Vit. D3)
(E di ER)
- sirkulasi
- simpanan
24 hidroksilase estrogen
(mitakhondria) GH 1 hidroksilase
- Ginjal prolaktin (+) (mitokhondria)
- Tulang insulin
- Plasenta H. paratiroid - ginjal
- Intestinal - tulang
- Kartilago - plasenta
24,25 di OH kholekalsiferol 1,25 di OH kholekalsiferol
(24,25 di OH Vit. D3) (1,25 di OH D3)
kalsitrol

- Metab paling pokok


- btk Vit. D di alam
Eskresi : empedu

25 (OH) D3
7 dehydrocholesterol liver drh
(skin)

sunlight blood

Vit. D3
dietary sources Vit. D3
Vit. D2 (Kholekalsiferol)
Kidney
25 (OH) D3
24,25 (OH)2 O3 1 , 25 (OH)2 D3

Blood Blood

24,25 (OH)2 D3 Receptors 1 , 25 (OH)2 O3 Receptors

chondrocytes (Bone) Intestine


Parathyroid gland Kidney
Parathyroid
Ovary
Bone
Intensine
Kidney ++
Reabsorpsion Ca BPr

++
Absorption Ca BPr
++
Mobilization Ca BPr
Blood

24,25 (OH)2 D3 1 , 25 (OH)2 D3

RECEPTORS RECEPTORS ll Ca BP
BONE (± semua jar)
PARATHYROID

BONE
INTESTINE
KIDNEY

++
Reabsorbsi Ca BP
Absorbsi Ca++ BP
Ca++ BP
(7-dehydrocholesterol)
Target Sel

1,25 di OH Vit. D3 terikat spesial receptor prot


(DBP) di sitosol

Masuk Nukleus (R)


Terikat DNA

Menstimulasi RNA polimerase ll

Transkripsi m RNA coding


utk Ca Binding Prot yg spesifik

Translasi Ca BP
di riboso m
FUNGSI VIT. D
Prohormon mengatur metab Ca
Prohormon mengatur metab P

-3 ++
Kebutuhan PO4 Kebutuhan Ca

-3 Kel paratiroid ++
[PO4 ] Serum [Ca ] Serum

PTH
(+)
25,OH D3 1,25 di OH D3 Fungsi
(-) Fisiologis
(-)
24,25 di OH D3 - Usus
- Tl
- Ginjal
Definisi Vit. D
Anak-anak : Ricketsia
Dewasa : Ostemalacia
- Tulang rapuh
- Ca darah terjadi perubahan rasio Ca / P karena
ekskresi P

Hipervitaminosis Vit. D
- Intake > 10 x kebutuhan
- Demineralisasi tulang
- Klasifikasi jar. Lunak
- Pembentukan batu ginjal

- Kerapuhan tulang-tulang
- Batu ginjal
Sumber Vit. D
Hati ikan sumber utama
Susu, telur
Penyinaran kulit ole sinar U.V pada manusia dapat
menghasilkan Vit. D

Kebutuhan Vit. D
Anak-anak : 400 – 800 IU/hari
1 IU Aktivitas 0,025 µg
Kristal murni Vit. D3
Vitamin D from Sunlight Derived
from cholesterol in skin Synthesis
from sun exposure 10 minutes of
summer sun on the face
& hands to produce 10 µg (400 IU)
More skin pigment, the less
vitamin D is made
Note: aging decreases production
by about 75% after 70 years old
Vitamin E = tokoferol
Tokos : melahirkan
Phero : membawa
ol : alkohol
Αlfa-Tokoferol R1, R2, dan R3 semua metil
Beta-Tokoferol R2 = H
Gama-Tokoferol R1 = H
Delta-Tokoferol R1 dan R2 = H
Most of the Vitamin E activity
in plasma and animal tissues
is alpha-tocopherol
· 87% alpha
· 11% gamma
· 2% beta

CH3 CH3 CH3 CH3 CH3


CH3 (CH2)3 – CH (CH2)3 – CH (CH2)3 – CH – CH3
HO

CH3
TOKOFEROL
(5, 7, 8 trimetiltocol)
Minyak kekuningan, larut dalam
lemak Stabil terhadap panas & asam
Kurang stabil terhadap basa
Mengalami oksidasi secara lambat
Aktivitasnya dirusak sinar U.V
Total aktivitas Vit. E 80% Tokoferol, 20% yang lain
Metabolisme Vit. E
Mudah diabsorbsi di usus halus Untuk
absorbsi perlu garam empedu
dibawa ke hati dalam khilomikron
Untuk mencapai jaringan perifer, diangkut oleh lipoprotein
Disimpan berbagai jaringan, terutama lemak

Fungsi Vit. E
Anti sterilitas / fertility factor
Anti oksidant potent untuk lemak
Kofaktor transfer elektron
Mempertahankan integritas otot, jaringan hati dan
eritrosit “Sparing action” terhadap Vit. A dan karoten
Scema of Absorption and Transport In Man
Small Intestine

Tissue Uptake
Vit. E Vit. E
Esters Dietary fat LDLE
Pankreas HDLE
Vit. E Mono G
FFA Blood
Chol
Bile Mixed Mono G E
Liver E CM CM
Acids Micelles Apolipoprot VLDL
Enterocyte
Mesenteric
CM = Chylomicron Lymphatic
BIOCHEMIVCAL FUNCTION
Merupakan “antioksidan” alami yang paling penting
ROO + Toc OH ROOH + Toc O
ROO + Toc O ROOH +

CH3 CH3
OH O C=O
CH3 CH2 C

OH CH2 CH2 CH2


CH3
Efektif pada konsentrasi oksigen yang tinggi
Cenderung terkonsentrasi pada tempat–tempat dengan tek O2
yang paling tinggi
- membrane eritrosit
- membrane traktus resporatorius
Vitamin K
Metabolisme Vit. K

Filoquinon (daun hijau)


Untuk absorbsi perlu garam empedu pb. Limfe
Menaquinon (disintesis bakteri usus)
Menadion ( Sintetik ) :
- larut dalam air
- absorbsi tidak perlu garam empedu
- peredaran darah usus
Disimpan di hati + kadar di hati dapat menurun dengan
cepat
<< disimpan di jaringan perifer
Diantara fungsinya :
Membantu dalam sintesis (dalam hepar):
1.Faktor pembekuan darah
( VII, IX, X )
2.prothrombin
(Converts precursor proteins to
active clotting factors :
preprothrombin → prothrombin)
Sebagai komponen dari Ko-Q dlm
poses fosforilase oksidatif
Vitamin K adalah kofaktor untuk membentuk
gama-Karboksil glutamat dari glutamat yang dapat
mengikat ion kalsium.
Pada faktor pembekuan darah gamma-Karboksil
Glutamat (dalam faktor PD)dapat berikatan dengan
membran)
Vitamin K penting juga dalam sintesis kalsium
binding protein dalam tulang
Hipervitaminosis Vit. K
Dapat terjadi pada pemberian menadion >>
Pecahnya eritrosit yang berlebihan

Gejala defisiensi Vit. K (jarang terjadi krn banyak dlm makanan)


Hipopotrombinemia
Tendensi pendarahan meningkat
Bayi usus steril mudah terjadi pendarahan dicegah dengan
pemberian Vit. K pada ibu sebelum persalinan

Sumber Vit. K
Tumbuhan hijau, tomat, keju, hati, kuning telur
Disintesa bakteri usus
Kebutuhan : ?
Sources of Vitamin K
Resistant to cooking losses
Limited vitamin K stored in the body
RDA for Vitamin K
60-65 mg/day for women
65-80 mg/day for men
RDA met by most
Excess vitamins A and E interferes with vitamin K
Newborns are injected with vitamin K
Toxicity unlikely; readily excreted
Deficiency most likely for newborn
Diet provides 3 times RDA
VITAMIN LARUT DALAM AIR
Mempunyai bag molekul yg polar larut dlm air
Dapat disintesis++, kec. Vit B12
Tak stabil thd penyimpanan harus selalu ada dlm
diet (kec vit B12 disimpan di hati)
Kelebihan berfungsi sbg kofaktor (koenzim)

Ekskresi melalui urine


1. Vitamin B Kompleks
2. Vitamin C
I. Vitamin B Kompleks yg penting :

1. Tiamin = Vit B1
2. Riboflavin = Vit B2
3. Niasin = Vit B3
4 Asam Pantotenat = Vit B5
5. Piridoksin = Vit b6
6. Biotin = Vit B7
7. asam Folat = Vit B9
8. Sianokobalamin= Vit B12
TIAMIN = VIT B1 = ANEURIN =
FAKTOR ANTI BERI-BERI
Kristal putih, sedikit larut dlm alkohol
Rasa & bau seperti ragi
Mudah dioksidir tiokrom
Inaktif jika direduksi / kena u.v.
Relatif stabil thd asam/pemanasan kering
Di alam tiamin HCl
Inaktif dgn enzim Tiaminase pd ikan tertentu

METABOLISME :
* Dalam bentuk bebas mudah diabsorbsi
* tak dapat disimpan dalam jumlah besar
* Kelebihan tiamin diekskresi melalui urin
keracunan tdk ada
* Dapat disintesis oleh bakteri usus, tapi dlm keadaan
terikat

TIAMIN
Hati & otak Fosforilasi oleh enzim
ATP tiamin pirofosfakinase

TPP bentuk aktif

PIROFOSFAT dpt dilepas oleh Fosfatase


Fungsi Tiamin t.u pd metabolisme karbohidrat
sbg koenzim TPP
* Reaksi dekarboksilasi oksidatif as piruvat & α-
keto glutarat
* Reaksi Transketolase mentransfer gugus asetal
dehid ke lipoemid
Defisiensi Tiamin o.k. :
- diet kurang, gangguan pencernaan
gangguan opertumbuhan hewan muda
Penyakit beri-beri

Gangguan saluran pencernaan : nafsu makan turun,


obstipasi
RIBOFLAVIN = LAKTOFLAVIN = VIT B2
Kristal kuning-orange fluorescensi
hijau Tidak mudah teroksidasi, stabil t°/asam
Alam : riboflavin fosfat (flavoprotein)
METABOLISME :
* Di mukosa usus terjadi fosforilasi
flavokinase
Riboflavin Riboflavin Mononukleotida
klorpromazin
EKSKRESI :
* t.u. : urine >>, empedu & keringat <<
* Ekskresi dlm bentuk bebas >>, sebagian kecil dlm
bentuk ester fosfat
RIBOFLAVIN TAK DAPAT MELALUI PLASENTA
Fungsi Riboflavin :
Komponen koenzim FMN & FAD sebagai gugus
prostetik Enzim reaksi redoks pada rantai respirasi
Riboflavin berperan pd metabolisme protein
FAD bentuk aktif dlm reaksi2 yg berkaitan
dgn : Asam amino, asam lemak, karbohidrat
Riboflavin FMN

FAD
Defisiensi riboflavin :
* Jarang, p.u. terjadi bersama defisiensi golongan
vitamin B lain
Gejala :
* Fisura sudut mulut, lipatan telinga & hidung
* Lidah bengkak & merah ( glossitis )
* Luka di kulit
* Vaskularisasi kornea, fotofobia
* mata kering & merah
Terjadi pada :
* gangguan sal. Pencernaan / Px kronis
* penyembuhan luka, pertumbuhan,
hamil, laktasi
* diet >> KH, < protein & sumber nabati
Hewan tingkat tinggi tak dapat
mensintesis riboflavin
NIASIN = ASAM NIKOTINAT = PP FAKTOR =
VIT G = VIT B3

+
NAD
Nama umum dr asam nikotinat & nikotinamid
komponen tak beracun dr alkaloid nikotin tembakau
yg toksik
Berupa kristal putih bentuk jarum
Larut dlm air, stabil thd panas
METABOLISME :
* diabsorbsi di usus halus sbg nikotinat
* di sitosol sel :
- fosforilasi FMN
- adenilasi oleh ATP
- penambahan gugus amida dr glutamin
+ +
- NAD dpt mengalami fosforilasi NADP
* Dapat disintesis dr asam amino triptofan di hati &
ginjal, yg prosesnya memerlukan piridoksal fosfat
60 mg triptofan 1 mg Niasin
Ekskresi Niasin :
Melalui urine t.u. sbg N Me Nikotinamida
Fungsi Niasin :
* Sbg koenzim (NAD, NADP) pd beberapa Rx dehidro
genasi laktat dehidrogenase (sitosol)
malat dehidrogenase (mitokondria)
* Berperan pd reaksi reduksi-oksidasi, y.i.:
transfer elektron/hidrogen erat hubungannya dgn
fungsi FMN, FAD & dehidrogenase
DEFISIENSI NIASIN :
* dapat terjadi jika diet kurang niasin, triptofan & piri
doksin
* p.u. terjadi bersama-sama defisiensi vit B kompleks
lain

Jagung Triptofan < Pellagra

Sebenarnya ada niasin, tp dlm bentuk terikat Niacytin

Sorghum * leusin >


* Pellagragenik
ASAM PANTOTENAT = VITAMIN B5

Kristal putih, stabil dlm larutan netral


Stabil thd pemanasan basah, oksidasi & reduksi
Rusak pd pemanasan kering
METABOLISME :
* Mudah diabsorbsi usus
- fosforilasi oleh ATP
- penambahan sistein
- dekarboksilasi
- adenilasi dgn ATP
- fosforilasi oleh ATP pd bag ribosa CoA
Koenzim A :
Mempunyai gugus adenin di satu ujung & gugus thiol
pd ujung lain
Gugus thiol pengemban gugus asil dlm reaksi yg
menyertakan oksidasi & sintesis asam lemak, reaksi
astilasi & dekarboksilasi oksidatif
Fungsi Asam Pantotenat :
CoA menjadi asil Koenzim A
Berperan dlm berbagai jalur metabolisme :
* aktivasi asam lemak untuk lipogenesis, oksidasi
asam lemak, penyediaan energi
* Aktivasi asam asetat sbg prekursor kolesterol
* Aktivasi asam amino utk berbagai reaksi sintesis
* Pembentukan hormon steroid, yg berikatan erat
dgn kolesterol & asam asetat aktif
*Aktivasi asam asetat utk berkombinasi dgn sulfona-
mid shg mudah diekskresi

Defisinsi Asam Pantotenat :


* Dapat terjadi jika diberi antagonis asam pantotenat (
asam tiopanat )
* Gejala pd hewan :
- gangguan pertumbuhan & reproduksi
- bulu menjadi abu2 Spectacled Eyed -
gangguan kulit, mukosa kornea
PIRIDOKSIN = VIT B6
Merupakan turunan piridin, t.d. 3 bentuk
Ke-3 bentuk sama aktif sbg. Prazat piridoksal-P
Larut dlm air & alkohol, sedikit larut dlm pelarut lemak
Peka thd sinar u.v. & alkali
Piridoksin tahan pemanasan, piridoksal &
piridoksamin tak tahan panas
METABOLISME :
* mudah diabsorbsi usus, ada di semua jar. Tubuh
* dlm sitoplasma terfosforilasi
ATP piridoksal kinase
PIRIDOKSAL PIRIDOKSAL FOSFAT
ADP paling poten & metabolit utama
plasma
Piridoksal P bentuk poten & aktif sbg koenzim
Piridoksamin P pd metabolisme
Ekskresi :
Melalui urine, metabolit utama : asam piridoksat
Fungsi piridoksin :
* piridoksal P & piridoksamin P
koenzim pd metabolisme asam amino
berperan pd proses glikolisis
* Piridoksal P
- sintesis niacin dr triptofan
- transpor aktif dlm absorbsi as amino msk sel
- sintesis Hb penggabungan as amino ke heme
* Piridoksin
reaksi transulfurasi
BIOTIN = VITAMIN B7 = VIT H

Turunan imidazole, berupa kristal jarum panjang


Larut dlm air & alkohol, tak larut dlm eter & kloroform
Stabil terhadap panas
METABOLISME :
* Diabsorbsi di ileum, absorbsi biotin dr makanan =
biotin jagung & kacang kedelai dpt diambil
seluruhnya
biotin gandum hampir tak diambil
* Sumber utama biotin yg disintesis flora usus
* Ekskresi urine
> dlm feces yg berasal dr flora usus
Defisiensi Biotin, terjadi o.k. :
* pemberian antibiotika jangka panjang
* putih telur >> AVIDIN mengikat biotin
sehingga tak dapat diabsorbsi

Avidin labil terhadap panas


* Bukan o.k. diet <<, tapi karena defect penggunaan

Gejala :
- dermatitis
- gangguan pertumbuhan
- otot kehilangan kontrol

Sumber Biotin : t.u. bakteri usus


ASAM FOLAT = VIT B9 = ASAM PTEROIL GLUTAMAT
= FOLACIN = PGA = VIT M

T.d. : - cincin heterosilk pteridin


- PABA
- Asam Glutamat
Kristal kuning, tak alrut dlm pelarut lemak
Stabil thd pemanasan, dlm suasana netral & ALKALI

Metabolisme :
* pd tumbuhan dlm bentuk Poliglutamat
( mengandung 3 – 7 gugus glutamat ) sulit
diabsorbsi
Dalam usus : Poliglutamat
folil poliglutamat hidrolase

Pteroil Mono Glutamat = Asam Folat


+
NADPH + H Folat reduktase
+
NADP Vit C
Dihydrofolic Acid
+
NADPH + H Folat reduktase
+
NADP Vit C
Tetra Hydrofolic Acid
metilasi

5
N Me H4 Folat
Dalam hati :
Sebagian besar asam folat dlm bentuk terkonjugasi
dgn penta glutamil
Dalam glomerulus ginjal :

5
Asam Folinat ( N Formil H4 Folat ) :
* bentuk H Folat yg stabil
* dpt diberikan per-o / per-e
* dlm usus, sebelum diabsorbsi sebagian besar gugus
formil diganti Me
Fungsi Asam Folat :
* pembawa atom tunggal dlm bentuk tereduksi H
folat

* Menyediakan gugus Me pd deoksi uridilat memben-


tuk timidilat prazat untuk sintesis DNA
* Pembawa atom C tunggal pd sintesis heme
* Pembentukan sel darah merah
Defisiensi Folat ;

* Purin & dTMP sintesis DNA perubahan ukuran


& bentuk nukleus MEGALOBLASTIK ( anemia
megaloblastik )

Penyebab defisiensi Folat :


- intake inadequat
- gangguan absorbsi
- kebutuhan
- gangguan metabolisme
KOBALAMIN = VIT B12 = VIT PERNICIOUS ANEMIA =
FAKTOR EKSTRINSIK CASTLE

T.D. : - cincin tetrapirol dgn ion Co di tengah


- 5.6. di Me Benzimidazole
- Ribosa , fosfat

Vit b12b ( Aqua kobalamin hidroksokobalamin ) : OH


Vit B12 c ( Nitrito Kobalamin ) : Nitrit

Masing2 terikat Co
Vit B12 b & Vit B12 c jika ada sianida vit B12 a
stabil thd
panas Larut dlm air
Berupa kristal tak berwarna
METABOLISME :
Kobalamin diabsorbsi di ileum dgn bantuan Faktor In-
trinsik Castle lewat mukosa ileum F. Intrinsik
Castle dilepas Vit B12 diikat protein transpor plas
ma : Transkobalamin I
Transkobalamin I :
* protein transpor kobalamin
* bentuk efektif simpanan kobalamin di hati
* terdapat di plasma & di hati
Di sirkulasi Kobalamin dlm bentuk :
- Me Kobalamin ( utama )
- Hidrokso kobalamin ( < )
Di hati bentuk Kobalamin :
* 70% = 5 deoksi Adenosil kobalamin
* 3% = me kobalamin
* 27% = Hidrokso kobalamin
Kompleks Transkobalamin II :
melepas Kobalamin di jaringan masuk sel
sitosol sel dlm bentuk hidroksokobalamin
Diubah jadi me Kobalamin / Kobalt mengalami reduksi
di mitokondria 5 deoksi Adenosil kobalamin
Fungsi Kobalamin :
1. Koenzim
- Metilasi Homosistein Metionin
- Isomerisasi me malonil KoA Suksinil KoA
2. Proses Hematopoiesis
tak langsung pd pembentukan eritrosit melalui
aktivasi koenzim asam folat

3. Mempercepat pertumbuhan pd hewan

Defisiensi kobalamin
terjadi o.k. malabsorbsi or gangguan
pelepasan kobalamin di jarngan
VITAMIN C = ASAM ASKORBAT
Kristal putih tak berbau
Larut dlm air, tapi kurang stabil
Peka thd pemanasan & oksidasi
( Jika ada cu vit C adalah pereduksi kuat )
Asam Askorbat Bentuk aktif dlm cairan
Asam Dehidro Askorbat tubuh
METABOLISME :
* mudah diabsorbsi di usus
* dpt diubah menjadi oksalat
Garam kalsium-oksalat tak larut mengendap
batu ginajl/kandung kencing
* Tak disimpan di jaringan
* didistribusi di seluruh jaringan tubuh
Ekskresi melalui urine :
- >> asam dehidro askorbat jika intake vit C Normal
- >> asam askorbat jika intake vit C >>
- asam oksalat