Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny “M” P1001 POST PARTUM HARI KE-1


DENGAN SUBINVOLUSI UTERI
DI RS GAMBIRAN KOTA KEDIRI 2014

Oleh :
Luluk Istiqomah
13613427

PROGRAM STUDI D-VI KEBIDANAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2014
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Nifas merupakan proses alamiah yang dialami oleh seorang wanita
setelah persalinan, yang berlangsung kira-kira 6 minggu, yang dimulai setelah
kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti
keadaan sebelum hamil, namun ada kalanya masa nifas tidak berjalan dengan
normal dikarenakan sebab yang abnormal seperti terjadinya sub involusi,
yang menyebabkan kondisi ibu memburuk.
Maka dari itu seorang bidan harus memahami tentang masa nifas baik
fisiologis maupun patologis sehingga dapat memberikan asuhan kebidanan dengan
tepat sesuai dengan standar asuhan kebidanan.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kelainan uterus (sub involusi dan
perdarahan post partum sekunder).
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian data pada masa nifas dengan sub
involusi uteri.
2. Mahasiswa mampu menginterpretasikan data.
3. Mahasiswa mampu mengantisipasi/menetapkan masalah potensial.
4. Mahasiswa mampu menetapkan kebutuhan segera sesuai dengan masalah yang
ada.
5. Mahasiswa mampu menyusun dan membuat intervensi sesuai dengan diagnosa
dan masalah yang ada.
6. Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan yang telah dibuat.
7. Mahasiswa mampu melaksanakan evaluasi berdasarkan intervensi yang telah
dilakukan.
1.3 Metode Pengumpulan Data
1.3.1 Anamnese
Dalam asuhan kebidanan disini diambil berdasarkan tanya-jawab.
1.3.2 Pengamatan
Dalam asuhan kebidanan disini telah dilakukan pengamatan secara langsung.
1.3.3 Studi Kasus
Dalam pembahasan asuhan kebidanan berdasarkan kasus yang ada dan benar-benar
terjadi.
1.3.4 Studi Pustaka
Dalam asuhan kebidanan disini diambil dari beberapa referensi / buku yang
berhubungan dengan kasus ini.

1.4 Sistematika Penulisan


BAB 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan
1.3 Metode pengumpulan data
1.4 Sistematika Penulisan
BAB 2.1 Tinjauan Pustaka
2.1 Konsep dasar sub involusi.
2.2 Konsep manajemen asuhan kebidanan pada sub involusi.
BAB 3 Tinjauan Kasus
3.1 Pengkajian data
3.2 Interpretasi data dasar
3.3 Identifikasi diagnosa / masalah potensial
3.4 Kebutuhan segera
3.5 Intervensi
3.6 Implementasi
3.7 Evaluasi
BAB 4 Pembahsan
BAB 5 Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
5.3 Daftar Pustaka

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Masa Nifas
2.1.1 Definisi

Masa nifas adalah masa pulih kembali dari partus sampai alat-alat
kandungan kembali sebelum hamil lamanya 6-8 minggu. Masa nifas dimulai setelah
kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan
sebelum hamil dan berlangsung kira-kira 6 minggu. Kala IV adalah kala pengawasan
dari 1-2 jam setelah bayi dan plasenta lahir untuk memantau kondisi ibu (Ambarwati,
2010)

2.1.2 Tujuan Asuhan Masa Nifas


Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk :
1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
2. Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau
merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi,
KB,cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-
hari.
4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.
5. Mendapatkan kesehatan emosi.

2.1.3 Tahapan Masa Nifas

Masa nifas terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu :

1. Puerperium dini
Suatu masa kepulihan dimana ibu diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan-
jalan.

2. Puerperium intermedial
Suatu masa dimana kepulihan dari organ-organ reproduksi selama kurang
lebih enam minggu.

3. Remote puerperium

Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat kembali dlam keadaan
sempurna terutama ibu bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mengalami
komplikasi.

2.2 Konsep Dasar Sub Involusi


2.2.1 Definisi Sub Involusi
Sub involusi adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi/proses
involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya,sehingga proses pengecilan
uterus terhambat.Sub involusi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan
kemunduran yang terjadi pada setiap organ dan saluran reproduktif,kadang lebih
banyak mengarah secara spesifik pada kemunduran uterus yang mengarah ke
ukurannya.(Varney’s Midwivery).
Subinvolusi adalah kegagalan perubahan fisiologis pada sisitem
reproduksi pada masa nifas yang terjadi pada setiap organ dan saluran yang reproduk
tif. Subinvolusi adalah kegagalan rahim untuk kembali ke keadaan tidak hamil.
Penyebab paling umum adalah infeksi plasenta. (Lowdermilk, perry. 2006).
Subinvolusi uteri adalah proses kembalinya uterus ke ukuran dan bentuk seperti
sebelum hamil yang tidak sempurna (Adelle Pillitteri, 2002).
Subinvolusi adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi, dan
keadaan ini merupakan salah satu dari penyebab umum perdarahan pascapartum.
(Barbara, 2004)

2.2.2 Etiologi
a. Status gizi ibu nifas buruk ( kurang gizi)
b. Ibu tidak menyusui bayinya
c. Kurang mobilisasi
d. Usia
e. Parietas
f. Terdapat bekuan darah yang tidak keluar
g. Terdapat sisa plasenta dan selaputnya dalam uterus sehingga proses involusi
uterus tidak berjalan dengan normal
h. Tidak kontraksi
i. Terjadi infeksi pada indometrium

2.2.3 Tanda dan Gejala


a) Letak fundus uteri tetap tinggi atau penurunan fundus uteri lambat
b) Pengeluaran lochea seringkali berubah
c) Terdapat bekuan darah
d) Lochea berbau menyengat
e) Uterus tidak berkontraksi
f) Terlihat pucat
g) Tekanan darah rendah serta suhu tubuh tinggi

2.2.4 Diagnosis
a) Anamnesa
Ibu mengatakan darah yang keluar dari vagina berbau menyengat dan ibu merasa
badannya panas
b) Pemeriksaan fisik
 Terlihat pucat
 Suhu tubuh tinggi
 Uterus tidak berkontraksi
 Letak fundus uteri tetap tinggi atau penurunan fundus uteri lambat

2.2.5 Patofisiologi
Kekurangan darah pada uterus. Kekurangan darah ini bukan hanya karena
kontraksi dan relaksasi yang cukup lama, tetapi disebabkan oleh pengurangan aliran
darah yang ke uterus di dalam perut ibu hamil, karena uterus harus membesar
menyesuaikan diri dengan pertumbuhan janin. Untuk memenuhi kebutuhannya,
darah banyak dialirkan ke uterus dapat mengadakan hipertropi dan hiperplasi setelah
bayi dilahirkan tidak diperlukan lagi maka pengaliran darah berkurang, kembali
seperti biasa.
Demikian dengan adanya hal-hal tersebut uterus akan mengalami kekurangan
darah sehingga jaringan otot-otot uterus mengalami atrofi kembali ke ukuran semula.
Subinvolusi uterus menyebabkan kontraksi uterus menurun sehingga pembuluh
darah yang lebar tidak menutup sempurna, sehinggapendarahan terjadi terus
menerus, menyebabkan permasalahan lainnya baik itu infeksi maupun inflamasi pada
bagian rahim terkhususnya endrometrium. Sehingga proses involusi yang mestinya
terjadi setelah nifas terganggu karena akibat dari permasalahan diatas.

2.2.5 Penatalaksanaan
2.2.5.1 Pemberian obat antibiotic
2.2.5.2 Pemberian uterotonika
2.2.5.3 Pemberian tablet fe
2.2.5.4 Pemberian tranfusi

2.3 Konsep Manajemen Kebidanan Post Partum dengan sub involusi uteri
I. PENGKAJIAN
Dilakukan dengan menumpulkan semua data, dan subyektif maupun data
obyektif.
A. Data subyektif
1. Biodata
Nama : Untuk mengenal/memanggil ibu
Umur : Digunakan untuk mengetahui keadaan ibu apakah termasuk
primipara atau primipara tua.
Usia reproduktif (20-35 tahun)
Suku Bangsa : Digunakan untuk menentukan prognosa persalinan
Agama : Untuk mengetahui kepercayaan klien dan mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan asuhan yang diberikan
Pendidikan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebagai dasar dalam
memberikan asuhan
Penghasilan : Untuk mengetahui taraf ekonomi agar nasehat sesuai
Alamat : Untuk mengetahui tempat tinggal
1. Keluhan utama
Darah masih keluar banyak dan darah yang keluar bergumpal-gumpal.
2. Riwayat haid
Menarche : 12 tahun
Siklus haid : 28 hari
Lama haid : 6-7 hari
Banyaknya : 3-4 softek / hari
Dismenorea : hari pertama
HPHT : 10 Agustus 2013
TP : 17 Mei 2014

1. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas ini


Untuk mengetahui riwayat kehamilan sekarang apakah normal atau pernah
mengalami komplikasi saat kehamilan. Untuk mengetahui persalinan sekarang
apakah lancar dan ada penyulit atau tidak. Untuk mengetahui keadaan nifas sekarang
apakah ada kelainan atau tidak.
2. Riwayat kesehatan sekarang
Untuk mengetahui penyakit yang diderita ibu saat ini.
3. Riwayat kesehatan yang lalu
Untuk mengetahui apakah ibu pernah mengalammi operasi bedah kebidanan dan
infeksi nifas.
4. Riwayat Keluarga
Untuk mengetahui apakah dari keluarga ibu ada yang sakit, terutama penyakit
menular, menurun dan menahun.
5. Pola kebiasaan sehari-hari
Untuk mengetahui bagaimana pola nutrisi ibu, eliminasi, istirahat, aktifitas,
hygine.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
K/U : Lemah
Kesadaran : Composmentis/apatis/samnolen/sopor/koma
TD : 120/90 mmHg
Nadi : 70 – 90 x/menit
RR : 16 – 24 x / menit
Suhu : 36-37,30 C
a. Inspeksi
Kepala : Simetris/tidak, tampak benjolan yang abnormal/tidak, ada
lesi/tidak, kulit kepala bersih/tidak
Rambut : Hitam/tidak, rontok/tidak
Muka : Pucat/tidak, muka oedem/tidak
Mata : Conjungtiva pucat/tidak
Telinga : Simetris/tidak, bersih/tidak, terdapat sekret/tidak
Hidung : Simetris/tidak, bersih/tidak, terdapat sekret/tidak
Mulut : Stomatitis/tidak, lidah kotor/tidak, ada caries/tidak
Leher : Nampak pembesaran kelenjar tyroid, vena jugolaris, dan kelenjar
limve/tidak
Payudara : Hiperpigmentasi areola mamae/tidak, puting susu menonjol/tidak,
pengeluaran ASI lancar/tidak
Abdomen : Ada luka bekas operasi/tidak
Ekstremitas atas :Simetris/tidak, oedem/tidak, pergerakan bebas/tidak
Ekstremitas bawah : Simetris/tidak, oadem/tidak, pergerakan bebas/tidak
a. Palpasi
Kepala : Teraba benjolan yang abnormal/tidak
Leher : Teraba pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugolaris/tidak
Payudara : Teraba benjolan yang abnormal/tidak, nyeri tekan/tidak
Abdomen : Kandung kemih kosong/tidak, kontraksi uterus baik/tidak
Ekstremitas atas : Ada nyeri tekan/tidak
Ekstremitas bawah : Ada nyeri tekan/tidak
b. Auskultasi
Dada : Ada wheezing dan ronchi/tidak
c. Perkusi
-
1. Pemeriksaan penunjang
-
I. INTERPRETASI DATA DASAR
Dx : P..... post partum hari ke..... dengan sub involusi uteri
Ds : Ibu mengeluh, banyak mengeluarkan darah dan darah yang keluar
bergumpal-gumpal.
Do : Keadaan umum : Baik/Lemah
Kesadaran : Composmentis/apatis/samnolen/sopor/koma
Kontraksi uterus : Baik/Tidak
Lochea : Lochea rubra/serosa/alba
BB/TB : 60 kg / 150 cm
TTV:TD : 120/90 mmHg
Nadi : 70 - 90 x/menit
RR : 16 - 24 x/menit
Suhu : 36 – 37,3oC

I. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


Dx Potensial :

II. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Pemberian terapi

III. INTERVENSI
Dx : P..... post partum hari ke..... dengan tromboflebitis
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan sub involusi
dapat teratasi
Kriteria hasil :
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Kontraksi uterus : Baik
Lochea : Lochea rubra
BB/TB : 60 kg / 150 cm
TTV:TD : 120/90 mmHg
Nadi : 90 x/menit
RR : 24 x/menit
Suhu : 36oC

Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapeutik dan jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu
R/ibu lebih kooperatif dengan tindakan petugas
2. Jelaskan kepada ibu penyebab perdarahannya serta cara mengatasinya.
R/ ibu mengetahui penyebab dan cara mengatasi nyeri hebat pada daerah paha dan
kaki yaitu merupakan proses yang fisiologis pada masa nifas.
3. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan dasar nifas.
R/ ibu mengetahui kebutuhan dasarnya dan dapat memenuhinya.
4. Pemberian vitamin A, vitamin C, dan tablet Fe.
R/ untuk memperlancar asi dan mencegah anemia.
5. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi secara adekuat.
R/ kebutuhan ibu dapat terpenuhi sehingga produksi ASI lancar
6. Jelaskan kepada ibu mengenai KB.
R/ ibu mengetahui alat kontrasebsi yang baik buat ibu.
7. Jelaskan kapada ibu tentang perawatan bayi.
R/ ibu mengetahui tentang cara merawat bayi yang benar.

VI. IMPLEMENTASI

Sesuai dengan intervensi

VII. EVALUASI
Menggunakan metode SOAP
BAB3
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN
Tanggal 18 - 5 – 2014 Jam : 17.00 WIB
A. Data Subyektif
1. Biodata
Nama Klien : Ny “M’ Nama Suami : Tn “J”
Umur : 25 tahun Umur : 27 tahun
Agama : Islam Agam : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Kediri Alamat : Kediri
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan darahnya masih keluar banyak dan darahnya bergumpal-
gumpal.
3. Riwayat penyakit terdahulu
Tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal kronik
hemofilia, miomauteri, riwayat preeklampsia, tempat implantasi plasenta retensi sisa
plasenta.
4. Riwayat penyakit keluarga
Keluarga tidak ada yang menderita penyakit menahun dan menular.
5. Riwayat penyakit sekarang
Ibu mengatakan darahnya keluar banyak dan darah yang keluar bergumpal-
gumpal.
6. Riwayat menstruasi
Menarche : 12 tahun
Siklus haid : 28 hari
Lama haid : 6-7 hari
Banyaknya : 3-4 softek / hari
Dismenorea : hari pertama
HPHT : 10 Agustus 2013
TP : 17 Mei 2014
7. Riwayat kehamilan
-
8. Riwayat perkawinan
-
9. Riwayat KB
-
10. Pola kebiasaan sehari-hari
-
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
KU : Lemah
Kesadaran : Composmentis
TD : 100/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 38oC
2. Pemeriksaan Khusus
Inspeksi
Muka : Simetris, pucat, cloasma gravidarum, cemas.
Mata : Sklera tidak icterus, conjungtiva tidak anemis.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid/vena jugolaris.
Dada : Hyperpigmentasi areola mamae, putting menonjol.
Perut : Tidak ada luka bekas operasi.
Genetalia : Tidak odema,perdarahan banyak da nada gumpalan
Ekstermitas : Tidak odema, todak varises
Palpasi : TFU 1 jari atas pusat
Pemeriksaan dalam (VT) : Terdapat banyak gumpalan darah dan sisa plasenta
Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Hb

II. INTERPRETASI DATA


Dx : Ny “M” P1001 post partum hari ke-1 dengan sub involusi uteri

Ds : Ibu mengatakan darahnya keluar banyak dan daranya bergumpal-gumpal

Do : Keadaan umum : Baik/Lemah

Kesadaran : composmentis/apatis/samnolen/spoor/koma

Kontraksi uterus : Tidak baik

Lochea : Lochea rubra

TTV/TD : 100/70 mmHg

Nadi : 80 x/menit
Suhu : 38oC

III. DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


Terjadi HPP

IV. KEBUTUHAN SEGERA


1. Pemberian obat antibiotic
2. Pemberian uterotonika
3. Pemberian tablet fe
4. Pemberian tranfusi

V. INTERVENSI
-
VI. IMPLEMENTASI
1. Lakukan pendekatan terapeutik dan jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu
R/ibu lebih kooperatif dengan tindakan petugas
2. Jelaskan kepada ibu penyebab perdarahannya serta cara mengatasinya.
R/ ibu mengetahui penyebab dan cara mengatasi nyeri hebat pada daerah paha dan
kaki yaitu merupakan proses yang fisiologis pada masa nifas.
3. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan dasar nifas.
R/ ibu mengetahui kebutuhan dasarnya dan dapat memenuhinya.
4. Pemberian vitamin A, vitamin C, dan tablet Fe.
R/ untuk memperlancar asi dan mencegah anemia.
5. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi secara adekuat.
R/ kebutuhan ibu dapat terpenuhi sehingga produksi ASI lancar
6. Jelaskan kepada ibu mengenai KB.
R/ ibu mengetahui alat kontrasebsi yang baik buat ibu.
7. Jelaskan kapada ibu tentang perawatan bayi.
R/ ibu mengetahui tentang cara merawat bayi yang benar.

VII. EVALUASI
Tanggal : 18 Mei 2014 Jam : 19.00 wib
S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang informasi dan penjelasan dari
petugas kesehatan, ditandai dengan ibu dapat menjelaskan kembali
sebagian dari informasi tersebut.
O : Keadaan umum : Lemah
Kesadaran : Composmentis
Kontraksi uterus : Tidak baik
Lochea : Lochea rubra
TTV:TD : 100/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 38oC
A : Ny “M” P1001 post partum hari ke-1 dengan sub involusi uteri
P : 1. Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makan-makanan yang bergizi
untuk ibu nifas
2. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi
3. Menganjurkan ibu untuk massase uterus
4. Memberikan terapi tablet fe pada ibu

BAB 4
PEMBAHASAN
Setelah penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. “M” di RS
Gambiran Kediri. Mukliatin maka pada bab ini penulis melakukan pembahasan yang
merupakan uraian tentang perbedaan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus.
Pembahasan ini dikelompokkan sesuai langkah-langkah menejemen menurut
Halen Verney yang meliputi pengkajian, identifikasi diagnosa masalah, kebutuhan,
antisipasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi
dan evaluasi.
1. Pengkajian
Penulis tidak mengalami kesulitan karena klien mudah diajak komunikasi. Menurut
tinjauan pustaka pada sub involusi uterus terjadi sisa plasenta sedangkan pada kasus
Ny. “M” mengalami hal yang sama jadi dalam pengkajian tidak terjadi kesenjangan
antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus.
2. Identifikasi, diagnosa masalah potensial
Pada tinjauan pustaka didapatkan suatu diagnosa yaitu P1001 post partum hari ke-1
dengan sub involusi uteri.
3. Antisipasi masalah potensial
Dalam kasus ini dapat terjadi masalah potensial yaitu sub involusi uteri.
4. Identifikasi kebutuhan segera
Untuk mencegah terjadinya masalah potensial timbul diperlukan tindakan /
kebutuhan segera yang diberikan, yaitu Pemberian obat antibiotic, pemberian
uterotonika, pemberian tablet fe,prmberian transfusi
5. Intervensi
Menurut tinjauan pustaka, intervensi yang diberikan pada px dengan sub involusi
uterus yaitu memberikan makan-makanan yang bergizi, pemberian tablet fe. Pada
tinjauan kasus juga mengacu pada tinjauan pustaka, baik tujuan maupun kriterianya,
dengan demikian tidak ada kesenjangan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan
kasus.
6. Implementasi
Pelaksanaan dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan intervensi yang terpilih.
Pada pelaksanaan asuhan kebidanan Ny. “M” P1001 post partum ke-1 dengan sub
involusi uteri, penulis tidak menemukan kesulitan yang berarti. Hal ini didukung
sarana adanya keterampilan dari bidan yang sudah terlatih serta tidak terlepas dari
kerjasama dengan klien.
7. Evaluasi
Evaluasi dilakukan setelah menerapkan intervensi dilanjutkan dengan implementasi
berdasarkan tujuan dari kriteria hasil yang ingin dicapai pada intervensi sehingga
berhasil tidaknya tujuan dapat dilihat dan dievaluasi setelah mendapatkan penjelasan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/182035146/Makalah-Sub-Involution-Of-Uterus-Hafizh-
Al-Amanah-docx
http://riskaswantika.blogspot.com/2012/05/sub-involusi-dan-perdarahan-post-
partum.html