Anda di halaman 1dari 6

KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT XXX


No. 07 /SKKEB/XI/2017

TENTANG

KEBIJAKAN PEMILIHAN, PENETAPAN, MONITORING DAN MENGAKHIRI


KONTRAK MANAJEMEN DAN KONTRAK KLINIS
RUMAH SAKIT XXX

DIREKTUR RUMAH SAKIT XXX,

Menimbang : a. bahwa untuk menjamin kelangsungan pelayanan dan pemenuhan


pelayanan sesuai kebutuhan pasien di Rumah Sakit Xxx dapat
melakukan kontrak manajemen dan kontrak klinis dengan pihak di
luar rumah sakit;

b. bahwa agar penyelenggaraan kontrak manajemen dan kontrak


klinis sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dapat berjalan
efektif, efisien, berdaya guna dan berhasil guna serta dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum, perlu adanya Kebijakan
Pemilihan, Penetapan, Monitoring dan Mengakhiri Kontrak
Manajemen dan Kontrak Klinis;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam


huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Direktur tentang
Kebijakan Pemilihan, Penetapan, Monitoring dan Mengakhiri
Kontrak Manajemen dan Kontrak Klinis Rumah Sakit Xxx;

Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009


tentang Rumah Sakit;

2. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2004


tentang Kesehatan;

3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008


tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT XXX TENTANG


KEBIJAKAN PEMILIHAN, PENETAPAN, MONITORING DAN
MENGAKHIRI KONTRAK MANAJEMEN DAN KONTRAK
KLINIS RUMAH SAKIT XXX;

Kedua : Memberlakukan Kebijakan Pemilihan, Penetapan, Monitoring dan


Mengakhiri Kontrak Manajemen dan Kontrak Klinis di Rumah Sakit
Xxx sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini;

Ketiga : Segala biaya yang timbul akibat dikeluarkannya keputusan ini


dibebankan kepada Anggaran Kerja Rumah Sakit Xxx;

Keempat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di


kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Lampiran 1
Keputusan Direktur Rumah Sakit Xxx
Nomor : -
Tentang : Kebijakan Pemilihan, Penetapan, Monitoring
dan Mengakhiri Kontrak Manajemen dan
Kontrak Klinis Rumah Sakit Xxx

KEBIJAKAN PEMILIHAN, PENETAPAN, MONITORING DAN MENGAKHIRI


KONTRAK MANEJEMEN DAN KLINIS

A. PENANGGUNG JAWAB KONTRAK KLINIS :


(1) Wakil Direktur Pelyanan Medik
(2) Kepala Bidang Pelayanan Medik
(3) Sub Komite Mutu Profesi

B. PENANGUNG JAWAN KONTRAK MANAJAMEN :


(1) Wadir Umum dan Keungan
(2) Kepala Bagian Umum dan Administrasi

C. PEMILIHAN KONTRAK MANAJEMEN DAN KONTRAK KLINIS


(1) Pimpinan manajemen melakukan identifikasi terhadap kebutuhan pelayanan pasien
yang bersifat manajemen dan tidak dapat dipenuhi oleh sumber daya Rumah Sakit
Xxx sehingga perlu dilakukan kontrak manajemen.
Cakupan Kontrak :
Kontrak Manajemen meliputi Tenaga Dokter Mitra,
(2) Pimpinan klinis melakukan identifikasi terhadap kebutuhan pelayanan pasien yang
bersifat manajemen klinis dan tidak dapat dipenuhi oleh sumber daya Rumah Sakit
Xxx sehingga perlu dilakukan kontrak klinis.
Cakupan Kontrak :
Kontrak Klinis meliputi Pelayanan Penyediaan Darah, Pelayanan Laboratorium,
dan Pelayanan Orthopedi.
(3) Ketentuan lebih lanjut sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang
ditetapkan.

D. PENETAPAN KONTRAK MANAJEMEN DAN KLINIS


(1) Kontrak manajemen disusun berdasarkan kebutuhan manajemen dalam upaya
meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
(2) Kontrak klinis disusun berdasarkan kebutuhan klinis yang sesuai dengan kebutuhan
pelayanan pasien.
(3) Proses penetapan Kontrak manajemen dan Klinis sesuai dengan ketentuan lebih
lanjut sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang ditetapkan.
(4) Kepala bidang/ Bagian ikut terlibat dalam proses seleksi kontrak manajemen dan
klinis.

E. MONITORING KONTRAK MANAJEMEN DAN KONTRAK KLINIS


(1) Kontrak manajemen dan klinis yang telah tetapkan dilakukan evaluasi setiap tahun
oleh instalasi atau unit kerja, sub bag/seksi dan bagian/bidang yang sesuai.
(2) Pihak ketiga tetap menjaga kontinuitas pelayanan dua bulan sebelum kontrak
berakhir.
(3) seluruh kontrak klinis yang berhubungan dengan staf professional kesehatan akan
dilakukan kredensial dan rekredensial dan penilaian kinerja
(4) Apabila pelayanan yang diberikan oleh pihak penyedia tidak sesuai dengan
indikator mutu maka pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan.
(5) Dokter praktik mandiri dari luar rumah sakit yang memberikan pelayanan
diagnostik, konsultasi, dan layanan perawatan dari luar rumah sakit, seperti
kedokteran jarak jauh (telemedicine), radiologi jarak jauh (teleradiology), dan
interpretasi untuk pemeriksaan diagnostik lain seperti elektrokardiogram (EKG),
elektroensefalogram (EEG), elektromiogram (EMG), serta pemeriksaan lain yang
serupa telah dilakukan proses kredensial dan pemberian kewenangan klinik oleh
rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

F. PERPANJANGAN KONTRAK
(1) Kontrak manajemen dan kontrak klinis dapat dilanjutkan atau tidak sesuai dengan
hasil monitoring dan evaluasi kontrak dalam satu periode.

(1) MENGAKHIRI KONTRAK MANAJEMEN DAN KONTRAK KLINIS


(1) Kontrak Manajemen akan berakhir apabila :
1) Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau
terjadi Keadaan Kahar.
2) Pemutusan Kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia.
3) Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,
pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila:
a) Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak
memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktuyang telah ditetapkan;
b) Penyedia berada dalam keadaan pailit;
c) Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam
proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang;
4) Penyedia tidak bisa melengkapi legal formal penyelenggaraan kegitan.

(2) Kontrak Klinis akan berakhir apabila :


A. Kontrak Klinis akan berakhir dalam hal :
1) Berakhirnya jangka waktu kontrak,
2) Apabila PIHAK KEDUA melakukan perbuatan-perbuatan :
a) Pada saat kesepakatan kerja memberikan keterangan palsu dan atau
dipalsukan, atau
b) Mabuk, madat, memakai obat bius atau narkotika, berjudi, atau;
c) Mencuri atau menggelapkan, menipu atau melakukan kejahatan lainnya,
atau;
d) Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pimpinan, atasan,
teman sekerja beserta keluarganya, atau;
e) Melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum, norma agama dan
atau kesusilaan, atau;
f) Dengan sengaja atau karena kecerobohannya merusak atau membiarkan
dalam keadaan bahaya Rumah Sakit atau barang-barang milik Rumah
Sakit, atau;
g) Dengan sengaja walaupun sudah diperingatkan, membiarkan dirinya atau
teman sekerja atau orang lain dalam keadaan bahaya, atau;
h) Membuka dan atau menyebarluaskan rahasia Rumah Sakit yang
seharusnya dirahasiakan, atau;
i) Mencemarkan nama baik Rumah Sakit, atau;
j) Meninggalkan tugas pekerjaan selama 3 (tiga) hari berturut-turut tanpa
ijin yang sah, atau;
k) Melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam kesepakatan kerja,
sedangkan kepadanya telah diberikan surat peringatan terakhir yang
masih berlaku, atau;
l) Lalai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehingga
menyebabkan sedikitnya salah satu dari keadaan sebagai berikut :
- Kekacauan administrasi
- Kerugian financial
- Rusaknya barang inventaris Rumah Sakit Xxx
- Membahayakan keselamatan jasmani/jiwa dan atau menyebabkan
cacatnya pasien.
- Menyebabkan pasien meninggal dunia.
3) Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana di maksud diatas, maka PIHAK
PERTAMA akan memberitahukan hal tersebut kepada PIHAK KEDUA
secara tertulis;
4) PIHAK KEDUA berhak mengakhiri perjanjian ini apabila PIHAK
PERTAMA terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan-
perbuatan :
- Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam PIHAK KEDUA,
keluarga atau anggota keluarga PIHAK KEDUA.
- Membujuk keluarga PIHAK KEDUA atau teman serumah PIHAK
KEDUA melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum,
kesusilaan atau norma agama, atau;
- 2 (dua) kali tidak membayar upah PIHAK KEDUA PADA
WAKTUNYA.
- Tidak memenuhi syarat-syarat atau tidak melakukan kewajiban yang
ditetapkan dalam kesepakatan kerja, atau;
- Memerintahkan PIHAK KEDUA untuk mengerjakan pekerjaan yang
tidak layak dan tidak ada hubungannya dengan kesepakatan kerja, atau;
- Memerintahkan bekerja walaupun ditolak oleh PIHAK KEDUA untuk
melakukan suatu pekerjaan pada unit usaha lain yang tidak sesuai
dengan kesepakatan kerja.
B. Kontrak Klinis berakhir dengan sendirinya apabila :
1) Dalam hal di luar kemampuannya, PIHAK pertama tidak dapat lagi
mengusahakan pengoperasian rumah sakit PIHAK PERTAMA.
2) PIHAK KEDUA meninggal dunia, atau;
3) PIHAK KEDUA mengundurkan diri sukarela dan melakukan perbuatan yang
dapat dikategorikan /di anggap mengundurkan diri.
4) Surat pengajuan permohonan pengunduran diri selambat-lambatnya
dikirimkan 1 (satu) bulan sebelum waktu pelaksanaan pengunduran diri.
C. Dalam hal PIHAK KEDUA bermaksud untuk memperpanjang/memperbaharui
perjanjian, maka permohonan tersebut akan disampaikan kepada PIHAK
PERTAMA selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum jangka waktu
berakhirnya perjanjian ini dan dalam hal PIHAK PERTAMA setuju
memperpanjang perjanjian ini, maka dalam waktu 1 (satu) minggu kedua pihak
akan menandatangani perpanjangan perjanjian;
D. Dalam hal PIHAK PERTAMA tidak bermaksud memperpanjang perjanjian,
maka PIHAK PERTAMA akan memberitahukan PIHAK KEDUA secara tertulis
dalam waktu paling lambat 2 (dua) minggu setelah menerima pemberitahuan
dari PIHAK KEDUA;
E. Dalam hal terjadi FORCE MAJEURE seperti bencana alam, revolusi,
pemberontakan atau tindakan/kebijakan pemerintah yang mengubah secara
drastis keadaan sosial masyarakat serta nilai materi dan jasa, maka tidak
memerlukan pemberitahuan terlebih dahulu oleh kedua belah pihak untuk
menghentikan pengoperasian dan atau pelayanan kesehatan dari rumah sakit
PIHAK PERTAMA, dan oleh karena itu demi hukum perjanjian ini berakhir;
F. Pihak pertama dan pihak kedua setuju untuk tidak saling menuntut hak apapun
akibat terhentinya pengoperasian rumah sakit PIHAK PERTAMA akibat
keadaan sebagaimana tercantum dalam ayat 2 (dua) dan 6 (enam) pasal ini;
G. Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya
jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja ini, atatu berakhirnya
hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana di maksud dalam ayat 2
(dua) dan ayat 6 (enam) pasal ini, pihak yang mengakhiri hubungan kerja
diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah yang akan
dibayarkan atau diterima sampai berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.