Anda di halaman 1dari 44

 Well logging adalah merekam properti

parameter fisik, akustik, dan elektrik dari


formasi batuan yang ada pada sumur.

 Well logging dilakukan oleh perusahaan


service, yang bekerja dibawah kontrak untuk
perusahaan minyak.
 Tidak ada data log yang menghitung parameter
yang kita inginkan dengan akurat, seperti
banyaknya minyak atau gas dibawah
permukaan, atau berapa banyak yang dapat
diproduksi.
 Parameter yang penting diantaranya:gamma
radiasi, densitas, neutron and resistivity,
menggunakan asumsi yang bila benar, akan
menghasilkan hidrokarbon dengan jumlah yang
sepadan.
 The Geologist:  The Drilling Engineer:
 Berapa kedalaman formasi?  Berapa volume lubang untuk cementing?
 Apakah lingkungan memungkinkan  Dimana kita dapat melakukan test
untuk akumulasi hidrokarbon? pengeboran?
 Apakah ada bukti hidrokarbon di
sumur ini?
 The Reservoir Engineer:
 Hidrokarbon jenis apa?
 Berapa tebal “zona uang”?
 Apakah hidrokarbin hadir dengan
jumlah yang komersil?  Berapa volume hidrokarbon per meter kubik?
 Akankah modal untuk mengebor sumur
 The Geophysicist: kembali?
 Apakah sama dengan yang kita
prediksikan?  The Production Engineer:
 Apakah zona potensial berporos
 Dimana sumur produksi akan ditempatkan?
sama dengan yang kita asumsikan
dari data seismik?  Berapa rate produksi yang dapat dihasilkan?
 Apa yang data seismik tunjukkan?  Akankah ada produksi air?
 Identifikasi:
 Jenis batuan
 Lingkungan geologi
 Lokasi kontak cairan (gas/oil, gas/water and oil/water contacts)
 Rekahan (Fracture)

 Estimasi:
 Hidrokarbon di tempat
 Tekanan Reservoir
 Porositas / ukuran pori-pori

 Produksi:
 Air
 Pemetaan kualitas reservoir
 Memonitor pergerakan cairan reservoir
Open hole (left),
cased hole
(middle) and
LWD/
MWD (right)
logging
techniques
WIRELINE LWD

 Kecil, ringan, halus  Besar, berat, kasar


 Sejak 1930-an  Sejak 1970-an
 Kecepatan data tinggi  Telemetri pelan
 Komunikasi mudah  Kontrol terbatas
 Kontak lubang bor bagus  Minim kontak lubang bor
 Menggunakan baterai dan
 Melalui kabel lumpur bor
 Memerlukan waktu  Hemat waktu
 Bermasalah pada deviasi  Dapat dilakukan dalam
tinggi kondisi apapun
 Bergantung kepada kondisi  Lebih kuat dalam kondisi
lubang yang susah
 LWD (Logging While Drilling)

• Gamma Ray

• Resistivity

• Neutron

• Density

 MWD (Measuring While Drilling)

• Kedalaman

• Inklinasi

• Azimut
 Objektif MWD:

 Mengukur properti fisik seperti temperatur,


tekanan formasi, dan:
 trajectory dalam 3D
 DWOB: Downhole Weight On the Bit
 DTOR: Downhole Torque
 ROP: Rate Of Penetration
 Wireline : Logging
dilakukan setelah
sumur dibor
dengan
menurunkan
sensor ke dalam
lubang. Sensor
akan merekam dan
mengirim data via
kabel menuju
permukaan
LWD Tools : GR – Res – Neu - Dens Wireline : MDT – LFA – GR – HT Tools
 Biasanya logging dilakukan untuk mengukur:
 Radioaktif (Gamma Ray, Neutron dan Density logs),
 Properti elektrik (e.g. SP, Induction and Resistivity logs),
 Properti akustik (Sonic log),
 nuclear magnetic resonance (NMR log),
 tekanan,
 Dan banyak lagi properti lain dari batuan dan cairan yang
terkandung didalamnya.

 Log lain, misalnya mengukur properti dari sumur bor


tersebut seperti: Caliper, Temperature, Image,
Dipmeter logs.
 Temperature log adalah alat untuk mengukur
temperatur lubang bor.

 Bacaan dari termometer dipasang pada drill


sting, dan dijalankan pada waktu yang
berbeda-beda untuk dianalisa untuk
mengukur temperatur pada lubang bor yang
paling bawah (bottom hole temperature,
BHT).
 Batuan dingin (Low thermal conductivity
rocks), seperti shale, memberikan gradien
temperatur yang besar,

 Sedangkan batuan panas (high thermal


conductivity rocks), seperti salt, memberikan
gradien temperatur yang kecil.
 Aplikasi log temperatur:
 Untuk mengidentifikasi zona produksi atau akumulasi
cairan
 Untuk mengevaluasi semen (cementing) atau pengerjaan
rekahan hidrolik (fracturing)
 Untuk mencari lokasi lost circulation dan casing leaks.

 Gradien geothermal dalam cekungan sedimen sangat


penting untuk menentukan:
 Prediksi kematangan kerogen,
 Mendeteksi pergerakan cairan
 Tekanan bawah permukaan
 Permodelan umum cekungan.
 Log caliper mengukur diameter lubang bor
dan bentuknya.

 Normalnya log caliper membaca berdasarkan


mata bor (lebih besar atau lebih kecil) dan
merekam keadaan lubang setelah dibor.
 Kegunaan utama log caliper adalah:

 Mengindikasikan kualitias lubang bor untuk


menjalankan log lainnya. Kualitas lubang bor
mempengaruhi ketepatan bacaan log
lainnya.

 Memberikan informasi litologi dan sebagai


indikator dari permeabilitas yang bagus dan
zona porositas (batuan reservoir).
Hole diameter Cause Possible lithologies
On gauge •Formasi kuat dan stabil •Sandstone masif
(consolidated) •Calcareous shale
•Non-permeable formations •Batuan igneus
•Batuan Metamorf
Lebih besar dari •Ada masalah pada lumpur bor •Formasi garam dengan air
bit •Formasi lemah dan membentuk bersih (freshwater)
gua •Sandstone tidak stabil
Lebih kecil dari bit •Formasi membengkak dan •Swelling shales
mengalir kedalam lubang bor •Porous, permeable
•Adanya mudcake dengan formasi sandstones
berpermeabilitas dan berporos.
 Dipmeter digunakan untuk menyediakan
data untuk menghitung kemiringan formasi.

 Ada banyak sensor dalam alat ini seperti:


microresistivity tracks, magnetic compass
yang merekam orientasi dari alat dan
menggambarkan lubang.
 The self-potential/spontaneous potential log
(SP) adalah log yang pertama kali digunakan
dalam eksplorasi hidrokarbon.

 Penggunaannya sangat mudah, hanya


memerlukan sebuah elektrod dalam lubang
bor dan elektrod referensi diatas permukaan.
The SP tool arrangement
and typical log responses
for permeable sandstone
and impermeable shales
 Aplikasi log SP:
 Mengindikasikan shaliness dari formasi,
 Mengkorelasikan sekuen stratigrafi
 Mendeteksi lapisan berpermeabel
 Mendeteksi saturasi air dalam formasi (Rw),

 Mengestimasi volume shale

 Mengidentifikasi facies dan lingkungan


pengendapan (Depositional Environment)
•PSP (pseudostatic spontaneous
potential) : bacaan log di zona shaly
sand zone,
•SSP (static spontaneous potential):
bacaan log SP di dalam zona clean
sand zone
•Spshale: shale baseline.
Identifikasi facies menggunakan
log SP.
 Gamma ray (GR) mengukur elemen alami
radioaktif (K, Th, U) dalam formasi.
 Elemen radioaktif alami ditemukan di:
 Clays dan shale
 Feldspathic sand , sand containing volcanic
ash
 Volcanic ash dan batuan igneous
 Applikasi:
 Interpretation lithology
 Correlation log
 Data log dipengaruhi oleh:
 Logging speed
 Environment
 Tool position (eccentered or centered),
 Borehole size,
 Mud weight,
 Mud composition, in particular potassium,
Gamma ray
log responses
for common
lithologies.
(Modified
from Rider
2004)
•GRlog: nilai bacaan gamma ray pada kedalaman yang
diinginkan,
•GRmin: nilai minimum bacaan gamma ray,
•GRmax: nilai maximum bacaan gamma ray
The chart
for
corrected
Vsh
estimation
The gamma ray
log responses and
their application to
interpret
depositional facies
and depositional
environments
 Log density mengukur
densitas elektron
formasi (satuan densitas
per volume).
 Aplikasi:
 Porosity log
 Detect gas bearing

 Log neutron merespon


kepada jumlah hidrogen
di dalam formasi.
 Aplikasi:
 Porosity log
 Detect gas bearing
The density and neutron log
responses for shale, sandstone,
limestone, dolomite sequence
on a compatible scale. No
separation observed in
limestone but a large positive
separation occurs in shale
compared to dolomite.
Negative separation against
sandstone may indicate gas.
(Modified from Rider 2004)
The gas effect
in the neutron-
density
crossplot
shows large
negative
separation in
reservoir zone.
On the other
hand
large positive
separations
occur in shales
(top and
bottom of the
reservoir).
(Modified from
Rider 2004)
 Log resistiviti mengalirkan
aliran listrik didalam
formasi dan mengukur
ketahanan respon
terhadap arus listrik
tersebut.
 Applikasi:
 Mendeterminasi
hydrocarbon-bearing vs.
water bearing zone
 Mengindikasikan zona
permeabel
 Mendeterminasi porositas
A general trend of electrical resistivity of reservoir rocks and fluids
Example of dual
(ILM and ILD) induction
logs through a
hydrocarbon zone.
 Saturasi air digunakan untuk mendeterminasi
cairan lain didalam formasi

 Jika hanya air yang ada didalam air, maka


formasi akan mempunya saturasi water 100%

Biasanya
a= 1
n= 2
m= 2
•Cementation exponent (m)
•Tortuosity factor (a)
•Saturation exponent (n)
 Well log adalah hasil dari beberapa pengukuran geofisika yang direkam di
dalam sumur bor.
 Tujuan utama dari well logging adalah:
 Identifikasi batuan sumber, reservoir, dan batuan penudung,
 Mendeterminasi kedalaman, ketebalan, temperatur, dan tekanan reservoir,
 Menentukan antara zona minyak, gas dan air di dalam reservoir,
 Mengestimasi hidrokabron di tempat,
 Mengestimasi hidrokarbon yang dapat dijangkau.

 Well logging dapat dilakukan dengan teknik open-hole logging, cased-hole


logging, MWD and LWD.
 Banyak sekali parameter yang dapat diukur, bergantung kepada
keperluannya.
 Parameter yang paling penting dalam pengeboran hidrokarbon adalah:
 Gamma Ray
 Resistivity
 Porosity Log (Density-Neutron)