Anda di halaman 1dari 15

A.

IDENTITAS KONSELI
I. IDENTITAS KONSELI
Nama : Hadi Fitono
Kelas : VII F
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Ds.Samberejo.

II. IDENTITAS ORANG TUA


Nama Ayah : Tawar
Pekerjaan : Wiraswasta
Nama Ibu : Sulastri
Pekerjaan : TKW

III. PERMASALAHAN KONSELI


 Tidak masuk sekolah tanpa keterangan selama 7 hari .

VII. VERBATIM
Nama Kegiatan Respon
Tahap Awal
Konseli “Assalamu’alaikum Bu.”

Konselor “ Walaikumsalam,,,,, oh iya, silahkan masuk dan Acceptance


duduk.”( konselor tersenyum berjabat tangan dan
mempersilahkan konseli duduk).”
Konseli “Iya bu terima kasih.
Konselor “Fito saya undang kesini, sudah tau maksudnya? Rapport

Konseli “Belum bu......... ada apa bu? Saya ada salah apa?”

Konselor “Begini, di undang ke BK, kamu tidak salah semua Topik netral
siswa boleh datang ke ruang BK baik di undang
maupun tidak.”
Konseli “Ada apa ya bu dengan diri saya?”

Konselor “begini,,, di sekolah ini ada tata tertibnya, bagaimana


perilaku kamu pada saat ini mengenai tata tertib yang
di terapkan di sekolah?”
Konseli “ (konseli diam), ada apa ya bu?”

Konselor “Begini fito, kamu gak usah khawatir,apa yang kamu Stucturing
sampaikan saya jamin kerahasiaannya, dan ibu akan
membantu apabila kamu memiliki kesulitan atau
masalah di sekolah ini.”
Konseli “iya bu terimakasih”.

Konselor “ Kamu sebelumnya pernah di panggil ke ruang bk ?”


Konseli “ sudah bu”
Konselor “ kenapa di panggi ke ruang Bk?”
Konseli “ karena bawa hp bu ”
Konselor “ ketiaka kamu di panggil di ruang BK kamu di apain
vito ?”
Konseli “Tidak di apa-apain bu saya Cuma di tanya-tanya saja
bu “
Konselor “ nah itu namanya konseling vito”jadi saya jelaskan
sedikit ya mengenai konseling itu apa“Konseling ini
bertujuan untuk membantu konseli memecahkan
masalahnya dan pilihan terakhir ditangan konseli itu
sendiri, dan azas yang digunakan antara lain pertama,
azas kerahasiaan, dimana permasalahan anda hanya
kita berdua yang mengetahuinya, yang kedua, azas
keterbukaan, dimana konseli atau anda bisa terbuka
dengan masalah anda, dan ketiga, azas kesukarelaan,
dimana anda kesini atas kesukarelaan bukan paksaan.
Sudah faham sekarang mengenai konseling itu seperti
apa?”

Konseli “ Faham bu “
Konselor “ konseling ini nanti permasalahnya saya batasi selam
kurang lebih 40 menit ya fito, gimana ?”
Konseli “ ya bu terima kasih”.

Konselor “ ya sekarang silahkan bercerita tentang perilakumu


berkenaan dengan tata tertib di sekolah ini”.
Konseli ”begini bu, saya memang sering tidak masuk sekolah
tanpa ada keterangan ”.

Tahap Kegiatan
Konselor “sudah berapa kali kamu tidak masuk tanpa Opening
keterangan”?
Konseli ”Sering bu.”

Konselor “Ya seringnya itu sudah berapa kali?”

Konseli “7 hari dalam satu bulan bu.”

Konselor “Nha selama 7 hari gak masuk itu orang tuamu Eksplorasi
mengetahui gak?”

Konseli “Gak tau bu.”

Konselor “Lha orang tuamu kemana?”

Konseli ”Begini bu, saya di rumah sama bapak, kakak, adik


dan mbah.”

Konselor “ Lha ibu kamu kemana?”


Konseli “ Ibu saya kerja di luar negeri, lama gak pulang jadi
saya bangunya sering kesiangan sehingga saya tidak
bisa masuk sekolah bu.’
Konselor “ oo begitu,, tampaknya kamu sangat merindukan
kasih sayang ibumu?”
Konseli “Iya bu,,,,
Konselor “ kan di rumah ada bapak dan nenek?

Konseli “ gak bu, bapak berangkatnya pagi dan nenek sudah


tua dan sering sakit-sakitan, jadi saya tidak ada yang
membangunkan.”
Konselor “ trus sekarang apa yang kamu inginkan dengan
kondisi seperti itu?”
Konseli “ ya saya ingin sekolah bu.”

Konselor “ ya bagus itu!!!! Apa yang harus kamu lakukan?”

Konseli “ ya saya ingin masuk sekolah terus bu?


Konselor “ Bagaimana caranya?”
Konseli “Begini bu mulai hari ini saya akan rajin masuk
sekolah”
Konselor “ Nha bagaimana jika nanti kamu bangun kesiangan
lagi, apa kamu akan mengulangi kesalahan lagi.”
Konseli “ begini bu,, saya akan meminta bapak, adik,dan
kakak untuk membangunkan saya.
Konselor “ya itu bagus kamu sudah berusaha,,,
Konseli “ Iya bu terima kasih.”
Konselor “ itu tadi bolosmu karena kamu bangun kesiangan, dan
kamu sudah mempunyai rencana untuk berubah”.
Konseli “ iya bu saya berniat untuk menjadi anak sekolah yang
rajin”.
Konselor “ mungkin ada penyebab lain yang menjadi kamu
sering tidak masuk sekolah”.
Konseli “ Saya malas bu,,,
Konselor “ yang kamu maksud malas itu gimana?”
Konseli “sebenarnya saya sudah bngun pagi, tetapi saya malas
mau berangkat sekolah,
Konselor “ kenapa kok bisa seperti itu, bisa di ceritakan
alasanya?”
Konseli “ saya males bu mau sekolah !!
Konselor Kenapa kok malas, pasti kan ada sebabnya kenapa
kamu malas sekolah !
Konseli “ begini bu ban sepedah saya itu yang pertama bocor,
terus saya di ajak teman maen bilyard sehingga saya
membolos sekolah bu “
Konselor Kamu merasa menyesal gak dengan apa yang kamu
lakukan itu “!”
Konseli Menyesal bu !
Konselor Nah sekarang kamu kan sudah menyadari kesalah
kamu,lalu rencana kamu apa utuk merubah
kesalahanmu ?
Konseli “ berusaha untuk rajin masuk sekolah bu “
Konselor “masak usahamu Cuma itu saja!”
Konseli “ berusaha untuk bngun lebih pagi bu,
Konselor “ apa usaha kamu supaya bisa bangun lebih pagi ?”
Konseli “ meminta bapak dan mbah untuk membangunkan ?”
Konselor “ lalu jika bapak dan mbah kamu semisal lupa
bangunin kamu , atau bisa jadi kamunya yang susah
di bangunin gimana coba ?”
Konseli “ itugak mungkin bu karena bapak saya bngunya
selalu pagi, dan mengenai susah bngun, ingsyaalah
saya usahakan karna saya pengen berubah saya yang
dulunya susah di banguninn berusaha untuk tidak
malas bngun bu ”
Konselor “ iya saya pegang ya janji kamu , dan saya hargai vito Komitmen
usaha kamu untuk berubah”
Konseli “ iya bu “
Konselor “misalkan begini seandainya jika teman kamu
mengajak kamu untuk membolos, kamu bilang gak
mau,terus temen kamu mengancam kamu,apa yang
kamu lakukan? apa kamu akan ikut-ikutan membolos
lagi?
Konseli “ saya gak takut bu karna saya benar, kalaupun saya di
ancam saya akan laporkan ke guru bk setelah itu saya
laporkan bapak saya bu”
Konselor “ baiklah ““ibu pegang janji kamu fito, dan ibu akan Clarification
selalu memantau terus perkembangan kamu mulai
besok akan selalu cek mualai dari kehadiran kamu”
Konseli “ Iya bu “
Konselor “Ya sudah, karena kamu sudah mengerti dimana
masalahmu dan kamu akan mengatasinya sendiri,
kamu akan mencoba merubah prilaku membolos dan
mengubah kebiasaan kamu yang kurang baik seperti
maen belyard sepak bola, dan nonton TV tadi
mengubahnya dengan kebiasaan yang lebih
bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri.”

Konseli “Iya bu insyaALLAH.”


Tahap Penutup
Konselor “Baiklah, konseling hari ini ibu rasa sudah cukup Resume
kamu bisa kembali ke kelas. Konseling ini kita
lanjutkan minggu depan dan saya mengucapkan terima
kasih sudah mau datang untuk konseling hari ini.”

Konseli “Iya bu sama-sama. Semoga dengan konseling ini saya


menjadi lebih baik.”
Konselor “Iya saya akhiri Assalamukalaiku Wr. Wb.”
Konseli “Walaikumsalam Wr. Wb.”

B. Tempat dan Waktu :


 Ruang Kelas VII F / 09 : 05 – 09 : 30 WIB

Nama Kegin Respon


Tahap Awal
Konseli “Assalamualaikum bu” Acceptance
Konselor “Waalaikum salam Wr Wb , silakan masuk dan silakan
duduk vito”
Konseli “Iya bu terimakasih “
Konselor “ Bagaimana Kabarnya Hari ini Vito ?” Topik netral
Konseli “ Alhamdulilah baik bu “
Konselor “sudah makan apa belum tadi pagi “?
Konseli “ Sudah bu alhamdulilahh “
Tahap Kegiatan
Konselor “ Tadi pagi bangun jam berapa Vito ?” Opening
Konseli “ Jam setengah 6 bu “
Konselor “ sholat subuh gak tadi pagi ?”
Konseli “ Tidak bu soalnya bangunya sudah kesiangan bu “
Konselor “ biasanya bngunya jam berapa ?”
Konseli “ udah seminggu ini bngunya jam limanan bu “ Eksplorasi
Konselor “ bangun jam 5 itu ngapain saja vito aktifitas kamu ?”
Konseli “ Sholat, mandi trus sarapan kadang-kadang nyapu ,
trus berangkat sekolah bu ?”
Konselor “ Berangkat Sekolah Jam berapa ?”
Konseli “ Jam setengah 7 kurang bu sampek sekolahan jam
setengah 7nan lebih?”
Konselor “ oke’’ lalu kegiatanmu di rumah setelah pulang
sekolah itu ngapain saja selama seminggu ini ?”
Konseli “ sholat, makan, tidur siang bu kadang , trus jam 3an
kadang maen bola, sholat magrib, belajar , sholat isak,
nonton Tv bu, trus jam 9 kadang jam 10 tidur.”
Konselor “ menurut kamu ada perubahan gak minggu ini dengan
minggu-minggu kemaren?”
Konseli “ Ada bu yang biasanya saya bangun siang sering
terlambat, sering maen bilyart sekarang sudah mulai
berkurang dan saya ngrasa menjadi lebih baik dari
yang kemaren”
Konselor “ lalu apa rencana kamu selanjutnya mengenai ini “
Konseli “ saya akan mencoba untuk pertahankan ini semua dan
saya akan menjadi yang lebih baik dari yang kemaren
bu ”
Tahap Penutup
Konselor “ ya saya sangat senang karena kamu sudah mau Resume
berubah menjadi yang lebih baik, dan saya senang
karena kamu sekarang sudah mau masuk sekolah
dengan tertib dan tidak membolos lagi. Tetap semangat
selalu di tingkatkan belajarnya ”
Konseli “iya bu , makasih karena ibu sudah mau membantu
saya dan memotivasi saya untuk menjadi yang lebih
baik”
Konselor “ iya sama-sama vito ibu doakan semoga sukses
kedepanya ya”
Konseli “ iya bu, aminn ya robal alamin”
Konselor “ ya sudah sekiranya sudah cukup pertemuan
konseling pada hari, semoga bermanfaat , selamat pagi
dan wasalamualaikum Wr. Wb.”
Konseli “ Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh”

Nama : Doni kusuma (Nama samaran)


Jenis Kelamin : laki-laki
Tempat/Tgl lahir : tegal,17 febuari 1997
Pekerjaan : Pelajar kelas 3 SMA
Umur : 18 tahun
Agama : Islam

Konseli : Assalamualaikum
Waalaikumsalam
Konselor :
Silahkan duduk, Doni. Pilih tempat duduk yang paling nyaman.
Konseli : Iya pak, terimakasih, saya duduk disini saja.
Bagaimana kabarnya Doni?
Konselor :
Kemana saja tadi nggak kelihatan di kelas?
Konseli : Saya tadi keluar, ngopi sama temen-temen pak
Kpnselor Pasti seru kalo ngopi bareng teman-teman ya?
Konseli : Iya pak, seru sekali
Baiklah, sehubung dengan kedatangan Doni menemui saya,
Konselor :
mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan saya?
Iya pak. Begini, saya mempunyai masalah dengan kebiasaaan buruk
Konseli :
saya.
Konselor : Bisa diceritakan masalah seperti apa yang dialami Doni?
Konseli : Ya begini pak, saya ini merasa tidak bisa lepas dari rokok
Konselor : Dengan kata lain Doni merasa kecanduan rookok?
Konseli : Ya, seperti itulah pak Yang saya alami sekarang
Ehm… begitu ya Doni?
Konselor :
Apakah Doni cuma kecanduan pada rokok atau ada kecanduan lain?
Tidak pak, hanya pada kebiasaan merokok yang sangat sulit untuk
Konseli :
diubah. Saya merasa berat untuk tidak merokok.
Konselor : Ketika Doni merokok, biasanya apa yang sedang Doni lakukan?
Konseli : Ya saya duduk-duduk dengan teman.
Apa yang membuat Doni tidak bisa lepas dari rokok? Padahal Doni
Konselor :
tau kan merokok itu berpengaruh buruk untuk kesehatan?
Ya karena, saya rasa ada yang aneh kalo saya tidak menghisap
Konseli :
rokok ketika bersama teman-teman. Rasanya malu pak.
Hmm, dengan kata lain, Doni kecanduan karena tidak mau di
Konselor :
permalukan teman-teman?
Konseli : Iya pak.
Konselor : Dengan situasi seperti ini, apa yang Doni harapkan saat ini?
Ya saya ingin berubah pak. Berubah untuk menghilangkan
Konseli :
kebiasaan merokok saya.
Hmm. Saya senang sekali dengan apa yang diharapkan oleh Doni,
Konselor :
bahwa Doni ingin berhenti merokok.
Iya pak. Kalau terus-terusan merokok pasti kesehatan saya akan
Konseli :
terganggu.
Baiklah, dari awal tadi kita sudah membicarakan masalah Doni,
bahwa Doni mempunyai kebiasaan buruk, yaitu merokok. Dan Doni
ingin menghentikan kebiasaan buruk itu.
Konselor : Lalu, apa yang akan Doni lakukan untuk mendukung keinginan
Doni untuk lepas dari kebiasaan merokok? Mungkin ada ide dari
diri Doni sendiri? Karena yang menentukan keberhasilan juga dari
diri Doni sendiri.
Begini pak, saya banyak membaca tips-tips untuk menghentikan
kebiasaan merokok, yaitu dengan menggantinya dengan permen
Konseli :
karet, atau mencari kesibukan lain. Bisa juga menghindari sebab-
sebab yang membuat kita ingin merokok.
Konselor : Hmm, bagus sekali Doni sudah membaca beberapa tips berhenti
merokok. Lalu, untuk menjauhi sebab-sebab keinginan merokok
Doni, apa yang akan Doni lakukan?
Saya biasanya merokok saat berkumpul dengan teman-teman,
karena teman-teman saya banyak yang merokok dan jika tidak
Konseli : merokok akan di permalukan pak. Jadi, mungkin saya akan
mengurangi inensitas kumpul bareng mereka, atau memberitahu
mereka bahwa saya sedang dalam proses berhenti merokok.
Hmm. Bagus sekali, setidaknya Doni sudah memiliki alternatif
pemecahan permasalahannya. Supaya tidak lupa dengan apa yang
Konselor :
akan Doni lakukan, bagaimana kalu tindakan yang akan Doni
lakukan sebaiknya dicatat dan diketahui oleh saya.
Konseli : Kenapa harus ditulis pak?
Ya supaya Doni tidak lupa dengan apa yang akan dilakukan. Jadi
Konselor : Doni harus berpedoman dengan apa yang Doni tulis tersebut.
Apakan Doni bersedia?
Konseli : Iya pak saya bersedia
Ini saya berikan kertas, dan sekarang Doni tulis apa yang akan
Konselor :
dilakukan oleh Doni
Konseli : Iya pak, saya sudah menulisnya.
Baiklah Doni, sekarang kertas ini silahkan dibawa dan setiap mau
melakukan sesuatu silahkan melihat dan menerapkan apa yang ada
Konselor : dalam isi tulisan kertas tersebut, dan saya yakin jika Doni
melakukannya bersungguh—sugngguh maka permasalahan Doni
akan hilang.
Konseli : Iya pak,nanti akan saya laksankan
Konselor : Mulai kapan Doni akan melaksanakannya?
Konseli : Ya secepatnya pak, mulai besok akan saya laksanakan
Ya, lebih cepat lebih baik Doni. Dan semoga berhasil.
Konselor :
Bagaiman Doni, ada hal lain yang ingin diceritakan ke saya?
Konseli : Untuk sementara itu saja pak.
Sebelum kita mengakhiri Konseling ini, Doni harus melaporkan
Konselor :
hasilnya ke saya mengenai kelanjutan proses Konseling ini
Iya pak. Meinggu depan saya akan datang dan ngobrol-ngobrol lagi
Konseli : membicarakan tindak lanjut dari apa yang akan saya lakukan tadi.
Saya pamit dulu pak. Asalamualaikum
Konselor : Walaikum alam, hati-hati nak Doni.

Nama Klien Riyan ( RY )


Kelas: XII IPA 2
Sekolah : SMK

Ki : “Permisi, selamat siang bu ?”


Ko : “ iya, selamat siang, silahan masuk !”
Ki : “ maaf bu, mengganggu sebentar, apa ibu ada waktu untuk konseling ?”
Ko : “ oh tentu saja ada, kebetulan saya sedang tidak sibuk, mari silahkan
duduk!”
Ki :“ iya, terimakasih bu.”
Ko : “ emm....maaf sebelumnya kn qt belum saling kenal, perkenalkan nama
saya debi. Kamu bisa panggil mbak atau ibu. Kalau boleh tahu nama anda
siapa ?
Ki : “ iya bu, nama saya Rian”
Ko : “ saya senang berkenalan dengan anda, kalau saya boleh tau mas Rian tahu
alamat tempat saya ini dari siapa ?
Ki : “ Saya tahu dari teman saya bu, yang kebetulan murid ibu.”
Ko : “ oww, begitu ? kalau saya boleh tahu mas rian ini asalnya dari mana ?
Ki : “ saya dari ungaran bu.
Ko : “ Oww ya deket ya dari sini ? ngomong2 mas rian ini kelas berapa ?
Ki : “ iya bu, saya masih kelas XI .
Ko : “kelas 2 ? sekolah dimana mas ?”
Ki : “Saya sekolah di SMK bu.”
Ko : “Kalau saya boleh tahu ambil jurusan apa mas ?”
Ki : “Saya ambil jurusan otomotif bu.”
Ko : “OK,bagaimana kabar mas rian hari ini ?”
Ki : “ iya bu, kalau secara fisik saya sehat bu, tapi hati saya sedang bingung
bu.”
Ko : “ Bingung kenapa ya mas? Apa ada masalah ?
Ki : “ Begini bu, dalam waktu dekat ini kan sudah mau kenaikan kelas,
sedangkan saya banyak tertinggal pelajaran.
Ko : “ emm......kalau saya boleh tahu kenapa kok sampai ketinggalan
pelajaran ?”
Ki : “ soalnya kn saya sering membolos sekolah bu.”
Ko : “mas rian sering bolos sekolah ? itu membolosnya karena apa ya mas ?
Ki : “saya sering bangun kesiangan, karena malamnya saya banyak begadang.”
Ko : “ oww begadang ya? mas rian begadang ada kepentingan apa ?
Ki : “ sebenarnya bukan kepentingan bu, tapi saya termasuk anggota klub
motor jadi hampir setiap malam saya begadang, kumpul bareng teman2 saya.
Ko : “emm begitu ? setiap mas rian begadang dan tongkrong2 bareng teman apa
orang tua mas rian tahu?”
Ki : “ahh orang tua saya itu tidak mau tahu bu, mereka sibuk dengan
pekerjaannya.”
Ko :“ kalau saya boleh tahu orang tua anda kerja apa ?”
Ki : “ ayah saya bekerja sebagai kontraktor, sedangkan ibu saya mengurus
butiknya. Saya di rumah hanya dengan pembantu saya.”
Ko : “oww begitu ? apa mas rian tidak punya saudara kandung ?”
Ki : “Punya kakak perempuan, tapi sekarang sudah berkeluarga dan sekarang
tinggal bersama suaminya.”
Ko : “emm jadi mas rian tidak mendapatkan perhatian orang tua lalu mas rian
bebas mau ngapain begitu?”
Ki : “ iya bu, seperti itu.”
Ko : “Ok, kalau begitu silahkan diceritakan lebih lanjut mengenai kegiatan yang
anda lakukan waktu anda tongkrong dengan teman2 anda!”
Ki : “ begini bu, waktu saya, tongkrong sampai malam, yang dilakukan ya
merokok, minum2man keras, sampai ikut balapan liar sampai dini hari.”
Ko: “ emmm....ya..ya..ya.....lalu?
Ki : “ ya......karena itu, saya sering bangun kesiangan dan sering bolos sekolah.”
Ko :” emmm.....kalau saya boleh tahu, apa yang anda rasakan ketika anda
tongkrong2, minum2man keras,balapan liar?”
Ki : “ ya...kalau pada waktu baren teman2 saya merasa senang bu, tapi setelah
saya pikir2 ternyata banyak ruginya.”
Ko :” ok, tadi kn anda mengatakan banyak ruginya? Nah tolong jelaskan
kerugian yang seperti apa yang anda rasakan?”
Ki : “ ya....seperti bangun kesiangan tadi bu, waktunya berangkat sekolah malah
jadi males dan akhirnya saya membolos ?”
Ko : “ oww begitu ? anda kan sudh tahu baik buruknya, lalu rencana anda
kedepan dalam wkt dekat ini apa?”
Ki : “ ya begini bu, saya itu pengen keluar dari anggot klub motor itu supaya
lebih serius dengan sekolah saya, tapi saya bingung harus bagaimana bu.”
Ko : “ Berarti dalam hati kecil kamu ada keinginan untuk berubah ya ?”
Ki : “ iya bu, saya tidak mau mengecewakan orang tua saya yang sudah bekerja
keras menyekolahkan saya dan untuk masa depan saya, tapi saya bingung
bagaimana caranya untuk keluar dari klub motor itu ?”
Ko : “ anda bingung bagaimana caranya untuk keluar dari klub motor itu?
Emm.....kalau saya boleh tahu, hal apa saja yang sudah anda lakukan untuk
keluar dari klub motor itu?
Ki : “ Setiap teman saya datang untuk mengajak tongkrong saya selalu alasan,
capeklah, ga enak badan lah, seperti itu bu. Lalu sekarang ini say a juga sudah
jarang ikut tongkrong2 bu.
Ko : “ ok, anda kn sudah berusaha untuk menghindari teman2 anda dan tidak
tongkrong bersama merka, nah kalu begitu, Lebih ditingkatkan lagi usaha anda
itu untuk menghindari teman2 anda agar anda menjadi lebih baik lagi.”
Ki : “ iya bu, saya akan mencobanya, terimakasih atas bimbingannya, kalau
begitu saya pamit dulu bu, kebetulan ini saya ada acara.”
Ko : “ iya, kalau besuk masih ada sesuatu yang ingin anda bicarakan,silahkan
datang kesini lagi. Dan saya akan lihat perkembangan anda dalam waktu dekat
ini.
Ki :“iya bu, terimakasih. Selamat siang.”
Ko : “ Sama-sama, hati-hati di jalan.

Anda mungkin juga menyukai