Anda di halaman 1dari 9

ARTIKEL KESEHATAN

1. SAYURAN SEHAT

Sayuran merupakan produk alami alam yang sangat baik untuk kesehatan tubuh,namun
seringkali sebagian orang mengartikan salah terhadap fungsi dan manfaat dari sayuran. berikut
6 jenis sayuran dan buah yang membahayakan dalam kondisi tertentu.

Yang pertama adalah bayam. Bayam kerap dijuluki sebagai rajanya sayuran. Hal itu tidak
mengherankan karena bayam mempunyai kandungan zat besi yang berlimpah. Zat besi sendiri
sangat diperlukan tubuh untuk kesehatan darah. Selain zat besi bayam juga mengandung
vitamin dan mineral seperti natrium, kalium dan lain sebagainya. Tetapi agar mengkonsumsi
bayam sarat khasiat, maka perlu diperhatikan bagaimana cara mengolahnya.

Menyimpan bayam terlalu lama di lemari es jelas tidak dianjurkan. Hal itu bisa menyebabkan
kadar nitritnya semakin tinggi. Dalam 2 minggu saja kadar nitritnya akan meningkat sampai 300
mg/kg. Sebagai perbandingan, bayam segar yang baru dicabut saja sudah mengandung
senyawa nitrit kurang lebih 5 mg/kg.

Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun bagi tubuh
manusia. Nitrit bila bereaksi dengan zat besi pada sel darah merah bisa berbahaya. Hal itu
menimbulkan kesulitan pada hemoglobin untuk mengikat oksigen.

Bayam juga wajib dicuci sebelum dimasak. Hal itu berguna untuk menghindari kandungan
pestisida dan torch yang masih menempel pada daun atau batangnya. Juga jangan memasak
bayam menggunakan panci alumunium. Hal itu bisa berbahaya. Zat besi kalau bereaksi dengan
alumunium bisa menghasilkan racun juga.

Dalam memasak bayam pun tidak boleh terlalu lama. Apalagi kalau dipanaskan berulang-ulang.
Juga jangan mengkonsumsi bayam lebih dari 5 jam sejak dimasak. Mengkonsumsi bayam yang
baik adalah sesaat setelah dimasak. Jadi jangan sampai yang tadinya mengharapkan khasiat,
yang terjadi justru menjadi racun bagi tubuh kita.

Nah,kalau bayam lebih memperhatikan pada proses penyajiannya, berbeda dengan durian dan
bawang putih. Pada kedua tanaman itu akan berbahaya kalau mengkonsumsinya secara over
dosis. Durian misalnya, pada setiap 100 gramnya mengandung antara 120-180 kalori. Tentu
saja akan terjadi ledakan energi instan yang dahsyat saat Anda mengkonsumsi sekurangnya 4
buah durian. Dan ini tentu saja akan sangat berbahaya bagi ibu hamil, penderita hipertensi,
penyakit jantung dan diabetes. Juga jangan sekali-kali mencoba mengkonsumsi durian
bersamaan dengan minuman beralkohol. Hal itu sangat berbahaya sebab bisa menimbulkan
kematian.

Lain durian lain pula bawang putih. Umbi yang satu ini mempunyai banyak khasiat. Selain
digunakan sebagai bumbu dapur, ekstraknya ternyata terbukti menunda kerut-kerut di wajah
dan tubuh pada wanita usia kepala empat. Selain itu mengandung anti kolesterol sehingga

dapat mencegah serangan jantung.

Tetapi hati-hatilah jika mengkonsumsi bawang putih dalam keadaan mentah. Jangan terlalu
banyak. Cukup seujung jari sehari. Karena jika terlalu banyak akan menyebabkan kekurangan
butir darah merah. Pun dalam satu hari, dilarang mengkonsumsi bawang putih lebih dari tiga
siung karena akan mengakibatkan diare, demam, bahkan menimbulkan pendarahan lambung.

Selanjutnya buah dan sayur yang menjadi pantangan bagi ibu hamil. Sebut saja pare, nanas
dan pepaya muda. Sayur pare dan pepaya muda diindikasikan bisa menyebabkan keguguran
pada ibu hamil. Kandungan papain enzim proteolitik yang terdapat di dalamnya bisa
menginduksi terjadi keguguran. Selain itu pepaya muda mengandung carpain, sejenis alkaloid
yang berbahaya bila dikonsumsi oleh ibu hamil dalam jumlah yang sangat banyak. Tapi bagi ibu
hamil penggemar pepaya muda, tidak perlu terlalu khawatir juga. Pepaya muda bisa saja aman
dikonsumsi bila diolah atau dimasak terlebih dahulu.

Dan inilah buah nanas. Ia berfungsi sebagai antioksidan karena kandungan vitamin A dan C-
nya tinggi. Nanas juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium,
dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Enzim ini berkhasiat sebagai anti radang, membantu
melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan
seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit.

Tetapi ternyata nanas juga dapat menggugurkan kandungan. Makanya perempuan hamil
dilarang memakan buah satu ini. Selain itu nanas juga bisa memicu rematik. Kadar gula yang
cukup tinggi pada nanas disinyalir juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Jadi para
penderita diabetes sebaiknya tidak berlebihan mengkonsumsi buah ini.
Nanas pun mempunyai efek tidak menyenangkan setelah kita mengkonsumsinya. Mulut dan
lidah akan terasa gatal. Tetapi menghindari hal itu gampang kok. Rendamlah nanas dalam air
garam sebelum dimakan.

Demikianlah Contoh Artikel Kesehatan tentang beberapa sayur dan buah yang pantas dijadikan
perhatian karena selain menguntungkan bisa juga membahayakan tubuh kita kalau kita tidak
tahu aturannya.
2. NUTRISI UNTUK OLAH RAGA LARI

Lari merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat bagus untuk membakar lemak. Tidak
heran banyak orang yang melakukan olahraga ini demi menjaga berat badan dan
kesehatannya.

Namun, ada hal yang belum diketahui oleh para orang-orang yang sering dan rutin melakukan
olahraga lari. Apa hal tersebut?

Ada 3 nutrisi penting yang harus dijaga oleh para pelari agar kesehatan tubuhnya tetap terjaga.
Meskipun olahraga lari secara umum membuat badan sehat, tetapi jika dilakukan tanpa
memperhatikan nutrisi-nutrisi di dalam tubuh tercukupi atau tidak, maka lari bisa menyebabkan
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Apa saja ke-3 nutrisi tersebut?

1. Karbohidrat

Nutrisi pertama yang harus tercukupi oleh pelari adalah karbohidrat. Jika kita berlari dengan
jarak yang jauh dan itensitas tinggi, namun hanya diimbangi dengan karbohidrat yang rendah,
maka itu sama saja dengan mengendarai suatu mobil tanpa memakai bahan bakar.Meskipun
kita sudah mengkonsumsi minuman berenergi, namun asupan karbohidrat yang paling baik
yaitu bersumber dari makanan alami yang mengandung gizi. Makanan yang paling banyak
mengandung karbohidrat yaitu seperti ubi jalar, nasi, gandum, dan masih banyak lagi.

2. Zat Besi

Nutrisi yang harus dipenuhi selanjutnya yaitu zat besi. Zat besi memiliki peran penting untuk
membantu pembentukan sel darah merah, yang mana selanjutnya akan membawa oksigen ke
dalam otot tubuh.Saat berlari, otot akan bekerja dengan keras. Sehingga membutuhkan asupan
zat besi yang cukup. Sumber-sumber makanan yang paling banyak mengandung zat besi
adalah jenis kacang-kacangan, daging merah, ikan, tahu, dan bayam.
3. Sodium

Nutrisi yang ketiga adalah sodium, seorang pelari sangat memerlukan sodium ketika berlari.
Hal ini karena sodium memiliki peran penting pada saat berlari, yaitu sebagai pemenuh
kebutuhan cairan tubuh.Bagi orang yang memiliki keringat asin, sodium merupakan kebutuhan
penting yang harus terpenuhi. Ciri-ciri orang yang memiliki keringat asin yaitu ketika keringat
yang keluar dari area muka mengenai mata, maka mata akan terasa perih.

Sumber makanan dan minuman yang mengandung sodium adalah keju, roti, sup, dan jenis
minuman berenergi.

Demikian ke-3 nutrisi yang harus dipenuhi oleh para pelari aktif dan rutin. Jangan karena ingin
hidup sehat, tapi melalaikan kebutuhan nutrisi di dalam tubuh. Karena tubuh membutuhkan
nutrisi yang cukup untuk menjaga ketahanan tubuhnya.
3. MANFAAT KACANG HIJAU UNTUK KESEHATAN

Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan penting
Di Indonesia, tanaman ini menempati urutan ketiga setelah kedelai dan kacang tanah, baik
mengenai luas areal penanaman dan produksinya maupun peranannya sebagai bahan
makanan.
Tanaman ini merupakan tanaman semusim berumur pendek, lebih kurang 65 hari Biji kacang
hijau mempunyai kandungan protein sebanyak 24,4%, lemak 1%, dan karbohidrat 64,6%.
Selain itu menurut (Marzuki dan Soeprapto, 2007), tanaman ini mengandung vitamin B1,
vitamin A dan C. Biji kacang hijau sebagian besar dikonsumsi untuk bahan makanan seperti
tauge, sup, bubur, tepung, minuman dan tahu.
Di Indonesia sebaran daerah produksi kacang hijau adalah Nangroe Aceh Darussalam,
Sumatera Barat dan Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara
dan Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pulau Jawa merupakan penghasil utama kacang hijau di Indonesia, potensi lahan kering daerah
tersebut yang sesuai ditanami kacang hijau sangat luas. Kacang hijau adalah sejenis tanaman
budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku
polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai
sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.
Penanaman kacang hijau sama halnya dengan kacang kedelai yaitu selalu bertambah luas dari
tahun ke tahun, namun produksinya tidak meningkat,Kacang hijau memiliki kandungan protein
yang cukup tinggi sebesar 22% dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium
dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Kandungan
kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang.
Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin
menghindari konsumsi lemak tinggi. Tak hanya itu Kadar lemak yang rendah dalam kacang
hijau juga menyebabkan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak
mudah berbau.
Kandungan gizi kacang hijau Nilai Kandungan Gizi Kacang Hijau per 100 g, kacang hijau, biji
matang, mentah dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Kandungan Gizi Kacang Hijau dan Gandum per 100 gr Bahan.

Kandungan Gizi Kacang Hijau Gandum

Kalori (kal) 323 327

Protein (g) 22 12,61

Lemak (g) 1,5 1,54

Karbohidrat (g) 56,8 71,18

Kalsium (mg) 223 29

Zat besi (mg) 7,5 3,19

Fosfor (mg) 319 228

Vitamin A (SI) 157 0

Vitamin B1 (mg) 0,46 0,38

Vitamin C ( mg) 10 0

Air (g) 15,5 13,1

Sumber : Retnaningsih, et al (2008)


Secara tradisi, ibu-ibu hamil sering dianjurkan minum kacang hijau agar bayi yang dilahirkan
mempunyai rambut lebat. Kandungan kalsium dan kandungan fosfor kacang hijau bermanfaat
untuk memperkuat kerangka tulang. Kandungan lemaknya juga jauh lebih rendah dari kedelai.
Oleh karena itu, kacang hijau sangat baik bagi orang yang ingin menghindari konsumsi lemak
tinggi. Kacang hijau juga mampu menjaga kesehatan jantung karena kandungan lemak tak
jenuhnya mencapai 73 persen.
Secara Garis Besar Kacang Hijau Mempunyai Manfaat Sebagai Berikut :

1. Sumber mineral
Kacang hijau adalah makanan yang menjadi salah satu sumber mineral. Beberapa mineral
penting yang terkandung di dalamnya adalah kalium, magnesium, asam folat, seng, besi, dan
fosfor. Kalium dan magnesium penting untuk menjaga kesehatan jantung

2. kaya serat
Kacang hijau juga merupakan sumber makanan yang kaya akan serat, serat larut dan tidak
larut. Serat tidak larut membantu menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat dan mengurangi
masalah sembelit. Sedangkan serat larut membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah
dan menjaga kadar gula darah

3. kaya protein
Sebagai nutrisi yang dapat membangun tubuh, Anda harus mendapatkan asupan protein yang
cukup setiap hari. Berbeda dengan protein hewani yang seringkali masih mengandung lemak
jenuh, kacang hijau adalah salah satu sumber protein nabati yang baik tanpa kadar lemak
jenuh.

4. untuk kesehatan jantung


Manfaat hebat lain dari kacang hijau adalah baik untuk kesehatan jantung. Mengonsumsi
kacang hijau secara teratur membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan
fleksibilitas dari arteri dan vena.

5. memiliki efek detoksifikasi


Kacang hijau memiliki manfaat detoksifikasi tubuh dan meningkatkan metabolisme. Dalam
pengobatan alami di China dan India, kacang hijau sering dianjurkan untuk detoksifikasi
(pengeluaran racun) dalam tubuh dan menyembuhkan penyakit kronis.

6. menurunkan berat badan


Kacang hijau yang rendah kalori (tidak dimasak dengan santan dan kaya gula) adalah sumber
serat yang bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, keinginan untuk ngemil akan
tertahan. Ini hal positif bagi anda yang mengiginkan diet secara sehat dan alami.
REFERENSI

1. Moody, K. 1979. Weed Control in Tropical Legumes. Symposium Weed Control in


Tropical Crop. Weed Science Society of The Phillipines, Inc. Manila
2. Hartono, R., dan Purwono. 2005. Kacang Hijau. Penebar Swadaya. Jakarta.
3. Rukmana, R. 1997. Kacang Hijau; Budidaya dan Pascapanen. Kanisius.Yogyakarta.
4. Soeprapto., dan T. Sutarman. 1991. Bertanam Kacang Hijau. Swadaya.
AnggotaIKAPI. 35 hlm
5. Marzuki, R., dan H.S. Soeprapto. 2007. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya.
Jakarta