Anda di halaman 1dari 30

PENGANTAR

PERENCANAAN TAMBANG
TAHAP-TAHAP KEGIATAN PERTAMBANGAN

PROSPEKSI

EKSPLORASI

EVALUASI (STUDI KELAYAKAN) Evaluasi Sumberdaya

TDK MENGUNTUNGKAN MENGUNTUNGKAN Cadangan

Arsip PERENCANAAN TAMBANG

EKSPLOITASI
Dijual ke pihak ke-3
PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

Perencanaan teknis Perencanaan ekonomis METALURGI EKSTRAKTIF &


PEMURNIAN

Studi AMDAL
PEMASARAN
REFERENCES:
1) Jayanta Bhattacharya , “Principles of Mine Planning”-Allied publishers
,Delhi 2003.
2) Hustrulid.W and Kucha.M , “Fundamendals of openpit planning and
design” ,1995.
3) SME handbooks,vol 1,2,3.
4) Hartman.H.L.,”Introductory to Mining Engineering”
PERENCANAAN
Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembangan daripada tindakan
yang paling baik untuk pencapaian tugas (Garth N. Jone, 1994)

Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan


yang mendekati (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan
kemudian (Abdulrachman, 1973)

Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta


menggunakan asimusi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan
menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan
untuk mencapai hasil tertentu (Terry, 1975)

Perencanaan :
Proses memerlukan pemilihan dan pemikiran berdasarkan fakta-fakta
yang ada dan menerapakan asumsi-asumsi mendatang untuk mencapai
tujuan
PERENCANAAN TAMBANG

 Penentuan tujuan dan sasaran kegiatan yang ingin dicapai.


 Proses persiapan secara sistematik mengenai kegiatan yang akan
dilakukan.
 Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan menggunakan sumber
dan kemampuan yang tersedia secara berdaya guna dan berdaya
hasil.
 Pembahasan dari persoalan, kemungkinan dan kesempatan yang
dapat terjadi yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan.
 Penentuan dari tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan
berdasarkan analisa tujuan dan kesempatan.
FUNGSI PERENCANAAN TAMBANG
• Pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan
dalam pencapaian tujuan.
• Perkiraan terhadap masalah pelaksanaan, kemampuan, harapan,
hambatan dan kegagalannya mungkin terjadi.
• Usaha untuk mengurangi ketidakpastian.
• Kesempatan untuk memilih kemungkinan terbaik.
• Penyusunan urutan kepentingan tujuan.
• Alat pengukur atau dasar ukuran dalam pengawasan dan penilaian.
• Cara penggunaan dan penempatan sumber secara berdaya guna
dan berdaya hasil.
TUJUAN PERENCANAAN TAMBANG
 Melaksanakan penambangan yang secara teknis sesuai dengan metode kerja yang
sistematis, ramah lingkungan dan mengikuti kaidah-kaidah kesehatan dan
keselamatan kerja
 Menghasilkan produk (tonase) pada tingkat produksi yang telah ditentukan dengan
biaya yang semurah mungkin.
 Menghasilkan aliran kas (cash flow) yang akan memaksimalkan beberapa kriteria
ekonomi seperti rate of return (RoR) atau net present value (NPV)..

Apa itu RoR dan NPV..?


RoR adalah laba atas investasi. Tingkat pengembalian atas tingkat bunga yang diterima investor
atas investai yang tidak diamortisasi.
Gampangnya : Suatu investasi layak dilakukan bila laju pengembalian (RoR) lebih besar dari laju
pengembalian diinvestasikan di tempat lain (deposito bank, reksadana, dll)
Net Present Value (NPV) adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan dengan
memperhatikan time value of maney.. NPV > 0, proyek dapat dilaksanakan
MASALAH DALAM PERENCANAAN TAMBANG
Merupakan masalah kompleks karena merupakan problem geometrik
tiga dimensi yang selalu berubah dengan waktu. Geometri tambang
bukan satu-satunya parameter yang berubah dengan waktu.
Parameter-parameter ekonomi penting yang lain pun sering
berubah terhadap waktu.

PENTINGNYA PERENCANAAN
• Tujuan tercapai sesuai keinginan
• Penyesuaian dengan cepat atas perubahan modal dan
parameter ekonomi
• Fungsi kontrol
The planning process have been typically broken down into 3 categories

Short range planning Medium range planning Long term planning

• short range planning • Medium range planning • long term planning which
where the day-to-day may extend from one assesses the overall
planning process is month to two years. It is profitability of a proposed
involved. This time frame here that the conceptual mining operation. Here
can typically range from pit designs are turned pits are designed with
one day to one or two into detailed designs to sufficient detail to
months depending on the be given to the short provide the necessary
type of operations and range planners. information as to
the tonnage of ores • The plan often deals with whether a deposit is of
extracted. the portion of the mine value to consider a more
• Address the daily area. detailed analysis. The
problems and concerns • They are undertaken to time frame is extended
with specific solutions. deal with a specific to life of the mine.
• These are reality problem in the mine or
operational plans ;they used in choosing a new
require a great amount of piece of mining
detail. equipment.
INFLUENCES OF DIFFERENT GROUPS ON
THE PLANNING PROCESS
Data and analysis Conceptual Long range Intermediate Short range
group range

Geology High Very high Very high Very high


Hydrogeology Low moderate moderate High
geotechnical moderate High High to Very high Very high
Financial analysis Moderate Very high Very high High
Environmental Low Moderate to high low Very high
science
Civil, mechanical Low Low to moderate High High
and electrical
engineering
Operation moderate high Very high Very high
research
Mining This is the group that pulls all the relevant data together.
engineering
Gambar perencanaan tambang
RUANG LINGKUP PERENCANAAN TAMBANG
Penentuan batas dari pit
Menentukan batas akhir dari kegiatan penambangan (ultimate pit limit) untuk
suatu cebakan bijih.
Menentukan berapa besar cadangan bijih yang akan ditambang (tonase dan
kadarnya) yang akan memaksimalkan nilai bersih total dari cebakan bijih
tersebut.
Dalam penentuan batas akhir dari pit, nilai waktu dari uang belum
diperhitungkan.
Penentuan pushback
Merancang bentuk-bentuk penambangan (mineable geometries) untuk
menambang habis cadangan bijih tersebut mulai dari titik masuk awal hingga
ke batas akhir dari pit.
Perancangan pushback atau tahap-tahap penambangan ini membagi
ultimate pit menjadi unit-unit perencanaan yang lebih kecil dan lebih mudah
dikelola.
Hal ini akan membuat masalah perancangan tambang tiga dimensi yang
kompleks menjadi lebih sederhana.
Pada tahap ini elemen waktu sudah mulai dimasukkan ke dalam rancangan
penambangan karena urut-urutan penambangan pushback telah mulai
dipertimbangkan
Penjadwalan produksi
• Menambang bijih dan lapisan penutup (waste) di atas kertas, jenjang demi jenjang
mengikuti urutan pushback, dengan menggunakan tabulasi tonase dan kadar untuk
tiap pushback yang diperoleh.
• Pengaruh dari berbagai kadar batas (cut off grade) dan berbagai tingkat produksi bijih
dan waste dievaluasi dengan menggunakan kriteria nilai waktu dari uang, misalnya
NPV. Hasilnya akan dipakai untuk menentukan sasaran jadwal produksi yang akan
memberikan tingkat produksi dan strategi kadar batas yang terbaik

Perencanaan tambang berdasarkan urutan waktu


• Dengan sasaran jadwal produksi, gambar/peta-peta rencana penambangan dibuat untuk
setiap periode waktu (biasanya per tahun).
• Peta-peta akan menunjukkan dari bagian mana di dalam tambang datangnya bijih
dan waste untuk tahun tersebut.
• Rencana penambangan tahunan ini sudah cukup rinci, di dalamnya sudah termasuk pula
jalan angkut dan ruang kerja alat, sedemikian rupa sehingga merupakan bentuk yang
dapat ditambang.
• Peta rencana pembuangan lapisan penutup (waste dump) dibuat pula untuk periode waktu
yang sama sehingga gambaran keseluruhan dari kegiatan penambangan dapat terlihat
Pemilihan alat
• Berdasarkan peta rencana penambangan dan perlakukan terhadap waste, dapat dibuat
profil jalan angkut untuk setiap periode waktu.
• Dengan mengukur profil jalan angkut ini, kebutuhan armada alat angkut dan alat muatnya
dapat dihitung untuk setiap periode (setiap tahun). Jumlah alat bor untuk peledakan serta
alat-alat bantu lainnya (dozer, grader, dll.) dapat dihitung juga

Perhitungan ongkos-ongkos operasi dan kapital


• Dengan menggunakan tingkat produksi untuk peralatan yang dipilih, dapat dihitung jumlah
gilir kerja (operating shift) yang diperlukan untuk mencapai sasaran produksi.
• Jumlah dan jadwal kerja dari personil yang dibutuhkan untuk operasi, perawatan dan
pengawasan dapat ditentukan.
• Terakhir : ongkos-ongkos operasi, kapital dan penggantian alat dapat dihitung
Pemilihan alat
• Berdasarkan peta rencana penambangan dan perlakukan terhadap waste, dapat dibuat
profil jalan angkut untuk setiap periode waktu.
• Dengan mengukur profil jalan angkut ini, kebutuhan armada alat angkut dan alat muatnya
dapat dihitung untuk setiap periode (setiap tahun). Jumlah alat bor untuk peledakan serta
alat-alat bantu lainnya (dozer, grader, dll.) dapat dihitung juga

Perhitungan ongkos-ongkos operasi dan kapital


• Dengan menggunakan tingkat produksi untuk peralatan yang dipilih, dapat dihitung jumlah
gilir kerja (operating shift) yang diperlukan untuk mencapai sasaran produksi.
• Jumlah dan jadwal kerja dari personil yang dibutuhkan untuk operasi, perawatan dan
pengawasan dapat ditentukan.
• Terakhir : ongkos-ongkos operasi, kapital dan penggantian alat dapat dihitung
BEBERAPA ISTILAH YANG HARUS DIPAHAMI

• Tambang (mine), berarti tempat lokasi bahan galian berada / ditambang.


• Penambangan (mining/exploitation) adalah kegiatan / proses.
• Pertambangan / industri pertambangan (mining industry) menunjukkan
jangkauan / ruang lingkup kerja.
• Kapasitas (capacity) satuannya m3 atau ton.
• Produksi (production), satuannya m3 /jam atau ton/jam, m3/hari.
• Produktivitas (productivity), satuannya m3/jam/orang atau ton/jam/orang.
CADANGAN (RESERVE)
Cadangan tereka/terduga/terkira (inferred/prossible raserve) perhitungannya hanya
didasarkan pada data dan informasi geologi serta percontoh dari singkapan yang ada,
kesalahan perhitungan (40% - 60%).
Cadangan terunjuk/terindikasi (indicated/probable reserve) perhitungannya kecuali
didasarkan pada data dan informasi yang lebih rinci juga dilengkapi dengan data pengeboran
inti. Data geologi dengan jarak kurang rapat (>50 m untuk endapan bijih; > 250 m untuk
endapan batubara), kesalahan perhitungan (20% - 40%).
Cadangan terukur/teruji (measured / proven reserve), perhitungannya diperoleh berdasarkan
data pemercontohan untuk sistematis dari pengeboran inti yang rapat (25 – 50 m untuk
endapan bijih; 100 – 250 m untuk endapan batubara), kesalahan perhitungan (<20%).
Cadangan tertambang (mineable reserve), yaitu cadangan terukur yang dapat ditambang
secara ekonomis. Satuannya m3 atau ton.
Cadangan terperoleh (recoverable reserve) adalah cadangan tertambang sesudah dikurangi
kehilangan (losses) atau produksi tambang yang dapat dijual; satuannya m3 atau ton.
KADAR BATAS (CUT OFF GRADE)
Ada dua pengertian :
Kadar (kekayaan) endapan bahan galian terendah yang masih memberikan
keuntungan apabila ditambang.
Kadar rata-rata terendah dari endapan bahan galian yang masih
memberikan keuntungan apabila ditambang.

Jelaskan satuan kadar mineral dan batubara


Contoh perhitungan kadar, tambahkan
KADAR BATAS PULANG POKOK
(BREAK EVEN CUT OFF GRADE = BECOG)

Dalam industri pertambangan dikenal pengertian kadar batas pulang pokok


(break even cut off grade = BECOG), dan dinyatakan dalam rumus :
KADAR BATAS PULANG POKOK
(BREAK EVEN CUT OFF GRADE = BECOG)
Dalam industri pertambangan dikenal pengertian kadar batas pulang pokok
(break even cut off grade = BECOG), dan dinyatakan dalam rumus :

Dimana :
Mine = Seluruh biaya penambangan (rupiah)
Mill = Seluruh biaya pengolahan atau pencucian (rupiah).
G&A = General & Administrative costs, biaya umum dan administrasi atau biaya tak langsung
(overhead)
SRF = Seluruh biaya peleburan (smelting), pemurnian (refining) dan Pengangkutan (freight),
(rupiah).
Mill Rec. = Perolehan pengolahan (mill recovery), %
Smelt Rec. = Perolehan peleburan dan pemurnian (smelting & refining recovery), %
Faktor = Faktor konversi ; bila dari 5 ke lb dipakai angka 20; bila dari % ke kg dipakai angka
22,046. Sedangkan untuk logam- logam mulia tidak diperlukan angka konversi ; karena
satuannya sudah troy oz/ton atau gr/ton.
KADAR BATAS PROSES
(PROCESS CUT OFF GRADE = PCOG)
Kadar batas ini disebut kadar batas proses atau pengolahan (process cut grade = PCOG)
yang diartikan sebagai kadar terendah bahan galian yang masih dapat menutupi biaya
pengolahan.

KADAR BATAS INTERNAL


(INTERNAL CUT OFF GRADE = ICOG)
Cara menghitungnya memakai rumus BECOG, tetapi tanpa memasukan biaya
penambangan, artinya biaya penambangannya dianggap nol.

KADAR SETARA (EQUIVALENT GRADE)


Istilah kadar setara hanya dikenal pada endapan-endapan bijih yang mengandung
lebih dari satu mineral berharga.
FAKTOR PENGEMBANGAN (SWELL FACTOR)
• Perbandingan antara volume alami (insitu) dengan volume berai (loose volume)
dikenal dengan istilah faktor pengembangan / faktor pemuaian / faktor pemekaran
(swell factor).

Rumusnya :
NISBAH PENGUPASAN (STRIPPING RATIO)
Nisbah pengupasan adalah perbandingan antara jumlah material penutup (overburden)
yang harus dikupas terhadap jumlah bahan galian yang akan dapat ditambang.

Dalam bentuk rumus untuk tambang bahan galian:


NISBAH PENGUPASAN PULANG POKOK
(BREAK EVEN STRIPPING RATIO, BESR)
Perbandingan biaya penambangan bawah tanah dengan biaya penambangan terbuka. Dalam
bentuk rumus:

NISBAH PENGUPASAN EKONOMIS


(ECONOMIC STRIPPING RATIO, BESR)
RUANG LINGKUP PERENCANAAN TAMBANG

PENENTUAN BATAS AKHIR TAMBANG


(ULTIMATE PIT LIMITS)
PENTAHAPAN KEMAJUAN PENAMBANGAN
(PUSHBACK).
PERANGKAT LUNAK PERENCANAAN TAMBANG
MINESCAPE, dari Mincom
Minescape adalah solusi lengkap bagi operasi tambang open cut dan underground.
MineScape memiliki fungsi pemodelan geologi dan desain tambang yang luas
sehingga menjadi solusi pertambangan terkemuka di Indonesia.

Minescape merupakan software perencanaan tambang terpadu yang dirancang


khusus untuk industri pertambangan mencakup semua aspek informasi teknis
tambang, mulai dari data eksplorasi hingga penjadwal produksi tambang

SURPAC, dari Gemcom