Anda di halaman 1dari 21

1

I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ayam merupakan sub phylum dari verterbrata yang memiliki class Aves.

Ayam digolongkan dalam class Aves (burung) karena memiliki bulu,

bersayap, kelompok hewan verterbrata, dan endotermik atau berdarah panas.

Seperti yang kita ketahui bahwa ayam telah didomestikasi oleh manusia untuk

dimanfaatkan daging maupun telurnya. Ayam tersebut berasal dari salah satu

keturunan subspesies ayam hutan merah atau ayam bangkiwa (bankiva fowl).

Ayam umumnya dapat di kawin silangkan dengan kerabat dekatnya seperti

ayam hutan hijau yang menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal

sebagai ayam bekisar. Ayam termasuk hewan yang mudah beradaptasi

disembarang tempat, asalkan ketersediaan makanan melimpah. Ayam yang

telah didomestikasi saat ini mudah untuk dijinakkan sehingga memudahkan

dalam pemeliharaan. Ciri unik dari ayam adalah pada sistem

perkelaminnannya yang diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan

pada fungsi fisiologi tubuhnya, maka ayam betina dapat bergantikelamin

menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman

(tidak bergerak) dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali

Metode yang dilakukan pada saat praktikum adalah dengan cara

mengamati secara langsung karakteristik tubuh ayam, kemudian mengukur

bagian-bagian tubuhnya, serta praktikan diberi penjelasan oleh laboran.

Berdasarkan uraian diatas, dapat diketahui bahwa penjelasan mengenai

anatomi dan morfologi eksterior pada ayam sangat penting dilakukan oleh
2

mahasiswa peternakan karena praktikum ini merupakan sebagai dasar untuk

meningkatkan produktivitas pada ayam.

1.2 Identifikasi Masalah

a. Bagaimana anatomi kerangka ayam?

b. Bagaimana anatomi dan morfologi ayam broiler?

c. Bagaimana anatomi dan morfologi ayam layer?

d. Bagaimana anatomi dan morfologi ayam kampung jantan?

e. Bagaimana anatomi dan morfologi ayam kampung betina?

1.3 Maksud dan Tujuan

Berdasarkan identifikasi masalah di atas dapat disimpulkan bahwa maksud

dan tujuan dari praktikum ini adalah :

a. Mengetahui dan mempelajari bagian-bagian anatomi dan morfologi

eksterior ayam

b. Mengetahui kegunaan mempelajari bagian-bagian anatomi dan morfologi

eksterior ayam untuk tujuan produksi dan meningkatkan produktivitas

pada ayam.

1.4 Manfaat Praktikum

a. Dapat mengetahui anatomi dan morfologi eksterior ayam

b. Dapat mengetahui tingkat produktivitas ayam

c. Dapat mengetahui kondisi kesehatan pada ayam

d. Dapat memudahkan dalam membedakan jenis kelamin ayam


3

1.5 Waktu dan Tempat

Hari, Tanggal : 15 Februari 2018

Jam : 07.30-09.30

Tempat : Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas

Peternakan Universitas Padjadjaran


4

II
KAJIAN KEPUSTAKAAN

2.1 Definisi Ayam

Ayam (Gallus sp) termasuk kelas aves. Tubuhnya ditutupi bulu yang

berfungsi sebagai pengatur suhu dan membantu pada saat terbang, memiliki dua

pang ekstermis mempunyai sepasang anggota belakang yang masing-masing kaki

berjari 4 serta di akhiri dengan cakar,serta mulutnya memilki paruh. Ayam juga

merupakan unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan sebagai

keperluan hidup pemeliharannya. Dalam praktikum kali ini ada tiga jenis ayam

yang diteliti yaitu ayam broiler, ayam layer dan ayam kampung. Anatomi dan
morphologi dari ketiga ayam tersebut berbeda.

2.2 Ayam Broiler

Ayam pedaging adalah jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa –

bangsa ayam yang memiliki produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi

daging ayam. Ayam pedaging atau yang lebih dikenal dengan ayam broiler ini

telah banyak dikonsumsi dan dikembangkan karena bernilai ekonomis dalam

bentuk daging (yuwanta, 2004). Ayam pedaging memiliki ciri fisik warna bulu

dominan putih, pertumbuhannya cepat, mempunyai karakteristik daging yang

baik, seperti pada bagian dada yang lebar, memiliki karakteristik daging banyak
dan bentuk badan yang lebih besar dari ayam kampung (Scott, 1982).

2.3 Ayam Layer

Ayam petelur merupakan ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara

khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam petelur adalah dari ayam hutan
5

yang telah didomestikasi dan diseleksi sehingga bertelur cukup banyak. Arah

seleksi ayam hutan ditujukan pada produksi yang banyak. Namun, karena ayam

hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari seleksi tadi mulai

spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan

broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu,

seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam

petelur putih dan ayam petelur cokelat (Rasyaf, 1997). Menurut Sudarmono

(2003), ayam tipe sedang memiliki ciri-ciri: 1) ukuran badan lebih besar dan lebih

kokoh daripada ayam tipe ringan, serta berperilaku tenang, 2) timbangan badan

lebih berat daripada ayam tipe ringan karena jumlah daging dan lemaknya lebih

banyak, 3) otot-otot kaki dan dada lebih tebal, dan 4) produksi telur cukup tinggi

dengan kulit telur tebal dan berwarna cokelat. Strain adalah klasifikasi ayam

berbasarkan garis keturunan tertentu melalui persilangan dari berbagai kelas,

bangsa, atau varietas sehingga ayam tersebut memiliki bentuk, sifat, dan tipe

produksi tertentu sesuai dengan tujuan produksi (Ningrum, 2011). Jenis-jenis


strain ayam petelur di Indonesia sangat beragam sebagai contoh:

1. Strain Isa White memiliki warna bulu putih dan menghasilkan telur

berwarna putih; mulai berproduksi pada umur 18--19 minggu; rata-rata

berat telur 63,1 g; bobot badan 1,775 g (Anonim, 2009).

2. Strain Isa Brown memiliki bulu cokelat kemerahan; mulai berproduksi

umur 18--19 minggu rata-rata berat telur 62,9 g; dan bobot badannya

2,015 g (Anonim, 2009).

3. Ayam ras Strain CP 909 memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan serta

termasuk ayam petelur tipe medium. Berat tubuh saat awal produksi

sekitar 1,5 kg dengan hen day 5% sdan pada saat akhir produksi 1,9--2,0
6

kg. Konsumsi ransum saat produksi 110--120 g/ekor/hari dengan konversi


ransum 2,1--2,2 kg ransum (Suprijatna, dkk., 2005).
7

III

ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA

3.1 Alat

 Baki atau nampan

3.2 Bahan

 Ayam Ras Pedaging/ Broiler

 Ayam Ras Petelur/ Layer

 Ayam Kampung Jantan dan Betina

 Kerangka Ayam

3.3 Prosedur Kerja

1. Setiap kelompok mendapat satu jenis ayam.

2. Agar setiap kelompok dapat mengamati ketiga jenis ayam, pada saat

praktikum objek akan ditukar.

No. Pengamatan Prosedur

1. Seluruh tubuh ayam 1. Tempatkan ayam di atas baki dan

usahakan dalam keadaan tenang.

2. Gambar dan sebutkan anatominya.

2. Kepala 3. Kemudian gambar kepala dan

bagiannya.

4. Amati bagian-bagian dari kepala

seperti jengger dan sebutkan jenis

jenggernya.
8

5. Amati juga bagian-bagian lainnya

seperti paruh, pial, cuping telinga,

mata.
9

IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.1.1 Ayam Broiler dan Layer

No Bagian Ayam Broiler Ayam Kampung AyamSentul Betina Ayam Layer

Jantan

1 Seluruh Tubuh

2. Kepala
10

3. Bulu

4. Kaki

4.1.2 Tabel Kualitatif


No Jenis Ayam/Kelamin Pengamatan

1. Ayam Broiler -Warna bulu = putih

-Warna kaki = kuning

-Warna kulit = putih

-Bentuk jengger = Single

2, Ayam Layer -Warna bulu = Coklat

-Warna kaki = Kuning

-Warna kulit = putih

-Bentuk jengger = Single


11

3. Ayam Kampung Jantan -Warna bulu = putih

-Warna kaki = Putih

-Warna kulit = Putih

-Bentuk jengger = Pea

4. Ayam Buras Betina -Warna bulu = abu-abu

-Warna kaki = abu-abu

-Warna kulit = putih

-Bentuk jengger = single

4.1.3 Tabel Kuantitatif


Ayam Buras

No Ukuran Tubuh Broiler Layer Jantan Betina


Kuantitatif
(cm) (cm) (cm) (cm)
1 Panjang Kepala 12 11 9 10
2 Lingkar Leher 11 13 15 14
3 Panjang Leher 5 19 7 7
4 Lingkar Dada 8 41 35 36
5 Panjang Sayap 16 17 15 12
6 Lingkar Shank 11 4 6 13
7 Panjang Shank 5 7 9 16
8 Panjang Dada 8 14 19 16
9 Panjang Punggung 16 26 20 14
10 Panjang Paha Bawah 7 14 17 5
11 Panjang Kaki 8 3 9 9
12 Lingkar Baha Bawah 5 7 14 10
12

13 Berat Badan 1,05 kg 1,5 kg 1,2 kg 2 kg

4.2 Pembahasan
4.2.1 Kerangka Ayam
Kerangka adalah suatu kesatuan sistem yang tersusun dari banyak tulang
yang menunjang terbentuknya tubuh sebagai melekatnya otot. Karakteristik
kerangka unggas bersifat khas yaitu, ringan dan berisi udara. Hal ini disesuaikan
dengan kepentingan untuk bergerak cepat, berjalan dan terbang. Anggota gerak
kepala dan leher dapat digerakkan secara bebas untuk keperluan makan, merawat
bulu, dan kepentingan pertahanan (Suprijatna, 2005).

Teori yang telah dipaparkan diatas sesuai dengan yang telah dijelaskan
pada saat praktikum, yaitu bahwa kerangka tersusun dari banyak tulang yang
berfungsi sebagai alat gerak, menunjang terbentuknya tubuh dan tempat
melekatnya otot. Pada saat praktikum dijelaskan bahwa kerangka terbagi atas ost.
Medullary (sebagai cadangan kalsium) yaitu terdiri atas femur, tibia, fibula, pubis,
sternum, scapula, ulna, dll. Dan ost. Pnuematic yaitu humerus, clavicle, corucoid,
dll. Selain itu, dijelaskan juga bahwa pada bagian kepala terbagi dua yaitu
kranium yaitu tulang bagian belakang dan facial yang merupakan tulang bagian
depan.

Kerangka ayam yang diperlihatkan pada saat praktikum terasa ringan dan
sangat kuat, hal tersebut sesuai dengan pernyataan Yuwanta (2010) yang
menyatakan bahwa tulang unggas termasuk kompak, ringan, dan sangat kuat.
Tengkorak unggas kecil dengan hubungan antar tulang yang kuat, berhubungan
dengan atlas yaitu tulang pertama dcw columna vertebrae (susunan luas tulang
belakang). Tulang leher dan ekor mudah digerakan, pembentuk badan hanya
mampu memberikan satu gerakan karena berfusi dengan tulang sayap.
13

4.2.2 Anatomi dan Morphologi Ayam Ras Pedaging


Ayam ras pedaging (broiler) yang diamati pada saat praktikum berjenis
kelamin betina, dengan panjang leher 12 cm, lingkar leher 11 cm, panjang leher 5
cm, lingkar dada 8 cm, panjang sayap 16 cm, lingkar shank 11 cm, panjang shank
5 cm, panjang dada 8 cm, panjang punggung 16 cm, panjang paha bawah 7 cm,
panjang kaki 8 cm, lingkar paha bawah 5 cm. Berat badan ayam broiler ini adalah
1,05 kg.
Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat empat bagian utama bagian tubuh
unggas, diantaranya, kepala, badan, ekor dan kaki. Adapun bagian kepala ayam
terdiri dari jengger, mata, kelopak mata, bola mata, hidung, ear lomb, pial, dan
paruh.
Jengger ayam yang diamati pada saat praktikum yaitu berjenis single,
dimana jengger tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Blade (bagian belakang
melengkung kebawah), serration (bagian yang menyudut), dan point (bagian yang
melengkung). Ukuran dari jenggernyapun kecil karena belum mencapai usia
dewasa kelamin dan ukuran pialnyapun kecil.
Bulu ayam broiler berwarna putih, karena telah dilakukan perbaikan mutu
genetik dari gen tetuanya. Bulu-bulu tersebut dibedakan menjadi 5 bagian
berdasarkan letaknya, diantaranya, bulu yang terdapat pada sayap disebut
Remiges, bulu yang terdapat pada ekor disebut Retrices, bulu yang menutupi
seluruh tubuh atau badan ayam disebut Tectrices, bulu yang terdapat didaerah
bahu antara badan dan sayap disebut Parapteriu, sedangkan bulu-bulu kecil yang
melekat pada kaki disebut Alaspuria, namun pada ayam yang diamati tidak
terdapat bulu yang melekat pada kaki. Bulu pada sayap (Remiges) dibagi lagi
menjadi 3 bagian, yaitu bulu Primer (bulu bagian atas), Sekunder (bulu bagian
bawah) dan Aksial (bulu yang memisahkan antara bulu primer dan sekunder atau
bulu yang berada diantara bulu pimer dan sekunder).
Kulit ayam broiler berwarna putih. Shanknya berwarna kuing hal ini
dipengaruhi oleh pigmen Lipochrom. hal ini sesuai dengan pernyataan Jull (1951),
warna shank merupakan penampilan dari adanya beberapa pigmen tertentu pada
14

epidermis dan dermis; warna kuning pada shank dikarenakan adanya lemak atau
pigmen lipokrom pada lapisan epidermis.
Kaki ayam broiler lebih pendek begitupun dengan shanknya dibandingkan
dengan ayam petelur, karena untuk menopang tubuhnya yang besar, juga postur
tubuhnya besar karena ayam ini berpotensi sebagai pedaging.

4.2.3 Anatomi dan Morphologi Ayam Ras Petelur


Ayam petelur yaitu ayam yang dipelihara untuk diambil telurnya. Dalam
praktikum ini ayam layer yang diamati berjenis kelamin betina dengan panjang
leher 11 cm, lingkar leher 13 cm, panjang leher 19 cm, lingkar dada 41 cm,
panjang sayap 17 cm, lingkar shank 4 cm, panjang shank 7 cm, panjang dada 14
cm, panjang punggung 26 cm, panjang paha bawah 14 cm, panjang kaki 3 cm,
lingkar paha bawah 7 cm. Berat badan ayam layer ini adalah 1,5 kg.
Unggas memiliki empat bagian utama yaitu kepala, badan, ekor dan kaki.
Bagian pertama ada kepala, Bagian kepala dari ayam layer terdapat jengger,
jengger ini terdiri dari points, serrations, blade. Jengger dari ayam layer yaitu
bentuknya single comb, karena jengger dalam bentuk ini lebih memudahkan
dalam hal perkawinan sehingga diperoleh fertilitas yang tinggi. Pada bagian
kepala juga terdapat eye ring, beak (paruh), wattle, ear lobe dan ear. Jengger yang
ada pada ayam layer yang di amati yaitu berwarna merah muda, hal ini
menunjukan produksi telur pada ayam layer ini rendah.
Bagian kedua ada badan, badan pada ayam petelur ini lebih tinggi
dibandingkan dengan ayam broiler. Ayam petelur yang sedang produktivitas
tinggi yaitu ditandai dengan jarak tulang pubis 3 jari dan jarak antara tulang pubis
dan tulang sternum 4 jari.
Lalu bagian tubuh yang ketiga ada bulu, yang terdapat pada sayap ayam
menurut letaknya terdiri atas remiges, retrices, tectrices, parapterium dan
alaspuria. Kegunaan pembedaan bagian bulu pada sayap ayam untuk menentukan
saat molting atau luruh bulu. Molting ini terjadi dengan alamiah. Pada ayam
petelur terjadi 2 kali. Molting terjadi karena produktivitasnya rendah.
15

Adanya bulu pada sayap itu berguna untuk melindungi tubuh dari cuaca dan
lingkungan . sayap dan bulu ini tersusun atas keratin. Bulu pada unggas
menunjukan bangsa (breed, spesies, varietas) dan jenis kelamin. Pada saat
praktikum bulu yang terdapat pada ayam petelur yaitu berwarna coklat dan warna
kulit berwarna putih.
Dan bagian tubuh yang ke empat yaitu kaki, bagian kaki yang terlihat yaitu
shank, shank pada ayam layer yang diamati berwarna kuning pucat ini
menandakan produksi terlurnya tinggi. Warna yang pucat ini disebabkan karena
ayam kekurangan kalsium atau B-karoten, sehingga ayam tersebut mengambil
dari shank.

4.2.4 Perbedaan Ayam Buras Jantan dan Betina

Morfologi dari ayam buras pejantan hampir sama dengan ayam pejantan
lainnya. Namun bila dibandingkan dengan pejantan broiler, tentu ukuran tubuh
dari pejantan ayam buras lebih besar, tinggi, ramping, dan tidak berpostur gemuk.
Ayam pejantan buras ini memiliki jengger bertipe pea, warna bulu putih, warna
kaki abu – abu, warna kulit putih. Sedangkan untuk ayam buras betina memiliki
jengger bertipe single berukuran kecil, warna bulu keabu – abuan, warna kaki abu
– abu, warna kulit putih. Hasil pengamatan tersebut secara garis besarnya sesuai
dengan literatur Anang dan Suharyanto (2008) yang menyatakan bahwa secara
umum ayam kampung mempunyai warna bulu beragam (hitam, putih, cokelat,
kuning dan kombinasinya), kaki cenderung panjang dan berwarna hitam, putih,
atau kuning serta bentuk tubuh ramping.

Jengger dari ayam jantan buras yang diamati saat praktikum bertipe pea
dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan betinanya. Hal ini sesuai
dengan literatur Suprijatna (2008) yang menyatakan bahwa jengger ayam jantan
lebih besar dari pada ayam betina, karena hormon sex jantan yang mengakibatkan
jengger dan pial membesar dan tebal serta berwarna merah. Jengger yang bewarna
16

merah terang menandakan bahwa produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan


dengan ayam yang memiliki jengger bewarna pucat. Pernyataan yang didapatkan
saat praktikum tersebut telah sesuai dengan literatur Mulyono et al (2009) yang
menyatakan bahwa terdapat korelasi antara warna jengger dengan fertilitas.
Jengger merupakan karakter kelamin sekunder pada ayam 2 yang dipengaruhi
oleh hormon testosteron. Ayam yang memiliki warna jengger merah segar juga
memiliki kualitas sperma yang baik, dan berlaku sebaliknya. Kemudian ukuran
besar dari jengger dan pial ayam jantan digunakan untuk menarik perhatian ayam
betina

Hal lainnya yang tampak jelas pada bagian luar dari ayam ini yaitu main
tail feathers dan juga taji. Pada umumnya ayam jantan memiliki main tail feathers
dan taji, hal ini pun juga menjadi pembeda antara ayam jantan dan ayam betina.
Sebenarnya pada ayam betina terdapat taji, hanya saja tajinya tidak berkembang
Kakinya dipenuhi sisik bewarna keabu – abuan. Pada bagian sayap ayam buras ini
terbagi atas tiga bagian bulu yaitu sekunder, primer dan axial. Hal ini memang
karakteristik sayap ayam pada umumnya. Dimana bagian sekunder merupakan
bulu pada sayap yang mendekati badan, aksial merupakan bulu pada sayap yang
terletak pada bagian tengah dengan ukuran yang berbeda, dan yang terakhir yaitu
sekunder merupakan bulu yang terdapat pada sayap yang letaknya menjauhi
badan berada di ujung sayap.

Secara kuantitatif panjang kepala dari ayam buras ini adalah 9 cm, lingkar
leher 15 cm, panjang leher 7 cm, lingkar dada 35 cm, panjang sayap 15 cm,
lingkar shank 6 cm, panjang shank 19 cm, panjang badan 20 cm, panjang
punggung 17 cm, panjang paha bawah 9 cm, panjang kaki 14 cm, berat badan 2
kg. Secara kuantitatif panjang kepala ayam buras betina yaitu 10 cm, lingkar leher
14 cm, panjang leher 7 cm, lingkar dada 36 cm, panjang sayap 12 cm, lingkar
shank 13 cm, panjang badan 16 cm, panjang punggung 16 cm, panjang paha
bawah 14 cm, panjang kaki 5 cm, lingkar kaki 9 cm, berat badan 1,2 kg. Dengan
17

begitu dapat diketahui bahwa ukuran badan dari ayam buras jantan jauh lebih
besar dari ayam buras betina.
18

V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Kerangka pada ayam terbagi atas ost. Medullary (sebagai cadangan

kalsium) yaitu terdiri atas femur, tibia, fibula, pubis, sternum, scapula,

ulna, dll. Dan ost. Pnuematic yaitu humerus, clavicle, corucoid, dll. Selain

itu, dijelaskan juga bahwa pada bagian kepala terbagi dua yaitu kranium

yaitu tulang bagian belakang dan facial yang merupakan tulang bagian

depan.

2. Dilihat dari fisik luar tubuh ayam terdapat kepala, leher, badan, sayap dan

kaki. Dibagian kepala terdapat jengger, paruh, telinga, dan pial. Bulu

dibedakan berdasarkan anatomi dan letaknya. Bulu merupakan bagian

yang tidak dapat terpisahkan dari ayam, menurut susunan anatominya,

bulu dapat dibedakan ke dalam plumae, plumulae, filoplumulae. Menurut

letaknya, bulu-bulu dapat digolongkan ke dalam remiges, retrices, tetrices,

paraterium, dan alaspuria.

3. Perbedaan ayam buras jantan dan betina diantaranya jengger dari ayam

jantan buras ukurannya lebih besar dibandingkan dengan betinanya, ayam


jantan memiliki main tail feathers dan taji sedangkan betina nya tidak.
4. Ciri-ciri ayam yang berproduksi tinggi adalah:
a. Shank berwarna pucat
b. Jengger dan pial berwarna cerah
c. Bulu ayam sedang tidak rontok
d. Jarak antar tulang pubis 3 jari
e. Jarak antaratulang pubis dan sternum 4 jari
19

5.2 Saran
Saat praktikum anatomi dan morfologi eksterior ayam sebaiknya preparat
dan varian diperbanyak, lebih kondusif saat praktikum, asisten lebih mendetail
dan tidak terburu-buru dalam menjelaskan materi.
20

DAFTAR PUSTAKA

Achmanu, dan Muharlien. 2011. Ilmu Ternak Unggas. Tim UB Press. Malang
Anang, A. dan Suharyanto. 2008. Panen Ayam Kampung. PT. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Jull, M.A. 1951. Poultry Breeding. 2 lst Edition Mc Graw-Hill Book Company.
New York.
Mulyono RH, Sartika T, Nugraha RD. 2009. A Study of Morphometric-Phenotipic
Characteristic of Indonesian Chicken: Kampong, Sentul and Wareng-
Tangerang, Based on Discriminant Analysis, WaldAnderson Criteria and
Mahalanobis Minimum Distance. Prosiding The 1st International Seminar
on Animal Industry 2009. Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural
University. Bogor.

Suprijatna, E., Umiyati Atmomarsono, Ruhyat Kartasudjana. 2008. Ilmu Dasar


Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta

Suprijatna, Edjeng dkk. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya:
Depok.

Yuwanta, T. 2010. Telur dan Kualitas Telur. Gadjah Mada


University Press, Yogyakarta.
21

Lampiran 1. Distribusi penugasan :

No Nama NPM Tugas


1 Daniarti Safrida M 20011016004 Pembahasan
2 Leni 200110160012 Pendahuluan
3 Raihan Naufal R.S 200110160016 Editing, printing
Kesimpulan,
4 Hanifa Dinillah 200110160076 saran, daftar
pustaka
Kajian
5 Deka Ruslinasih 200110160188
Kepustakaan
Clarissa Gustiana Alat, bahan,
6 200110160208
A prosedur kerja
7 Ovy Yanti 200110160213 Pembahasan