Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KAB.

KOLAKA UTARA
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS MALA-MALA
Jl.Taman Siswa No. Mala - Mala, Kec.Kodeoha

KERANGKA ACUAN SWEEPING PUS 4T

I. LATAR BELAKANG
Pasangan usia subur (PUS) adalah yang pasangan yang istrinya berumur antara 15 – 49 tahun
peserta KB aktif merupakan akseptor yang saat ini sedang memakai kontrasepsi untuk
menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan dan masih terlindungi oleh efek
kontrasepsinya. PUS dengan 4T adalah pasangan usia subur yang istrinya memenuhi salah
satu kriteria “ 4 terlalu ” berikut :
a. Berusia kurang dari 20 tahun
b. Berusia lebih dari 35 tahun
c. Telah memiliki anak lebih dari 3 orang
d. Jarak kelahiran antara 1 anak dengan yang lainnya kurang dari 2 tahun. ( Subdin Bina
KB, 2012) pelaksanaan pelayanan KB merupakan komponen dari paket kesehatan
reproduksi yang diberikan secara teradu dalam pelayanan kesehatan dasar. Keluarga
berencana ( disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan
sejahtera dengan membatasi kelahiran. Cakupan PUS dengan “4T” ber-KB definisi PUS
dengan 4T adalah pasangan usian subur adalah pasangan usia subur yang istrinya
memenuhi salah satu kriteria “4T” berikut :
a. Berusia kurang dari 20 tahun
b. Berusia lebih dari 35 tahun
c. Telah memiliki anak lebih dari 3 orang
d. Perhitungan : presentase PUS dengan “4T” yang menjadi peserta KB terhadap seluruh
PUS “4T” diwilayah kerja tertentu.
Jumlah PUS “4T” ber-KB x 100%
Jumlah PUS dengan “4T”
Interpretasi kehamilan atau persalinan dengan kondisi “4T” memiliki resiko terjadinya
kesakitan bahkan kematian. Oleh karena itu “4T” pada kondisi harus dicegah dengan
menggunakan kontrasepsi. Indicator ini dianalisis dan disajikan perbulan /pertahun dan
membandingkannya dengan target masing-masing wilayah. Bilah angka ini rendah atau
menurun maka program pemberian konseling perlu ditingkatkan terutama pada kelompok
PUS memiliki potensi “4T”

II. TUJUAN UMUM


Meningkatkan derajat kesehatan reproduksi dan juga menurunkan tingkat fertilitas
dengan pedekatan individu yang sasarannya 4T dengan memberikan pelayanan kesh dasar
kusunya KB.

III. TUJUAN KHUSUS


- Meningkatkan pengetahuan PUSH tentang kesehatan reproduksi dan apa yang
termasuk kriteria 4T
- Didapatnya data / sasaran push dengan kriteria 4T dan mendapatkan pelayanan yang
optimal khusunya pelayanan KB dengan mau menggunakan alat kontrasepsi

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Persiapan kegiatan
- Mengetahui sasaran yang akan ditemui
- Membuat SPT dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan

DR dipasang segera setelah melahirkan. Client harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu
kewaktu dengan cara memasukkan jarinya kedalam vagina.
Yang tidak boleh menggunakan AKDR : kemungkinan hamil atau sedang hamil, pendarahan yang
belum jelas penyebabnya, sedang mengalami infeksi alat genital seperti vaginitis, servisitis,
dalam 3 bulan terakhir sedang mangalami PRP atau tumor jinak Rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri. Penyakit trofoblas ganas, diketahui menderita TBC PELVIC, kanker
alat genital. Ukuran rongga Rahim kurang dari 5 cm.
h. kontak (kontrasepsi mantap)
pada perempuan : pubectomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan kesuburan.
Jenis dengan lapa atau mini laparatomi. Cara kerja dengan menutup atau dengan
oklusitubavalopii (meningikat dan memotong atau memasang cincin) hingga spermatozoa tidak
dapat bertemu dengan ovum. Yang dapat menjalani tubektomi : usia >26 tahun dan paritas >2,
yakni telah mempunyai jumlah anggota keluarga sesuai dengan kehendaknya. Kehamilannya
akan meninmbulkan resiko yang serius, memahami prosedur, seukarela, dan setuju menjalanina.
Pada pria: vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas produksi pria dengan
jalan melakukan okulasi vasdeverensia hingga alur transportasi sperma terhambat dan proses
filterisasi (menyatukan ovum dan sperma) tidak terjasdi.
Keuntungan: sangat evektif, aman, morbiditas rendah dan hamper tidak ada morbiditas.
Sederhana dan cepat, hanya memerlukan waktu 5 – 10 menit, efektif setelah 20 ejakulasi atau 3
bulan. (Kesehatan Reproduksi Dan Kontrasepsi, 2009).

3. Pengertian KB
a. Upaya peningkatan keperdulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang
bahagia sejahtera (UU No.10/1992).
b. Keluarga berencan (family playning, plannet parenthood) suatu usaha untuk
menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai
kontrasepsi.
c. WHO (expert committee 1970) tindakan yang membantu individu / pasture untuk
mendapatkan objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan mendapat
kalahiran yang diinginkan, mengatur interfal diantara kehamilan dan menentukan jumlah
anak dalam keluarga.

4. Tujuan Program KB
a. Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan social ekonomi
suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga
bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran , pendewasaan usia perkawinan, peningkatan
ketahanan dan kesejatraan keluarga.
c. Kesimpulan dari tujuan program KB adalah : memperbaiki kesehatan dan kesejatraan
ibu, anak, keluarga dan bangsa; mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan tarah
hidup rakyat dan bangsa; memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan yang
berkualitas, termasuk upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta
penanggulangan maslah kesehatan reproduksi.

5. Dampak Program KB
Program keluarga memberi dampak, yaitu penuruan angka kematian ibu dan anak,
penaggulangan masalah kesehatan reproduksi, peningkatan kesejatraan keluarga, peningkatan
derajat kesehatan, peningkatan mutu dan layanan KB kurang KR; peningkatan system
pengelolaan dan kapasitas SDM pelaksanna tugas pemimpin dan fungsi manajemen dalam
penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar.