Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI UMUM

ORGAN DAN SISTEM ORGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

Oleh :
Nama : LILIK NOFIANTI
NIM : J1B108023
Asisten : M. BASUKI YUS’A

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S – 1 KIMIA
BANJARBARU
2008

I. TUJUAN PERCOBAAN
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenali organ-organ tumbuhan beserta
bagian-bagiannya pada angiospermae serta untuk mengenali organ-ogran tubuh
hewan yang membentuk sistem organ dan mempelajari letak organ terhadap organ
lain.

II. DASAR TEORI

Seperti layaknya makhluk hidup yang lain, tumbuhan dan hewan pun memiliki
organ-organ penyusun tubuh seperti pada tumbuhan pucuk : batang, cabang, ranting
daun, bunga dan buah. Akar : akar induk, akar leteral ( cabang akar) ( Parlan, 1995 ).
Sel adalah unit terkecil makhluk hidup, baik secara struktural maupun
fungsional. Sel terdiri atas membran plasma, sitoplasma, nukleus dan organel-
organel lain yang masing-masing mempunyai fungsi khusus dan secara bersama
menyusun sistem yang kompak. Pada proses pembelahan, pembesaran dan
diferensiasi sel- sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk
organ- organ, selanjutnya kumpulan organ membentuk sistem organ dan menjadi
tubuh tumbuhan atau hewan bersel banyak atau multiseluler (Radiopoetro, 1997).
Beberapa jaringan dengan fungsi yang sejenis akan membentuk organ,
selanjutnya kesatuan yang berasal dari beberapa organ yang melaksanakan aktivitas
(peranan) secara bersama-sama akan membentuk suatu sistem, sebagai contoh :
jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dengan beberapa penyusun lain akan
membentuk intestinum. Selanjutnya covum oris, dentis, esophagus, ventriculus,
entistinum, cloaca/anus, dan pancreas membentuk sistem pencernaan (Amin, 1994).
2.1 Sistem Organ Tumbuhan
Organisme yang paling banyak terdapat di bumi adalah tumbuhan.
Tumbuhan bisa berwarna hijau, coklat, atau abu-abu, tergantung musim dan
tempat. Saat ini tumbuhan berbunga mendominasi hampir di semua ekosistem.
Tumbuhan bunga, monokotil dan dikotil mempunyai organ-organ penting yang
berfungsi untuk kelangsungan hidup tumbuhan. Organ-organ tersebut tersususn
atas jaringan, dan jaringan tersususn atas sel-sel yang mempunyai bentuk dan
fungsi yang sama. Salah satu jaringan yang penting adalah jaringan transportasi
untuk pengangkutan air, mineral dan hasil fotosintesis. Air dan mineral
diangkut diangkut dalam bentuk getah oleh jaringan xilem, sedangkan makanan
dan beberapa mineral diangkut oleh jaringan floem. Tumbuhan mempunyai
lubang untuk masuknya CO2 dari atmosfer. Lubang yang sama menjadi tempat
keluarnya air melalui teraspirasi (Hidayat, 1995).
Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan
korelasi yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan
tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi
sama, atau bentuk berbeda tetapi mempunyai fungsi yang sama, atau bentuk
yang sama fungsi berbeda (Fhan, 1991).
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya. Ilmu
yang mempelajari tentang jaringan disebut histologi tumbuhan. Tumbuhan yang
uniseluler (satu sel) tentunya tidak mempunyai jaringan. Jaringan-jaringan pada
umumnya terdapat pada tumbuhan yang tingkat tinggi perkembangannya.
Semakin tinggi tingkat perkembangannya semakin jelas pula adanya
diferensiasi yang membentuk alat tubuh berlainan. Terjadinya jaringan
tumbuhan ialah karena adanya suatu sel-sel yang sedang berlangsung, yang
dalam hal ini sel-sel yang terjadi tetap melakukan hubungan dengan erat antara
satu dengan yang lainnya. Selanjutnya pembentukan jaringan-jaringan tersebut
sangat erat hubungannya pada pembentukan berbagai alat pada tumbuhan
(Titrasoepomo, 1989).
Jaringan pada tumbuhan di bagi menjadi dua tipe, yaitu jaringan
meristematik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) yang bersama-sama
membentuk organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan organ-organ
reprodukdi (bunga, buah, dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh
tumbuhan angiospermae (Parlan, 1995).
Tumbuhan dewasa berkembang dari zigot melalui rangkaian tahapan yang
dikendalikan oleh faktor internal, termasuk zat tumbuh dan oleh faktor seperti
cahaya. Setiap faktor tumbuhan mempunyai efek ganda pada pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan. Struktur tumbuhan tingkat tinggi lebih kompleks.
Tumbuhan tingkat telah tinggi memiliki akar, batang, dan daun sejati serta
menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan (Salisbury, 1995).
Jaringan pada tumbuhan terdiri dari jaringan muda (meristematik) dan
jaringan dewasa (permanen). Jaringan dewasa memiliki ciri-ciri bentuk sudah
tetap, tidak mengalami pembelahan, vakuola besar, mengalami penebalan dan
plasma sedikit. Sedangkan jaringan muda atau jaringan meristem memiliki ciri-
ciri yaitu terdiri dari sel-sel embrional, memiliki dinding yang tipis, kaya akan
plasma, valuola-vakuola yang kecil, memiliki bentuk yang isodiametris dan
terletak di ujung akar, batang dan tunas. (Krisdianto dkk, 2003).
Organ pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi tiga macam
organ penting, yaitu akar, batang dan daun. Akar merupakan alat tubuh
tumbuhan ysng lazimya berada didalam tanah yang mempunyai peranan sangat
penting. Batang juga merupakan salah satu bagian tubuh tumbuhan sebagai
tempat tumbuhnya akar dan daun. Sedangkan daun adalah merupakan alat
tumbuhan yang lazim berwarna hijau, tipis dan permukaannya lebar (Rachman,
1998).
Batang merupakan hasil perkembangan bakal batang (kutikula) pada
lembaga. Fungsi batang antara lain:
a.Mendukung bagian daun, bunga, buah dan biji
b. Percabangannya memperluas permukaan bidang asimilasi
c.Sebagai jalan untuk pengangkutan
Batang pada dasarnya terdiri atas buku (nodus), ruas (internodus) yaitu bagian
antara dua buku. Pada bagian buku muncul organ dan penyerta daun termasuk
bunga (flos) (Nasir, 1993).
2.2 Sistem Organ Hewan
Hewan di bedakan atas yang bertulang belakang (vertebrata) dan yang
tidak bertulang punggung (invertebrata). Hewan tingkat tinggi memiliki organ
yang lebih kompleks dan teratur dibandingkan hewan tingkat rendah, contohnya
perbedaan organ dan sistem organ antara amoeba dan serangga. Organ dan
sistem organ pada vertebrata juga berbeda dengan invertebrata, walaupun pada
tingkat tertentu terdapat kemiripan (Kimbal, 1993).
Pada hewan-hewan multiseluller atau metazoa terdapat pembagian tugas
untuk melaksanakan aktivitas atau fungsi tertentu. Dalam diferensiasi lapisan-
lapisan lembaga yang kelak akan terdiferensiasi lagi menjadi jaringan atau
organ yang spesifik (Kimball, J.W. 2002).
Semua organisme termasuk hewan digolongkan dalam kelompok besar
yang disebut dengan Animalia. Kingdom animalia terdiri dari beberapa phylum
yaitu phylum Protozoa, phylum Arthropoda, phylum Chordata. Dalam phylum
Chordata hewan dapat dibedakan menjadi dua sub phylum, yaitu sub phylum
Crianata/vertebrata (hewan bertulang belakang) dan sub phylum
Acrianata/invertebrata (hewan tak bertulang belakang) (Loveless,1990).
Pada umumnya jaringan hewan dapat dibedakan menjadi: jaringan epitel,
jarigan otot, jaringan tulang, jaringan saraf dan jaringan ikat. Sedangkan orgn
pada hewan itu terdiriri dari kulit, jantung, paru- paru, hati, usus, lambung, alt
reproduksi, ginjal, indra, pankreas, dan limpa (Radiopoetro, 1997).
Hewan tentunya mempunyai organ dan sistem organ yang berbeda dengan
tumbuhan. Bahkan sejak jaringan embrional perbedaan ini sudah jelas terlihat.
Hewan memiliki jaringan, organ dan sistem organ yang beragam dan dapat di
kelompokkan sesuai fungsinya. Organ dan sistem sebagian besar terletak di
dalam rongga tubuh (Subowo, 1992).
Sebelum mempelajari sistem organ atau menentukan letaknya, nama dan
fungsinya di perlukan pengetahuan mengenai penentuan letak organ tubuh
hewan tersebut. Menentukan letak alat yang satu terhadap yang lain disebut
topografi, dan dalam hal ini digunakan istilah-istilah khusus seperti : anterior,
posterior, dorsal, ventral, sinester, dexter, lateral, medial, proximal, distal, dan
lain-lain yang harus dikuasai terlebih dahulu (Fhan, 1991).
Organ merupakan hasil bentukan dari jaringan-jaringan yang memiliki
fungsi sejenis. Penggabungan ini berguna untuk menghadapi tugas yang lebih
besar. Makin tinggi derajat suatu hewan makin banyak organ yang dimilikinya,
hal ini terkait dengan efisiensi kerja dari organ-organ tersebut (Kimbal, 1993).
Pada topografi vertebrata akan dilihat organ-organ dalam rongga dada
(situs viscerum thoracis) dan organ di rongga perut (situs viscerum abdominis).
Antara rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh sekat yang disebut
diaphragma. Organ yang terdapat di rongga dada antara lain : cor, pulmo,
bronchus, bifurcation trachea dan trachea, sedangkan di rongga perut antara lain
: hepar, pancreas, ventriculus, intestinum tenue, coecum, intestinum crasum,
ren, lien, vesica fellea, testis/ovarium(Kimbal, 1993).

III. METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah cutter/pisau silet,


loupe, mikroskop, kaca benda dan kaca penutup, mikroskop binokuler, papan
seksi/bak parafin, buku gambar dan alat tulis serta alat bedah (set sectio).
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tanaman jagung
(Zea mays) dari famili Poaceae/Graminae, tanaman kembang sepatu (Hibiscus
sp) dari famili Mavaceae, tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherima)
dari famili Caesalpiniaceae, dan hamster.

3.2 Prosedur Kerja

3.2.1 Sistem Organ Tumbuhan

Menuliskan nama spesies dan suku dari spesimen yang digunakan dan
mengamati organ-organ (akar, batang, daun, bunga, dan buah) dengan
memperhatikan bagian masing-masing.
1. Akar
Menyebutkan sistem perakaran (akar tunggang atau serabut ? ).
Menggambarkan secara skematis dan melengkapinya dengan keterangan
bagian-bagiannya, seperti :
- Akar primer (radix primarius)
- Leher akar (collum radici)
- Batang akar (corpus radici)
- Cabang-cabang akar (radix lateralis)
- Ujung akar (apex radici)
- Serabut akar (fibrica radiculi)
- Rambut-rambut akar (pilus radici)
- Tudung akar (calyptra)
2. Batang
Menggambar secara skematis dan melengkapinya dengan keterangan
bagian-bagiannya seperti :
a. Buku-buku batang (nodus)
b. Ruas batang (internodus)
c. Daun (folium) dengan duduk daunnya
d. Daun penumpu (stipula)
3. Daun
Daun diamati apakah sudah lengkap atau tidak lengakap. Daun yang
lengkap mempunyai upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan
helaian daun (lamina). Menggambarkan secara skematis sehelai daun dan
memberi keterangan mengenai:
- Pangkal daun (basis)
- Ujung daun (apex)
- Tepi daun (margo)
- Pertulangan daun (nervatio)
- Ibu tulang daun
4. Bunga
Menuliskan jenis bunga (tunggal atau majemuk). Menggambarkan
dan menyebutkan bagian-bagiannya :
- Ibu tangkai bunga (pedunculus, rachis)
- Tangkai bunga (pedicellus)
- Dasar bunga (receptaculum)
- Daun pelindung (bractea)
- Daun tangkai (bracteola)
- Seludang buang (spatha)
- Daun kelopak dan kelopak bunga (sepala dan calyx)
- Daun mahkota dan mahkota bunga (petala dan corolla)
- Benang sari (stamen) dengan : tangkai sari (filamentum) dan kepala sari
(anthera).
- Putik (pistilum) dengan :
1. Bakal buah (ovarium) : daun buah (carpellum), ruang bakal biji
(locolus) dan bakal biji (ovulum).
2. Tangakai putik (stylus).
3. Kepala putik (stigma).
3.2.2 Sistem Organ Hewan
Menuliskan klasifikasi hewan yang di gunakan. Menggambarkan
morfologi (inspectio) dan memberi keterangan bagian-bagian-bagian badannya
serta melakukan pembedahan (sectio), dengan cara :
- Meletakkan punggung kelinci pada bak paraffin, kemudian keempat kakinya
direntangkan dengan jarum pada bak parafin tersebut.
- Membasahi rambut di linea mediana dan mengusapkan kearah
lateral/samping, kemudian kulitnya digunting mulai daerah sternum ke
cranial dan juga ke caudal.
- Mengangkat kulit dan jaringan di bawahnya dengan menggunakan pinset.
Dinding perut di buka memanjang sampai didekat diaphragma/sternum.
Memotong sternum melingkar mulai dari dexter kemudian sinester, sehingga
akan nampak organ-organ didalam rongga dada dan rongga perutnya, yaitu :
1. Situs viscerum abdominis
a. Hepar : warna merah coklat, terdiri atas beberapa lobi.
b. Vesica fellea (katong empedu) : terletak pada lobus dexter hepatis.
c. Venticulus : berupa kantung besar berwarna agak putih.
d. Lien : berwarna coklat, menempel pada ventriculus bagian dorsal.
e. Pancreas : berwarna coklat pucat, lebih besar dari pada lien, bentuk
irregular, meluas di bagian dorsal ventriculus.
f. Intestinum tenue : halus berwarna kemerahan.
g. Intestinum crassum : berwarna hijau tua, lebih besar.
h. Coecum : batas antara 6 dan 7, besar sekali, berwarna hijau tua dan
jelas kelihatan bagian-bagian incisura, haustra dan taenia.
i. Vesica urinaria : tampak sebagai gelembung putih kekuningan
berisi urin.
j. Ren : ada 2 buah, dikanan dan dikiri, bentuk seperti biji kacang,
dengan melanjutkan ke ureter sebagai saluran yang menuju vesica
urinaria.
2. Situs viscerum thoracis
- Cor : terletak di tengah berbentuk seperti jantung pisang.
- Pulmo : berwarna merah dengan sejumlah lobus di kanan dan di
kirinya.
Dari organ-organ yang di dapatkan, membuat kelompok organ-organ yang
termasuk : systema digestorium, systema cardiovasculare dan systema
respiratium. Menggambarkan organ-organ di dalam rongga dada dan rongga
perut pada buku gambar saudara. Menggambarkan systema urogenitale dan
systema digestoria lengkap dengan keterangannya.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan
4.1.1 Sistem Organ Tumbuhan
Praktikum kali ini diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Tanaman jagung (zea mays)
Menurut Literatur
Gambar 1: Tanaman Jagung (Zea mays)
Keterangan:
a. Bunga jantan
b. Bunga betina dan buah
c. Daun
d. Batang
e. Akar

a. Bunga Jantan

Menurut Literatur
Gambar 2: bunga jantan jagung
b. Bunga Betina & Buah
Keterangan :
1. Tangkai buah
2. Putik
3. Daun pelindung
Gambar 3: Bunga betina & buah jagung

c. Daun
Keterangan :
1. Pangkal daun
2. Tulang daun
3. Ujung daun

Gambar 4: daun jagung

d. Batang
Keterangan :
1. Buku batang (nodus)
2. Ruas batang (internodus)

Gambar 5: batang jagung

e. Akar

Keterangan :
1. Pangkal akar
2. Rambut akar
3. Duduk akar
Gambar 6: akar jagung

2. Tanaman kembang sepatu ( Hibicus sp)

Gambar 7: Bunga kembang sepatu


Keterangan :
1. putik
2. benang sari
3. mahkota
4. kelopak
5. kelopak tambahan
6. tangkai
3. Tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherima)

Gambr 7: Bunga kembang merak


Keterangan :
1. Putik
2. Benang sari
3. Mahkota tambahan
4. Mahkota bunga
5. Tangkai

4.1.2 Sistem Organ Hewan

Menurut Literatur

Gambar 9: Hamster
Menurut Literatur
Gambar 10: Organ dalam hamster
Keterangan :
1. jantung
2. hati
3. lambung
4. usus besar
5. paru-paru
6. usus kecil
7. anus
4.2 Pembahasan

Klasifikasi tanaman jagung :


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophita
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyladonae
Ordo : Glumiflorae
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays
Pada tanaman jagung (Zea mays) termasuk salah satu dari kelompok
tumbuhan monokotil dengan karakteristik yang lazim dimilikinya yaitu susunan
akarnya berserabut, ruas-ruas batangnya kelihatan nyata, tulang-tulang daunnya
sejajar atau melengkung. Pada tanaman jagung (Zea mays) bagian-bagian
akarnya adalah : leher akar, cabang akar, bulu akar, batang akar, tudung akar.
Tumbuhan jagung (Zea mays) mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada
satu individu sehingga disebut sebagai monoecus (tanaman berumah satu).
Batang tanaman jagung beruas-ruas dan berbuku-buku. Daunnya pada
pertulangan daun sejajar dan melengkung. Pada tanaman jagung terdapat upih
daun yang berfungsi untuk melindungi batang yang masih muda. Bunga
tanaman jagung termasuk bunga majemuk.
Klasifikasi tanaman kembang sepatu :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermathophyta
Sub division : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus sp
Akar tanaman kembang sepatu (Hibicus rosa sinensis) mempunyai sistem
akar tunggang oleh karena itu tanaman kembang sepatu digolongkan dalam
jenis tanaman dikotil. Batang tanaman kembang sepatu terdiri atas ruas batang
dan buku batang. Pada batang tersebut menempel tangkai daun dan bagian
batang ini berfungsi sebagai pengangkut air dan garam mineral menuju daun.
Batang berbentuk bulat disertai daun penumpu. Daun tanaman kembang sepatu
terdiri atas tangkai daun dan helaian daun, tidak terdapat upih daun sehingga
tanaman ini tidak mempunyai daun lengkap. Pertulangan daun menyirip, tepi
daun bergerigi dengan ujung daun meruncing.
Dilihat dari keberadaan bunganya, kembang sepatu bisa di golongkan
kedalam bunga tunggal, karena dalam satu tangkai hanya terdapat satu bunga.
Kelopak bunga juga disebut perhiasan bunga. Benang sari disebut alat kelamin
jantan, alat kelamin betinanya adalah putik. Benang sari terdiri dari tangkai sari
dan kepala sari. Kepaka sari terdapat serbuk sari. Putik terdiri dari bakal buah,
tangkai putik, kepaka putik. Dalam bakal buah terdapat bakal biji.

Klasifikasi tanaman kembang merak :

Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rosales
Famili : Caesalphinaceae
Genus : Caesalpinia
Spesies : Caesalpinia pulcherima
Kembang merak dilihat dari banyaknya bunga dalam satu tangkainya,
maka ia tergolong kedalam bunga majemuk. Bentuk daun tanaman merak
seperti telur, berukuran kecil-kecil. Daun tanaman ini tidak berdaun lengkap
karena tidak memiliki upih daun. Sistem perakaran tanaman kembang merak
merupakan akar tunggang sehingga tanaman ini digolongkan dalam jenis
tanaman dikotil. Batang tanaman kembang merak berbuku-buku dengan tangkai
daun menempel pada batang. Tata letak tangkai daun terhadap batang berselang-
seling. Batang terdiri atas ruas batang dan buku-buku batang.Bunga merak
merupakan bunga lengkap karena mempunyai dua alat kelamin. Bunga ini
terdiri atas tangkai bunga. kelopak, mahkota, putik dan benang sari.
Bunga merak mempunyai struktur yang hampir sama dengan bunga
sepatu. Yang membedakan adalah keadaan dan ukuran filamen dan anthera.
Pada kembang merak filamennya pendek bila dibandingkan dengan kembang
sepatu. Benang sari pada kembang merak terlepas (tidak berlekatan satu sama
lain) sedangkan pada kembang sepatu benang sarinya bersatu. Bunga merak
mempunyai ciri-ciri yaitu warna mahkota bunga merah mencolok, mahkota dan
kelopaknya berkelipatan lima atau empat dan merupakan bunga sempurna,
karena memiliki bagian yang sempurna.
Bunga pada kembang sepatu juga bisa dikatakan belum sempurna karena
hanya memiliki putik, mahkota bunga, kelopak bunga, hipantium, dan kelopak
tambahan. Begitu pula dengan bunga pada kembang merak yang hanya
memiliki putik, kepala sari, benang sari, kelopak, dan mahkora bunga. Suatu
bunga dikatakan sempurna bila bunga tersebut memiliki ibu tangkai bunga,
tangkai bunga, daun kelopak, kelopak bunga, dasar bunga, daun pelindung,
daun tangkai, seludang bunga, mahkota, benang sari dan putik..
Organ-organ yang terdapat pada tumbuhan yaitu :
1. Akar
Akar berperan dalam mengokohkan tubuh tumbuhan dan menyerap unsur
hara dari larutan tanah dengan air sebagai media dispersi.

2. Batang
Pembentukan batang merupakan pertumbuhan primer karena berasal dari
titik tumbuh.
3. Daun
Daun berfungsi penting dalam melaksanakan proses fotosintesis, yaitu
perubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Susunan anatomi daun yaitu,
jaringan epidermis yang terdapat pada permukaan atas dan bawah daun dan
jaringan parenkim yang terdiri atas jaringan pagar dan jaringan bunga karang
yang mengandung klorofil.
4. Bunga
Bunga adalah organ perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae dan
pada Gymnospermae yang dinamakan strobilus. Bunga tersusun oleh bagian-
bagian seperti berikut :
- Mahkota bunga, berperan untuk menarik perhatian serangga untuk melakukan
penyerbukan.
- Benang sari dan putik, disebut juga daun buah, benang sari berperan sebagai
jantan sedangkan putik berperan sebagai betina.
- Kelopak bunga
- Tangkai bunga
- Bakal biji
Pengamatan dilakukan terhadap hamster, yang terlihat dari luar tubuh
hamster yaitu bagian kepala (mata, telinga, hidung, mulut), bagian badan (empat
buah kaki, kuku), dan bagian ekor. Setelah melakukan pembedahan dan diamati
dengan seksama, terlihat organ-organ bagian dalam hamster. Dari organ-organ
itu dapat dikelompokkan berdasarkan organ-organ yang termasuk sistem
digestorium (pencernaan) yaitu mulut yang di dalamnya terdapat gigi,
esophagus(kerongkongan), laring, kelemjar submaksikalis, kelenjar
sublingualis, ventrikel, hati, kantung empedu, lambung, usus halus, kolon.
Sekum, dan vesika urinaria. Sistem cardiovaskuler (peredaran darah) adalah
atrium (jantung), paru-paru, dan sistem respiratorium (penapasan) adalah
rongga hidung, laring, trakea, dan paru-paru.
Sistem pernafasan pada hamster yaitu :
Hidung faring laring trakea bronkus bronkeolus
bronkeolus respiratori.
Sistem pencernaan (digertorium) pada hamster yaitu :
Mulut esofagus usus kecil lambung usus besar rectum
Sistem peredaran darah (kardiovaskuler) pada hamster yaitu :
Atrium kiri ventrikulator kiri paru-paru arteri atrium
kanan ventrikular kanan.
Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan cloroform. Fungsi
daripada yaitu umtuk membius. Jadi, dalam praktikum kali ini cloroform
digunakan sebagai bahan untuk membius hamster untuk memudahkan dalam
pembedahan terhadap hamster.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan kali ini adalah organ yang
terdapat pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan alat reproduksi, seperti:
bunga, buah, biji dan spora. Tanaman jagung (Zea mays) merupakan tumbuhan
monokotil, ini dapat dilihat pada sistem perakarannya yang serabut. Kembang sepatu
tergolong bunga tunggal karena dalam satu tangkai hanya terdapat satu bunga
sedangkan kembang merak tergolong bunga majemuk karena dalam satu tangkai
terdapat banyak bunga. Sistem perakaran pada tumbuhan yaitu sistem perakaran
serabut yang biasanya digolongkan dalam jenis tanaman monokotil dan sistem
perakaran tunggang yang digolongkan dalam jenis tanaman dikotil.
Organ merupakan sekumpulan jaringan yang mempunyai bentuk dan fungsi
yang sama. Kemudian organ-organ membentuk sistem organ. Organ yang terdapat
pada hewan atara lain mata, lambung, hati, ginjal, usu, paru-paru dan lain-lain. Dari
organ-organ itu dapat dikelompokkan berdasarkan organ-organ yang termasuk sistem
digestorium (pencernaan) yaitu mulut yang di dalamnya terdapat gigi,
esophagus(kerongkongan), laring, kelemjar submaksikalis, kelenjar sublingualis,
ventrikel, hati, kantung empedu, lambung, usus halus, kolon. Sekum, dan vesika
urinaria. Sistem cardiovaskuler (peredaran darah) adalah atrium (jantung), paru-paru,
dan sistem respiratorium (penapasan) adalah rongga hidung, laring, trakea, dan paru-
paru.
DAFTAR PUSTAKA

Amin. 1994. Fisiologi Hewan daan Tumbuhan. Karunika. Jakarta.

Fhan A.1991. Anatomi Tumbuhan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Hidayat. E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Institu Teknologi Bandung,


Bandung.

Kimball, J. W. 1993. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga, Jakarta.

Krisdianto, Heri Budi S dan Abdul Gafur. 2003. Panduan Praktikum Biologi Umum.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Banjarbaru.

Loveless, A. R. 1990. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. PT.


Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Nasir, Mochamad. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta:


Depdikbud.

Rachman, Dedi m. 1998. Intisari Biologi. CV. Pustaka Setia, Bandung.

Radiopoetro. 1997. Zoologi. Erlangga, Jakarta.

Salisbury, B. F. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Institu Teknologi Bandung,


Bandung.

Subowo. 1992. Histologi Umum. Bumi Aksara, Jakarta.

Titrasoepomo. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Gajah Mada University Press,


Yogyakarta.

V. F. Parlan. 1995. Panduan Belajar Biologi. Yudistira. Jakarta.