Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin
yang memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin
pendingin tersebut.
Secara khusus pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin
yang digunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas
refrigerant berada di pipa yang di tekan dan di hisap oleh kompresor.
Apabila akan membeli AC, maka perlu diketahui dengan jelas jenis AC
yang sesuai dengan kebutuhan bagi konsumen dan pada bangunan. Ada beberapa
jenis AC, seperti : AC Window, AC Split, AC Central dan lain-lain yang berada di
pasar, dan setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai AC Central.
Dimana, AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu
titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan
kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan
saluran udara / ducting ac.
Kalau kita jalan-jalan ke mall atau ke rumah sakit atau gedung-gedung
perkantoran, kita dapat merasakan bahwa dingin dari ruangan tersebut akan tetapi
kita tidak melihat AC yang terpasang di sekitarnya. Dan setelah kita perhatikan
bahwa di langit-langit ruangan tersebut terdapat lubang udara / diffuser yang
menyemburkan udara dingin. Sister udara yang kita lihat itu, itulah yang
dimaksud dengan sistem AC Central.
Ukuran pada AC Central ini hamper sama dengan AC Floor standing yang
memiliki bentuk dan ukuran cukup besar. Perbedaannya ialah ukurannya dan
tempat peletakkannya pada bagian indoornya. AC Central ini di pasang dalam
keadaan tergantung.
AC Central ini memiliki dua buah blower yang digunakan untuk
menghisap suhu dingin pada bagian evaporatornya dan mengeluarkannya
keruangan yang telah di tentukan. AC ini biasanya diberi corong udara / dacting
pada depan blowernya, sebagai tempat penyalur udara dari blower menuju
ruangan. AC ini memiliki filter, yang dipasang pada bagian belakang blower

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut.
1. Apa pengertian AC Central?
2. Apa saja Komponen AC Central?
3. Sebutkan Jenis-jenis AC Central?
4. Bagaimana sistem, dan cara kerja AC Central?
5. Apa saja Kelebihan dan Kekurangan AC Central?
6. Bagaimana cara menghitung kebutuhan AC Central dan Pengaplikasiannya?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan ini adalah
sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui apa itu AC Central.
2. Untuk mengetahui Komponen-komponen AC Central.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis AC Central.
4. Untuk mengetahui sistem, dan cara kerja AC Central.
5. Untuk mengetahui Kelebihan dan Kekurangan AC Central.
6. Untuk mengetahui cara menghitung kebutuhan AC Central dan
Pengaplikasiannya.

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah (paper) ini adalah sebagai
sumber informasi dan pengetahuan mengenai AC Central.

BAB II

TINJAUAN UMUM INSTANSI

2.1 Profil PT.CITRA RIOTEK PRATAMA

2
Company Profile

NAMA : PT. CITRA RIOTEK PRATAMA


Disingkat : RIOTEK

PT. CITRA RIOTEK PRATAMA didirikan pada tahun 1990 yang


Bergerak di bidang Air Conditioner dan Chiller baik sebagai SUPPLIERS maupun
CONTRACTOR. Perusahaan ini melayani berbagai Instansi negeri, swasta dan
juga pabrik-pabrik.

Alamat Perusahaan :
Kantor Pusat: : Jl. Kh. Moh. Manyur 126B.4
Phone : 021-6310025 Fax : 021-6310022
Kantor Operational : Jln. Peta Selatan
Ruko Kalideres Megah Blok A No. 1
Jakarta Barat 11840
Phone : 021-5445053 Fax : 021-5441602

Email : riotech@centrin.net.id

Bidang Usaha : Air Conditioner & Chiller


Supplier & Contractor

2.2 Motto PT.CITRA RIOTEK PRATAMA

‘’Kepuasan Pelanggan Adalah Kesuksesan Kami’’

With this motto we started PT. CITRA RIOTEK PRATAMA,which


firstlywas named as CV Rio Technical ,in August 1988

3
In Our journey, we fell how valuable is custumer satisfactory and how
important it is to maintain the quality of our people and other supporting units
in order to achieve our commitment.Raising the quality of our human resources
by conducting training sessions to keep up with the advancement of technology
has always been our concern.

We realize that ,Air Cinditioner has become primary need to almost every
urban peopple both for office or home environment.We also realize that a good
air conditioning system is quile expensive.That is why an ideal deisgn,the right
choice of air conditioning system well as good and regular.Maintenence will
really affect customer satisfactory,both in convenience and in cost and work
efficiency.To achieve cost efficiency for big units from certain bran we offer
service in system overhaul and recondition or rebuild of your old units

We believe that all trust given to us by clients is our opportunity to give


distinctive satisfaction for each our custumers.According touor commitment,we
make an effect to serve with smilling and experlenced technician,we make routine
check up a very important thing to maximaze your air conditioner
performance,every customer is very valuable to us,always seek tofind innovative
soloution through quality consultation and always concern of economical
chargus for the benefit of our custumers.

Dengan semboyan itu didirikanlah PT.CITRA RIOTEK PRATAMA yang


semula bernama CV.Rio Technical.yang didirikan pada agustus 1988.

Dalam perjalanan PT.CITRA RIOTEK PRATAMA merasakan betapa


bernilainya arti kepuasan pelanggan serta betapa perlunya kualitas karyawan dan

Pendukung lainnya dari perusahaan guna mencapai komitmen tersebut.


Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan-
pelatihan untuk mengikuti perkembangan kemajuan teknologi, merupakan satu
hal yang selalu di perhatikan di dalam perjalanan perusahaan.

4
PT.CITRA RIOTEK PRATAMA memahami bahwa alat pendingin (Air
Conditioner) sudah merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar orang yang
tinggal di kota, baik untuk bekerja di kantor, maupun untuk tempat tinggal.
PT.CITRA RIOTEK PRATAMA memahami bahwa unit alat pendingin itu bernilai
cukup mahal,sehinnga perancangan yang ideal, pemilihan merk yang tepat serta
perawatan yang baik dan teratur akan sangat mendukung kepuasan pelanggan,
baik dari segi kenyamanan maupun dari segi penghematan dan efisiensi. Untuk
tujuan penghematan, unit besar dengan merk tertentu, PT.CITRA RIOTEK
PRATAMA juga memberikan layanan overhaul dan rekondisi (rebuild) unit alat
pendingin anda yang lama.

PT.CITRA RIOTEK PRATAMA percaya bahwa semua kepercayaan yang


pelanggan berikan, merupakan suatu kesempatan bagi perusahaan untuk
memberikan kepuasan tersendiri kepada pelanggan,sesuai dengan komitmen.
PT.CITRA RIOTEK PRATAMA berusaha melayani dengan teknisi yang ramah
dan berpengalaman.Pemeriksaan rutin sangatlah penting untuk memaksimalkan
kinerja unit pendingin anda,setiap pelanggan sangatlah berharga. PT.CITRA
RIOTEK PRATAMA selalu mencari solusi yang inovatif melalui konsultasi yang
berkualitas serta memberikan perhatian pada pembiayaan yang ekonomis demi
keuntungan pelanggan.

Bidang Bisnis PT.CITRA RIOTEK PRATAMA;

-Contract Service -Deisgn and Installation

-Repair/Overhaul/Rebuild -Rental

-Sales

2.3 Struktur Organisasi PT.CITRA RIOTEK PRATAMA

PT.CITRA RIOTEK PRATAMA dengan susunan organisasi sebagai


berikut ;

1. Komisaris

5
2. Direktur Utama
3. Direktur Air Conditioner Div.
4. Manager ACC & Finace
5. Manager Operation & Technical
6. Manager Marketing

PT.CITRA RIOTEK PRATAMA

STRUKTUR ORGANISASI

M/E, SOOPLIER & CONTRACTOR

Gambar 2-1 Struktur Organisasi PT.CITRA RIOTEK PRATAMA

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1 Sejarah AC

Konsep dasar AC ternyata telah diketahui dan diterapkan di Mesir kuno


sejak ribuan tahun yang lalu, sebuah buluh digantung di jendela dan dibasahi
dengan air.Air yang menguap akan didinginkan oleh udara yang bertiup melalui

6
jendela,meskipun dalam proses ini membuat udara menjadi lebih lembab tetapi
bermanfaat dalam iklim gurun.Di Roma Kuno air dari saluran air disirkulasikan
melalui dinding rumah untuk didinginkan.
Teknik lain dalam abad pertengahan adalah oleh orang Persia yang
menggunakan sumur dan menara angin untuk mendinginkan bangunan selama
musim panas.AC modern muncul dari kemajuan ilmu kimia selama abad ke-19, dan
pendingin udara listrik berskala besar pertama diciptakan dan digunakan pada tahun 1902
oleh Haviland Willis .
Pengenalan AC perumahan pada tahun 1920 membantu migrasi besar ke Sun Belt
di AS.Pada abad ke-2 penemu dari China Ding Huan ( fl 180) dari Dinasti Han
menciptakan fan putar untuk AC, dengan didukung oleh tujuh roda manual dengan
diameter 3 m (9,8 ft). Pada tahun 747 Kaisar Xuanzong (r. 712-762) dari Dinasti Tang
(618-907) memiliki ruangan Aula dingin (Liang Tian) yang dibangun di istana
kekaisaran Yulin Tang yang memiliki roda kipas bertenaga air untukAC serta
meningkatnya aliran jet air dari air mancur.Pada abad ke-17 Cornelis Drebbel
menunjukkan sebuah alat "pengubah musim panas ke musim dingin" untuk James
I dari Inggris dengan menambahkan garam ke air.
Pada 1758 Benjamin Franklin dan John Hadley adalah seorang profesor
kimia di Universitas Cambridge , melakukan percobaan untuk menjelajahi prinsip
penguapan sebagai sarana untuk mempercepat dinginnya sebuah objek. Franklin
dan Hadley menegaskan bahwa penguapan cairan yang sangat mudah menguap
seperti alcohol dan eter dapat digunakan untuk menurunkan suhu suatu benda
melewati titik beku air. Mereka melakukan percobaannya dengan menggunakan
termometer bohlam merkuri sebagai obyek mereka dan dengan menggunakan
lenguh untuk "mempercepat" penguapan, mereka menurunkan suhu bola
termometer ke -14 ° C (7 ° F) sedangkan suhu ambien adalah 18 ° C (64 ° F).
Franklin mencatat bahwa, setelah melewati titik beku air 0 ° C (32 °
F)akan membentuk sebuah es tipis pada permukaan bola termometer dan tebal
massa es sekitar seperempat incil, ketika mereka berhenti melakukan percobaan
ternyata suhu sudah mencapai -14 ° C (7 ° F).
Franklin menyimpulkan,"Dari percobaan ini orang dapat melihat
kemungkinan pembekuan seorang pria mati pada hari musim panas yang hangat"
Pada tahun 1820 ilmuwan Inggris dan penemu Michael Faraday menemukan bahwa

7
mengompresi dan mencairkan amonia bisa terjadi saat amonia menguap. Pada tahun 1842
Dokter Florida John Gorrie menggunakan teknologi kompresor untuk membuat es yang
ia digunakan untuk mendinginkan udara untuk pasien rumah sakit di Apalachicola
Florida. Ia berharap pada akhirnya dapat menggunakan mesin pembuat es untuk
mengatur suhu suatu bangunan . Dia bahkan membayangkan sebuah AC yang bisa
mendinginkan seluruh kota. Meskipun prototipe nya bocor dan dilakukan tidak teratur,
Gorrie diberikan hak paten pada tahun 1851 untuk mesin pembuat esnya. Harapannya
untuk mewujudkan cita-citanya tersebut kandas setelah penyokong keuangannya
meninggal dunia; Gorrie tidak mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk
mengembangkan mesin. Menurut penulis biografinya Vivian M. Sherlock, ia
menyalahkan "Raja Es" Frederic Tudor, dia mencurigai bahwa Tudor telah memfitnah
terhadap "Dr Gorrie yang meninggal miskin pada tahun 1855, dan gagasan AC memudar
selama 50 tahun." James Harrison 's mekanis pertama "mesin pembuat es" mulai
beroperasi pada tahun 1851 di tepi Sungai Barwon di Rocky Point di Geelong (Australia).
Mesin pembuat es komersial pertama dibuat pada 1854 dan patennya untuk sistem uap-
kompresi eter refrigerasi diberikan pada tahun 1855. Sistem baru yang digunakan adalah
kompresor pendingin akan mendorong gas melewati kondensor untuk selanjutnya
didinginkan dan dicairkan. Gas cair kemudian beredar melalui kumparan pendingin dan
menguap lagi, sistem pendinginan di sekitarnya. Mesin ini menggunakan 5 m (16 ft) roda
gila dan menghasilkan 3.000 kilogram (£ 6600) es per hari.Pada abad ke-19 Dokter John
Gorrie dari Florida memiliki kegiatan yang menghasilkan dengan melayani pos setempat,
pengusaha, notaris, dan petugas bank. Ketika malaria dan demam kuning menyapu daerah
pada tahun 1841 ia menjatuhkan semua tanggung jawab lain untuk mencari obat. Ia
percaya bahwa penyakit ini disebabkan oleh gas beracun yang dikeluarkan oleh
vegetasi subtropis di udara, panas, lembab, sehingga Gorrie mengusulkan
pertahanan dua tingkat:, yang pertama adalah dia meyakinkan penduduk setempat
untuk mengisi rawa terdekat, untuk mencegah gas agar tidak mencapai kota . Dan
kedua ia berteori bahwa kamar pasien berpendingin akan mengurangi
kelembaban dan dapat mengurangi demam dan membantu menjaga gas dari
kontaminasi udara.Pendingin ruangan adalah ide baru - es adalah fenomena
langka musim panas di Florida, dan hampir tidak tersedia di luar musim dingin,
sehingga Gorrie tertantang untuk membuat sebuah mesin yang memproduksi es.
Selama penelitian beberapa tahun ia merancang mesin bertenaga uap dengan
kompresi udara dalam ruang kecil, kemudian tekanan dilepaskan yang

8
memungkinkan udara untuk secara cepat mengembangkan dan menyerap panas
dari air yang mengelilingi ruang kedap udara. Karena proses ini diulang dalam
proses piston-driven, panas diekstraksi dari air, membuat es seperti yang
didinginkan di bawah titik beku. Untuk mendinginkan sebuah ruangan kecil maka
es ditempatkan dalam baskom yang ditangguhkan dari langit-langit dengan pipa di
atas cekungan memanjang ke atas melalui langit-langit dan atap.udara ditetapkan
disekitar es dingin untuk menciptakan cukup vakum untuk menarik udara luar dari
pipa cerobong asap,dengan cara ini udara luar ditarik atas.
Tekanan panas akan naik dan memaksa mendinginkan udara ke dalam
ruangan.Gorrie dikontrak untuk bekerja di Iron Cincinnati untuk membangun
prototipe penemuan cerdik, dan mengajukan patennya pada tanggal 27 Februari
1848. Ia menghabiskan tujuh tahun ke depan dan gagal untuk mencari pendukung
keuangan untuk memproduksi mesin. Tentu saja dia salah tentang malaria, yang
katanya akibat udara dingin padahal setelah diketahui ternyata penyebeb malaria
adala nyamuk. Namun pendingin yang modern adalah keturunan dari prinsip-
prinsip pertama kali yang digunakan oleh Gorrie, dan ia biasanya disebut
sebagai penemu refrigerasi mekanik,pembuatan es, dan AC.

3.2 Pengertian Air Conditioner

Pengertian Air Conditioner merupakan sebuah alat yang mampu


mengkondisikan udara. Dengan kata lain, AC berfungsi sebagai penyejuk udara
yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan nyaman bagi tubuh. AC Lebih
banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur
udara yang relatif tinggi (panas). Air Conditioner (AC) merupakan suatu
komponen/peralatan yang dipergunakan untuk mengatur suhu, sirkulasi,
kelembaban dan kebersihan udara didalam ruangan. Air Conditioner (AC)
mempertahankan kondisi udara,baik suhu dan kelembabannya agar nyaman.

9
Pada saat suhu ruangan tinggi AC akan mengambil panas dari udara
sehingga suhu ruangan turun, dan sebaliknya ketika suhu ruangan rendah AC akan
memberikan panas ke udara sehingga suhu udara akan naik. Bersamaan dengan
itu kelembaban udara juga dikurangi sehingga kelembaban udara dipertahankan
pada tingkat yang nyaman. Air Conditioner (AC) merupakan suatu perlengkapan
yang memelihara dan mengkondisikan kualitas udara di dalam kendaraan agar
temperatur/suhu, kebersihan dan kelembabannya menyenangkan serta nyaman.
Apabila didalam ruangan temperaturnya tinggi, maka panas yang diambil agar
temperatur turun disebut pendinginan. Sebaliknya, ketika temperatur di dalam
ruangan rendah, maka panas yang diberikan agar temperatur naik disebut
pemanasan. Kebanyakan bangunan berukuran sedang dan besar, energi panas
dipindahkan dengan menggunakan udara, air dan kadang-kadang refrigerant.
Perpindahan energi panas ini seringkali dengan membawa energi tersebut dari
suatu ruangan ke suatu penyerap kalor sentral (unit refrigerasi) atau membawa
kalor dari sumber kalor (pemanas atau ketel) ke ruangan.

3.3 Jenis-jenis AC

Penyejuk udara atau pengkondisi udara atau penyaman udara atau AC


(bahasa inggris : air conditioner) adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk
menstabilkan suhu udara dan kelembapan suatu area (yang digunakan untuk
pendinginan maupun pemanasan tergantung pada sifat udara pada waktu tertentu).
Konsep pendingin udara diketahui telah diterapkan di Romawi Kuno dan Persia
abad pertengahan. Pendingin modern muncul dari kemajuan dalam ilmu kimia
selama abad 19, dan pendingin udara skala besar listrik pertama ditemukan dan
digunakan pada tahun 1902 oleh Willis Haviland Carrier.

10
Kebutuhan AC saat ini memang harus untuk menunjang kinerja
diperkantoran agar lebih nyaman. Diperumahan pun demikian, keberadaan AC
sangat dibutuhkan yang ujung-ujungnya adalah demi kenyamanan.
Di pasaran, terdapat banyak jenis dan macam-macam AC, diantaranya
adalah sebagai berikut :

a). AC Split Wall

Gambar 3-1 bentuk fisik AC Split Wall

AC Split Wall adalah jenis AC yang paling umum digunakan di rumah,


kantor maupun instansi di Indonesia, ini disebabkan beberapa faktor mulai dari
gampangnya perawatan dan support.AC ini terbagi menjadi dua bagian yaitu
Indoor dan Outdoor. Indoor adalah bagian yang mengeluarkan hawa dingin dan
Outdoor adalah bagian tempat dimana mesin berada.Outdoor ditempatkan diluar
ruangan karena mengeluarkan hawa yang panas dan kadangkala suaranya yang
berisik.
Kelebihan AC Split Wall :
1).Bisa dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan dengan udara luar,
misalnya pada ruangan yang posisinya ditengah pada bangunan Ruko, karena
condenser yang terpasang pada outdoor bisa ditempatkan ditempat yang
berhubungan dengan udara luar jauh dari ruangan yang didinginkan.
2). Suara didalam ruangan tidak berisik.
Kekurangan AC Split Wall:

11
1). Pemasangan pertama maupun pembongkaran apabila akan dipindahkan
membutuhkan tenaga yang terlatih.
2). Pemeliharaan/perawatan membutuhkan peralatan khusus dan tenaga yang
terlatih.
3). Harganya lebih mahal.

b). AC Window

Gambar 3-2 bentuk fisik AC Window

AC Window adalah AC yang berbentuk kotak dan dalam


pengoperasiannya tidak menggunakan remote. Karena tombol kontrol sudah
terintegrasi dengan AC ini. AC ini hanya terdiri dari satu bagian yaitu unit itu
sendiri dan tidak ada istilah outdoor dan indoor AC. AC ini sudah tidak
diproduksi lagi karena dianggap sudah ketinggalan jaman dan karena tidak ada
unit outdoor yang membuat AC ini tidak praktis. Kapasitas AC ini mulai dari
0.5 pk – 2.5 pk.

c). AC Sentral

12
Gambar 3-3 bentuk fisik AC Sentral

Pada AC jenis ini, udara dari ruangan/bangunan didinginkan pada cooling


plant diluar ruangan/bangunan tersebut kemudian udara yang telah dingin
dialirkan kembali kedalam ruangan/bangunan tersebut. AC jenis ini biasanya
dipergunakan di hotel atau mall.

d). AC Standing Floor

Gambar 3-4 bentuk fisik AC Standing Floor

AC Standing Floor adalah AC yang unit Indoornya berdiri dan mudah


dipindahkan. Karena kepraktisannya ini, AC ini sering digunakan dalam acara-
acara seperti acara ulang tahun, perkawinan, hajatan dan acara lainnya.
AC ini bisa dioperasikan dengan remote control. AC ini mempunyai
bagian Indoor dan bagian Outdoor. Kapasitas AC ini mulai dari 2pk – 5pk.

e). AC Cassette

13
Gambar 3-5 bentuk fisik AC Cassette

Jenis AC Cassette ini, indoornya menempel di plafon. jenis AC Cassette


dengan berbagai ukuran mulai dari 1.5pk sampai dengan 6pk.
Cara pemasangan ac ini memerlukan keahlian khusus dan tenaga extra,
tidak seperti memasang ac rumah atau ac split, yang bisa dipasang sendirian.

f). AC Split Duct

Gambar 3-6 bentuk fisik AC Split Duct

AC Split Duct merupakan AC yang pendistribusian hawa dinginnya


menggunakan Sistem Ducting. Ini artinya, AC Split Duct tidak memiliki pengatur
suhu sendiri-sendiri melainkan dikontrol pada satu titik!. Tipe AC ini biasanya
digunakan di Mall atau gedung-gedung yang memiliki ruangan luas.
AC Split Duct tidak pernah terlepas dari sistem Ducting yang merupakan
bagian penting dalam sistem AC sebagai alat penghantar udara yang telah
dikondisikan dari sumber dingin ataupun panas ke ruang yang akan dikondisikan.

14
Perkembangan desain ducting untuk AC hingga saat ini sangat dipengaruhi oleh
tuntutan efisiensi, terutama efisiensi energi, material, pemakaian ruang, dan
perawatan.
Kelebihan AC Split Duct :
1). Suara didalam ruangan tidak berisik sama sekali.
2). Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor.
Kekurangan:
3). Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga
yang betul-betul terlatih.
4). Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, maka dampaknya
dirasakan pada seluruh ruangan.
5). Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling
plant. Biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan tinggi.

g). AC Inverter

Gambar 3-7 bentuk fisik AC Inverter


AC Inverter merupakan jenis AC Split yang menggunakan teknologi
inverter. Inverter yang terdapat di dalam unit AC merupakan alat / komponen
untuk mengatur kecepatan motor-motor listrik. Disini Inverternya terdiri dari
Rectivier dan Pulse-width modulator. Dengan menggunakan Inverter, motor listrik
menjadi variable speed, kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai
dengan kebutuhan. Jadi dibandingkan AC Split biasa, type AC Inverter lebih
hemat listrik ± 60%.

15
h). AC VRV

Gambar 3-8 bentuk fisik AC VRV

VRV = Variable Refrigerant Volume merupakan sistem kerja refrigerant


yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi
dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi
energi, melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC
Split, atau AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan
untuk lebih dari 2 indoor AC serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC
yang diinginkan secara terkomputerisasi.

3.4 Prinsip Kerja AC Split

16
Gambar 3-9 Prinsip Kerja AC

Berikut ini merupakan cara ataupun prinsip kerja AC secara garis besar:

a). Pertama kali AC akan menghisap udara pada ruangan melalui kipas sentrifugal
yang ada pada evaporator. Kemudian udara yang telah dihisap akan masuk dan
bertemu dengan pipa coil. Di dalam pipa coil tersebut udara akan bersentuhan
dengan cairan refrigerant (freon). Freon tersebut yang menyerap panas pada
udara. Selanjutnya ketikan udara sudah menjadi dingin maka akan
menyebabkan refrigerant menguap. Hasil uap dari refrigerant tersebut
berkumpul pada penampung uap.

b). Selanjutnya tekanan uap dari evaporator akan disirkulasikan ke kondensor.


Dimana saat proses kompresi sedang berlangsung, suhu serta tekanan uap
refrigerant akan naik. Hingga akhirnya tekanan uap yang sangat tinggi tersebut
ditekan masuk menuju kondensor.

c). Cara kerja AC selanjutnya yaitu udara yang keluar dari kondesor merupakan
udara panas yang berubah menjadi uap. Selanjutnya uap refrigerant memberi
panas ke udara pendingin yang ada pada kondesor. Hingga akhirnya menjadi

17
embun yang ada pada pipa kapiler. Panas yang ada pada kondesor dibantu
dikeluarkan oleh kipas propeller.

d). Selanjutnya agar sirkulasi udara dapat dingin secara terus-menerus dan dapat
diatur sesuai keinginan pengguna AC maka dibutuhkanlah thermostat.
Komponen AC yang satu ini berfungsi untuk pengaturan suhu yang ada dalam
ruangan. Pengaturan suhu tersebut tentu dapat disesuaikan sesuai keinginan
pengguna AC.

e). Tidak hanya udara dalam ruangan saja yang dihisap oleh kipas sentrifugal.
Dalam kondisi ruangan yang suhunya sudah lebih dingin dibanding suhu luar
ruangan maka udara di luar ruangan akan dihisap juga. Cara kerja AC dalam
mengolah udara dari luar ruangan hampir sama dengan cara mengolah udara
dari dalam ruangan. Masuknya udara dari luar ruangan yaitu melalui kisi-kisi
AC. Kejadian atau proses pendinginan udara terjadi secara terus-menerus dan
berulang. Komponen AC yang berperan cukup penting dalam penyaringan
udara yaitu filter. Filter merupakan bagian AC yang berfungsi untuk menyaring
udara dari kotoran-kotoran. Jadi sebelum dihisap oleh kipas sentrifugal, udara
terlebih dahulu disaring dari polutan. Demikian yang dapat disampaikan
mengenai cara kerja AC secara garis besar.

3.5 Fungsi Komponen Utama Pada Sistem AC

Komponen Utama AC diantaranya :

1). Kompresor
Kompresor Adalah Sebuah alat yang berfungsi untuk menyalurkan
gas refrigeran ke seluruh sistem. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor
AC layaknya seperti jantung di tubuh manusia. Kompresor Memiliki 2
Pipa,Yaitu Pipa Hisap Dan Pipa tekan. Dan memiliki 2 daerah tekanan,
yaitu tekanan rendah dan tekanan tinggi.

18
Gambar 3-10 unit Kompressor AC Split

2). Kondensor

Gambar 3-11 unit Kondensor AC Split

Kondensor berfungsi sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur


refrigeran dan mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cair.
Kondensor pada AC biasanya di simpan pada luar ruangan (outdoor). Kondensor
biasanya didinginkan oleh kipas (FAN), Fan ini berfungsi menghembuskan panas yang di
hasilkan kondensor pada saat pelepasan kalor yang di serap oleh gak refrigeran. Agar
proses pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan
dilengkapi dengan sirip.

19
3). Pipa Kapiler

Gambar 3-12 unit pipa kapiler AC Split

Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan


tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi
utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda,
yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. refrigeran bertekanan tinggi sebelum
melewati pipa kapiler akan di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari
penurunan tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian
inilah(pipa kapiler) refrigeran mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler
terletak antara saringan (filter) dan evaporator.

4). Evaporator

Gambar 3-13 Unit Evaporator AC Split

20
Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke
refrigeran. Akibatnya, wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kapiler akan
berubah wujud menjadi gas. Secara sederhana, evaporator bisa di katakan sebagai
alat penukar panas. Udara panas disekitar reuangan ber-AC diserap oleh
evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehingga suhu udara yang keluar
dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semua atau dingin. Sirkulasi
udara ruangan ber-AC diatur oleh blower indoor. Biasanya evaporator
ditempatkan pada dalam ruangan.
Komponen Pendukung AC Diantaranya :
1.Strainer atau Saringan
Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh
refrigeran di dalam sistem AC, Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer
rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi
refrigeran menjadi terganggung biasanya, kotoran yang menjadi penyumbat
sistem pendingin, seperti karat dan serpihan logam.
2. Accumulator
Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair
bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu,
accumulator berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-
masuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak
mengalir kekompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap
dalam wujud gas. Sebab, ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah
masuk ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.
3. Minyak Pelumas Kompresor
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk
melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain
itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas dibagian-bagian kompresor.
Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigeran, kemudian ikut
bersirkulasi di dalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh
sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat
melumasi, tahan terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku.

21
3.6 Komponen Elektronika AC Split
a). Fuse

Bentuk fisik symbol fuse

Gambar 3-14 bentuk fisik dan symbol Fuse

Power AC sebelum masuk komponen kelistrikan AC Split, pertama-tama


melewati fuse. Fuse berfungsi untuk pengaman bila ada kerusakan / short di
rangkaian kelistrikan AC Split maka fuse akan putus, sehingga bahaya kebakaran
dapat dihindari.

b). Motor Stepping

Bentuk fisik Simbol Motor Stepping

Gambar 3-15 bentuk fisik dan simbol Motor Stepping

22
Motor stepping pada unit AC Split indoor berfungsi untuk mengarahkan
udara dari blower. Pengaturan arah hembusan angin bisa diatur menggunakan
remote control.

c). Kapasitor Unit Indoor

Bentuk fisik symbol kapasitor

Gambar 3-16 bentuk fisik dan simbol Kapasitor Indoor Unit

Pada AC Split unit indoor kapasitor berfungsi sebagai penggerak motor


blower saat running atau sebagai starting kapasitor.

d). Sensor Temperatur (Thermistor)

Bentuk fuse Thermis Simbol Fuse

Gambar 3-17 bentuk fisik dan simbol Sensor Temperatur (Thermistor)

Sensor temperatur (thermistor) adalah alat pengukur temperatur.


Thermistor membaca temperatur dan selanjutnya data diproses oleh modul kontrol

23
elektronik. Biasanya, thermistor dipasang di bagian pipa evaporator AC Split.
Thermistor dibuat dari bahan semikonduktor yang dibuat dalam beberapa bentuk,
seperti piringan, batangan, atau butiran, tergantung dari pabrikan AC. Pada
thermistor berbentuk butiran, memiliki diameter (kira-kira 3-5 mm). Kemudian,
beberapa butir thermistor tersebut dibungkus dengan kapsul yang terbuat dari
bahan gelas (kapsul kaca). Selanjutnya, kapsul kaca dipasangi dua buah kaki
terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor berbentuk butiran
mampu memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan temperatur.
Thermistor dirancang agar memiliki tahanan yang nilainya semaking mengecil
ketika temperatur bertambah (NTC). Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu
thermistor temperatur ruangan dan thermistor pipa evaporator. Thermistor
temperatur ruangan berfungsi menerima respon perubahan temperatur dan
hembusan udara evaporator. Thermistor pipa berfungsi menerima perubahan
temperatur pada pipa evaporator.

e). Modul Kontrol Elektronik

Gambar 3-18 bentuk fisik Modul Kontrol Elektronik

Modul Kontrol Elektronik pada AC Split mempunyai fungsi mengatur


kerja keseluruhan Unit AC Split. Jika di analogika, fungsi modul kontrol
elektronik menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen PCB Kontrol
terdiri dari bermacam-macam alat elektronik, seperti resistor, kapasitor, IC, rom,
trafo, fuse dan komponen pendukung elektronik lainnya.Fungsinya pun beragam,

24
mulai dari Menerima data dari remote control, mengontrol kecepatan blower
indoor, pergerakan swing motor stepper, mengatur temperatur, lama
pengoperasian(timer), mengontrol kerja compressor sampai menyalakan atau
menonaktifkan AC.

f). Panel Indikator/Display

Gambar 3-19 bentuk fisik Panel Indikator/Display

Sebagai penampil status proses kerja dari unit AC Split. Indikator ini
terdiri dari beberapa LED (light emitting diode).

g). Remote

Gambar 3-20 bentuk fisik Remote

Remote control pada AC Split berfungsi untuk pengaturan bagi pengguna,


setting suhu, timer, kecepatan blower indoor dan pengaturan arah motor swing.

25
h). Kapasitor outdoor

Bentuk Fisik Kapasitor outdoor Simbol Kapasitor

Gambar 3-21 bentuk fisik dan simbol Kapasitor Outdoor

Pada AC Split unit outdoor kapasitor berfungsi sebagai penyimpanan


muatan listrik sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua
muatan listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat.
Besarnya muatan yang bisa ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan
dari kapasitas kapasitor adalah Farad (F). Kapasitor pada AC Split outdoor
difungsikan sebagai penggerak kompresor pertama kali atau starting kapasitor.
Dengan bantuan starting kapasitor, hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atau
sangat singkat untuk membuat motor kompresor berputar pada kecepatan penuh,
sehingga menurunkan arus starting pada kompressor. Lama atau singkatnya waktu
yang dibutuhkan tergantung dari jumlah muatan listrik yang tersimpan pada
kapasitor. Setelah motor kompresor mencapai putaran penuh, secara otomatis
hubungan listrik pada kapasitor akan dilepas dan digantikan dengan hubungan
langsung dari PLN. Kapasitor akan mengisi kembali muatan dan akan digunakan
kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakan Kompresor.

26
i). Overload Protector

Gambar 3-22 bentuk fisik Overload Protector

Overload Motor Protector (OMP) pada AC Split berfungsi sebagai


pengaman motor listrik kompresor (biasanya terdapat pada jenis kompresor
hermetik). Kerja OMP dikendalikan oleh sensor panas yang terbuat dari campuran
bahan logam dan bukan logam (bimetal). Batang bimetal inilah yang membuka
dan menutup arus listrik secara otomatis ke motor listrik. Ketika bimetal dilewati
arus listrik tinggi secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas,
bimetal akan membuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan putus.
Begitu juga sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal akan menutup, arus
listik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor akan kembali
bekerja. Penempatan Overload Motor Protector (OMP) pada kompresor hermetik
ada dua macam, yaitu external OMP (diletakan di luar body kompresor) dan
internal OMP (diletakan di dalam kompresor). Biasanya, External OMP
digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak terlalu besar (0,5-l PK),
sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor AC yang
besar( 1,5-2 PK)

j). Motor Blower

27
Bentuk Fisik Motor Blower Simbol Motor Blower

Gambar 3-23 bentuk fisik dan simbol Motor Blower

Pada AC Split motor blower berfungsi untuk mensirkulasikan udara dalam


ruangan, sehingga udara ruangan dapat bersirkulasi melewati evaporator, setelah
udara melewati evaporator aliran udara di arahkan ke ruangan oleh pengatur aliran
udara. Blower akan bekerja sampai temperatur udara ruangan sesuai keinginan.
Dengan kata lain blower akan berhenti kerja (Off) ketika temperatur udara
ruangan mencapai suhu yang kita inginkan (setting suhu pada pengaturan remote
kontrol AC Split).

28
BAB IV

PRINSIP KERJA DAN ANALISA RANGKAIAN

4.1 Prinsip Kerja Blok Diagram Rangkaian Elektronika AC Split

Gambar 4-1 Blok Diagram Rangkaian Elektronika AC

Untuk memudahkan penjelasan, rangkaian ini dibagi mejadi 7 bagian utama,


yaitu rangkaianVcc,power supply,microcontroller,indoor motor fan,remote,pipe
sensor air sensor,outdoor motor fan.Ketujuh Block diatas tentunya memiliki
karakteristik dan prinsip kerja . Berikut penjelasannya:

a). Vcc
Activator pada rangkaian ini berasal dari tegangan yang diberikan pada
rangkaian sebesar 220 volt.
b). Power supply
Pada rangkaian ini untuk mengubah arus AC menjadi DC transformator yang
digunakan adalah jenis transformator step down dengan output 12 volt.

c). Mikrokontroller

29
Mikrokontroller pada rangkaian ini berfungsi sebagai kendali atau pengatur
proses kerja pada setiap komponen.agar dapat bekerja mikrokontroller
membutuhkan tegangan sebesar 5volt
d). Indoor fan motor
Output pada rangkaian ini menggunakan fan motor yang membutuhkan
tegangan sebesar 12 volt agar dapat bekerja.
e). Remote
Sebagai Kendali untuk mengaktifkan rangkain ac ini,remote di gunakan
sebagai kendali pengaktifan, mengatur suhu, mengatur kecepatan fan dan
menonaktifkan rangkaian AC.
f). Sensor
Sensor yang di gunakan pada rangkaian ini adalah sensor suhu dan sensor
udara. Sensor suhu dan sensor udara ini berfungsi untuk mengatur udara yang
diprogram oleh remote. Secara otomatis maka sensor udara dan sensor suhu akan
menyusaikan perintah dari program remote. Agar dapat bekerja sensor ini
membutuhkan tegangan sebesar 5 volt.
g). Outdoor fan motor
Output yang digunakan unit outdoor berupa fan motor yang membutuhkan
tegangan sebesar 220 volt agar dapat bekerja.

4.2 Prinsip Kerja Skema Rangkaian Elektronika AC Split

30
Gambar 4-2 Blok Skema Rangkaian Elektronika AC

Pada saat rangkaian di berikan tegangan input 220V AC melewati fuse


masuk ke varistor dan ssr tegangan output dari varistor dihubungkan ke power
supply sehingga menghasilkan tegangan 12VDC. Tegangan dari power supply
12VDC masuk pada ssr,relay,fan outdoor,voltage regulator. Tegangan voltage
regulator sebesar 5VDC mengaktifkan microcontroller. Remote control sebagai
kendali memberikan sinyal input ke bagian receiver yang kemudian diproses oleh
mikon. Sinyal input tersebut diproses sehingga menghasilkan output untuk
mengaktifkan fan motor, pipe sensor, return air sensor, fan outdoor dan
kompressor.

4.3 PRINSIP KERJA PERBLOK RANGKAIAN

31
a). Blok Vcc
Block vcc adalah sumber tegangan yang dibutuhkan pada
rangkaian ini sebesar 220 volt, masuk ke fuse sebagai pengaman agar jika
ada short atau consleting listrik, rangkaian elektronik ini tidak bermasalah.
b). Blok Power supply

Blok power supply ini berupa varistor, transformator, yang


berfungsi sebagai penahan dan memfilter tegangan 220 volt menjadi
12volt, transformator yang di gunakan pada rangkaian ini berjenis
transformator step down.

c). Mikrokontroller
Blok mikrokontroller ini meliputi voltage regulator dan receiver
display. Mikrokontroller dapat bekerja degan tegangan 5 volt.
Mikrokontroller berfungsi sebagai kendali untuk menghubungkan
komponen-komponen pada rangkaian elektronika. Pada saat tegangan
keluaran dari power supply sebesar 12volt, maka fungsi dari voltage
regulator memperkecil tegangan menjadi 5 volt. Receiver display ini
berupa photodioda yang mempunyai proses kerja ketika menerima
frekuensi berupa cahaya yang di pancarkan oleh led infra merah yang
terletak pada remot.
d). Indoor fan motor

Blok indoor fan motor meliputi fuse, kapasitor, sensor fan


speed.Fan motor indoor ini dapat bekerja ketika output power supply
sebesar 12volt terhubung pada input fan motor indoor. Sebelum terhubung
pada input fan motor indoor, output power supply sebesar 12 volt melewati
kapasitor yang berfungsi menyimpan tegangan. Output kapasitor
terhubung ke fuse yang berfungsi sebagai pengaman dan terhubung pada
sensor speed fan yang berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran fan
yang di program oleh remot.

e). Remote
Blok remote berfungsi sebagai kontrol ke rangkaian elektronik
ac.blok remot ini menggunakan batterai sebesar 3 volt sebagai sumber

32
tegangan. Output batterai sebesar 3 volt terhubung pada kapasitor yang
berfungsi menyimpan tegangan. Output kapasitor dihubungkan ke led
infra merah yang memancarkan frekuensi ke transmitter display yang
berupa photodiode.

f). Sensor
Blok sensor berfungsi untuk mengatur udara yang diprogram oleh
remote. Secara otomatis maka sensor udara dan sensor suhu akan
menyusaikan perintah dari program remote. Agar dapat bekerja sensor ini
membutuhkan tegangan sebesar 5 volt.Sensor yang digunakan pada
rangkaian elektronika AC adalah sensor suhu (thermostat).

4.4 Troubleshooting

a). Power Supply

Pada saat rangkaian mendapatkan tegangan kurang dari 12V maka


rangkaian tidak dapat beroperasi, perbaikan dapat di lakukan dengan cara
pengecekan pada bagian Power Supply. Jika Power Supply tidak dapat beroperasi
dengan baik, maka untuk perbaikan dapat dilakukan dengan penggantian pada
Power Supply.

b). Motor Swing

Jika tegangan yang melewati power supply normal (12V), tetapi rangkaian
tidak dapat beroperasi, maka perbaikan dapat dilakukan dengan cara pengecekan
pada Motor Swing. Jika pada saat pengecekan Motor Swing tidak dapat berfungsi
dengan baik, maka untuk perbaikan dapat dilakukan dengan penggantian Motor
Swing.

c). Remote

Jika pada saat Remote menginstruksikan ke receiver/display,namun


receiver/display tak merespon, langkah pertama yang di lakukan untuk perbaikan
adalah pengecekan pada batterai remote. Jika batterai Remote sudah tak dapat

33
berfungsi, maka perbaikan dapat di lakukan dengan cara penggantian pada batterai
Remote.

d). Receiver/Display

Jika pada saat remote menginstruksikan ke Receiver/Display, namun


Receiver/Display tak merespon, langkah kedua yang di lakukan untuk perbaikan
adalah pengecekan pada unit Receiver/Display. Jika Receiver/Display sudah tak
dapat berfungsi, maka perbaikan dapat di lakukan dengan cara penggantian pada
Receiver/Display.

e). Sensor Pipa

Jika pada saat remote menginstruksikan pada receiver/display dan


receiver/dislplay merespon dengan aktifnya buzzer. Namun motor fan tak dapat
beroperasi atau berputar, maka langkah pertama untuk perbaikan adalah dengan
cara pengecekan pada bagian Sensor Pipa. Jika Sensor Pipa menunjukan tanda
tanda tidak normal yaitu dengan tidak adanya tegangan pada saat pengukuran,
maka langkah selanjutnya untuk perbaikan adalah dengan cara penggantian pada
Sensor Pipa.

f). Motor Fan

Jika pada saat remote menginstruksikan pada receiver/display,dan


receiver/dislplay merespon dengan aktifnya buzzer. Namun motor fan tak dapat
beroperasi atau berputar,maka langkah kedua untuk perbaikan adalah dengan cara
pengecekan pada bagian Motor Fan.Jika Motor Fan menunjukan tanda tanda tidak
normal yaitu dengan tidak adanya tegangan pada saat pengukuran,maka langkah
selanjutnya untuk perbaikan adalah dengan cara penggantian pada Motor Fan

g). Sensor Udara

Jika pada saat rangkaian AC telah beroperasi,namun AC tidak maksimal


dalam mengatur suhu udara pada ruangan (tidak dingin).Langkah pertama untuk
perbaikan adalah dengan cara pengecekan pada sensor udara.Jika Sensor Udara

34
sudah tak dapat beroperasi dengan baik dengan menunjukan tanda tidak adanya
tegangan dalam proses pengukuran.Maka perbaikan dapat dilakukan dengan cara
penggantian pada Sensor Udara.

35
4.6 Tabel Pengukuran

Berikut adalah table pengukuran tegangan pada masing masing


komponen,sebagai berikut;

Tabel 4-1 Pengukuran Komponen

TABEL PENGUKURAN
KOMPONEN INPUT OUTPUT OUTPUT
NORMAL UNNORMAL
Power Supply 220V 12V 0V
Mikrokontroller 5V 5V 0V
Display 5V AKTIV NON AKTIV
Sensor Pipa 5V 5V 0V
SensorUdara 5V 5V 0V
Motor Fan 12V AKTIF NON AKTIF
Motor Swing 12V AKTIF NON AKTIF

Keterangan;

a). Power Supply mendapat tegangan input sebesar 220V,jika Power Supply dapat
berfungsi dengan baik(normal), maka output dari Power Supply mempunyai
nilai tegangan sebesar 12V.Tetapi jika Power Supply tidak dapat berfungsi
dengan baik (unnormal) makaoutput dari Power Supply mempunyai nilai
tegangan sebesar kurang dari 12V bahkan bisa mencapai 0V atau tidak ada
tegangan.

b). Mikrokontroller mendapat tegangan input sebesar 5V, jika Mikrokontroller


dapat berfungsi dengan baik(normal), maka output dari Mikrokontroller
mempunyai nilai tegangan sebesar 5V.Tetapi jika Mikrokontroller tidak dapat
berfungsi dengan baik (unnormal) makaoutput dari Mikrokontroller
mempunyai nilai tegangan sebesar kurang dari 5V bahkan bisa mencapai 0V
atau tidak ada tegangan.

36
c). Display mendapat tegangan input sebesar 5V, jika Display dapat berfungsi
dengan baik(normal),maka Display akan merespon dengan aktifnya
LED.Tetapi jika Display tidak dapat berfungsi dengan baik (unnormal) maka
Display tidak akan merespon (NON AKTIF)

d). Sensor Pipa mendapat tegangan input sebesar 5V,jika Sensor Pipa dapat
berfungsi dengan baik(normal), maka output dari Sensor Pipa mempunyai nilai
tegangan sebesar 5V. Tetapi jika Sensor Pipa tidak dapat berfungsi dengan baik
(unnormal) maka output dari Sensor Pipa mempunyai nilai tegangan sebesar
kurang dari 5V bahkan bisa mencapai 0V atau tidak ada tegangan.

e). Sensor Udara mendapat tegangan input sebesar 5V, jika Sensor Udara dapat
berfungsi dengan baik(normal), maka output dari Sensor Udara mempunyai
nilai tegangan sebesar 5V. Tetapi jika Sensor Udara tidak dapat berfungsi
dengan baik (unnormal) maka output dari Sensor Udara mempunyai nilai
tegangan sebesar kurang dari 5V bahkan bisa mencapai 0V atau tidak ada
tegangan.

f). Motor Fan mendapat tegangan input sebesar 12V, jika Motor Fan dapat
berfungsi dengan baik(normal), maka Motor Fan akan merespon dengan
aktifnya putaran pada as motor. Tetapi jika Motor Fan tidak dapat berfungsi
dengan baik (unnormal) maka Motor Fan tidak akan merespon (NON AKTIF)

g). Motor Swing mendapat tegangan input sebesar 12V, jika Motor Swing dapat
berfungsi dengan baik(normal), maka Motor Swing akan merespon dengan
aktifnya putaran pada as motor. Tetapi jika Motor Swing tidak dapat berfungsi
dengan baik (unnormal) maka Motor Swing tidak akan merespon (NON
AKTIF)

4.7 Grafik Pengukuran

37
Dari table 4-1 pengukuran komponen,dapat di buat grafik pengukuran
sebagai berikut;

Grafik 4-1 Pengukuran Komponen dengan Tegangan

Keterangan;
a). Komponen Mikrokontroller menunjukan tegangan input sebesar 5V,tegangan
output normal 5V, dan tegangan output unnormal sebesar 0V.

b). Komponen Display menunjukan tegangan input sebesar 5V,Tegangan normal


AKTIF,dan tegangan unnormal NON AKTIV.

c). Komponen Sensor Pipa menunjukan tegangan input sebesar 5V, tegangan
output normal 5V dan tegangan output unnormal sebesar 0V.

38
d). Komponen Sensor Udara menunjukan tegangan input sebesar 5V, tegangan
output normal 5V dan tegangan output unnormal sebesar 0V.

e). Komponen Motor Fan menunjukan tegangan input sebesar 12V,tegangan


output normal AKTIF dan tegangan output unnormal NON AKTIF.

f). Komponen Motor Swing menunjukan tegangan input sebesar 12V tegangan
output normal AKTIF dan tegangan output unnormal NON AKTIF.

BAB V

39
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Perangkat elektronik AC split terdiri dari beberapa jenis komponen.


Komponen tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Jika komponen
tersebut mengalami troubleshoot, maka untuk perbaikan dilakukan pengecekan
dan pengukuran nilai tegangan pada setiap komponen menggunakan AVO meter.
Adapun nilai tegangan yang di kehendaki, harus di sesuaikan dengan tabel
pengukuran (standar spesifikasi) alat. Jika nilai tegangan pada setiap komponen
kurang atau lebih dari yang di tetapkan, maka komponen tersebut tidak dapat di
pergunakan kembali. Atau dengan kata lain komponen tersebut harus di ganti
dengan type,serta spesifikasi komponen yang sama.

5.2 Saran

Setelah menyelesaikan laporan kerja praktek, penyusun menyarankan ;

a). Dalam menangani perbaikan pada sistem elektronika AC, sebaiknya di


lakukan secara berurutan dan mengerti standar atau normal nya tegangan yang
di tentukan pada setiap komponen. Agar kerusakan dapat segera di perbaiki.
Sistem elektronika pada AC dapat di pahami,apabila kita dapat mengerti arti
dari gambar pada wiring diagram.

b). Untuk pengguna AC, jika AC mengalami masalah seperti tidak dingin, langkah
yang di lakukan agar AC tidak mengalami kerusakan yang lebih adalah dengan
cara mengganti mode pada remot menjadi FAN.Setelah itu langkah selanjutnya
menghubungi maintenance AC terdekat supaya AC segera di perbaiki.

c). Untuk pemasangan unit AC baru, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan
maintenance AC atau penjual AC, agar terhindar dari kesalahan pemilihan
kapasitas AC terhadap ukuran ruangan yang ingin dilakukan pemasangan unit
AC baru.

40
DAFTAR PUSTAKA

1. Halim,Ronny.”Document”,Jakarta.;PT.CITRA RIOTEK PRATAMA,1998

2. Ing,Soen,Liem,”Document”,Jakarta;PT.SEKAWAN ABADI JAYA,1983

3. Abdillah,Margiono,”Perawatan & Perbaikan Air Conditioner (AC)


Split”,Jakarta;YAYASAN KEMAJUAN TEKNIK,2015

4. Rudatio,Taslim,”Teknik,Reparasi,Kulkas,&,AC”,Batang;CV.BAHAGIA ,
1999.

5. Ambar Yudianto dkk, ”Teknik Reparasi Mesin Pendingin Untuk Kulkas


dan AC”,Demak:Media Ilmu,1998.

6. Juni,Handoko,”Merawat,dan,Memperbaiki,AC”,Jakarta:KawanPustaka,20
08.

7. Soedjono dan H.Hartanto,”Teknik Pesawat Pendingin”,Semarang:Dahara


Prize,1994.

8. Sumanto,”Dasar-Dasar Mesin Pendingin”,Yogyakarta:Andi offset,1991.

9. Syamsuri Hasan dkk.,”Sistem Refrigasi dan Tata Udara 2”,Jakarta:Pusat


Perbukuan Depdiknas,2008.

41

Anda mungkin juga menyukai