Anda di halaman 1dari 3

Instrumentasi Level Measurement ( Alat Ukur Ketinggian)

1. Alat ukur ketinggian

Alat ukur ketinggian adalah suatu alat ukur yang digunakan sebagai indikator
terjadinya perubahan ketinggian pada peralatan proses.

Tujuan utama pengaturan liquid level adalah digunakan untuk:


a. Mengatur Kondisi Proses

Level harus dijaga pada batas- batas tertentu agar produk yang dihasilkan memenuhi
persyaratan mutu ( terjadi pemisahan fraksi yang memenuhi persyaratan mutu).

Makin tinggi level yang diatur, makin lama cairan tersebut berada dalam coloum,
maksudnya makin banyak fraksi ringan yang teruapkan.

b. Mengatur Isi/Volume
Perubahan ketinggian cairan dalam tangki akan ditunjukkan oleh sebuah indikator,
dimana penunjukan pada sebuah skala yang telah dikonfirmasikan dalam satuan
volume.
c. Mengetahui Jumlah Aliran

Kecepatan aliran (flow) dapat dihitung dari perubahan tinggi cairan dalam suatu
satuan.
Flow = Xm3/T menit
 X= Volume cairan yang dipindahkan.
 T= Waktu yang diperlukan untuk memindahkan.
2. Macam methode pengukuran level

Beberapa cara untuk mengetahui ketinggian (level) cairan, tergantung dari tempat dan
keadaan antara lain:
a. Gelas penduga ( level gauge glass)

Prinsip pengukuran langsung terhadap bejana berhubungan, dimana pada


pengukuran dengan gelas penduga ada 2 macam untuk tekanan rendah dan tekanan
tinggi.
b. Constant Displacement

Prinsip : Naik turunya cairan selalu diikuti naik turunya pelampung.


Biasanya metode ini dilengkapi dengan skala yang terkalibrasi dalam satuan volume.
c. Variable Displacement

Prinsip : Hukum Archimides

Bila suatu benda berada dalam zat cair akan berkurang beratnya sebesar berat zat cair
yang dipindahkan.Penggunaan torque tube pada pengukuran level atau level
transmitter.

Bila permukaan cairan naik, akan memutar torque tube " counter clockwise"
(berlawanan arah jarum jam), begitu juga riversing arc akan berputar torque.

Gerakan ini diteruskan ke controllinks, kemudian ke control arc dan menggerakkan


control arc ke bawah sehingga flaper akan bergerak mendekati nozzle.

Akibatnya:

Output dari relay akan, menambah tekanan yang akan diteruskan ke proportional
below. Sehingga membalance gerakan control arm dan membalance pula gerakan
flaper terhadap nozzle.

Sehingga terjadi perubahan level tertentu, maka outputnya akan tetap pada suatu
harga yang tertentu pula, dan ini akan sesuai dengan tinggi permukaan cairan.
d. Differential Pressure

Pengukuran level dengan cara ini banyak ditemukan pada industri perminyakan yaitu
dengan cara membandinkan tekanan media yang diukur dengan media.

Prinsip kerja:
Berdasarkan kesetimbangan gaya, input signal pada high dan low pressure yang
berasal dari titik pengambilan bawah dan atas coloumn sehingga signal pengukuran
yang brupa beda tekanan akan memberikan gaya yang sebanding dengan ketinggian
cairan, dan gaya tersebut akan diteruskan oleh force bar yang dihubungkan melalui
flexture connector dengan rangerod.

Besar kecilnya gaya menyebabkan flaper bergerak mendekati atau menjauhi nozzle.
Variasi gerakan flaper terhadap nozzle memberikan besarnya output yang dihasilkan
oleh pneumatic relay sebesar 3 - 15 psi. Sebagian output dikembalikan ke feedback
belows untuk kompensasi gerakan signal input.
3. Penggunaan D/P Cell transmitter

Penggunaan D/P cell transmitter untuk pengukuran level cairan:

 Elevation
 Suppresion

Anda mungkin juga menyukai