Anda di halaman 1dari 3

1.

Batubara

Jenis batuan : Batuan Sedimen Non klastik


Warna : Hitam
Struktur : Perlapisan tipis, 3-10 cm, non Stratified
Tekstur : Amorf (non-kristalin, tidak terlihat struktur kristalnya)
Komposisi mineral : Endapan bahan organik, kompaksi material yang berasal dari tumbuhan,

Deskripsi : Batuan ini terbentuk dari endapan bahan organik dan merupakan jenis
batuan sedimen non-klastik. Warna batuan ini adalah hitam. Karena merupakan jenis batuan
sedimen non-klastik, batubara memiliki tekstur yang amorf yaitu tekstur non-kristalin, tidak
terlihat struktur kristalnya. Perlapiasan batu ini tipis, 3-10 cm. Mempunyai fungsi sebagai
sumber energy dan bahan bakar api. ini banyak dijumpai di Sumatera Selatan dan Kalimantan
pada umumnya. yulia12@mhs.geofisika.its.ac.id

2. Batu Lempung

Jenis batuan :Batuan Sedimen Klastik


Warna : Putih Krem, ungu, hijau,merah,dan cokelat
Struktur : stratified (Berlapis)
Tekstur : Ukuran butir : Lempung ( > 1 /256 mm )
Derajat pembundaran : Membulat sempurna
Derajat pemilahan : Very Well sorted
Kemas : Tertutup
Komposisi mineral : Fragmen,matrik,semen.
Proses Terjadinya : Menurut terjadinya, type batu lempung terdiri dari lempung residu dan
lempung letakan (sedimen). lempung residu adalah sejenis lempung yang terbentuk karena
proses pelapukan (alterasi) batuan beku dan ditemukan disekitar batuan induknya. Kemudian
material lempung ini mengalami proses diagenesa sehingga membentuk batu lempung. Batu
ini biasa digunakan untuk bahan bangunan dan batuan reservoir.

3. Batu Konglomerat

Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik


Warna : Abu-abu Kehitaman
Struktur : Non stratified (tidak berlapis), struktur khususnya yaitu greeded
bedding
Tekstur : Klastik
- Ukuran Butiran : 2-256 milimeter
- Derajat Pembundaran : Membulat
- Derajat Pemilahan : Buruk
- Kemas : Terbuka
Komposisi Mineral : sejenis atau campuran rijang, kuarsa, granit, dan lain-lain
Proses Terbentuk :
Batu ini adalah batuan sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda
dan bentuk membulat dengan ukuran lebih besar dari 2mm yang direkat menjadi batuan
padat. Dengan yang berada ditengah-tengah semen yang tersusun oleh batupasir dan
diperkuat & dipadatkan lagi kerikil. Bentuk fragmen yang membulat akibat adanya aktivitas
air, umumnya terdiri atas mineral atau batuan yang mempunyai ketahanan dan diangkut jauh
dari sumbernya. Di antara fragmen- fragmen konglomerat diisi oleh sedimen-sedimen halus
sebagai perekat yang umumnya terdiri atas Oksida Besi, Silika, dan Kalsit. Fragmen-fragmen
konglomerat dapat terdiri atas satu jenis mineral atau batuan atau beraneka macam campuran.
Seperti halnya breksi, sifatnya yang heterogen menjadikan berwarna-warni. Konglomerat
umumnya diendapkan pada air dangkal. Dalam pembentukannya membutuhkan energi yang
cukup besar untuk menggerakan fragmen yang cukup besar biasanya terjadi pada sistem
sungai dan pantai. Kegunaan Untuk Bahan Bangunaan

4. Batu pasir

Jenis Batuan : Batuan Sedimen


Warna Batuan : krem
Tekstur : Klastik
Ukuran butir : 1/16 hingga 2 milimeter.
Derajat pemilahan : Very Well sorted
Kemas : Tertutup
Struktur : Non Stratified
Komposisi : Butir kuarsa dan feldspar
Diagenesa :
Batu pasir adalah suatu batuan sedimen klastik dimana partikel penyusunya kebanyakan
berupa butiran berukuran pasir yang terbawa oleh pergerakan air. Seperti ombak pada suatu
pantai atau saluran di suatu sungai. Butirannya secara khas di semen bersama-sama oleh
tanah kerikil atau kalsit untuk membentuk batupasir tersebut. Batupasir paling umum terdiri
atas butir kuarsa. Hal ini disebabkan kuarsa adalah suatu mineral yang umumnya bersifat
menentang laju arus. Batu pasir mempunyai banyak kegunaan didalam industri konstruksi
sebagai suatu kumpulan dan batu-tembok. Batu pasir hasil galian dapat digunakan sebagai
material di dalam pembuatan gelas/kaca.

5.Batu Gamping
Jenis Batuan : Sedimen
Warna Batuan: putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat, merah bahkan hitam
Tekstur : Klastik
Struktur : Non Stratified
Komposisi : Kalsium karbonat (CaCO3).
Diagenesa :
Batu ini merupakan salah satu golongan batuan sedimen yang paling banyak
jumlahnya. Batu gamping itu sendiri terdiri dari batugamping non-klastik dan batugamping
klastik. Batu gamping non-klastik, merupakan koloni dari binatang laut atau sering juga
disebut batugamping koral karena penyusun utamanya adalah koral. Batu gamping Klastik,
merupakan hasil rombakan non-klastik. Melalui proses erosi oleh air, transportasi, sortasi,
dan terakhir sedimentasi. Selama proses tersebut banyak mineral-mineral lain yang ikut yang
merupakan pengotor, sehingga sering kita jumpai adanya variasi warna dari batu gamping itu
sendiri. . Di alam tidak jarang pula dijumpai batugamping magnesium. Kadar magnesium
yang tinggi mengubah batugamping dolomitan dengan komposisi kimia CaCO3MgCO3.