Anda di halaman 1dari 3

NASKAH DRAMA

NAIKKAN ANGGARAN PENDIDIKAN

NAMA KELOMPOK 4 :

 SITI ALFIYYA (MAHASISWA = AMEL)


 SITI NASHRILLAH N. F. (WALI MURID = BUK IRMA)
 WINDI FAUZIANTI (MAHASISWA = RENA)
 PESI INDRIANI (MAHASISWA = PUTRI)
 JULIANI HAREFA (RAKYAT BIASA = INA)
 HAFIZ HDAYAT (RAKYAT BIASA = ANDI)
 RIMMEL SARWADI (MENTRI = Bpk. ANIS BASWEDAN)
 DP. WAHYU MULIADI (WALI MURID = Bpk. AGUS)

Di kantor, Bapak Agus dan Buk Irma, sedang berbincang-bincang mengenai tentang
sekolah mereka, karna sekolah mereka butuh dana yang lebih banyak, supaya mereka dapat
membeli alat-alat yang lengkap.

Buk Irma : “Pak, sekarang sekolah kita sudah semakin menurun, karna banyak alat-alat

Sekolah kita tidak lengkap. Seperti, alat tulis, alat pembersih, dan alat olahraga pun
tidak lengkap. Tengok, sekolah lain sudah meningkat dan maju, sehingga kita masih
dibawah yang lain!”.

Pak Agus : “Benar, Buk! Bapak juga tidak ingin melihat sekolah kita seperti ini”.

Buk Irma : “Terus, kita harus gimana, Pak?”.

Pak Agus : “Hmm..... Mending kita demo ke kantor Bapak Mentri Anis Baswedan, kita mintak

Kepada Bapak itu, untuk menaikkan dana sekolah kita! Apakah Ibuk setuju?”.

Buk Irma : “Saya setuju, Pak!”.

Pak Agus : “Baiklah, Buk! Sekarang Ibuk kumpulkan seluruh anak-anak, bahwa nanti sore

Kita akan demo ke kantor Bapak Mentri!”.

Buk Irma : “Baiklah, Pak!”.

Seluruh anak-anak pun berkumpul.

Amel : “Ada apa, Buk?”.

Putri : “Iya, Buk!”

Buk Irma : “Gini anak-anak, Ibuk sengaja mengumpulkan kalian disini, bertujuan untuk
Menyampaikan informasi”.

Putri : “Informasi apa, Buk?”.

Buk Irma : “Ibuk dan Bapak Agus sudah berbincang-bincang mengenai sekolah kita. Sekolah

Kita sekarang semakin menurun. Jadi, nanti sore kita akan demo ke kantor Bapak

Mentri kita, supaya Bapak itu memberi dana sekolah kita semakin meningkat”.

Rena : “Kenapa harus demo, Buk?”.

Buk Irma : “Supaya Bapak itu memberi dana sekolah kita dengan cepat!”.

Amel : “Oooooohhh, saya mengerti, Buk! Dan saya setuju kita akan demo”.

Buk Irma : “Bagaimana yang lain, setuju tidak?”.

Anak-anak: “Kami setuju, Buk!”. (dengan serentak)

Sepulang sekolah, Amel, PutrI, dan Rena pulang bertiga. Dalam perjalanan pulang,
mereka dipanggil oleh warga.

Ina : “Hei Amel, Rena, Putri! Sore nanti kalian harus ikut gotong royong di Masjid,

Karna hari jum’at ada acara!”.

Rena : “Maaf, Bi! Sore nanti kami tidak bisa ikut gotong royong!”.

Putri : “Iya, Bi!”.

Andi : “Emangnya kenapa?”.

Amel : “Gini, Bi, Paman! Nanti sore sekolah kami akan demo ke kantor Bapak Mentri”.

Ina : “Kenapa harus demo?”.

Putri : “Karna sekolah kami ingin dananya menaik!”.

Andi : “Ooooohhh.... Kami dukung juga deh!”.

Amel, Putri : “Terima kasih, Paman, Bibi!”. (dengan serentak)

& Rena

Paman & Bibi : “Sama-sama”. (dengan serentak)

Tiba dikantor Mentri.

Anak-anak : “Naikkan dana sekolah kami, naikkan dana sekolah kami!”. (dengan serentak)

Keluarlah Bapak Anis Baswedan.

Bpk. Anis : “Tenang semuanya! Tenang!!!”.

Buk Irma : “Tenang anak-anak! Bapak ingin berbicara!”.

Bpk. Anis : “Tenang semuanya! Ada apa kalian ke sini?”.


Pak Agus : “Gini, Pak! Sekolah kami sekarang semakinn menurun, jadi kami ingin Bapak

Naikkan dana sekolah kami. Karna kami tidak setuju kalau sekolah kami menurun,

Sedangkan sekolah yang lain sudah meningkat dan maju”.

Bpk. Anis : “Oooohhh... jadi begitu. Baiklah saya akan menaikkan dana sekolah kalian”.

Buk Irma : “Jadi, besok pagi Bapak harus menaikkan dana sekolah kami?”.

Bpk. Anis: “Iya”.

Anak-anak: “Yeeeeeeeeeeeeeeeee........”. (berteriak dengan senang)

Anak-anak dan Bapak Ibu Guru jadi senang, karna dana sekolah mereka dinaikkan.

SELESAI