Anda di halaman 1dari 7

kembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan

untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih profesional.
Bertambahnya pesaing disetiap saat, baik pesaing yang berorientasi lokal maupun pesaing
yang berorientasi international (multinational corporation), maka setiap perusahaan harus
berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, juga harus
ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen
keuangan.

Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan dan eksistensi


suatu perusahaan serta berpengaruh pula pada setiap individu yang ada dalam perusahaan
tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dituntut untuk dapat menjalankan
manajemen keuangan dengan baik, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat melaksanakan
kegiatan operasional perusahaan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga perusahaan dapat
mengembangkan dan mempertahankan aktivitas serta keberadaan perusahaan.

Selain manajemen yang baik, dalam suatu perusahaan juga memerlukan analisis terhadap
laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-
masalah keuangan perusahaan serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Melalui
analisis laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan
dan kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan. Selain berguna bagi
perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak
yang berkepentingan lain seperti kreditor, investor dan pemerintah untuk menilai kondisi
keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.

Seorang akuntan dituntut untuk mempu menilai kondisi dan perkembangan perusahaan
melalui laporan keuangan agar dapat mempertahankan keberadaaan perusahaan dan mampu
meningkatkan pertumbuhan perusahaan ditengah pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat
dan persaingan usaha yang semakin ketat

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis tertarik untuk menulis Tugas Ujian Tengah
Semester mengenai, “AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN”

1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan


Tujuan dan manfaat dari penulisan Tugas UTS ini adalah sebagai berikut :

1.3.1 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian dan hal yang berhubungan dengan Teori Akuntansi
2. Untuk mengetahui pengertian dan hal yang berhubungan dengan Laporan Keuangan.

1.3.2 Manfaat Penulisan

Penulis berharap agar penulisan Tugas UTS ini dapat memberikan kontribusi bagi berbagai
pihak, antara lain :

1. 1. Bagi Penulis
Dapat menerapkan teori dan memperdalam pengetahuan terutama yang berkaitan dengan
teori akuntansi dan laporan keuangan yang pernah didapatkan semasa perkuliahan di
Universitas Az-Zahra.

1. 2. Bagi Pembaca

Laporan ini dapat dijadikan sebagai penambahan wawasan dan dapat menjadi bahan referensi
atau acuan penulisan bagi penulis selanjutnya, khususnya mahasiswa Universitas Az-Zahra
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi.

1.3 Identifikasi Masalah


1. Apakah pengertian dari Akuntansi dan apa saja yang berkaitan dengan Teori
Akuntansi?
2. Apakah pengertian dari Laporan keuangan dan apa saja yang berkaitan dengan
Laporan Keuangan?

1.4 Batasan Masalah


Dalam pembahasan ini, penulis ingin membatasi tulisan hanya pada Teori Akuntansi dan
Laporan Keuangan.

1.6 Metodologi Penulisan


Metodologi penulisan merupakan gambaran rancangan/metode yang akan digunakan sebagai
rencana, struktur dan strategi untuk penyelesaian penelitian. Dalam hal ini, penulis
membutuhkan data-data yang bersumber pada :

1. Studi Pustaka (Library Research)

Yaitu mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan mempelajari berbagai bentuk bahan-
bahan tertulis yang berkaitan dengan isi Tugas UTS untuk mendapatkan informasi mengenai
Teori Akuntansi dan Laporan Keuangan.

1.7 Sistematika Penulisan


Dalam penyusunan Tugas UTS ini, pembahasan dan penganalisaannya diklasifikasikan
secara sistematis ke dalam lima bab yaitu :

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini dipaparkan tentang latar belakang masalah, alasan pemilihan objek, maksud
dan tujuan, identifikasi/ perumusan masalah, metodologi penulisan serta sistematika
penulisan.

BAB II : PEMBAHASAN
Dalam bab ini Penulis melakukan menjelaskan materi yang penulis angkat sesuai dengan
judul yang disampaikan.

BAB V : PENUTUP

Dalam bab ini dijelaskan tentang kesimpulan yang didapat oleh penulis.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan


menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat
digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan
suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang
artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau
mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh
dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

Akuntansi modern

Prinsip inti akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini
meliputi pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu
akun, dan satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama
dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi
kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa,
walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani
kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu.
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi.
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang
diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik – sekarang dikenal
sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) – sudah dipahami di Italia
sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 – 1517), yang juga dikenal sebagai Friar
(Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku
berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough
pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh
John Mellis dari Southwark, didalamnya memuat perkataannya, “I am but the renuer and
reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected,
published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by
his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane.”
John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan
sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah “after the forme of Venice”.

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan dalam
suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan
bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku
perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles
Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang
konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered
Accountant di abad ke 19.

Sejarah

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik – sekarang dikenal
sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) – sudah dipahami di Italia
sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 – 1517), yang juga dikenal sebagai Friar
(Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku
berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough
pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh
John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, “I am but the renuer and reviver of an
ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made,
and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then
taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane.” John Mellis
merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem
sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah “after the forme of Venice”.

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama
suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan
bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku
perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles
Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang
konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered
Accountant di abad ke 19.

Siklus Akuntansi

 Perusahaan jasa

Untuk membuat Laporan Keuangan, khususnya perusahaan jasa terdapat delapan langkah,
yang dikenal dengan Siklus Akuntansi. kedelapan langkah tersebut adalah:

1. Transaksi keuangan
2. Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli transaksi, dalam satu
periode akuntansi
3. Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
4. Membuat Buku Besar
5. Membuat Jurnal Penyesuaian
6. Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Leporan Perubahan
Modal
7. Membuat Jurnal Penutup
8. Membuat Neraca Saldo setelah penutupan

 Perusahaan dagang

Untuk perusahaan dagang, sebenarnya juga hampir sama tetapi ada tambahan lain. Langkah-
langkah tersebut adalah:

Tahap Pencatatan

1. Transaksi (Transaksi Internal dan Transaksi Eksternal)


2. Pengumpulan Bukti Transaksi
3. Mencatat ke dalam Jurnal Umum, Jurnal Khusus dan ke dalam Buku Besar Pembantu
4. Merekapitulasi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
5. Posting ke Buku Besar

Tahap Pengikhtisaran

1. Membentuk Neraca Saldo


2. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian
3. Membentuk Kertas Kerja (Worksheet) dalam bentuk Neraca Lajur

Tahap Pelaporan Keuangan

1. Menyusun Laporan Keuangan


1. Laporan Laba Rugi
2. Laporan Perubahan Modal
3. Laporan Neraca
4. Laporan Arus Kas
5. Menyusun Ayat Jurnal Penutup
6. Membentuk Neraca Saldo setelah Penutupan

Menyusun Ayat Jurnal Pembalik

 Pihak-pihak yang berkepentingan

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:

1. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan


Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui
perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.
2. Para pengelola perusahaan
Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola
perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi
manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan
dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.

1. Para pegawai/karyawan perusahaan

Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan


informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang
penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari
perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan
pengabdian pegawai pada perusahaan.

1. Para investor

Para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan,
untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan
perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia.

1. Para kreditor

Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan
yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan
keputusan penetapan pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor juga cuma mau
memberikan dananya pada perusahaan yang bonafid.

1. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang
ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan
negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan
pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
2. Rekanan perusahaan

Rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam
suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling
mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.

 Prinsip akuntansi

1. a. Entitas (Kesatuan Usaha) :

Konsep ini sering disebut business entity concept. Konsep ini membatasi ruang lingkup
kepentingan. Dalam akuntansi keuangan, perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi
yang terpisah dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber-sumber perusahaan.
Pemisahan ini ditujukan agar perusahaan berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan
keuangan perusahaannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

1. b. Going Concern (Kontinuitas Usaha) :


Konsep ini mengasumsikan suatu entitas ekonomi akan terus melanjutkan usahanya dan tidak
akan dibubarkan, kecuali bila ada bukti sebaliknya.

1. c. Penggunaan Unit Moneter dalam Pencatatan :

Semua transaksi-transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam bentuk unit
moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan adalah mata uang
dari negara dimana perusahaan itu berdiri. Contoh : Indonesia unit moneternya Rupiah,
Australia unit moneternya Dollar Australia, dan sebagainya.

1. d. Time Period (Periode Waktu) :

Adanya pembatasan waktu untuk dapat menilai dan melaporkan hasil dari usaha yang
dijalankan. Hal ini disebabkan karena perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang
akan datang, sehingga tidak mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian
dari usaha kita harus menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.

1. e. Historical Cost (Biaya Hostoris) :

Prinsip ini menetapkan nilai yang akan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ada beberapa
cara yang dapat digunakan dalam melaporkan nilai dalam laporan keuangan diantaranya :

1. 1. Nilai Buku (Book Value)


2. 2. Nilai Tunai (Present Value)
3. 3. Nilai Ganti (Replacement Value)
4. 4. Nilai Pasar (Market Value)

1. f. Penetapan nilai yang dipakai dalam laporan keuangan dengan menggunakan


harga perolehan merupakan hal yang terbaik dibandingkan cara-cara yang lain. Harga
perolehan adalah merupakan jumlah pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan
untuk memperoleh suatu aktiva hingga siap pakai. Yang termasuk unsur harga
perolehan adalah harga beli aktiva tersebut ditambah biaya-biaya lainnya sehingga
aktiva tersebut siap di