Anda di halaman 1dari 2

Reaksi Uji Koagulasi Panas

Sampel uji Hasil Pengamatan Kesimpulan


Gelatin Tidak terbentuk endapan Tidak mengandung protein
Susu Terbentuk endapan putih Mengandung protein
setelah ditambahkan asam
asetat akan membentuk
gumpalan
Putih telur Terbentuk endapan putih Mengandung protein
setelah ditambahkan asam
asetat akan membentuk
gumpalan

Pembahasan

Koagulasi merupakan proses berubahnya struktur protein sehingga denaturasi yang terjadi
bersifat irreversible (tidak dapat balik) dan protein tersebut menjadi tidak larut. Uji koagulasi
digunakan untuk menentukan adanya protein secara kualitatif.

Pada percobaan yang kami lakukan dengan 3 sampel yaitu gelatin, putih telur dan susu
didapatkan hasil bahwa gelatin, putih telur dan susu setelah dipanaskan di penangas air hanya
susu dan putih telur yang menghasilkan endapan sedangkan gelatin tidak menghasilkan endapan.
Kemudian putih telur dan susu ditambahkan 5 tetes asam asetat, putih telur dan susu mengalami
koagulasi yang semula endapan menjadi menggumpal. Terjadinya koagulasi disebabkan karena
ion H+ dari CH3COOH terikat pada gugus negatif pada protein. Ketika ion H+ dari asam asetat
masuk ke dalam larutan, akan mempengaruhi keseimbangan dan pengkutuban muatan dari
molekul protein. Perubahan pengkutuban ini menyebabkan rusaknya konformasi alamiah protein
seperti struktur tersier dan struktur kwartener protein. Rusaknya konformasi alamiah protein
menyebabkan terganggunya stabilitas dari larutan protein, sehingga larutan protein mengalami
koagulasi.

TUGAS BACA

3. Tuliskan enzim-enzim yang menunjukkan nilai diagnostik pada tabel berikut ini

No Enzim Indikator Kerusakan


1 Alanin aminotransferase Hepatitis
2 Amylase Pancreatitis akut
3 Lipase Pancreatitis akut
4 Creatinin Kinase Gangguan otot
5 Glutamin Transpeptide Penyakit liver
 Amylase dalam serum meningkat pada radang pancreas. Mungkin sekali karena sel-sel
sekretorik pecah dan juga karena enzim yang ada di luar sel diserap dari usus dan dari
cairan asites melalui saluransaluran limfe dalam peritoneum yang melebar dan lebih
mudah ditembus. Pada pancreatitis akut amylase dalam serum mulai meningkat dalam
waktu 6-24 jam. Amylase mudah menembus filter glomeluri, sehingga beberapa jam
setelah terjadi penigkatan dalam serum, urin juga menunjukan kadar meningggi. Amylase
dalam serum hanya meninggi selama beberapa hari, dalam waktu 2-7 hari nilai menjadi
normal kembali. Jika tes diagnostic dilakukan setelah penyakit berlangsung beberapa
hari, ada kemungkinan kadar amylase telah menyusut kadar yang bersifat non-diagnostik.
Nilai yang meningkat dalam urin masih dapat bertahan beberapa hari lagi, jadi
memeriksa urin berguna dalam evaluasi klinis.
 Kreatine fosfokinase (CPK, creatinephosphokinase) yang juga dinamai kreatinekinase
mengkatalis pertukaran fosfat secara reversibel antara kreatine dan adenosinetrifosfat
(ATP, adenosinetriphosphate). Ia memainkan peranan penting dalam menyimpan dan
melepaskan energi dalam sel dan didapat hampir secara eksklusif dalam otot bergaris,
otot jantung dan dalam berjumlah kecil juga dalam otak. Kadar CPK dalam serum
memuncak tegas setelah terjadi kerusakan pada otot; kerusakan otak tidak terlalu
berpengaruh kepada kadar CPK dalam serum, mungkin karena hanya sedikit dari enzim
itu dapat melintasi sawar (barrier) darah-otak.
 Lipase ialah enzim yang mencegah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim
semacam itu ada beberapa jenis dan masing-masing mempunyai substrat yang spesifik
baginya, tetapi secara menyeluruh aktipitas lipolitik enzim-enzim itu menggolongkannya
sebagai lipase. Pancreas adalah sumber satu-satunya lipase yang disekkresikan ke dalam
lumen saluran cerna. Kadar lipase dalam serum berkaitan lebih spesifik dengan
pangkreas dari kadar amylase. Kadar lipase dalam serum meningkat pada radang
pankreas dan peningkatan itu tinggal lebih lama dibandingkan dengan kadar amylase.
Lipase tidak dikeluarkan ke dalam urin.Kadar lipase dalam serum yang tertinggi terjadi
pada pangkreatitis akut, tetapi karsinoma pancreas menyebabkan penigkatan sedang yang
terus menerus. Morfin dan obat cholinergic berpengaruh pada kadar lipase.

Dapus
Wirahadikusuma, Muhamad. 2001. Biokimia: Protein, Enzim dan Asam Nukleat. Bandung: Penerbit ITB

Achmadi, Suminar Setiati. 2003. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga