Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

BAHAN BANGUNAN

Disusun oleh :
1. Hiskia Wowor
2. Arief Setiawan A
3. Marseile Lerah
4. Louisa L Cornelis
5. Winda Gerungan
6. Gloria Wowor
7. Deri Waladow

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MANADO


2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kaena berkat
limpahan rahmat dan karunian-Nya penyusunan makalah ini dapat diselesaikan dengan
tepat waktu tanpa ada halangan yang berarti. Kami juga mengucapkan terima kasih yang
sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah
ini.

Dalam membangun sebuah gedung, kita pasti membutuhkan bahan yang biasa
disebut bahan bangunan. Salah satu bahan bangunan yang berperan penting dalam
membangun sebuah gedung adalah batu. Untuk orang yg mempelajari bahan bangunan,
bahan seperti batu sudahlah tidak asing lagi. Namun tak sedikit juga yg masih belum
terlalu mengenal lebih dalam bahan bangunnan yg satu ini. Dalam hal ini, semoga
makalah yang kami upayakan ini dapat bermanfaat untuk memperkenalkan batu.

Makalah ini kami susun berdasarkan kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian,


materi yg dibahas dalam makalah ini kiranya sudah sesuai dengan kebutuhan mahasisa
dalam mengenal batu sebagai bahan bangunan. Materi dalam paper ini adalah tentang
batu dalam bahan bangunan yang sudah kami susun dengan serangkum mungkin dengan
bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami, serta baik dan jelas.

Akhir kata, kami menyadari “tak ada gading yang tak retak” begitu juga dengan
makalah ini tidak lepas dari kekurangan. Oleh karena itu, kami menghapkan adanya kritik
dan saran dari pengguna makalah ini terutama rekan rekan sekalian demi tercapainnya
pembelajaran untuk mengenal batu sebagai bahan bangunan. Kami juaga mengucapkan
terima kasih atas kesediaan rekan – rekan untuk membaca makalah yg berhasil kami buat,
kiranya dapat bermanfaat.

Sekian dan terima kasih


Daftar Isi
KATA PENGANTAR.................................................................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 4
I. LATAR BELAKANG................................................................................................................. 4
II. TUJUAN ................................................................................................................................ 4
III. RUMUSAN MASALAH ....................................................................................................... 4
BAB 2 PEMBAHASAN........................................................................................................................ 5
I. PENGERTIAN BATU............................................................................................................... 5
II. JENIS-JENIS BATU DAN PENJELASANNYA ............................................................................. 5
BAB III PENUTUP ............................................................................................................................ 16
I. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 16
II. KRITIK DAN SARAN ............................................................................................................. 16
Daftar Pustaka........................................................................................................................ 17
BAB 1 PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Batu adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid.
Batu merupakan salah satu bahan penting yang digunakan dalam membangun sebuah
gedung. Karena itulah, batu sudah merupakan salah satu materi penting dalam mata
kuliah bahan bangunan dan batu juga tidak pernah lepas sangkut-pautnya dengan
orang-orang yang mempelajari bangunan. Batu pun pada akhirnya telah menjadi
realitas jutaan manusia di muka bumi ini. Namun tidak sedikit yg belum mengenal
batu sebagai bahan bangunan. Oleh karenanya, makalah ini akan menjelaskan
tentang batu sebagai bahan bangunan.

II. TUJUAN

Tujuan penulisan ini adalah :


1. Untuk mengetahui pengertian batu
2. Untuk mengetahui penjelasan jenis-jenis batu
3. Menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca

III. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas, maka rumusan masalah yang akan
dibahas adalah sebagai berikut :

1. Pengertian batu
2. Jenis batu dan penjelasannya
BAB 2 PEMBAHASAN

I. PENGERTIAN BATU

Dalam geologi, batu adalah benda padat yg terbuat secara alami dari mineral atau
mineraloid. Lapisan luar padat bumi, litosfer, terbuat dari batu. Dalam batuan umumnya
adalah 3 jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf. Penilitian ilmiah batuan
disebut petrologi, dan petrologi merupakan komponen penting dari geologi.

Dalam bangunan, batu merupakan material bangunan yang indah untuk menghias
bagian interior dan eksterior. Batu dapat dipotong dan disesuaikan menjadi ukuran yang
kita inginkan. Sebuah bangunan yang diberi ornamen batu, biasanya memiliki kesan
anggun, alami, serta kuat.

Batu adalah material yang telah digunakan untuk membangun rumah sejak berabad-
abad lalu. Di irlandia misalnya, terdapat bangunan bersejarah berupa dinding bangunan
batu yang pernah dihuni sekitar 5.000 tahun yang lalu. Demikian pula di Indonesia,
material utama dalam bangunan candi umumnya adalah batu.

Dalam bangunan, batuan biasanya dipakai pada pondasi bangunan dengan bangunan
dengan ketinggian kurang dari 10 meter, batu juga dipakai untuk memperindah fasade
bangunan dengan memberikan warna dan tekstur unik dari batu alam.

II. JENIS-JENIS BATU DAN PENJELASANNYA

Pada bangunan, batuan yang dipergunakan adalah

- Batuan darat (dataran tinggi)


- Batuan air (dataran rendah)

Menurut asalnya (pada bangunan) batuan dapat dibagi menjadi 2, yakni :

1. Batu Alam

Batu alam adalah semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu
agregat mineral-mineral yang telah mengeras akibat proses secara alami seperti,
membeku, pelapukan, mengendap dan adanya proses kimia.
Pada umumnya jenis-jenis batu alam paling banyak dipakai sebagai bahan bangunan
adalah sebagai berikut :

a. Batuan beku, baik batuan beku alam, maupun batuan beku luar, yg sering dipakai
adalah granit, andesit, rhyolit, dan basalt.
b. Batuan endapan, biasanya ialah : batu kapur, batu pasir, atau thuff.
c. Batuan malihan (metamorfosa) ialah : marmer dan batu sabak.

Batu merupakan bahan yang luar biasa - tahan lama serta estetika. Di antara batu
alam yang disebutkan di sini adalah granit, marmer, travertine dan batu pasir. Batu alam
dapat digunakan untuk di luar maupun di dalam ruang, dari bangunan publik yang
terbuka hinggai bangunan daerah tertutup swasta, dari kamar mandi hingga perabotan
dapur, dari perapian hingga air mancur, dari teras ke tangga. Granit, marmer, travertine
dan batu pasir sangat baik digunakan tidak hanya di modern tetapi juga di pedalaman
tradisional dan arsitektur eksterior - dekorasi lantai, dinding, kusen jendela, fasad, plinths
dan pagar, dll

Keuntungan Batu alam adalah pertama-tama bahan dekoratif yang berarti dapat
dengan mudah dipoles serta diproses. Ini termasuk dalam kelompok tengah ketegasan
dengan rasio kompresi 25 Mpa. Batu alam juga serbaguna karena memiliki daya tahan
100-150 tahun. Tangga di rumah-rumah pribadi akan tetap stabil selama lima ratus tahun.
Karakteristik lain batu alam yang lebih penting lagi adalah ketahanan terhadap air yang
baik yaitu 1%. Batu ini juga dapat digunakan untuk dekorasi baik interior maupun
eksterior, interior klasik atau modern. Terlebih lagi, penggunaannya dalam jangka
panjang sebagai hiasan untuk pemeliharaannya adalah 5-8 kali lebih murah karena tidak
ada kebutuhan untuk mengecat kembali, dll

Granit adalah batuan alam yang sangat cocok untuk membangun interior dan
eksterior. Granit adalah bahan keras yang menjamin eksploitasi jangka panjang dari
permukaan. Namun sangat sering, solusi ekonomis sedang dibuat ketika batu massa atau
ubin keramik yang digunakan untuk eksterior seperti ini, sebaliknya untuk granit, tidak
memiliki hambatan terhadap suhu minus dan mendapatkan rusak dalam waktu beberapa
tahun. Permukaan granit tidak bisa rusak, tetapi memiliki resistensi khusus untuk siklus
cuaca dingin serta karakteristik daya tahan. Fleksibilitas dari granit membawa
kemungkinan untuk menggunakan batu ini tidak hanya untuk dekorasi tetapi juga fasad
rumah atau interior apartemen. Sebagai contoh, ashler granit permukaan digunakan untuk
elemen fasad, bahan lantai luar berbagai bidang dan tangga. Exterior cukup sering dihiasi
dengan granit yang kasar (ketika mulai nya hujan atau bersalju, permukaan tidak
mendapatkan licin), sedangkan granit polirated atau dipoles digunakan untuk interior.
Salah satu solusi yang paling rasional adalah permukaan dapur granit meja. Granit tidak
mendapatkan tergores, sehingga tidak mungkin untuk menggores permukaan meja granit
dengan garpu atau pisau. Batu ini juga memiliki ketahanan terhadap panas, sehingga,
misalnya, wajan kiri pada permukaan granit meninggalkan tanda sama sekali.

Marmer juga merupakan bahan bangunan alami. Hal ini lebih cocok untuk dekorasi
interior karena fakta bahwa efek negatif dari lingkungan seperti hujan asam, sinar
ultraviolet matahari berpengaruh pada struktur serta warna dari batu tertentu. Penting
untuk menyebutkan bahwa marmer adalah 4-5 kali lebih lembut dari granit, sehingga
dapat lebih mudah diproses. Marmer digunakan untuk elemen interior seperti kusen
jendela, permukaan meja dan elemen perapian dekorasi. Namun, ketika datang ke lantai
interior, marmer kurang cocok daripada granit karena fakta bahwa marmer lebih lembut
dan memiliki resistensi yang lebih kecil untuk dikenakan, sedangkan karakteristik
absorbansinya relatif tinggi. Jika hanya Anda menumpahkan segelas anggur atau
secangkir kopi, pandangan estetika lantai dapat sepenuhnya rusak. Karena karakteristik
ini, dianjurkan untuk pergi untuk impregnasi marmer. Padahal, jika Anda ingin
membangun lantai batu alam, granit adalah pilihan yang lebih direkomendasikan.
Marmer dapat ditemukan dalam berbagai jenis. Terlepas dari apakah marmer dipoles atau
kasar, itu membuka momok macam warna. Ketika datang ke warna marmer, marmer
dapat dibagi ke yang terang (putih mereka) dan yang berwarna. Marmer berwarna
memiliki karakteristik venasi lebih, apa yang lebih, ia juga dilengkapi dalam nuansa
berbeda yang dikenal sebagai urat batu. Salah satu komponen tak tergantikan dalam
bangunan dihancurkan marmer. Pemilihan marmer harus dipertimbangkan dengan
cermat. Sementara memilih marmer untuk dekorasi interior, Anda dapat membuat rumah
Anda hangat atau dingin, terang atau besar, mahal atau mewah, terang atau gelap.
Marmer bukan hanya warna putih. Ini adalah campuran sifat dari merah muda, abu-abu,
hijau, es biru, merah, coklat, bahkan hitam. Dengan demikian, marmer adalah jaminan
kemewahan, orisinalitas dan fleksibilitas yang tetap bahkan dalam gelombang perubahan
mode.

Sandstone, dibandingkan dengan marmer, adalah bahan yang jauh lebih lembut dan
lebih mudah. Keuntungan dari batu pasir adalah kenyataan bahwa batu pasir tidak
menyerap radiasi sama sekali. Bertentangan dengan batu lain, batu pasir memiliki
ketahanan terhadap kelembaban, sehingga, tidak bisa dipengaruhi oleh cuaca dingin.
Penelitian dilakukan pada batu pasir, telah menunjukkan bahwa batu pasir dapat terus
bahkan lima puluh siklus pembekuan total yang menunjukkan batu pasir yang sangat
cocok untuk daerah cuaca dingin. Batu pasir dapat digunakan untuk kedua interior dan
dekorasi eksterior. Berbagai tinggi pilihan warna membuka kemungkinan luas untuk
solusi desain. Batu pasir adalah batu yang dapat digunakan untuk membuat, tenang
santai, suasana yang harmonis cocok untuk istirahat dan relaksasi. Jika Anda
menempelkan satu dari dinding kamar Anda akan batu alam, menggantung beberapa rak
kayu dan tempat mekar bunga, Anda akan dapat menikmati sudut hidup sehingga disebut
alam. Jika Anda memiliki perapian, Anda dapat dengan mudah menggunakan panel batu
pasir untuk menghias perapian Anda. Dengan demikian, batu pasir adalah bahan alam
dan ekonomi. Batu pasir yang tidak murah, meskipun lebih murah dibandingkan marmer
granit.

Travertine adalah jenis yang lebih lunak dari batu. Permukaan dikupas Its dapat
dengan mudah digunakan untuk hiasan dinding dan perapian. Travertine memiliki
permukaan non-selip alam. Warna travertine selalu tampak besar karena mendapat
ditahan. Terlebih lagi, travertine adalah beku-mencair kompatibel yang berarti dapat
menahan kondisi dari suhu beku. Travertine tidak akan retak karena tanah pembekuan
dan pencairan, apa yang lebih tahan terhadap pelapukan itu dari waktu ke waktu.

Untuk menggunakan batu alam pada lantai, pilihlah jenis-jenis batuan alam yang
permukaannya halus dan teksturnya tidak tajam, seperti batu andesit, batu candi, marmer
atau batu paras. Hal ini dimaksudkan agar tidak melukai kaki ketika diinjak. Sedangkan
untuk dinding, Anda bisa memilih jenis batuan alam yang sama dengan batu alam untuk
lantai, atau yang permukaannya lebih kasar dan tidak rata, seperti batu kali.

Batu Andesit adalah batu yang sangat fleksibel, bisa ditempatkan di lantai maupun
dinding. Karena selain kuat, jenis batuan alam andesit juga tahan lumut. Andesit
memiliki warna yang beragam, seperti andesit Cirebon yang memiliki warna abu-abu
gelap dan terang, motifnya ada yang berbintik-bintik serta polos. Lalu andesit
Tulungagung yang memiliki tiga warna, yaitu hitam, abu-abu dan hijau. Serta andesit
Pemalang yang punya ciri khas warna abu-abu kecoklatan.

Batu untuk lantai yang lain adalah batu candi. Sepintas, batu Candi mirip dengan
andesit. Namun, warnanya hitam dan memiliki pori-pori yang cukup banyak. Sementara
untuk marmer, Anda bisa memilih marmer berdasarkan nama daerah di mana jenis
material batu tersebut berasal, seperti marmer Tulungagung, Bandung dan lain
sebagainya. (untuk keterangan lebih lengkap, baca artikel Marmer dan Jenisnya).

Untuk batu Paras, Anda bisa memilih salah satu diantara 2 jenis batu alam yang
umumnya ada di pasaran, yaitu batu paras Yogya dan Bali (Pawon). Batu paras Yogya
memiliki warna dasar putih bersih dan krem. Aneka batu Paras Bali atau batu pawon
memiliki warna dasar abu-abu dengan garis-garis kuning dan coklat di permukaannya.
Jenis batu paras putih (Yogya) memiliki kepadatan yang baik sehingga paling kuat
dibandingkan jenis lainnya yang tidak terlalu padat.

Batu alam terbagi menjadi :

 Batu kali (berada di dataran rendah)

Jenis batu alam untuk dinding, yaitu batu kali, memiliki ciri fisik yang agak berbeda
dari batu alam untuk lantai. Batu kali berbentuk bongkahan dan ukurannya tidak
teratur. Biasanya batu ini digunakan untuk pondasi rumah, namun untuk pemasangan
pada dinding, Anda bisa memakai yang berbentuk lempengan.
 Batu gunung (berada di dataran rendah)

Batu gunung atau disebut juga dengan nama batu belah tentunya batu yang berasal
dari gunung.

2. Batu Buatan

Batu buatan yang dipergunakan dalam bangunan terbagi menjadi 3, yakni :

 Batu bata

Batu bata merah merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding.
Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan.
Biasanya digunakan didaerah kering.

Kelebihan :

- Murah
- Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang
- Ukurannya kecil
- Perekatnya tidak perlu yang khusus
- Mudah didapat
- Warna yang unik
- Kuat
- Penolak panas yg baik

Kekurangan :

- Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya
- Sulit membuat pasangan bata yang rapi
- Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnyakarena sulit
mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan plesteran yang cukup
tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata
- Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan

Cara pembuatan :

- Tanah liat atau tanah lempung yang masih keras dicampur dengan abu sisa
pembakaran bata dengan perbandingan 1:3, lalu disiram dengan air secukupnya
- Setelah lunak diaduk dengan cangkul kemudian dimasukkan kedalam mesin
penggiling
- Lempung yang telah lembut segera dicetak menggunakan mesin
- Setelah dicetak kemudian dikeringkan uap airnya selama sehari dalam oven
pengering
- Setelah uap air mengering batu bata merah setengah jadi tersebut dibakar dengan
suhu lebih dari 1000oC (1800 oF) didalam oven pembakar yang menggunakan
kayu bakar selama kurang lebih 5 hari

Bahan baku batu bata :

- Bahan baku batu bata adalah tanah liat atau tanah lempung yang telah dibersihkan
dari kerikil dan batu-batu lainnya. Tanah ini banyak ditemui disekitar kita. Itulah
salah satu penyebab, batu bata mudah didapatkan. Adakalanya, kita melihat batu
bata yang warna dan tingkat kekerasannya berbeda. Perbedaan ini disebabkan
karena perbedaan bahan baku tanah yang digunakan serta perbedaan teknik
pembakaran yang diterapkan.

Hasil pembakaran batu bata yang akan di perdagangkan ada 4 macam :

a. Batu bata klingken (paling keras)


Warnanya biru keabu-abuan. Bisa dipergunakan sebagai pengganti batu alam
jika batu alam sulit didapat. Pada berat 300 – 400 kg biasanya digunakan pada
dinding bangunan kedap air.
b. Berwarna merah keabu-abuan dan bisa digunakan tanpa plesteran
c. Berwarna merah merata dan yang secara umum dipergunakan pada tembok
d. Berwarna merah tanah atau setengah masak/setengah mentah, belum bisa
digunakan sebagai bahan bangunan

Ukuran batu bata :

Batu bata dari masa kemasa juga mengalami kemerosotan ukuran. Dekade 80-an,
batubata yang lazim beredar dijawa berukuran 20 x 10 x 5 cm bahkan lebih, sekarang ini
yang lazim beredar di Jakarta 17-18 x 7-7,5 x 4-4,2 cm. suatu hal yang biasa dilakukan
produsen berbagai sektor termasuk batu bata untuk menekan biaya produksi dan harga
jual. Banyak konsumen tidak menyadari, volume melorot sampai 50% , yang secara
logika harga harus separuhnya.

Saat ini ukuran batu bata yang beredar dipasaran mempunyai ukuran dimensi
bervariasi baik yang dijumpai dari hasil pabrikasi maupun hasil pekerjaan lokal atau
industri rumah tangga. Untuk bangunan, ukuran standar yang biasa dipergunakan adalah :

1. Panjang 220 mm, lebar 115 mm dan tebal 52 mm


2. Panjang 230 mm, lebar 110 mm dan tebal 50 mm
Penyimpangan ygang diijinkan untuk ukuran tersebut adalah : panjang maksimum
3%, lebar maksimum 4% dan tebal maksimum 5%.

Klasifikasi kekuatan bata :

1. Berdasarkan kuat tekan


a. Mutu bata kelas I : kuat tekan rata-rata lebih besar dari 100 kg/cm2
b. Mutu bata kelas II : kuat tekan rata-rata 80 – 100 kg/cm2
c. Mutu bata kelas III : kuat tekan rata-rata 60 – 80 kg/cm2
2. Berdasarkan compressive strength (bata jenuh air) dan penyerapan air
a. Batu bata kelas A : compressive strength diatas 69,0 N/mm2 dan nilai
penyerapan tidak lebih dari 4,5 %
b. Batu bata kelas B : compressive strength diatas 48,5 N/mm2 dan nilai
penyerapan tidak lebih dari 7 %.

Kadar garam bahan bangunan :

Semakin tinggi kadar garam yang terkandung dalam batu bata maka semakin
buruk batu bata tersebut. Efek dari kadar garam yang tinggi adalah :

- Hanya bertahan batas waktu tertentu


- Dinding akan keropos (mulanya akan melepuh)

Cara menguji kadar garam batu bata:

1. Rendam bata di ember berisi air (sampai bisa menutupi bata)


2. Biarkan air teresap seluruhnya
3. Setelah teresap semua, lihat apakah ada butiran-butiran seperti salju ada atau tdk
4. Jika butiran-butiran tersebut banyak maka kadar garam yang terkandung tinggi,
sebaliknya semakin sedikit butiran-butiran tersebut maka semakin rendah kadar
garamnya.

Kualitas batas :

1. Ukuran
a. Panjang 220 mm, lebar 115 mm dan tebal 52 mm
b. Panjang 230 mm, lebar 110 mm dan tebal 50 mm
2. Dilihat dari segi pandangan (visual)
a. Batu bata harus memiliki warna yang sesuai (merah merata)
b. Batu bata harus memiliki sudut tajam dan tepi yang rata
c. Batu bata harus bebas dari retak atau cacat, dan dari batu dan benjolan apapun
d. Permukaan harus benar dalam bentuk persegi satu sama lain untuk menjamin
kerapian pekerjaan.
 Batako

Batako merupakan bahan bangunan yang berupa bata cetak alternatif pengganti batu
bata dan difokuskan sebagai konstruksi-konstruksi dinding bangunan non structural.

Batako adalah salah satu bahan bangunan yang berupa batu-batuan yang
pengerasannya tidak dibakar dengan bahan pembentuk yang berupa campuran pasir,
semen, air dan dalam pembuatannya dapat ditambahkan abu ampas tebu sebagai bahan
pengisi antara campuran tersebut atau bahan tambah lainnya (additive). Kemudian
dicetak melalui proses pemadatan sehingga menjadi bentuk balok-balok dengan ukuran
tertentu dan dimana proses pengerasannya tanpa melalui pembakaran serta dalam
pemeliharaannya ditempatkan pada tempat yang lembab atau tidak terkena sinar matahari
langsung atau hujan, tetapi dalam pembuatannya dicetak sedemikian rupa hingga
memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan dinding.
Bedasarkan SNI 03- 0349-1989 tentang bata beton (batako), persyaratan nilai penyerapan
air maksimum adalah 25 %.

Berdasarkan bahan bakunya batako dibagi 2 :

1. Batako tras/putih, terbuat dari campuran trass, batu kapur dan air, sehingga sering
disebut juga batu cetak kapur trass. Trass merupakan jenis tanah yang berasal dari
lapukan batu-batu yang berasal dari gunung berapi, warnanya ada yang putih dan
ada juga yang putih kecoklatan. Ukuran batako trass yang biasa beredar dipasar
memiliki panjang 20 – 30 cm, tebal 8 – 10 cm dan tinggi 14 – 18 cm.
2. Batako semen, dibuat dari campuran semen dan pasir. Ukuran dan model lebih
beragam dibandingkan dengan batako putih. Batako ini biasanya menggunakan 2
lubang atau 3 lubang disisinya untuk diisi oleh adukan pengikat. Nama lain dari
batako semen adalah batako pres, yang dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu pres
mesin dan pres tangan. Secara kasat mata, perbedaan pres mesin dan tangan dapat
dilihat pada kepadatan permukaan batakonya. Dipasaran ukuran batako semen
yang biasa ditemui memiliki panjang 36 – 40 cm, tebal 8 – 10 cm dan tinggi 18 –
20 cm.

Batako dan paving block yang diproduksi bahan bakunya terdiri dari pasir, semen, dan air
dengan perbandingan 75 : 20 : 5. Perbandingan komposisi bahan baku ini adalah sesuai
dengan pedoman teknis yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 1986.

Kekurangan dinding batako press

- Mudah terjadi retak rambut pada dinding


- Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi
dalamnya
- Kurang baik untuk insulasi panas dan suara

Kelebihan dinding batako press

- Tiap m2 pasangan tembok , membbutuhkan lebih sedikit batako jika dibandingkan


dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat suatu
pengurangan
- Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama
- Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemsangannya juga lebih hemat
- Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara
- Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester
- Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan
- Sebelum pemakain tidak perlu direndam air
- Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air
- Pemasangan lebih cepat
- Penggunaan rangka beton pengakurnya lebih luas, antara 9 – 12 m2
 Hollow brick

Hollow brick merupakan elemen bahan bangunan yang digunakan sebagai fungsi
dinding dimana keberadaannya hanya sebagai sekat. Berdasarkan bahan pembentuk,
hollow brick memiliki peranan dalam penambah kekakuan lateral suatu bangunan.

Sifat hollow brick

Bata beton berlubang sebagai bahan untuk pasangan dinding mempunyai sifat-
sifat sebagai berikut:

a. Ukurannya seragam
b. Mutunya seragam bila dibuat dengan cara yang sama
c. Cukup kuat dan awet
d. Tidak mudah terbakar
e. Pemasangan mudah dan rapi tidak perlu pemotongan
f. Permukaan menarik dan tidak perlu di plester lagi
g. Harga pasangan dapat bersaing dengan harga lainnya

Klasifikasi bata beton berlubang (hollow brick)

Berdasarkan SK SNI S-04 1989-F, pada beton berlubang di klasifikasikan dengan


pemakaiannya sebagai berikut:

a. Bata beton berlubang mutu I


Bata beton berlubang yang di gunakan untuk konstruksi yang memikul beban dan
bisa digunakan pula untuk konstruksi yang tidak terlindung (di luar atap.).
b. Bata beton berlubang mutu II

Bata beton berlubang yang digunakan untuk konstruksi yang memikul beban,
tetapi penggunaanya hanya untuk kontruksi yang terlindung dari cuaca luar
(kontruksi di bawa atap.)

c. Bata beton berlubang mutu III


Bata yang digunakan hanya untuk hala-hal yang seperti konstruksi yang tidak
memikul beban, dinding penyekat serta konstruksi lainya yang selalu terlindung
dari hujan dan terik matahari (di bawah atap). Hanya saja permukaan dinding atau
konstruksi dari bata beton tersebut boleh tidak di plester.
d. Bata beton berlubang mutu IV
Bata yang di pergunakan hanya untuk konstruksi yang tidak memikul beban,
dinding penyekat serta konstruksi lainya yang selalu terlindung dari hujan (di
bawah atap.)

Persyaratan hollow brick yang di perdagangkan

Persyaratan bata beton yang berlubang sebagai berikut:

a. Pandangan luar beton harus tidak terdapat retak-retak, cacat, rusuk-rusuknya tidak
boleh mudah di rapikan dengan kekuatan jari tangan.
b. Syarat fisis, menurut SK SNI S-04-1989-F persyaratan fifsisi bata beton
berlubang dapat dilihat pada table 1.

Syarat Fisis Satuan Tingkat mutu


I II III IIII
Kuat tekan bruto *) rata- MPa 7 5 3,5 2
rata minimum
Kuat tekan bruto *) Mpa 6,5 4,5 3,0 1,7
masing-masing benda uji
minimum

Penyerapan air rata- rata % 25 35 - -


maksimal
BAB III PENUTUP

I. KESIMPULAN

Dalam bangunan, batu merupakan material bangunan yang indah untuk menghias
bagian interior dan eksterior. Batu dapat dipotong dan disesuaikan menjadi ukuran yang
kita inginkan.

Batu adalah material yang telah digunakan untuk membangun rumah sejak berabad-
abad lalu. Di irlandia misalnya, terdapat bangunan bersejarah berupa dinding bangunan
batu yang pernah dihuni sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Menurut asalnya (pada bangunan) batuan dapat dibagi menjadi 2, yakni Batu alam
yang terdiri dari batu kali dan batu gunung, kedua batu buatan yang terdiri dari batu bata,
batako, dan hollow brick.

II. KRITIK DAN SARAN

Diharapkan agar batu dapat lebih dikenal oleh semua kalangan baik orang yang
berhubungan dengan bangunan dan yang tidak berhubungan, serta dapat lebih menambah
wawasan teman-teman yang membaca makalah ini.
Daftar Pustaka

Aria. 2012. Memilih antara bata merah, batakoatau bata ringan (hebel) untuk dinding
rumah anda. Architectaria.com. [Online] September 12, 2012.

Batu, material utama padaq banngunan. www.ciputraentrepreneurship.com/umum/batu-


material-utama-pada-bangunan. [Online]

Hapsari, Dede wulan. 2014. Bahan material serta keuntungan dan kelebihannya.
dedewulanhapsari.wordpress.com/2015/05/20/bahan-material-serta-keuntungan-
kelebihannya/. [Online] Mei 20, 2014.

Siagian, Ruben Zenewry. 2013. Definisi batu bata merah. rzsduniaduniateknik


sipil.blogspot.com/2013/07/definisi-batu-bata-merah.html?m=1. [Online] o2 Juli 2013.

Somantri, Odang. 2012. Ukuran batu bata. www.batamerahgarut.com/ukuran-batu-


bata/. [Online] 18 Oktober 2012.