Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Botol sampel 1 buah
b. Bulb 1 buah
c. Cuvet 4 buah
d. Gunting 1 buah
e. Gelas beaker 1 buah
f. Heater HS–R200 1 unit
g. Pipet ukur 10 ml 1 buah
h. Rak tabung 1 buah
i. Spektrofotometer. (water analyzer HS-3300) 1 unit
j. Vortex mixer 1 unit
k. Stopwatch 1 buah
2. Bahan
a. Air sampel 1.800 ml
b. Aquades secukupnya
c. Kertas label secukupnya
d. Lap cuvet secukupnya
e. Kit NO2 (N) - L 2 ml
f. Reagen Powder Pillow HS-Cr 1 1 bungkus
g. Reagen Powder Pillow HS-Cr 2 1 bungkus
h. Reagen Powder Pillow HS-Cr 3 1 bungkus
i. Reagen Powder Pillow HS-Cr 4 1 bungkus
j. Reagen Powder Pillow HS-Fe 1 bungkus
k. Reagen Powder HS- Mn 1 1 bungkus
l. Reagen Powder HS- Mn 2 1 bungkus
m. Reagen Powder HS- NO2 1 bungkus
n. Tissue secukupnya
B. Waktu dan Tempat Percobaan
1. Waktu dan tempat pengambilan sampel
a. Waktu : Jumat, 16 Maret 2018 pukul 12.59 WITA
b. Tempat : Air Galon di Jalan Sengkang Raya Perumnas
Sudiang.
2. Waktu dan tempat pemeriksaan sampel
a. Waktu : Jumat, 16 Maret 2018 pukul 14.29 WITA
b. Tempat : Laboratorium Terpadu Kimia Biofisika FKM Unhas
C. Prosedur Kerja
1. Pengambilan sampel
a. Disiapkan 1 botol sampel.
b. Botol sampel dicuci terlebih dahulu menggunakan air sampel sebanyak 3
kali sebelum air sampel dimasukkan.
c. Sampel air diambil dengan menggunakan botol sampel sampai tidak ada
gelembung di dalam botol sampel.
2. Pemeriksaan kadar Kromium (Cr)
a. Disiapkan cuvet sebanyak 2 untuk sampel air dan kontrol.
b. Sebanyak 10 ml aquades dimasukkan ke dalam cuvet kontrol.
c. Air sampel sebanyak 10 ml dimasukkan ke dalam cuvet sampel.
d. Ditambahkan 1 bungkus powder pillow HS Cr 1 dan tutup cuvet dengan
rapat.
e. Cuvet sampel dihomogenkan menggunakan vortex mixer selama 30 detik.
f. Masukkan cuvet ke dalam alat Heater HS-R200 selama 25 menit.
g. Dinginkan cuvet menggunakan tap water
h. Masukkan 1 bungkus powder pillow HS Cr 2 dan homogenkan dengan
vortex mixer selama 30 detik.
i. Masukkan 1 bungkus powder pillow HS Cr 3 dan homogenkan dengan
vortex mixer selama 30 detik.
j. Masukkan 1 bungkus powder pillow HS Cr 4 dan homogenkan dengan
vortex mixer selama 30 detik.
k. Diamkan selama 15 menit.
l. Masukkan ke spektrofotometer.
3. Pemeriksaan kadar Besi (Fe)
a. Disiapkan cuvet sebanyak 2 untuk sampel air dan kontrol.
b. Sebanyak 5 ml aquades dimasukkan ke dalam cuvet kontrol.
c. Air sampel sebanyak 5 ml dimasukkan ke dalam cuvet sampel.
d. Ditambahkan 1 bungkus powder pillow HS Fe dan tutup cuvet dengan
rapat.
e. Cuvet sampel dihomogenkan dengan mengocok secara bolak-balik cuvet
sampel secara lembut selama 30 detik.
f. Cuvet sampel didiamkan selama 5 menit.
g. Setelah didiamkan selama 5 menit, cuvet sampel dibersihkan dengan
tissue lalu dimasukkan ke dalam alat spektorfotometer.
4. Pemeriksaan kadar Mangan (Mn)
a. Disiapkan cuvet sebanyak 2 buah untuk sampel dan kontrol.
b. Sebanyak 10 ml aquades dimasukkan ke dalam cuvet kontrol .
c. Air sampel sebanyak 10 ml dimasukkan ke dalam cuvet sampel.
d. Ditambahkan 1 bungkus powder pillow HS Mn 1 dan tutup cuvet dengan
rapat.
e. Cuvet sampel dihomogenkan dengan menggunakan vortex mixer selama
30 detik.
f. dimasukkan 1 bungkus powder pillow HS Mn 2 dan homogenkan dengan
vortex mixer selama 30 detik.
g. Diamkan selama 2 menit, kemudian masukkan ke alat spektrofotometer.
5. Pemeriksaan kadar Nitrit (NO2)
a. Disiapkan cuvet sebanyak 2 buah untuk air sampel dan kontrol.
b. Sebanyak 2 ml aquades ditambahkan ke dalam cuvet yang telah berisi kit
NO2(N)-L.
c. Sebanyak 2 ml air sampel ditambahkan ke dalam cuvet yang telah berisi
kit NO2(N)-L.
d. Cuvet ditutup dengan rapat dan dihomogenkan dengan cara bolak-balik
sebanyak 10 kali.
e. Lalu ditambahkan 1 bungkus powder pillow HS NO2 pada cuvet,
kemudian homogenkan dengan vortex mixer selama 15 detik.
f. Diamkan cuvet selama 10 menit.
g. Setelah didiamkan, maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan
alat spektrofotometer.
h. Setelah didiamkan, maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan
alat spektrofotometer.