Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM OVARIUM RANA DAN MENCIT

Tujuan:

1. Mengetahui sel dan jaringan yg terdapat didalam ovarium katak maupun mencit

2. Mempelajari bagian-bagian yang terdapat pada ovarium katak dan mencit

1. Mengamati bagian-bagian pada Ovari Rana sp.


Ovarium Rana

Hasil pengamatan secara makroskopis dengan menggunakan lup atau kaca pembesar
pada kodok betina. Secara makroskopis perbedaan dari setiap stadium kematangan gonad pada
kodok lembu betina dapat dilihat dari morfologi, perbedaan ukuran telur, dan adanya
pigmentasi pada permukaan telur. Semakin tinggi stadium gonad yang dicapai (telur menjadi
matang) maka semakin tinggi pula pigmentasi pada permukaannya, oleh karena itu pada
ovarium terlihat pigmen hitam dan putih pada kuning telur (Goin et al., 1978; Takashima dan
Hibiya, 1982).

Ovarium katak secara umum memperlihatkan gambaran histologi berupa lapisan terluar teka
eksterna dan di bawahnya terdapat lapisan-lapisan yang disebut teka interna. Selain itu juga
terlihat sel-sel folikel mengelilingi oosit yang sedang berkembang dan erat hubungannya
dengan proses pematangan yang terjadi dalam folikel. Pengamatan morfologi stadium
kematangan gonad menunjukkan bahwa pada kematangan gonad stadium I, secara histologi
terlihat gonad didominasi oleh oogonium yang dikelilingi oleh folikel-folikel kecil
kematangan Gonad stadium I (Gambar 2A). Kematangan gonad stadium II secara histologis
teramati ukuran sel telur bertambah besar dibandingkan dengan ukuran sel telur pada
stadium I. Oogonium berkembang menjadi oosit (Gambar 2B). Ovarium pada kematangan
gonad stadium III, secara histologi ovarium terlihat berlobus-lobus berisi sel telur yang
didominasi oleh oosit primer dan sedikit oogonium (Gambar 2C). Kematangan gonad
stadium IV, ukuran diameter telur jauh lebih besar dari tingkat sebelumnya. Ovarium
terlihat didominasi oleh oosit primer (Gambar 2D).

Gambar 2. Fotomikrograf stadium perkembangan ovarium kodok l. (A) Stadium I, (B) Stadium II, (C) Stadium III,
(D) Stadium IV. i, inti sel; op, oosit primer; o, oogonium. Pigmen hitam terlihat pada bagian perifer dari sel telur
(panah). Pada sel telur yang telah matang inti sel terletak di pinggir (D). Pewarnaan HE, Skala A-D = 50μm.

Pada ovarium katak dijumpai bgian-bagian:

1. Oogonium
 Kecil, letaknya di tepi atau ditengah
 Dikelilingi thecafoliculi dan sel-sel follicle pipih selapis
 Inti sentral dan nucleolus banyak
2. Ooosit perkembangan
 Besar dikelilingi oleh theca folicule dan sel folikel selapis
 Inti (vesika germinative) letak eksentrik, dinding inti bergelombang
 Nucleolus semakin banyak
3. Oosit primer
 Berukuran besar, dikelilingi theca folicule dan sel-sel folikel selapis
 Intinya semakin ke tepi, bentuk oval dan dinding berkelol-kelok
2. Mengamati bagian-bagian pada Ovari Mencit/ Tikus Putih.

OVARIUM TIKUS

Gambar 9 diatas memperlihatkan strukur histolois ovarium tikus putih (Rattus


novergicus). Secara umum ovarium terbagi menjadi dua ddaerah yaitu medua yang berada di
bagian dalam dan korteks yang berada di bagian luar. Medulla terdiri atas jaringan ikat fibrosa
longgar yang megandung pembuluh darah, limfe, dan saraf. Korteks terbentuk dari jalinan serat
retikulin. Pada stroma ini ditemukan foliker-folikel ovarium pada berbagai tingkat
perkembangan termasuk korpus luteum dan folikel artesia.

Perkembangan Folikel:

1 Folikel Premodial merupakan folikel yang akan tumbuh menjadi folikel primer yang
berada pada bagian tepi sel. Folikel primordial terdiri dari oosit primer yang dikelilingi
oleh selapis sel-sel folikel pipih.
2 Folikel Primer merupakan folikel yang telah memasuki siklus dan di bawah pengaruh
hormon FSH dari hipofisa terjadi proses pertumbuhan. Pada folikel primer oosit
dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel kubus.
3 Folikel Sekunder ditandai dengan oosit yang dikelilingi oleh dua atau lebih lapisan
sel-sel folikel kubus.
4 Folikel Tersier ditandai dengan terbentuknya beberapa rongga yang disebut vakuola
call exner.
5 folikel de graff hanya ada satu rongga besar yang disebut antrum follikuli yang berisi
cairan yang disebut liquor follikuli.

Sel-sel folikel yang berbentuk kubus disebut juga sel-sel granulosa, sel-sel granulosa
yang mengelilingi oosit primer pada folikel de Graaf disebut korona radiata, sel-sel granulosa
berbentuk agak kolumnar. Mulai dari folikel sekunder hingga folikel de Graaf, antara oosit
primer dan korona radiata terdapat satu lapisan yang merupakan cairan (glikoprotein) yang
disebut zona pellusida. Di luar lapisan sel-sel granulose terdapat stroma yang disebut theka
interna dan theka eksterna. Theka interna terdiri dari sel-sel yang berfungsi untuk
menghasilkan hormon steroid. Sel-sel tersebut berbentuk kubus. Theka interna banyak
mengandung pembuluh darah. Theka eksterna terutama terdiri dari jaringan ikat longgar.
Folikel de Graaf mengalami ovulasi dan membentuk korpus luteum. Korpus
luteum terdiri dari sel-sel lutein.
Sel-sel ini berasal dari sel-sel granulose dan sel-sel theka interna. Sel-sel ini setelah
ovulasi tidak membelah tetapi bertambah volumenya dan menjadi sel-sel granulosa
lutein. Sitoplasma sel-sel lutein banyak mengandung tetesan lipid dalam sitoplasmanya dan
pigmen yang larut dalam lipid yang disebut lipokrom yang berwarna kuning, sehingga sel-sel
lutein berwarna kuning. Sel-sel theka interna menjadi sel-sel theka lutein, sel-sel ini sama
dengan sel-sel theka pada folikel de Graaf, tetapi sel-sel ini berukuran lebih kecil dan berwarna
gelap.
Korpus luteum adalah massa jaringan kuning di dalam ovarium yang dibentuk oleh
sebuah folikel yang telah masak dan mengeluarkan ovumnya. Dalam rahim, korpus luteum
akan menghasilkan hormon progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik
(fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada
keadaan yang optimal jika terjadi implantasi..