Anda di halaman 1dari 16

3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Mining Engineer

We Find Your Energy and Jewelry

Seputar Tambang Bawah Tanah

13 September 201613 September 2016 · prionggodo


Gambaran Umum Mengenai Tambang Bawah Tanah

Secara umum pengertian tambang bawah tanah adalah suatu sistim penambangan mineral atau
batubara dimana seluruh aktivitas penambangan tidak berhubungan langsung dengan udara
terbuka. Jenis-jenis pekerjaan pada tambang bawah anah antara lain:

1. Penyiapan sarana dan prasarana di permukaan


2. Penyiapan sarana dan pekerjaan bawah tanah, meliputi
1. Pembuatan jalan masuk utama (main acces pada primary development)
2. Pembuatan lubang-lubang sekunder dan tersier (secondary development dan tertiary
development)
3. Kegiatan eksploitasi: breaking (loosening) dengan pemboran dan peledakan, pemuatan(loading),
pengangkutan (hauling, tranporting)
4. Penanganan dan operasi pendukung: penyanggaan, penerangan, ventilasi, penirisan,keselamatan
kerja, dll).
Keunggulan tambang bawah tanah:

5. Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah.


6. Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR
7. Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan (misal:cut and fill,
shrinkage stoping, stope and pillar)
8. Dapat menambang deposit dengan model yang tidak beraturan
9. Bekas penggalian dapat ditimbun dengan tailing dan waste.
Kelemahan tambang bawah tanah:

Perlu penerangan
Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besarc.
Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka
Problem ventilasi, bahan peledak harus yang permissible explossive, debu, gas-gas beracun.
Masalah safety dan kecelakaan kerja menjadi kendala
Mining recovery umumnya lebih kecil
Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 1/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Tahapan Pembukaan Tambang Bawah Tanah


Mine Development
Suatu pekerjaan persiapan untuk penambangan dan pengangkutan yang antara lain meliputi
pembuatan lobang bukaan (opening) ke arah dan didalam endapan bijih yang sudah pasti ada.
Pekerjaan Development Antara lain:

Pembuatan shaft
Pembuatan Tunnel / Adit / Drift
Pembuatan Cross Cut / level
Pembuatan Raise dan Winze
Shaft adalah Lubang bukaan vertikal/subvertikal yg menghubungkan bawah tanah dgn
permukaan bumi.
Tunel adalah Lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar yang menembus kedua belah
kaki bukit.
Adit adalah Lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar yang tidak sampai menembus ke
permukaan bukit.
Drift adalah lubang bukaan yang menghubungkan antar level secara vertical.
Cross Cut adalah lubang bukaan mendatar yang menyilang atau memotong jurus endapan
bijih.
Level adalah drift atau cross cut yang dibuat dengan jarak-jarak yang teratur kearah vertical,
biasanya dibuat nomor-nomor urut secara teratur menurut ketinggiannya dari permukaan
laut atau kedalamannya dari permukaan bumi.
Raise adalah suatu lubang bukaan vertical atau agak miring yang dibuat dari level bawah ke
level diatasnya.
Winze adalah lubang bukaan vertical atau agak miring yang di buat dari level atas ke level
bawahnya.

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 2/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Gambar 1 Penampakan Layout Tambang Bawah Tanah

Mine Exploitation
Mine exploitatation adalah Suatu pekerjaan pengambilan atau penambangan ore dari dalam
tanah. Prinsip pokok eksploitasi tambang bawah tanah adalah memilih metode penambangan
yang paling cocok dengan keunikan karakter (sifat alamiah, geologi, lingkungan, dll) endapan
mineral dan batuan yang akan ditambang, dengan memperhatikan batasan tentang
keamanan,teknologi dan ekonomi. Batasan keekonomian berarti bahwa dengan biaya produksi
yang rendah tetapi diperoleh keuntungan pengembalian yang maksimum (return the maximum
profit ataupun rate of return ROR) serta lingkungan. Untuk menentukan tambang bawah tanah
harus memperhatikan:

1. Karakteristik penyebaran deposit atau geometri deposit (massive, vein, disseminated,tabular,


platy, sill, dll)
2. Karakteristik geologi dan hidrologi (patahan, sesar, air tanah, permeabilitas)
3. Karakteristik geoteknik (kuat tekan, kuat tarik, kuat geser, kohesi, Rock MassRating, Q-System,
dll)
4. Faktor-faktor teknologi (hadirnya teknologi baru, penguasaan teknologi, SumberDaya Manusia,
dll)
5. Faktor lingkungan (limbah pencucian, tailing, amblesan, sedimentasi, dll).

Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Tambang Bawah Tanah

Pemilihan metoda penambangan terhadap suatu jzzxxebakan tertentu dapat dibantu dengan
pemahaman terhadap kendala dan aplikasi setiap metoda tambang bawah tanah tersebut. Tidak ada
rumusan yang pasti yang dapat menentukan metoda tambang bawah tanah terhadap bentuk, ukuran
dan kedalaman bijih yang bervariasi yang terdapat secara alamiah dalam suatu cebakan. Biasanya
beberapa metoda dapat sesuai atau kurang sesuai apabila diterapkan pada kadar, ukuran, bentuk
dan posisi badan bijih, serta kekuatan bijih maupun dinding bijih (Gambar 2).

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 3/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Gambar 2 Penampang Bijih Dalam Pemilihan Penambangan

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, maka pemilihan metoda tambang bawah tanah dapat
ditetapkan dengan melihat kesesuaian dengan kondisi ekonomigeologi dan kondisi lokal. Metoda
ideal adalah development yang dapat memberikan hasil produksi yang besar dengan kondisi jam
kerja yang minimal, serta pemakaian energi dan material yang kecil. Disamping itu, yang sangat
penting adalah memberikan kondisi aman pada pekerja. Hal ini dapat memberikan pengaruh positif
terhadap lingkungan maupun development tambang pada masa yang akan datang.

Dalam metoda tambang bawah tanah, memerlukan pertimbangan pertimbangan yang saling
terintegrasi dari banyak faktor. Beberapa factor yang penting adalah:

Panjang, tebal dan lebar cebakan


Ketiga hal ini akan menentukan dimensi stop maksimum, yaitu yang dikenal sebagai minimum
lebar stoping.

Kemiringan cebakan
Kemiringan cebakan akan menentukan kemungkinan memanfaatkan gravitasi dalam operasinya.
Menurut W.A. Hustrulit, 1982, kemiringan cebakan mempunyai kaitan langsung dengan metode
penambangan yang dipilih (Tabel 3.1)

Kedalaman operasi
Rock failure menjadi lebih memungkinkan pada kedalam yang besar. Pada metode yang
menggunakan pillar sebagai sistem penyanggaannya kadang kala menjadi tidak layak.
https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 4/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Tabel 3.1 Hubungan kemiringan dengan metode penambangan (Menurut W.A. Hustrulit, 1982)

Dip Metode Penambangan Keterangan

Badan bijih mendatar


Flat Room and pillar
kuat

Flat Longwall Badan bijih lapisan tipis

Medium Room and pillar Badan bijih kuat

Kemiringan tak
Medium Inclined room and pillar memungkinkan
mekanisasi

Badan bijih steeping yang


Medium Step room and pillar memungkinkan
mekanisasi

Badan bijih kuat, selektif


Medium Longwall
dan mekanisasi

Bijih berkadar tinggi


Medium Square set dengan batas yang
teratur

Lanjutan :

Dip Metode Penambangan Keterangan

Badan bijih kuat dengan


Steep Sub level
batas yang teratur

Bijih kuat, batas teratur,


Steep Shrinkage pengambilan bijih
tertunda

Badan bijih kuat, selektif


Steep Cut and fill
dan mekanisasi

Badan bijih besar, perlu


Steep Sublevel caving
development extensive

Badan bijih masif, perlu


Steep Block caving
development extensive

Steep Longwall Badan bijih lapisan tipis

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 5/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Bijih kadar tinggi, tenaga


Steep Square set
buruh intensif

Waktu
Waktu akan mempengaruhi strength stress ratio suatu exposed rock (misal pillar). Makin lama
waktu suatu pillar berdiri (exposed), maka strength-stress ratio semakin menurun.

Kadar cebakan
Sebagai pedoman ; cebakan berkadar rendah memerlukan metode produksi besar-besaran yang
sering mengabaikan prosentase recovery. Di lain pihak, badan bijih kadar tinggi memerlukan
metode yang menjamin recovery tinggi.

Fasilitas lokal yang meliputi buruh dan material


Bila biaya buruh mahal, maka memerlukan metode dengan mekanisasi tinggi. Ketersediaan
timber dan material filling juga mempengaruhi penerapan metode yang akan dipilih.

Modal yang tersedia


Biasanya semakin besar modal kerja awal, maka biaya operasi rendah. Perusahaan dengan modal
kecil memerlukan development yang murah, juga metode yang cepat mendapatkan hasil.

Batas dengan badan bijih lain


Tingkat tegangan yang tinggi mungkin timbul pada pillar di permukaan kerja yang berdekatan.
Dalam kondisi seperti ini, mungkin diperlukan filling pada stope bekas penambangan untuk
mengurangi tegangan yang tinggi.

Kekuatan dan karakterisktik bijih dan batuan dinding atau material yang berada di atas bijih
Hal ini akan mempengaruhi kompetensi amblesan, kemudahan pemboran, karakteristik breaking,
cara handing yang sesuai, cara ventilasi dan cara pemompaan. Karakteristik tersebut termasuk ;

Tipe batuan dan penyebaran alaterasi


Weakness seperti perlapisan, schistocity, belahan, patahan, rekahan.
Kecenderungan mineral berharga menghasilkan rich atau mud (misalnya pada emas)
Kecenderungan broken ore yang memadat, menggumpal, teroksidasi dan terbakar (sulphide
fires)
Terjadinya swelling pada lantai
Abrasiveness
Terdapatnya air, porositas dan permeabilitas cebakan dan batuan sekitarnya. Kekuatan dan
karakteristik batuan ini dapat dilihat pada (Tabel 3.2 dan 3.3)

Tabel 3.2 Karakteristik Bijih Batuan samping dan Metode penambangan

No Karakter bijih dan Aplikasi Metode Sifat


batuan samping Penambangan Produksi

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 6/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

1 1. Bijih Kuat Tidak 1. Overhand 1. Kecil


2. Batuan samping Kuat memerlukan stopping 2. Sedang
3. Kadar Bijih rendah penyangga 2. Underhand 3. Sedang
sampai sedang buatan stopping
3. Sublevel
stopping

Lanjutan :

No Karakter bijih dan Aplikasi Metode Sifat


batuan samping Penambangan Produksi

2 1. Bijih mudah retak Penyangga 1. Square set 1. Sedang


2. Batuan samping tidak kayu stopping 2. Sedang
kuat 2. Stull 3. Sedang
3. Kadar sedang – tinggi stopping 4. Kecil
3. Cut and fill 5. kecil
4. Shrinkage
stopping
5. Resuing

3 1. Bijih mudah retak dan Bijih 1. Top slicing


runtuh diruntuhkan 2. Sub level
2. Batuan samping tidak dengan stoppping
kuat memberikan 3. Block caving
undercut

Tabel 3.2 Klasifikasi Kekuatan Batuan

Kekuatan batuan
Tipe batuan Keterangan
KPa psi

Kuarsa, basalt dan


>220.000 >32.000 Sangat amat kuat
diabase

Batuan beku,
metamorf kuat,
140.000-220.000 20.000-32.000 Sangat kuat
hard limestone
dan dolomit

Shales, limestone,
100.000-140.000 14.500-20.000 Kekuatan sedang
sandstone, sekis

Fiable sandstone,
mud stone dan 40.000-100.000 6.000-14.500 Kekuatan rendah
batubara

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 7/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Produktifitas
Produktifitas bisa dinyatakan dalam ton-per-manshift ratio, yaitu menyatakan kemampuan setiap
tenaga kerja menghasilkan broken ore (dalam ton) setiap gilir kerja

Biaya metode ($/ton)


Biaya metode penambangan antara lain berkaitan erat dengan nilai bijih yang akan ditambang,
periode modal kerja bisa diperoleh kembali, tipe keahlian buruh yang tersedia.

Pemilihan Peralatan Pengangkutan Bahan Galian Pada Tambang Bawah Tanah

Transportasi di dalam Tambang bawah tanah sudah barang tentu dipengaruhi oleh cadangan
batubara, kondisi lapisan batubara, kondisi geologi, sistem pengembangan, jauh dekatnya jarak
transportasi, lokasi penggunaan bahan dan mesin, banyaknya barang yang diangkut, serta kondisi
alam lainya. Penggolongan transportasi berdasarkan lokasi adalah :

1. transportasi permuka kerja,


2. transportasi bu level,
3. transportasi level,
4. transportasi inclined shaft dan
5. transportasi vertikal shaft.

Kemudian berdasarkan kemiringan jalur transportasi, terdapat 3 jenis transportasi, yaitu :

datar,
miring dan
tegak.

Selain itu, masih banyak pengolongan lain tergantung dari sudut pandangnya. Sedangkan obyek-
obyek yang ditransportasikan adalah :

1. pekerja tambang
2. batubara dan batuan
3. alat dan material
4. listrik
5. udara atau gas (ventilasi)
6. air

Dahulu, dalam pembukaan tambang terowongan bawah tanah terdapat transportasi melalui
pekerja tambang di mana digunakan metode yang tidak efisien yang memanfaatkan tenaga manusia
dan kuda, namun saat ini metode transportasi yang digunakan semuanya memanfaatkan tenaga
mesin. Transportasi dengan tenaga mesin ini terdiri dari transportasi bolak-balik dan transportasi
kontinu. Transportasi bolak- balik terutama adalah melalui rel, di mana pada transportasi rel, untuk
memindahkan lori tambang terdapat transpotasi rope dan transportasi lokomotif. Sebagai transportasi
kontinu terdapat berbagai jenis conveyor yang digunakan secara luas dalam transportasi di berbagai
jenis terowongan.

Untuk menentukan metode transportasi di dalam tambang, bukan saja harus dapat mengangkut
sejumlah tertentu barang dengan cara yang paling ekonomis, aman dan pasti, tetapi aspek ventilasi,
drainase air, trasportasi pekerja, pengangkutan bahan/mesin dan pekerja, level teknologi serta
modalpun harus dipertimbangkan dengan baik.

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 8/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Ada beberapa hal yang mempengaruhi pemilihan peralatan pengangkutan yang akan dipilih dalam
tambang bawah. Factor – factor tersebut adalah :

1. Kondisi Alam
1. jumlah cadangan batubara
2. kondisi lapisan batubara
3. kondisi geologis
2. Rencana Penambangan
1. metode penambangan
2. metode penggalian
3. jarak pentransportasian
4. jenis alat transportasi
5. tempat penggunaan material
6. jumlah yang ditransportasikan
7. skala produksi
8. rencana jangka panjang
3. Penyediaan Modal
1. penganggaran biaya
2. modal tahunan
3. besar total investasi
4. Teknologi
1. teknologi baru
2. teknologi yang telah diaktualisasikan
3. resiko

Skip Hoisting

Skip merupakan salah satu alat angkut pada tambang bawah tanah yang digunakan pada
pengangkutan material melalui shaft. Skip merupakan semacam lori yang di tarik oleh kabel untuk
mengangkut bijih.

Penerapan skip lebih lebih efisien dibandingkan dengan cage, dengan cycle time singkat. dipakai
pada pengangkutan material melalui shaft. Skip umumnya digunakan pada “METAL MINING” baik
pada shaft vertical atau miring. Cara Pemuatan ore ke skip ada 2 cara, yaitu :

1. Dari ore di jatuhkan oleh wheel loader ke ore bin melalalui chute gate selanjutnya di bawa ke skip
dan di angkut ke permukaan.
2. Dari ore di bawa oleh oleh whell loader ke lori selanjutnya langsung di bawa ke skip dan di
angkut ke permukaan.

Pada Skip hoisting diperlukan pocket berkapasitas tertentu di dasar vertikal shaft dan mulut
terowongan, tetapi karena bobot matinya lebih kecil dari pada cage hoisting dan karena pemuatan
serta pembongkarannya dilakukan dengan alat otomatik, maka diantara fasilitas yang digunakan
akhir-akhir ini, ia termasuk fasilitas yang pekerja di dasar shaft dan mulut tambang dalam cukup 1-2
orang, sehingga biaya operasinya lebih rendah dari pada cage hoisting. Selain itu, tidak diperlukan
waktu untuk pengendalian lori batubara, serta mempunyai keunggulan lain, yaitu jumlah angkutan
yang dikerek setiap kali juga banyak, sehingga kapasitas hoistingnya tinggi. Namun, dilain pihak
sulit menaik-turunkan pekerja berjumlah besar.

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 9/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Gambar 3 Penampakan Layout Penggunaan Skip Hoisting

Biarpun di bagian atas skip dilengkapi dengan dek untuk menaik-turunkan pekerja, kapasitas sekali
angkutnya paling-paling belasan orang saja. Selain itu, transportasi bahan dan limbah hampir tidak
mungkin dilakukan. Sedangkan, persentase degradasi (menjadi serbuk) batubara sedikit meningkat
bila dibanding cage hoisting, namun saat ini hampir tidak menjadi masalah. Selain itu, pada waktu
pemuatan di dasar vertikal shaft dan pembongkaran di mulut tambang dalam mudah timbul debu
batubara, tetapi hal ini dapat dicegah dengan menempatkan dust collector.

Apakah pada vertikal shaft akan digunakan cage hoisting atau skip hoisting adalah masalah besar.
Namun, kalau kita mempertimbangkan transportasi pekerja, bahan dan limbah, maka harus
menggunakan cage hoisting. Oleh karena itu, pada vertikal shaft skala besar, pernah digunakan cage
hoisting dan skip hoisting bersama-sama pada satu vertikal shaft dengan membuat diameter
dalamnya menjadi 6,5-7,5 m.

Dalam mempertimbangkan metode hoisting yang tepat, perlunya membandingkan antara skip
hoisting dan cage hoisting. Keuntungan dari penggunaan skip hoisting adalah :

1. Kapasitas per mine shaft yang lebih besar


2. Mudah untuk memperbesar kapasitas untuk mendukung penambahan produksi
3. Konsumsi power yang rendah sehingga cost per ton juga ikut rendah
4. Cost pekerja per ton yang rendah

1. Untuk output yang sama, perputaran hoisting lebih smooth dan kecepatan rope yang rendah
1. Digunakan sampai akhie penambangan
2. Ratio pemuatan yang lebih besar

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 10/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Selain keuntungan di atas, penggunaan skip hoisting juga mengakibatkan kerugian, antara lain:

1. Cost instalasi dan perawatan sangat tinggi


2. Kerusakan bahan galian pada saat pengangkutan semakin besar
3. Kesulitan dalam menghandling pekerja, material dan residu penambangan
4. Susah dalam merawat skip
5. Produksi debu yang semakin bertambah

Gambar 4 Skip Hoisting

Model Optimasi Untuk Sistem Pengangkatan Tambang

Penyeleksian peralatan yang akan digunakan dalam merencanakan hoisint plant pada shaft akan
menjadi suatu permasalahan yang kompleks untuk para engineer dimana tidak ada perhitungan
yang pasti dan metode yang fleksibel sehingga perencanaan sistem angkat tergantung pada
kebutuhan untuk penambangan. Ketika mendesain hoisting plant harus memperhatikan gaya statis
selama bergerak, dengan mengganti rates 1 siklus pengangkatan dan gaya dinamis yang terjadi maka
akan menghasilkan perubahan kecepatan perpindahan.

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 11/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat merencanakan system hoisting, yaitu diagram
kinematika dimana diagram ini memerlukan konsumsi energi minimal dalam 1 siklus, di mana dapat
dicari dengan menggunakan rumus :

Di nama :

H : kedalaman hoist

t2 : waktu perpindahan dengan rate konstan

µ : ratio antara waktu perpindahan dengan rate konstan dengan jumlah waktu perpindahan di
mana direkomendasikan nilai ini ≥ 0,6

adop : maksimum percepatan yang diperbolehkan

vdop : maksimum kecepatan yang diperbolehkan

ρdop : maksimum nilai turunan dari jarak per waktu

Ketika system angkat mempunyai radius yang konstan, gaya dari drum dapat dicari dengan
menggunakan persamaan:

Di mana :

g : percepatan gravity

k : koefisien gesek

Q1 : massa rope per meter

M : massa system hoisting

Optimasi Kriteria

Dalam kasus system hoisting dengan radius headframe dari rope yang konstan, jumlah panas
terpisah dalam 1 siklus dapat dicari dengan persamaan :

C adalah koefisien

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 12/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Berdasarkan dari kriteria tersebut, maka untuk mencari konsumsi listrik yang dibutuhkan dapat
menggunakan persamaan :

Di mana :

Kurva Integral dari Fungsi A

Untuk menjelaskan fungsi dari turunan pertama, dapat menggunakan persamaan Eular Poisson di
mana :

Dari persamaan di atas maka dapat disederhanakan menjadi :

Di mana :

Untuk balanced hoisting. Solusi dari persamaan untuk mencari kecepatan, percepatan dan turunan
ketiga untuk jarak per waktu dapat menggunakan persamaan :

Untuk Unbalanced hoisting, persamaan untuk mencari kecepatan, percepatan dan turunan ketiga
untuk jarak per waktu dapat menggunakan persamaan :

Di mana :

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 13/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Jika overweight Hoisting, persamaan untuk mencari kecepatan, percepatan dan turunan ketiga untuk
jarak per waktu dapat menggunakan persamaan :

Model Optimasi

Setelah mendapatkan persamaan dasar, kurva integral fungsi a maka untuk mengoptimasi model
three periode hoisting cycle dapat menggunakan persamaan:

Kondisi awal dan akhir dari siklus :

Untuk kondisi per periode

Di periode pertama

Pada Periode Kedua

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 14/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer

Pada periode ketiga

Daftar Pustaka
Hoskin AJ. 1925. A Study Of Skip Hoisting At Illinois Coal Mines. Illinois : University Of Illinois

h p://dynosidiq.blogspot.com/p/tambang-bawah-tanah.html
(h p://dynosidiq.blogspot.com/p/tambang-bawah-tanah.html)

h p://infotambang.com/tambang-bawah-tanah-ii-p331-86.htm (h p://infotambang.com/tambang-
bawah-tanah-ii-p331-86.htm)l

h p://rizkimartarozi.blogspot.co.id/2011/03/metode-tambang-bawah-tanah.html
(h p://rizkimartarozi.blogspot.co.id/2011/03/metode-tambang-bawah-tanah.html)

h p://waiiand-miner.blogspot.co.id/2012/06/tambang-bawah-tanah.html (h p://waiiand-
miner.blogspot.co.id/2012/06/tambang-bawah-tanah.html)

h p://www.najibpanjah.com/2011/02/tambang-bawah-tanah-underground-mine.html
(h p://www.najibpanjah.com/2011/02/tambang-bawah-tanah-underground-mine.html)

Zajic B. 1995. Optimization Model For A Mine Hoisting System Cycle. Yugoslavia : University Of
Yugoslavia

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 15/16
3/15/2018 Seputar Tambang Bawah Tanah – Mining Engineer
Iklan

Report this ad

Report this ad

https://prionggodo.wordpress.com/2016/09/13/seputar-tambang-bawah-tanah/ 16/16