Anda di halaman 1dari 6

Soal 1 :

Jelaskan hubungan antara risk, return dan investasi !

Jawab :
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Dalam
konteks menejemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return.
Ketika investor menginvestasikan dananya dia akan mensyaratkan tingkat return
tertentu dan jika periode investasi telah berlalu investor tersebut akan diharapkan pada
tingkat retrun yang sesungguhnya dia terima. Antara tingkat return yang diharapkan
dan tingkat return aktual yang diperoleh investor dari investasi yang dilakukan
mungkin saja bebeda. Pebedaan antara return yang diharapkan dengan return yang
benar-benar diterima (return aktual) merupakan risiko yang harus selalu
dipertimbangkan dalam proses investasi. Sehingga dalam berivstasi disamping
memperhatikan tingkat return, investor harus mempertimbangkan tingkat risiko suatu
investasi.
Ada hal penting harus dipertimbangkan oleh investor saat melakukan
investasi, yaitu berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut.
Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingkat return yang
diharapkan.
Risiko bisa diartikan sebagai kemungkinan retrun aktual yang berbeda dengan
return yang diharapkan. Investor tidak akan menyukai ketidakpastian atau risiko.
Investor yang enggan terhadap risiko seperti ini di sebut sebagai risk-averse investors.
Investor yang lebih berani akan memilih risiko investasi yang lebih tinggi, yang diikuti
oleh harapan yang lebih tinggi pula. Demikian pula sebaliknya investor yang tidak mau
menanggung risiko yang terlalu tinggi tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat
return yang terlalu tinggi.
Hubungan Tingkat Resiko Dan Return Yang Diharapkan merupakan
hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya semakin besar risiko suatu aset,
semakin besar pula return yang diharapkan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
Soal 2 :
(halaman 26 no. 2 dan 3)

2. Benarkah bahwa melakukan investasi pada pasar di negara berkembang berisiko


tinggi dibandingkan dengan berinvestasi di negara maju ?
Tidak benar. Risiko investasi di negara berkembang lebih rendah daripada
investasi di Negara maju. Menurut Michael Tjoajadi, Presiden Direktur PT
Schroder Investment Management Indonesia, ada tiga indikator yang
memperlihatkan bahwa risiko negara maju lebih tinggi dibandingkan negara
berkembang karena :
1) Saat ini debt to GDP (growth Domestic Product) negara-negara maju semakin
tinggi, bahkan rata-rata telah di atas 50%. Bandingkan dengan debt to GDP di
negara-negara berkembang yang rata-rata masih di bawah 50%.
2) Income growth negara-negara berkembang lebih tinggi dibanding negara-
negara maju.
3) Transaksi antara sesama negara berkembang saat ini lebih tinggi dibanding
transaksi antara negara berkembang dengan negara maju.

3. Mengapa dalam berinvestasi dibutuhkan proses ? Apa keuntungan melalui semua


proses investasi tersebut ?
Proses investasi menunjukan bagaimana seharusnya seorang investor
membuat keputusan investasi pada efek-efek yang dapat di pasarkan. Investor
yang melakukan investasi di pasar modal haruslah mengambil keputusan yang
paling tepat dalam proses investasinya agar terjadi optimalisasi dari nilai asetnya,
keputusan ini meliputi jenis sekuritas apa yang akan dipilih dan berapa banyaknya
investasi tersebut akan dilakukan, dan untuk mengambil keputusan yang tepat
tersebut maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Menentukan kebijakan investasi.Disini pemodal perlu menentukan apa tujuan
investasinya, dan berapa banyak investasi tersebut akan dilakukan.
2) Analisis Sekuritas. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi
sekuritas mana yang nampaknya mispriced.
3) Pembentukan Portofolio. Portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini
menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih, dan
berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas
tersebut.
4) Melakukan revisi portofolio. Tahap ini merupakan poengulangan terhadap
tiga tahap sebelumnya, dengan maksud jika perlu melakukan perubahan
terhadap portofolio yang telah dimiliki.
5) Evaluasi kinerja portofolio. Pada tahap ini pemodal melakukan penilaian
terhadap kinerja (performance) dar portofolio, baik dalam aspek tingkat
keuntungan yang diperoleh maupun resiko yang ditanggung.
Soal 3 :
(halaman 76 no. 4 dan 5)

4. Menurut anda, ketika terjadi tingkat inflasi yang tinggi apakah kondisi kinerja
keuangan suatu perusahaan akan mengalami penurunan ? Berikan alasan anda !
Iyya. Tingkat inflasi yang tinggi biasanya terjadi akibat kondisi ekonomi
yang overheated. Artinya, kondisi ekonomi mengalami permintaan produk yang
melebihi seharusnya. Secara relatif inflasi berpengaruh negatif terhadap return
saham. Inflasi yang tinggi mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat. Inflasi
yang terlalu tinggi juga dapat mengakibatkan penurunan pendapatan riil investor
dari investasinya. Peningkatan inflasi berdampak pada peningkatan harga jual dan
biaya produksi perusahaan. Apabila biaya produksi mengalami peningkatan lebih
tinggi daripada peningkatan penjualan perusahan, profitabilitas perusahaan
mengalami penurunan yang berakibat terhadap penurunan tingkat return saham.
Sehingga kinerja keuangan perusahaan tersebut dipastikan akan mengalami
penurunan. Sebaliknya apabila penjualan perusahaan mengalami peningkatan
yang lebih tinggi daripada biaya produksi perusahaan maka profitabilitas
perusahaan mengalami peningkatan.

5. Mengapa masyarakat menganggap inflasi selalu bersifat membahayakan ? Seperti


apa pengertian membahayakan yang dimaksud ?
Karena menurut pengetahuan masyarakat, inflasi memiliki banyak dampak
negative ketimbang dampak positivenya. Diantaranya adalah :
1) Pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian
menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak
bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena
harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai
negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan
menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin
merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
2) Inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan
produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen
bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan bila tidak
sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan
bangkrut, hal ini biasanya terjadi pada pengusaha kecil.
3) Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu
negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang
bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan
ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan
kesejahteraan masyarakat.
Soal 4 :
(halaman 43 no. 3 dan 4)

1. Mengapa masyarakat Indonesia tidak begitu menyukai berinvestasi di pasar modal


? Apakah karena belum begitu mengenal atau karena resikonya yang terlalu tinggi
? Jelaskan pendapat anda !
Masyarakat Indonesia tidak begitu tertarik dengan pasar modal karena
kurangnya pemahaman mereka atas pasar modal. Tingkat pemahaman masyarakat
Indonesia akan pasar modal masih sangatlah minim. Berdasarkan artikel-artikel
yang kami baca, OJK mengungkapkan bahwa baru sekitar 5% dari total seluruh
masyarakat Indoseia yang memahami apa itu pasar modal. Dari jumlah yang telah
dipaparkan, hanya 0.11% dari 5% yang menjadi investor. Hal ini membuktikan
betapa minimnya pengetahuan akan pasar modal dikalangan masyarakat Indonesia.
Fakta ini diperkuat oleh jurnal yang berjudul PERKEMBANGAN DAN
TANTANGAN PASAR MODAL INDONESIA ditulis oleh FAIZA MUKLIS -
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Beliau mengatakan bahwa
Tantangan yang dihadapi di pasar modal Indonesia adalah pengetahuan mereka
masih minim terkait investasi dipasar modal, sehingga keterlibatan masyarakat
Indonesia berinvestasi di pasar modal masih sangat rendah dibandingkan dengan
Negara Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dikuatkan dengan data
bahwa masih minimnya investor domestik. Ini juga dikarenakan minimnya
pemahaman mereka atas pasar modal. Sebagian besar orang belum menyadari
manfaat mereka berinvestasi. Mayoritas lebih memikirkan bagaimana bisa
menjalani hidup sekarang tanpa memikirkan masa depan.

2. Menurut anda apakah hubungan antara pasar uang dan pasar modal bersifat linear
dan non linear ?