Anda di halaman 1dari 32

PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

POA (Plan of Action)


PROGRAM KIA-KB

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU


Jl. Trans Sulawesi, sulu, Desa Karya Bersama
PASANGKAYU
2018

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 0


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

Disusun oleh Dikoreksi oleh: Disetujui oleh


Koordinator KIA-KB Manejemen Mutu Kepala
UPTD Kes. Pasangkayu

(NUR ASIAH,Amd.Keb) (drg. A. NURSANTY, H A. DEPU) (FATMAWATI, SKM)

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU


Jl. Trans Sulawesi, sulu, Desa Karya Bersama
PASANGKAYU
2018

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 1


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya, POA (Plan of Action) Program KIA (Kesehatan Ibu dan
Anak) – KB (Keluarga Berencana) di UPTD Kesehatan Pasangkayu telah dapat
diselesaikan.
UPTD Kesehatan Pasangkayu Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara
telah menyusun suatu POA Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) – KB (Keluarga
Berencana) yang diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan kegiatan Program
Gizi di tahun berikutnya.
POA Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) – KB (Keluarga Berencana) ini
memuat uraian tentang pencapaian kegiatan Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
- KB(Keluarga Berencana) tahun sebelumnya dan analisa permasalahannya serta
rencana tindak lanjut untuk pencapaian kegiatan Program KIA (Kesehatan Ibu dan
Anak) –KB (Keluarga Berencana) tahun yang akan datang.
Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan POA
Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) - KB(Keluarga Berencana) ini. Saran serta
kritik membangun tentunya sangat kami harapkan untuk penyempurnaan dan
perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata, semoga POA Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) – KB
(Keluarga Berencana) ini dapat bermanfaat bagi Penanggungjawab Program dan
pelaksana di Puskesmas.

Penyusun

NUR ASIAH,Amd.Keb

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 2


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang
b. Tujuan
c. Manfaat
BAB IIANALISA SITUASI
a. Identitas Puskesmas
b. Wilayah Kerja
1. Data Geografis
2. Data Demografis
BAB IIIISU STRATEGIS
a. Identifikasi Masalah
b. Penentuan Prioritas
BAB IVANALISISPENYEBAB DAN ALTERNATIFPEMECAHANMASALAH
a. Analisis Penyebab Masalah
b. Penentuan Prioritas Penyebab Masalah
BAB VRENCANA KEGIATAN
BAB VIKESIMPULAN DAN SARAN
PENUTUP
LAMPIRAN

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 3


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Indonesia sudah merdeka lebih dari 70 tahun, namun persoalan gizi
masih menghantui sebagian warganya. Bangsa Indonesia masih harus berjuang
memerangi beberapa penyakit dan masalah kurang gizi yang saling berinteraksi
satu sama lain. Masalah gizi buruk pada anak balita di Indonesia menjadi
prioritas utama pembangunan kesehatan dan gizi.
Timbulnya masalah gizi buruk disebabkan oleh banyak faktor, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dipengaruhi oleh
penyakit infeksi dan tidak cukupnya asupan gizi secara kuantitas maupun
kualitas, sedangkan secara tidak langsung dipengaruhi oleh jangkauan dan
kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh anak yang kurang memadai, kurang
baiknya kondisi sanitasi lingkungan serta rendahnya ketahanan pangan di tingkat
rumah tangga. Sebagai pokok masalah di masyarakat adalah rendahnya
pendidikan, pengetahuan dan keterampilan serta tingkat pendapatan
masyarakat.
Mengingat penyebabnya sangat kompleks, pengelolaan gizi buruk
memerlukan kerjasama yang komprehensif dari semua pihak.Bukan hanya dari
dokter maupun tenaga medis, namun juga pihak orang tua, keluarga, pemuka
masyarakat maupun agama dan pemerintah.
Dari kegiatan Pengambilan Data Dasar (PDD) yang telah dilakukan
beberapa waktu yang lalu, didapatkan beberapa masalah yang harus
diselesaikan diantaranya masih terdapatnya kasus gizi buruk, tingkat
pengetahuan tentang gizi yang kurang, pengeluaran pangan yang tergolong
rendah serta masih banyaknya tingkat konsumsi energi dan protein yang masih
kurang. Sehingga pada semester ini, mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan
kegiatan Implementasi Program Gizi (IPG) yang bertujuan untuk menyelesaikan
berbagai masalah yang sedang dihadapi. Sehingga dengan diadakannya
kegiatan ini, mahasiswa dapat serta merta mengetahui cara menyelesaikan
masalah yang terjadi pada masyarakat

B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Memiliki rencana program KIB-Kespro yang baik, terpadu dan terarah
sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan dalam pengelolaan puskesmas.

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 4


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

2. Tujuan Khusus :
a. Meningkatkan mutu pelayanan KIB-Kespro di Wilayah Kerja UPTD
Kesehatan Pasangkayu.
b. Meningkatkan pencapaian indikator SPM bidang KIB-Kespro.
c. Meningkatkan derajatkesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu, bayi
dan balita di wilayah kerja UPTD Kesehatan Pasangkayu.

C. Manfaat
1. Bagi Program :
a. Sebagai acuan program dalam melaksanakan kegiatan di tahun 2018
b. Sebagai acuan puskesmas untuk melakukan monitoring dan evaluasi
kegiatan di tahun 2018.

2. Bagi Puskesmas :
a. Sebagai bahan evaluasi hasil pencapaian kegiatan program.
b. Sebagai masukan bagi perencanaan tingkat Puskesmas.

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 5


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

BAB II
ANALISIS SITUASI

A. Identitas Puskesmas

1. Nama Puskesmas : UPTD Kesehatan Pasangkayu


2. No. Kode Puskesmas : P3506020102
Jl. Trans Sulawesi, Sulu, Desa Karya Bersama,
3. Alamat :
Kec.Pasangkayu, Kab.Mamuju Utara
4. No. Telp/fax : 0853 3108 4747
5. Pimpinan : FATMAWATI, SKM
Tahun berdiri : 1980 dan beroperasi tahun 1981
6. Jenis Puskesmas : Puskesmas (Non Perawatan)
Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Pasangkayu
7. Visi :
yang sehat, sejahtera,maju dan bermartabat.
8. Misi : 1. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan
kesehatan.
2.
9. Motto : Kita sehat masyarakat sehat

B. Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Pasangkayu


1. Data Geografis
a. Batas Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Pasangkayu
Wilayah kerja Puskesmas Ngadi berbatasan dengan :
- Sebelah Utara : Desa Ploso Kecamatan Mojo
- Sebelah Timur : Desa Kras Kecamatan Kras,Kab. Tulungagung
- Sebelah Selatan : Kabupaten Tulungagung
- Sebelah Barat : Pegunungan Wilis
b. Posisi Geografis Wilayah Kerja Puskesmas Ngadi.
Lokasi Puskesmas Ngadi tepatnya berada pada wilayah Kabupaten
Kediri bagian Selatan.

c. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Ngadi.


Jumlah total wilayah kerja Puskesmas Ngadi adalah ± 4977 km2 yang
terbagi atas 8 wilayah Desa yaitu Desa Ngadi , Desa Ngetrep , Desa
Kranding , Desa Ponggok , Desa Petungroto , Desa Maesan , Desa
Kedawung dan Desa Pamongan.

d. Kondisi Wilayah Kerja

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 6


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

Secara umum kondisi wilayah kerja Puskesmas Ngadi adadua dataran


yaitu dataran tinggi ± 70 % dan dataran rendah ± 30 %.

2. Data Demografis
a. Data Penduduk
Tabel 2.1. Jumlah Pendudukberdasarkan umur di Wilayah Kerja
Puskesmas Ngadi, Tahun 2016
NO. DESA Jumlah Jiwa menurut Kelompok Umur
0-1 2-4 5-6 7-14 15-64 > 65 TOTAL
1. Ngetrep 113 283 113 329 2377 291 3506
2. Ngadi 155 388 155 448 3253 399 4798
3. Kranding 111 278 111 322 2337 286 3445
4. Ponggok 62 154 62 178 1293 158 1907
5. Petungrot 100 254 101 294 2127 261 3137
o
6. Maesan 151 378 150 438 3170 388 4675
7. Kedawung 173 432 173 501 3629 444 5352
8. Pamongan 121 303 121 352 2544 312 3753
JUMLAH 986 247 986 2862 20730 253 3057
0 9 3
Sumber : BPS Pusat, Kemenkes RI & LB3 KIA 2016
Grafik 2.1. Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur,
Tahun 2016
4000
3500
3000
0-1 tahun
2500
2-4 tahun
2000 5-6 tahun
1500 7-14 tahun
1000 15-64 tahun
500 > 65 tahun
0
Ngetrep Ngadi Kranding Ponggok Petungroto Maesan KedawungPamongan

Sumber : BPS Pusat, Kemenkes RI& LB3 KIA 2016

b. Data Sarana Pendidikan


Tabel 2.2. Jumlah Sarana Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas
Ngadi, Tahun 2016

NO. TINGKATPENDIDIKAN JUMLAH


1 TK 24
2 SD / MI 20
3 SLTP/MTS 4
4 SLTA/MAN 1

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 7


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

5 Akademi/Perguruan Tinggi 0
JUMLAH 49
Sumber: Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016
Untuk memperjelas tabel di atas dapat dilihat pada grafik jumlah
sarana pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Ngadi di bawah ini.

Grafik 2.2. Grafik Jumlah Sarana Pendidikan di Wilayah Kerja


Puskesmas Ngadi, Tahun 2016

25
20
15
10
5
0

AKADEMI / Perguruan Tinggi


SMU / MA
SMP / MTs
SD / MI
TK

SEKOLAH

Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016


Dari Tabel 2.2. dan Grafik 2.2. di atas dapat diketahui bahwa di
wilayah kerja Puskesmas Ngadi yang banyak sarana pendidikan
adalah TK.

c. DataSaranaKesehatan
Tabel 2.3. Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Ngadi, Tahun 2016

JENIS PELAYANAN PEMERINTAH SWASTA TOTAL


Puskesmas Induk 1 - 1
Puskesmas Pembantu 1 - 1
BKIA - 1 1
Dokter Umum - 2 1
Bidan Praktek - 9 9
Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016
Untuk memperjelas tabel di atas dapat dilihat pada grafik sarana
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ngadi di bawah ini.
Grafik 2.3. Grafik Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah
Kerja Puskesmas Ngadi

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 8


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

Puskesmas Induk
Puskesmas Pembantu
BKIA
Dokter Umum
Bidan Praktek

Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016


Dari Tabel 2.3. dan Grafik 2.3. di atas dapat diketahui bahwa di
wilayah kerja Puskesmas Ngadi sarana pelayanan kesehatan yang
paling banyak adalah bidan praktek.

d. Kondisi InternalPuskesmas
1. KondisiSumber Daya Manusia
Tabel 2.4. SDM di Puskesmas Ngadi, Tahun 2016
NO. JENIS TENAGA PKM INDUK PUSTU JUMLAH
1 Dokter 1 - 1
2 Dokter gigi 1 - 1
3 Bidan 9 1 10
4 Perawat 2 - 2
5 Perawat Gigi 1 - 1
6 Petugas Gizi 1 - 1
7 Petugas Sanitasi 1 - 1
8 Analis Kesehatan 1 - 1
9 Asisten Apoteker 1 - 1
10 Tata Usaha 5 - 5
TOTAL 20 1 21
Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016
Dari tabel 2.4. di atas maka di Puskesmas Ngadi mengalami
kurangan terutama pada tenaga pelayanan di antaranya adalah
dokter, dokter gigi , perawat , perawat gigi , bidan dan tenaga
administrasi.

2. SARANA dan PRASARANA PUSKESMAS


Puskesmas mempunyai sarana dan prasarana sebagai berikut :
 Ambulance : 1 Unit
 Sepeda Motor : 3 Unit
 Fasilitas PAM / Sumur : ada
 Fasilitas PLN : ada
 Fasilitas Telepon dan internet : ada

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 9


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

 Sistem Informasi Puskesmas (Simpus) : tidak ada

3. PERAN SERTA MASYARAKAT


 Jumlah Posyandu Balita : 38 kelompok
 Jumlah Kader Posyandu Balita : 190 orang
 Jumlah Posyandu Lansia : 8 Kelompok
 Jumlah Kader Posyandu Lansia : 24 orang
 Jumlah Posbindu : 1 kelompok
 Jumlah Taman Posyandu : 8 kelompok

4. HASIL KEGIATAN
Data Pencapaian Program
Tabel 2.5. Pencapaian PWS KIA ( Indikator Kesehatan Ibu )
Targe Pencapaian s/d
t Desember 2016 Kesenjanga
N Sasara
Indikator dalam Prosentas n
o n Jumla
1 e %
h
tahun %
1 K1 575 100 587 102,09 + 2,09
%
2 K4 575 95 % 546 100 +5
3 DRT bumil 575 10 % 134 23,3 +3,3
oleh
masyarakat
4 Bumil RT 575 20 % 150 26,08 + 6,08
ditangani
5 Komplikasi 115 80 % 115 80 0
Kebidanan
ditangani
6 Persalinan 549 95 % 536 93,22 -1.78
Nakes/Faske
s
7 Kunjungan 549 95 % 534 92,87 -2,13
Nifas

Tabel 2.6. Pencapaian PWS KIA ( Indikator Kesehatan Anak )


Target Pencapaian s/d
Kesenjanga
N Sasara dalam Desember 2015
Indikator n
o n 1 Prosentase
Jumlah %
tahun %
1 KN Murni 522 97% 529 101,34 +4.34
2 KN Lengkap 522 95% 496 95,02 +0.02
3 Neo 78 80 % 78 100 +20
Komplikasi
ditangani
4 Kunjungan 521 95% 514 98.66 +3.66

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 10


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

Bayi
Paripurna
5 Kunjungan 2089 88 % 1710 91,43 +3.43
Balita
Paripurna
6 Kunjungan 523 87 % 546 104.4 +17.4
Apras
Paripurna

Tabel 2.7. Pencapaian PWS KB( IndikatorKeluarga Berencana )


Pencapaian
Jumlah Jumlah Sasaran Kesenjang
Kegiatan Target prosenta
PUS KB aktif Bulin absolut an
se

Kb baru 5586 10% 582 10,42% +0,42%


Pst aktif 5586 70% 3940 70,53% +0,53
Pst aktif di bina 3940 70% 2861 72,61% +2,61%
Efek samping 3940 12,5% 417 10,58% +1,92%
Kegagalan 3940 0,2% 1 0,03 -0,17
Komplikasi 3940 3.5% 0 0
Droup out 3940 10% 620 15,74% +5,74%
Pst pasca salin 549 60% 233 42,44% -17,56%
Cakupan IVA 480 231 47,12%
Unmetneed 342 47 13,74%

BAB III
ISU STRATEGIS

A. Identifikasi Masalah
Masalah yang dihadapi di program KIAdalammeningkatkan mutu
pelayanan adalah sebagai berikut :
1. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di fasilitas kesehatan yang
ditangani dari target 95% tercapai 93,22%.
2. Cakupan Nifas yang kurang dari target 95 % dari seluruh ibu nifas di
dapatkan 92,87%.
3. Cakupan lain-lainnya sudah memenuhi target bahkan cenderung melebihi
target namun demikian patut juga dijadikan masalah karena terkadang
petugas kesehatan lalai untuk mempertahankan capaian tersebut.
4. Cakupan pencapaian peserta KB pasca salin 233 orang (42,44%) di banding
target 60 % dari total ibu bersalin
5. Cakupan IVA 231 orang (47,12%) di banding target 480 orang

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 11


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

6. Cakupan unmetneed berKB masih rendah :47 orang (13,74 %) disbanding


target.
B. Penentuan Prioritas Masalah
Penentuan prioritas masalah menggunakan metode scoring dengan
kriteria USG (Urgent, Seriousness, Growth)
Definisi USG :
1. Urgent adalah tingkat kegawatan masalah, artinya apabila masalah tidak
segera ditanggulangi akan semakin gawat :
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat gawat
b. 4 = gawat
c. 3 = cukup gawat
d. 2 = kurang gawat
e. 1 = tidak gawat
2. Seriousness adalah tingkat keseriusan sebuah masalah, apabila masalah
tidak diselesaikan akan berakibat serius pada masalah lain.
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat serius
b. 4 = serius
c. 3 = cukup serius
d. 2 = kurang serius
e. 1 = tidak serius
3. Growth adalah besar atau luasnya masalah berdasarkan pertumbuhan atau
perkembangan, artinya apabila masalah tersebut bila tidak segera ditangani
pertumbuhannya akan berjalan terus.
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat besar
b. 4 = besar
c. 3 = cukup besar
d. 2 = kurang besar
e. 1 = tidak besar
Berikut adalah matriks penentuan prioritas masalah yang akan diselesaikan
Tabel 3.1.Matriks Penentuan Prioritas Masalah
Masalah U S G Total Prioritas
1. Cakupan Persalinan
oleh Tenaga Kesehatan di fasilitas
5 5 4 14 I
kesehatan yang ditangani dari
target 95% tercapai 93,22%
2. Cakupan Nifas yang 3 4 4 11 II
kurang dari target 95 % dari
seluruh ibu nifas di dapatkan
UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 12
PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

92,87%
3. Cakupan lain-lainnya
sudah memenuhi target bahkan
cenderung melebihi target namun
demikian patut juga dijadikan
2 3 3 8 V
masalah karena terkadang
petugas kesehatan lalai untuk
mempertahankan capaian
tersebut.
4. Cakupan unmetneed
4 3 3 10 III
47 (13,74 %)

5. Cakupan peserta KB
2 3 4 9 IV
pasca salin 285 (47,6)

6. Cakupan IVA
1 2 3 6 vi
230(47,9%)

Hasil urutan prioritas masalah yang akan diselesaikan berdasarkan matriks di atas,
adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di fasilitas
kesehatan
2. Kurangnya Cakupan Nifas
3. Kurangnya Cakupan peserta KB pasca salin
4. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya sudah memenuhi
target bahkan cenderung melebihi target namun demikian patut juga
dijadikan masalah karena terkadang petugas kesehatan lalai untuk
mempertahankan capaian tersebut.
5. Kurangnya cakupan IVA
BAB IV
ANALISIS PENYEBABDAN
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

A. Analisis Penyebab Masalah


Karena keterbatasan SDM dan anggaran yang ada di puskesmas maka
prioritas masalah yang diutamakan adalah 4 teratas. Identifikasi penyebab
masalah dilakukan dengan menggunakan Metode Fish Bone (tulang ikan)

Manusia Metode

Masalah

Lingkungan Keuangan Material

1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan


UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 13
PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

a. Manusia (SDM)
 Banyak masyarakat yang pulang kekampungnya untuk melahirkan.
 Banyak ibu hamil yang tafsiran persalinannya memasuki tahun
berikutnya.
b. Metode
 Sosialisasi dan penyuluhan kepada ibu hamil masih kurang.
 Kunjungan rumah ibu hamil K4 masih kurang
c. Material
 Ambulan untuk mengantar pasien kadang tidak siap 24 jam baik
puskesmas maupun desa.
 Pengadaan leaflet untuk ibu hamil yang masih kurang menyebar
secara merata.
d. Keuangan
e. Lingkungan
Kurang dukungan keluarga dan masyarakat akan kesehatan ibu
sehingga banyak ibu hamil yang pulang ke kampung asalnya.
2. Kurangnya Cakupan Ibu Nifas
a. Manusia (SDM)
 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perawatan
masa nifas
 Kurangnya tenaga penyuluh kesehatan di masyarakat
 Kurangnya peran serta masyarakat dalam kegiatan penurunan
AKI/AKB
b. Metode
 Sosialisasi dan penyuluhan terhadap ibu nifas yang masih kurang.
c. Material
 Kurangnya lefleat dan poster tentang perawatan masa nifas serta
pentingnya kunjungan mas nifas
d. Keuangan
e. Lingkungan
- Kurang dukungan kader, keluarga dan masyarakat akan kesehatan
ibu dan bayi.

3. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya sudah memenuhi target


bahkan cenderung melebihi target namun demikian patut juga dijadikan
masalah karena terkadang petugas kesehatan lalai untuk mempertahankan
capaian tersebut.
a. Manusia (SDM)

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 14


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

 Kurangnya pemantauan wilayah setempat oleh bidan desa.


b. Metode
 Kunjungan rumah yang efektif
 Melibatkan kader untuk ikut serta memantau kondisi di sekitar tempat
tinggal kader
c. Material
d. Keuangan
e. Lingkungan
- Beberapa wilayah jauh dari fasilitas kesehatan baik polindes / bidan
praktek maupun puskesmas.
4. Rendahnya cakupan unmetneed ber KB
a. Manusia (SDM)
- Adanya anggapan dari masyarakat kalau usia di atas 40 tahun sudah
tidak bisa hamil lagi
- Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ber kb , terutama
yang termasuk pada kelompok 4 T.
b. Metode
c. Maerial
- Terbatasnya persediaan leaflet dan poster tentang KB
d. Keuangan
e. Lingkungan
- Kurangnya dukungan dari suami
- Kebiasaan masyarakat kalau usia sudah di atas 40 tahun ,tidak mau ber
KB
5. Rendahnya cakupan peserta KB pasca salin
a. Manusia (SDM)
 Pengetahuan masyarakat yang kurang mengenai KB pasca salin
 Kurang nya kesetaraan gender ,dalam arti keputusan ber KB masih
tergantung kepada suami.
 Belum semua bidan di latih pemasangan IUD pasca placenta
b. Metode
c. Material
- Terbatasnya persediaan leaflet dan poster tentang KB pasca salin
d. Keuangan
e. Lingkungan
- Kurang dukungan keluarga dan masyarakat akan KB pasca salin karena
aturan budaya / kebiasaan
6. Kurangnya cakupan IVA

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 15


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

a. Manusia (SDM)
- Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan
IVA
b. Metode
- Pelayanan IVA belum di lakukan di polindes
c. Material
- Terbatasnya persediaan leaflet
d. Keuangan
e. Lingkungan
- Wilayah kerja Puskesmas Ngadi sebagian besar dataran tinggi dan
jauh dari tempat pelayanan
II.2. Penentuan Prioritas Penyebab Masalah
Penentuan prioritas penyebab masalah menggunakan metode scoring dengan
kriteria :
1. Besarnya masalah (BM)
Besar masalah dikaitkan dengan tingkat status kesehatan masyarakat,
contohnya besarnya angka kesakitan (mordibitas) pada suatu waktu
tertentu.
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat besar
b. 4 = besar
c. 3 = cukup besar
d. 2 = kurang besar
e. 1 = tidak besar
2. Kegawatan masalah (KM)
Kegawatan masalah diukur atas pengaruhnya terhadap individu dan
lingkungan yang umumnya dikaitkan dengan mati hidupnya seseorang.
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat gawat
b. 4 = gawat
c. 3 = cukup gawat
d. 2 = kurang gawat
e. 1 = tidak gawat
3. Perhatian Masyarakat (PM)
Perhatian masyarakat ditujukan pada pengetahuan, sikap dan keterlibatan
emosi masyarakat terhadap masalah dan urgensinya menurut mereka untuk
segera dipecahkan.
Dengan bobot skor :

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 16


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

a. 5 = sangat besar perhatian dari masyarakat


b. 4 = besar perhatian dari masyarakat
c. 3 = cukup besar perhatian dari masyarakat
d. 2 = kurang besar perhatian dari masyarakat
e. 1 = tidak ada perhatian dari masyarakat
Berikut ini adalah matriks prioritas penyebab masalah yang akan diselesaikan
dari masing-masing masalah yang ada :
1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di
Fasilitas Kesehatan
Tabel 4.1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di
Fasilitas Kesehatan
NO. PENYEBAB MASALAH BM KM PM TOTAL PRIORITAS
1. Banyak masyarakat yang 4 3 3 10 V
pulang kekampungnya
untuk melahirkan
2. Banyak ibu hamil yang 5 3 3 10 IV
tafsiran persalinannya
memasuki tahun
berikutnya.
3. Sosialisasi dan 5 4 4 13 I
penyuluhan kepada ibu
hamil masih kurang.
4. Kunjungan rumah ibu 2 2 1 5 VII
hamil K4 masih kurang
5 Ambulan untuk 4 4 3 11 III
mengantar pasien
kadang tidak siap 24 jam
baik puskesmas maupun
desa.
6 Pengadaan leaflet untuk 4 4 4 12 II
ibu hamil yang masih
kurang menyebar secara
merata.
7 Kurang dukungan 3 2 2 7 VI
keluarga dan masyarakat
akan kesehatan ibu
sehingga banyak ibu
hamil yang pulang ke
kampung asalnya.

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan dalam
kurangnya cakupan komplikasi yang ditangani adalah Kurangnya tenaga
yang kompeten dalam penanganan masalah komplikasi kebidanan.

2. Kurangnya Cakupan Nifas

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 17


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

Tabel 4.2. Kurangnya Cakupan Nifas


NO. PENYEBAB MASALAH BM KM PM TOTAL PRIORITAS
1. Kurangnya pengetahuan 5 5 3 13 I
masyarakat tentang
pentingnya perawatan
masa nifas
2. Kurangnya tenaga 4 4 2 10 III
penyuluh kesehatan di
masyarakat
3. Kurangnya peran serta 3 2 2 7 V
masyarakat dalam
kegiatan penurunan
AKI/AKB
4. Kurangnya peran serta 4 3 2 9 IV
masyarakat dalam
kegiatan penurunan
AKI/AKB
5 Sosialisasi dan 3 2 1 6 VII
penyuluhan terhadap ibu
nifas yang masih kurang.
mendeteksi resiko tinggi
ibu hamil di masyarakat.
6. Kurangnya lefleat dan 4 4 4 12 II
poster tentang perawatan
masa nifas serta
pentingnya kunjungan
mas nifas
7. Kurang dukungan kader, 3 2 2 7 VI
keluarga dan masyarakat
akan kesehatan ibu dan
bayi.

Dari tabel yang ada maka penyebab masih rendahnya cakupan deteksi
resiko tinggi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang pentingnya deteksi resiko tinggi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan
bayi
3. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya sudah
memenuhi target bahkan cenderung melebihi target namun demikian patut
juga dijadikan masalah karena terkadang petugas kesehatan lalai untuk
mempertahankan capaian tersebut.
Tabel 4.3. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya
NO. PENYEBAB MASALAH BM KM PM TOTAL PRIORITAS
1. Kurangnya pemantauan 4 3 4 11 I
wilayah setempat oleh
bidan desa.

2. Kunjungan rumah yang 4 3 3 10 II

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 18


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

efektif

3. Melibatkan kader untuk 3 2 1 6 III


ikut serta memantau
kondisi di sekitar tempat
tinggal kader
Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan pada kurangnya
kewapadaan terhadap target lainnya adalah urangnya pemantauan wilayah
setempat oleh bidan desa.

4. Kurangnya cakupan peserta KB pasca salin


Tabel 4.4. Kurangnya Cakupan peserta KB pasca salin
NO. PENYEBAB MASALAH BM KM PM TOTAL PRIORITAS
1. Pengetahuan pasien dan 4 3 2 9 I
masyarakat yang kurang
mengenai KB pasca salin
2. Kurang kesetaraan 2 1 1 4 IV
gender dalam hal KB
3. Sebagian besar bidan 3 1 1 5 III
belum mengikuti pelatihan
pemasangan IUD pasca
placenta
4. Kurang dukungan 3 2 2 7 II
keluarga dan masyarakat
karena aturan budaya
/kebiasaan

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan dalam
kurangnya cakupan peserta KB pasca salin adalah kurangnya pengetahuan
pasien dan masyarakat yang kurang mengenai KB pasca salin.

5. Kurangnya cakupan peserta IVA


Tabel 4.5 Kurangnya Cakupan peserta IVA
NO. PENYEBAB MASALAH BM KM PM TOTAL PRIORITAS
1. Kuarngnya pengetahuan 4 3 1 8 I
masyarakat tentang
pentingnya pemeriksaan
IVA
2. Tempat pelayanan yang 3 2 1 6 I1
jauh .
3. Sebagian besar bidan 3 1 1 5 III
belum di latih
pemeriksaan IVA

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan dalam
kurangnya cakupan peserta IVA.adalah kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA.

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 19


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

II.3. Alternatif Pemecahan Masalah


Untuk menentukan prioritas alternatif pemecahan masalah yang ada,
digunakan metode MEER (Metodologi, Efektivitas, Efesiensi, Relevansi). Bobot
skor tiap kriteria MEER adalah sebagai berikut:
1. Metodologi (M)
a. 5 = sangat bagus
b. 4 = bagus
c. 3 = cukup bagus
d. 2 = kurang bagus
e. 1 = tidak bagus

2. Efektivitas (Et)
a. 5 = sangat efektif
b. 4 = efektif
c. 3 = cukup efektif
d. 2 = kurang efektif
e. 1 = tidak efektif

3. Efesiensi (Es)
a. 5 = sangat efesiensi
b. 4 = efesiensi
c. 3 = cukup efesiensi
d. 2 = kurang efesiensi
e. 1 = tidak efesiensi

4. Relevensi (R)
a. 5 = sangat relevan
b. 4 = relevan
c. 3 = cukup relevan
d. 2 = kurang relevan
e. 1 = tidak relevan

Berikut adalah matriks alternatif pemecahan masalah :


1. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Persalinan oleh
Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan.
NO. ALTERNATIF M Et Es R TOTAL PRIORITAS
PEMECAHAN
1. Penyuluhan 4 4 3 4 15 II

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 20


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

kepada
masyarakat
tentang pentingnya
kesehatan ibu
hamil, ibu bersalin,
ibu nifas dan bayi.
2. Kunjungan rumah 5 5 2 4 16 I
atau dengan ANC
mobile.
3. Menyiapakan 4 3 2 3 12 III
Ambulan untuk
mengantar pasien
kadang tidak siap
24 jam baik
puskesmas
maupun desa.
4. Minilokakarya 3 3 2 2 10 IV
tingkat Puskesmas

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama adalah Ikut pelatihan tentang penanganan masalah
komplikasi kebidanan.

2. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Masa Nifas


NO. ALTERNATIF M Et Es R TOTAL PRIORITAS
PEMECAHAN
1. Penyuluhan 5 4 2 5 16 III
kepada
masyarakat
tentang pentingnya
perawatan masa
nifas.
2. Mengadakan 5 4 4 5 18 I
pelatihan tenaga
penyuluh
kesehatan di
masyarakat/ kader
3. Meningkatkan 5 4 3 5 17 II
peran serta
masyarakat dalam
kegiatan
penurunan
AKI/AKB
4. Pemberian 5 4 3 2 15 IV
informasi melalui
pertemuan Kader
Posyandu
5. Minilokakarya 5 3 2 3 13 V
tingkat Puskesmas

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 21


PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama adalah Mengadakan pelatihan tenaga penyuluh kesehatan
di masyarakat/ kader.

3. Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya.


NO. ALTERNATIF M Et Es R TOTAL PRIORITAS
PEMECAHAN
1. Kelas Ibu hamil 5 5 4 5 19 I
2. Deteksi Dini 5 5 3 5 18 II
Resiko Tinggi Ibu
Hamil/bersalin/nifa
s/neonatus
3. Supervisi 5 5 3 2 15 V
Posyandu / Pustu /
Polindes
4. Pendataan 5 3 2 3 13 VII
sasaran KIA dan
KB di wilayah
Puskesmas
5. Kunjungan Rumah 5 3 4 5 17 III
6. Penyuluhan 5 4 3 2 14 VI
Kesehatan
Reproduksi
7. Pemberian 4 4 4 4 16 IV
informasi melalui
pertemuan Kader
Posyandu
8. Minilokakarya 4 2 3 3 12 VIII
tingkat Puskesmas
Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan
yang pertama adalah kegiatan Kelas Ibu Hamil.

4. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Peserta KB Pasca


Salin
NO. ALTERNATIF M Et Es R TOTAL PRIORITAS
PEMECAHAN
1. Penyuluhan 5 3 4 3 15 III
kepada
masyarakat
tentang KB Pasca
Salin
2. Melakukan 5 4 3 5 17 I
konseling kepada
ibu hamil dan
suami tentang KB
pasca salin mulai
dalam kehamilan
UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 22
PoA (Plan of Action) Program KIA-KB 2018

3. Pemberian 4 3 4 5 16 II
informasi melalui
pertemuan Kader
Posyandu
4. Minilokakarya 4 3 4 3 14 IV
tingkat Puskesmas

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama adalah kegiatan penyuluhan kepada ibu hamil dan suami
tentang KB pasca salin mulai dalam kehamilan.

5. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Peserta IVA


NO. ALTERNATIF M Et Es R TOTAL PRIORITAS
PEMECAHAN
1. Sosialisasi kepada 5 4 3 4 16 I
masyarakat
tentang
pemeriksaan IVA
2. Membuka 5 4 3 3 15 I1
pelayanan
pemeriksaan di
Polindes atau BPM
bagi bidan yang
sudah di latih
3. Menginformasikan 4 3 3 3 13 II1
kepada kader
kesehatan tentang
pemeriksaan IVA
untuk di teruskan
kepada
masyarakat
4. Minilokakarya 3 3 2 3 11 IV
tingkat Puskesmas

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama mengadakan sosialisasi kepada msyarakat tentang
pentingnya pemeriksaan IVA.

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 23


BAB V
RENCANA KEGIATAN
Rencana usulan kegiatan untuk meningkatkan hasil capaian program KIA-KB adalah sebagai berikut :

Sumber
JadwalPel Tanggung IndikatorKeber
No Kegiatan TujuanPemecahan Sasaran Target Anggar
Lokasi aksanaan Jawab hasilan
an

1 Pendataan a. Bayi, Bayi, Balita, Wilayah kerja Mulai bulan PJ KIA dan BOK a. Terdapat
sasaran KIA Balita, ibu ibu hamil, ibu Puskesmas Januari KB 2017 data cakupan
a. Meningkatkan hamil, ibu bersalin ibu Ngadi Pelaksana: bayi, balita,
dan KB Bidan Desa ibu hamil,
jangkauan bersalin nifas PUS
bersalin dan
program KIA dan ibu nifas dan WUS nifas, PUS
KB PUS dan dapat terdat dan WUS
b. Sebagai bahan WUS seluruhnya
perencanaan
kegiatan
program
2 Pemantauan b. ibu hamil, Bayi, Balita, Wilayah kerja Setiap Bikor dan BOK Menurunnya
risti ibu ibu hamil, ibu Puskesmas bulan Bidan Desa 2017 kejadian
a. Mendeteksi bersalin bersalin ibu Ngadi resiko tinggi
dan memantau ibu nifas nifas
sedini mungkin
resiko yang ada
3 Swiping ibu a. Mencari ibu Ibu Hamil 100% dari Rumah ibu Setiap Bikor dan Bidan BOK Cakupan K1
hamil baru target ibu hamil bulan Desa 2017 tercapai
hamil

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 29


3. Penyuluhan a. Meningkatkan Kader 8Posyandu , Posyandu Bulan april Koodinator BOK b. Meningkatny
kepada pengetahuan kader Posyandu 1 kali masing - sesuai dan 2017 a
tentang pentingnya yang kegiatan, masing jadwal pelaksana : pengetahuan
masyarakat kesehatan ibu hamil, Bidan Desa kader
tentang ditunjuk 100% Posyandu
bersalin dan nifas tentang
b. Memberikan kegiatan resiko tinggi
pentingnya Bulan Mei
informasi kepada dilaksanakan ibu hamil dan
kesehatan 8 desa di
kader untuk penghitunga
ibu hamil, ibu kemudian diterapkan Balai Desa n skor Puji
bersalin, ibu ke masyarakat Rochyati
nifas dan c. Meningkatny
bayi. a temuan
deteksi
resiko tinggi
ibu hamil
oleh kader.
4. Kunjungan a. Memfaslitasi Ibu Ibu hamil di Di desa yang Maret, K oordinator BOK a.
rumah atau masyarakat untuk Hamil di wilayah kerja sulit dijangkau Juni, dan Pelaksana 2017 Meningkatnya
memeriksakan wilayah Puskesmas Septem : kunjungan ANC
dengan ANC kandungannya agar Ngadi yang ibu hamil dan
mobile. tersebut ber Bidan Desa
lebih terjangkau. masih sulit tercapainya
dijangkau dan tim dari target K4
Puskesmas
5. Kelas Ibu a. Meningkatkan a. Sasaran a. 15 8 desa Satiap Koodinator dan BOK a. Meningk
Hamil pengetahuan nya dan orang wilayah kerja bulan pelaksana : 2017 atnya
masyarakat tentang ibu hamil b. 100 % puskesmas Bidan Desa pengetahuan
resiko tinggi ibu b. Kader dari sasaran mayarkat
Ngadi
hamil dan hadir semua tentang resiko
b. Meningkatkan tokoh tinggi ibu
kesadaran masyara hamil.
masyarakat akan kat b. Meningk
kehamilan resiko atnya
tinggi pada ibu kesadaran
hamil dan perilaku

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 30


c. Meningkatkan ibu hamil
temuan kasus untuk
resiko tinggi pada memeriksaka
ibu hamil n
kehamilannya
secara rutin.
c. Meningk
atnya
kesadaran
dan perilaku
untuk
memotivasi
keluarga, dan
mayarakat
sekitar (ibu
hamil) untuk
memeriksaka
n
kehamilannya
secara rutin
pada nakes.

6 Kemitraan b. Meningkatkan c. Sas c.Sasaranny 8 desa di Bidan BOK a.


bidan dan pencapaian K4 ibu aranny seluruh ibu wilayah kerja Koordinator 2017
hamil dan temuan seluruh hamil dan PuskesmasNg dan Bidan a. Meni
dukun dukun di
kasusu resiko ibu adi Desa ngkatnya
wilayah kunjungan
tinggi hamil tersebut
c. dan ANC dan
en dukun di tercapainya
wilayah target K4
b. Meni
tersebut
ngkatnya
d.
temuan
deteksi

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 31


resiko tinggi
ibu hamil

7 Pengadaan e.a. Sasaran Seluruh Seluruh BOK c. Kunj


leaflet ibu hamil masyarakat fasilitas 2017 ungan ibu
program KIA d. Meningkatkan Kader yang kesehatan di hamil,
pengetahuan dan memeriksak bersalin
Puskesmas
seluruh an diri di dan nifas
masyarakat Ngadi
masyara faslitas meningkat
tentang kat kesehatan d. Selu
pentingnya a. ruh
kesehatan ibu j cakupan
hamil, bersalin, terpenuhi
nifas, dan bayi.

e. Meningkatkan
minat masyarakat
untuk
memeriksakan
kesehatan ibu dan
bayi di faslitas
kesehatan

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 32


8 Melakukan a. Meningkatkan a. Se a. Semu Puskesmas , Setiap Koodinator : BOK a. Kesadar
konseling pengetahuan mua ibu a ibu hamil BPM, jam Petugas 2017 an pasangan
kepada pasangan suami istri hamil beserta Polindes ,RB buka Program suami istri
beserta suami di tentang KB
tentang KB pelayan
Ibu hamil dan suami di wilayah Kespro pasca salin
pascasalin wilayah puskesmas an meniingkat
suami tentang
kerja Ngadi Pelaksana : b. Cakupa
KB pascasalin b. Meningkatkan
puskesma Pernah semuabidan n KB pasca
mulai dalam kesadaran pasangan s Ngadi mendapatka salin
kehamilan suami istri n konseling meningkat di
tentangpentingnya tahun 2017
KB pascaSalin

9. Melakukan Peerta KB pasca Kader 38 posyandu , Balai desa Februari a. Koodin BOK a. Semua
koordinasi salin mengalami Posyandu 3x kegiatan ,Mei,,Agust ator : Petugas 2017 kader
dengan kader peningkatan , PLKB 90 % di us 2017 Kespro posyandu
b. Pelaks ,dan PLKB
dan PLKB dan ibu laksanakan
ana : Tim berperan aktif
untuk hamil / PuskesmasN dalam
penjaringan bersalin gadi penjaringan
KB pasca salin KB pasca saln
10 Penyuluhan a. Memberikan Semua 38 Posyandu Maret , aKoordinator: BOK Meningkatnya
kepada penyuluhan kepada masyarakat Posyandu, Juni PetugasKespr 2017 pengetahuan
masyarakat Semua masyarakat di wilayah 3x kegiatan ,Septe o masyarakat
di wilayah kerja
tentang KB kerja mber tentang KB
puskesmas Ngadi 100 % di b.Pelaksana
PascaSalin puskesmas 2016 pasca salin
Ngadi laksanakan :Bidandesa
Meningkatnya
cakupan KB
pasca salin
tahun 2016

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 33


UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 34
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

VI.1. Kesimpulan
1. Dengan adanya POA maka puskesmas memiliki rencana program yang baik,
terpadu dan terarah..
2. Kegiatan yang diusahakan dalam rangka untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan di Puskesmas Ngadi.
3. Apabila kegiatan program dan inovasinya telah dilaksanakan dengan baik maka
indikator SPM akansemakin mudah dicapai.
4. Dampak dari keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan adalah
meningkatnya derajat kesehatan masyarakat terutama masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Ngadi

VI.2. Saran
I.2.1. Bagi Puskesmas
a. Kegiatan program akan dilaksanakan sebiasa mungkin sesuai dengan
POA yang telah dibuat.
b. Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi
kegiatan di tahun 2016 juga harus berdasarkan POA yang ada.
I.2.2. Bagi Dinas Kesehatan
a. Dinas Kesehatan senantiasa mengevaluasi dan memonitoring jalannya
kegiatan program dan inovasi yang telah dilaksanakan Puskesmas.
b. Dinas Kesehatan hendaknya juga melengkapi sarana dan prasarana
kesehatan terutama yang berkaitan dengan kegiatan sesuai dengan
POA yang ada.

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 33


BAB VII
PENUTUP

Demikian Plan Of Action tahun 2016 yang diusulkan oleh Puskesmas Ngadi
berdasarkan hasil penggalian gagasan dan aspirasi hasil kegiatan minilokakarya
Puskesmas Ngadi.Pelayanan kesehatan kepada masyarakat telah menjadi tekad yang
dicanangkan dengan motto : “Menjadi Puskesmas RELIGI yaitu Ramah, Efektif, Loyal,
Indah, Gembira, Istiqomah “ sebagai bukti dukungan pada pemerintah dalam
mengembangkan program – program kesehatan baik secara promotif, preventif ,
maupun kuratif dan rehabilitatif.
Sebagai bentuk konsekwensinya maka pelayanan secara menyeluruh kepada
semua program yang ada dengan menitikberatkan pada pelayanan tentang isu
strategis dengan prioritas masalah guna mendongkrak pencapaian program secara
optimal.
Selain itu dengan adanya isu strategis dan prioritas masalah diharapkan dapat
memperoleh proses pencapaian yang telah dilakukan , serta bisa melakukan
pembenahan terhadap program – program yang belum bisa berjalan dengan baik.
Namun demikian hal ini tergantung pada SDM yang ada serta didukung dengan
sarana dan prasarana yang ada sehingga dengan disusunnya POA ini , harapan kami
bisa melaksanakan dan tercapai sesuai dengan harapan .Meskipun demikian untuk
program prioritas mungkin masih perlu POA Khusus.
Demikian semoga apa yang telah disusun oleh Team Puskesmas Ngadi ini
bermanfaat bagi kita semua dan dapat atau mampu mengangkat derajat kesehatan
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngadi.

UPTD KESEHATAN PASANGKAYU 34