Anda di halaman 1dari 11

ANATOMI SISTEM UROGENITAL

Urologi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang memperlajari penyakit dan
kelainantraktus urogenital pria dan traktus urinarius wanita.
Organ urinaria terdiri atas ginjal beserta salurannya, ureter, buli – buli dan uretra,
sedangkanorgan reproduksi pada pria terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, vesikula
seminalis, prostat dan penis. Kecuali testis, epididimis, vas deferens, penis, dan uretra, sistem
urogenitalterletak di rongga retroperitoneal dan terlindung oleh organ lain yang mengelilinginya

GINJAL
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga peritoneal bagian atas
bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial.ada sisi ini terdapat
hilus ginjal yaitu tempat struktur – struktur pembuluh darah, sistem limfatik, sistem saraf, dan
ureter menuju dan meninggalkan ginjal.
Besar dan berat sangat bervariasi, hal ini tergantung pada jenis kelamin, umur, serta ada
tidaknya ginjal pada sisi yang lain. Pada autopsi klinis didapatkan bahwa ukuran ginjal orang
dewasa rat-rata adalah 11,5cm (panjang) x 6cm (lebar) x 3,5cm (tebal). Beratnya bervariasi antara
120 – 170 gram, atau kurang lebih 0,4% dari berat badan.

Struktur di sekitar ginjal


Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrus tipis dan mengkilat yang disebut kapsula fibrosa (true
capsule) ginjal dan di luar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Di sebelah
kranial ginjal terdapat kelenjar anak ginjal atau glandula adrenal/suprarenal
yang berwarna kuning.Kelenjar adrenal bersama – sama ginjal dan jaringan lemak
perirenal dibungkus oleh fasia gerota. Fasia ini berfungsi sebagai barier yang menghambat
ginjal serta mencegah ekstrvasasi urin pada saat terjadi trauma ginjal. Selain itu fascia
Gerota dapat pula berfungsi sebagai barier dalam menghambat penyebaran infeksi
atau menghambat metastasis tumor ginjal ke organ disekitarnya. Di luar fascia Gerota
terdapat jaringan lemak retroperitoneal atau disebut jaringan lemak pararenal.
Di sebelah posterior, ginjal dilindungi oleh otot-otot punggung yang tebal serta
tulang rusuk ke XI dan XII sedangkan di sebelah anterior dilindungi oleh organ –
organ intraperitoneal. Ginjal kanan dikelilingi oleh
hepar, kolon, dan duodenum, sedangkan ginjal kiri dikelilingi oleh lien, lambung,
pankreas, jejunum, dan kolon.

Struktur Ginjal
Secara anatomis ginjal terbagi menjadi 2 bagian yaitu korteks dan medula ginjal.
Di dalam korteks terdapat berjuta – juta nefron sedangkan di dalam medula banyak
terdapat duktuli ginjal. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal
yang terdiri atas, tubulus kontortus proximalis, tubulus kontortus distal, dan duktus
kolegentes.
Darah yang membawa sisa – sisa hasil metabolisme tubuh difiltrasi (disaring) di
dalam glomeruli kemudian di tubuli ginjal, beberapa zat yang masih diperlukan tubuh
mengalami
reabsobsi dan zat – zat hasil sisa metabolisme mengalami sekresi bersama air
membentukurin. S e t i a p h a r i t i d a k k u r a n g 1 8 0 l i t e r c a i r a n t u b u h h d i f i l
t r a s i d i g l o m e r u l u s d a n menghasilkan urin 1-2 liter. Urin yang terbentuk di dalam
nefron disalurkan melalui piramida ke sistem pelvikalises ginjal untuk kemudian disalurkan ke
dalam ureter. Sistem pelvikalises g i n j a l t e r d i r i a t a s k a l i k s m i n o r , i n f u n d i b u l u m ,
k a l i k s m a j o r , d a n p i e l u m / p e l v i s r e n a l i s . Mukosa sistem pelvikalises terdiri atas
epitel transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi untuk
mengalirkan urin sampai ke ureter
Vaskularisasi Ginjal
Ginjal mendapatkan aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari
aorta abdominalis, sedangkan darah vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke dalam
vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai
anastomosis dengan cabang – cabang dari arteri lain, sehingga jika terdapat kerusakan pada salah
satu cabang arteri ini, berakibat timbulnya iskemi/nekrosis pada daerah yang dilayaninya.

Fungsi Ginjal
Selain membuang sisa-sisa metabolisme tubuh melalui urin, ginjal berfungsi juga dalam :
1.Mengontrol sekresi hormone-hormon aldosteron dan ADH (anti diuretic
hormone) dalam mengatur jumlah cairan tubuh.
2. Mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D
3.8enghasilkan beberapa hormon, antara lain : eritropoetin yang berperan
dalam pembentukan sel darah merah, renin yang berperan dalam mengatur tekanan
darah,serta hormon prostaglandin
URETER
Ureter adalah organ yang berbentuk tabung kecil yang berfungsi mengalirkan urin dari pielum
ginjal ke dalam buli-buli. Pada orang dewasa panjagnya kurang lebih 20 cm. Dindingnya terdiri
atas mukosa yang dilapisi oleh sel – sel transisional, otot – otot polos sirkuler dan longitudinal
yang dapat melakukan gerakan peristaltik (berkontraksi) guna mengeluarkan urin ke buli – buli.
Jika karena suatu sebab terjadi sumbatan pada aliran urin terjadi kontraksi otot polos yang
berlebihan yang bertujuan untuk mendorong atau mengeluarkan sumbatan itu dari saluran kemih.
Kontraksi ini dirasakan sebagai nyeri kolik yang datang secara berkala, sesuai dengan irama
peristaltik ureter.
Sepanjang perjalanan ureter dari pielum menuju buli – buli, secara anatomis terdapat beberapa
tempat yang ukuran diameternya relatif lebih sempit daripada di tempat lain,sehingga batu atau
benda – benda lain yang berasal dari ginjal seringkali tersangkut di tempat itu. Tempat – tempat
penyempitan itu antara lain adalah
1.Pada pembatasan antara pelvis renalis dan ureter atau pelvi – ureter junction.
2. Tempat ureter menyilang arteri iliaka di rongga pelvis
3. Pada saat ureter masuk ke buli – buli dalam posisi miring dan berada di otot buli – buli
(intramural), keadaan ini dapat mencegah terjadinya aliran balik urin dari buli – buli ke ureter atau
refluks vesico – ureter pada saat buli – buli berkontraksi.
Untuk kepentingan radiologi dan kepentingan pembedahan, ureter dibagi menjadi dua bagian
yaitu, ureter pars abdominalis, yaitu yang berada dari pelvis renalis sampai menyilang vasail iaka,
dan ureter pars pelvika, yaitu mulai dari persilangan dengan vasa iliaka sampai masukke buli –
buli. Disamping itu secara radiologis ureter dibagi dalam tiga bagian, yaitu
1.Ureter 1/3 proximal mulai dari pelvis renalis sampai batas atas sakrum.
2.Ureter 1/3 medial mulai dari batas atas sakrum sampai pada batas bawah
sakrum).
3. Ureter 1/3 distal mulai batas bawah sakrum sampai masuk ke buli – buli

BULI - BULI
Buli – buli adalah organ berongga yang terdiri atas 3 lapis otot detrusor yang
saling beranyaman. Di sebelah dalam adalah otot longitudinal, di tengah merupakan otot
sirkuler,dan paling luar merupakan otot longitudinal. 8ukosa buli – buli terdiri atas sel – sel
transisional yang sama seperti pada mukosa – mukosa pada pelvis renalis, ureter, dan
uretra posterior. Pada dasar buli – buli kedua muara ureter dan meatus uretra internum membentuk
suatu segitiga yang disebut trigonum buli – buli. Secara anatomik bentuk buli – buli terdiri atas 3
permukaan, yaitu :
1. Permukaan superior yang berbatasan dengan rongga peritoneum.
2. D u a p e r m u k a a n i n f e r i o l a t e r a l .
3. P e r m u k a a n p o s t e r i o r
Permukaan superior merupakanl okus minoris (daerah terlemah) dinding buli – buli.
Buli– buli berfungsi menampung urin dari ureter dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra
dalam mekanisme miksi ( berkemih ). Dalam menampung urin, buli – buli mempunyai kapasitas
maksimal, yang volumenya untuk orang dewasa kurang lebih adalah 300-450 ml.
Pada saat kosong, buli – buli terletak dibelakang simfisis pubis dan pada saat penuh berada
diatas simfisis sehingga dapat dipalpasi dan diperkusi. Buli – buli yang terisi penuh memberikan
rangsangan pada saraf aferen dan menyebabkan aktivasi pusat miksi di medulaspinalis segmen
sacral. Hal ini akan menyebabkan kontraksi otot detrusor, terbentuknya leher buli – buli, dan
relaksasi sfinter uretra sehingga terjadilah proses miksi.

URETRA
Uretra merupakan tabung yang menyalurkan urin keluar dari buli – buli melalui prostat miksi.
Secara anatomis uretra dibagi menjadi 2 bagian yaitu uretra posterior dan uretra anterior. Pada pria
organ ini berfungsi juga dalam menyalurkan cairan mani. Uretra diperlengkapidengan sfingter
uretra interna yang terletak pada perbatasan buli – buli dan uretra, sertasfingter uretra eksterna
yang terletak pada perbatasan antara uretra anterior dan posterior. Sfingter uretra interna terdiri
atas otot polos yang dipersarafi oleh sistem simpatis sehingga pada saat buli – buli penuh, sfingter
ini terbuka. Sfingter uretra eksterna terdiri atas otot bergaris dipersarafi oleh sistem somatik yang
dapat diperintah sesuai dengan keinginan seseorang. Pada saat kencing sfingter ini terbuka dan
tetap tertutup pada saat menahan kencing.Panjang uretra wanita kurang lebih 3-5 cm, sedangkan
uretra pria dewasa kurang lebih 23-25cm. Perbedaan panjang inilah yang menyebabkan keluhan
hambatan pengeluaran urin lebihsering terjadi pada pria.

Uretra posterior pada pria terdiri atas uretra pars prostatika yaitu bagian uretra yang dilingkupi
oleh kelenjar prostat, dan uretra pars membranasea. Di bagian posterior lumen uretra prostatika,
terdapat suatu tonjolan verumontanum, dan di sebelah proximal dan distal dari verumontanum ini
terdapat di pinggir kiri dan kanan verumontanum, sedangkan sekresi kelenjar prostat bermuara di
dalam duktus prostatikus yang tersebar di uretra prostatika

Anatomi Kelenjar Prostat Prostat adalah organ genitalia pria yang terletak di bawah dari buli-
buli, di depan rektum dan membungkus uretra posterior. Bentuknya seperti buah kemiri dengan
ukuran 4x3x2,5 cm dan beratnya kurang lebih 20 gram . Prostat memiliki kapsula fibrosa yang
padat dan dilapisi oleh jaringan ikat prostat sebagai bagian fascia pelvis visceralis. Pada bagian
superior dari prostat berhubungan dengan vesika urinaria, sedangkan bagian inferior bersandar
pada diafragma urogenital. Permukaan ventral prostat terpisah dari simpisis pubis oleh lemak
retroperitoneal dalam spatium retropubicum dan permukaan dorsal berbatas pada ampulla recti

Kelenjar prostat terdiri atas jaringan kelenjar dinding uretra yang mulai menonjol pada
masa pubertas. Biasanya kelenjar prostat dapat tumbuh seumur hidup. Secara anatomi, prostat
berhubungan erat dengan kandung kemih, uretra, vas deferens, dan vesikula seminalis. Prostat
terletak di atas diafragma panggul sehingga uretra terfiksasi pada diafragma tersebut, dapat terobek
bersama diafragma bila terjadi cedera. Prostat dapat diraba pada pemeriksaan colok dubur. Selain
mengandung jaringan kelenjar, kelenjar prostat mengandung cukup banyak jaringan fibrosa dan
jaringan otot polos. Kelenjar ini ditembus oleh uretra dan kedua duktus ejakulatorius, dan
dikelilingi oleh suatu pleksus vena. Kelenjar limfe regionalnya ialah kelenjar limfe hipogastrik,
sacral, obturator, dan iliaka eksterna. Arteri-arteri untuk prostat terutama berasal dari arteria
vesicalis inferior dan arteria rectalis media, cabang arteria iliaca interna. Vena-vena bergabung
membentuk plexus venosus prostaticus sekeliling sisi-sisi dan alas prostat. Plexus venosus
prostaticus yang terletak antara kapsula fibrosa dan sarung prostat, ditampung oleh vena iliaka
interna. Plexus venosus prostaticus juga berhubungan dengan plexus venosus vesicalis dan plexus
venosi vertebrales. Pembuluh limfe terutama berakhir pada nodi lymphoidei iliaci interni dan nodi
lymphoidei externi

Anatomi dan Fisiologi Testis Testis terdiri dari dua organ kelenjar berbentuk oval yang
mensekresikan semen. Testis digantung oleh funikulus spermatikus dan terbungkus di dalam
skrotum. Ukuran volume normal dari testis orang dewasa kurang lebih 25 ml. Saat awal
perkembang kehidupan janin, testis terdapat di dalam rongga perut, di belakang peritoneum.
Sebelum kelahiran testis turun melewati kanalis inguinalis, bersamaan dengan funikulus
spermatikus melewati annulus inguinalis dan menempati rongga skrotum dan dilapisi oleh lapisan
serosa, muskularis, dan fibrosa dari skrotum itu sendiri. Pembungkus testis sendiri di antaranya
adalah kulit, muskulus kremaster, tunika dartos, fascia infundibuliform, fascia intercrural, dan
tunika vaginalis.

Arteri yang mendarahi kedua testis berasal dari anastomosis tiga arteri, yaitu arteri testikularis
yang dicabangkan dari Aorta abdominalis, arteri deferentialis merupakan cabang dari arteri
vesikularis inferior, dan arteri cremasterica yang merupakan cabang dari arteri epegastrika inferior.
Arteri testikularis berjalan menyilangi ureter dan bagian inferior dari arteri illiaka eksterna lalu ke
dalam annulus inguinalis. Pada akhirnya menjadi satu kompartmen dengan cabang arteri yang lain
dalam funikulus spermatikus. Sedangkan aliran vena yang membawa darah dari testis berasal dari
formasi beberapa vena yang disebut pleksus venosus pampiniformis dan mengelilingi arteri
testikularis di funikulus spermatikus. Drainase limfe yang berasal dari testis mengikuti aliran arteri
dan vena testikularis menuju ke nodus limfatikus Aorta kanan dan kiri serta para Aorta.

Innervasi dari testis berupa anyaman saraf yang berjalan bersama arteri testikularis. Sistem
saraf tersebut berupa sistem saraf otonom yang terdiri dari sistem saraf parasimpatis, berasal dari
nervus dan sistem saraf simpatis yang berasal dari segmen T7 medulla spinalis. Testis memiliki
dua fungsi penting yakni fungsi steroidogenesis dan spermatogenesis. Steroidogenesis adalah
proses pembentukan hormon testosterone yang terjadi di kompartmen intersisial testis. Hormon
ini disintesis dari kolesterol di sel-sel Leydig dan dan korteks adrenal. Sekresi testosteron berada
di bawah kontrol LH. Sedangkan spermatogenesis terjadi di kompartmen tubular testis. Dimana
pada kompartmen ini terdapat Sel Leydig dan Sertoli yang ikut berperan dalam proses pematangan
spermatozoa. Secara umum volume dari testis dipengaruhi oleh kompartmen tubular dan
interstitial

Penis terdiri dari akar (menempel pada dinding perut), badan (merupakan bagian tengah dari penis),
dan glans penis. Bagian utama dari Penis disebut meatus, dan kepala penis disebut glans (American Cancer
Society, 2012). Lubang uretra yaitu saluran tempat keluarnya semen dan air kemih, terdapat di ujung glans
penis. Dasar glans penis disebut korona. Pada pria yang tidak disirkumsisi, preputium (kulit depan)
membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

Penis adalah organ seksual dan reproduksi pria yang diselubungi oleh kulit bagian kepala dan
prepusium. Penis berbentuk bulat memanjang dan memiliki ujung berbentuk seperti kerucut (Glans penis)
yang dipenuhi serabut saraf sehingga akan membuat penis menjadi sangat peka dan sensitif. Penis terdiri
dari 3 bagian yaitu 2 corpus cavernosum uretra, dan pada ujung penis membentuk preputium.
Corpus penis terdiri dari 2 corpus cavernosus lateral, 1 corpus spongiosum medial dan mengelilingi
uretra (Manski, 2012). Korpus kavernosum uretra melebar pada ujungnya, membentuk glans penis. Korpus
kavernosa dibungkus oleh lapisan jaringan ikat padat kuat, yaitu tunika albuginea.

Di dalam setiap korpus yang terbungkus oleh tunika albuginea terdapat jaringan erektil yang berupa
jaringan kavernus (berongga) seperti spon. Jaringan ini terdiri atas sinusoid atau rongga lakuna yang dilapisi
oleh endotelium dan otot polos kavernosus. Rongga lakuna ini dapat menampung darah yang cukup banyak
sehingga menyebabkan ketegangan batang penis. Korpus kavernosa penis dan uretra terdiri atas jaringan
erektil ruangruang venosa yang dilapisi oleh sel- sel endotel utuh dan dipisahkan oleh trabekula yang terdiri
atas serat- serta jaringan ikat dan sel- sel otot polos.

Preputium adalah lipatan kulit retraktil yang mengandung jaringn ikat dengan otot polos di bagian
dalamnya. Kelenjar sebasea terdapat di lipatan dalam dan pada kulit yang menutupi glans. Sebagian besar
uretra penis dilapisi oleh epitel bertingkat silindris; tetapi dalam glans penis, menjadi epitel berlapis gepeng.
Kelenjar Littre pengsekresi lendir terdapat di sepanjang uretra penis. Ereksi terjadi karena rangsangan yang
membuat darah dalam jumlah besar mengalir dan memenuhi pembuluh darah penis sehingga penis menjadi
besar, tegang dan keras