Anda di halaman 1dari 122

BAB I

PENDAHULUAN

A. UMUM
Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu
Bantaeng sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai
peranan yang sangat strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, sehingga diharapkan dapat mengembangkan pelayanan
kesehatan yang komprehensif dan holistik seiring dengan perkembangan jenis
penyakit, kemajuan teknologi ilmu kedokteran dan tuntutan masyarakat yang
semakin tinggi akan mutu layanan kesehatan. Kondisi tersebut akan dapat
terwujud apabila jumlah dan jenis dan mutu layanan dapat disediakan dan
ditingkatkan oleh unsur-unsur yang berperan dalam menentukan arah
kebijakan dan pelaksanaan operasional rumah sakit.
Pemerintah sebagai eksekutor kebijakan publik telah mengeluarkan
Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum
yang memberikan peluang bagi setiap rumah sakit pemerintah untuk lebih
leluasa menentukan keputusan-keputusan strategis dan
operasionalnya .Pengertian atau definisi BLU diatur dalam Pasal 1 angka 23
UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, yaitu :
“Badan Layanan Umum adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa
penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari
keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip
efisiensi dan produktivitas”.
Tujuan dibentuknya BLU adalah sebagaimana yang diamanatkan
dalamPasal 68 ayat (1) yang menyebutkan bahwa “Badan Layanan Umum
dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Kemudian ditegaskan kembali dalam PP No. 23 Tahun 2005 sebagai peraturan
pelaksanaan dari asal 69 ayat (7) UU No. 1 Tahun 2004, Pasal 2 yang
menyebutkan bahwa “BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 1
mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam
pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, dan
penerapan praktek bisnis yang sehat”.
Adalah suatu pilihan yang tepat bagi Rumah Sakit Umum Daerah
Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu sebagai penyedia jasa layanan kesehatan di
Kabupaten Bantaeng untuk merespon peraturan pemerintah tersebut menuju
Badan Layanan Umum. Sebagai BLU, sebagaimana penjabaran Undang-
Undang, Rumah Sakit adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan jasa
pelayanan kesehatan yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan
dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan
produktivitas.
Praktek bisnis yang sehat adalah penyelenggaraan fungsi organisasi
berdasarkan kaidah-kaidah manajemen rumah sakit yang baik (good clinical
governance) dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan
berkesinambungan. Good clinical governance sendiri adalah konsep untuk
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas untuk menjamin agar tujuan
rumah sakit tercapai dengan penggunaan sumberdaya seefisien mungkin.

Implementasi praktek bisnis yang sehat sesuai prinsip efisiensi dan


produktivitas hanya jika, kinerja rumah sakit dapat diukur, dievaluasi dan
dijadikan umpan balik perencanaan berikutnya. Siklus tersebut
membutuhkan suatu dokumen standar tentang penyelenggaraan pelayanan
(pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan manajemen) yang
minimum harus diselenggarakan oleh RS atau Standar Pelayanan Minimum
(SPM), yang selanjutnya akan dijadikan target pembanding apakah
pelayanan rumah sakit produktivitasnya bertumbuh secara efesien sesuai
dengan kualitas yang diharapkan dari tahun ke tahun.

B. LANDASAN HUKUM
Penyusunan SPM tidak lepas dari berbagai aturan yang dijadikan landasan
penyusunannya, yaitu :
1. UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 2
2. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005
Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
3. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2006.
4. Peraturan Pemerintah No. 65 tanggal 28 Desember 2005 Tentang
Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimum.
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006.
6. SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 228/Menkes/Sk/III/2002
tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimum Rumah
Sakit yang Wajib Dilaksanakan Daerah.
7. SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.129 Tahun 2008 tentang
SPM Rumah Sakit.
8. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan N0. 139 Tahun 2009 tentang
Petunjuk Teknis Penerapan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit di
Provinsi Sulawesi Selatan.

C. TUJUAN
Sebagai instrumen pengendalian rumah sakit, maka Standar Pelayanan
Minimum menjadi hal yang wajib dilaksanakan oleh unit-unit pelayanan
yang ada, dengan tujuan:
a. Menjamin hak masyarakat untuk menerima setiap jenis layanan yang
disediakan rumah sakit dengan mutu tertentu yang dilakukan masing-
masing unit pelayanan.
b. Menentukan jumlah anggaran yang dibutuhkan dalam menyediakan
suatu layanan sesuai klasifikasi rumah sakit, sehingga SPM dapat
menjadi dasar penentuan kebutuhan pembiayaan dalam mengusulkan
anggaran kepada Panitia Anggaran Daerah dan DPRD.
c. Menentukan usulan perimbangan keuangan dan/atau bantuan lain
fungsi pelayanan kesehatan yang lebih adil dan transparan dari
pemerintah pusat atau pihak lain.
d. Meningkatkan akuntabilitas rumah sakit terhadap masyarakat.
Sebaliknya, masyarakat dapat mengukur sejauhmana rumah s akit
dapat memenuhi kewajibannya dalam menyediakan pelayanannya.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 3
e. Memperjelas tugas pokok rumah sakit dan mendorong terwujudnya
checks and balances yang efektif.
f. Mendorong transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses
penyelenggaraan pelayanan rumah sakit.

D. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP


Sebagai suatu sub sistem pelayanan kesehatan, target grup pelayanan
kesehatan rumah sakit adalah jumlah pasien yang memanfaatkan rumah
sakit, dengan demikian pemenuhan SPM terbatas pada cakupan mutu
layanan tertentu atas sejumlah masyarakat yang menggunakan jasa
layanan rumah sakit. Hal tersebut untuk menghindari deferensiasi
persepsi tentang SPM yaitu pemenuhan kewenangan wajib yang memiliki
target grup cakupan layanan dasar dan esensial terhadap angka
kesakitan (morbiditas) di suatu wilayah yang menjadi bagian dari kebijakan
fungsi pelayanan kesehatan Pemerintah Daerah.
Standar Pelayanan Minimum Rumah Sakit adalah penyelenggaraan
pelayanan manajemen rumah sakit, pelayanan medik, pelayanan
penunjang dan pelayanan keperawatan baik rawat inap maupun rawat
jalan yang minimum harus diselenggarakan rumah sakit. SPM memiliki
pengertian sebagai standar kinerja pelayanan atas pelaksanaan Standard
Operating Procedure (SOP) pada setiap jenis layanan.

Hubungan SPM Kewenangan Wajib Bidang Kesehatan, SPM Rumah


Sakit dan Standard Operating Procedure adalah sebagai berikut :

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 4
Target Grup : Standar kinerja
SPM Kewenangan pelayanan dengan ruang
Wajib Bidang lingkup Populasi Masyarakat di
Kesehatan suatu wilayah atas pelayanan
kesehatan dasar dan esensial
yang disediakan Pemerintah

Target Grup : Standar kinerja


pelayanan dengan ruang lingkup
SPM Rumah Sakit masyarakat/pasien yang
menggunakan jasa layanan yang
disediakan rumah sakit

Digunakan sebagai pedoman


Standard
langkah-langkah kerja
Operating
pelaksanaan pelayanan yang
Procedure (SOP)
wajib dipatuhi seluruh petugas
pelayanan

E. KERANGKA KONSEPTUAL PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN


MINIMUM

Kepuasan pasien atas pelayanan rumah sakit terletak pada bagaimana


rumah sakit mampu mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik pasien
yang dilayani. Kebutuhan dan karakteristik yang telah diidentifikasi
tersebut digunakan untuk merencanakan dan merancang suatu produk
layanan yang dibutuhkan ke dalam suatu proses yang memenuhi
standar- standar teknis dan mutu produk layanan. Standar teknis tersebut
dibuat berdasarkan kaidah-kaidah profesi medis yang telah diakui
secara nasional dan atau internasional dan diukur pencapaian kinerjanya
dengan indikator-indikator keberhasilan.
RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu adalah Rumah Sakit Type C yang
pembentukannya melalui proses identifikasi kondisi masyarakat sebagai

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 5
pengguna. Dengan demikian segala aktivitas yang dilakukan rumah sakit
memiliki ruang lingkup sesuai karakteristik type yang dimilikinya.
Keberadaan standar peralatan, Sumber Daya Manusia dan bangunan
rumah sakit merupakan titik awal untuk menentukan kemampuan yang
dapat dilakukan rumah sakit dalam melaksanakan pelayanannya. Standar
tersebut akan dijadikan dasar dalam penetapan standar cakupan
minimum layanan yang seharusnya mampu disediakan rumah sakit untuk
mencapai mutu layanan yang diinginkan.
Sesuai kerangka konseptual input-output model maka standar
penyediaan sumber daya tersebut merupakan unsur input dari
pelayanan manajemen rumah sakit untuk mendukung proses layanan
baik medis, penunjang medis maupun keperawatan sebagai core bisnis
rumah sakit.

F. HAK DAN KEWAJIBAN RUMAH SAKIT DALAM PELAKSANAAN


STANDAR PELAYANAN MINIMUM

Standar Pelayanan Minimum berisikan indikator-indikator mulai dari


penyediaan sumberdaya, cakupan layanan dan mutu layanan, yang
digunakan sebagai alat ukur keberhasilan. Bagi rumah sakit, penetapan
dan pencapaian indikator-indikator SPM tersebut adalah hak untuk :
1. Rumah sakit berhak membuat peraturan-peraturan yang berlaku di
rumah sakit sesuai dengan kondisi atau keadaan yang ada di rumah
sakit tersebut (hospital by laws).
2. Rumah sakit berhak mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati segala
peraturan rumah sakit.
3. Rumah sakit berhak mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati segala
instruksi yang diberikan dokter kepadanya.
4. Rumah sakit berhak memilih tenaga dokter yang akan bekerja di rumah
sakit melalui panitia kredensial.
5. Rumah sakit berhak menuntut pihak-pihak yang telah melakukan
wanprestasi (termasuk pasien, pihak ketiga, dan lain-lain).
6. Rumah sakit berhak mendapat perlindungan hukum.
Sedangkan kewajiban rumah sakit adalah :

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 6
1. Rumah sakit wajib mematuhi perundangan dan peraturan yang
dikeluarkan oleh pemerintah.
2. Rumah sakit wajib memberikan pelayanan kepada pasien tanpa
membedakan suku, ras, agama, seks, dan status sosial pasien.
3. Rumah sakit wajib merawat pasien sebaik-baiknya dengan tidak
membedakan kelas perawatan (duty of care).
4. Rumah sakit wajib menjaga mutu perawatan dengan tidak
membedakan kelas perawatan (quality of care).
5. Rumah sakit wajib memberikan pertolongan pengobatan di unit UGD
tanpa meminta jaminan materi terlebih dahulu.
6. Rumah sakit wajib menyediakan sarana dan perawatan umum yang
dibutuhkan.
7. Rumah sakit wajib sarana dan peralatan medic (medical equipment)
sesuai dengan standar yang berlaku.
8. Rumah sakit wajib menjaga agar semua sarana dan peralatan
senantiasa dalam keadaan siap pakai (ready for use).
9. Rumah sakit wajib merujuk pasien kepada rumah sakit lain apabila
tidak memiliki saran, prasarana, peralatan dan tenaga yang diperlukan.
10. Rumah sakit wajib mengusahakan adanya sistem, sarana dan
prasarana pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana.
11. Rumah sakit wajib melindungi dokter dan memberikan bantuan
administrasi dan hukum bilamana dalam melaksanakan tugas dokter
tersebut mendapat perlakuan tidak wajar atau tuntutan hukum dari
pasien atau keluarganya.
12. Rumah sakit wajib mengadakan perjanjian tertulis dengan para dokter
yang bekerja di rumah sakit tersebut.
13. Rumah sakit wajib membuat standar dan prosedur tetap baik untuk
pelayanan medik, penunjang medic dan non medik.

G. METODOLOGI PENYUSUNAN SPM


Standar Pelayanan Minimum Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H.M.
Anwar Makkatutu disusun dengan memanfaatkan dokumen-dokumen yang
tersedia, pengamatan, wawancara dan menyebarkan formulir-formulir
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu
Page 7
pengumpulan data yang dilakukan oleh tim yang dibentuk dengan surat
tugas. Tim tersebut terdiri dari seluruh komponen yang memiliki kompetensi
pelayanan yang dimiliki rumah sakit. Seluruh isi materi SPM telah ditelaah
dan dibahas secara transparan dengan menggunakan kaidah-kaidah
profesi medis yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab dari tim.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Page 8
BAB II
JENIS PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
PROF. DR. H.M. ANWAR MAKKATUTU

I. JENIS PELAYANAN

Fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu
sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C meliputi :

A. Pelayanan Medik Umum

Pelayanan medik umum terdiri dari pelayanan medik dasar, pelayanan medik gigi
dan mulut, dan pelayanan kesehatan Ibu Anak/Keluarga Berencana

B. Pelayanan Medik Spesialis Dasar

Pelayanan medic spesialis dasar terdiri dari :

1. Pelayanan Penyakit Dalam

Memberikan pelayanan : alergi imunologi klinik, gastroentero hepatologi,


geriatric, ginjal hipertensi, hematologi-onkologi medic, kardiologi, metabolic
endokrin, psikosomatik, pulmonologi, reumatolog, tropic infeksi

2. Pelayanan Kebidanan dan Kandungan

Memberikan pelayanan : fetomaternal, kesehatan reproduksi, onkologi


ginekologi, imunoendkrinologi, uroginekologi rekonstruksi, obgin social

3. Pelayanan Bedah

Memberikan pelayanan : penanganan kasus bedah digestif, onkologi, urologi,


orthopaedi, plastik dan rekonstruksi, anak, kardiotorasik,vaskuler

C. Pelayanan Medik Spesialis Lain.

Terdiri dari :

1. Pelayanan Spesialis THT

2. Pelayanan spesialis Kulit dan Kelamin

3. Pelayanan Spesialis Syaraf

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 9


4. Pelayanan Spesialis Mata

5. Pelayanan Spesialis Jantung

6. Pelayanan Spesialis Jiwa

D. Pelayanan Penunjang Medik

Terdiri dari :

1. Laboratorium

Pelayanan patologi klinik ; melakukan pemeriksaan rutin dan atas indikasi untuk
sediaan urin, transudat/eksudat, feses rutin, cairan tubuh lainnya, hematologi
klinik, imunologi klinik konvensional, sebagian pemeriksaan kimia klinik.

2. Radiologi

Memberikan pelayanan radiodiagnostik non invasif tanpa kontras

E. Instalasi Gawat Darurat

Rumah sakit menyelenggarakan pelayanan gawat darurat secara terus menerus


selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu untuk pertolongan pertama pada pasien
gawat darurat.

 Memberikan pelayanan gawat darurat spesialistik di bidang bedah, non bedah ,


bidang obstetri ginekologi

 Diagnosis dan penanggulangan renjatan (shock), kegawatan kardiovaskuler,


gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, penurunan kesadaran,
gangguan pernafasan.

F. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan

Pelayanan keperawatan dan kebidanan rumah sakit terintegrasi dengan pelayanan


kesehatan lainnya kepada pasien rawat jalan dan rawat inap yang diberikan sesuai
dengan standar pelayanan/asuhan keperawatan.

G. Pelayanan Penunjang Klinik :

1. Intensive Care Unit (ICU)

2. Unit Transfusi Darah Rumah Sakit

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 10


3. Instalasi Gizi

4. Instalasi Farmasi

5. Rekam medik

6. Fisioterapi

H. Pelayanan Penunjang Non Klinik, terdiri dari :

1. Laundry

2. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit

3. Gudang

4. Transportasi/ambulance

5. Pengelolaan Limbah /IPAL

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 11


II. ALUR PROSES PELAYANAN
A. ALUR UMUM PASIEN RAWAT JALAN

Pasien Datang

UMUM
ASKES SOSIAL JAMKESMAS JAMKESDA
Kartu Askes Sosial Asli
Kartu Jamkesmas Asli Fotocopy KTP & KK
Rujukan dari Puskesmas
Rujukan dari Rujukan dari
Puskesmas Puskesmas

LOKET TERBIT SURAT


PEMBAYARAN JAMINAN

- POLI AHLI /
- POLI UMUM /
- POLI GIGI

LAB
PENUNJAN
G
RO
TIDAK

APOTEK
PULANG
RAWAT INAP
RUJUK
B. ALUR PELAYANAN INSTALASI GAWAT DARURAT

INSTALASI RAWAT JALAN


PASIEN DATANG
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 12
RUJUKAN

DATANG SENDIRI
DITERIMA DI IGD

DI RAWAT

MELENGKAPI BERKAS

UMUM
ASKES SOSIAL JAMKESMAS JAMKESDA
Kartu Jamkesmas Asli Fotocopy KTP & KK
Kartu Askes Sosial Asli
Rujukan dari Puskesmas Rujukan dari
Rujukan dari Puskesmas
Puskesmas

LOKET TERBIT SURAT JAMINAN


PEMBAYARAN PELAYANAN

PULANG RAWAT INAP DI RUJUK

C. ALUR UMUM PASIEN RAWAT INAP

INSTALASI RAWAT JALAN


PASIEN DATANG
RUJUKAN

DATANG SENDIRI
DITERIMA DI IGD

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 13


DI RAWAT

MELENGKAPI BERKAS

UMUM
ASKES SOSIAL JAMKESMAS JAMKESDA
Fotocopy KTP & KK
Kartu Askes Sosial Asli Kartu Jamkesmas Asli
Rujukan dari
Rujukan dari Puskesmas Rujukan dari Puskesmas
Puskesmas

LOKET TERBIT SURAT JAMINAN


PEMBAYARAN PELAYANAN DAN KARTU
KONTROL OBAT

TETAP DI RUANG RAWAT INAP

PULANG RAWAT INAP DIRUJUK


D. ALUR PASIEN ICU

PASIEN DATANG

LOKET KARTU

IGD RAWAT JALAN KIA/PONEK

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 14

KEADAAN UMUM RAWAT INAP


BAIKRUJUK ICU
PULANG
OK
INSTALASI
MENINGGAL
JENAZAH
PAKSA
E. ALUR PELAYANAN REKAM MEDIK RAWAT JALAN

PASIEN DATANG

LOKET TP2RJ

PEMERIKSAAN
KELENGKAPAN BERKAS

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 15


UMUM ASKES JAMKESMA JAMKESD
SOS S A

Kartu Askes asli Kartu Jamkesmas Asli Fotocopy KTP & KK

Rujukan dari PKM Rujukan dari PKM Rujukan dari PKM

REGISTRASI PASIEN

LOKET PEMBAYARAN KLAIM RUJUKAN

POLI UMUM/AHLI

POLI UMUM/AHLI

F. ALUR PELAYANAN REKAM MEDIK RAWAT INAP

- IGD Pasien Datang dgn Surat


- IRJA
- DOKTER Pengantar Opname

LOKET TP2RI

REGISTRASI PASIEN

MENGISI BERKAS
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu REKAM MEDIS Page 16
RAWAT INAP

G. ALUR PELAYANAN PASIEN KAMAR OPERASI

PASIEN DATANG

LOKET KARTU

IGD RAWAT JALAN KIA/PONEK

RAWAT INAP

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 17


KAMAR OPERASI
OPERASI TANPA OPERASI DENGAN
PASIEN
OBSERVASI ICU
ANASTESI UMUM ANASTESI UMUM
PULANG
H. ALUR PELAYANAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN

PASIEN DATANG

LOKET KARTU

KEBIDANAN &
KANDUNGAN

TRIASE

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 18

RAWAT
I C UINAP KASUS KEBIDANANTINDAKAN KASUS KANDUNGAN
KAMAR OPERASI INSTALASI
RUJUK
JENAZAH
I. ALUR PELAYANAN RADIOLOGI

Pasien IRJ/IRNA/IGD/
Pasien Luar RSUD

Pasien Umum Pasien Askes /


Rujukan Dokter
Rujukan Puskesmas Jamkesmas/ Jamkesda

LOKET PENDAFTARAN

Persiapan/ Perjanjian/
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu
Langsung Page 19
Pemeriksaan Radiologi / USG

Evaluasi Cek Foto /


Radiografer

Dokter Ahli Radiologi /


Expertisi Foto / USG

Loket Pengambilan
Hasil

Hasil Foto Kembali ke Dokter


J. ALUR PROSES PELAYANAN RESEP
PengirimUMUM

Resep dari IRD, IRNA, IRJ


K.

Pengkajian resep

Pemeriksaan ketersediaan obat

Resep tidak
Obat tersedia? ?
kembali/
copy resep ya

Pembayaran di loket satu pintu

Kwitansi pembayaran
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 20
Penyiapan/peracikan obat/alkes

Memberi etiket

Mengemas obat/alkes

Mengecek kembali
kesesuaian obat/alkes
dengan resep
tidak
Sesuai resep ?
ya

Penyerahan
obat/alkes &
pemberian informasi

L. PELAYANAN RESEP RAWAT INAP

Resep dari IRD, Resep dari


IRNA IRJ/POLIKLINIK

tidak
Membayar jaminan tidak
Kartu kontrol
M.
di loket satu pintu legalisasi ASKES
ASKES ?
ya
ya
Pemeriksaan
ketersediaan obat

tidak
Resep kembali/ Obat tersedia?
copy resep
ya

tidak
Melakukan
Obat sesuai
pembayaran DPHO ?

Kwitansi ya
pembayaran

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 21


Penyiapan/peracikan
obat/alkes

Memberi etiket

Mengemas
obat/alkes

Mengecek kembali
kesesuaian obat/alkes
dengan resep

tidak
Sesuai resep
?
ya

Penyerahan
obat/alkes &
pemberian informasi

N. PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN

Resep dari IRD, Resep dari


IRNA IRJ/POLIKLINIK

tidak
Membayar jaminan Kartu kontrol
di loket satu pintu
ya
O.
Pemeriksaan
ketersediaan obat

tidak
Resep kembali/ Obat
copy resep tersedia?
ya

tidak
Melakukan
Obat sesuai
pembayaran Manlak ?

ya
Kwitansi
pembayaran

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu


Penyiapan/peracikan Page 22
obat/alkes
Memberi etiket

Mengemas
obat/alkes

Mengecek kembali
kesesuaian obat/alkes
dengan resep

tidak
Sesuai resep
?
ya

Penyerahan
obat/alkes &
pemberian informasi

P. ALUR PROSES PELAYANAN LABORATORIUM PASIEN RAWAT JALAN

Pasien Datang dengan/tanpa


Surat Pengantar dari Dokter

Administrasi pasien di Lab

Dibuatkan Perincian YA TIDAK Askes


UMU Pelanggan
Biaya Pemeriksaan Jamkesmas
M
Jamkesda

PengambilanSpesimen PengambilanSpesimen

Pemeriksaan Lab
KASIR
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 23
Pengambilan Hasil

PULANG / KEMBALI KE
DOKTER

Q. ALUR PROSES PELAYANAN LAB PASIEN RAWAT INAP, ICU, KEBIDANAN,


UGD

Perawat/Klrga Pasien Datang dengan


Surat Pengantar dari dokter

Administrasi di Laboratorium
( Registrasi )

Petugas Lab Datang ke Unit


Untuk Mengambil Spesimen

Pemeriksaan Laboratorium

Hasil Pemeriksaan Diambil Oleh Petugas


Ruangan yang Meminta Pemeriksaan
SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 24
(Perawat / Keluarga Pasien
R. ALUR PROSES PELAYANAN GIZI

PASIEN DATANG

Pasien diperiksa dokter

Penanggung jawab gizi ruang


mendampingi dokter periksa

Dokter menentukan diet pasien

Penanggung jawab gizi ruang


membuat daftar diet

Daftar Diet Pasien

Pemesanan makanan pasien

Instalasi Gizi

Penyusunan menu makanan


SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 25
Pengadaan bahan makanan

Pengolahan makanan

Distribusi makanan ke ruangan

S. ALUR PELAYANAN LAUNDRY


Makanan diterima pasien

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 26


T. INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA RUMAH SAKIT (IPSRS)

LAPORAN KELUHAN
DARI
KEPALA INSTALASI

PETUGAS IPRS MENERIMA DAN


MENCATAT LAPORAN

PETUGAS IPRS MENGECEK KERUSAKAN DAN


MELAPORKAN KE KEPALA TATA USAHA DAN
BENDAHARA RSU

PETUGAS IPRS MENGECEK STOCK


SPARE PART

PETUGAS IPRS MENCATAT HASIL PEKERJAAN


DAN MELAPORKAN KEMBALI ALKES YANG
SUDAH DITINDAKI KE KEPALA TATA USAHA

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 27


U. PELAYANAN AMBULANCE

UMUM IGD IRNA

MENENTUKAN TUJUAN
DAN TARIF

MENGHUBUNGI SOPIR

MENYELESAIKAN SPJ

LOKET PEMBAYARAN

SAMPAI KE TEMPAT TUJUAN

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 28


BAB III
INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMUM

Standar Pelayanan Minimal RSUD bertujuan untuk :


1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk dapat memberikan layanan
paripurna.
2. Memberikan pemberdayaan sumber daya manusia untuk dapat meningkatkan
kepuasan pelanggan.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana RSUD agar dapat memberikan peningkatan
pelayanan kesehatan.
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Prof. Dr. H.M.
Anwar Makkatutu adalah standar pelayanan berdasarkan kewenangan yang telah
diserahkan, yang harus dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Prof. Dr.
H.M. Anwar Makkatutu dalam penyelenggaraan pemerintahan serta sebagai instrument
pembinaan dan pengawasan pemerintah kabupaten Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu
kepada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu.
Standar pelayanan berisikan indikator-indikator kinerja yang penetapannya harus
memenuhi 4 kriteria sebagai berikut :
1. Sahih (valid), yaitu benar-benar dapat dipakai untuk mengukur aspek yang
akan dinilai. Dengan demikian indikator memiliki target pencapaian yang realistis
dan dapat dicapai sesuai dengan kemampuan minimum yang dimiliki rumah sakit
sesuai dengan tipenya.
2. Dapat dipercaya (reliable) yaitu didasarkan pada data yang akurat dan
didokumentasikan sesuai dengan sistem informasi yang memadai.
3. Sensisitif, yaitu cukup peka terhadap kebutuhan pengendalian dan pengambilan
keputusan perencanaan.
4. Spesifik, yaitu memiliki tujuan tertentu sehingga dapat menunjukkan obyek
penilaian yang jelas pada pusat-pusat pertanggungjawaban organisasi.
Setiap indikator ditetapkan standar minimum pencapaiannya. Standar minimum adalah
suatu kondisi minimum yang mampu dicapai RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu
dalam kurun waktu tertentu.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 29


Standar pelayanan Rumah Sakit Daerah adalah penyelenggaraan pelayanan
manajemen rumah sakit, pelayanan medik, pelayanan penunjang dan pelayanan
keperawatan baik rawat inap maupun rawat jalan yng minimal harus diselenggarakan
oleh rumah sakit.
Indikator adalah merupakan variabel ukuran atau tolak ukur yang dapat menunjukkan
indikasi-indikasi terjadinya perubahan tertentu untuk mengukur kinerja rumah sakit
ada beberapa indicator, yaitu :
a. Input, yang dapt mengukur bahan alat system prosedur atau orang yang
memberikan pelayanan misalnya jumlah dokter, kelengkapan alat, prosedur tetap
dan lain-lain.
b. Proses, yang dapat mengukur perubahan pada saat pelayanan misalnya
kecepatan pelayanan, ketetapan pelayanan, pelayanan yang ramah dan lain-lain.
c. Output, yang dapat menjadi tolak ukur hasil yang dicapai, misalnya jumlah yang
dilayani, jumlah pasien yang dioperasi, kebersihan lingkungan.
d. Outcome, yang dapat menjadi tolak ukur dan merupakan dampak dari hasil
pelayanan, misalnya keluhan pasien yang merasa tidak puas terhadap pelayanan
dan lain-lain.
e. Benefit, adalah tolak ukur dari keuntungan yang diperoleh pihak rumah sakit
maupun penerima pelayanan atau pasien, misalnya biaya pelayanan yang lebih
murah, peningkatan pendapatan rumah sakit.
f. Impact, tolak ukur dampak pada lingkungan atau masyarakat luas misalnya angka
kematian ibu dan bayi yang menurun, meningkatnya derajat kesehatan
masyarakat, meningkatnya kesejahteraan karyawan.
Selanjutnya indikator tersebut dijabarkan menjadi indicator kinerja berdasarkan jenis
pelayanan antara lain : gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, bedah sentral, KIA, ICU,
radiologi, laboratorium, fisioterapi, farmasi, gizi, UTDRS, rekam medic, pengelolaan
limbah, administrasi dan manajemen, ambulance, pemulasaran jenazah, IPSRS,
laundry, dan PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi). Atas kelompok-kelompok
pelayanan tersebut, ditetapkan jenis pelayanan yang merupakan area pengukuran,
indikator kinerja sebagai tolok ukur penilaian, standar minimum yang mampu dicapai
dan target pencapaian pada tahun dasar dan tahun pencapaiannya. Proyeksi

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 30


pencapaian pada tahun dasar yang ditetapkan pada RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar
Makkatutu didasarkan pada hasil pengukuran tahun 2010, sedangkan tahun
pencapaian standar minimum yang ditetapkan pada tahun 2014.

A. JENIS PELAYANAN
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 340/MENKES/PER/III/ 2010
pasal 14 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. maka kriteria klasifikasi rumah sakit
umum type C berdasarkan jenis pelayanan adalah sebagai berikut :
4. Rumah Sakit Umum Kelas C harus mempunyai fasilitas dan kemampuan
pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan
4 (empat) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik.
5. Kriteria, fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas C sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat
Darurat, Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Spesialis Penunjang
Medik, Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut, Pelayanan Keperawatan dan
Kebidanan, Pelayanan Penunjang Klinik dan Pelayanan Penunjang Non Klinik.
6. Pelayanan Medik Umum terdiri dari Pelayanan Medik Dasar, Pelayanan Medik
Gigi Mulut dan Pelayanan Kesehatan Ibu Anak /Keluarga Berencana.
7. Pelayanan Gawat Darurat harus dapat memberikan pelayanan gawat darurat 24
(dua puluh) jam dan 7 (tujuh) hari seminggu dengan kemampuan melakukan
pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat, melakukan resusitasi dan
stabilisasi sesuai dengan standar.
8. Pelayanan Medik Spesialis Dasar terdiri dari Pelayanan Penyakit Dalam,
Kesehatan Anak, Bedah, Obstetri dan Ginekologi.
9. Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut minimal 1 (satu) pelayanan.
10. Pelayanan Spesialis Penunjang Medik terdiri dari Pelayanan Anestesiologi,
Radiologi, Rehabilitasi Medik dan Patologi Klinik.
11. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan terdiri dari pelayanan asuhan
keperawatan dan asuhan kebidanan.
12. Pelayanan Penunjang Klinik terdiri dari Perawatan intensif, Pelayanan Darah,
Gizi, Farmasi, Sterilisasi Instrumen dan Rekam Medik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 31


B. STANDAR INPUT
Meskipun sumberdaya (Input) yang digunakan untuk pelayanan cukup beragam
namun dalam menetapkan standar minimum penyediaan sumberdaya pelayanan
pada RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu dibatasi pada penyediaan tenaga
pelayanan, peralatan medis dan luasan bangunan. Pertimbangan pembatasan
dikarenakan sumberdaya-sumberdaya tersebut adalah paling berpengaruh dalam
operasi bisnis RSU. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan perlu
pengembangan lebih lanjut terhadap standar penyediaan sumberdaya tersebut
sesuai kebutuhan RS berdasarkan pertimbangan profesional. Standar Pelayanan
Minimum penyediaan sumberdaya pelayanan RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar
Makkatutu merupakan jumlah agregat standar input pada masing-masing unit
layanan.
Berdasarkan UU no. 44 tahun 2009 tanggal Oktober 2009 tentang rumah sakit,
pasal 7 sampai dengan pasal 16 mengatur tentang persyaratan rumah sakit,
diantaranya adalah pasal tentang SDM, pasal tentang peralatan dan pasal
tentang ruangan, yang kemudian dijabarkan lebih rinci kedalam Peraturan Menteri
Kesehatan RI No. 340/MENKES/PER/III/ 2010 tanggal tahun 2010, dan rumah
sakit kelas, maka berdasarkan aturan tersebut RSUD Kab. Bantaeng
berkewajiban memenuhi persyaratan tersebut agar terhindar dari sanksi berupa
pencabutan izin rumah sakit.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 32


1. Tenaga Pelayanan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 340/MENKES/PER/III/ 2010
pasal 15, standar SDM untuk rumah sakit tipe C adalah sebagai berikut :

Table 3-1
STANDAR TENAGA PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT KELAS C

STANDAR KETERANGAN
NO UNIT PELAYANAN
(MINIMAL)
A PELAYANAN MEDIK DASAR
DOKTER UMUM 9
DOKTER GIGI 2
B PELAYANAN MEDIK SP DASAR
INTERNA 2
BEDAH 2
OBGYN 2
ANAK 2
C PEL. MEDIK SP PENUNJANG 2
(ANESTESI, RADIOLOGI, PATOLOGI
KLINIK, REHABILITASI MEDIK)
E PEL.MEDIK SPESIALIS GIGI MULUT 1
F KEPERAWATAN
PERAWAT & BIDAN 2:03 PERAWAT : TT
G KEFARMASIAN SESUAI
H GIZI KEBUTUHAN RS
I KETERAPIAN FISIK
J KETEKNISIAN MEDIS
K PETUGAS REKAM MEDIK
L PETUGAS IPSRS
M PETUGAS PENGELOLA LIMBAH
N PETUGAS KAMAR JENAZAH

Lebih lanjut pada pasal 15 Peraturan Menteri Kesehatan RI No.


340/MENKES/PER/III/ 2010 dijelaskan bahwa :
1. Ketersediaan tenaga kesehatan disesuaikan dengan jenis dan tingkat
pelayanan.
2. Pada Pelayanan Medik Dasar minimal harus ada 9 (sembilan) orang
dokter umum dan 2 (dua) orang dokter gigi sebagai tenaga tetap.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 33


3. Pada Pelayanan Medik Spesialis Dasar harus ada masing-masing minimal
2 (dua) orang dokter spesialis setiap pelayanan dengan 2 (dua) orang
dokter spesialis sebagai tenaga tetap pada pelayanan yang berbeda.
4. Pada setiap Pelayanan Spesialis Penunjang Medik masing-masing
minimal 1 (satu) orang dokter spesialis setiap pelayanan dengan 2 (dua)
orang dokter spesialis sebagai tenaga tetap pada pelayanan yang
berbeda.
5. Perbandingan tenaga keperawatan dan tempat tidur adalah 2:3 dengan
kualifikasi tenaga keperawatan sesuai dengan pelayanan di Rumah Sakit.
Tenaga penunjang berdasarkan kebutuhan Rumah Sakit.

2. Peralatan
Berdasarkan Pedoman Peralatan Kesehatan Rumah Sakit Umum Kelas C yang
disusun oleh Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medic departemen kesehatan
tahun 1994 dan diperbaharui dalam Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Di
Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Departemen kesehatan Republik Indonesia
tahun 2008, maka standar minimum peralatan yang harus ada di sebuah rumah
sakit tipe C untuk tiap-tiap unit pelayanan adalah sebagaimana tercantum
dalam Tabel 3-2 s.d. 3-19. Standar peralatan tersebut dinilai dari tiga aspek
yaitu :
o Kelengkapan peralatan yaitu jumlah bobot peralatan yang ada dibagi
dengan jumlah bobot peralatan sesuai standar.
o Kondisi peralatan yaitu jumlah peralatan dengan kondisi baik dibagi jumlah
seluruh peralatan yang ada.
o Kalibrasi peralatan (untuk yang disyaratkan) yaitu jumlah peralatan yang
ada yang memiliki sertifikat kalibrasi dibagi dengan jumlah peralatan yang
wajib kalibrasi.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 34


Table 3-2
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN MEDIK DASAR

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Klinik Umum 1 Examination table Ada Baik -


Halogen Examination
2 Ada
Lamp Baik -
3 Stetoscope Ada Baik -
4 Sphygmomanometer Ada Baik Ya
5 Tongue Spatula Ada Baik -
6 Reflex Hammer Ada Baik -
7 Basic Dignostic Set Ada Baik -
Weight and Height
8 Ada
Scale Baik Ya

Klinik Gigi
2 1 Chair Mounted Unit Ada
dan Mulut Baik -
2 Dental x-ray Ada Baik Ya
3 Light curing apparatus Ada Baik -
4 Full tester Ada Baik -
5 Diagnostik set Ada Baik -
6 Amalgam set Ada Baik -
7 Preparasi mahkota set Ada Baik -
8 Cetakan set Ada Baik -
9 Inersia gigi tiruan set Ada Baik -
Bedah mulut instrument Ada
10
set Baik -
Peralatan lab teknik Ada
11
dasar Baik -
12 Sterilisator listrik Ada Baik -
13 Panoramic foto Ada Baik Ya
14 Cotton roll holder Ada Baik -
15 Set penyemenan Ada Baik -
16 Scaller set Ada Baik -
17 Anestesi local set Ada Baik
18 Endodontic Ada Baik

Table 3-3

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 35


STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN MEDIK DASAR UNIT GAWAT DARURAT

UNIT STANDAR
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Umum 1 Klinik set Ada Baik Ya


2 Tensimeter Ada Baik -
3 Stetoscope Ada Baik -
4 Termometer Ada Baik Ya
5 Oxygen therapy Ada Baik Ya
6 Basic diagnosis set Ada Baik -
7 Tongue Spatel Ada Baik -
8 Patient stretcher Ada Baik Ya
9 Stainlessteel ware Ada Baik -
10 ECG Ada Baik Ya
2 Utama 1 Troly emergency set Ada Baik -
2 EKG Ada Baik Ya
3 Jarum infuse Ada Baik Ya
4 Balut bidai Ada Baik -
5 Defibrilator Ada Baik -
6 Suction pump Ada Baik Ya
7 Sterilizer Ada Baik Ya
8 Opertion lamp Ada Baik
9 Anastesi apparatus Ada Baik
10 Partus set Ada Baik
11 NGT Ada Baik
12 Urine cathether Ada Baik
13 Nebulizer Ada Baik Ya
14 Pulse oksimeter Ada Baik Ya
15 Pulse oksimeter Ada Baik Ya
Mobile examination
3 Resuscitasi 1 Ada
lamp Baik Ya
2 Patient stretcher Ada Baik -
3 Folding pole strechter Ada Baik -
4 Scoop strechter Ada Baik -
5 Bedsides monitor Ada Baik Ya
6 Portable ventilator Ada Baik Ya
7 Defibrillator Ada Baik Ya
8 ECG 3/65 channel Ada Baik Ya
9 USG Ada Baik Ya
10 Suction pump Ada Baik Ya
11 Emergency suction unit Ada Baik Ya
12 Ultrasonic nebulyzer Ada Baik Ya
13 Portable pulse Ada Baik Ya

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 36


oxymeter
Capnography with
14 Ada
pulse oximeter Baik Ya
15 Diagnostic set Ada Baik -
Endotracheal intubation
16 Ada
set Baik -
17 Adult resuscitator Ada Baik -
18 Infant resuscitator Ada Baik -
Medical emergency kit,
19 Ada
adult Baik -
Medical emergency kit,
20 Ada
infant Baik -
21 Oxygen therapy Ada Baik Ya
22 Spine splint set Ada Baik Ya
23 Pneumatic splint set Ada Baik -
24 Neck collar with bag Ada Baik -
25 Stetoscope Ada Baik -
Sphygmomanometer
26 Ada
mobile stand Baik Ya
27 Laryngoscope, adult Ada Baik Ya
28 Laryngoscope, infant Ada Baik Ya
29 Film viewer Ada Baik -
30 Emergency trolley Ada Baik -
Ada
Dual temperature
4 Sterilisasi 1 Ada
steam sterilizer 18 L Baik Ya
2 Autoclave 30 L Ada Baik Ya
Ada
Komunikasi
5. dan 1 Telepon Ada
transportasi Baik -
2 Faxmail Ada Baik -
3 Pesawat HT Ada Baik -
4 Ambulance GD Ada Baik -
5. Mobil Jenazah Ada Baik -

Table 3-4
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN BEDAH

NO JENIS PERALATAN STANDAR

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 37


UNIT
KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
PELAYANAN
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Bedah
Klinik Rawat Unit diagnostik &
1 Ada Baik
jalan treatment
2 Lampu senter Ada Baik
3 Anoskopi Ada Baik Ya
4 Stetoskop Ada Baik
5 Meja periksa Ada Baik
6 Meja Instrument Ada Baik
7 Tensimeter Ada Baik Ya
8 Alat bedah minor Ada Baik
9 Lampu operasi Ada Baik
10 Elektrokauter Ada Baik
11 Lokal anastesi set Ada Baik
12 Suction unit Ada Baik
13 Alat punch biopsy Ada Baik
14 Resusitasi set Ada Baik
15 Autoklaf Ada Baik
16 Laringoskop Ada Baik Ya
17 Spekulum hidung Ada Baik
18 Tounge spatel Ada Baik
19 Trakeostomi set Ada Baik
20 Kacamata pembesar Ada Baik
21 Head lamp Ada Baik
22 Sigmoidoskopi Ada Baik
Minor surgery set /Unit
23
diagnostic Ada Baik
2. Rawat Inap 1 Lampu senter Ada Baik -
2 Stetoskop Ada Baik -
3 Anoskopi Ada Baik Ya
4 Meja periksa Ada Baik -
5 Meja instrument Ada Baik -
6 Set bedah minor Ada Baik -
7 Unit diagnostic & terapi Ada Baik -
8 Tensimeter Ada Baik Ya
9 Suction Ada Baik -
10 Autoklaf Ada Baik Ya
Alat bedah perawatan
11
luka Ada Baik -

3. Kamar Operasi 1 Trakeostomi set Ada Baik -


2 Alat operasi mayor Ada Baik -

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 38


3 Laringoskopi Ada Baik -
4 Endotracheal tube Ada Baik -
5 Meja operasi Ada Baik -
6 Lampu operasi Ada Baik -
7 Suction unit Ada Baik -
8 Elektro kauter Ada Baik -
9 Head lamp Ada Baik -
10 Bedah kardiotorasik Ada Baik -
11 Nebulizer Ada Baik -
12 Endotracheal Ada Baik -
13 ECG 1 channel Ada Baik -
14 USG Ada Baik -
15 Spirometer Ada Baik Ya
16 Sfigmomanometer Ada Baik Ya
17 Couch examination Ada Baik -
18 Urologi Ada Baik -
19 Stool fixed higt Ada Baik -
20 Meja operasi multi prasi Ada Baik -
21 Electromedik Ada Baik -
Laparotomi set I
22 (standar) Ada Baik -
Laparotomi set II
(ditambah) alat khusus
23 untuk prosedur tertentu Ada Baik -
24 Thyroidektomi set Ada Baik -
25 Humby knife Ada Baik -
26 Laparoskopik set Ada Baik -
27 Mastektomi Set Ada Baik
28 Parotidektomi Set Ada Baik

Table 3-5
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN PENYAKIT DALAM (INTERNA)

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 39


(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Penyakit dalam
1 Klinik 1. Tempat tidur periksa Ada Baik
2 ECG Ada Baik Ya
3 Reflek hammer Ada Baik -
4 Sphygmomanometer Ada Baik Ya
5 Film viewer Ada Baik -
Weightging and heigth
6 Ada
scale Baik Ya
7 Infusion stand Ada Baik -
8 Stetoscope Ada Baik -
9 Instrument trolley Ada Baik -
10 Nebulizer Ada Baik -
11 Diagnostik set Ada Baik -
12 Instrument cabinet Ada Baik -
13 Hospital Bed Ada Baik -
14 Examination lamp Ada Baik -
15 Examination Table Ada Baik -
16 Kit Tes Tempel Ada Baik -
17 Kit Tes Tusuk Ada Baik -
18 Spatel Ada Baik -
Resucitation untuk
19 Ada
dewasa Baik -
20 Rektoskop Ada Baik Ya
21 Head Lamp Ada Baik -
22 Penlight Ada Baik -
23 Spirometri Ada Baik Ya
24 USG Ada Baik Ya

2 Perawatan 1 Lemari obat Ada Baik -


2 Stetoskop Ada Baik -
3 Tensimeter Ada Baik Ya
4 Palu reflex Ada Baik -
5 Spatel Ada Baik
6 Senter Ada Baik
7 Sentimeter/meteran Ada Baik
8 Ukuran tinggi badan Ada Baik Ya
9 Autoclave table Ada Baik
1`0 Examination lamp Ada Baik
11 Stool fixed height Ada Baik
12 Resuscitation For Adult Ada Baik
Resuscitation For Ada
13
Paediatric Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 40


Couch Examination
14 Urology Ada Baik
15 Stool fixed hight Ada Baik
16 Spirometri Ada Baik Ya
Anoskop Rigid (logam
17 atau plastik) Ada Baik
18 Botol Wsd Ada Baik
19 Mikroskop Ada Baik Ya
20 Syringe Pump Ada Baik
21 Rektoskop Ada Baik Ya
Kateter dialisis
22 peritoneal Ada Baik Ya
Set jarum aspirasi
sumsum tulang (14-16
23 G) Ada Baik
24 Jarum biopsy Ada Baik
25 Kateter Vena Sentral Ada Baik
26 Set bedah minor Ada Baik
27 Blood Transfusion Set Ada Baik
28 Emergency Trolley Ada Baik
29 Cvp Set Ada Baik
30 Pipa Endotrakeal Ada Baik
31 Emergency Set Ada Baik
32 Mouthpieces Ada Baik
33 Trokar Ada Baik
34 Kateter Nelaton Ada Baik
35 Pungsi Pleura set Ada Baik
36 Glukometer Ada Baik Ya
37 Jarum aspirasi Ada Baik
38 Bronchoscopy Ada Baik
39 Kit anafilaksis Ada Baik
40 Peakmeter Ada Baik Ya
41 Pulse oximetry Ada Baik Ya
Sengstaken Blakemore
42 Tube (sb Tube) Ada Baik
43 Lampu kepala Ada Baik
Esofago-Gastroduode
Noskopi (dengan
44 sertifikasi) Ada Baik
Kolonoskopi (dengan
45 sertifikasi) Ada Baik
46 Fungsi supra publik set Ada Baik
47 Set biopsi ginjal Ada Baik
Hemodialisis (dengan
48 sertifikasi) Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 41


Peralatan Biopsi Hati
49 (jarum biopsi, dll) Ada Baik
50 Monitor jantung Ada Baik
Peralatan
Fisioterapi(Kerjasama
51 dgan unit Rehab Medik Ada Baik
Alat cardioverter/Dc
52 shock Ada Baik
53 Tmt (dgn sertifikasi) Ada Baik
54 Laringoskop Ada Baik
55 Alat suction Ada Baik
56 Nebulizer Ada Baik
57 Inhalator Ada Baik
58 ECG
Ekokardiografi (dengan
59 sertifikasi) Ada Baik

Table 3-6

STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN OBGYN

KONDISI (AWAL 2011)


UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 OBGYN
Meja Periksa
Klinik 1
Kebidanan Ada Baik
Meja Periksa
2
Ginekologi Ada Baik
3 Tensimeter Ada Baik
4 Stetoskop Ada Baik
5 Doppler Ada Baik
6 Lampu periksa Ada Baik
Set pemeriksaan
7
ginekologi Ada Baik
8 Pap smear kit Ada Baik
9 IUD kit & injeksi KB Ada Baik
10 Implan kit Ada Baik
11 USG Ada Baik Ya
12 Kolposkopi Ada Baik Ya
13 Forceps biopsy Ada Baik
14 Stetoskop laenec Ada Baik
15 Linen Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 42


16 Timbangan Ibu Ada Baik
2 Kamar Bersalin 1 Set partus Ada Baik
2 Set AVM/kuretase Ada Baik
3 Set minor surgery Ada Baik
4 Doppler Ada Baik
5 USG Ada Baik Ya
6 Tensimeter Ada Baik Ya
7 Timbangan Bayi Ada Baik
8 Suction apartus Ada Baik
9 Lampu periksa Ada Baik
10 Stand infuse Ada Baik
11 O2 set Ada Baik
12 Emergency light Ada Baik
13 Sterilisator Ada Baik
14 Fosceps Ada Baik
15 Vakum ekstraktor Ada Baik
16 Infus set Ada Baik
Klem hemostasis
17
arteri Ada Baik
18 Sarung tangan Ada Baik
19 Celemek plastic Ada Baik
20 Kasa dan kapas Ada Baik
21 Doek Ada Baik
22 Cardiotocograph Ada Baik
23 Stetoskop Ada Baik
24 Resuscitation for adult Ada Baik
Resuscitation for
25
infant Ada Baik
Minor surgery
26
instrument Ada Baik
27 Klem tali pusat Ada Baik
28 Gunting tali pusat Ada Baik

3 Perawatan 1 Tempat tidur ibu Ada Baik


2 Tempat tidur bayi Ada Baik
3 Tensimeter Ada Baik Ya
4 Termometer Ada Baik
5 Stetoskop Ada Baik
6 Ginekologi set Ada Baik
7 Infus Set Ada Baik
8 Resusitasi Set Ada Baik
9 Suction Pump Ada Baik
10 Meja Ginekologi Ada Baik
11 Instrument Table Ada Baik
12 O2 Set Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 43


13 Film Viewer Ada Baik
14 Antidecubitus Matras Ada Baik
15 Wash Basin Ada Baik
16 Emergency Light Ada Baik
17 Lampu Periksa Ada Baik
18 Tiang Infus Ada Baik
19 Minor Surgency Set Ada Baik
20 Catheter Ada Baik
21 Nebulizer Ada Baik
22 Vena Section Set Ada Baik

Table 3-7
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN ANAK

KONDISI (AWAL 2011)


UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN JUMLAH KONDISI KALIBRASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 EKG Ada Baik Ya
Set resusitasi anak
Perawatan
1 2 dan bayi lengkap Ada Baik
anak
dengan defibrilator
Klinik rawat Stetoskop bayi
3 Ada Baik
jalan
4 Stetoskop anak Ada Baik
Tensimeter dengan
5 Ada
maset untuk anak Baik Ya
Tensimeter dengan
6. Ada Baik
maset untuk bayi Ya
Tensimeter dengan
7. Ada Baik
manset untuk Dewasa Ya
Timbangan dan
6 pengukur tinggi (bayi Ada Baik
dan anak) Ya
7 Sendok penekan lidah Ada Baik
8 paediatric trolley Ada Baik
Oxygen set +
9 Ada Baik
flowmeter
10 Termometer rectal Ada Baik
11 Termometer axial Ada Baik
12 Palu reflex Ada Baik
13 Lampu baterei Ada Baik
14 Cold Chain Ada Baik
15 Emergency cart Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 44


16 Meja resusitasi Anak Ada Baik
17 Meja resusitasi bayi Ada Baik
18 Set diagnostic Ada Baik

2 Perawatan 1 EKG Ada Baik Ya


2 Set Resusitasi anak Ada Baik
3 Meja Resusitasi anak Ada Baik
4 Meja Resusitasi bayi Ada Baik
Meja tindakan dengan
5 Ada Baik
radian warmer
6 Set diagnostic Ada Baik
7 Alat penghisap lendir Ada Baik
Timbangan dan
8 pengukur tinggi (bayi Ada Baik
dan anak)
9 Stetoskop bayi Ada Baik
10 Stetoskop anak Ada Baik
Tensimeter dengan
11 maset untuk anak, Ada Baik Ya
bayi & dewasa
12 Termometer rectal Ada Baik
13 Termometer axilla Ada Baik
14 Lampu batere Ada Baik
15 Tempat tidur Dewasa Ada Baik
16 Palu refleksi Ada Baik
17 Spatel Ada Baik

Table 3-8
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN PERAWATAN INTENSIF

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 ICU 1 Ventilator Sederhana Tidak Ada
1 set balon resusitasi
lengkap beserta
2 sungkup muka dan Ada Baik Ya
kantung penampung
oksigen
3 Alat /system pemberian Ada Baik Ya
oksigen (nasal

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 45


cannula,simple face
mask, non rebirthing
face mask)
1 set laringoskop
4 dengan berbagai Tidak Ada
ukuran bilahnya -
Berbagai ukuran pipa
5 endotracheal dan Tidak Ada
konektor
Berbagai ukuran pipa
orofaring, pipa
6 nasofaring, sungkup Tidak Ada
laring dan alat bantu
jalan nafas lainnya
Berbagai ukuran
introducer untuk pipa
7 Tidak Ada
endotracheal dan
bougies -
Syringe untuk
8 mengembanglan balon Tidak Ada
endotracheal dan klem -
9 Forceps magil Tidak Ada -
Beberapa ukuran
10 plester pipa perekat Tidak Ada
medik
11 Gunting Ada Baik -
Suction yang setara
12 Ada Baik -
dengan ruang operasi
Tourniquet untuk
13 pemasangan akses Tidak Ada
vena
Perlatan infuse iv
dengan berbagai
14 ukuran canula iv dan Ada Baik Ya
berbagai macam cairan
infuse yang sesuai
Pompa infuse dan Tidak Ada
15
pompa syringe
Alat pemantau tekanan
darah non invasive
(non invasive BP),
16 Ada Baik
ECG, oximeter nadi,
kapnografi, temperatur

Alat kateterisasi vena


17 sentral dan
Tidak Ada
manometernya
18 Defibrillator jantung
dengan kemampuan Tidak Ada
kardiversi sinkron dan

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 46


pacu jantung external
Tempa tidur khusus
19 Ada Baik
ICU
Peralatan drainase
20 Tidak Ada
thorax
Peralatan portable
21 Baik
untuk transportasi Ada
22 Lampu tindakan Ada Baik
Unit/alat foro rontgen
23 Tidak Ada
mobile

Table 3-9
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA INSTALASI RADIOLOGI

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 X-Ray unit
Generator 100 KV -
Unit utama 150 KV Type Ada Baik
transformer
bh switch Ada Baik Ya
Ruang Dokter 1 Spot Film device Ada Baik Ya
Meja stationary
2 Ada Baik Ya
dengan bucky
3 Film viewer Ada Baik -
4 Cassete & film X-ray Ada Baik -
5 Hanger Ada Baik -
Overhead tube 500 A,
6 Ada Baik -
double focus
Mobile X-ray,
7 condensor discharge Ada Baik -
system
8 Alat Mammografhi Ada Baik
9 Control table Ada
10 Accessories :
vertical cassettestand Ada Baik
Lysholm Ada Baik
Trigator Ada Baik
HSG set Ada Baik
Hanger Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 47


Perlengkapan
Ruangan
a. X-Ray
1 Kateter Ada Baik
2 Nierbekken bengkok Ada Baik
3 Korentang Ada Baik
4 Pispot Urinal Ada Baik
5 Lampu Pemeriksaan Ada Baik
6 Sterilisator Ada Baik
7 Tabung O2 Ada Baik
8 Resusisator Ada Baik
9 Viewing Box Ada Baik
b. Ruang Kamar
Gelap
Tangki developer isi 20
1 Ada Baik
ltr
2 Safe light Ada Baik
3 Interval timer Ada Baik
4 Exhaust Fan Ada Baik
5 Film culter Ada Baik
6 Termometer dinding Ada Baik
7 Pass Box Ada Baik
8 Bak air bersih Ada Baik
9 Film Dryer Ada Baik
10 Manual processing Ada Baik
c. Proteksi Radiasi
1 Lead Apron Ada Baik
2 Film Bedge Ada Baik
Scren dengan lead
3 glas ukuran 20 cmx3o Ada Baik
cm
4 Lead Gloves Ada Baik
5 Gonad Shield Ada Baik
6 Survey meter Ada Baik

x Unit Gawat Darurat


Meja Stasionair
Ada Baik
dengan bucky
Overhead tube,
Ada Baik
kemampuan 500 MA

x Ultrasonografi
Ruang USG Ada Baik
Transduser 3,5 - 5 mhz Ada Baik
Monitor Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 48


Polaroid camera Ada Baik
ID (numeric
Ada Baik
alphabhetic)

Tabel 3-10

STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA INSTALASI LABORATORIUM

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Pelayanan
1 Sentrifus Ada Baik Ya
Laboratorium

2 Water Bath Ada Baik Ya

Fotometer dengan
3 panjang gelombang Ada Baik Ya
340 - 600 nm

4 Elektrolit analyzer Ada Baik Ya

5 Mikroskop Binokuler Ada Baik Ya

Kamar Hitung
6 Ada Baik
Improved Neubauer

Kamar Hitund Fuchs


7 Ada Baik
Rosenthal

8 Tensimeter Ada Baik Ya

Sentrifus
9 Ada Baik Ya
mikrohematokrit

10 Rotator VDRL Ada Baik Ya

11 Streilisator/Autoclove Ada Baik Ya

12 Inkubator Ada Baik Ya

13 Oven/ Dry sterilisator Ada Baik Ya

14 Pipet LED Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 49


Timbangan/Neraca
15 Ada Baik Ya
Analitik

16 Stop Watch Ada Baik

17 Timer Ada Baik

Termometer 0 - 150
18 Ada Baik
derajat

19 Bunsen bumer Ada Bak

20 Kawat Ose Ada Baik

21 Rak Pipet + tips Ada Baik

22 Rak Tabung Reaksi Ada Baik

23 Pipet Otomatik 10 µL Ada Baik

24 Pipet Otomatik 20 µL Ada Baik

25 Pipet Otomatik 25 µL Ada Baik

26 Pipet Otomatik 50 µL Ada Baik

27 Pipet Otomatik 100 µL Ada Baik

28 Pipet Otomatik 200 µL Ada Baik

29 Pipet Otomatik 250 µL Ada Baik

30 Pipet Otomatik 500 µL Ada Baik

Pipet Otomatik 1000


31 Ada Baik
µL

32 Tabung Reaksi 3 ml Ada Baik

33 Tabung Reaksi 5 ml Ada Baik

34 Tabung Reaksi 10 ml Ada Baik

35 Tabung Reaksi 20 ml Ada Baik

36 Pipet volumetrik 5 ml Ada Baik

37 Pipet Volumetrik 25 ml Ada Baik

38 Pipet Volumetrik 3 ml Ada Baik

39 Pipet Serologi 1 ml Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 50


40 Pipet Pasteur Ada Baik

41 Erlemyer 100 ml Ada Baik

42 Corong 10 - 15 ml Ada Baik

43 Gelas Ukur 500 ml Ada Baik

44 Gelas Ukur 1000 ml Ada Baik

45 Labu 250 ml Ada Baik

46 Labu 500 ml Ada Baik

Cawan Petri 900 x 100


47 Ada Baik
mm

48 Lemari Es no frost Ada Baik

49 Air Conditon Ada Baik

Meja Kursi dan alat


50 Ada Baik
administrasi

Densitometer for
51 Ada Baik Ya
Protein

52 pH meter Ada Baik Ya

Micro Hematocrite
53 Ada Baik Ya
centrifuge

54 Water Destilator Ada Baik Ya

55 Analitical Balance Ada Baik

56 Precicion balance Ada Baik

57 Uranalisis Ada Baik Ya

58 Haemocitometer Ada Baik

59 Refractometer Ada Baik

60 Rotator Shaker Ada Baik Ya

61 Hb Meter Ada Baik Ya

62 Washing Instrument Ada Baik

63 Micro Plate reader Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 51


64 Ultrasonic Cleaner Ada Baik

Laboratory
65 Ada Baik Ya
Refrigerator

66 Glucometer Ada Baik Ya

Table 3-11
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA INSTALASI REHABILITASI MEDIK
(Belum Terbentuk)

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN JUMLAH KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Fisioterapi
Peralatan
pemeriksaan,
1 Stetoskop Ada Baik
uji dan
pengukuran
2 Tensimeter Ada Baik
3 Spriometer Ada Baik
4 Stop Watch Ada Baik
5 Meteran gulung Ada Baik
6 Goniometer Ada Baik
7 Chest deep caliper Ada Baik
8 static cycle Ada Baik
9 Pulse rate otomat Ada Baik
10 Timbangan Ada Baik
11 Skin fold Ada Baik
12 Senter Ada Baik
13 Reflex Hammer set Ada Baik
14 Cermin Sikap Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 52


15 Torniquet Ada Baik
16 Video Ada Baik
Tabung reaksi
17 Ada
Thermografi Baik
18 Kamera digital Ada Baik
19 Penggaris Ada Baik
20 Peg Board Ada Baik
21 Plumb line Ada Baik
22 Inclinometer Ada Baik
23 Tangga/trap Ada Baik
Trigger point test
24 apparatus Ada Baik
25 Needle test Ada Baik
26 Ruddat test Ada Baik
27 Grid Ada Baik
28 Angiometer Ada Baik
29 Inclinometer Ada Baik
30 Ruler flexible Ada Baik
31 Peak flow meter Ada Baik
32 Pulse oxymetri Ada Baik
33 Neon box Ada Baik

Peralatan
2. Intervensi 1 Tripoid Ada Baik
2 Tongkat/cane Ada Baik
3 Tongkat ketiak (kruk) Ada Baik
Fore arm crutch
4 (canadian kruk) Ada Baik
5 Kursi Roda Ada Baik
Walker dewasa dan
6 anak Ada Baik
7 Pulley Ada Baik
8 Quardriceps board Ada Baik
9 Quardriceps bench Ada Baik
10 Pedal restorator Ada Baik
11 clinical rowing machine Ada Baik
12 Shoulder wheel Ada Baik
13 Wall bar Ada Baik
14 Finger ladder Ada Baik
15 Springpull exercise Ada Baik
16 Papan Licin Ada Baik
17 Matras Ada Baik
18 Strap/sabuk Ada Baik
19 Fisio ball Ada Baik
20 Tilting table Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 53


21 Splint Ada Baik
22 Vibrator Ada Baik
23 Parallel board Ada Baik
24 Sang bag set Ada Baik
25 Dumble set Ada Baik
26 Black slap/splint Ada Baik
27 Cermin sikap Ada Baik
28 Stool Ada Baik
29 Bed Therapy Ada Baik
30 Took kit Ada Baik
31 Suction Portable Ada Baik

Low and middle freq.


32 current ther. unit/
stimulator Ada Baik
33 Infra merah Ada Baik
34 Ultrasonic theraphy Ada Baik
Shortwave/microwave
35 diathermy Ada Baik
Cervical/lumbar
36 traction Ada Baik
37 Parafin bath Ada Baik
38 Treadmill Ada Baik

Table 3-13
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN SPESIALIS LAIN
(SPESIALIS THT)
STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Klinik THT 1 Electric suction pump Ada Baik Ya
2 Head lamp Ada Baik Ya
3 Bellock tampon Ada Baik Ya
4 Flash light Ada Baik -
5 Crocodile forceps Ada Baik -
6 Balonmediktzer Ada Baik -
7 Loupe Ada Baik -
8 Portable diagnostic Ada Baik -
9 Respiration apparatus Ada Baik -
10 Cermin Laring Ada Baik -
11 Sterilisator Ada Baik -

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 54


12 Tensimeter Ada Baik -
13 ENT unit Ada Baik -
ENT diagnostic
14 Ada
instrument set Baik -
15 Laringoscope Ada Baik -
16 Audiometer Ada Baik -
17 Garpu tala
18 Speculum hidung
19 Speculum telinga

Tabel 3-14
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN SYARAF

UNIT
STANDAR
NO PELAYANAN JENIS PERALATAN
KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Klinik rawat
1 1 Oftalmoskop Ada Baik
jalan
Ada Baik
2 Alat tes sensasi
Ada Baik
3 Stetoskop
Ada Baik Ya
4 Tensimeter
Ada Baik
5 Diagnostik set
Ada Baik
6 Flash light
Ada Baik
7 Garpu tala
Ada Baik Ya
8 Termometer
Ada Baik
9 Spatel lidah
Ada Baik
10 Lict kaas
Ada Baik
11 Palu Reflex

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 55


Ada Baik
2 Neurodiagnostik 1 Kampimeter
Ada Baik
2 Visus snellen chart
Ada Baik
3 Ishihara
Ada Baik
4 Kaca/gelas frenzel
Ada Baik
5 Oftalmodinamometer
Ada Baik Ya
6 EEG
Ada Baik
7 Stabilizer
Ada Baik
8 EMG

Ada Baik
3 Tindakan 1 Jarum LP
Ada Baik
2 Tabung Manometer
Ada Baik
3 Suction/slijm zuicer
Ada Baik
4 Tangki O2

Tabel 3-15
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN MATA

UNIT STANDAR
NO
PELAYANAN JENIS PERALATAN
KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Trial lens dan frame Ada Baik
1 1 set
Ada Baik
2 Sterilizator
Ada Baik
3 Kacamata frenzel

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 56


Optoptypen (snellen Ada Baik
chart) 5. huruf dan E
4 chart
Ada Baik
5 Ishihara calour plate
Ada Baik
6 reading chart
Extractor corpus Ada Baik
7 alienum (magnit)
Ada Baik
8 Lumbal punksi set
Minor surgery for Ada Baik
9 ofthalmology :
Ada Baik
- Chalazion pinset
Ada Baik
- gunting halus
Ada Baik
- Needle holder
Ada Baik
- Pinset chirurgis
Ada Baik
- scalpel
Ada Baik
- Bengkok
Ada Baik
- Cila forceps
Ada Baik
- Eye lid retractor

Ada Baik
2 Klinik 1 Slitlamp
Ada Baik
2 Lens test set
Ada Baik
3 Flash light and ruler
Ada Baik
4 Streak retenoscopi
Ada Baik
5 Lensmeter
Ada Baik
6 Loup
Ada Baik
7 Tonometer
Ada Baik
8 Opthalmoscope
Ada Baik
9 Indirect/ binoculair
Ada Baik
10 Stelizer table model
Ada Baik
11 Buku ishihara
Ada Baik
12 Kampimeter

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 57


Ada Baik
13 Microscope binoculair
Ada Baik
14 Incubator
Ada Baik
15 Kartu snellen
Ada Baik
16 Kart Jager
Ada Baik
17 Placido test
Ada Baik
18 Dilator pungtum
Hertel Ada Baik
19 exopnthalmometer
Ada Baik
20 Lid retractor
Ada Baik
21 Gunting perban
Ada Baik
22 Korentang
Ada Baik
23 Flourescein strips
Ada Baik
24 Kursi periksa
Ada Baik
25 Kursi dan meja dokter
Ada Baik
26 spatula kimura
Gelas obyek dan Ada Baik
27 gelas cover set

Ada Baik
3 Bedah mata 1 Operating table
Ada Baik
2 Stool
Ada Baik Ya
3 Operating lamp
Ada Baik
4 Operating microscope
Ada Baik Ya
5 Anesthesia machine
Ada Baik
6 Infuse stand
Ada Baik Ya
7 Infuse pump
Oxygen apparatus + Ada Baik
Ya
8 flowmeter
UV lamp for room Ada Baik
9 sterilization
Ada Baik
10 Flash light
Ada Baik
11 Loupe
Ada Baik
12 Instrument table

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 58


Ada Baik
13 Steam sterilizator
Ada Baik
14 Cryotherapy unit
Ada Baik
15 Catarac probe
Ada Baik
16 Retina probe
Ada Baik
17 Katarak set
Ada Baik
18 Glaukoma set
Enukleasi dan Ada Baik
19 eviserasi set
Ada Baik
20 Operasi minor set
Ada Baik
21 Nierbeken
Ada Baik
22 Gunting perban
Ada Baik
23 Dop kaleng
Benang 4-0, 6-0, 8-0 Ada Baik
24 silk, aa
Ada Baik
25 Benang 10-0 nylon
Ada Baik
26 Duk bolong
Ada Baik
27 Tromol 12 inch
Ada Baik
28 Tromol 8 inch
Ada Baik
29 Tromol 6 inch
Ada Baik
30 Meja mayo
Ada Baik
31 spons MQA

Ada Baik
4 Perawatan 1 Loupe
Ada Baik
2 Tonometer
Ada Baik Ya
3 Sphygmomanometer
Ada Baik
4 Kartu snellen
Ada Baik
5 Flash light
Ada Baik
6 Gunting konjungtiva
Ada Baik
7 Tromol 12 inch
Ada Baik
8 Sarung tangan

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 59


Ada Baik
9 Nierbeken
Ada Baik
10 Lid retractor
Kamar perawatan Ada Baik
11 biasa (tempat tidur)
Kamar isolasi (tempat Ada Baik
12 tidur)
Ada Baik
13 Korentang
Ada Baik
14 Trial lens set
Ada Baik
15 Trial frame set

Table 3-17
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA PELAYANAN SPESIALIS LAIN
(SPESIALIS KULIT KELAMIN)
STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Woodslamp Ada Baik
Klinik Kulit
1. 2 Meja operasi Ada
dan Kelamin Baik
3 Meja instrument Ada Baik -
4 Almari obat Ada Baik -
5 Lampu operasi Ada Baik
6 Bangku putar Ada Baik
7 Dressing drum 12 Ada Baik
8 Dressing drum 8 Ada Baik
9 Inst-bak besar dan kecil Ada Baik
10 Mangkok kecil Ada Baik
Nierbeken besar dan
11 Ada
sedang Baik
12 Knifehold no.3 & 4 Ada Baik
13 Art clamp Ada Baik
14 Pencetan anatomis Ada Baik
15 Pencetan chirurgis Ada Baik
16 Needle holder Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 60


Gunting 12 cm
17 Ada
lurus,bengkok ,kecil Baik
18 Sonde Ada Baik
19 Doeklen Ada Baik
20 Skin retractor Ada Baik
21 Cauteri unit Ada Baik
22 Skin kuret Ada Baik
Pinset anatomis dan
23 Ada
chirurghi Baik
24 Commedeon exraktor Ada Baik
Mosquito clamp lurus dan
25 Ada
bengkok Baik
26 Gunting kecil Ada Baik
27 Punch set Ada Baik
28 Gunting kecil Ada Baik
29 Sterilisator basah Ada Baik
30 Container Sedang ,kecil Ada Baik
2. Bedah Listrik 1 Cautery Unit Ada Baik
2 Skin Curet Ada Baik
Pinset anatomis dan
3 Ada Baik
chirurgis
4 Commedon extractor Ada Baik
5 Gunting kecil Ada Baik
3 Biopsy 1 Punch set Ada Baik
2 Gunting kecil Ada Baik
3 Sterilisator basah Ada Baik

Table 3-18
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA INSTALASI GIZI
STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (7) (8) (9)

1 Gizi 1 Refrigerator Ada Baik


2 Mixer Ada Baik
3 Food trolley Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 61


4 Scale Ada Baik
5 Work bench Ada Baik
6 Kompor minyak tanah Ada Baik
7 Peralatan cuci alat Ada Baik
8 Bagian penerimaan Ada Baik
9 Bak cuci Ada Baik
10 Timbangan beroda Ada Baik
11 Bak persegi panjang Ada Baik
12 Pisau dapur Ada Baik
13 Penusuk beras Ada Baik
14 Tempat sampah tertutup Ada Baik
Bagian penyimpanan
15
kering (gudang) Ada Baik
16 Timbangan meja Ada Baik
Meja timbangan
17
Ada Baik
18 Rak bertingkat 4 Ada Baik
19 Rak pendek Ada Baik
Bak persegi empat
20
berlubang Ada Baik
21 Lemari bahan kering Ada Baik
22 Litermat Ada Baik
23 Pembuka botol dan Ada Baik
kaleng
Penyimpanan panas
Ada Baik
24 dingin
25 Bak penyimpan es Ada Baik
26 Bak cuci dua gandengan Ada Baik
27 Meja kerja Ada Baik
Mesin penggiling daging
28 tangan Ada Baik
Mesin pemarut kelapa
29 berdinamo Ada Baik
Penggiling dan ulekan
30 bumbu bulat Ada Baik
31 Oven Ada Baik
32 Cooking range Ada Baik
33 Frying pan Ada Baik
34 Bolling pan Ada Baik
35 Cold storage Ada Baik
36 Ice maker Ada Baik
37 Rice cooker Ada Baik
38 Rice washer Ada Baik
39 Food processor Ada Baik

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 62


Table 3-19
STANDAR PERALATAN KESEHATAN PADA INSTALASI FARMASI

STANDAR
UNIT
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Peralatan untuk
1 Farmasi 1 Ada Baik
penyimpanan
Peralatan untuk peracikan
2 Ada Baik
obat
Peralatan untuk produksi
3 Ada Baik
obat non steril
Lemari khusus untuk
4 Ada Baik
narkotika
Lemari pendingin dan AC
5 Ada Baik
untuk obat yang termolabil
Penerangan, sarana air
bersih & sistem
6 Ada Baik
pembuangan limbah yang
baik
7 Peralatan kantor Ada Baik
Kepustakaan yang
8 memadai untuk informasi Ada Baik
obat

Table 3-20
STANDAR PERALATAN PADA INSTALASI PERAWATAN JENAZAH
(Belum Terbentuk)

UNIT STANDAR
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Perawatan 1 Cold storage/mortuary Ada Baik -

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 63


Jenazah
2 Brangkard Ada Baik -
3 Ambulance Ada Baik -
4 Bak pemandian mayat Ada Baik -

Table 3-21
STANDAR PERALATAN PADA CSSD DAN LAUNDRY

UNIT STANDAR
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

CSSD dan
1 Steam sterilizer Ada Baik Ya
Laundry
2 Autoclave Ada Baik Ya
3 Mesin cuci Ada Baik Ya
4 Mesin pengering Ada Baik Ya
5 Mesin press Ada Baik Ya
6 Strika manual Ada Baik Ya
7 Scale Ada Baik -
8 Mesin jahit Ada Baik -
Rolley pakaian basah &
9 Ada Baik -
kering
10 Trolly pakaian bersih Ada Baik -
Rak simpan pakaian
11 Ada Baik -
bersih

Table 3-22
STANDAR PERALATAN PADA IPRS

UNIT STANDAR
NO JENIS PERALATAN
PELAYANAN KETERSEDIAAN KONDISI KALIBRASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Instalasi
1 Peralatan kerja sipil Ada Baik -
Pemeliharaan
Sarana Peralatan kerja mekanik
2 Ada Baik -
Rumah Sakit dan plumbing

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 64


Peralatan kerja listrik dan
3 Ada Baik -
AC
Peralatan kerja mekanik
4 Ada Baik -
halus dan optic
Peralatn kerja
5 elektromedik dan Ada Baik -
laboratorium
6 Peralatan radiologi Ada Baik -
7 Peralatan kerja nonmedik Ada Baik -
8 Peralatan pengukur Ada Baik -
Peralatan prasarana
9 Ada Baik -
lingkungan
Ada

Table 3-23
STANDAR PERALATAN PADA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

NO UNIT PELAYANAN JENIS PERALATAN JUMLAH KONDISI KALIBRASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Pengolahan Limbah 1 Pompa tekan 2 Baik -


Cair 2 Pompa hisap 2 Baik -
3 Filter-filter 2 Baik -

1. Luas Gedung
Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan RS yang dikeluarkan oleh
Departemen Kesehatan Tahun 2008 , standar luas gedung rumah sakit adalah
sebagai berikut :

Table 3-19
STANDAR LUAS GEDUNG

BANGUNAN STANDAR

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 65


(1) (2)
Luas bangunan 50m2/TT
5500 m2
Ruang perawatan Minimal 4,5 m2/TT
Ruang Periksa 3x3m2
Ruang Tindakan 3x4m2

C. STANDAR OUTPUT DAN OUTCOME


Standar output adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja rumah
sakit atas pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dapar diukur secara
langsung setelah pelayanan yang dilakukan seperti waktu pelayanan, jumlah yang
dilayani, dan pemeliharaan alat, sedangkan standar outcome dan impact adalah
hasil yang diharapkan sebagai tolok ukur kinerja yang diukur setingkat lebih tinggi
dari standar output seperti kepuasan pelanggan, angka kematian, kejadian
inspeksi dll.
Indikator standar pelayanan minimum rumah sakit pada RSUD Prof. Dr. H.M.
Anwar Makkatutu berpedoman pada keputusan menteri kesehatan No. 129 Tahun
2008 tentang Petunjuk Teknis Penerapan Standar Pelayanan Minimal Rumah
Sakit, peraturan gubernur no. dan peraturan Bupati No………… tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Prof. Dr. H.M. Anwar
Makkatutu diuraikan dalam bentuk tabel.
Standar output, outcome dan impact selengkapnya disajikan dalam lampiran 3.

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 66


Tabel 3-20
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN GAWAT DARURAT

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Kemampuan menangani life Jumlah kumulatif pasien Jumlah seluruh pasien Life saving adalah upaya Rekam medik 100%
saving anak dan dewasa yang mendapat yang membutuhkan penyelamatan jiwa manusia di gawat
pertolongan live saving penanganan life saving di dengan urutan airway, breath, darurat
di gawat darurat unit gawat darurat circulation

2 Jam buka pelayanan gawat Jumlah kumulatif jam Jumlah hari dalam satu Jam buka 24 jam adalah gawat Laporan 24 jam
darurat (kabupaten/kota) buka gawat darurat bulan darurat selalu siap bulanan
dalam satu bulan memberikan pelayanan selama
24 jam penuh

3 Pemberi pelayanan gawat Jumlah tenaga yang Jumlah tenaga yang Tenaga kompeten pada gawat Kepegawaian 100%
darurat yang bersertifikat bersertifikat memberikan pelayanan darurat adalah tenaga yang
yang masih berlaku BLS/PPGD/GELS/ALS kegawatdaruratan sudah memiliki sertifikat
BLS/PPGD/GELS/ALS pelatihan
BLS/PPGD/GELS/ALS
4 Ketersediaan tim Jumlah tim 1 tim Tim penanggulangan bencana IGD 1 tim
penanggulangan bencana penaggulangan bencana adalah tim yang dibentuk di RS
yang ada di rumah sakit dengan tujuan untuk
penanggulangan akibat
bencana yang mungkin terjadi
sewaktu-waktu

5 Waktu tanggap pelayanan Jumlah kumulatif waktu Jumlah pasien yang Kecepatan pelayanan dokter di Hasil survey ≤ 5 menit
dokter di gawat darurat yang diperlukan sejak disampling dalam satu gawat darurat adalah
kedatangan semua bulan kecepatan pasien dilayani
pasien yang disampling sejak pasien datang sampai
secara acak sampai mendapat pelayanan dokter
ditangani dokter (menit)

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 67


6 Kepuasan pelanggan pada Jumlah kumulatif rerata Jumlah seluruh pasien Kepuasan adalah pernyataan Hasil survey 70%
gawat darurat penilaian kepuasan gawat darurat yang tentang persepsi pelanggan
pasien gawat darurat disurvei terhadap pelayanan yang
yang disurvei diberikan

7 Kematian pasien < 24 jam di Jumlah pasien yang Jumlah seluruh pasien Kematian ≤ 24 jam adalah Rekam medic ≤ 2 perseribu
gawat darurat meninggal dalam yang ditangani di gawat kematian yang terjadi dalam
periode < 24 jam sejak darurat periode 24 jam sejak pasien
pasien datang datang

8 Tidak adanya pasien yang Jumlah pasien gawat Jumlah seluruh pasien Uang muka adalah uang yang Hasil survey 100%
diharuskan membayar uang darurat yang tidak yang datang di gawat diserahkan kepada pihak
muka membayar uang muka darurat rumah sakit sebagai jaminan
terhadap biaya pelayanan

Tabel 3-21
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN RAWAT JALAN

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Dokter pemberi pelayanan Jumlah hari buka klinik Jumlah seluruh hari buka Klinik spesialis adalah klinik Register rawat 100%
di Poliklinik Spesialis spesialis yang ditangani klinik spesialis dalam pelayanan rawat jalan di RS jalan poliklinik
oleh dokter spesialis waktu satu bulan yang dilayani oleh dokter spesialis
dalam waktu satu bulan spesialis

2 Ketersediaan pelayanan Jenis-jenis pelayanan Tidak ada Pelayanan rawat jalan adalah Register rawat 4 jenis
rawat jalan rawat jalan spesialistik pelayanan rawat jalan jalan
yang ada (kualitatif) spesialistik yang dilaksanakan
di RS. Ketersediaan pelayanan
rawat jalan untuk RS khusus
disesuaikan dengan spesifikasi
dari RS tersebut

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 68


3 Waktu tunggu di rawat jalan Jumlah kumulatif waktu Jumlah seluruh pasien Waktu tunggu adalah waktu Hasil survey ≤ 60 menit
tunggu pasien rawat rawat jalan yang disurvei yang diperlukan mulai pasien
jalan yang disurvei mendaftar sampai dilayani oleh
dokter spesialis (menit)

4 Kepuasan pelanggan pada Jumlah kumulatif rerata Jumlah seluruh pasien Kepuasan adalah pernyataan Hasil survey ≥ 90%
rawat jalan penilaian kepuasan rawat jalan yang disurvei tentang persepsi pelanggan
pasien rawat jalan yang terhadap pelayanan yang
disurvei diberikan

5 Pasien rawat jalan TBC Jumlah semua pasien Jumlah seluruh pasien Jumlah perawatan rawat jalan Register rawat 100%
yang ditangani dengan rawat jalan TBC yang rawat jalan TBC yang TBC dengan strategi DOTS jalan
strategi DOTS ditangani dengan ditangani rumah sakit adalah pelayanan TBC dengan
strategi DOTS dalam waktu tiga bulan 5 strategi penanggulangan
TBC nasional. Penegakkan
diagnosis dan follow up
pengobatan pasien TBC harus
melalui pemeriksaan
microscopis tuberculos

Tabel 3-22
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN RAWAT INAP

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Pemberi pelayanan rawat Jumlah tenaga dokter Jumlah seluruh tenaga Pemberi pelayanan rawat inap Kepegawaian Dokter
inap dan perawat yang dokter dan perawat yang adalah dokter dan perawat spesialis dan
memberi pelayanan di bertugas di rawat inap yang kompeten (minimal D3) perawat
ruang rawat inap yang minimal
sesuai dengan pendidikan D3
ketentuan

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 69


2 Dokter penanggung jawab Jumlah pasien dalam Jumlah seluruh pasien Penanggung jawab rawat inap Rekam medic 100%
pasien rawat inap satu bulan yang rawat inap dalam satu adalah dokter yang
mempunyai dokter bulan mengkoordinasikan kegiatan
sebagai penanggung pelayanan rawat inap sesuai
jawab kebutuhan pasien

3 Ketersediaan pelayanan Jenis-jenis pelayanan Tidak ada Pelayanan rawat inap adalah Register rawat 4 jenis
rawat inap rawat inap spesialistik pelayanan RS yang diberikan inap
yang ada (kualitatif) tirah baring di RS.

4 Jam visite dokter spesialis Jumlah visite dokter Jumlah pelaksanaan Visite dokter spesialis adalah Hasil survey 08.00 s.d.
spesialis antara jam visite dokter spesialis kunjungan kunjungan dokter 14.00 setiap
08.00 s.d. 14.00 yang yang disurvei spesialis setiap hari kerja hari kerja
disurvei sesuai dengan ketentuan
waktu kepada setiap pasien
yang menjadi tanggung
jawabnya, yang dilakukan
antara jam 08.00 s.d. 14.00

5 Kejadian infeksi pasca Jumlah pasien yang Jumlah seluruh pasien Infeksi pasca operasi adalah Rekam medic ≤ 1,5%
operasi mengalami infeksi pasca yang dioperasi dalam adanya infeksi nosokomial
operasi dalam satu satu bulan pada semua kategori luka
bulan sayatan operasi bersih yang
dilaksanakan di RS yang
ditandai oleh rasa panas
(kalor), kemerahan (kolor),
pengerasan (tumor) dan
keluarnya nanah (pus)

6 Angka kejadian infeksi Jumlah pasien rawat Jumlah pasien rawat inap Infeksi nosokomial adalah Hasil survey ≤ 1,5%
nosokomial inap yang terkena infeksi dalam satu bulan infeksi yang dialami oleh
nosokomial dalam satu pasien yang diperoleh selama
bulan dirawat di RS yang meliputi
decubitus, phlebitis, sepsis dan
infeksi luka operasi

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 70


7 Tidak adanya kejadian Jumlah pasien dirawat Julah pasien dirawat Kejadian pasien jatuh adalah Laporan 100%
pasien jatuh yang berakibat dalam bulan tersebut dalam bulan tersebut kejadian pasien jatuh selama keselamatan
cacat/kematian dikurangi jumlah pasien dirawat baik jatuh dari tempat pasien
yang jatuh dan berakibat tidur, di kamar mandi dsb yang
cacat atau kematian berakibat cacat atau kematian

8 Kematian pasien > 48 jam Jumlah kejadian Jumlah seluruh pasien Kematian pasien > 48 jam Rekam medic ≤ 0,24%
kematian pasien rawat rawat inap dalam satu adalah kematian yang terjadi
inap > 48 jam dalam bulan sesudah periode 48 jam
satu bulan setelah pasien masuk RS

9 Kejadian pulang paksa Jumlah pasien pulang Jumlah seluruh pasien Pulang paksa adalah pulang Rekam medic ≤ 5%
paksa dalam satu bulan rawat inap dalam satu atas permintaan pasien atau
bulan keluarga pasien sebelum
diputuskan boleh pulang oleh
dokter

10 Kepuasan pelanggan rawat Jumlah kumulatif hasil Jumlah total pasien yang Kepuasan pelanggan adalah Hasil survey ≥ 90%
inap penilaian kepuasan disurvei pernyataan puas oleh
pasien yang disurvei pelanggan terhadap pelayanan
(dalam prosen) rawat inap

11 Pasien rawat inap TBC yang Jumlah semua pasien Jumlah seluruh pasien Jumlah perawatan rawat inap Register rawat ≥ 100%
ditangani dengan strategi rawat inap TBC yang rawat inap TBC yang TBC dengan strategi DOTS inap
DOTS ditangani dengan ditangani di RS dalam adalah pelayanan TBC dengan
strategi DOTS waktu tiga bulan 5 strategi penanggulangan
TBC nasional. Penegakkan
diagnosis dan follow up
pengobatan pasien TBC harus
melalui pemeriksaan
microscopis tuberculos

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 71


Tabel 3-23
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN BEDAH SENTRAL

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Waktu tunggu operasi elektif Jumlah kumulatif waktu Jumlah pasien yang Waktu tunggu operasi elektif Rekam medic ≤ 2 hari
tunggu operasi yang dioperasi dalam satu adalah tenggang waktu mulai
terencana dari seluruh bulan dokter memutuskan untuk
pasien yang dioperasi operasi terencana sampai
dalam satu bulan dengan operasi mulai
dilaksanakan

2 Kejadian kematian di meja Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Kematian di meja operasi Rekam medic ≤ 1%
operasi meninggal di meja dioperasi dalam satu adalah kematian yang terjadi
operasi dalam satu bulan saat operasi berlangsung yang
bulan diakibatkan tindakan anestesi
maupun tindakan pembedahan

3 Tidak adanya kejadian Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Kejadian operasi salah sisi Rekam medic 100%
operasi salah sisi dioperasi dalam waktu dioperasi dalam satu adalah kejadian dimana pasien
satu bulan dikurangi bulan dioperasi pada sisi yang salah,
jumlah pasien yang misalnya yang semestinya
dioperasi salah sisi dioperasi pada sisi kanan
dalam satu bulan ternyata dilakukan operasi
pada sisi kiri atau sebaliknya

4 Tidak adanya kejadian Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Kejadian operasi salah orang Rekam medic 100%
operasi salah orang dioperasi dalam waktu dioperasi dalam satu adalah kejadian dimana pasien
satu bulan dikurangi bulan dioperasi pada orang yang
jumlah operasi salah salah
orang dalam satu bulan

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 72


5 Tidak adanya kejadian salah Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Kejadian salah tindakan pada Rekam medic 100%
tindakan pada operasi dioperasi dalam waktu dioperasi dalam satu operasi adalah kejadian pasien
satu bulan dikurangi bulan mengalami tindakan operasi
jumlah operasi salah yang tidak sesuai dengan yang
tindakan dalam satu direncanakan
bulan
6 Tidak adanya kejadian Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Rekam medic 100%
tertinggalnya benda asing dioperasi dalam waktu dioperasi dalam satu
pada tubuh pasien setelah satu bulan dikurangi bulan
operasi jumlah operasi pasien
yang mengalami
tertinggalnya benda
asing dalam tubuh
akibat operasi dalam
satu bulan
7 Komplikasi anestesi karena Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Komplikasi anestesi adalah Rekam medic ≤ 6%
over dosis, reaksi anestesi mengalami komplikasi dioperasi dalam satu kejadian yang tidak diharapkan
dan salah penempatan anestesi dalam satu bulan sebagai akibat komplikasi
endotracheal tube bulan anestesi antara lain karena
over dosis, reaksi anestesi dan
salah penempatan
endotracheal tube

Tabel 3-24
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN PERSALINAN DAN PERINATOLOGI

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Kejadian kematian ibu Jumlah kematian pasien Jumlah persalinan Kematian ibu melahirkan yang Rekam medic Pendarahan ≤
karena persalinan persalinan dengan dengan pendarahan, pre- disebabkan karena 1%, Pre-
pendarahan, pre- eklampsia, eklampsia pendarahan, pre-eklampsia, eklampsia ≤
eklampsia, eklampsia dan sepsis eklampsia, partus lama dan 30%, Sepsis ≤
dan sepsis sepsis 0,2%

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 73


2 Pemberi pelayanan Jumlah tenaga dokter Jumlah seluruh tenaga Pemberi pelayanan persalinan Rekam medic Dokter Sp.OG,
persalinan normal Sp.OG, dokter umum yang memberi normal adalah dokter Sp.OG, dokter umum
terlatih (asuhan pertolongan persalinan dokter umum terlatih (asuhan terlatih(APN),
persalinan normal) dan normal persalinan normal) dan bidan Bidan
bidan yang memberikan
pertolongan persalinan
normal
3 Pemberi pelayanan Tersedianya tim dokter Tidak ada Pemberi pelayanan persalinan Rekam medic Tim PONEK
persalinan dengan penyulit Sp.OG, dokter umum, dengan penyulit adalah tim yang terlatih
bidan dan perawat PONEK yang terdiri dari dokter
terlatih Sp.OG, dokter umum dan
bidan (perawat yang terlatih)

4 Pemberi pelayanan Jumlah tenaga dokter Jumlah seluruh tenaga Pemberi pelayanan persalinan Rekam medic Dokter Sp.OG,
persalinan dengan tindakan Sp.OG, dokter spesialis yang memberi dengan tindakan operasi Dokter Sp.A,
operasi anak, dokter spesialis pertolongan persalinan adalah dokter Sp.OG, dokter Dokter Sp.An
anestesi yang dengan operasi spesialis anak dan dokter
memberikan pertolongan spesialis anestesi
persalinan dengan
tindakan operasi
5 Kemampuan menangani Jumlah BBLR 1.500 gr - Jumlah seluruh BBLR BBLR adalah bayi yang lahir Rekam medic 100%
BBLR 1.500 gr - 2.500 gr 2.500 gr yang berhasil 1.500 gr - 2.500 gr yang dengan berat badan 1.500 gr -
ditangani ditangani 2.500 gr

6 Pertolongan persalinan Jumlah persalinan Jumlah seluruh Seksio cesaria adalah tindakan Rekam medic ≤ 20%
melalui seksio cesaria dengan seksio cesaria persalinan dalam satu persalinan melalui
dalam satu bulan bulan pembedahan abdominal baik
elektif maupun emergensi

7 Keluarga Berencana Jenis pelayanan KB Jumlah peserta KB KB yang menggunakan Rekam medic 100%
Mantap Mantap metode operasi yang aman
dan sederhana pada alat
reproduksi manusia dengan
tujuan menghentikan fertilitas
oleh tenaga yang kompeten

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 74


Konseling KB Mantap Jumlah konseling Jumlah peserta KB Proses konsultasi antara Rekam medic 100%
layanan KB Mantap Mantap pasien dengan bidan terlatih
untuk mendapatkan pilihan
pelayanan KB Mantap yang
sesuai dengan pilihan status
kesehatan pasien

8 Kepuasan pelanggan Jumlah kumulatif hasil Jumlah total pasien yang Kepuasan pelanggan adalah Hasil survey ≥ 80%
penilaian kepuasan dari disurvei pernyataan puas oleh
pasien yang disurvei (%) pelanggan terhadap pelayanan
persalinan

Tabel 3-25
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN INTENSIF

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Rata-rata pasien yang Jumlah pasien yang Jumlah seluruh pasien Pasien kembali ke perawatan Rekam medic ≤ 3%
kembali ke perawatan kembali ke perawatan yang dirawat di ruang intensif dari ruang rawat inap
intensif dengan kasus yang intensif dengan kasus intensif dalam satu bulan dengan kasus yang sama
sama < 72 jam yang sama < 72 jam dalam waktu < 72 jam
dalam satu bulan

2 Pemberi pelayanan unit Jumlah tenaga dokter Jumlah seluruh tenaga Pemberi pelayanan intensif Kepegawaian Dokter
intensif Sp.An dan spesialis dokter dan perawat yang adalah dokter Sp.An dan Sp.An dan
yang sesuai dengan melayani perawatan spesialis yang sesuai dengan dokter
kasus yang ditangani, intensif kasus yang ditangani, perawat spesialis
perawat D3 dengan D3 dengan sertifikat perawat yang sesuai,
sertifikat perawat mahir mahir ICU/setara 100%
ICU/setara yang perawat
melayani pelayanan minimal D3
perawatan intensif dengan
sertifikat
mahir ICU
Tabel 3-26

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 75


INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN RADIOLOGI

SUMBER
NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL STANDAR
DATA
1 Waktu tunggu hasil Jumlah kumulatif waktu Jumlah pasien yang Waktu tunggu hasil pelayanan Rekam medic ≤ 3 jam
pelayanan thorax foto tunggu hasil pelayanan difoto thorax dalam bulan thorax foto adalah tenggang
thorax foto dalam satu tersebut waktu mulai pasien difoto
bulan sampai dengan menerima hasil
yang diekspertisi

2 Pelaksana ekspertisi hasil Jumlah foto rontgen Jumlah seluruh Pelaksanan ekspertisi rontgen Register Dokter Sp.
pemeriksaan yang dibaca dan pemeriksaan foto rontgen adalah dokter spesialis Instalasi Rad
diverifikasi oleh dokter dalam satu bulan radiologi yang mempunyai Radiologi
spesialisasi radiologi kewenangan untuk melakukan
dalam satu bulan pembacaan foto rontgen/hasil
pemeriksaan radiologi. Bukti
pembacaan dan verifikasi
adalah dicantumkannya tanda
tangan dokter spesialis
radiologi

3 Kejadian kegagalan Jumlah foto rusak yang Jumlah seluruh Kegagalan pelayanan rontgen Register ≤ 2%
pelayanan rontgen tidak dapat dibaca pemeriksaan foto dalam adalah kerusakan foto yang Instalasi
dalam satu bulan satu bulan tidak dapat dibaca Radiologi

4 Kepuasan pelanggan Jumlah kumulatif hasil Jumlah total pasien yang Kepuasan pelanggan adalah Hasil survey ≥ 80%
penilaian kepuasan dari disurvei pernyataan puas oleh
pasien yang disurvei (%) pelanggan terhadap pelayanan
radiologi

Tabel 3-27

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 76


INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Waktu tunggu hasil Jumlah kumulatif waktu Jumlah pasien yang Pemeriksaan laboratorium Hasil survey ≤ 140 menit
pelayanan laboratorium tunggu hasil pelayanan diperiksa di laboratorium yang dimaksud adalah
laboratorium pasien yang disurvei dalam pelayanan pemeriksaan
yang disurvei dalam satu bulan tersebut laboratorium rutin dan kimia
bulan darah. Waktu tunggu hasil
pelayanan laboratorium adalah
tenggang waktu mulai pasien
diambil sampel sampai dengan
menerima hasil

2 Pelaksana ekspertisi hasil Jumlah hasil lab yang Jumlah seluruh Pelaksanan ekspertisi lab Register Dokter
pemeriksaan laboratorium diverifikasi hasilnya oleh pemeriksaan lab dalam adalah dokter spesialis laboratorium Sp.PK
dokter spesialis patologi satu bulan patologi klinik yang mempunyai
klinik dalam satu bulan kewenangan untuk melakukan
pembacaan hasil pemeriksaan
lab. Bukti dilaksanakannya
ekspertisi adlah tanda tangan
pada lembar hasil pemeriksaan
yang dikirim

3 Tidak adanya kesalahan Jumlah seluruh pasien Jumlah pasien yang Kesalahan penyerahan hasil Rekam medic 100%
penyerahan hasil yang diperiksa diperiksa di laboratorium lab adalah penyerahan hasil
pemeriksaan laboratorium laboratorium dalam satu dalam bulan tersebut lab pada orang yang salah
bulan dikurangi jumlah
penyerahan hasil lab
salah orang dalam satu
bulan
4 Kepuasan pelanggan Jumlah kumulatif hasil Jumlah total pasien yang Kepuasan pelanggan adalah Hasil survey ≥ 80%
penilaian kepuasan dari disurvei pernyataan puas oleh
pasien yang disurvei (%) pelanggan terhadap pelayanan
laboratorium

Tabel 3-28

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 77


INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN REHABILITASI MEDIK

REHABILITAS MEDIK

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Kejadian drop out pasien Jumlah seluruh pasien Jumlah seluruh pasien Drop out pasien terhadap Register ≤ 50%
terhadap pelayanan yang drop out dalam 3 yang diprogram pelayanan rehabilitasi yang rehabilitasi
rehabilitasi yang bulan rehabilitasi medik dalam direncanakan adalah pasien medic
direncanakan 3 bulan tidak tersedia meneruskan
program rehabilitasi yang
direncanakan

2 Tidak adanya kejadian Jumlah seluruh pasien Jumlah seluruh pasien Kesalahan tindakan rehabilitasi Rekam medic 100%
kesalahan tindakan yang diprogram yang diprogram medik adalah memberikan
rehabilitasi medic rehabilitasi medik dalam rehabilitasi medik dalam atau tidak memberikan
satu bulan dikurangi satu bulan tindakan rehabilitasi medik
jumlah paien yang yang diperlukan yang tidak
mengalami kesalahan sesuai dengan rencana
tindakan rehabilitasi asuhan dan/atau tidak sesuai
medik dalam satu bulan dengan pedoman/standar
pelayanan rehabilitasi medik

3 Kepuasan pelanggan Jumlah kumulatif hasil Jumlah total pasien yang Kepuasan pelanggan adalah Hasil survey ≥ 80%
penilaian kepuasan dari disurvei pernyataan puas oleh
pasien yang disurvei (%) pelanggan terhadap pelayanan
rehabilitasi medik

Tabel 3-29
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN FARMASI

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 78


NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA

1 Waktu tunggu obat jadi Jumlah kumulatif waktu Jumlah pasien yang Waktu tunggu pelayanan obat Hasil survey ≤ 30 menit
tunggu obat jadi pasien disurvei dalam bulan jadi adalah tenggang waktu
yang disurvei dalam satu tersebut mulai pasien menyerahkan
bulan resep sampai dengan
menerima obat jadi

2 Waktu tunggu obat racikan Jumlah kumulatif waktu Jumlah pasien yang Waktu tunggu pelayanan obat Hasil survey ≤ 60 menit
tunggu obat racikan disurvei dalam bulan racikan adalah tenggang waktu
pasien yang disurvei tersebut mulai pasien menyerahkan
dalam satu bulan resep sampai dengan
menerima obat racikan

3 Tidak adanya kejadian Jumlah seluruh pasien Jumlah seluruh pasien Hasil survey 100%
kesalahan pemberian obat instalasi farmasi yang instalasi farmasi yang
disurvei dikurangi jumlah disurvei
pasien yang mengalami
kesalahan pemberian
obat
4 Kepuasan pelanggan Jumlah kumulatif hasil Jumlah total pasien yang Kepuasan pelanggan adalah Hasil survey ≥ 80%
penilaian kepuasan dari disurvei pernyataan puas oleh
pasien yang disurvei (%) pelanggan terhadap pelayanan
farmasi

5 Penulisan resep sesuai Jumlah resep yang Jumlah seluruh resep Hasil survey 100%
formularian diambil sebagai sampel yang diambil sebagai
yang sesuai dengan sampel dalam satu bulan
formularian dalam satu
bulan

Tabel 3-30
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN GIZI

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 79


NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Ketepatan waktu pemberian Jumlah pasien rawat Jumlah seluruh pasien Ketepatan waktu pemberian Hasil survey ≥ 90%
makanan kepada pasien inap yang disurvei untuk rawat inap yang disurvei makanan kepada pasien
mendapat makanan adalah ketepatan penyediaan
tepat waktu dalam satu makanan pada pasien sesuai
bulan dengan jadwal yang telah
ditentukan

2 Sisa makanan yang tidak Jumlah kumulatif porsi Jumlah pasien yang Sisa makanan adalah porsi Hasil survey ≤ 20%
termakan oleh pasien sisa makanan dari disurvei dalam satu bulan makanan yang tersisa yang
pasien yang disurvei tidak dimakan oleh pasien
(sesuai dengan pedoman
asuhan gizi RS)

3 Tidak adanya kesalahan Jumlah pemberian Jumlah pasien yang Kesalahan dalam memberikan Hasil survey 100%
dalam pemberian diet makanan yang disurvei disurvei dalam satu bulan diet adalah kesalahan dalam
dikurangi jumlah memberikan jenis diet
pemberian makanan
yang salah diet

Tabel 3-31

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 80


INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN TRANSFUSI DARAH

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Pemenuhan kebutuhan Jumlah permintaan Jumlah seluruh Cukup jelas Hasil survey 100%
darah bagi setiap pelayanan kebutuhan darah yang permintaan darah dalam
transfuse dapat dipenuhi dalam satu bulan
satu bulan

2 Kejadian reaksi transfuse Jumlah kejadian reaksi Jumlah seluruh pasien Reaksi transfusi adalah Rekam medic ≤ 0,01%
transfusi dalam satu yang mendapat transfusi Kejadian Tidak Diharapkan
bulan dalam satu bulan (KTD) yang terjadi akibat
transfusi darah dalam bentuk
reaksi alergi, infeksi, hemolisi
akibat golongan darah tidak
sesuai, atau gangguan sistem
imun sebagai akibat pemberian
transfusi darah

Tabel 3-32
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN KELUARGA MISKIN

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Pelayanan terhadap pasien Jumlah pasien Gakin Jumlah seluruh pasien Pasien keluarga miskin (Gakin) Register pasien 100%
Gakin yang datang ke RS yang dilayani RS dalam Gakin yang datang ke RS adalah pasien pemegang kartu
pada setiap unit pelayanan satu bulan dalam satu bulan Askeskin

Tabel 3-33

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 81


INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN REKAM MEDIK

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Kelengkapan pengisian Jumlah rekam medik Jumlah rekam medik Rekam medik yang lengkap Hasil survey 100%
rekam medik 24 jam setelah yang disurvei dalam satu yang disurvei dalam satu adalah yang telah diisi lengkap
selesai pelayanan bulan yang diisi lengkap bulan oleh dokter dalam waktu < 24
jam setelah selesai pelayanan
rawat jalan atau setelah pasien
rawat inap diputuskan untuk
pulang, yang meliputi identitas
pasien, anamnesis, rencana
asuhan

2 Kelengkapan informed Jumlah pasien yang Jumlah pasien yang Informed consentadalah Hasil survey 100%
consent setelah mendapat tindkan medik mendapat tindakan persetujuan yang diberikan
mendapatkan informasi yang disurvei yang medik yang disurvei pasien/keluarga pasien atas
yang jelas mendapat informasi dalam satu bulan dasar penjelasan mengenai
lengkap sebelum tindakan medik yang akan
memberikan persetujuan dilakukan terhadap pasien
tindakan medik dalam tersebut
satu bulan

3 Waktu penyediaan dokumen Jumlah kumulatif waktu Total sampel penyediaan Dokumen rekam medis rawat Hasil survey ≤ 10 menit
rekam medik pelayanan penyediaan rekam rekam medis yang jalan adalah dokumen rekam
rawat jalan medis sampel rawat diamati medis pasien baru atau pasien
jalan yang diamati lama yang digunakan pada
pelayanan rawat jalan. Waktu
penyediaan dokumen rekam
medik mulai drai pasien
mendaftar sampai rekam
medis disediakan/ditemukan
oleh petugas

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 82


4 Waktu penyediaan dokumen Jumlah kumulatif waktu Total sampel penyediaan Dokumen rekam medis rawat Hasil survey ≤ 15 menit
rekam medik pelayanan penyediaan rekam rekam medis rawat inap inap adalah dokumen rekam
rawat jalan medis sampel rawat inap yang diamati medis pasien baru atau pasien
yang diamati lama yang digunakan pada
pelayanan rawat inap. Waktu
penyediaan dokumen rekam
medik mulai dari pasien
diputuskan untuk rawat inap
oleh dokter

Tabel 3-34
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PENGOLAHAN LIMBAH

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 83


1 Baku mutu limbah cair Hasil laboratorium Jumlah seluruh Baku mutu adalah INDIKATOR Hasil BOD<30mg/l
pemeriksaan limbah cair pemeriksaan limbah cair minimal pada limbah cair yang pemeriksaan COD<80mg/l
RS yang sesuai dengan dianggap aman bagi TSS<30mg/l
baku mutu kesehatan yang merupakan PH 6-9
ambang batas yang ditolerir
dan diukur dengan indikator :
BOD (Biological Oxygen
Demand) 30 mg/l, COD
(Chemical Oxygen Demand)
80 mg/l, TSS (Total Suspended
Solid) 30 mg/l, PH 6-9

2 Pengolahan limbah padat Jumlah limbah padat Jumlah total proses Limbah padat berbahaya Hasil 100%
berbahaya sesuai dengan yang dikelola sesuai pengolahan limbah padat adalah sampah akibat proses pemeriksaan
aturan dengan standar yang diamati pelayanan yang mengandung
prosedur operasional bahan tercemar jasad renik
yang dapat menularkan
penyakit dan/atau mencederai,
antara lain : sisa jarum suntik,
sisa ampul, kasa bekas.
Pengelolaan limbah padat
berbahaya harus dikelola
sesuai dengan aturan dan
pedoman yang berlaku

Tabel 3-35
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 84


1 Tindak lanjut penyelesaian Hasil keputusan Total hasil keputusan Tindak lanjut penyelesaian Notulen rapat 100%
hasil pertemuan tingkat pertemuan direksi yang yang harus ditindaklanjuti hasil pertemuan tingkat direksi
direksi ditindaklanjuti dalam dalam satu bulan adalah pelaksanaan tindak
satu bulan lanjut yang harus dilakukan
oleh peserta pertemuan
terhadap kesepakatan atau
keputusan yang telah diambil
dalam pertemuan tersebut
sesuai dengan permasalahan

2 Kelengkapan laporan Laporan akuntabilitas Jumlah laporan Akuntabilitas kinerja adalah Kepegawaian 100%
akuntabilitas kinerja kinerja yang lengkap akuntabilitas kinerja yang perwujudan kewajiban RS
dan dilakukan minimal 3 seharusnya disusun untuk mempertanggung
bulan dalam satu tahun dalam satu tahun jawabkan keberhasilan/
kegagalan pelaksanaan misi
organisasi dalam mencapai
tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan melalui
pertanggungjawaban secara
periodik. Laporan akuntabilitas
kinerja minimal 3 bulan sekali

3 Ketepatan waktu Jumlah pegawai yang Jumlah seluruh pegawai Usulan kenaikan pangkat Kepegawaian 100%
pengusulan kenaikan diusulkan tepat waktu yang seharusnya dilakukan dua kali setahun
pangkat sesuai periode kenaikan diusulkan kenaikan yaitu April dan Oktober
pangkat dalam satu pangkat dalam satu
tahun tahun
4 Ketepatan waktu Jumlah pegawai yang Jumlah seluruh pegawai Ususlan kenaikan berkala Kepegawaian 100%
pengurusan kenaikan gaji diusulkan tepat waktu yang seharusnya adalah kenaikan gaji secara
berkala sesuai periode kenaikan diusulkan kenaikan gaji periodik sesuai aturan
gaji berkala dalam satu berkala dalam satu tahun kepegawaian yang berlaku
tahun (UU No, 8/1974, UU No.
43/1999

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 85


5 Karyawan yang mendapat Jumlah karyawan yang Jumlah seluruh karyawan Pelatihan adalah semua Kepegawaian ≥ 60%
pelatihan minimal 20 jam mendapat pelatihan di RS kegiatan peningkatan
per tahun minimal 20 jam per kompetensi karyawan yang
tahun dilakukan baik di RS maupun
di luar RS yang bukan
merupakan pendidikan formal.
Minimal per karyawan 20 jam
per tahun
6 Cost recovery Jumlah pendapatan Jumlah pembelanjaan Cost recovery adalah jumlah Bagian ≥ 40%
fungsional dalam satu operasional dalam satu pendapatan fungsional dalam Keuangan
bulan bulan periode waktu tertentu dibagi
dengan jumlah pembelanjaan
operasional dalam periode
waktu tertentu

7 Ketepatan waktu Jumlah laporan Jumlah laporan Laporan keuangan meliputi Bagian 100%
penyusunan laporan keuangan yang keuangan yang harus realisasi anggaran dan arus Keuangan
keuangan diselesaikan sebelum diselesaikan dalam tiga kas
tanggal 10 setiap bulan bulan
berikutnya dalam tiga
bulan
8 Kecepatan waktu pemberian Jumlah kumulatif waktu Jumlah total pasien rawat Informasi tagihan pasien rawat Hasil ≤ 2 jam
informasi tentang tagihan pemberian informasi inap yang diamati dalam inap meliputi semua tagihan pengamatan
pasien rawat inap tagihan pasien rawat satu bulan atas pelayanan yang diberikan
inap yang diamati dlama
satu bulan

9 Ketepatan waktu pemberian Jumlah bulan dengan 12 bulan Insentif adalah imbalan yang Catatan Bagian 100%
imbalan (insentif) sesuai kelambatan pemberian diberikan kepada karyawan Keuangan
kesepakatan waktu insentif sesuai dengan kinerja yang
dicapai dalam satu bulan

Tabel 3-36
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN AMBULANS / KERETA JENAZAH

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 86


NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Waktu pelayanan Jumlah kumulatif jam Jumlah hari dalam satu Waktu pelayanan UGD 24 jam
ambulans/kereta jenazah pelayanan bulan ambulans/kereta jenazah
ambulans/kereta adalah ketersediaan waktu
jenazah dalam satu penyediaan ambulans/kereta
bulan jenazah untuk memenuhi
kebutuhan pasien/keluarga
pasien

2 Kecepatan memberikan Jumlah penyediaan Jumlah seluruh Kecepatan memberikan Catatan ≤ 30 menit
pelayanan ambulans/kereta ambulans/kereta permintaan pelayanan ambulans/kereta penggunaan
jenazah di rumah sakit jenazah dalam satu ambulans/kereta jenazah jenazah di rumah sakit ambulans
bulan dalam satu bulan

Tabel 3-37
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 87


NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Waktu tanggap pelayanan Total kumulatif waktu Total pasien yang diamati Waktu tanggap pelayanan Hasil ≤ 2 jam
pmulasaraan jenazah pelayanan dalam satu bulan pemulasaraan jenazah adalah pengamatan
pemulasaraan jenazah waktu yang dibutuhkan mulai
pasien yang diamati pasien dinyatakan meninggal
dlam satu bulan sampai dengan jenazah
ditangani oleh petugas

Tabel 3-38
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA RUMAH SAKIT

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Kecepatan waktu Jumlah laporan Jumlah seluruh laporan Kecepatan waktu menanggapi Catatan laporan ≥ 80%
menanggapi kerusakan alat kerusakan alat yang kerusakan alat dalam kerusakan alat adalah waktu kerusakan alat
ditanggapi kurang atau satu bulan yang dibutuhkan mulai laporan
sama dengan 15 menit alat rusak diterima sampai
dalah satu bulan dengan petugas melakukan
pemeriksaan terhadap alat
yang rusak untuk
ditindaklanjuti dengan
perbaikan, maksimal dalam
waktu 15 menit
2 Ketepatan waktu Jumlah alat yang Jumlah seluruh alat yang Waktu pemeliharaan alat Register 100%
pemeliharaan alat dilakukan pemeliharaan seharusnya dilakukan adalah waktu yang pemeliharaan
(service) tepat waktu pemeliharaan dlam satu menunjukkan periode alat
dalam satu bulan bulan pemeliharaan/service untuk
tiap-tiap alat sesuai ketentuan
yang berlaku

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 88


3 Peralatan laboratorium (dan Jumlah seluruh alat Jumlah alat yang perlu Jumlah seluruh alat Buku register 100%
alat ukur yang lain) yang laboratorium yang dikalibrasi dalam satu laboratorium yang dikalibrasi
terkalibrasi tepat waktu dikalibrasi tepat waktu tahun tepat waktu dalam satu tahun
sesuai dengan ketentuan dalam satu tahun
kalibrasi

Tabel 3-39
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PELAYANAN LAUNDRY

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Tidak adanya kejadian linen Jumlah linen yang Jumlah linen yang Tidak ada Hasil survey 100%
yang hilang dihitung dalam 4 hari seharusnya ada pada
sampling dalam satu hari sampling tersebut
tahun
2 Ketepatan waktu Jumlah hari dalam satu Jumlah hari dalam satu Ketepatan waktu penyediaan Hasil survey 100%
penyediaan linen untuk bulan dengan bulan linen sesuai dengan ketentuan
ruang rawat inap penyediaan linen tepat waktu yang ditetapkan
waktu

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 89


Tabel 3-40
INDIKATOR STANDAR MINIMUM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

NO INDIKATOR PEMBILANG PENYEBUT DEFINISI OPERASIONAL SUMBER DATA STANDAR

1 Tersedianya anggota tim Jumlah anggota tim PPI Jumlah anggota tim PPI Anggota tim PPI yang telah Tata Usaha 75%
PPI yang terlatih yang sudah terlatih mengikuti diklat dasar dan
diklat lanjut PPI

2 Koordinasi APD (Alat Jumlah instalasi yang Jumlah instalasi di RS Alat terstandar yang berguna Hasil survey 60%
Pelindung Diri) menyediakan untuk melindungi tubuh,
tenaga kesehatan, pasien atau
pengunjung dari penularan
penyakit di RS seperti masker,
sarung tangan karet, penutup
kepala, sepatu boot dan gaun

3 Kegiatan pencatatan dan Jumlah instalasi yang Jumlah instalasi yang Kegiatan pengamatan faktor Hasil survey 75%
pelaporan infeksi melakukan pencatatan tersedia risiko infeksi nosokomial,
nosokomial di RS dan pelaporan pengumpulan data (check list)
pada instalasi yang tersedia di
RS, minimal 1 parameter (ILO,
ILI, VAP, ISK)

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 90


1. Penanganan Penyakit
Standar penanganan penyakit digunakan untuk mengukur kemampuan rumah
sakit dalam menangani sepuluh penyakit dengan frekuensi kejadian terbanyak
di masing-masing unit pelayanan medis. Berdasarkan yang diperoleh, maka
daftar sepuluh penyakit di RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu beserta
indikator dan standarnya disajikan dalam Tabel 3-41 s.d. 3-42 berikut ini :

SPM RSUD PROF. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Page 91


Tabel 3-41

INDIKATOR STANDAR MINIMUM PENANGANAN 10 BESAR PENYAKIT


PADA PELAYANAN RAWAT INAP

NO NAMA PENYAKIT INDIKATOR PEMBILANG

Tabel 3-42

INDIKATOR STANDAR MINIMUM PENANGANAN 10 BESAR PENYAKIT


PADA PELAYANAN RAWAT JALAN

NO NAMA PENYAKIT INDIKATOR PEMBILANG

SPM RSUD Bantaeng Page 92


SPM RSUD Bantaeng Page 93
BAB IV
PENGUKURAN STANDAR PELAYANAN MINIMUM
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. H.M. ANWAR MAKKATUTU

A. STANDAR INPUT

1. Tenaga

Hasil pengukuran ketenagaan sesuai standar ketenagaan Rumah Sakit


Tipe C berdasakan Kepmenkes No.340 Tahun 2010 pada RSUD Prof. Dr.
H.M. Anwar Makkatutu adalah sebagai berikut :

Tabel 4-1

Pemenuhan standar Ketenagaan RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar makkatutu

STANDAR KONDISI
NO UNIT PELAYANAN BOBOT
(MINIMAL) (2011)
(1) (2) (3) (4) (5)
A PELAYANAN MEDIK DASAR
DOKTER UMUM 9 12
DOKTER GIGI 2 3
B PELAYANAN MEDIK SP DASAR
INTERNA 2 1
BEDAH 2 1
OBGYN 2 1
ANAK 2 1
C PEL. MEDIK SP PENUNJANG 2 1
ANESTESI 1 0
RADIOLOGI 1 1
PATOLOGI KLINIK 1 0
E PEL.MEDIK SPESIALIS GIGI MULUT 0
F KEPERAWATAN
2 : 3 TT
PERAWAT & BIDAN 74
13
G KEFARMASIAN SESUAI
H GIZI KEBUTUHAN 3
I KETERAPIAN FISIK 3
J PETUGAS REKAM MEDIK 16
K PETUGAS IPSRS 5
L PETUGAS KAMAR JENAZAH -

Tabel 4.2

TARGET PENCAPAIAN KETENAGAAN RSUD PROF. DR. H.M.


ANWAR MAKKATUTU

SPM RSUD Bantaeng Page 94


KONDISI TARGET PENCAPAIAN
JENIS TENAGA
(2011) 2012 2013 2014 2015 2016
Pelayanan Medik
spesialis dasar :

- Interna 50%
- Bedah 50%
- Anak 50%
- Obgyn 50%
Pelayanan Medik
Spesialis Penunjang :

- Anestesi 0
- Radiologi 100%
- Patologi Klinik
0

Pelayanan Medik Sp. 0


Gigi mulut
Keperawatan
2 : 3 TT
Perawat & bidan 74
13
Kefarmasian SESUAI
Gizi KEBUTUHAN 3
Keterapian fisik 3
Petugas rekam medik 16
Petugas ipsrs 5
Petugas kamar jenazah -

2. Peralatan

a. Kelengkapan Alat

Tabel 4-3

Target Pencapaian Standar Peralatan

SPM RSUD Bantaeng Page 95


JENIS TARGET (%)
PELAYANAN KONDISI
2012 2013 2014 2015 2016
TAHUN 2011
Klinik Umum
Klinik Gigi Mulut
Klinik Anak
Klinik Interna
Klinik Bedah
Klinik Obgyn
Klinik THT
Klinik Kulit Kelamin
Klinik Mata
Klinik Jantung
Klinik Syaraf
Klinik Jiwa
Perawatan Bedah
Perawatan Anak
Perawatan KIA
Perawatan Interna
IGD
OK
ICU
Kamar Bersalin
Laboratorium
Farmasi
Radiologi
Fisioterapi
Kamar Jenazah
Laundry
Gizi
IPSRS
Rata-rata

b. Kalibrasi

Tabel 4-4

JENIS TARGET (%)

SPM RSUD Bantaeng Page 96


PELAYANAN KEADAAN 2012 2013 2014 2015 2016
TAHUN 2011
Klinik Umum
Klinik Gigi Mulut
Klinik Anak
Klinik Interna
Klinik Bedah
Klinik Obgyn
Klinik THT
Klinik Kulit Kelamin
Klinik Mata
Klinik Jantung
Klinik Syaraf
Klinik Jiwa
Perawatan Bedah
Perawatan Anak
Perawatan KIA
Perawatan Interna
IGD
OK
ICU
Kamar Bersalin
Laboratorium
Farmasi
Radiologi
Fisioterapi
Kamar Jenazah
Laundry
Gizi
IPSRS
Rata-rata

3. Gedung dan Sarana Prasarana

a. Kelengkapan Ruangan dan Sarana

Sarana prasarana yang harus dimiliki Rumah Sakit Tipe C (berdasarkan


Kepmenkes 340 Tahun 2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit) serta
pemenuhannya di RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu ada pada tabel

SPM RSUD Bantaeng Page 97


4.5 berikut.

Tabel 4.5

Pemenuhan Standar Sarana Prasarana RSUD

b.
STANDAR KONDISI
Luas NO SARANA
TIPE C (2011)
(1) (2) (3) (4)
1 Ruang Gawat Darurat Ada Ada
2 Ruang Rawat Jalan Ada Ada
3 Ruang Rawat Inap Ada Ada
4 Ruang Bedah Ada Ada
5 Ruang Rawat Intensif Ada Ada
6 Ruang Isolasi Ada Ada
7 Ruang Radiologi Ada Ada
8 Ruang Laboratorium Klinik Ada Ada
9 Ruang Farmasi Ada Ada
10 Ruang Rehab Medik Ada Ada
Ruang Pemeliharaan Sarana
11 Prasarana Ada Ada
12 Bangunan Pengelolaan Limbah Ada Ada
13 Ruang Sterilisasi Ada Tidak
14 Ruang Laundry Ada Ada
15 Ruang Pemulasaraan jenazaah Ada Ada
16 Ruang Administrasi Ada Ada
17 Ruang Gudang Ada Ada
18 Ruang Sanitasi Ada Ada
19 Rumah Dinas Asrama Ada Ada
20 Ambulans Ada Ada
21 Ruang Komite Medik Ada Ada
22 Ruang PKMRS Ada Tidak
23 Sistem Informasi Rumah Sakit Ada Tidak
24 Listrik Ada Ada
25 Air Ada Ada
26 Gas Medik Ada Ada
27 Penanganan Kebakaran Ada Ada
28 Perangkat Komunikasi Ada Ada
29 Tempat Tidur ≥ 100 94
SPM RSUD Bantaeng TOTAL BOBOT 86,21 % Page 98
Bangunan

Pemenuhan standar luas bangunan RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar


Makkatutu berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit yang
dikeluarkan oleh Depkes Tahun 2008 adalah sebagai berikut :

Tabel 4-6

BANGUNAN STANDAR KONDISI BOBOT


Luas bangunan 50m2/TT
4700m2
Ruang perawatan Minimal 4,5 m2/TT
Interna 375
Bedah I 396
Obgyn 325
Paviliun KIA 98
Paviliun Interna 137
Anak 325
Ruang Periksa 3x3m2
Poli Umum 9
Poli Bedah 9
Poli Interna 9
Ruang Tindakan 3x4m2
Poli Gigi
Poli Bedah

B. STANDAR OUTPUT

1. Pelayanan

Hasil pengukuran pelayanan dan target pemenuhan standar pada 5


tahun ke depan di RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu diuraikan
dalam Tabel 4.7 s.d 4.27 .

2. Penanganan Penyakit

Hasil pengukuran penanganan penyakit dan target pemenuhan standar


pada 5 tahun ke depan pada RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu

SPM RSUD Bantaeng Page 99


diuraikan dalam Tabel 4-28 s.d 4-31.

SPM RSUD Bantaeng Page 100


Tabel 4-1

PENCAPAIAN SPM PELAYANAN GAWAT DARURAT

PROGNOSIS TARGET
TARGET
NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Kemampuan menangani life saving anak dan
dewasa 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

2 Jam buka pelayanan gawat darurat


(kabupaten/kota) 24 jam 24 Jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam

3 Pemberi pelayanan gawat darurat yang


bersertifikat yang masih berlaku
BLS/PPGD/GELS/ALS 100% 74,02% 75% 85% 100% 100% 100%

4 Ketersediaan tim penanggulangan bencana


1 Tim 1 tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim

5 Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat ≤5


darurat ≤ 5 menit 4,65 menit ≤ 5 menit ≤ 5 menit ≤ 5 menit ≤5 menit
menit
6 Kepuasan pelanggan pada gawat darurat
80% 86,2% 87% 88% 89% 90% 90%
7 Kematian pasien < 24 jam di gawat darurat
≤ 0,2% 0,83 % ≤ 1% ≤ 1% ≤ 0,5% ≤ 0,3% ≤ 0,2%

8 Tidak adanya pasien yang diharuskan


membayar uang muka 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

SPM RSUD Bantaeng Page 101


Tabel 4-2
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN RAWAT JALAN

PROGNOSIS TARGET
TARGET
NO INDIKATOR
NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Dokter pemberi pelayanan di
Poliklinik Spesialis 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

100%
Ketersediaan pelayanan rawat
2 100% 100% 100% 100% 100% 100%
jalan

1. Klinik
anak
2. Klinik
Penyakit 4 klinik 4 klinik 4 klinik 4 klinik 4 klinik 4 klinik
3 Jam buka pelayanan
dalam spesialis Spesialis Spesialis Spesialis Spesialis Spesialis
3. Klinik
Kebidanan
4. Klinik
Bedah
4 Waktu tunggu di rawat jalan 08.00 – 08.00-13.00 08.00 – 08.00 – 08.00 – 08.00 – 08.00 –
13.00 setiap hari 13.00 setiap 13.00 13.00 13.00 13.00
setiap hari hari kerja setiap hari setiap hari setiap setiap hari
kecuali jumat
kerja kecuali kerja kerja hari kerja kerja
kecuali 8.00-11.00 jumat 08.00 kecuali kecuali kecuali kecuali
jumat – 11.00 jumat 08.00 jumat jumat jumat
08.00 – – 11.00 08.00 – 08.00 – 08.00 –
11.00

SPM RSUD Bantaeng Page 102


11.00 11.00 11.00

5 Kepuasan pelanggan pada rawat


jalan ≤ 60’ 15,03 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit

6 Pasien rawat jalan TBC yang


ditangani dengan strategi DOTS 90% 85,56% 90% 90% 90% 95% 95%

Tabel 4-3
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN RAWAT INAP

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Pemberi pelayanan rawat inap Dr
Spesialis
100% 100% 100% 100% 100% 100%
Perawat
minimal D3
2 Dokter penanggung jawab pasien
rawat inap 100% 100% 100% 100% 100% 100%
100%
3 Ketersediaan pelayanan rawat Anak Anak Anak
inap Penyakit Penyakit Penyakit
dalam dalam dalam
Kebidanan Kebidanan Kebidanan
Bedah Bedah Bedah
Syaraf Neorologi
Jiwa Jiwa
Mata Mata
Kulit Kelamin Kulit

SPM RSUD Bantaeng Page 103


Kelamin
THT
THT
4 Jam visite dokter spesialis 08.00 s.d 08.00 s.d 08.00 s.d 08.00 s.d 08.00 s.d 08.00 s.d
08.00 s.d
14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
14.00
5 Kejadian infeksi pasca operasi
≤1,5% 0 0 0 0 0 0
6 Angka kejadian infeksi
nosokomial ≤1,5% 0 0 0 0 0 0

7 Tidak adanya kejadian pasien


jatuh yang berakibat 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
cacat/kematian
8 Kematian pasien > 48 jam 0,24% 0,62% 0,62% 0,50% 0,50% 0,40% 0,24%
9 Kejadian pulang paksa 5% 16,79% 12% 10% 8% 6% 5%
10 Kepuasan pelanggan rawat inap
90% 72,7% 75% 80% 85% 90% 90%
11 Pasien rawat inap TBC yang Perawatan
ditangani dengan strategi DOTS ≥ 60% dilanjutkan ke
Puskesmas

TABEL 4 -4
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN BEDAH SENTRAL

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Waktu tunggu operasi elektif ≤2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari

SPM RSUD Bantaeng Page 104


2 Kejadian kematian di meja
operasi ≤1% 0% 0% 0% 0% 0% 0%

3 Tidak adanya kejadian operasi


salah sisi 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

4 Tidak adanya kejadian operasi


salah orang 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

5 Tidak adanya kejadian salah


tindakan pada operasi 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

6 Tidak adanya kejadian


tertinggalnya benda asing pada
tubuh pasien setelah operasi 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

7 Komplikasi anestesi karena over


dosis, reaksi anestesi dan salah
penempatan endotracheal tube ≤ 6% 2,49% 2,49% 2,49% 2,49 % 2,49% 2,49%

Tabel 4-5

PENCAPAIAN SPM PELAYANAN PERSALINAN DAN PERINATOLOGI

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
a. Perdarahan
≤1% a. Perdarahan ≤
b. Pre- 3,12 %
Kejadian kematian ibu karena
1 eklampsia ≤ b. Pre-eklampsia .
persalinan 30 % ≤0%
c. Sepsis ≤ 0,2 c. Sepsis ≤ 0 %
%

SPM RSUD Bantaeng Page 105


a. Dokter
Sp.OG
b. Dokter
umum
Pemberi pelayanan persalinan
2 terlatih 100% 100% 100% 100% 100% 100%
normal (Asuhan
Persalinan
Normal)
c. Bidan
Tim
Pemberi pelayanan persalinan PONEK
3 1 tim 1 tim 1 tim 1 tim 1 tim 1 tim
dengan penyulit yang
terlatih
4 Pemberi pelayanan persalinan a. Dokter
dengan tindakan operasi Sp.OG
b. Dokter
66,67% 100% 100% 100% 100% 100%
Sp.A
c. Dokter
Sp.An
5 Kemampuan menangani BBLR
1.500 gr - 2.500 gr 100% 63,16% 70% 75% 80% 85% 90%

6 Pertolongan persalinan melalui


seksio cesaria ≤ 20 % 23,79% 20% 20% 20% 20% 20%

7 Keluarga Berencana Mantap 100% 0,28% 1% 2% 3% 4% 5%


Konseling KB Mantap 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
8 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 79,2% 80% 85% 90% 90% 90%

SPM RSUD Bantaeng Page 106


Tabel 4-6
Pencapaian SPM Pelayanan Intensif

INDIKATOR TARGET PROGNOSIS TARGET


NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Rata-rata pasien yang kembali ke
perawatan intensif dengan kasus
≤3% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
yang sama < 72 jam

2 Pemberi pelayanan unit intensif a. Dokter 25% 50% 55% 65% 75% 80%
Sp.Aneste
si dan
dokter
spesialis
sesuai
dengan
kasus
yang
ditangani
b. 100 %
Perawat
minimal D3

SPM RSUD Bantaeng Page 107


dengan
sertifikat
Perawat
mahir ICU /
setara (D4)

Tabel 4-7

Pencapaian SPM Pelayanan Radiologi

TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Waktu tunggu hasil pelayanan ≤ 3 jam
thorax foto
2 Pelaksana ekspertisi hasil
pemeriksaan 100% 61,87% 70% 75% 80% 85% 85%

3 Kejadian kegagalan pelayanan


rontgen Kerusakan
0,33% 0,33 % 0,33% 0,33% 0,33% 0,33%
foto ≤ 2 %

4 Kepuasan pelanggan ≥ 80%

SPM RSUD Bantaeng Page 108


Tabel 4-8
Pencapaian SPM Pelayanan Laboratorium

TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Waktu tunggu hasil pelayanan
laboratorium ≤140 menit 51,1 menit
2 Pelaksana ekspertisi hasil
pemeriksaan laboratorium 100 % 0 0 100% 100% 100% 100%

3 Tidak adanya kesalahan


penyerahan hasil pemeriksaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
laboratorium
4 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,5% 85% 90% 90% 90% 90%

Tabel 4-9
Pencapaian SPM Pelayanan Fisioterapi

TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Kejadian drop out pasien Belum ada
terhadap pelayanan rehabilitasi ≤ 50% rehabilitasi - - - - -
yang direncanakan Medik

SPM RSUD Bantaeng Page 109


2 Tidak adanya kejadian kesalahan
tindakan rehabilitasi medic 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

3 Kepuasan pelanggan ≥ 80% ≥ 80% ≥ 85% ≥ 90% ≥ 90% ≥ 90%

Tabel 4-10
Pencapaian SPM Pelayanan Farmasi

TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Waktu tunggu obat jadi ≤ 30 menit
2 Waktu tunggu obat racikan ≤ 60 menit
3 Tidak adanya kejadian kesalahan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
pemberian obat 100%
4 Kepuasan pelanggan ≥ 80%
5 Penulisan resep sesuai 100% 100% 100% 100% 100% 100%
formularium 100%

Tabel 4-11
Pencapaian SPM Pelayanan Gizi

SPM RSUD Bantaeng Page 110


TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Ketepatan waktu pemberian
makanan kepada pasien ≥ 90%

2 Sisa makanan yang tidak


termakan oleh pasien ≤ 20%

3 Tidak adanya kesalahan dalam


pemberian diet 100%

Tabel 4-12

PENCAPAIAN SPM PELAYANAN TRANSFUSI DARAH

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Pemenuhan kebutuhan darah
100% 100% 100% 100% 100%
bagi setiap pelayanan transfusi 100% 100%

2 Kejadian reaksi transfusi 0% 0% 0% 0% 0%


≤ 0,01% 0%

SPM RSUD Bantaeng Page 111


Tabel 4-13

PENCAPAIAN SPM PELAYANAN KELUARGA MISKIN

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Pelayanan terhadap pasien Gakin
yang datang ke RS pada setiap
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
unit pelayanan

Tabel 4-14
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN REKAM MEDIK

TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Kelengkapan pengisian rekam
medik 24 jam setelah selesai 100% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
pelayanan
2 Kelengkapan informed consent
setelah mendapatkan informasi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
100%
yang jelas
3 Waktu penyediaan dokumen
rekam medik pelayanan rawat ≤ 10 menit 9,91 menit
jalan

SPM RSUD Bantaeng Page 112


4 Waktu penyediaan dokumen
rekam medik pelayanan rawat ≤ 15 menit 10,37 menit
inap

Tabel 4-15
PENCAPAIAN SPM PENGOLAHAN LIMBAH

TARGET
INDIKATOR PROGNOSIS TARGET
NO NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Baku mutu limbah cair a. BOD < 30
mg/l
b. COD < 80
mg/l Tidak ada
c. TSS < 30
mg/l
d. PH 6-9
2 Pengolahan limbah padat
berbahaya sesuai dengan aturan Tidak ada
100%
data

Tabel 4-16
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

NO INDIKATOR TARGET PROGNOSIS TARGET

SPM RSUD Bantaeng Page 113


NASIONAL
2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Tindak lanjut penyelesaian hasil Tidak ada
pertemuan tingkat direksi 100%
data
2 Kelengkapan laporan
akuntabilitas kinerja 100%

3 Ketepatan waktu pengusulan 100% 100% 100% 100% 100%


kenaikan pangkat 100% 100%

4 Ketepatan waktu pengurusan 100% 100% 100% 100% 100% 100%


kenaikan gaji berkala 100%

5 Karyawan yang mendapat


pelatihan minimal 20 jam per ≥ 60% 2,77 %
tahun
6 Cost recovery 100% 100% 100% 100% 100%
≥ 40% 100%
7 Ketepatan waktu penyusunan 100% 100% 100% 100% 100%
laporan keuangan 100% 100 %

8 Kecepatan waktu pemberian


informasi tentang tagihan pasien ≤ 2 jam 14,4 menit
rawat inap
9 Ketepatan waktu pemberian
imbalan (insentif) sesuai 100%
kesepakatan waktu

Tabel 4-17
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN AMBULANS / KERETA JENAZAH

SPM RSUD Bantaeng Page 114


TARGET
PROGNOSIS TARGET
NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Waktu pelayanan
ambulans/kereta jenazah 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam

2 Kecepatan memberikan
pelayanan ambulans/kereta ≤ 230menit Tidak ada
jenazah di rumah sakit data

Tabel 4-18
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Waktu tanggap pelayanan ≤ 2 Jam
pemulasaraan jenazah Tidak ada

SPM RSUD Bantaeng Page 115


Tabel 4-19
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA RUMAH SAKIT

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Kecepatan waktu
menanggapi kerusakan alat ≤80% 92,04%

2 Ketepatan waktu
pemeliharaan alat 100% 92,04%

3 Peralatan laboratorium (dan


alat ukur yang lain) yang
terkalibrasi tepat waktu 100% 0%
sesuai dengan ketentuan
kalibrasi

Tabel 4-20
PENCAPAIAN SPM PELAYANAN LAUNDRY

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NQASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016

SPM RSUD Bantaeng Page 116


1 Tidak adanya kejadian linen
yang hilang 100%

2 Ketepatan waktu
penyediaan linen untuk 100%
ruang rawat inap

SPM RSUD Bantaeng Page 117


Tabel 4-21
PENCAPAIAN SPM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

TARGET PROGNOSIS TARGET


NO INDIKATOR
NASIONAL 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Tersedianya anggota tim Belum ada Tim
PPI yang terlatih 75%
PPI
2 Koordinasi APD (Alat
Pelindung Diri) 60%

3 Kegiatan pencatatan dan


pelaporan infeksi 75%
nosokomial di RS

SPM RSUD Bantaeng Page 118


Tabel 4-22
PENCAPAIAN SPM PENANGANAN 10 PENYAKIT PADA PELAYANAN RAWAT JALAN

PROGNOSIS TARGET
NAMA
NO INDIKATOR
PENYAKIT 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 ISPA

2
DYSPEPSIA

3
TB PARU

4
HYPERTENSI

5 DEMAM
TYPHOID

6
COMMON COLD

7 FARINGITIS
AKUT

8 DIABETES
MELLITUS

SPM RSUD Bantaeng Page 119


9 BRONCHITIS

10
OSTEOARTRITIS

Tabel 4-23
PENCAPAIAN SPM PENANGANAN 10 PENYAKIT PADA PELAYANAN RAWAT INAP

PROGNOSIS TARGET
NAMA
NO INDIKATOR
PENYAKIT 2011 2012 2013 2014 2015 2016

DEMAM
1 TYPHOID

2 DIARE

3 HYPERTENSI

4 DYSPEPSIA

KOCH
5 PULMONAL
(KP)

KOLIK
6 ABDOMEN

SPM RSUD Bantaeng Page 120


BRONCHO
7 PNEUMONIA

8 INTOKSIKASI

ASHMA
9 BRONCHIALE

10 FEBRIS

SPM RSUD Bantaeng Page 121


SPM RSUD Bantaeng Page 122