Anda di halaman 1dari 2

1. Aktivitas fisik menurunkan gula darah.

Karena olahraga membutuhkan kalori lebih banyak secara alami, gula darah juga akan

menurun. Menurut penelitian, setiap menit Anda melakukan aktivitas olahraga sedang sampai

moderat menurunkan gula darah Anda satu poin.

Jadi, bila gula darah Anda misalnya 200 mg/dl, kemudian Anda olahraga 45 menit, maka

gula darah anda akan turun jadi 155 mg/dl. Dengan kata lain, 30-45 menit olahraga yang anda

lakoni setiap hari seperti jalan, jogging, bersepeda, akan menurunkan kadar gula darah rata-

rata 30-45 poin. Jika dibandingkan dengan obat-obatan, olahraga dan makanan yang sehat

mempunyai pengaruh lebih baik mencegah diabetes.

2. Olahraga memperbaiki komposisi tubuh.

Tubuh kita terdiri dari air, jaringan adiposa (lemak), dan jaringan lain seperti otot, tulang dan

sebagainya.

Ini berakibat berkurangnya resistensi insulin, yang karenanya akan memperbaiki regulasi

gula darah. Otot dikenal juga sebagai jaringan dengan metabolisme yang aktif. Sel otot

memerlukan kalori lebih banyak dibandingkan sel lain.

Dalam hal ini, dapat digambarkan bahwa tubuh itu seperti mesin. Rangka mesin itu adalah

otot, sedangkan bahan bakarnya adalah gula darah. Semakin besar suatu mesin, maka

semakin besar pula bahan bakar yang diperlukannya. Mesin yang aktif, yang sering

digunakan akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak, begitu juga tubuh manusia.

Karena itu, disamping olahraga aerobik, sebaiknya anda juga melakukan olahraga peregangan

dan olahraga dengan beban. Olahraga-olahraga ini disamping akan membakar lemak tubuh,

juga akan meningkatkan massa otot anda.


olahraga adalah salah satu cara pendekatan penanganan diabetes mellitus yang sangat

penting. Olahraga tidak hanya membantu menurunkan gula darah, tetapi juga berat badan,

tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), menaikkan kolesterol baik (HDL), memperbaiki

kualitas tidur, mencegah serangan jantung-stroke, mereduksi stres dan sebagainya.diketahui

bahwa faktor usia, genetik, etnis, tingkat aktivitas fisik, berat badan, dan komposisi tubuh,

semuanya berpengaruh terhadap resistensi insulin. Kita tidak dapat memodifikasi usia,

genetik, etnis, tetapi dengan olahraga tiga faktor lain, berat badan, tingkat aktivitas fisik dan

komposisi tubuh, dengan olahraga dapat mempengaruhinya