Anda di halaman 1dari 27

KAS

DAN SETARA KAS


• Defenisi

Kas adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang


atau bukan) yang:

 Dapat tersedia dengan segera dan


 Diterima pada nilai nominalnya
• PENGENDALIAN KAS

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kas:

1. Perencanaan arus kas (cash flow planning)


2. Pengendalian penerimaan kas
3. Pengendalian pengeluaran kas
4. Melakukan rekonsiliasi bank
5. Penerapan sistem dana tetap untuk kas kecil
• Prosedur penerimaan Kas

1. Terdapat pemisahan tugas antara yang menyimpan, menerima


dan mencatat penerimaan uang. Untuk perusahaan kecil
penggabungan dilakukan oleh pemilik.

2. Setiap penerimaan uang langsung disetor ke bank


• Prosedur Pengeluaran Kas

1. Semua pengeluaran dilakukan dengan cek. Untuk pengeluaran


jumlah kecil dilakukan melalui dana kas kecil.

2. Semua pengeluaran kas harus memperoleh persetujuan dari yang


berwenang

3. Terdapat pemisahan tugas antara yang berhak menyetujui


pengeluaran kas, yang menyimpan dan melakukan pengeluaran
serta yang mencatat pengeluaran kas.
SISTEM VOUCHER
Check
Arsip voucher Arsip voucher
Voucher Buku Voucher
Belum dibayar Belum dibayar
Buku Voucher

Buku ceck Arsip voucher


keluar Telah

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


Semua transaksi Voucher Setelah dicatat Pada saat hrs Pengeluara Voucher yg tlh
pembelian dicatat dalam dalam buku Voucher, dibayar, n check dibayar dicap
barang/jasa buku Voucher voucher disimpan voucher dicatat LUNAS dan
dibuatkan voucher dlam arsip voucher diambil diarsip dalam buku disimpan dlm
belum dibayar voucher belum voucher voucher tlah
dibayar dan dan buku dibayar
dibuatkan check
check keluar
Voucher
PT EKA SAKTI METROPOLITAN
Jl. Kejayaan No. 175, Jakarta
Telepon 594751
Voucher
Dibayarkan kepada: No. 451
PT AGUNG EKSPRESS Tanggal: 1 Maaret 200A
Jl. Angkatan No. 36
Jakarta

Akun yang didebit/dikredit Nomor Akun Jumlah


Beban pengiriman (debit) 613 Rp 30
Hutang Voucher (kredit) 212 Rp 30

Untuk keperluan:
Pembayaran pengiriman barang keoada PT Megah Faktur Nomor A 761 tanggal 25 pebruari 200A
Kolom Pembayaran Kolom administrasi
Hutang Voucher Rp 30 Voucher dibuat oleh : Elin
Potongan pembelian - Voucher disetujui oleh : Benny
Pembayaran disetujui oleh: Yetty
Jumlah dibayar Rp 30 Pembebanan disetujui oleh: Boy TH
Dicatat dalam Buku Voucher : Neny
Tanggal Check No: Dicatat dalam Buku Check keluar: Iwan
1/3/.200A 3571
Buku Voucher
Dalam sistem voucher, semua transaksi pembelian, baik tunai maupun kredit, dicatat
terlebih dahulu sebagai utang voucher(voucher payable). Contoh ayat jurnalnya:
Beban pengiriman 30
Utang Voucher 30

Setiap akhir bulan jumlah debit dan kredit yang dicatat dalam buku voucher harus
diperiksa kesamaannya. Kesamaan antara jumlah debit dan kredit menunjukkan
bahwa pencatatan telah dilakukan dengan benar. Seperti contoh berikut:

Debit Kredit
Pembelian Rp 3.250 Utang voucher Rp 6.945
Perlengkapan 420
Advertensi dan promosi 500
Beban pengiriman 100
Beban kantor 75
Serba-serbi 2.600

Total 6.945 Total Rp 6.945


Buku Cek Keluar
Pada hakikatnya merupakan jurnal khusus yang digunakan
untuk mencatat semua pelunasan utang voucher yang
dilakukan dengan mengeluarkan cek.
Dalam ayat jurnal transaksi tersebut akan dicatat
sebagai berikut (PT agung ekspress, cek no 3571, 1 Mar
200A:

(D) Utang voucher 30


(K) Bank 30
PT. EKA SAKTI METROPOLITAN
Buku Cek Keluar
Bulan: Maret 200A

Tanggal No.Cek Dibayarkan No. Debit Kredit


kepada Voucher Utg Vcr Pot.pemb Bank
200A
Maret 1 3571 PT Agung Ekspress 451 30 - 30
10 3572 PT Merdeka Dagang 452 1.750 35 1.715
12 3573 Firma Berko 454 250 - 250
13 3574 PT Agung Ekspress 455 40 - 40
14 3575 Toko Abidin 456 50 - 50
24 3576 CV. Medan Ad 453 500 - 500
25 3577 PT Bina Bangunan 457 1.500 - 1.500
27 3578 Toko Makmur 458 25 - 25
30 3579 Toko Kawanku 461 20 - 20
31 3580 PT Agung Ekspress 463 30 - 30

Total 4.195 35 4.160


Dipindahkan ke akun (212) (513) (111)
Rekonsiliasi Bank

Ketidaksamaan antara saldo buku dengan saldo bank pada hakekatnya


disebabkan oleh karena salah satu atau kedua sebab berikut:
1. Kelambatan salah satu pihak (bank atau perusahaan) dalam mencatat
suatu transaksi
2. kesalahan yang dibuat oleh salah satu pihak dalam mencatat suatu
transaksi
Saldo Buku
Dalam rekonsiliasi bank, saldo buku adalah saldo akun bank di buku
besar perusahaan. Saldo buku dapat dihitung setelah pemindahan dari
buku penerimaan bank dan buku cek keluar selesai dilakukan.
Pemindah-bukuan serta perhitungan saldo buku dapat digambarkan
secara sederhana sbb:
Bank Dana Indonesia
01/12/200A Saldo Awal 6.821 31/12/200A Buku Cek keluar 38.066
31/12/200A Buku penerimaan Bank 38.586
Saldo debit 7.341
PT Agung Bakti
Buku Penerimaan Bank
Bulan: Desember 200A
Tanggal Keterangan Kredit Debit Setoran Bank
Serba-serbi Penjualan Piutang Potongan Bank Nomor Jumlah
Dagang Slip
Ref Jumlah
200A
Desembr
2 CV Dg maju - 500 - 500
Tk P. Jaya - 5.000 50 4.950 (55) 7.450
Tko garuda - 2.000 2.000
3 Wsl tagih 112 2.500 - - -
Pdp.bunga 400 - - 2.900 (56) 3.999
Fa.Harco - - 1.099 1.099
Pj. Tunai - 3.675 - 3.675 (57) 5.160
PT M. Bakti - - 1500 15 1.485
Pdp.lain2 812 142 - - 142 (58) 2.524
PT S. Dewi - - 2.382 2.383
Pj.Tunai - 3.407 - 3.407 (59) 5.127
PT.M.bumi - - 1.720 1.720
PT Girilayu - - 402 402 (60) 1.799
PT Krendo - - 1.397 1.397
Pj.tunai - 2.435 - 2.435 (61) 3.140
PT. T.Murni - - 705 705
Tk.P.jaya - - 1.504 1.504 (62) 3.006
PT.T.Martini - - 1.502 1.502
Pj.tunai - 2.800 - 2.800 (63) 3.975
Tk.Murni - - 1.175 1.175
Tk.Weli - - 1.131 1.131 (64) 2.406
Tk.Harum - - 1.275 1.275

Total 3.042 12.317 23.292 65 38.586 38.586


411 121 412 111
Saldo Bank
Setiap akhir bulan, bank akan mengirimkan laporan rekening koran (bank
statement) kepada perusahaan. Laporan ini menunjukkan saldo rekening
perusahaan pada akhir bulan serta mutasi yang terjadi selama bulan
tersebut. Anggaplah saldo rekening PT Agung Bakti pada tanggal 31
Desember 200A, menurut catatan bank adalah Rp 6.095 sementara
saldo akun bank menurut perusahaan adalah Rp 7.341. terlihat ada
perbedaan antara keduanya. Inilah yg akan dicari sebabnya dengan
rekonsiliasi bank.

Prosedur Rekonsiliasi
Rekonsiliasi bank dilakukan dengan jalan:
1. Mencocokkan setiap setoran yang terdapat dalam buku penerimaan
bank dengan setiap ayat jurnal kredit dalam lap.rekening koran.
2. Mencocokkan setiap pengeluaran uang yang terdapat dalam buku cek
keluar dengan setiap ayat jurnal debit dalam laporan rekening koran.
Untuk PT Agung Bakti pencocokan buku penerimaan bank dengan ayat
jurnal kredit dalam laporan rekening koran, menghasilkan temuan sbb:

A. Setoran pada tgl 31 des 200A sebesar Rp 2.406 di buku penerimaan


bank (slip nomor 64) belum terdapat dalam ayat jurnal kredit di laporan
rekening koran.
B. Ayat jurnal kredit sebesar Rp 400 yang dicatat pada tgl 28 Des 200A di
laporan rekening koran belum terdapat di buku penerimaan bank.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa jumlah ini adalah kiriman
uang dari langganan melalui transfer bank untuk melunasi utangnya.
C. Ayat jurnal kredit sebesar Rp 12 yang dicatat pada tanggal 31 Des 200A
di laporan rekening koran belum terdapat di buku penerimaan bank
jumlah ini adalah jasa giro yang diberikan oleh bank.
Sementara itu, pencocokan antara buku cek keluar dengan ayat jurnal
debit dalam laporan rekening koran menghasilkan sbb:
D. Cek nomor 2912 dicatat sebesar Rp 15 di buku cek keluar sedang di
laporan rekening koran tertulis Rp 150. Penyelidikan lebih lanjut atas
pengeluaran uang ini menunjukkan bahwa jumlah yg benar Rp 150
E. Cek-cek yang tlah dicatat dalam buku cek keluar tetapi belum muncul
dalam laporan rekening koran adalah sbb:

Nomor Cek Jumlah

2914 Rp 250
2915 457
2916 413
Rp 1.120

Cek-cek tersebut masih beredar di luar. Artinya belum diuangkan ke bank.


F. Ayat jurnal debit sebesar Rp 228 yang terdapat dalam laporan
rekening koran (pencatatan tgl 23 Des 200A) tidak terdapat dalam
buku cek keluar. Setelah diteliti ternyata hal ini disebabkan oleh
kesalahn bank. Cek yang seharusnya dibebankan ke rekening PT
Agung Sakti salah dibukukan ke
PT Agung Bakti.
G. Ayat jurnal debit sebesar Rp 9 yang dicatat dalam laporan
rekening koran tgl 31 Des 200A belum terdapat dalam buku cek
keluar. Ternyata ini adalah biaya administrasi yang dibebankan
bank.
PT AGUNG BAKTI
Rekonsiliasi Bank- Bank Dana Indonesia
31 Desember 200A
I. Bagian pertama
- Saldo menurut akun bank di buku besar perusahaan(saldo buku) Rp 7.341
- Transaksi-transaksi penerimaan yang telah dicatat oleh bank
tetapi belum dicatat oleh perusahaan
1. Transfer uang yg dikirim langsung ke bank oleh langganan
untuk melunasi utangnya (B) 400
2. Jasa giro yang telah dihitung dan dicatat oleh bank (C) 12
- Transaksi-transaksi pengeluaran yang telah dicatat oleh bank
tetapi belum dicatat oleh perusahaan
3. Biaya administrasi bank (Pos Rekonsiliasi G) (9)
- Kesalahan pencatatan oleh perusahaan
4. Cek nomor 2912 sejumlah Rp 150 untuk pembelian barang
dagang yg dicatat sebesar Rp 15 (D) ( 135 )
- Saldo disesuaikan Rp 7.609
II. Bagian Kedua
- Saldo menurut laporan rekening koran (saldo bank) Rp 6.095
- Transaksi-transaksi penerimaan yg telah dicatat perusahaan
tetapi belum dicatat oleh bank
1. Setoran yang belum dibukukan oleh bank (A) 2.406
- Transaksi-transaksi pengeluaran yang telah dicatat oleh perusahaan
tetapi belum dicatat oleh bank
2. Cek-cek yang masih beredar ( E ) ( 1.120 )
- Kesalahan pencatatan oleh bank
Cek PT Agung Sakti salah dibebankan ke PT Agung Bakti ( F ) 228

- Saldo disesuaikan Rp 7.609


Jurnal Penyesuaian
Ayat jurnal penyesuaian dan koreksi yang
perlu dibuat dari rekonsiliasi bank tersebut
adalah sbb:

Bank 268
Beban bank 9
Pembelian 135
Pendapatan jasa giro 12
Piutang dagang 400
DANA KAS KECIL
Tahap pertama dalam pembentukan dana kas kecil adalah menaksir jumlah
yang diperlukan untuk dana tersebut. Katakanlah Rp 100 sebuah cek ditarik
dan diberi keterangan untuk dana kas kecil, uang ini disimpan oleh kasir
kas kecil. Ayat jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Dana kas kecil 100
Bank 100

Bukti Kas Kecil


Pengeluaran dana kas kecil dibuatkan Bukti Kas kecil (petty cash voucher).
Tidak semua pengeluaran uang kas kecil dapat dimintakan bukti dari pihak
luar, misalnya pengeluaran untuk ongkos becak, oleh karena itu peranan
dokumen intern menjadi penting. Bukti kas kecil cukup dibuat dalam satu
lembar (asli). Bukti ini disimpan oleh pemegang kas kecil sampai dana kas
kecil dipertanggungjawabkan.
Bukti Kas Kecil

Bukti Kas Kecil


No. 001
Dibayarkan kepada Toko Makmur Tanggal 4 Januari 200A

Pembelian alat-alat tulis (kuitansi terlampir) Rp 10

Total Rp 10
Disetujui oleh: Benny Diterima oleh: Yenny
BUKU KAS KECIL
Tanggal Nomor Dibayarkan kepada/Penjelasan Kode Jumlah Saldo Hari ini
Bukti Akun
200A
2/1 2345 pembentukan dana kas kecil - Rp 100
4/1 001 Toko makmur alat-alat tulis 516 Rp 10 90
002 Tukiman transport 515 1 89
003 Toko Eva. Makanan dan minuman 518 5 84
5/1 004 Toko subur. Keperluan kantor 517 7 77
6/1 005 Tukiman transport 515 8 69
006 Toko Koja. Kertas 516 15 54
007 Toko Kalista. Minuman 518 2 52
7/1 008 Restoran oen 518 20 32
009 Toko Subur 517 10 22
9/1 010 Restoran oen 518 3 19
011 Toko subur. Kain pel dll. 517 9 10
Jumlah pengeluaran (diganti dengan cek No.2365) Rp 90 ============
10 ============
Rp 100 ============
Rekapitulasi:

No. Akun Nama Akun Jumlah


515 Transpor Rp 9 Disusun oleh: Yana
516 Perlengkapan 25
517 Keperluan kantor 26 Diperiksa oleh: Ipan
518 Makanan dan Minuman 30
Total Rp 90 Disetujui oleh: Benny
Untuk pergantian dana kas kecil, sebuah cek sebesar Rp 90 ditarik dan
diberi keterangan untuk penggantian dana kas kecil (Cek no. 2365). Ayat
jurnal yang harus dibuat adalah sbb:

Beban transpor 9
Beban perlengkapan 25
Beban keperluan kantor 26
Beban makan dan minum 30
Bank 90
SURAT-SURAT BERHARGA

Surat-surat berharga adalah saham, obligasi dan surat-surat berharga


lainnya yang dimiliki perusahaan dalam rangka penanaman sementara
untuk memanfaatkan dana selama tidak digunakan.
Perolehan
Harga perolehan surat berharga meliputi harga beli dan biaya-biaya lain
yang terjadi dalam transaksi, seperti komisi makelar. Anggaplah bahwa
pada tanggal 25 April 200A suatu perusahaan membeli 1.000 lembar
saham PT BTA dengan harga Rp 4,30 untuk tiap lembar saham. Komisi
makelar yang dibebankan adalah 1%. Transaksi ini akan dicatat sbb:
Surat-surat berharga 4.343
Bank 4.343
Perhitungan harga perolehan adalah sbb:
Harga beli saham: 1.000 x Rp 4,30 = Rp 4.300
Komisi makelar ( 1%) = 43

Total harga perolehan = Rp 4.343


Penjualan
Anggaplah pada tanggal 26 Juni 200A saham PT BTA dijual dengan harga
Rp 4,50 per lembar. Untuk penjualan ini dibebani komisi makelar sebesar
1%. Ayat jurnal yang diperlukan adalah sbb:

Bank 4.455
Surat-surat berharga 4.343
Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga 112

Harga jual saham : 1.000 x Rp 4,50 = Rp 4.500


Komisi makelar ( 1 %) = ( 45 )

Nilai penjualan (bersih) = Rp 4.455


Penerimaan Dividen
Apabila sebelum surat-surat berharga dijual, perusahaan menerima dividen
maka dividen ini dicatat sebagai pendapatan. Anggaplah pada tgl 1 Juni
200A PT BTA memutuskan untuk memberikan dividen sebesar RP 0,50
untuk setiap lembar saham, ayat jurnal yang dibuat untuk penerimaan
dividen itu adalah sbb:

Bank 500
Pendapatan dividen 500
Jurnal Penyesuaian
Surat-surat berharga dinilai pada harga yang terendah antara harga pokok
dan harga pasar (lower of cost or market ). Penilaian pada harga terendah
antara harga pokok dan harga pasar, mengharuskan adanya jurnal
penyesuaian jika harga pasar lebih rendah dibandingkan dengan harga
pokok. Anggaplah bahwa pada tanggal 31 Des 200A, harga saham PT BTA
di bursa turun menjadi Rp 4,10. Ini menunjukkan bahwa apabila saham PT
BTA tadi dijual pd tgl ini. Hasil yang diperoleh adalah:

Harga pasar saham: 1.000 x Rp 4,10 = Rp 4.100


Komisi makelar (1%) = ( 41 )

Nilai pasar (bersih ) = Rp 4.059


Apabila dibandingkan dengan harga perolehan terdahulu. Angka ini
menunjukkan adanya kemungkinan rugi sebesar Rp 284. Kemungkinan rugi
ini, dibebankan pada laba rugi tahn berjalan. Ayat jurnal penyesuaian yang
perlu dibuat, kalau surat berharga tersebut belum dijual adalah sbb:

Kerugian karena penurunan harga-


surat-surat berharga 284
Surat-surat berharga 284

Disamping langsung dikreditkan ke akun surat-surat berharga. Kerugian


karena penurunan harga juga dapat dikreditkan ke akun yang diberi nama:
Penyisihan unutuk penurunan nilai surat berharga.