Anda di halaman 1dari 3

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN

PENYAKIT ISPA

A. Latar Belakang

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih merupakan penyebab utama
kesakitan dan kematian balita di indonesia yaitu sebesar 28%1. WHO memperkirakan
kematian akibat pneumonia mencapai 10% – 20% pertahun dari seluruh jumlah bila tidak
diberi pengobatan2. Kematian balita karena pneumoni secara nasional diperkirakan 6 per
1000 balita per tahun atau sekitar 150.000 balita

pertahun1. Salah satu sasaran pemberantasan penyakit ISPA pada balita adalah
menurunkan angka kematian balita akibat pneumonia 1.

ISPA hingga saat ini merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Bengkulu
Utara karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ISPA. Data Profil
Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2003 menunjukkan bahwa penyakit
ISPA masih menempati posisi pertama dari 10 penyakit terbanyak yaitu 33,02%. Angka
kematian balita yang disebabkan oleh semua penyakit sebesar 12,3%2.

Pelaksanaan program P2 ISPA di Kabupaten Bengkulu Utara belum mencapai target


nasional3.4. Hasil survei pendahuluan, seluruh puskesmas di Kabupaten Bengkulu Utara
telah menjalankan program P2 ISPA dan telah ada pedoman teknis pada prosedur tetap
ISPA dari Depatemen Kesehatan RI tahun 2002 tentang Pedoman P2 ISPA Balita. Hal
tersebut terhambat oleh keterbatasan petugas memanfaatkan data program P2 ISPA dan
belum melaporkan secara rutin setiap bulan ke Dinas Kesehatan.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan ini sangatlah penting. perlu di ketahui, Apabila lingkungan Anda tidak
sehat ataupun dalam kondisi yang buruk hal ini bisa menimbulkan resiko ISPA bahkan
akan menimbulkan penyakit lainnya. Dari faktor lingkungan ini yang harus kita
perhatikan adalah lingkungan tempat tinggal yaitu rumah. Karena sebagian orang lebih
banyak menghabiskan waktrunya di dalam rumah, maka dari itu kita harus menjaga
kebersihannya.

Salah satu contohnya, asap rokok dan asap dari bahan pembakaran memasak. Asap
dengan konsentrasi tinggi dapat merusak mekanisme pertahanan paru-paru dan hal ini
akan memudahkan timbulnya ISPA. Kenapa demikian? Hal ini dapat terjadi karena
kurangnya ventilasi udara dalam rumah.

Taukah Anda bahwa ventilasi di dalam rumah sangat lah penting? Ventrilasi rumah
memiliki banyak fungsi seperti tempat keluar masuknya udara, membebaskan udara
ruangan dari bau-bauan, asap debu dan zat lainnya dengan cara pengenceran udara,
manupulasi panas akibat hilangnya panas ruang dan bangunan, mendisfungsikan suhu
udara secara merata.

Selain itu kepadatan hunian dalam rumah bisa mempengaruhi timbulnya penyakit
dimana keadaan tempat tinggal yang padat dapat meningklatkan faktor pulusi dalam
rumah. Penelitian menunjukan ada hubungan bermakna antara kepadatan dan kematian
dari bronkopneumonia pada bayi, tetapi disebutkan bahwa polusi udara, tingkat sosial,
dan pendidikan memberi korelasi yang tinggi pada hal ini.

B. Rumusan Masalah

1. apakah penyakit ispa itu?

2. apakah penyebab penyakit ispa itu?

3. bagaimana cara mengatasi penyakit ispa?

C. Tujuan
Untuk mengetahui penyabab penyakit ispa serta cara mengatasinya.

D. Manfaat Penelitian

Sebagai acuan dalam merencanakan, mengevaluasi dan menentukan kebijakan


program Pemberantasan Penyakit Menular sebagai pembanding untuk penelitian yang
akan datang.
Hasil penelitian ini nantinya dapat digunakan sabagai bahan pertimbangan
dalam rangka meningkatkan program kesehatan terutama yang berhubungan dengan
penyakit ISPA