Anda di halaman 1dari 4

PERLINDUNGAN POPULASI PASIEN YANG RENTAN

TERHADAP RISIKO KEKERASAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Rumah Sakit TK. IV
12 07 02 Sintang 1 dari 4

Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit Kepala Rumah Sakit TK IV 12 07 02 Sintang
(STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL)
dr. Inikke K, Sp.A, Msi.Med
Mayor Ckm (K) NRP 11020023810875

Kekerasan fisik adalah setiap tindakan yang disengaja atau


PENGERTIAN penganiayaan secara langsung merusak integritas fisik maupun
psikologis korban, ini mencakup antara lain memukul, menendang,
menampar, mendorong, mengigit, mencubit, pelecehan seksual
dan lain – lain yang dilakukan baik oleh pasien, staf maupun oleh
pengunjung.

TUJUAN Melindungi pasien dan kelompok pasien beresiko ( usia lanjut,


penderita cacat, anak- anak dan yang berisiko disakiti) dari
kekerasan fisik yang dilakukan oleh pengunjung, staf Rumah Sakit
dan pasien lain selama menjalani perawatan di Rumah Sakit TK
IV 12 07 02 Sintang

KEBIJAKAN Keputusan Kepala Rumah Sakit. TK IV 12 07 02 Sintang


No. Kep. / / /2017 tentang Kebijakan Hak Pasien dan
Keluarga di Rumah Sakit TK IV 12 07 02 Sintang yang berkaitan
dengan Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik Pada Pasien dan
Kelompok Beresiko

1. Tata laksana dari perlindungan terhadap kekerasan fisik


pada pasien sebagai berikut :
a. Petugas Rumah Sakit Tk. IV 12 07 02 Sintang melakukan
PROSEDUR proses identifikasi pasien beresiko melalui pengkajian
secara terperinci

b. Bila tindak kekerasan fisik dilakukan oleh pasien,


perawat unit bertanggung jawab untuk mengamankan
kondisi dan memanggil dokter medis untuk menilai
kebutuhan fisik dan psikologis dan mengecualikan
masalah medis pasien tersebut.
PERLINDUNGAN POPULASI PASIEN YANG RENTAN
TERHADAP RISIKO KEKERASAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Rumah Sakit TK. IV
12 07 02 Sintang
2 dari 4

c. Bila tindak kekerasan dilakukan oleh anggota staf rumah


sakit, perawat unit bertanggung jawab menegur staf
tersebut dan melaporkan insiden ke Kepala bagian /
Instalasi terkait untuk diproses lebih lanjut.

d. Bila tindak kekerasan dilakukan oleh pengunjung, staf


bertanggung jawab dan memiliki wewenang untuk
memutuskan diperbolehkan atau tidak pengunjung
tersebut memasuki area Rumah Sakit Tk. IV 12 07 02
Sintang.

e. Petugas Piket melakukan Monitoring Area publik yang


terbuka untuk umum dan tidak terpapar oleh CCTV
seperti area parkir, rawat jalan dan penunjang pelayanan.
Petugas Piket berkeliling area yang tidak terpapar CCTV
setiap 4 jam sekali. Dan untuk area terpapar CCTV akan di
pantau melalui monitor CCTV yang berada di Ruang Jaga
petugas Piket.

1. Pemberlakuan jam berkunjung pasien :

Pagi : Jam 11:00 – 13:00


Sore : Jam 17:00 – 20:00
Hari Minggu/Libur : Jam 07:00 – 20:00

2. Pintu masuk pengunjung pasien didepan hanya boleh


dibuka sesuai jam buka pengunjung pasien

3. Setiap pengunjung Rumah Sakit selain Penunggu pasien


meliputi tamu Rumah Sakit, detailer, Pengunjung Pasien,
pengantar obat atau barang dan lain – lain yang
berkunjung diluar jam kunjung wajib melapor ke petugas
Piket dan mengisi Buku Pengunjung.

4. Pasien dapat ditunggu oleh 2 (dua) orang anggota


keluarga dan akan di berikan kalung tunggu pasien oleh
perawat Ruangan. Apabila dibutuhkan lebih dari 2 (dua)
PERLINDUNGAN POPULASI PASIEN YANG RENTAN
TERHADAP RISIKO KEKERASAN

Rumah Sakit TK. IV No. Dokumen No. Revisi Halaman


12 07 02 Sintang
3 dari 4

orang penunggu, maka harus ada persetujuan dari


petugas ruangan.

5. Perawat ruangan dan Staf Rumah Sakit lain wajib melapor


kepada petugas Piket apabila menjumpai pengunjung
yang mencurigakan atau pasien yang dirawat membuat
keonaran maupun kekerasan

6. Petugas Piket berwenang menanyai pengunjung yang


mencurigakan dan mendampingi pengunjung tersebut
sampai ke pasien yang dimaksud.

2. Tata laksana perlindungan terhadap pasien usia lanjut dangan


gangguan kesadaran:
a. Pasien rawat jalan
1) Pendampingan oleh petugas penerimaan pasien dan
mengantar sampai ketempat periksa yang dituju dengan
memakai alat bantu bila diperlukan.
2) Perawat poli umum, spesialis dan gigi wajib
mendampingi pasien saat dilakukan pemeriksaan
sampai selesai.
b. Pasien rawat inap
1) Penempatan pasien di kamar rawat inap sedekat
mungkin dengan kantor perawat.
2) Perawat memastikan dan memasang pengaman
tempat tidur
3) Perawat memastikan bel pasien mudah dijangkau
oleh pasien dan dapat digunakan.
4) Meminta untuk menjaga pasien baik oleh keluarga
atau pihak yang ditunjuk dan dipercaya.

3. Tata Laksana perlindungan terhadap penderita cacat :


a. Petugas penerima pasien melakukan proses
penerimaan pasien penderita cacat baik rawat jalan
maupun rawat inap dan wajib membantu serta menolong
sesuai dengan kecacatan yang disandang sampai proses
selesai dilakukan.
b. Bila diperlukan, perawat meminta pihak keluarga untuk
menjaga pasien atau pihak lain yang ditunjuk.
c. Memastikan bel pasien mudah dijangkau oleh pasien dan
PERLINDUNGAN POPULASI PASIEN YANG RENTAN
TERHADAP RISIKO KEKERASAN

Rumah Sakit TK. IV No. Dokumen No. Revisi Halaman


12 07 02 Sintang
4 dari 4

memastikan dapat menggunakan bel tersebut.


d. Perawat memasang dan memastikan pengaman tempat
tidur

4. Tata laksana perlindungan terhadap anak–anak


a. Ruang perinatologi harus dijaga minimal satu orang
perawat atau bidan, ruangan tidak boleh ditinggalkan
tanpa ada perawat atau bidan yang menjaga
b. Perawat meminta surat pernyataan secara tertulis
kepada orang tua apabila akan dilakukan tindakan yang
memerlukan pemaksaan.
c. Perawat memberikan bayi dari ruang perinatologi
hanya kepada ibu kandung bayi bukan kepada keluarga
yang lain.

5. Tata laksana perlindungan terhadap pasien yang beresiko


disakiti (resiko penyiksaan, napi, korban dan tersangka tindak
pidana, korban kekerasan dalam rumah tangga).
a. Pasien ditempatkan di kamar perawatan sedekat
mungkin dengan kantor perawat
b. Pengunjung maupun penjaga pasien wajib lapor
dan mencatat identitas di kantor perawat, berikut dengan
penjaga maupun pengunjung pasien lain yang satu kamar
perawatan dengan pasien beresiko.
c. Perawat berkoordinasi dengan satuan pengaman
untuk memantau lokasi perawatan pasien, penjaga
maupun pengunjung pasien
d. Koordinasi dengan pihak berwajib bila diperlukan.

1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Jalan
UNIT TERKAIT
3. Unit Gawat Darurat
4. Petugas Piket

Anda mungkin juga menyukai