Anda di halaman 1dari 5

NAMA : Happy Agung Sentosa

NIM :21030114130121

KELAS :B

TUGAS KIMIA FISIKA

RANGKUMAN VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

1. Viskositas

Viskositas itu sendiri ialah ukuran kekentalan fluida yang dapat menyatakan besar kecilnya suatu gesekan dalam fluida,
maka dari itu jika Viskositas makin besar didalam Fluida tersebut maka akan semakin sulit suatu fluida itu mengalir.
Viskositas dapat dianggap sebagai suatu gesekan antara lapisan zat cair atau gas yang mengalir. Tiap molekul dalam cairan
dianggap dalam kedudukan setimbang.Besar kecilnya gaya gesekan tersebut tergantung dari sifat zat cair yang dikenal
dengan nama viskositas

G

Dirumuskan : A.dv
dy

Dengan: η = viskositas

G = gaya gesek

A = luas permukaan zat cair

dv = perbedaan kecepatan antara dua lapisan zat cair yang berjarak dy

Dalam satuan cgs, viskositas sebesar 1 dyne dt cm-2 disebut 1 poise. Untuk kekentalan yang kecil dapat digunakan
centipoise (10-2 poise).

2.Macam-Macam Viskositas

Ada dua macam viskositas, antara lain :

1.Viskositas Dinamis: viskositas yang disebabkan apabila dua lapisan zat cair saling bergeseran sehingga besarnya gaya
gesekan zat cair dinyatakan dengan banyaknya 1 gram zat cair yang mengalir sejauh 1 cm dt-1, satuannya dalam satuan SI
adalah dyn.s/cm2 atau poise.

2.Viskositas Kinematis: viskositas yang ditimbulkan bila dua zat cair saling bergesekan sehingga besarnya gaya gesekan zat
cair dinyatakan dengan banyaknya zat cair yang mengalir per satuan luas tiap detik, satuannya adalah cm2dt-1 atau stokes.

ηd = gr cm-1 det-1

ηk = cm2/dt

jadi ηd/ ηk = gr/cm3 = ρ (densitas)

3.Viskositas Suatu Larutan

1.Viskositas Relatif
Adalah rasio antara viskositas larutan dengan viskositas dari pelarut yang digunakan. Dinyatakan dengan rumus:
𝜂
𝜂𝑟 =
𝜂0

2.Viskositas Spesifik

Adalah rasio antara perubahan viskositas yang terjadi setelah penambahan zat terlarut dengan viskositas pelarut murni.
Dinyatakan dengan rumus:
𝜂 − 𝜂0
𝜂𝑠𝑝 = = 𝜂𝑟 − 1
𝜂0

3.Viskositas Inheren

Adalah rasio antara logaritma natural dari viskositas relatif dengan konsentrasi dari zat terlarut (biasanya berupa polimer).
Viskositas inheren dinyatakan dengan rumus:
ln 𝜂𝑟
𝜂𝑖 =
𝑐

4.Viskositas Intrinsik

Adalah rasio antara viskositas spesifik dengan konsentrasi zat terlarut yang diekstrapolasi sampai konsentrasi mendekati nol
(saat pengenceran tak terhingga). Viskositas intrinsik menunjukkan kemampuan suatu polimer dalam larutan untuk
menambah viskositas larutan tersebut.
𝜂𝑠𝑝
[𝜂] = lim
𝑐→0 𝑐

4.Prinsip Kerja Viskositas

Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Viskositas alias
kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara molekul-molekul yang menyusun suatu fluida. Jadi molekul-molekul
yang membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek ketika fluida tersebut mengalir. Pada zat cair, viskositas disebabkan
karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh
tumbukan antara molekul. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida yang
lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu dll. Cara menentukan viskositas suatu zat
menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Ada beberapa tipe viskometer yang biasa digunakan antara lain :

1.Viskometer kapiler / Ostwald

Viskositas dari cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2
tanda ketika mengalir karena gravitasi melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan
waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui (biasanya air) untuk lewat 2 tanda tersebut

2. Viskometer Hoppler

Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan sehingga gaya gesek = gaya berat – gaya
archimides. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola ( yang terbuat dari kaca ) melalui tabung gelas yang berisi zat
cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga resiprok sampel

3. Viskometer Cup dan Bob


Prinsip kerjanya sample digeser dalam ruangan antaradinding luar dari bob dan dinding dalam dari cup dimana bob masuk
persis ditengah-tengah. Kelemahan viscometer ini adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan geseran yang tinggi di
sepanjangkeliling bagian tube sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi. Penurunan konsentras ini menyebabkab
bagian tengah zat yang ditekan keluar memadat. Hal ini disebut aliran sumbat

4.Viskometer Cone dan Plate

Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkan ditengah-tengah papan, kemudian dinaikkan hingga posisi di bawah kerucut.
Kerucut digerakkan oleh motor dengan bermacam kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang semitransparan yang
diam dan kemudian kerucut yang berputar (Moechtar,1990).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Viskositas

Viskositas suatu cairan dipengaruhi oleh kadar air yang ada pada cairan tersebut. Kekentalan
atau viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan antara
molekul – molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir dapat
dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan – bahan yang sulit mengalir
dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Viskositas menentukan kemudahan suatu molekul bergerak
karena adanya gesekan antar lapisan material. Karenanya viskositas menunjukkan tingkat ketahanan
suatu cairan untuk mengalir. Semakin besar viskositas maka aliran akan semakin lambat. Besarnya
viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur, gaya tarik antar molekul dan ukuran
serta jumlah molekul terlarut. Berikut adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi besarnya nilai
viskositas suatu fluida

1. Densitas
Pengaruh densitas terhadap viskositas dapat dilihat dari rumus:

 .t .
  X X

X
 .t
a a
a

2. Suhu
Untuk gas, semakin besar suhu maka tekanan semakin besar. Akibatnya jarak antar molekul makin kecil dan
gesekan antar molekul bertambah sehingga viskositas makin besar. Pada cairan, viskositas meningkat dengan
naiknya tekanan dan menurun bila suhu meningkat.
3. Tekanan
Dari percobaan rontgen dan dilanjutkan oleh loney dan Dr.Ichman memperlihatkan bahwa untuk semua cairan,
viskositas akan bertambah bila tekanan naik.
Rumus: ηp = ηl + (1+αP)
dengan ηp =viskositas pada tekanan total P (kg/cm2)
ηl = viskositas pada tekanan total i (kg/cm2)
α = konstanta
4. Gaya gesek
Semakin besar gaya gesek antar lapisan maka viskositasnya semakin besar.
1.Pengertian Tegangan Muka

Tegangan muka merupakan gaya atau tarikan yang arahnya ke dalam cairan yang menyebabkan permukaan zat cair

tersebut berkontraksi. Tegangan permukaan suatu zat cair terjadi karena adanya resultan gaya tarik-menarik molekul

yang berada di permukaan zat cair tersebut. Gaya tarik-menarik antar molekul dalam cairan bernilai sama ke segala

arah,

2.Metode Penentuan Tegangan Muka

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan muka, antara lain :

1.Metode Kenaikan Pipa Kapiler

Berdasarkan rumus: γ = hρgr

Dengan: γ = tegangan muka

h = tinggi kenaikan zat cair


ρ = densitas zat cair
g = tetapan gravirasi
r = jari-jari pipa kapiler

Karena kadang-kadang penentuan jari-jari pipa kapiler sulit maka digunakan cairan pembanding (biasanya air) yang sudah
diketahui nilai tegangan mukanya.

2.Metode Tetes

Jika cairan tepat akan menetes maka gaya tegangnan permukaan sama dengan gaya yang disebabkan oleh gaya berat itu
sendiri, maka:

mg = 2πγr

Dengan : m = massa zat cair


Harus diusahakan agar jatuhnya tetesan hanya disebabkan oleh berat tetesannyasendiri dan bukan oleh sebab yang lain.
Selain itu juga digunakan metode pembanding dengan jumlah tetesan untuk volume (V) tertentu.
Berat satu tetesan = v. ρ/n

3.Metode Cincin

Dengan metode ini, tegangan permukaan dapat ditentukan dengan cepat dengan hanya menggunakan sedikit cairan. Alatnya
dikenal dengan nama tensiometer Duitog, yang berupa cincin kawat Pt yang dipasang pada salah satu lengan timbangan.
Cincin ini dimasukan ke dalam cairan yang akan diselidiki tegangan mukanya dengan menggunakan kawat. Lengan lain dari
timbangan diberi gaya sehingga cincin terangkat di permukaan cairan.

4.Metode Tekanan Maksimum Gelembung

Dasarnya adalah bahwa tegangan muka sama dengan tegangan maksimum dikurangi gaya yang menekan gas keluar

3.Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan muka:


Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tegangan muka, antara lain :

1. Densitas
2. Konsentrasi
3. Suhu
4. Viskositas
4. Kegunaan Tegangan Muka

1. Mengetahui kelembaban tanah seperti yang ditunjukan tumbuhan dengan proses kapilaritas
2. Digunakan pada industri barang-barang ekstrak plastik untuk melepaskan hasil cetakan dari cetakannya
3. Mengetahui konsentrasi suatu larutan dengan membuat kurva kalibrasi γ vs konsentrasi