Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KIMIA LINGKUNGAN

BAHAN AJAR

PENERAPAN PENGHEMATAN AIR

Oleh:

Nama : Arum Mawar Wati

NIM : 431141676

Jurusan/Rombel : Kimia/002

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2017
Penerapan Penghematan Air

A. Kompetensi dan Indikator


Kompetensi
Mengetahui berbagai pengetahuan tentang penerpan penghematan air. Dan menyadari
upaya apa yang dapat dilakukan dan diketahui untuk menerapkan penghematan air.
Indikator Pencapaian
Mahasiswa mampu mendiskripsikan tentang upaya pnerapan penghematan air dan
mengetahui tentang masalah-masalah apa yang di timbulkan oleh penggunaan air
yang berlebihan
B. Pendahuluan

Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui namun seiring
pertambahan penduduk dan pembangunan perkotaan yang sangat pesat, keberadan air
mulai menurun baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Perilaku boros air bersih
menyebabkan semakin banyak orang yang kehilangan akses terhadap air bersih.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat air diantaranya dengan cara
membatasi penggunaan air.
Kelangkaan air bersih adalah situasi saat terjadinya kekurangan air untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Suatu negara dikatakan sedang mengalami water stress
saat suplai air tahunan kurang dari 1.700 m3 per orang. Kemudian apabila suplai air
tahunan kurang dari 1.000 m3 per orang, negara tersebut dikatakan mengalami water
scare. Bila diperhitungkan hampir 2 milyar orang mengalami kekurangan air saat ini,
sehingga dengan pertambahan 1 milyar orang lagi diperkirakan akan terjadi kelangkaan
air bersih pada tahun 2025 (Madona, 2014).
Negara-negara yang dihadapkan pada kondisi Water Stress atau Water Scarce
pada tahun 1995 dan 2025 (proyeksi) tertera pada Gambar 1, yang menjelaskan bahwa
pada tahun 2025 jumlah negara yang mengalami water scarcity akan bertambah.
Sementara itu water stress akan menyebabkan penurunan dari sumber daya air bersih
secara kuantitas hal ini bisa terjadi karena eksploitasi yang berlebihan dari airtanah,
sungai yang kering, dan lain-lain. Sedangkan kualitas air bersih ditentukan oleh polusi
materi organik, eutrofikasi, instrusi air laut dan lain-lain.
Ga
mbar 1. Negara-Negara yang Dihadapkan pada Kondisi Water Stress atau Water
Scarce pada Tahun 1995 dan 2025 (proyeksi)
(sumber: Michelcic, James R.and Julie B. Z. 2010)
C. Pembahasan

Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup
yang lain juga sangat membutuhkan air. kekurangan air pada tubuh manusi bisa
mneyebabkan dehidrasi karena ketahanan tubuh manusia sangat bergantung pada
berbagai fungsi air sedangkan tubuh manusia belum mengembangkan suatu sistem
penyimpanan air sebagai sistem penyimpanan lemak. Air merupakan salah satu
komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Menurut Kodoatie (2008) “air
merupakan sumber kehidupan Semua makhluk membutuhkan air, untuk
kepentingannya.
Portensi dan ketersediaan air di Indonesia saat ini diperkirakan sebesar 15.000
meter kubik perkapita pertahun. Jauh lebih tinggi dari rata-rata pasokan dunia yang
hanya 8.000 m3/kapita/tahun. Pulau Jawa pada tahun 1930 masih mampu memasok
4.700 m3/kapita/tahun, saat ini total potensinya sudah tinggal sepertiganya, yakni
tinggal 1500 m3/kapita/tahun. Pada tahun 2020 total potensinya diperkirakan tinggal
1200 m3/kapita/tahun. Dari potensi alami ini, yang layak dikelola secara ekonomi
hanya 35%, sehingga potensi nyata tinggal 400 m3/kapita/tahun, jauh dibawah angka
minimum PBB, yaitu sebesar 1.000 m3/kapita/tahun. Padahal dari jumlah 35%
tersebut, sebesar 6% diperlukan untuk penyelamatan saluran dan sungai-sungai,
sebagai maintenance low (Herlambang,2006).

Upaya yang dapat dilakukan yaitu :

STRATEGI PENGHEMATAN AIR

1. Pengaturan Tata Ruang


Tata Ruang memegang peranan penting dalam pengelolaan lingkungan. Tata Ruang yang
baik mengatur pemanfatan ruang dengan mempertimbangkan beban lingkungan yang akan
muncul jika ruangnya sudah terpakai. Tata Ruang yang berwawasan lingkungan akan
menghasilkan model-model kota atau desa yang akrab dengan lingkungan atau yang sekarang
dikenal dengan "eco city".
2. Perlindungan Sumber Air
Perlindungan sumber air meliputi perlindungan daerah resapan air dengan cara
pembatasan bangunan, pelarangan penebangan hutan dan pembukaan hutan, penguasaan
sumber-sumber air oleh individu atau pengambilan yang berlebihan, perlindungan dari
pencemaran baik oleh domestik maupun oleh Industri. Sebagai langkah pencegahan sumber
air perlu dilindungi dari pencemaran, oleh karena itu bagi Industri yang terletak di daerah
hulu, harus dikenai peraturan lingkungan yang lebih ketat dibandingkan yang terletak di hilir,
karena jika mereka membuang limbah ke sungai atau perairan sekitar, maka air tersebut akan
mengalir ke daerah hilir dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan jika terjadi
pencemaran dampaknya akan sangat luas. Dalam rangka perlindungan Sumber Daya Air ini
telah telah dikeluarkan Undang-undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air,
sebagai pengganti Undang-undang Nomor 11 tahun 1974 tentang pengairan. yang dianggap
sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan keadaan, dan perubahan dalam kehidupan
masyarakat. Dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2004 telah diatur mengenai perlindungan
sumber daya air.

3. Aspek Legal : Pembinaan Dan Penegakan Hukum


Dalam rangka pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air
dipergunakan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Dalam pasal 8, PP No
82 Tahun 2001 dikenal kriteria mutu air berdasarkan kelas, dimana klasifikasinya
adalah sebagai berikut:
 Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan
atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut;
 Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana / sarana rekreasi
air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan ,air untuk mengairi pertamanan, dan
atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut;
 Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air
tawar, peternakan, air untuk mengairi pertamanan, dan atau peruntukan lain yang
mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan tersebut;
 Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi, pertamanan
dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan
kegunaan tersebut.

4. Perlindungan Sumber Air


Perlindungan sumber air meliputi perlindungan daerah resapan air dengan cara
pembatasan bangunan, pelarangan penebangan hutan dan pembukaan hutan, penguasaan
sumber-sumber air oleh individu atau pengambilan yang berlebihan, perlindungan dari
pencemaran baik oleh domestik maupun oleh Industri. Sebagai langkah pencegahan sumber
air perlu dilindungi dari pencemaran, oleh karena itu bagi Industri yang terletak di daerah
hulu, harus dikenai peraturan lingkungan yang lebih ketat dibandingkan yang terletak di hilir,
karena jika mereka membuang limbah ke sungai atau perairan sekitar, maka air tersebut akan
mengalir ke daerah hilir dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan jika terjadi
pencemaran dampaknya akan sangat luas (Herlambang, 2006).

5. Teknologi Pengolahan Limbah


Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya setiap orang berprinsip untuk tidak
membuang limbah ke perairan. Pertanyaannya adalah apakah mungkin itu terjadi ? Bagi
masyarakat atau industri atau kegiatan yang terletak ditepi sungai, contohnya, akan secara
sengaja atau tidak sengaja akan mengalirkan limbahnya ke sungai karena faktor topografi
semata. Oleh karena itu dengan adanya sosialisasi Undang- Undang dan Peraturan yang ada
maka, diharapkan dengan kesadaran penuh mereka akan mengolah limbahnya sebelum
dibuang ke perairan.
Teknologi Pengolahan Limbah, banyak macam dan ragamnya. Setiap jenis limbah
mempunyai kekhususan dalam teknologi, tergantung jenis limbah yang akan diolah dan
tingkat kesulitan dalam pengolahan. Teknologi pengolahan limbah yang ada di pasar,
sebagian besar adalah merupakan paket teknologi, oleh karena itu didalam pemilihan
teknologi, sebaiknya dilakukan dahulu semacam penelitian untuk mengetahui karakter limbah
yang akan diolah. Dengan mengetahui karakter limbah kita akan menentukan proses
pengolahan limbah yang akan dilakukan, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengolahan,
bahan dan energi yang akan digunakan, biaya konstruksi dan operasi yang akan dikeluarkan.
Pengetahuan akan teknologi pengolahan limbah penting agar tidak terjadi pemborosan yang
berakibat kerugian.

BIOREMEDIASI
Saat ini, bioremediasi telah berkembang pada pengolahan air limbah yang
mengandung senyawa-senyawa kimia yang sulit untuk didegradasi dan biasanya
dihubungkan dengan kegiatan industri, antara lain logam-logam berat, petroleum
hidrokarbon, dan senyawa-senyawa organik terhalogenasi seperti pestisida dan herbisida
(Tortora, 2010). Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih
untuk ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar polutan
dalam air. Sehingga air hasil bioremediasi dapat digunakan untuk kepentigan lain seperti
mencuci motor,dll.
Pemanfaatan Kembali Air Limbah Rumah Tangga Untuk Kebutuhan Mandi Dan Cuci

Deterjen adalah zat yang berfungsi sebagai zat pencuci, bersifat sebagai surfaktan dan
tidak dipengaruhi oleh air sadah. Deterjen tergolong pencemar lingkungan air karena sukar
terurai. Deterjen memiliki sifat surfaktan karena molekulnya mengandung bagian hidrofob
(tidak suka air tapi larut dalam lemak) dan bagian hidrofil (larut dalam air). Bagian hidrofob
tersebut umumnya berupa rantai hidrogen panjang, dan menjadi faktor penentu dari suatu
deterjen. Deterjen digunakan secara luas sebagai zat pembersih baik dilingkungan rumah
3
tangga maupun diberbagai industri, biasanya deterjen rumah tangga diperkaya dengan
parfum, zat pemutih, zat pencemerlang. Contoh zat pencuci (surfaktan buatan) antara lain, C 11
, H23, CH2O, SO3-, Na+, CH3(CH2)9CH(CH3)C6H4SO-,Na+ (natrium alkil benzen sulfonat linier,
natrium lauril sulfat)(Mulyono,2005).
Untuk digunakan sebagai air yang layak dikonsumsi kembali, ada beberapa
persyaratan yang harus diperhatikan, persyaratan tersebut antara lain fisika, kimia,
bakteriologis, yang merupakan satu kesatuan, sehingga apabila salah satu syarat tidak
terpenuhi maka air dikatakan tidak layak konsumsi. Salah satu parameter kimia yang
disyaratkan adalah jumlah kandungan unsur Ca2+ dan Mg2+ yang keberadaannya biasa disebut
kesadahan air. Kesadahan dalam air sangat tidak dikehendaki baik untuk penggunaan rumah
tangga maupun untuk penggunaan industri. Apabila air rumah tangga tingkat kesadahan yang
tinggi mengakibatkan konsumsi sabun lebih banyak, karena sabun jadi kurang efektif akibat
salah satu bagian dari molekul sabun diikat oleh unsur Ca atau Mg(Nusa&Ruliasih,2011).
Limbah cair yang berasal dari air bekas cuci dan mandi dapat diolah menjadi air yang
dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan peruntukkannya. Pengolahan limbah cair dapat
dilakukan secara biologis dengan media lumpur aktif. Sedangkan keberhasilan proses
pengolahan dipengaruhi oleh perbandingan berat lumpur aktif terhadap volume limbah dan
waktu pengolahan.
Lumpur aktif (activated sludge) adalah proses pertumbuhan mikroba tersuspensi.
Proses pendegradasian pada dasarnya merupakan pengolahan aerobik yang mengoksidasi
material organik menjadi CO2, H2O, NH4, dan sel biomassa baru. Proses ini menggunakan
udara yang disalurkan melalui pompa blower (diffused) atau melalui aerasi mekanik. Sel
mikroba membentuk flok yang akan mengendap di tangki penjernihan. Kemampuan bakteri
dalam membentuk flok menentukan keberhasilan pengolahan limbah secara biologi, karena
akan memudahkan pemisahan partikel dan air limbah(Arie,2011).

Latihan Soal
A. Pilihan Ganda
1. Air yang sudah tercemar memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kecuali …..
a.rasanya berubah
b. baunya berubah
c. warnanya berubah
d. mengandung mikroorganisme patogen
e. mengandung mikroorganisme non-patogen
Jawaban: e
2. Tanaman eceng gondok akan mengalami pertumbuhan sangat padat apabila perairan
dalam kondisi …..
a. cukup air
b. eutrofikasi
c. cukup sinar matahari
d. kandungan O2 rendah
e. kadar O2 dan CO2 seimbang
Jawaban: b
3. Untuk menjaga kelestarian lingkungan sungai di daerah pemukiman yang berdekatan
dengan pabrik, usaha paling tepat yang harus dilakukan adalah …..
a. memindahkan pabrik yang ada
b. memproses limbah yang dihasilkan
c. menutup pabrik
d. membelokan aliran sungai
e. memindahkan pemukiman penduduk
Jawaban: b

B. Uraian
1. Pada tahun berapa negara-negara diprediksi akan dihadapkan pada kondisi Water
Stress atau Water Scarce ?
2. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk menghemat air ?
3. Sebut dan jelaskan klasifikasi strategi penghematan air dalam aspek legal !
4. Apa yang dimaksud bioremediasi ?

Jawaban :
1. Pada tahun 2025

2. 2.1 Pengaturan Tata Ruang


2.2 Perlindungan Sumber Air
2.3 Aspek Legal : Pembinaan Dan Penegakan Hukum
2.4 Perlindungan Sumber Air
2.5 Kelompok Sadar Lingkungan Dan Lembaga Swadaya Masyarakat
2.6 Teknologi Pengolahan Limbah
2.7 Pajak Dan Bank Lingkungan
3. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan
atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut;
Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana / sarana rekreasi
air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan ,air untuk mengairi pertamanan, dan
atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut;
Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air
tawar, peternakan, air untuk mengairi pertamanan, dan atau peruntukan lain yang
mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan tersebut;
Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi, pertamanan
dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan
kegunaan tersebut.
4. Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih untuk
ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar polutan.
Pada saat proses bioremediasi berlangsung, enzim-enzim yang diproduksi oleh
mikroorganisme memodifikasi struktur polutan beracun menjadi tidak kompleks
sehingga menjadi metabolit yang tidak beracun dan berbahaya.

Rangkuman
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan makhluk hidup terutama
manusia. Manusia membutuhkan air untuk konsumsi rumah tangga diantaranya untuk
minum, masak cuci, dan mandi. Kebutuhan air paling dominan digunakan untuk mandi dan
cuci sehingga volume air untuk memenuhi kebutuhan tersebut terus meningkat seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pola hidup manusia yang semakin bervariasi.
Dalam upaya penerapan pengehematan air perlu dilakukan perlindungan sumber air
dengan cara menata tata ruang yang berwawasan lingkungan dan dilindungi oleh undang-
undang yang berlaku. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan dalam rangka membuat sistem
data yang terpadu dan kontinu, guna menunjang penegakan hukum bagi pelangaran undang-
undang.. Pembentukan dan pembinaan kelompok sadar lingkungan sangat diperlukan sebagai
contoh nyata pengelolaan lingkungan yang baik untuk setiap wilayah atau propinsi. Perlu
penguasaan teknologi pengolahan limbah.lah dengan menggunakan bioremediasi dan
pemanfaata kembali limbah rumah tangga untuk kebutuhan mandi dan cuci.

DAFTAR PUSTAKA

Arie,H. 2011. Teknologi Pengolahan Limbah Tekstil dengan Sistem Lumpur Aktif. Jakarta
Pusat : Direktorat Teknologi Lingkungan.

Herlambang, Arie. 2006. Pencemaran Air Dan Strategi Penanggulangannya. Jakarta Pusat :
Peneliti Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT.

Kodatie, Robert J. dan Sjarief, Rustam. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Air terpadu.
Yogyakarta: Penerbit Andi.

Madonna, S., Studi, P., Lingkungan, T., & Bakrie, U. (2014). Efisiensi Energi Melalui
Penghematan Pengguna Air. Jurnal Teknik Sipil. ( Studi Kasus : Institusi Pendidikan
Tinggi Universitas Bakrie ), 12(4), 267–274.

Michelcic, James R., Julie Beth Zimmerman. 2010. Environmental Engineering Fun-
damentals, Sustainability, Design. USA : John Wiley & Sons, Inc.

Mulyono. 2005. Kamus Kimia. Bandung : Bumi Aksara.


Nida, R.S dan Chaerunisah.Laju Degradasi Surfaktan Linear Alkil Benzena Sulfonat(LAS)
pada Limbah Deterjen secara Anaerob pada Reaktor Lekat Diam Bermedia Sarang
Tawon. Jurnal Kimia. Jakarta : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Paul Lessard and Yann Le Bihan, 2003, Introduction to Microbiological Wastewater


Treatment, Fixed film processes, Handbook of water and wastewater microbiology, Ed
Duncan Mara and Hogan, Elsevier. ( 317-336)

Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air.

Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.