Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PEMBUKAAN

A. Latar Belakang
Kewirausahan adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana
kita dapat berdiri sendiri dalam mengelola suatu usaha. Kewirausahaan adalah
ilu yang harusnya ditanamakan pada setiap kalangan baik tua maupun muda,
karena dengan banyaknya wirausahawan disetiap Negara, maka Negara
tersebut akan maju perekonomiannya. Tetapi di Negara Indonesia jumlah
wirausaha masih sangat kurang dan belum mencapai standar, sehingga masih
banyak masyarakatnya yang miskin karena kurangnya lapangan pekerjaan dan
karena banyaknya jumlah manusia di Indonesia. Rakyat Indonesia
kebanyakan takut melangkah dalam dunia usaha karena berdalih dunia usaha
tidak menjanjikan suatu keberhasilan yang mutlak, karena memikirkan risiko
yang terjadi terlebih dahulu.
Dalam berwirausaha, kerap kali kita temukan permasalahan tantangan dan
hambatan yang memperlambat progress dari sebuah usaha tersebut. Hal ini mungkin saat
terjadi akibat tidak adanya proses analisis bisnis dan studi kelayakan sebelum usaha tersebut
dimulai. Usaha yang akan dijalankan diharapkan dapat memberikan penghasilan sesuai
dengan target yang telah ditetapkan. Pencapaian tujuan usaha harus memenuhi beberapa
kriteria kelayakan usaha. Artinya, jika diihat dari segi bisnis, suatu usahasebelum dijalankan
harus dinilai pantas atau tidak untuk dijalankan. Pantas artinya layak atau akan memberikan
keuntungan dan manfaat yang maksimal.Agar tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai
keinginan, apapun tujuan perusahaan (baik profit, sosial, maupun gabungan dari keduanya),
apabila ingin melakukan investasi,terlebih dahulu hendaknya dilakukan sebuah studi dan
analisis. Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi yang akan ditanamkan layak atau
tidak untuk dijalankan (dalamarti sesuai dengan tujuan perusahaan) atau dengan kata lain,
jika usaha tersebutdijalankan, akan memberikan manfaat atau tidak.

1
Oleh karena itu dalam usaha peningkatan mutu kehidupan dengan jalan wirausaha
kita perlu mengetahui ilmunya seperti pada materi yang akan kami bahas kali ini yaitu studi
kelayakan usaha, sehingga masalah-masalah dalam berwirausaha dapat diantisipasi sedini
mungkin sebelum pendirian usaha.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah ada, maka kami mendapatkan rumusan
suatu masalh yaitu sebgai berikut:
1. Bagaimana sesorang dapat mendirikan usaha dengan baik dan benar,
menggunakan studi kelayakan usaha?
2. Bagaimana langkah-langkah pendirian suatu usaha dengan menerapkan
studi kelayakan usaha?

C. Tujuan
Dalam pembuatan makalah ini kami memiliki tujuan selain hanya
sebagai pemenuhan tugas kewirausahan yaitu sebagai berikut:
1. Memahami apa itu Studi Kelayakan Usaha.
2. Dapat menerapkan dalam langkah-langkah pendirian usaha.
3. Dengan mempelajarai Studi Kelayakan Usaha mampu mengantisipasi hal-
hal buruk yang mungkin terjadi pada saat usaha berjalan/ telah didirikan.

2
BAB II
PEMBAHASAN MATERI

A. Penjelasan
Dalam penjelasan studi kelayak usaha ini akan kami angkat dua
pengertian yang berbeda sumbernya. Pengertian pertama, studi kelayakan
usaha/bisnis juga sering disebut studi kelayakan proyek adalah penelitian
tentang dapat tidaknya suatu usaha/proyek dilaksanakan dengan berhasil. Atau
pada pengertian kedua menjelaskan bawasannya studi kelayakan usaha, yaitu suatu
kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan, usaha atau bisnis yang
akan dijalankan dalam rangka menentukan layak atau tidak suatu usaha tersebut dijalankan.
Dan membahas dari pengertian pertama Istilah proyek mempunyai arti
suatu pendirian usaha baru atau pengenalan sesuatu (barang atau jasa) yang
baru ke dalam suatu produk mix yang sudah ada selama ini. Pengertian
keberhasilan bagi pihak yang berorientasi profit dan pihak non profit bisa
berbeda. Bagi pihak yang berorientasi profit semata biasanya mengartikan
keberhasilan suatu proyek dalam artian yang lebih terbatas dibandingkan
dengan pihak nonprofit, yaitu diukur dengan keberhasilan proyek tersebut
dalam menghasilkan profit. Sedangkan bagi pihak nonprofit (misalnya
pemerintah dan lembaga nonprofit lainnya), pengertian berhasil bisa berupa
misalnya, seberapa besar penyerapan tenaga kerjanya, pemanfaatan sumber
daya yang melimpah ditempat tersebut, dan faktor-faktor lain yang
dipertimbangkan terutama manfaatnya bagi masyarakat luas.
Dari pengertian kedua memiliki penjelasan demikian, studi kelayakan usaha
merupakan kegiatan untuk mempelajari secara mendalam, artinya meneliti secara sungguh-
sungguh data dan informasi yangada, yang kemudian mengukur, menghitung dan
menganalisis hasil penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu. Dan
penelitian yang dilakukan terhadap usaha yang akan dijalankan menggunakan ukuran
tertentu, sehingga diperoleh hasil yang maksimal.Istilah kelayakan mengandung arti, bahwa

3
penelitian yang dilakukan secara mendalam dengan tujuan untuk menentukan apakah usaha
yang dijalankan akan memberikanmanfaat yang lebih besardibandingkan dengan biaya
yang akan dikeluarkan. Dengankata lain, kelayakan dapat berartibahwa usaha yang
dijalankan akan memberikan keuntungan finansial dan nonfinansial sesuaidengan tujuan
yang diinginkan. Lebih lanjut, istilah layak juga berarti bahwa suatu usaha jugadapat
memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankan, tetapi juga
bagiinvestor, kreditor, pemerintah dan masyarakat luas.
Jadi intinya dari kedua pengertian tersebut sebgai berikut. Studi kelayakan usaha
adalah suatu cara dimana dilakukan pengkajian secra mendalam untuk menetukan apakah
usaha tersebut layak atau tidak untuk didirikan agar tercapainya keberhasilan dalam
menjalankan usaha, sehingga mampu mengantisipasi masalah yang akan menimpa dengan
menggunkan studi kelayakan usaha, sehingga risiko dapat ditekan seminimal mungkin.
Studi kelayakan usaha menilai keberhasilan suatu usaha dalam satu
keseluruhan sehingga semua faktor harus dipertimbangkan dalam suatu
analisis terpadu yang meliputi faktor-faktor yang berkenaan dengan aspek
teknis, pasar,keuangan, manajemen, hukum serta manfaat proyek bagi
ekonomi nasional. Penjelasan secara ringkas aspek-aspek tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Aspek teknis berkenaan dengan kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja,
kebutuhan fasilitas infrastuktur dan faktor-faktor produksi lainnya.
2. Aspek pasar berkenaan dengan kesempatan pasar yang ada dan
prospeknya serta strategi pemasaran yang tepat untuk memasarkan produk
atau jasa.
3. Aspek keuangan ditinjau dari profitabilitas komersial dan kemampuan
memenuhi kebutuhan dana dan segala konsekuensinya.
4. Aspek Manajemen, menilai kualitas dan kemampuan orang-orang yang
akan menangani usaha.
5. Aspek hukum meliputi segala aspek hukum yang relevan bagi
kelangsungan usaha

4
B. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam konsep studi kelayakan usaha adalah
:
1. Bagi pihak investor, studi kelayakan usaha/bisnis ditujukan untuk
melakukan penilaian dari kelayakan usaha untuk menjadi masukan yang
berguna karena sudah mengkaji berbagai aspek seperti aspek pasar, aspek
tenis dan operasi, aspek organisasi dan manajemen, aspek lingkungan dan
aspek finansial sehingga dapat dijadikan dasar bagi investor untuk
membuat keputusan investasi yang lebih obyektif.
2. Bagi analisis studi kelayakan, adalah suatu alat yang berguna, yang dapat
dipakai sebagai penunjang kelancaran tugas-tugasnya dalam melakukan
penilaian suatu usaha baru, pengembangan usaha baru, atau menilai
kembali usaha yang sudah ada.
3. Bagi masyarakat, merupakan suatu peluang untuk meningkatkan
kesejahteraan dan perekonomian rakyat baik yang terlibat langsung
maupun yang muncul karena adanya nilai tambah sebagai sebab akibat
adanya usaha atau proyek tersebut.
4. Bagi pemerintah, dari sudut pandang mikro, hasil dari studi kelayakan
bagi pemerintah terutaman untuk tujuan pengembangan sumber daya
manusia, berupa penyerapan tenaga kerja. Selain itu adanya usaha baru
atau berkembangnya usaha lama sebagai hasil dari studi kelayakan usaha
yang dilakukan individu atau badan usaha tertentu akan menambah
pemasukan pemerintah, baik dari pajak penambahan nilai maupun pajak
penghasilan dan retribusi berupa biaya perizinan, biaya pendaftaran, biaya
administrasi dan lainnya yang layak diterima sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. Secara makro pemerintah dapat berharap dari keberhasilan
studi kelayakan usaha ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan
ekonomi daerah ataupun nasional sehingga tercapai pertumbuhan dan
kenaikan income per kapita.

5
Agar Studi kelayakan usaha ini dapat mencapai sasaran dari berbagai
pihak, tentu saja harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :
1. Studi harus dilakukan dengan teliti dan dengan penuh kehati-hatian
2. Studi harus dilakukan dengn dukungan data yang lengkap
3. Studi harus dilakukan dengan kejujuran dan ketulusan hati
4. Studi harus dilakukan dengan obyektif
5. Studi harus dilakukan dengan adil, tidak memihak kepentingan tertentu
6. Studi harus dapat diuji ulang jika diperlukan untuk menguji kebenaran
hasil studi
Peusahaan yang melakukan studi kelayakan usaha akan
mempertanggungjawabkan hasilnyakepada berbagai pihak yang
berkepentingan, yaitu:
1. Investor
Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk
direalisasikan, pendanaan dapatmulai dicari dengan mencari investor atau
pemilik modal yang mau menanamkan modalnya. Bagi investor, hasil
studi kelayakan memiliki arti tersendiri, karena investor akan mempelajari
laporan tersebut untuk memastikan keuntungan yang akan diperoleh serta
jaminan keselamatanatas modal yang akan ditanamkannya.
2. Lembaga keuangan
Jika modal perusahaan berasal dari dana pinjaman bank atau lembaga
keuangan lainnya, maka lembaga-lembaga tersebut akan berkepentingan
terhadap hasil studi kelayakan. Bank danlembaga keuangan lainnya tidak
mau memberi kredit atau pinjaman, bila suatu usaha tersebut dikemudian
hari mempunyai masalah (kredit macet). Oleh karena itu, untuk usaha-
usaha tertentupihak perbankan akan melakukan studi kelayakan terlebih
dahulu secara mendalam sebelumpinjaman dikucurkan kepada pihak
peminjam.

6
3. Pemerintah Bagi
pemerintah pentingnya studi kelayakan adalah untuk meyakinkan apakah
usaha yangdijalankan akan memberikan manfaat, baik bagi perekonomian
secara umum maupun gajimasyarakat luas, seperti penyediaan lapangan
pekerjaan. Pemerintah juga berharap usaha yangakan dijalankan tidak
merusak lingkungan sekitarnya, baik terhadap manusia dan
lingkunganhidup lainnya.
4. Masyarakat luas
Bagi masyarakat luas, adanya bisnis akan memberikan manfaat seperti
tersedia lapangan kerja,baik bagi pekerja di sekitar likasi proyek maupun
bagi masyarakat lainnya. Manfaat lain adalahterbukanya wailayah tersebut
dari ketertutupan. Dengan adanya usaha akan memancingmunculnya
sarana dan prasarana bagi masyarakat.

C. Tahapan
Tahap 1 Kegiatan Menemukan Ide/Gagasan Usaha
Pada tahap ini, orang yang membuat studi kelayakan usaha diharuskan
untuk melakukan kegiatan menemukan ide/gagasan usaha yang layak untuk
diwujudkan. Ide/gagasan usaha biasanya dapat timbul melalui serangkaian
kegiatan berikut :
a. Melalui bacaan. Bacaan yang banyak kontribusinya adalah bacaan
yang berkaitan langsung dengan bidang yang diminati. Dengan cara ini akan
dapat diketahui sudah seberapa jauh perkembangan bidang usaha tersebut saat
ini, apa saja yang harus dilakukan, teknologi yang sudah digunakan sampai
saat ini. Setelah itu akan muncul pertanyaan untuk melihat apakah masih ada
peluang, jika ada, kira-kira bagaimana caranya untuk merealisasikan peluang
tersebut.
b. Melalui survei. Orang sengaja merancang suatu survei secara umum
dalam salah satu bidang usaha. Misalnya melakukan survei ke salah satu

7
pabrik mengamati apa saja yang dikerjakan oleh pabrik tersebut, kegiatan
yang belum dapat dilakukan oleh pabrik tersebut dengan baik atau adakah
limbah pabrik yang terbuang begiru saja, dan pada saat itu muncul
ide/gagasan untuk memanfaatkan limbah tersebut dan masih banyak lagi
ide/gagasan yang muncul untuk mendirikan dan mengembangkan usaha.
c. Melalui pengalaman kerja. Ide/gagasan muncul setelah orang
mengalami sendiri kegiatan apa saja yang harus dilakukan jika suatu usaha
akan menghasilkan produk atau jasa. Dalam konteks ini proses penciptaan
produk/jasa sudah dikuasai dengan baik, sehingga akan dapat menganalisis
apakah masih ada peluang dan apakah mudah/mungkin baginya untuk
memulai usaha sendiri seperti yang dilakukannya sekarang. Ide/gagasan yang
muncul akan terealisasi jika didukung oleh keinginan atas dasar pengalaman
yang sudah dimiliki saat ini.
Tahap 2 Mempertimbangkan Alternatif Usaha
Ide/gagasan yang telah ditemukan dan menurut pertimbangan layak
untuk diwujudkan maka tahap berikutnya adalah melakukan studi
kemungkinan pemilihan bentuk usaha yang tepat untuk ide/gagasan tersebut.
Pilihan itu antar lain usaha menghasilkan barang (usaha industri), usaha
peningkatan dari usaha yang memang sudah ada sebelumnya atau usaha
perdagangan. Pertimbangannya haruslah dilakukan secara obyektif setelah
dilakukan pengumpulan data. Artinya keputusan yang dibuat memang sudah
diperhitungkan dengan dukungan data yang cukup dan benar. Cara
membandingkan dari masing-masing alternatif ditinjau dari segi modal,
tenaga kerja, pengalman, kemudahan, teknologi, bahan baku, kemungkinan
produk/jasa, dan teknik pembuatan produk/jasa, mudah untuk dipasarkan, dan
tidak bertentangan dengan peraturan dan kebijakan pemerintah.

8
Tahap 3 Tahap Analisis Data
Tahap analisis data dilakukan merupakan hasil dari keputusan yang
dibuat pada tahap kedua secara detail dan cermat. Secara berurutan
analisisnya meliputi hal-hal berikut :
1. Analisis pasar dalam usaha menentukan besarnya penerimaan dan biaya
yang dibutuhkan untuk memasarkan produk atau jasa yang sudah
direncanakan sebelumnya.
2. Analisis teknis dan manajemen ditujukan untuk menentukan mesin dan
peralatan, bahan baku, SDM, prosedur produksi dan sebagainya yang
semuanya harus tertuang lengkap kedalam kebutuhan dan dana yang
diperlukan untuk dapat memproduksi barang atau jasa sesuai dengan rencana.
3. Analisis lingkungan. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis lingkungan
adalah untuk memastikan dampak apa yang terjadi jika produksi atau usaha
jasa yang sudah direncanakan itu terlaksana, baik mengenai dampak positif
maupun negatif terhadap lingkungan usaha yang direncanakan.
4. Analisis finansial. Analisis ini merupakan analisis terakhir yang harus
dilakukan dalam studi kelayakan usaha dan sekaligus sebagai fokus dari
seluruh kegiatan mjulai dari tahap 1 sampai dengan tahap 3. Oleh karena itu,
jika data atau informasi yang diberikan sebagai hasil analisis pada tahap ini
kurang dapat dipercaya atau kurang lengkap maka hasil yang akan dicapai
pada tahap ini juga akan menjadi tidak optimal. Dengan kata lain, baik
burknya hasil analisis finansial sangat tergantung tahap-tahap sebelumnya.
Berikut penjelasan tiap analisisi secara lengkap:
1. Analisis Pasar
Jika pilihan usaha sudah dapat ditentukan maka kegiatan studi akan
diteruskan untuk menentukan apakah usaha yang akan dilaksanakan itu layak
dari sisi pemasaran. Untuk itu diperlukan pengumpulan data yang lengkap
dan akurat. Guna mendapatkan kelengkapan dan kecermatan data maka perlu
disiapakan lebih dahulu data base yang berisi data pemasaran yang

9
menyangkut data potensi pasar dari produk/jasa yang akan dihasilkan usaha,
data mengenai saingan, supplier dan lain-lain yang menyangkut pemasaran
industri dimana usaha tersebut akan bergerak.
Analisis survei dan permintaan dapat menunjukkan apakah masih ada
peluang atau tidak. Analisis ini perlu diturunkan dari data base pasar
sehingga akan didapat karakteristik yang lebih spesifik mengenai produk/jasa
yang akan dihasilkan oleh usaha tersebut dan akan dapat mempertimbangkan
apakah betul masih kekurangan suplai atau sebaliknya. Jika kelebihan suplai,
ini menunjukkan ada permasalahan nantinya yang akan muncul sehubungan
dengan pemasaran dari produk/jasa yang akan dihasilkan oleh pilihan usaha
yang ada, karena semakin banyak kita mengetahui peluang dan kendala yang
mungkin dihadapi, kita akan memperkirakan apakah peluang yang tersedia
lebih besar dari kemungkinan kendala yang akan dihadapi, jika masih ada
berarti pilihan usaha tersebut akan mungkin layak dipandang dari sudut
pemasaran.
Market Base Data
Market base data adalah kumpulan data lengkap yang menyangkut
berbagai aspek penting tentang pemasaran dari industri dimana pilihan usaha
akan bergerak. Mengetahui market base data adalah suatu yang amat penting
dalam mempertimbangkan pasar dari rencana produksi/jasa yang akan
dihasilkan oelh pilihan usaha yang telah ditetapkan. Data yang dapat
dimasukkan ke dalam market base data dapat dirinci sebagai berikut : data
bahan baku, data supplier, data konsumen, data pangsa pasar industri, data
penduduk, data mata pencaharian penduduk, data penjualan industri, peraturan
pemerintah, data luas wilayah pemasaran, data perilaku konsumen, data daya
beli konsumen, data inflasi, data bahan pembantu, data transportasi, data
ekspor/impor, data kecenderungan/tren, geograi,budaya, sosiologi,
teknologi,ekonomi dan lain-lain.

10
Market base data ini akan sangat membantu untuk memperkirakan
apakah produk atau jasa yang dihasilkan oleh pilihan usaha itu akan dapat
melakukan penetrasi pasar dan berpeluang untuk dapat mencapai target pasar
yang telah ditetapkan.
Market base data dapat dijadikan dasar untuk menentukan besarnya potensi
pasar yang ada untuk produk/jasa yang dihasilkan oleh pilihan usaha yang
telah diputuskan dan besarnya real market yang ada akan didapat besarnya
peluang tersedia bagi produk atau jasa yang akan dihasilkan.
Analisis Permintaan
Panduan dasar untuk menganalisis permintaan sangat tergantung pada
market base data. Persoalan yang muncul dan berhubungan dengan market
base data umumnya berkisar atas pertanyaa-pertanyaan berikut :
Permintaan meningkat, sedangkan pasokan tetap
Permintaan meningkat, sedangkan pasokan menurun
Permintaan tetap, sedangkan pasokan menurun
Permintaan menurun, sedangkan pasokan menurun lebih cepat
Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan permintaan antara lain
adalah pertambahan penduduk, peningkatan pendapatan, perkembangan
mode, penurunan tingkat harga.
Identifikasi Kendala Pemasaran
Identifikasi kendala pemasaran yang ada ataupun yang mungkin
muncul pada lingkungan pemasaran dari produk/jasa yang dihasilkan dari
pilihan usaha adalah suatu proses kegiatan yang sangat penting, karena
dengan menemukan kendala-kendala yang ada, dapat dilakukan penilaian
apakah kendala-kendala itu masih dapat diatasi dengan kekuatan yang ada
atau sebaliknya. Jika dapat diatasi, berarti rencana untuk mendirikan atau
mengembangkan usaha tesebut dapat diteruskan,dan jika dirasakan bahwa
kendalanya terlalu berat dan sulit diatasi dengan kekuatan yang ada, berarti

11
seluruh kegiatan untuk mewujudkan ide atau gagasan pendirian usaha itu
dapat dihentikan.
Kendala-kendala umum yang muncul dalam masalah pemasaran suatu
produk/jasa antara lain sebagai berikut : keterbatasan modal, keterbatasan
teknologi, kelangkaaan bahan baku dan bahan baku pengganti, keterlambatan
informasi, tuntutan skala produksi, elastisitas harga terhadap penawaran
rendah, kendala penyimpanan, kendala birokrasi, peraturan dan lingkungan.
2. Analisis teknis
Analisis teknis dan manajemen meriupakan kegiatan lanjut yang
harus dilakukan dalam tahapan studi kelayakan usaha. Analisis ini bertujuan
untuk memastikan bahwa ide/gagasan yang telah dipilih itu layak, dalam arti
kata ada ketersediaan lokasi, alat, bahan, teknologi (metode), keterampilan
SDM, dan dana yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses
produksi sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas dan dapat
memenuhi kebutuhan pelanggan di pasar sasaran.
Produk/jasa yang sesuai harus dirancang mulai dari lokasi, alat, bahan,
metode (teknologi), keterampilan SDM, dan dana yang tersedia. Keenam
unsur tersebut disebut sebagai unsur penentu keberhasilan proses produksi.
Karena itu harus dirancang dengan baik dalam sistem produksi agar
produk/jasa yang akan dihasilkan tidak bernilai rendah dan yang lebih fatal
lagi jika produk/jasa itu tidak dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan dari
pelanggan di pasar sasaran.
Studi Lokasi
Pemilihan lokasi dalam analisis teknis dan manajemen ini menjadi
sorotan karena merupakan tempat dimana produksi itu berlangsung.
Kesalahan dalam memilih lokasi baru membawa implikasi negatif dari proses
secara keseluruhan. Misalnya adanya kerawanan sosial, alam dan pengaruh
buruk dari lingkungan. Guna menghindari dari semua kemungkinan buruk itu
maka pada saat pemilihan lokasi perlu diadakan studi cermat dan harus dapat

12
merinci semua kemungkinan, baik keunggulan maupun kelemahan dari
alternatif yang akan dipilih.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi tergantung pada
jenis usaha yang akan dijalankan. Faktor-faktor tersebut antara lain :
Letak pasar
Letak sumber bahan baku
Fasilitas angkutan
Ketersediaan tenaga terampil
Ketersediaan listrik, air, telepon
Studi Fasilitas Produksi
Studi fasilitas produksi meliputi studi tentang bangunan usaha, mesin
dan tata letak mesin, kebutuhan bahan baku dan bahan penolong serta tenaga
kerja yang diperlukan. Bangunan usaha juga perlu diperhitungkan terutama
yang berkaitan dengan bahan-bahan yang diolah, proses pengolahan,
penyediaan ruang pemeliharaan, keamanan dan kekuatan lantai. Keseluruhan
faktor yang disebutkan akan berpengaruh pada besarnya biaya yang akan
dikeluarkan untuk mengadakan gedung tempat berproduksi.
Studi Penyiapan Proses Produksi
Kegiatan produksi umumnya dimulai dari realisasi penyediaan
produk/jasa yang telah diperkirakan atau dianggarkan dalam anggaran
penjualan. Jumlah produk/jasa yang akan dihasilkan tidak boleh melibihi
anggaran pemasaran, itu sebabnya sebelum menentukan jumlah produksi
harus lebih dahulu melakukan studi pasar guna menghitung berapa jumlah
permintaan yang akan dipenuhi melalui usaha ini.
Bahan Baku dan Bahan Penolong,
Bahan baku dan bahan penolong adalah penting untuk mengetahui
apakah ide/gagasan yang dipilih itu betul-betul layak dilihat dari ketersediaan
bahan baku dan bahan penolong. Penilaian dilakukan mulai dari banyaknya
persediaan di pasar, kemudahan mendapatkannya, dalam jumlah berapa

13
banyak, serta ada tidaknya kemungkinan barang pengganti seandainya pada
suatu saat bahan baku yang bersangkutan hilang di pasar. Siapa saja yang
menjadi suplier bahan baku dan bahan penolong ini, berapa tingkat harga pada
saat ini dan berapa kebutuhan rutin usaha yang akan disiapkan saat ini dan
seterusnya.
3. Analisis Manajemen
Untuk menjamin keberhasilan usaha maka masalah manajemen baik
manajemen pembangunan maupun operasi perlu diperhatikan. Keberhasilan
dan kegagalan suatu usaha sangat tergantung pada kekuatan manajemen.
Manajemen yang baik akan membuat usaha berhasil dalam jangka panjang.
Menurut Murray D.Bryce, kegagalan manajemen lebih disebabkan
oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Kegagalan memahami fungsi puncak pimpinan (top manajemen)
2. Kegagalan memberikan wewenang dan tanggung jawab yang memadai
3. Kegagalan mendapatkan tenaga manajemen dengan jumlah yang
memadai
4. Kekurangan tenaga manajemen yang berpengalaman
5. Kekurangan pemimpin yang berbakat
6. Tidak ada pendelegasian
7. Kurangnya kesadaran tentang profit dan biaya
8. Kurangnya kesadaran menggunakan sistem akutansi sebagai manajemen
9. Kurangnya kesadaran pengelolaan sumber daya manusia
10. Kurangnya kesadaran terhadap fungsi pemasaran
4. Analisis Lingkungan
Studi lingkungan usaha merupakan suatu langkah yang penting
dilakukan dangan tujuan untuk menemukan apakah lingkungan dimana usaha
itu akan berdiri nantinya tidak akan menimbulkan ancaman atau justru dapat
memberikan peluang di luar dari usaha utama. Kesalahan dalam hal ini akan
berdampak negatif di kemudian hari, dan jika ini terjadi maka dangat sulit

14
untuk mengubahnya karena akan meminta pengorbanan materi yang cukup
besar, dan tidak tertutup kemungkinan kesalahan ini dijadikan alasan bagi
saingan untuk melakukan serangan kepada usaha atau perusahaan yang
bermasalah dengan lingkungan. Guna menghindari pengaruh negatif ini,
sebaiknya dari awal setiap akan mendirikan usaha perlu membuat kajian
lingkungan dan dimasukkan kedalam unsur penilaian dalam kelayakan usaha
Dampak lingkungan akan muncul sehubungan dengan adanya
pendirian setiap usaha, yaitu adanya perubahan pola tingkah laku masyarakat
di sekitar tempat usaha, dan tidak jarang perubahan itu akan membawa
dampak negatif, terutama bagi mereka yang kurang senang dengan adanya
usaha tersebut, walaupun ada juga sebagian masyarakat yang mendapat
keuntungan dari adanya pembukaan usaha baru itu.
Dampak Sosial Usaha
Para pakar lingkungan sangat mengkhawatirkan adanya suatu usaha
yang didirikan akan merusak lingkungan termasuk tatanan kehidupan
masyarakat akan mengalami perubahan dengan adanya usaha atau pabrik yang
didirikan pada lingkungan di mana mereka tinggal. Perusakan lingkungan itu
dimulai dengan penebangan hutan, penggusuran rumah-ruamahj penduduk,
mengubah fungsi lahan dan sebagainya. Perusakan seperti ini mau tidak mau
akan membawa perubahan pada kehidupan sosial dari masyarakat disekitar
lokasi usaha.
Dampak sosial yang sering muncul adalah adanya ketidakpuasan dari
masyarakat di sekitar lokasi, baik mengenai kompetensi yang mereka terima
ataupun adanya kecemburuan kepada tenaga kerja asing yang datang,
sementara mereka yang memang sudah tinggal disekitar lokasi justru tidak
mendapat kesempatan untuk bekerja pada usaha tersebut.
Dampak Ekonomi Usaha
Pendirian suatu usaha kecil akan selalu menimbulkan dampak
ekonomi. Namun demikian guna mendapat gambaran yang jelas adalah

15
penting bagi pelaku studi kelayakan untuk membuat kajian yang mendalam
mengenai dampak ekonomi. Dampak ekonomi itu antara lain sebagai berikut
:
1. Besarnya tenaga kerja yang diserap oleh usaha yang akan didirikan.
2. Apakah ada usaha ikutan yang muncul akibat usaha ini. Jika ada berapa
banyak, dalam bentuk apa, apakah dapat menunjang usaha atau dapat bermitra
dan lain-lain.
3. Besarnya penerimaan pemerintah dengan adanya usaha, baik yang
berasal dari retribusi, pajak pertumbuhan nilai dan pajak penghasilan.
4. Besarnya kontribusi usaha terhadap penambahan pendapatan masyarakat
di sekitar lokasi usaha.
5. Besarnya kerugian akibat dari peralihan fungsi lahan atau tanah ke
lokasi usaha.
Semua hal tersebut harus dipelajari dengan cermat, agar dapat dikaji
untuk melihat besarnya dampak ekonomi dari adanya usaha yang didirikan di
lokasi ini, yaitu dengan membandingkan seluruh dampak positif dengan
dampak negatif atau yang bersifat merugikan.
Dampak Fisik
Studi mengenai dampak fisik ini bertujuan untuk mengetahui ada
tidaknya kemungkinan bahwa akibat dari pendirian dan proses produksi dari
usaha baru ini akan menimbulkan pencemaran udara, pencemaran air, sangat
bising dan perusakan penglihatan, baik bagi karyawan uasha ataupun bagi
masyarakat di sekitar lokasi usaha. Pelaku studi bersama dangan ahli
lingkungan harus dapat melakukan studi yang disebut dengan AMDAL, yaitu
studi dampak lingkungan. Saat ini studi AMDAL sudah merupakan suatu
keharusan yang telah diatur oleh peraturan pemerintah. Hasil studi harus
merinci dengan jelas dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat berdiri
dan beroperasinya suatu usaha. Dampak tersebut dianalisis sehingga dapat
diketahui besar kecilnya dampak terhadap lingkungan dan apakah dampak

16
berapa besar biaya yang diperlukan untuk kepentingan itu, lalu bandingkan
dengan ketersediaan dana investasi dan penilaian harapan dari usaha yang
akan didirikan tersebut, jika masih dapat diatasi berarti usaha tersebut layak
didirikan dari sudut analisis AMDAL.
5. Analisis Finansial
Untuk mengetahui mengetahui layak tidaknya suatu usaha harus
dilakukan analisis finansial agar usaha tersebut menguntungkan dengan
menggunakan empat kriteria, yaitu:
Payback Period
Net Present Value
Internal Rate of Return
Profitability index
Sedangkan analisis ekonomi meliputi tentang pengaruh usaha/proyek terhadap
peningkatan penghasilan negara, pengaruh usaha/proyek terhadap devisa yang
dapat dihemat dan yang dapat diperoleh, penambahan dan pemerataaan
kesempatan kerja dan pengaruh usaha/proyek terhadap industri lain.
Payback Period ( menghitung masa pengembalian modal)
Teknik ini digunakan untuk menentukan berapa lama modal yang
ditanamkan dalam usaha itu kembali jika alternatif aliran kas (cash flow/CF)
yang didapat dari usaha yang diusulkan itu akan kembali, tentu saja alternatif
usulan, usaha yang memberikan masa pengembalian yang terpendek adalah
yang terbaik untuk diterima.
Payback period = (Nilai investasi/CF) x 1 tahun
Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi
kelayakan suatu usaha secara lebih teliti dengan cara memasukkan unsur
pengaruh dari konsep time value of money ke dalam perhitungan sehingga
keputusan yang dibuat akan menjadi lebih baik. Konsep investasi
mengharuskan investor mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli atau
membiayai suatu aset atau aktiva saat ini yang hasilnya akan diterima di masa

17
yang akan datang. Dengan cara ini diharapkan keputusan yang dibuat akan
dapat menjadi lebih baik dan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Alat
analisis yang digunakan antara lain :
Net Present Value ( nilai sekarang)
NPV = ∑ (CF/r) dimana t = 1, 2, 3,...,n
NPV = Net Presnt Value (nilai sekarang)
CF = Aliran kas/cash flow
t = Periode waktu
n = Umur usulan usaha
r = Tingkat suku bunga
Kriteria yang dipakai adalah apabila NPV > 0, maka usaha dikatakan layak
Internal Rate of Return (tingkat pengembalian)
NPV
IRR = i + ----------------------- + ( i’ – i )
NPV - NPV’
dimana :
IRR = Internal Rate of Return
i = Suku bunga yang pertama
i’ = Suku bunga yang kedua
NPV = Nilai sekarang yang pertama
NPV = Nilai sekarang yang kedua
Kriteria yang dipakai adalah apabila IRR ≥ suku bunga berlaku maka usaha
dikatakan layak, tetapi apabila IRR < suku bunga yang berlaku maka usaha
dikatakan tidak layak.
Profitability Index (PI) atau Benefit Cost Ratio (B/C)
∑ CF
PI = ----------------
Io
dimana :

18
PI = Profitability index
CF = Aliran kas pada periode t
Io = Modal awal investasi
Kriteria yang dipakai adalah apabila PI ≥ 1 maka usaha dikatakan layak, tetapi
apabila PI < 1 maka usaha dikatakan tidak layak.

19
BAB III

PENERAPAN PENDESAINAN USAHA

A. Ide Usaha

Pada tahap ini, orang yang membuat studi kelayakan usaha diharuskan
untuk melakukan kegiatan menemukan ide/gagasan usaha yang layak untuk
diwujudkan. Pada tahap ini saya memiliki ide bisnis untuk membuka USAHA
COUNTER PULSA. Ide ini saya dapatkan karena pengalaman saya, dimana
saya tahu keuntungan dan kerugian membuka usaha ini, dan saya tahu
bawasannya usaha ini tidak perlu membutuhkan modal yang banyak, hanya
dengan modal 100 ribu rupiah maka sudah dapat membuka bisnis ini. Dan
bisnis ini cukuplah fleksibel, karena dapat dilakukan dimanapun kita berada,
dan bisnis ini juga tidak membutuhkan pemikiran yang berat. Selain itu
kebutuhan masyarakat di era modern ini tidak akan luput dari pulsa
handphone untuk melakukan komunikasi carak jauh, maupun untuk internet.
Dan sasaran bisnis ini cukuplah luas, baik dari anak-anak, remaja, orang
dewasa, orang tua,yang menggunakan handphone. Dan kelebihan dari pulsa
elektrik adalah barang yang tidak mudah busuk dan dapat bertahan lama,
apabila tidak habis dalam waktu yang lama serta ketersediaannya tidak dapat
diragukan lagi.

B. Alternatif Usaha
Tahap penentuan alternatif usaha adalah tahap dimana menentukan
usaha cadangan apabila usaha utama kurang berhasil. Setelah ada ide utama
pendirian suatu usaha yaitu COUNTER PULSA, apabila usaha tersebut gagal
maka saya memiliki alternatif usaha yaitu menjadi RESSELER KAOS,
dikarenakan menjadi seorang reseller tidak mebutuhkan modal yang begitu
bnayak dikarenakan seorang reseller dapat meminjam barang terlebih dahulu,

20
lebih-lebih barang milik teman. Selain itu bedanya kita harus memiliki tujuan
yang pas, dalam pemasaran produk tersebut, sehingga usaha reseller dapat
berjalan lancer, selain itu kita juga harus mempertimbangkan ketersediaan
barang yang ada dikarenakan apabila, barang tersebut terbatas kita dapat
menentukan haraga yang tidak terlalu rendah dan sebaliknya. Tapi intinya ini
hanya sebagai alternatif usaha, usaha utama yang iangin didiraikan adalah
USAHA COUNTER PULSA.

C. Analisis Data Usaha


Tahap analisis data dilakukan merupakan hasil dari keputusan yang
dibuat pada tahap kedua secara detail dan cermat. Secara berurutan
analisisnya meliputi hal-hal berikut :
1. Analisis pasar
Data pemasaran yang saya dapatkan sesuai dari pengalaman saya
tentang PULSA begitu mudah dan menguntungkan, dan bagi saya ini sangat
layak meskipun dipandang remeh dengan perhitungan keuntungan dan
kemudahan yang ada. Berikut detail analisisi pasar yang saya dapatkan yang
kami sebut seabagai Market Base Data:
1. Mengenai Bahan baku
Tentang usaha yang akan saya dirikan yaitu tentang COUNTER
PULSA, produk tersebut buakanlah bahan olahan melainkan converter
uang asli menjadi uang elektronik untuk biaya internet, SMS, dan
telepon. Jadi tidak ada bahan lain selain uang yang digunakan modal
usaha.
2. Mengenai Supplier
Mengenai supplier yang ada, tentang pulsa tidak ada masalah, karena
supplier agen pulsa banyak terdapat dimana-mana. Dan untuk
ketersediaan saldo tidak terbatas, tidak seperti halnya BBM, dan
tergantung ketersediaan modal usaha yang kita miliki.

21
3. Mengenai Konsumen
Untuk sasaran konsumen tentang usaha pulsa ini, mencakup sangat
luas tidak terbatas umur maupun kalangan, tua muda kaya tidak kaya
barang siapa yang menggunakan handphone pasti membutuhkan
pulsa, karena tanpa pulsa handphone kurang berarti. Dan untuk
konsumen remaja kebanyak penggunaan pulsa sangatalah boros,
sehingga perputaran modal akan lebih cepat.
4. Mengenai penduduk
Kebetulan saya tinggal didaerah perkotaan dan saya adalah seorang
mahasiswa sehingga dapat kami tarik data bawsannya penduduk
berada di kelas menengah dan mampu membeli pulsa yang kisaran
harganya hanya sekitar Rp 6000,- hingga Rp 7000 ,- apabila belinya
Rp 5000,-.
5. Mengenai mata pencaharian
Kebanyakan warga penduduk sekitar saya berpencaharian pekerja
kantor diman kebanyakan PNS, jadi tidak akan mungkin apabila tidak
mampu mebeli pulsa, jadi hal ini bukanlah masalah.
6. Peraturan Pemerintah
Dalam pembukaan usaha counter pulsa merupakan usaha kecil-kecilan
tidak beda dengan pedagang kaki lima, toko rumahan, sehingga tidak
memerlukan suatu izin yang sangat formal sepertihalnya SIUP, dan
yang lainnya, dan usaha pulsa ini bahkan bias dilaksanakan oleh anak
SMP.
7. Mengenai daya beli konsumen
Sudah jelas usaha ini produknya akan banyak yang mencari, karena
pada eramodern ini tidak ada yang luput dari handphone, handphone
bagikan barang pokok yang harus terpenuhi di eramodern ini.
2. Analisis Teknis

22
Analisis teknis dan manajemen merupakan kegiatan lanjut yang harus
dilakukan dalam tahapan studi kelayakan usaha. Analisis ini bertujuan untuk
memastikan bahwa ide/gagasan yang telah dipilih itu layak, dalam arti kata
ada ketersediaan lokasi, alat, bahan, teknologi (metode), keterampilan SDM,
dan dana yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses produksi
sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas dan dapat memenuhi
kebutuhan pelanggan di pasar sasaran.
Studi Lokasi
Pemilihan lokasi dalam pendirian usaha COUNTER PULSA adalah
daerah tempat tinggal saya dimana sudah dekat dengan perkotaan, untuk
masalah seperti kelistrikan, bahan baku, transportasi , sudah tidak menjadi
masalah, apalagi tentang sumber daya manusia, untuk bisnis ini bias saya
handel sendiri, karena bukan usaha yang begitu berat. Selain itu usaha ini bias
fleksibel dilakukan dimana saja asal selalu membawa handphone.
Studi Fasilitas Produksi
Studi fasilitas produksi meliputi studi tentang bangunan usaha, mesin
dan tata letak mesin, kebutuhan bahan baku dan bahan penolong serta tenaga
kerja yang diperlukan. Dari penjelsan tersebut apabila kita bicara tentang
bangunan, hal ini tidak menjadi maslah besar karena tidak mebutuhkan
bangunan yang besar, bias dilaksanakan didepan rumah hanya dengan
menyediakan meja kaca pada umumnya, dan untuk mesin yang digunakan
kami hanya membutuhkan handphone saja. Untuk kebutuhan bahan baku
kami hanya menyediakan modal untuk membeli saldo pulsa kepada agen.
Studi Penyiapan Proses Produksi
Untuk penyiapan proses produksi ini tidak termasuk dalam bisnis
COUNTER PULSA dikarena prinsip dari counter pulsa adalah membeli saldo
elektronik dengan uang asli, jadi kami hanya menjualkan pulsa tersebut
kepada konsumen, jadi tidak ada proses produksi yang terjadi.
Bahan Baku dan Bahan Penolong,

23
Untuk bahan baku adalah uang/modal yang kemudian dibelikan saldo
kepada agen dan akan terconvert menjadi saldo elektronik serta untuk
ketersediaan bahan baku tidak terbatas, pembelian saldo sesuai uang/modal
yang kita miliki. Dan untuk penyuplai saldo/agen pulsa di daerah kami
kususnya solo begitu banyak sehingga tidak khawatir.
3. Analisis Manajemen
Untuk manajemen usaha ini agar tertib, maka saya akan
menggolongkan yang namanya uang usaha, uang untung dan, uang pribadi.
Sehingga penggolongan modal tersebut saya harapkan dengan tujuan agar
tidak tercampur baur, sehingga tidak terjadi pengambilan uang usaha dan
untung yang berlebihan, yang berakibat bangkrut. Karena kunci dari suatu
usaha dalah menejemen administrasi, kebnayak pengusaha muda gagal karena
tidak dapat dengan baik memenejemen keuangan usaha karena kebanyakan
nafsu untuk mebeli apapun atau dengan kata lain kuarang sabar. Dan
penggolongan tersebut saya tujuakan untuk pengembangan usaha, baik untuk
pemambahan ketersediaan bahan maupun untuk pengembangan usaha.
Selain menejemen modal saya juga akan melakukan menejemen
pelaku usaha atau sumber daya manusia. Sumber daya manusia/pekerja harus
mampu berkomunikasi dengan baik dengan para konsumen, uttamakan
senyum, sapa, dan salam, sehingga dengan usaha kecil tersebut dapat
membuat konsumen merasa akarab dengan usaha saya, dan akan menjadi
pelanggan. Karena pelayanan yang baik akan menimbulkan kesan yang baik.
Selain itu dengan pelayanan yang baik kiata bias meminimalisir usaha
promosi yang sia-sia, otomatis apabila kiata melakukan pelayanan yang baik
dan memuaskan maka para konsumen akan sendirinaya melakukan promosi
untuk usaha kita, dari mulut ketelinga orang lain.
Selain itu saya juga melakukan manajemen penentuan harga, maka
dimana pada dasarnya usaha COUNTER PULSA adalah usaha tentang
perputaran modal yang cepat, sehingga ditunjang dengan analisis mengenai

24
ketersediaan bahan kami akan memberikan haraga yang lebih miring dari
pesaing yang lain, sehingga akan memenangkan suatu persaingan tanpa
menyingkirkan pesaing.
4. Analisis lingkungan
Analisis lingkungan adalah analisis mengenai keadaan sekitar
lingkungan kita, dimana berdampak pada usaha kita. Lingkungan usaha kami
sudah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya adalah daerah yang mendektai
perkotaan daerah solo sehingga tidak tergangu dengan masalah transportasi,
tentang jarak dengan supplier, tentang penyaluran bahan baku dan keadaan
cuaca. Selain itu usaha kami juga tidak menimbulkan kegaduhan
sepertihalnya usaha bengkel, karena usaha kami adalah usaha yang tidak
berisik apalaig mengeluarkan limbah sehingga sangat jelas apabila usaha kami
tidak memrlukan HO.
5. Analisis finansial
Analisis finansial intinya adalah tentang perhitungan keuangan usaha, sekali
lagi karena usaha COUNTER PULSA bukanlah usaha yang besar maka dalam
perhhitungan keuangan tidak begitu rumit. Karena usaha ini bisa dilaksanakan
mulai dengan modal Rp 50 ribu, apabila hanya persediaan saldonya saja, dan
dengan persediaan saldo saja usaha tersebut bias berjalan lancar. Dan untuk
penentuan harga tidak bias secra langsung ditentukan, karena pada dasaranya
sesuai pengalaman saya, harga awal akan dapat kita ketahui setelah
pengiriman pulsa pada no handphone konsumen. Yaitu akan mendpat SMS
dari counter pulsa tentang harga asli pulsa tersebut, missal ada orang membeli
pulsa senilai Rp 5000,- maka, kita akan mengirim pulsa pada no tujuan
ssenilai Rp 5000,- , kemudian kita akan memperoleh SMS yang berisi seperti
no transaksi, status pengiriman, dan harga asli pulsa berdasraka penyedia
operator, missal harga asli pulsa Rp 5000,- adalah Rp5.450,- maka kita baru
bias menentukan harga jual. Untuk saya karena pertimbangan yang sudah saya
lakukan dengan penjelsan pada tahap sebelumnya maka saya akan

25
menentukan harga Rp 6000,- , mungkin hanya untung 500 rupiah, tetapi
dengan pertimbangan tentang kemudahan bisnis ini, tentang banyaknay
permintaan, tentang ketersediaan bahan baku yang lancer, tentang produk
yang tidak muadah busuk, tentang sasaran konsumen, maka dengan untuk
500rupiah lama kelamaan atau dalam kurun waktu cepat dapat balik modal.
Karena meskipun ini usaha kecil yang dianggap remeh, sesuai pengalaman
saya ini sangat menguntungkan dan mudah dilakukan.

26
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang
dapat berdiri sendiri/ berdikari untuk menjalankan suatu usahanya. Dan untuk
mendirikan suatu usaha maka diperlukan ilmu tentang studi kelayakan usaha
untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang dan menentukan
usaha tersebut layak didirikan dengan keadaan dan hasil analisis yang kita
peroleh atau tidak. Karena Studi kelayakan usaha adalah suatu cara dimana dilakukan
pengkajian secra mendalam untuk menetukan apakah usaha tersebut layak atau tidak untuk
didirikan agar tercapainya keberhasilan dalam menjalankan usaha, sehingga mampu
mengantisipasi masalah yang akan menimpa dengan menggunkan studi kelayakan usaha,
sehingga risiko dapat ditekan seminimal mungkin. Dengan melakukan tahap-tapnya yaitu
seperti menemukan ide, mempertimbangkan alternative usaha, dan analisis data. Sehingga
dengan melakukan tahapan tersebut diharap dapat berdiri usaha yang sukses dan lancer.

27