Anda di halaman 1dari 19

KUSTOMISASI SISMIOP PEMDA

KUSTOMISASI SISMIOP
PROPOSAL SISTEM MANAJEMAN INFORMASI PAJAK BUMI & BANGUNAN

TINTUS ANTARIGUNA
PHONE : 0812-9084-3838 / WA : 0812-8600-8535
MAIL : antariguna@gmail.com
Pendahuluan
Latar Belakang
Dengan disahkannya Undang – undang Nomor 28 Tahun 2009 berkaitan tentang
pajak daerah dan retribusi daerah khususnya hal pengelolaan Pajak Bumi dan
Bangunan PBB-P2 yang diserahkan untuk dikelola sepenuhnya oleh pemerintah
daerah tentunya menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan
pelayanan perpajakan terutama Pajak Bumi dan Bangunan PBB-P2. Dengan
pelayanan yang maksimal diiringi dengan penggalian potensi objek dan subjek pajak
PBB-P2 diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan daerah.

Dengan diserahkannya pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan PBB-P2 tentunya


pemerintah daerah harus mempersiapkan sarana & prasarana penunjang dalam
proses pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan PBB-P2 itu sendiri. Untuk
meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan PBB P2, Pemda perlu menerapkan
sistem administrasi perpajakan yang selama ini telah digunakan oleh pemerintah
pusat yaitu yang disebut dengan Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak
(SISMIOP). Dengan tetap menggunakan SISMIOP yang telah didukung dengan
teknologi komputerisasi maka diharapkan dapat menunjang peningkatan
penerimaan PBB P2. SISMIOP merupakan jantungnya PBB-P2 karena SISMIOP
mengintegrasikan seluruh aspek pengelolaan administratif yang dapat mengolah
informasi data objek dan subjek pajak melalui komputerasi, mulai dari proses
pendataan, penilaian, penagihan, penerimaan dan pelayanan. Proses perhitungan
besarnya Pajak Bumi dan Bangunan terhutang yang dihitung oleh Fiskus diakomodir
dengan SISMIOP yang dapat mengolah informasi data objek dan subjek pajak
secara terorganisir dengan baik melalui proses komputerasi, sehingga diharapkan
dapat menunjang peningkatan penerimaan daerah.

SISMIOP merupakan sebuah sistem manajemen PBB-P2 yang terintegrasi. Untuk


membentuknya memerlukan beberapa tahapan pekerjaan sebagai berikut ini.

1. Pendaftaran Objek dan Subjek Pajak. Asas perpajakan nasional


adalah self assessment, yaitu suatu asas yang memberikan kepercayaan

Kustomisasi sismiop pemda 1


kepada wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban serta memenuhi haknya di
bidang perpajakan. Dalam pengenaan PBB P2, salah satu pemberian
kepercayaan tersebut adalah dengan memberikan kesempatan kepada wajib
pajak untuk mendaftarkan sendiri objek pajak yang
dikuasai/dimiliki/dimanfaatkan ke Direktorat Jenderal Pajak atau tempat-tempat
lain yang ditunjuk dengan cara mengisi Surat Pemberitahuan Objek Pajak
(SPOP).

2. Pendataan Objek dan Subjek Pajak. Pendataan subjek dan objek PBB-P2
dilaksanakan oleh KPP Pratama atau pihak lain yang ditunjuk oleh Direktorat
Jenderal Pajak dan selalu diikuti dengan kegiatan penilaian atau sering dikenal
dengan pendaftaran secara jabatan. Pendataan dilakukan dengan tetap
menggunakan formulir SPOP dan dilakukan sekurang-kurangnya untuk satu
wilayah administrasi desa/kelurahan.

3. Penilaian. Mengingat jumlah pajak yang sangat banyak dan menyebar


diseluruh Indonesia, sedangkan jumlah tenaga penilai dan waktu penilaian
dilakukan yang tersedia sangat terbatas, maka penilaian dilakukan dengan dua
cara yaitu :

a. Penilaian Massal
Dalam sistem ini NJOP bumi dihitung berdasarkan NIR yang terdapat pada
setiap ZNT, sedangkan NJOP bangunan dihitung berdasarkan DBKB.
Perhitungan penilaian missal dilakukan terhadap objek pajak dengan
menggunakan program komputer (CAV).
b. Penilaian Individu
Penilaian individual diterapkan untuk objek pajak umum yang bernilai tinggi,
baik objek pajak umum maupun khusus yang telah dinilai dengan CAV
namun hasilnya tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya karena
keterbatasan aplikasi program. Proses penilaiannya adalah dengan
memperhitungkan seluruh karakteristik dari objek pajak tersebut.

Kustomisasi sismiop pemda 2


4. Pemberian Identitas Objek Pajak (NOP). Pemberian nomor identitas
objek pajak selalu berkaitan dengan kegiatan pengumpulan data, baik melalui
kegiatan pendaftaran maupun pendataan. Nomor Objek Pajak (NOP) adalah
nomor identifikasi objek pajak.

5. Perekaman Data.
a. Perekaman ZNT dan DBKB
Perekaman ZNT dilakukan dengan memasukan kode masing-masing ZNT
beserta NIR-nya ke dalam aplikasi. Perekaman DBKB dilakukan dengan
memasukkan harga bahan bangunan dan upah pekerja dari setiap wilayah
Daerah Kabupaten/Kota. Perekaman ZNT dan DBKB harus dilakukan
terlebih dahulu sebelum dilakukan perekaman SPOP.
b. Perekaman SPOP
SPOP yang sudah diadministrasikan diserahkan kepada masing-masing
Operator Data Entry untuk direkam.

6. Pemeliharaan Basis Data. Pemeliharaan basis data merupakan suatu


kegiatan memperbaharui atau menyesuaikan basis data yang telah terbentuk
sebelumnya melalui kegiatan verifikasi/penelitian yang dilakukan oleh KPP
Pratama dan/atau laporan dari wajib pajak yang bersangkutan dalam rangka
akurasi data. Pemeliharaan basis data SISMIOP dilakukan dengan cara :
a. Pasif, yaitu kegiatan pemeliharaan basis data yang dilakukan oleh petugas
fiskus berdasarkan laporan yang diterima dari wajib pajak dan atau
pejabat/instansi terkait yang pelaksanaannya melalui prosedur Pelayanan
Satu Tempat (PST).
b. Aktif, yaitu kegiatan pemeliharaan basis data yang dilakukan oleh fiskus
dengan cara mencocokkan dan menyesuaikan data objek dan subjek pajak
yang ada dengan keadaan sebenarnya di lapangan atau mencocokkan dan
menyesuaikan nilai jual objek pajak dengan rata-rata nilai pasar yang
terjadi di lapangan, pelaksanaannya sesuai dengan prosedur pembentukan
basis data.

Kustomisasi sismiop pemda 3


7. Pencetakan Hasil Keluaran. Pencetakan hasil keluaran berupa:
a. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT)
Surat Pemberitahuan Pajak Terutang adalah surat yang digunakan untuk
memberitahukan besarnya PBB-P2 yang terutang kepada wajib pajak.
b. Surat Tanda Terima Setoran
Surat Tanda Terima Setoran adalah surat yang digunakan untuk
menyatakan bahwa wajib pajak telah melunasi pembayaran pajaknya sesuai
tahun pajak yang bersangkutan. Surat Tanda Terima Setoran diperoleh
wajib pajak jika wajib pajak telah melunasi pembayaran pajaknya melalui
Bank/Kantor Pos dan Giro yang tertera dalam SPPT.
c. Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP)
Merupakan daftar himpunan yang memuat rincian data nama wajib pajak,
letak objek pajak, NOP, besar serta pembayaran pajak terutang yang dibuat
per desa/ kelurahan.

8. Pemantauan Penerimaan/Pembayaran. Pembayaran pajak sebagaimana


tercantum dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Surat
Ketetapan Pajak (SKP) dapat dilakukan oleh wajib pajak melalui :
a. Bank atau kantor pos dan giro tempat pembayaran yang tercantum pada
SPPT
b. Petugas pemungut PBB Desa/Kelurahan yang ditunjuk resmi
c. Tempat Pembayaran Elektronik.

9. Pelayanan Satu Tempat. Sistem pelayanan satu tempat merupakan tata


cara pelayanan urusan PBB-P2 kepada wajib pajak/masyarakat pada tempat
yang telah ditentukan dan mudah dijangkau oleh wajib pajak/masyarakat.

Dari apa yang diserahkan oleh pemerintah pusat berkaitan dengan peralihan
pengelolaan pajak bumi dan bangunan, tentunya pemerintah daerah perlu
melakukan penyesuaian terhadap SISMIOP yang diberikan oleh pemerintah pusat
dengan struktur organisasi serta peraturan daerah yang berlaku, sehingga dengan

Kustomisasi sismiop pemda 4


kegiatan kustomisasi ini diharapkan SISMIOP bisa dimanfaatkan secara maksimal
dalam mengelola Pajak Bumi dan Bangunan PBB-P2.

Landasan Hukum
Pekerjaan Kustomisasi Aplikasi Sismiop PBB-P2 & Pendampingan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota ini mempunyai landasan hukum sebagai berikut :
a. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah.
b. PPRI Nomor 91 Tahu 2010 tentang Jenis Pajak Daerah yang di pungut
Berdasarkan Penetapan Kepala Daerah atau di bayar Sendiri Oleh Wajib Pajak.
c. Permendagri nomor 56 tahun 2010 tentang Perubahan atas Permendagri
Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat
Daerah;
d. Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri nomor
213/PMK.07/2010 -58 tahun 2010 tentang Tahapan Persiapan Pengalihan PBB
sebagai Pajak Daerah;
e. Peraturan Menteri Keuangan nomor 148/PMK.07/2010 tentang Badan atau
Perwakilan Lembaga Internasional Yang Tidak Dikenakan PBB-P2.

Maksud dan Tujuan


Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk mendukung proses pembangunan dan
pengembangan aplikasi dan basisdata SISMIOP terutama rancang bangun atas
penyempurnaan basisdata dan aplikasi SISMIOP guna memenuhi kebutuhan sesuai
dengan perubahan yang terjadi pada Pemerintah Kabupaten/Kota seperti peraturan
perundang-undangan perpajakan dan prosedur administrasi PBB.

Tujuan secara rinci dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :


 Membangun dan mengembangakan aplikasi SISMIOP yang saling
terintegrasi, dimana didalamnya terdiri dari modul Pendataan (SPOP/LSPOP),
Pendaftaran, Penilaian, Penetapan, Pembayaran/Penagihan, Pelayanan yang
telah disesuaikan dengan perubahan struktur organisasi, kebijakan, dan
peraturan perpajakan yang baru.

Kustomisasi sismiop pemda 5


 Menghasilkan basisdata dan aplikasi SISMIOP yang terintegrasi kedalam sistem
informasi lainnya
 Terintegrasinya basis data dan aplikasi SISMIOP sehingga akan memudahkan
SDM Pemerintah Daerah dalam memelihara basis data yang sudah menjadi
satu.

Sasaran dan manfaat yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
 Meningkatan kualitas pelayanan kepada Wajib Pajak secara efisiensi, efektifif
serta kinerja dalam pelaksanaan operasional pengelolaan PBB untuk membuat
WP lebih dapat berperan serta secara aktif dalam pendataan/registrasi dan
pembayaran objek pajak yang mereka miliki.
 Meningkatkan ketersediaan data dan informasi yang cepat dan akurat untuk
keperluan pemantauan operasional, manajemen, evaluasi kinerja dan
pengambilan keputusan pada semua tingkatan instansi Pemerintah
Kabupaten/Kota.
 Meningkatkan secara kualitas sumberdaya manusia yang ada di ingkungan
Pemerintah Kabupaten/Kota melalui transfer teknologi terkait dengan
pengembangan sistem.
 Menggali potensi PBB

Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari pekerjaan ini meliputi :
1. Survey lokasi dan stakeholder
 Melakukan survey terhadap masing-masing stakeholder yang akan
menggunakan aplikasi yang sedang berjalan maupun aplikasi yang akan
dibangun dan dikembangkan.
 Melakukan survey pengadaan perangkat lunak dan perangkat keras yang
akan atau sedang berjalan untuk pengembangan sistem sesuai dengan
spesifikasi teknis yang sudah ditentukan.

Kustomisasi sismiop pemda 6


2. Analisa Permasalahan
 Melakukan analisa permasalahan yang mungkin ada baik terhadap aplikasi,
sumber daya manusia, maupun terhadap rencana implementasi setelah
melihat kondisi lapangan sebagai hasil survey lokasi yang telah dilakukan.
 Menganalisa dan merumuskan sistem kerja aplikasi dan basis data yang
akan dibangun dan dikembangkan dengan mempelajari secara rinci
prosedur oprasional sistem yang sedang berjalan, yaitu meliputi
permasalahan, kelemahan, kekurangan, kebutuhan dan potensi
pengembangannya dengan mengadopsi perkembangan teknologi terbaru.
 Menganalisa dan merumuskan kebutuhan untuk mengintegrasikan integrasi
basis data antar aplikasi SISMIOP ke dalam sistem informasi seperti BPHTB
atau POSPBB

3. Design Aplikasi dan Migrasi Basis Data


 Melakukan design aplikasi yang dapat manampung siklus PBB di
Pemerintahan Kabupaten/Kota
 Mendesign langkah-langkah atau rencana kerja untuk melaksanakan proses
Migrasi Data dari struktur basisdata SISMIOP DJP yang digunakan saat ini
ke struktur basisdata SISMIOP yang baru, kedalam kegiatan rancang
bangun sebagaimana disebutkan di atas.
 Mendesign integrasi basis data antar aplikasi dengan SISMIOP yang akan
dikembangkan.

4. Pengembangan Aplikasi
 Melakukan coding program terhadap aplikasi SISMIOP untuk operasional di
Pemerintah Kabupaten/Kota.
 Mengembangkan Integrasi sistem informasi yang ada dengan SISMIOP
yang akan dikembangkan.
 Mengembangakan SISMIOP offline yang akan digunakan sebagai sistem
informasi pelayanan yang dapat digunakan untuk pelayanan offline.

Kustomisasi sismiop pemda 7


5. Testing Aplikasi
 Melakukan uji coba (trial and error) sekaligus implementasi aplikasi serta
melakukan pengecekan sinkronisasi data
 Melakukan quality control terhadap aplikasi untuk memberikan masukan
guna penyempurnaan terhadap aplikasi.
 Bersama-sama dengan staff DPKD Kabupaten/Kota yang ditunjuk, untuk
melakukan User Acceptance Test (UAT).

6. Dokumentasi aplikasi
 Membuat dokumentasi aplikasi
 Membuat user manual

7. Instalasi aplikasi
 Melakukan proses instalasi aplikasi di pusat data untuk dapat
mengintergrasikan aplikasi PBB di seluruh stakeholder Training penggunaan
aplikasi

8. Training penggunaan aplikasi


 Melakukan pelatihan terhadap user mengenai cara mengoperasikan aplikasi.

9. Training alur pengiriman data


 Melakukan pelatihan para stake holder

10. Pemeliharaan database


 Melakukan proses backup data secara periodik
 Memperbaiki database bila mengalami kerusakan dan melakukan data
restore Pemeliharaan data.

11. Pemeliharaan data


 Melakukan pemeliharaan terhadap akurasi dan validitas data
 Melakukan pengecekan data apabila terjadi kesalahan data.

Kustomisasi sismiop pemda 8


12. Evaluasi kinerja
 Melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan
 Memberikan laporan evaluasi kinerja secara periodik

Analisis dan Perancangan


Kustomisasi SISMIOP ini dibangun dengan mengadopsi teknologi yang telah ada
sebelumnya, yang diserahkan oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal
Pajak dan akan disesuaikan dengan perubahan struktur organisasi, kebijakan, dan
peraturan perpajakan yang berlaku disetiap daerah kabupaten/kota.

Berikut adalah penjelasan beberapa teknologi yang digunakan dalam proses


kustomisasi SISMIOP :

Oracle Database
Oracle adalah sebuah Relational Database
Management System ( RDBMS ) yang
tediri dari kumpulan data untuk mengelola
informasi secara terbuka, komprehensif,
terintegrasi dan bersifat multi – platform. Hingga saat ini oracle masih merupakan
salahsatu vendor terdepan dalam mengaplikasikan dan juga dalam hal implementasi
sistem database.

Berkaitan dengan peralihan pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan, pemerintah


pusat yaitu Direktorat Jenderal Pajak menyerahkan beberapa aplikasi kepada
Pemerintah Daerah salahsatunya adalah aplikasi SISMIOP yang menggunakan
Oracle sebagai database pendukung nya.

Berikut adalah kelebihan database oracle sebagai pertimbangan dalam implementasi


kustomisasi SISMIOP pemda :
 Memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan manajemen sistem
database

Kustomisasi sismiop pemda 9


Kelebihan Database Oracle yang pertama adalah mampu untuk melakukan
manajemen sistem data dengan baik. Hal ini memungkinkan user ataupun
programmer yang menggunakan Database Oracle dapat melakukan
manajemen basis data dengan baik dan juga sempurna.

 Jumlah data dan juga angka yang dihandle sangat besar


Sesuai dengan sejarah awal berdirinya oracle, sistem Database Oracle mampu
untuk menghandel data dan juga angka dalam jumlah yang sangat besar,
sehingga penggunaan dari Database Oracle sangat efektif untuk ditanamkan
pada perusahaan – perusahaan dengan skala besar dan multicorporate.
Dengan penggunaan Database Oracle, maka semua data yang dimiliki oleh
perusahaan besar tersebut mampu untuk dihandle dengan mudah dan juga
cepat.

 Dapat mengolah data dengan cepat dan akurat


Pengolahan data yang dapat dilakukan oleh Database Oracle merupakan salah
satu pengolahan data yang cepat dan juga akurat. Sistem manajemen basis
data ini juga dapat bekerja lebih cepat dbandingkan sistem DBMS yang lainnya.

 Memiliki kemampuan untuk melakukan cluster server


Merupakan keunggulan dari Database Oracle, yang mungkin tidak dimiliki oleh
vendor DBMS lainnya. Database Oracle mampu untuk mengimplementasikan
manaemen basis data ynag bersumber dari multi server, atau yang dalam
istilah Database Oracle disebut sebagai Technology Cluster Server. Hal ini
memungkinkan Database Oracle dapat melakukan manajemen data dengan
menggunakan lebih dari 1 server. Apabila suatu instansi memiliki 50 server,
maka Database Oracle mampu untuk mengolah seluruh data yang dimiliki oleh
ke-50 server tersebut secara aktif.

Kustomisasi sismiop pemda 10


 Dapat melakukan management User
Database Oracle juga memiliki kelebihan lainnya, yaitu mampu untuk
melakukan management user. Hal ini berkaitan dengan pembatasan otorisasi
user dalam mengakses database.

 Multi-Platform
Multi platform, berarti Database Oracle bisa digunakan pada berbagai macam
platform. Hal ini berarti Database Oracle bisa beroperasi pada Sistem Operasi
lainnya, seperti Mac, dan juga Linux.

 Pemrosesan data yang cepat


Keunggulan utama dari sistem basis data yang diberikan oleh Database Oracle
adalah pemrosesan dari pengolahan data yang cepat. Hal ini akan membantu
meningkatkan efisiensi waktu, dan membuat banyak biaya penyelenggaraan IT
menjadi lebih kecil.

 Memiliki kemampuan flashback


Flashback merupakan kemampuan untuk melakukan restore ulang pada suatu
database yang tidak sengaja mengalami error, seperti mengalami mati listrik.

Oracle Form & Report


Oracle form, merupakan software untuk
membuat interface yang berinteraksi secara
langsung dengan database oracle. Oracle
form memiliki IDE (Integrated Development
Environment) termasuk didalamnya adalah
objek navigator, lembar properti, kode
editor yang menggunakan bahasa PL/SQL
(Procedure Languagge / Structure Query Languagge ).

Orcle Report, adalah alat untuk mengembangkan laporan terhadap data yang
tersimpan dalam database Oracle. Oracle Reports terdiri dari Oracle Reports

Kustomisasi sismiop pemda 11


Developer (komponen dari Oracle Developer Suite) dan Oracle Application Server
Reports Services (komponen dari Oracle Application Server).

Implementasi Simulasi
Proses Implementasi merupakan tahap percobaan program sehingga program siap
untuk digunakan.

Tujuan dari implementasi adalah untuk mengkonfirmasi semua modul – modul


perancangan, pada proses ini diharapkan user pengguna dapat memberikan
masukan kepada pengembang sistem sehingga bisa tercipta sistem yang berkualitas,
user friendly, dan yang paling utama adalah sistem yang dibangun bisa
meningkatkan kinerja pelayanan dengan data yang berkualitas, akurat dan dapat
dipertanggung jawabkan.

Secara garis besar proses implementasi sistem dibagi menjadi dua yaitu sebagai
berikut :

Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan dalam proses implementasi Kustomisasi SISMIOP
ini adalah :
 Server Processor Minimum 2GB
 Minimum RAM 4.00 GB
 Minimum Hardisk 500 GB
 Monitor 13”
 CD Room Drive, Keyboard & Mouse

Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan dalam proses implementasi eOffice ini adalah :
 Sistem Operasi Windows Server 2008
 Oracle database (RDBMS)
 Oracle Form Developer
 Antivirus

Kustomisasi sismiop pemda 12


Kustomisasi SISMIOP
Pembangunan dan Pengembangan Sistem Manajemen Informasi Objek PBB
(SISMIOP), pada proses ini dilakukan penyesuain dengan regulasi dan struktur
organisasi yang berlaku di daerah kabupaten/kota.

Secara garis besar, berikut adalah modul – modul utama yang terdapat dalam
SISMIOP :
 Modul Pendaftaran/Pendataan (Administrasi PBB 1)
Pengisian atau perubahan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP/LSPOP)
bisa dilakukan secara manual dan online.

 Modul Penilaian (Administrasi PBB 2)


Penilaian merupakan proses yang terberat dalam siklus PBB, dengan modul ini
penilaian terhadap objek pajak berupa tanah dan bangunan akan lebih mudah.
Dimungkinkan juga pihak selain Dinas PPKAD seperti Dinas PU/Kimpraswil yang
lebih ahli untuk dapat melakukan input data harga komponen bangunan,
sehingga pekerjaan penilai lebih mudah, dengan lebih fokus ke detail objek
pajak dan tanah saja.

 Modul Penetapan (Administrasi PBB 3)


Proses ini paling sederhana, namun waktu penyelesaian pencetakan
SPPT/SSPD yang cepat sangatlah diperlukan disini, sehingga masyarakat/wajib
pajak segera dapat mengetahui besaran ketetapan PBB yang harus mereka
bayar.

 Modul Penagihan (Administrasi PBB 4)


Modul penagihan disini sebenarnya bisa digabungkan ke dalam sistem payment
online, namun apabila daerah menginginkan tambahan fasilitas yaitu
pengiriman himbauan pembayaran kepada wajib pajak, Pemberitahuan jatuh
tempo, Kegiatan penagihan akhir, dapat dimasukan ke dalam modul ini.

Kustomisasi sismiop pemda 13


 Modul Pelayanan (Administrasi PBB 5)
pelayanan PBB meliputi pengurangan denda administrasi, permohonan
keberatan, pengurangan, pembetulan, pengurangan atau penghapusan sanksi
administrasi, dan pengurangan atau pembatalan ketetapan PBB/STPD PBB
Pedesaan dan Perkotaan.

 Modul Administrasi System (Utilitas)


Modul ini adalah untuk pemilihan kewenangan aplikasi dalam rangka penggunaan
manajemen user dari masing-masing jabatan dan posisisi sesuai dengan tugas
pokok dan fungsi masing staf di lingkungan DPKD.

Penutup
Demikian proposal kustomisasi SISMIOP Pemda, dikembangkan untuk dapat digunakan
sebagai sarana dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan PBB-P2 dilingkungan
Pemerintah Daerah.

Screen Shoot Aplikasi


Halaman Login

Kustomisasi sismiop pemda 14


Kustomisasi sismiop pemda 15
Kustomisasi sismiop pemda 16
Kustomisasi sismiop pemda 17
Kustomisasi sismiop pemda 18