Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manajemen proyek biasanya meliputi beberapa hal, salah satunya adalah

tentang estimasi biaya. Estimasi biaya merupakan perhitungan biaya secara

menyeluruh dalam suatu proyek, karena biaya merupakan suatu hal yang sangat

penting, dan perlu diketahui dengan baik oleh semua pihak yang berkaitan

dengan proyek kontruksi, baik oleh kontraktor, konsultan, maupun pemilik

proyek. Agar mendapatkan perhitungan rencana anggaran biaya yang baik,

diperlukan pemahaman yang pasti dan jelas tentang harga satuan pekerjaan

untuk setiap jenis pekerjaan yang ada pada proyek tersebut

Umumnya estimasi biaya adalah yang pertama kali memberikan indikasi

khusus pada total biaya proyek. Total estimasi biaya proyek memberikan

informasi penting bagi pemilik, perencana dan kontraktor. Pemilik menggunakan

estimasi biaya tersebut sebagai pedoman untuk menentukan kebijakan dalam

pengelolaan, pendanaan, dan nilai ekonomis proyek, bagi perencana estimasi

biaya akan berperan dalam membuat desain proyek dan pemilihan material,

sedangkan bagi kontraktor akan berperan dalam menentukan metode pelaksanaan

yang akan dipakai dalam menentukan besarnya keuntungan. Umumnya harga

ditentukan dari estimasi biaya yang telah disetujui oleh kontaraktor dan pemilik.

Dewasa ini, diIndonesia penentuan rencana anggaran biaya bangunan dan harga

1
satuan pekerjaan orang tidak lagi sepenuhnya memakai buku pedoman analisa

BOW (Burgelijke Openbare Werken) tahun 1921, karena dianggap tidak sesuai

lagi terutama dalam hal satuan upah pekerjaan. Sebagai gantinya pada tahun 1987

sampai tahun 1991. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Bandung

melakukan penelitian untuk mengembangkan analisa BOW tersebut. Pendekatan

penelitian yang dilakukan oleh pusat penelitian dan pengembangan permukiman

tersebut yaitu melalui pengumpulan data sekunder berupa analisa biaya yang

dipakai oleh beberapa kontraktor dalam menghitung harga satuan pekerjaan.

Disamping itu dilakukan pula pengumpulan data primer, melalui penelitian

lapangan pada proyek-proyek pembangunan perumahan. Data primer yang

diperoleh dipakai sebagai pembanding terhadap kesimpulan data sekunder yang

diperoleh. Kegiatan tersebut telah menghasilkan produk analisa biaya konstruksi

yang telah dikukuhkan sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) pada tahun

1991-1992, namun hanya untuk perumahan sederhana.

SNI pada tahun 2001 harus dikaji kembali untuk memperluas sasaran analisa

biaya kontruksi kemudian disempurnakan dengan sasaran yang lebih luas yaitu

bangunan gedung dan perumahan sehingga SNI tersebut berjudul Analisa Biaya

Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI, 2002) dan pada tahun 2007

SNI 2002 kembali dikaji dan disempurnakan dan menjadi analisa SNI 2007 dan

pada tahun 2008 SNI 2007 kembali dikaji dan disempurnakan dan menjadi

analisa SNI 2008.

Proyek Pembangunan Pagar IPAL Sungai Andai, pada pelaksanaanya

memakai pedoman analisa SNI 2007, maka dari itu perlu ada perhitungan ulang

2
dan membandingkan RAB Pembangunan Pagar IPAL Sungai Andai dengan

anlisa SNI terbaru yaitu SNI 2008.

1.2 Perumusan Masalah

Permasalahan pada tugas akhir ini adalah:

1. Bagaimana cara perhitungan volume estimasi biaya secara detail?


2. Apakah perhitungan estimas biaya pada proyek Pembangunan Pagar

IPAL Sungai Andai sesuai dengan SNI 2007?


3. Apakah analisa SNI 2007 ada perbedaanya dengan analisa SNI 2008?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan tugas akhir ini adalah adalah :

1. Menghitung kembali volume Estimasi Biaya secara detail


2. Mengetahui estimas biaya pada proyek Balai Penyuluhan Pertanian dan

membandingkan dengan standar yang ada.


3. Membandingkan analisa estimasi biaya yang dipakai yaitu SNI 2007

dengan yang terbaru SNI 2008

1.4 Batasan Masalah

Karena banyaknya metode yang akan digunakan pada permasalah estimasi

biaya, maka dalam tugas akhir ini perlu pembatasan masalah antara lain:
a. Perhitungan volume estimasi biaya.
b. Analisa estimasi biaya menggunakan analisa SNI 2007 dan 2008.
c. Perhitungan volume dan rencana anggaran ini berlokasi di Banjarmasin

proyek Pembangunan Pagar IPAL Sungai Andai berdasarkan harga

bahan saat proyek dibangun.

3
1.5 Sistematika Penulisan

Tugas akhir ini disusun dengan sistimatika sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan

Pendahuluan berisi tentang hal-hal yang mendasari penyusunan

tugas akhir seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, dan

sistematika penulisan.

BAB II : Dasar Teori

Dalam bab ini merupakan dasar teori dan materi yang dibahas

dalam penyusunan tugas akhir.

BAB III : Metodelogi Penelitian

Merupakan langkah-langkah dalam melakukan penelitian yang

disusun dalam bentuk bagan alir. Serta menjelaskan proses

terjadinya selama penelitian dilaksanakan.

BAB IV : Pengolahan Data dan Pembahasan

Dari hasil penelitian diperoleh data, yang akan diproses sehingga

menghasilkan tujuan utama dilakukanya penelitian. Dalam bab

ini dilakukan pembahasan mengenai hasil dari penelitian yang

dilakukan, sekaligus data yang diproses.

BAB V : Penutup

- Kesimpulan
- Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Estimasi Biaya

5
Estimasi adalah perkiraan mengenai nilai (value), jumlah (amount), ukuran

(size) atau berat (weight) dari sesuatu (Juinkpe, 2008). Dalam konteks kontruksi,

estimasi biaya atau dalam hal ini disebut estimasi biaya pekerjaan kontruksi

adalah perkiraan tentang kemungkinan biaya yang akan digunakan pada aktifitas

konstruksi, umumnya diadasarkan pada beberapa data yang sesuai dengan

kenyataan yang ada dan dapat diterima, atau juga disebut sebuah ramalan ilmiah

atau perkiraan biaya atas proyek yang akan dibangun.

Estimasi biaya pada suatu proyek harus disiapkan sebelum suatu proyek

dilaksanakan, untuk menetapkan besarnya kemungkinan biaya pada suatu proyek.

Jadi estimasi biaya merupakan suatu perkiraan yang paling mendekat pada biaya

yang sesungguhnya. Sedangkan nilai sebenarnya dari suatu proyek tidak akan

diketahui sampai suatu proyek terselesaikan secara lengkap.

Estimasi biaya pekerjaan konstruksi biasanya memberikan suatu indikasi

tertentu terhadap biaya total proyek. Estimasi biaya mempunyai peranan penting

dalam suatu proyek, karena tanpa adanya estimasi biaya suatu proyek tidak akan

berhasil.

Kualitas suatu estimasi biaya proyek bergantung pada tersedianya data dan

informasi, teknik atau metode yang digunakan, serta kecakapan dan pengalaman

estimator. Tersedianya data dan informasi memegang peranan penting dalam hal

kualitas estimasi biaya proyek yang dihasilkan. Sebagai contoh, pada awal

formulasi lingkup proyek, jika sebagian data atau informasi belum tersedia atau

belum ditentukan, maka estimasi atau perkiraan biaya yang dihasilkan masih

berupa perkiraan.

6
Nilai / harga / value proyek yang baik tergantung dari bagaimana membuat

suatu estimasi biaya yang baik, dimana biaya yang mungkin timbul harus

dikendalikan seminimal mungkin (Azwar, 2008).

Estimasi biaya sangat ditentukan oleh:

 Tersedianya data dan infomasi


 Teknik dan metode yang digunakan
 Kecakapan dan pengalaman estimator
 Tujuan pemakaian perkiraan biaya
Dalam penyusunan suatu anggaran biaya dapat dalakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Anggaran biaya yang dihitung secara kasar (penaksiran)
Anggaran biaya yang dihitung secara kasar biasanya dihitung berdasarkan

pengalaman yang dimiliki oleh pemuat anggaran biaya yang

bersangkutan.
2. Anggaran biaya yang dihitung secara teliti (terperinci)

Untuk memudahkan dalam pembuatan biaya teliti dapat dipakai sebagai

pegangan atau pedoman buku analisa SNI. Analisa adalah merupakan rumusan

guna menetapkan harga dan upah masing-masing bagian pekerjaan dalam

bentuk satuan (Zainal, 1987). Data-data yang diperlukan dalam pembuatan

anggaran biaya dari suatu bangunan adalah :

a. Gambar

b. Haraga bahan/barang-barang bangunan dan upah

c. Daftar analis

Disamping itu harus diperhatikan kemungkinan lain seperti :

 Keadaana stabilitas harga harga bahan dan barang-barang bangunan serta

upah tenaga kerja.

 Keadaan iklim/cuaca di daerah tempat bangunan didirikan, banyak hujan

atau tidak

7
 Keadaan jalan yang menghubungkan ketempat pekerjaan, apakah dapat

dilalui oleh kendaraan-kendaraan yang dipergunakan untuk mengankut

bahan-bahan bangunan, alat-alat perlengkapan kerja lainnya.

 Keadaan daerah itu sendiri, seperti keras lunaknya tanah bangunan,

dalamnya air tanah, mudah tidaknya pengambilan air untuk bangunan dan

keamanan setampat serta mudah tidaknya mendapatkan tenaga kerja

2.1.1 Menaksir harga Bahan

Quantity surveyor selalu membuat suatu daftar bahan yang diperlukan dan

daftar harga yang dipakai oleh para pemborong untuk membuat rencana

penawaran harga.

Harga bahan yang dipakai biasanya harga bahan di tempat pekerjaan, jadi

sudah termasuk biaya angkutan, biaya menaikan dan menurunkan, pengepakan,

penyimpanan semantara di gudang, pemeriksaan kualitas dan auransi ( Soedrajat

A, 1994)

2.1.2 Menghitung Biaya Pekerjaan

Biaya buruh sangat dipengaruhi oleh bermacam-macam hal seperti,

panjangnya jam kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu jenis

pekerjaan, keadaan tempat pekerjaaan, keterempilan dan keahlian buruh yang

bersangkutan.

Waktu yang dipakai untuk menyelasaikan suatu jenis pekerjaan dan tempat

pekerjaan tergantung dari keahlian, sikap mental dai pekerja tersebut terhadap

8
pekerjan itu dan juga tergantung dari keadaan setempat. Keadaan setempat dan

peraturan buruh kadang-kadang mempengaruhi besarnya upah perjam dan dapat

berubah-ubah tergantung dari waktu pekerjaan.

Beberpa penaksiran harga mempergunankan cara mengalikan unit pekerjaan

denga upah buruh perunit pekerjaaan. Cara itu kurang teliti karena buruh sangt

berlainan keterampilannya.

Cara yang lebih baik adalah dengan menaksir jumlah jam kerja yang

diperlukan untu tiap jenis pekerjaan yang dipisahkan dari upah buruh, kemudian

hasilnya dikalikan dengan per jam atau per hari. (Soedrajat A, 1994)

2.1.3 Menaksir Alat-Alat Yang diperlukan

Suatu peralatan yang diperlukan untuk suatu jenis kontruksi, haruslah termasuk

didalam bangunan sementara, seperti mesin-mesin, dan peralatan tangan (tool).

Pemilihan jenis peraltan tergantung dari jenis peralatan yang sudah dimiliki oleh

pemborong. Suatu jenis alat kadang-kadang hanya dapat dipakai satu kali saja,

karena penaksiaran biaya didasarkan pada masa pakai, lamanya mesin dipakai,

serta besarnya pekerjaan yang harus dikerjakan

Biaya peralatan termasuk juga harga sewa, pengangkutan, pemasangan alat,

pemindahan, membongkar, biaya operasi dan upah operator. Unit cost dapat

berdasarkan waktu atau hasil pekerjaaanyang akan dikerjakan, missal ongkos tiap

9
jam dapat dihitung dengan membagi jumlah ongkos pengadaan peralatan dengan

jumlah jam dimana peralatan akan selalu berada di tempat dengan cara membagi

dengan jumlah jam kerja yang betul-betul dipakai untuk mengopersikan peralatan

tersebut. (Soedrajat A, 1994)

2.1.4 Menaksir Biaya Tak Terduga (Overhead)

Biaya tak terteduaga terbagi dua macam yaitu:

1. Biaya tak terduga umum

Biasanya tidak dapat segera dimasukan kesuatu jenis pekerjaan dalam proyek

misalnya: sewa kantor, perlatan kantor, air, listrik, telpon, asuransi, pajak,

bunga uang, biaya-biaya notaries, biaya perjalanan dan pembelian barang kecil

lainnya.

2. Biaya tak terduga proyek

Ialah biaya yang dapat dibebankan kepada proyek tetapi tidak dapat

dibebankan kepada biaya bahan-bahan, upah buruh atau biaya alat-alat seperti

asuransi, pembelian tambahan dan dokumen kontrak pekerjaan, pengukuran,

surat-surat izin, honorium.

Ada juga memasukan pajak upah dan asuransi kedalam biaya tak terduga,

tetapi adajuga yang memasukan kedalam upah buruh. Dalam hal ini termasuk

juga asuransi jiwa, tunjangan kesehatan, dan tunjangan lain. Hal-hal tersebut

dapat berkisar antara 8% sampai 12% dari uapah buruh.

10
Jumlah biaya tak terduga dapat berkisar antara 30% dari jumalah harga

bahan, upah buruh dan ongkos alat-alat antara 12% sampai 50% dari upah buruh

tergantung dari jenis pekerjaan dan kaedaan setempat. (Soedrajat A, 1994)

2.1.5 Menaksir Keuntungan (Profit)

Keuntungan yang dinyatakan dengan persentasi dari jumlah biaya berjumlah

sekitar 8% sampai 15% tergantung dari keinginan pemborong untuk

mendapatkan proyek tersebut.

Untuk proyek kecil biasanya diambil 15%, proyek sedang diambil 12.5% dan

untuk proyek besar 8%. Persentasi ininjuga tergantung dari besarnya resiko

pekerjaan, kesukaran-kasukaran yang akan timbul yang tidak tampak dan dari

cara pembayaran. (Soedrajat A, 1994)

2.2 Pengartian Volume dan Kubikasi Pekerjaan

Volume suatu pekerjaan adalah menghitung banyaknya jumlah volume

pekerjaan dalam satu satuan. Volume juga sering disebut kubikasi pekerjaan.

Volume bukanlah merupakan volume (isi sesungguhnya) melainkan hanya

volume jumlah bagian pekerjaan dalam satu kesatuan. Sebelum menghitung

volume masing-masing pekejaan, lebih dahulu harus dikuasai gambar kerja.

2.3 Biaya

11
Biaya merupakan nilai atau harga dari bahan-bahan material dan upah yang

digunakan pada suatu proyek. Biaya yang digunakan berpedoman pada basic

price (standar harga) yang dikeluarkan oleh depertemen pemukiman dan

pengembangan wilayah.

2.4 Perhitungan Rencana Anggaran Biaya


Pada dasarnya setiap perhitungan Rencana Anggaran Biaya umumnya akan

dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :


1. Harga bahan setempat
2. Harga upah pekerja setempat
3. Lokasi dan jenis pekerjaan

Sebelum memulai perhitungan anggaran biaya terlebih dahulu harus

mengetahui data-data seperti dibawah ini, yaitu :

1. Besar volume pekerjaan


2. Peralatan dan jumlah pekerja yang akan digunakan
Selain data-data tersebut yang juga sangat berpengaruh terhadap perhitungan

anggaran biaya adalah gambar kerja, gambar kerja merupakan bagian yang

sangat penting dari suatu perhitungan, sebab besarnya volume suatu pekerjaan

akan kita peroleh dengan melihat gambar kerja, kesalahan dalam gambar kerja

akan mempengaruhi perhitungan volume pekerjaan.

Purbadi dan badrul, 2003 mengatakan langkah-langkah yang harus dilakukan

dalam perhitungan rencana anggaran biaya antara lain adalah:

1. Membuat daftar uraian pekerjaan

Dalam perencanaan anggaran biaya meliputi beberapa pekerjaan, antara

lain:
1. Pekerjaan /persiapan
Meliputi:
- Pek.Pembersihan lokasi

12
- Papan Nama Kegiatan
- Pengukuran dan Pemasangan Patok

2. Pekerjaan Tanah

Meliputi:

- Galian tanah podasi


- Urugan pasir

3. Pekerjaan beton
Meliputi:
- Membuat lantai kerja
- Pondasi Beton bertulang
- Slof Beton Bertulang
- Balok Beton Bertulang
- Kolom Beton Bertulang

4. Pekerjaan dinding dan Plesteran


Meliputi:
- Dinding Bata Merah

- Plesteran

- Acian

5. Pekerjaan Menara Gerbang


Meliputi:
- Pekerjaan Cor Beton Bertulang
- Pekerjaan variasi gerbang
- Pekerjaaan Cat
- Pintu Gerbang Terpasang
- Pasang lisplank

6. Pekerjaan Lain-Lain
Meliputi:

13
- Pengecatan
- Pengadaan dan Pemasangan Galam
- Memasang Kawat Berduri
- Memasang Besi Siku
- Pintu Stenles Belakang
- Portal Masuk
- Papan Nama Besi PD PAL Kota Banjarmasin

2. Membuat daftar bahan yang diperlukan

Yang dimaksud dengan bahanadalah komponen atau material yang diperlukan

untuk membuat suatu pekerjaan. Jadi daftar bahan yang diperlukan yang nantinya

akan menjelaskan atau menerangkanjenis-jenis bahan yang akan dipakai dalam

pekerjaan bangunan yang dibuat, sehingga memudahkan kita untuk melakukan

survey ke lapangan (pasar) dalam hal untuk mengetahui harga–harga bahan yang

nantinya akan dipergunakan.

3. Membuat daftar alat berat

Sama halnya dengan daftar bahan yang diperlukan seperti alat berat juga

dibuatkan daftarnya. Alat berat nantinya akan sangat membantu dalam

mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dibuat.

4. Daftar upah harga satuan

Upah adalah jumlah nominal dalam rupiah yang diberikan kepada pekerja

sebagai imbalan dari pekerjaan yang dibuat. Daftar ini dibuat untuk

14
mengetahui standar upah yang berlaku pada saat berlangsungnya proyek dan

tempat proyek dilaksanakan.

2.5 Standart Nasional Indonesian (SNI)

Standart Nasional Indonesia adalah tentang tata cara perhitungan harga satuan

pekerjaan untuk kontruksi bangunan gedung dan perumahan. Analisa SNI 2007

yang sekarang digunakan adalah revisi dari analisa SNI 03-2836-2002, dan telah

disesuaikan dengan keadaan di Indonesia dengan melakukan modifikasi terhadap

indeks harga satuan dan pekerja.

SNI atau Standart Nasional Indonesia ini menetapkan indeks bahan bangunan

dan indeks tenaga kerja, indeks ini dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan yang

dapat dijadikan acuan dasar, sehingga digunakan seragam oleh para pelaksana

pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan

pekerjaan.

Dalam penilitian ini digunakan analisa SNI 2007 dan analisa SNI 2008, dalam

analisa tersebut terdapat perbedaan indeks volume pada pekerjaan pasangan batu

bata tebal ½ bata 1pc:2ps tepatnya pada indeks pekerja, dan dapat dilihat pada

tabel 2.1 dan tabel 2.2.

a. Membuat daftar analisa harga satuan SNI 2002

Tabel 2.1 analisa harga satuan SNI 2007

No Uraian pekrjaan Satuan volume Harga Upah Bahan Jumlah


(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

15
1 Meurug Pasir
Urug

Pasir Urug M3 1.200

Pekerja Oh 0.300
mandor Oh 0.010

b. Membuat daftar analisa harga satuan SNI 2007

Tabel 2.2 analisa harga satuan SNI 2008


No Uraian pekrjaan Satuan volume Harga Upah Bahan Jumlah
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 Meurug Pasir
Urug

Pasir Urug M3 1.200

Pekerja Oh 0.300
mandor Oh 0.010

2.6 Membuat Daftar Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya

Rekapitulasi adalah rekapan dari rencana anggaran biaya yang kita buat.

Dalam rekapitulasi anggaran biaya ini tiap-tiap volume pekerjaan dikalikan

dengan harga satuan masing-masing, sehingga didapat jumlah dari keseluruhan,

rakapitulasi anggaran biaya bisa dilihat pada tabel 2.3.

16
a. Rekapitulasi rencana anggaran biaya SK-SNI 2007 dan SK-SNI 2008

Table 2.3 Rekapitulasi rencana anggaran biaya SK-SNI 2007 dan SK-SNI 2008

No Uraian pekrjaan Satuan volume Harga satuan Jumlah


(Rp) (Rp)

jumlah

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Data Yang Diperlukan

17
Dalam penulisan penyusunan tugas akhir ini menggunakan penelitian langsung

di lapangan serta mempelajari buku-buku referensi kepustakaan yang

berhubungan dan relevan dengan masalah-masalah estimasi biaya.

Data yang diperlukan yang diperlukan diantaranya adalah analisa SNI 2007

analisa SNI 2008 dan gambar kerja.

3.2 Analisa Perhitungan

Setelah data didapat dan dikumpulkan, maka selanjutnya dilakukan

pengolahan data dengan mengeroksi ulang serta mengklasifikasikan data-data

yang telah dikumpulkan untuk memenuhi kelengkapan data. Kemudian data-data

tersebut dianalisa dan diambil kesimpulan dengan cara mengumpulkan faktor-

faktor umum untuk diambil kesimpulan yang bersifat khusus. Analisa

perhitungan pada tugas akhir ini diantaranya menghitung rencana anggaran biaya

dengan cara SNI 2007, menghitung rencana anggaran biaya dengan cara SNI

2008 dan melakukan perbandingan

3.3 Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah dari bulan januari sampai bulan meret. Penelitian

dilakukan di daerah Banjarmasin Utara pada proyek Pembangunan Pagar Sungai

18
Andai. Dengan melakukan wawancara kepada konsultan prencana untuk

mengetahui bagaimana cara pembuatan rencana anggran biaya.

No Data Data primer Data sekunder sumber

1 Perhitungan volume - Gambar kerja Dokumen kontrak ko


estimasi biaya pelaksana

2 Analisa harga Harga satuan pekerjaan Survei toko-toko bah


- bangunan

- Analisa SNI 2007 Dokumen kontrak

Analisa SNI 2008


- Buku RSNI 2007
-

3 Rencana anggaran Konsultasi/wawancara Kontaktor peleksana


biaya Konsultan perencana

Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder, data tersebut

diambil dari berbagai sumber. Rincian data yang akan digunakan dapat dilihat

pada tabel 3.1.

Tabel 3.1Rincian data yang dipakai

19
3.4 Bagan Alir (Flow Chard) Penulisan Tugas Akhir
Gambar bagan alir penulisan tugas akhir dapat dilihat pada gambar 3.1.

Mulai

Pengumpulan Data
-Harga satuan
- Gambar Kerja

Analisa volume

Analisa Harga
– Perhitungan Analisa SNI 2007
– Perhitungan Analisa SNI 2008

Rencana Anggaran Biaya

Perbandingan antara
SNI 2007 dan SNI
2008

Selesai

Gambar 3.1 Bagan alir penulisan tugas akhir..

DAFTAR PUSTAKA

20
Azwar, 2008. Estimasi Biaya Proyek. WWW.google.com

Juinkpe, 2008. Pengertian Estimasi. WWW.google.com

2008. Analisa SNI (Rancangan Standart Nasional Indonesia 3). Jakarta.

2007. Analisa SNI (Dokumen Kontrak proyek Pembangunan Pagar

IPAL Sungai Andai ). 2009. CV. Putra Jaka Utama.

Soedrajat S, A, Ir, 1994. Analisa (cara modern) Anggaran Biaya Pelaksana.

Nova : Bandung

Zainal AZ, 1987. Pengetahuan Anggaran Biaya bangunan. Media : Surabaya

21