Anda di halaman 1dari 2

Ringkasan Teologi Perjanjian Baru I

Allah menyatakan diri melalui peristiwa dalam sejarah. Sejarah dlam hal ini berarti
peristiwa yang disebabkan oleh peristiwa sebelumnya atau peristiwa yang tidk melibatkan
makhluk luar.
Apakah mungkin sejarah menangkap pernyataan diri Alah? Tidak dapat
menampungnya karena dalam penyataan diri Alah menyatakan dengan hal-hal yang
supranatural (tidak masuk akal).
 Sejarah adalah peristiwa yang berdapat di Alkitab dan yang ditafsirkan.
 Peristiwa natural atau supranatural adalah sejarah.
 Peristiwa sejarah adalah peristiwa yang dapat diterima melalui panca indra.
Sejarah Teologi Perjanjian Baru
Abad-abad Pertengahan
Alkitab berada dibawah dogma gereja. Teologi Akutab hanya dipakai untuk
menguatkan dogma gereja, yang didirikan berdasarkan Alkitab, maupun tradisi gereja.
Alkitab dipahami secara historis dan juga Alkitab sebagaimana ditafsirkan oleh tradisi gereja.
Reformasi
Terjadi penentangan oleh para reformator mengenai sifat teologis dogmatis yang
alkitabiah itu dan menuntut agar teologi haruslah berdasarkan Alkitab saja. Pengertian para
reformator masih kiurang sempurna sehingga Perjanjian Lama sering ditafsirkan bukan
berdasarkan latar belakang sejarahnya melainkan berdasarkan pandangan kebenaran
Perjanjian Baru.
Pasca Reformasi
Alkitab dipakai secara tidk tepat dan tidk historis untuk mendukung doktrin ortodoks.
Alkitab dipandang tidk hanya sebagai buku yang tanpa kesalahan dan pertentangan, tetapi
juga tanpa perkembangan atau memajuan. Seluruh Alkitab dianggap sebagai memiliki satu
tingkat nilai teologis. Sejarah sama sekali hilang dalam dogma agama dan ilmu bahasa
menjadi satu cabang dogmatis.
Reaksi Rasionalisme
Teologi Alkitab menjadi satu disiplin ilmu adalah hasil dari dampak pencerahan yang
kuat atas pengkajian-pengkajian Alkitab. Ilmu pengetahuan tidak mencari teologi dlam
Alkitab, tetapi sejarah agama. Teologi dogmatik adalah apa kesimpulan seorang ahli teologi
tertentu mengenai hal-hal rohani, dengan mempertimbangkan secara filsafat dan rasional
sesuai dengan pandangan dan tuntutan zamannya, sednagakan teologi Alkitab semata-mata
memikirkan apa yang dipercayai orang-orang pada masa silam.
Timbulnya Filsafat Agama
Hegel “Adanya Ide Absolut atau Roh Absolut yang secara abadi menyatakan diri
dalam alam semesta dan pekerjaan manusia.” Gerakan pikiran manusia mengikuti pola
dialektika dari satu posisi (tesis) kepada posisi yang berlawanan (antitesis). Dalam sejarah
agama Hegel melihat gerakan Roh dalam dialektika rohani dri agama-agama alami melalui
agama-agama kerohanian pribadi menuju agama absolut yaitu kekristenan.
Dari pertentangan yang ada, lahirlah gereja katolik kuno dalam abad kedua yang
mempengarui harmonisasi antara kedua sikap itu dengan berhasil. Teologi alkitab tidak dapat
dipisahkan dari sejarah.
Reaksi Konservatif
J.C.K. Hofmann, ia berusaha mempertahankan otoritas dan pewahyuan Alkitab
dengan pendekatan historis. Penyatan telah terjadi dalam sejarah penebusan dan bahwa
Heilsgeschichte (sejarah keselamatan) adalah kunci terbaik untuk mengerti kesatuan Alkitab.
Pandangan sejarah liberal dalam Teologi Perjanjian Baru
Pikiran liberal tidak dapat memahami dan menerima kebenaran mutlak dalam relevansi
sejarah.
Kembalinya agama atas teologi

Kembali kepada teologi Teologi Alkitab kontemporer