STUDI POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG

Harnovinsah Ketua LPPM Universitas Internasional Batam noviuib@gmail.com

KAPASITAS KEUANGAN PEMDA >< KEMAMPUAN PEMDA DALAM MENJALANKAN FUNGSINYA

¤

¤

¤

Fungsi Pelayanan Masyarakat (Public Service Function); Fungsi Pelaksanaan Pembangunan (Development Function); dan Fungsi Perlindungan kepada Masyarakat (Protective Function).

. dalam arti jumlah penerimaannya lebih besar daripada biaya pemungutannya. yakni mempunyai pengaruh yang minimum terhadap tingkat harga ataupun keputusan individu untuk mengkonsumsi suatu barang/jasa. yang berarti dapat menghasilkan penerimaan yang cukup. serta Prinsip Mudah Diimplementasikan. Prinsip Netral dan Efisiensi Ekonomis. yaitu bahwa bebab Pajak/Retribusi yang diterima oleh masyarakat seyogyanya fair dan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu untuk membayarnya. yaitu dapat diterima secara ‘politis’ oleh masyarakat dan adanya kemampuan administratif bagi aparat Pemerintah Daerah.PRINSIP PUNGUTAN DARI MASYARAKAT ¤ ¤ ¤ ¤ Prinsip Hasil (yield). Prinsip Keadilan (equity).

Mencari kemungkinan objek pajak dan objek Retribusi Daerah yang belum tergali dengan memperhatikan proses dinamika masyarakat setempat serta melihat struktur PAD Kab/Kota lainnya yang dianggap indentik dan relevan dengan Kota Bandar Lampung. 3.TUJUAN PENELITIAN 1. tarif Retribusi dan jumlah masing-masing objek Pajak dan Retribusi. Memperoleh besaran Tarif Pajak dan Retribusi daerah yang optimal serta proyeksi besaran Tarif Pajak dan Retribusi dengan memperhatikan tingkat perkembangan ekonomi masyarakat. 2. . Mengetahui besaran kapasitas Pendapatan Asli Daerah persektoral/ persubsektor dengan memperhatikan tarif pajak.

atas dasar nilai potensi Pajak/Retribusi Daerah yang telah dianalisis. serta Menghitung potensi beberapa jenis Pajak dan Retribusi Daerah yang dipandang cukup potensial dan prospektif untuk ditingkatkan dan dikembangkan di masa-masa mendatang. Termasuk di dalamnya melakukan proyeksi untuk beberapa periode yad. 5. Mengkaji obyek-obyek potensial PAD terutama yang berasal dari unsur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang prospektif untuk ditingkatkan dan dikembangkan di masa-masa mendatang. . Mengkaji kondisi nyata (nilai pencapaian/realisasi) PAD dan memahami perilakunya. baik dilihat dari sisi kontribusinya terhadap Total Penerimaan maupun dari sisi sumber-sumber yang memberikan kontribusi terhadap PAD.TUJUAN PENELITIAN 4. 6.

Retribusi Jasa Perizinan Tertentu (subsektor Retribusi IMB). Retribusi Jasa Usaha (subsektor Retribusi Terminal) . Bagian Laba atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik Daerah (subsektor Perusahaan Daerah Air Minum / PDAM). . DEFENISI DAN LINGKUP PEKERJAAN STUDI POTENSI PAD ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ Pajak Hotel Pajak Restoran Retribusi Jasa Umum (subsektor Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum).BATASAN.

bukan didasarkan pada potensi penerimaan.KELEMAHAN PROSES PERENCANAAN PENDAPATAN Penentuan target penerimaan lebih didasarkan pada kaidah incremental (dinaikkan sekian % dari tahun lalu). Rencana Tindakan (Action Plan) peningkatan pendapatan daerah lebih dianggap sebagai kegiatan rutin dinas penghasil. Potensi penerimaan Daerah untuk masing-masing jenis / sumber (misal: pajak & retribusi Daerah). . bukan ukuran rasio cakupan (coverage ratio). belum dihitung secara menyeluruh. Pengukuran prestasi/kinerja instansi penghasil masih terbatas pada ukuran rasio pengumpulan (collection ratio).

KERANGKA BERFIKIR POTENSI POTENSI JENIS PENDAPATAN DAERAH REALISASI JENIS PENDAPATAN DAERAH TARGET JENIS PENDAPATAN DAERAH KESENJANGAN OBYEKTIF KESENJANGAN PERENCANAAN COVERAGE RATIO COLLECTION RATIO EFISIENSI ------------------------------- EFEKTIVITAS .

KERANGKA KONSEP PENGKAJIAN POTENSI PAD Kema andirian Daerah Peningkatan / Pendapatan Daerah Studi POTENSI Pendapatan Daerah Data Legalitas Sumber Daya Kerjasama Pimdaerah Analisis Kinerja Perhitungan Potensi Kajian Aspek Legal Action plan Tahapan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah .

000.520. 43.Berapa .Contoh Perhitungan: Retribusi Parkir di tepi Jalan Umum: Target Tahun 2005 : Rp.000. 120.444.Target Tahun 2006 : Rp.Potensi Thn 2005 : Rp. 107.320.880.790. 43.Realisasi Thn 2005 : Rp.000.

000 = x 100 % 43 . 69 % .COLLECTION RATIO Re alisasiXi CLR = T arg etXi CLR x 100 % 43 . 000 CLR = 108 . 320 . 520 .

03 % .COVERAGE RATIO Re alisasiXi CVR = x 100 % PotensiXi CVR 43 . 790 . 520 . 000 = x 100 % 120 . 880 CVR = 36 .

yaitu dengan melakukan observasi langsung di lapangan dengan menggunakan instrumen daftar pertanyaan (Questionaire) dan wawancara langsung terhadap obyek-obyek Pajak dan Retribusi Daerah yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan. Diskusi dan Konsultasi Nara Sumber. Survei Potensi. Wawancara. yaitu pengumpulan data-data sekunder dari berbagai laporan target dan realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah).PENGUMPULAN DATA ¤ Studi Pustaka. yaitu dengan melakukan pengkajian bersama dengan menghadirkan nara sumber dari instansi pengelola pendapatan atau instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi permasalahan. peluang peningkatan dan pengembangan sumbersumber Pendapatan Daerah. dokumen Peraturan Perundang-Undangan tentang Penerimaan Daerah dan data hasil penelitian dan pengkajian sebelumnya yang relevan. hambatan. data Sosial Ekonomi Daerah yang terkait. ¤ ¤ .

: Komponen dari Jenis Pajak/Retribusi Daerah.ANALISIS KUANTITATIF Rumus Rasio Pengumpulan (collection ratio) dari berbagai ayat Pajak dan Retribusi Daerah : Re alisasiXi RPPxi = x 100 % T arg etXi Dimana: RPP Xi ……………………… (1.1) : Rasio Pengumpulan ayat-ayat Pajak & Retribusi Daerah.. . Rumus Pertumbuhan Ayat Pajak & Retribusi : Xit − Xit − 1 RPxit = x100 % Xit − 1 Dimana: RP Xi Xit-1 …. : Ayat suatu Pajak dan Retribusi Daerah tahun ke t-1.2) : Pertumbuhan ayat-ayat Pajak dan Retribusi Daerah. : Ayat suatu Pajak dan Retribusi Daerah tahun ke t.…………………. (1.

ANALISIS KUANTITATIF Rumus Kontribusi/Sumbangan Ayat-Ayat AyatPajak dan Retribusi Daerah : Xi PSPxi = x100 % Xtotal …………… (1.3) Dimana: PSP : Kontribusi jenis Pajak & Retribusi terhadap Total Pajak/Retribusi atau PAD. Xi Total : Nilai Pajak/Retribusi Total atau PAD . Xi : Jenis suatu Pajak dan Retribusi Daerah.

ANALISIS KUANTITATIF Rumus Posisi Jenis-Jenis Pajak & Retribusi Daerah dari Jenissisi Penggolongan masing-masing jenis: masingjenis: Proporsi Pertumbuhan Xi >1 Rata − RataX Prima Potensial Xi <1 rata − rataX Berkembang Terbelakang ∆Xi >1 ∆ Xtotal ∆Xi <1 ∆ Xtotal Dimana: Xi : Nilai Pajak atau Retribusi Daerah (mis. Ret Parkir) X : Jumlah Total Jenis Pajak atau Retribusi Daerah t : Pertumbuhan (tXi=[(Xit-Xit-1)/Xit-1] x 100% t .

Secara umum Penghitungan Potensi dilakukan dengan rumus sbb.4) Rumus Coverage Ratio : RCPxi = Dimana: RCP : Rasio Pengumpulan Ayat-ayat Pajak dan Retribusi Daerah. - Potensi Penerimaan Pajak/Retribusi = Volume Obyek Pajak/ Retribusi X tarif Pajak / Retribusi ……. Re alisasiXi x100 % PotensiXi . Xi : Komponen dari Jenis Pajak/Retribusi Daerah. dikembangkan.ANALISIS KUANTITATIF Rumus Untuk Menghitung Potensi Jenis-Jenis Pajak dan JenisRetribusi Daerah yang potensial untuk dikembangkan. (1. : sbb.

IMB R.71250 0. Pel.48323 0.82517 0.22341 1.99109 0.5475 0.19900 1.40250 3.21551 4.68169 0. Terminal Bus R.51105 1.7058 RASIO PROPORSI 0.88020 1.8256 2.5982 0.65585 0.90239 0. Pasar R.66099 3. Bea Cetak KTP & Akte Catatan Sipil R.88100 0.15352 KINERJA Prima Terbelakang Prima Berkembang Potensial Terbelakang Berkembang Terbelakang Berkembang Berkembang Berkembang Berkembang Terbelakang .01072 0.12947 1.26481 0.37347 0. Tempat Khusus Parkir R.32515 0. Pelayanan Sampah/Kebersiahn R. Parkir tepi Jalan Umum R.29671 0. Rumah Potong Hewan R.21362 0. Tempat Rekreasi & OR R.63078 0. Ijin Gangguan RASIO TUMBUH 1.8059 0.Matrik Kinerja Pajak & Retribusi Daerah Matriks Kinerja Ayat Pajak Kota Tegal AYAT PAJAK DAERAH Pajak Hotel & restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan Pajak Pemanfaatan ABT Matriks Kinerja Ayat Retribusi Kota Tegal RASIO TUMBUH 2.85570 1.1706 -0.0406 KINERJA Berkembang Terbelakang Berkembang Potensial Berkembang AYAT RETRIBUSI DAERAH R.2167 3.3893 0. Pemakaman / Perabuan R.2154 4. Pemakaian Kekayaan Daerah R. Pelayanan Kesehatan R.68051 RASIO PROPORSI 3.

68 2001 6.478 11.239 11.78 Tahun Anggaran 2000 3.225 89 2006 20.071 113 .346 75.309 32.940 25.Proyeksi dan Perhitungan Coverage Ratio Retribusi Pasar Realisasi 1998/1999 .227 13. Pasar (Juta Rupiah) Estim Realisasi (Juta Rupiah) asi Estim Coverage Ratio (%) asi Potensi Retribusi Pasar : Data Survey.265 76 2004 14.877 82 2005 17.245 19.618 11.018 105 2008 28.898 1999/2000 3.120 15. 12.19 Proyeksi Potensi berdasarkan pertum buhan Sub Sektor Perdagangan PDRBKota Surakarta : 18.41 2002 7.516 96 2007 23.89 Rata-rata Tum buh 28.25 % Tahun Anggaran Uraian 2003 Potensi Ret.244 9.2002 Uraian 1998/1999 Realisasi (Juta Rupiah) Pertum buhan (%) 2.

........... (1) TPD Dimana : DD = Nilai Derajat Desentralisasi dalam prosentase PAD = pendapatan asli daerah TPD = total penerimaan daerah . 50 % ke atas tinggi.. ..... ......INDIKATOR & FORMULA DERAJAD DESENTRALISASI FISKAL DAERAH n Indikator derajat desentralisasi fiskal daerah antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dapat dihitung dengan prosentase antara PAD terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) n Ukuran Derajat Desentralisasi Fiskal : 50 persen....... Formula Derajad Desentralisasi Fiskal n PAD DD = X 100 %.. .. Kurang dari 50 % rendah...

600 337.791.111 316.62 20.762.93 2002 TPD DD PAD TPD DD 2003 .917.930 5.INDIKATOR & FORMULA DERAJAT DESENTRALISASI FISKAL DAERAH Tahun Variabel PAD Kabupaten Y 17.039.540 5.

INDIKATOR POSISI FISKAL DAERAH & FORMULA UPAYA PENGUMPULAN PAD
n

Indikator Posisi Fiskal Daerah :
– – –

Upaya Pengumpulan PAD (UPAD) merupakan perbandingan antara besarnya PAD terhadap kapasitas PAD. Kapasitas PAD adalah pendapatan yang diterima apabila seluruh potensi telah digunakan secara optimal. PDRB dapat digunakan sebagai proxi kapasitas PAD.

n

Formula Upaya Pengumpulan PAD :
UPAD
j

=

PAD PDRB

j j

..........

..........

. (2

)

Dimana :
UPADj = Upaya Pengumpulan PAD di Daerah j PADj = Pendapatan asli Daerah j PDRBj = Produk Domestik Regional Bruto di Daerah j

INDIKATOR POSISI FISKAL DAERAH & FORMULA UPAYA PENGUMPULAN PAD

Tahun

Variabel PAD

KabupatenY 17,791,111 2,151,824,910 0.83 20,039,603 2,641,377,660 0.76

2002

PDRB UPAD PAD

2003

PDRB UPAD

ESTIMASI BESARAN PAJAK DAN RETRIBUSI MELALUI DUA PENDEKATAN
1)

Model Pertama : Definitional Equation (Persamaan Identitas)
Eti = Pi x Qi (estimasi optimis) Eti = Estimasi Penerimaan pajak dan retribusi jenis i Pi = Tarif persatuan pajak atau retribusi jenis i. Qi = Kuantitas potensi utama pajak atau retribusi jenis i periode mendatang Catatan : ( I = 1, 2, …n )

periode yang lalu.2) Model Kedua : Behavioral Equation ( Analisis Regresi) dan Trend Method Analisis Tren) = ƒ (Qi) Ey =b0 + b1Q1 + b2Q2 + …… + bnQn b0 + b1 Qi Parameter konstanta Koefisien pengaruh Variabel potensi utama Kuantitas potensi utama pajak atau restribusi jenisi. 2. …n ) b) Analisis Trend Linear Q = f (t) Q = a0 + at Keterangan : Q = Variabel yang di estimasi t = Variabel waktu a) Ey Eri = b0 = b1 = Qi = . Qi = Kuantitas potensi utama pajak atau restribusi jenis i periode mendatang EY = Penerimaan Pajak atau Restribusi Jenis i Periode yang lalu Eri = Estimasi penerimaan pajak atau restribusi jenis “i” (estimasi rendah) Catatan : ( I = 1.

Forum Group Discussion 1. 2. Analisis SWOT (SWOT Analysis). Metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). .

547.0 162.919.215.0 1.041.0 153.780.780.306.0 690.0 698.0 .0 2004 317.0 95.996.126.726.0 89.015.853.767.091.0 6.0 602.893.0 2.491.189.0 1.049.dan Jasa Perusahaan 9 Jasa-jasa Total PDRB 2002 241.0 1.247.0 127.378.183.0 971.144.0 68.814.0 91.353.0 98.Gas dan Air Bersih 5 Bangunan 6 Perdagangan Hotel dan Restoran 7 Pengangkutan dan Komunikasi 8 Keuangan.313.0 74.056.0 844.163.617.508.755.435.932.0 369.341.0 1.160.113.0 657.0 1.0 94.955.252.0 939.057.0 385.0 1.245.0 77.0 84.0 1.457.509.0 4.967.0 2006 459.0 394.0 1.462.605.382.517.730.0 913.0 5.0 1.0 1.0 1.PDRB Kota Bandar Lampung (Dalam Jutaan Rupiah) Menurut Harga Berlaku No Lapangan Usaha 1 Pertanian 2 Pertambangan Dan Penggalian 3 Industri Pengolahan 4 Listrik.500.051.0 10.0 400.359.064.664.0 1.239.077.238.0 1.958.764.774.644.0 896.174.800.0 2005 338.382.0 896.265.454.305.068.563.0 1.0 2007 622.850.174.263.0 1.588.783.0 798.0 1.893.0 2003 282.0 453.0 1.0 1.Persewaan.464.405.0 8.115.740.357.690.394.152.0 1.0 6.621.894.965.320.968.

505.636.179 800.67% 7.215.065.28% 1.84% 1.02% 1.56% 10.000 2006 8.421.82% .47% 15.Pertumbuhan PDRB Dan Pendapatan Perkapita Tahun PDRB hrg berlaku G PDRB 15.000 2003 5.561.746 803.300.59% 11.819 7.955 21.378.922 812.14% Penduduk 767.58% 2.970.000 Rata-rata Pertumbuhan Pendapatan G perkapita perkapita (Rp) 6.16% 2002 4.000 2007 10.29% 24.73% 17.767.382.438.133 G Pddk 1.000 2004 6.000.490 793.088.750.62% 23.036 779.74% -0.868.050.795.605.509.782 13.253 23.785 7.73% 12.000 2005 6.450.64% 8.731.732.840.475 12.47% 10.

Kontribusi Masing-masing Sektor .

28 Tahun 2009 Tentang Pajak dan Retribusi daerah ¤ Diharapkan bahwa kemampuan Daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya semakin besar karena Daerah dapat dengan mudah menyesuaikan pendapatannya sejalan dengan adanya peningkatan basis pajak daerah dan diskresi dalam penetapan tarif.UU No. Dengan tidak memberikan kewenangan kepada Daerah untuk menetapkan jenis pajak dan retribusi baru akan memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya ¤ .

Pajak Pengambilan ¤ Pajak Hotel. dan .Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pajak Propinsi ¤ Pajak Kab/Kota ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di atas air. Pajak Hiburan. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Pajak Reklame. Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di atas air. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C . Pajak Restoran. Pajak Penerangan Jalan.

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.28 Tahun 2009 Tentang Pajak daerah Dan Retribusi daerah Pajak Propinsi Pajak Kab/Kota Pajak Hotel. . dan Bea Perolehan Hak atas Pajak Kendaraan Bermotor. Pajak Penerangan Jalan. Pajak Hiburan. Pajak Restoran. dan Pajak Rokok.UU No. Pajak Sarang Burung Walet. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Pajak Reklame. Pajak Air Tanah. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Pajak Parkir. Pajak Air Permukaan.

464.162 12.943 31.411.265.012.019.049.187 2007 30.157 1.464.146 550.422.047 934.775 2008 39.144 8.397.125.487 2003 22.550.000 9.979 8.944 1.170 2006 29.883 60.603 1.855 1.092.390.814.525.256.855 2004 23.868 635.201 10.915 2008 36.552.822.792.246 2004 24.828.604.623.767 2.694 13.482 50.546.353.714.881.496.793 2002 19.847 Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian dari BUMD Lain-lain Pendapatan Yang sah No PAD Uraian 1 2 3 4 Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian dari BUMD Lain-lain Pendapatan Yang sah PAD .414.900 14.899 3.527.000 957.756 1.671 44.130 3.427.022.743 2007 30.795.802.916 14.596.533.626 11.584 2005 27.922 11.005 867.730 13.405 2.401 10.000 1.787 36.753.647 29.Target Dan Realisasi PAD No 1 2 3 4 Uraian 2002 18.167.509.264 49.237.886 2.369 53.555 6.414 2.360.199.710 2.149.000 11.481.545.178.000 11.745.686.288.936.981.156.665.020 65.099.620.500.043 2006 26.000 46.747.151 2005 28.115 36.400 15.646.937 2.049.071 9.423 46.118.979 6.000 38.274 43.373 2.970.414 2.427.079 12.882 2003 21.725 2.279.000 1.845.495.119.

21% 100.00% 63.91% 8.40% 7.00% 56.59% 25.62% 23.80% 2.13% 3.20% 100.36% 20.00% 45.05% 100.77% 12.48% PAD 100.65% 21.99% 4 Lain-lain Pendapatan Yang sah 5.00% 60.00% 62.57% 100.95% 28.99% 28.72% 100.00% 1 Pajak Daerah 61.70% 100.00% 16.79% 3 Bagian dari BUMD 1.75% 2 Retribusi Daerah 30.33% 4.Kontribusi Komponen PAD Terhadap PAD No Uraian 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 61.11% 5.85% 13.00% .29% 22.37% 2.41% 2.

12% 15.93% 2.48% 40.73% -91.41% 34.78% 7.01% 16.73% 1.04% 24.06% 13.24% -12.54% -60.66% 21.87% 19.44% 49.71% 3.04% -2.76% 12.15% 138.24% 12.65% 1173.73% 71.04% 1 Pajak Daerah 2 Retribusi Daerah 3 Bagian dari BUMD 4 Lain-lain Pendapatan Yang sah PAD .29% 22.97% 36.Pertumbuhan Komponen PAD No Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Rerata 13.12% 14.44% 52.65% 29.13% 206.81% 52.84% -4.59% 12.16% 130.66% -11.65% 4.

53% 92.17% 86.61% 148.88% 101.84% 80.76% 107.58% 35.71% 104.26% 723.17% 216.02% 130.83% 115.43% 59.20% 245.Collection Ratio No Uraian 1 Pajak Daerah 2 Retribusi Daerah 3 Bagian dari BUMD 4 Lain-lain Pendapatan Yang sah PAD 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 106.32% 107.92% 88.31% 98.32% 92.88% 102.36% 99.55% 62.64% 554.18% 99.75% 92.45% 182.72% 92.90% 92.03% 92.23% 168.61% 107.52% 107.01% 106.41% 102.73% 94.78% .

03 0.75 4.89 0.35 2007 2.15 0.49 2005 2.13 3.10 0.69 2006 1.89 -0.12 0.83 0.30 -20.55 Rerata 2.56 1.Rasio Tumbuh dan rasio kontribusi No Uraian 2003 1.13 0.41 -13.50 0.65 2004 0.80 4.81 0.14 0.05 29.52 2.89 5.79 0.03 0.29 2004 1.41 0.87 0.42 1 Pajak Daerah 2 Retribusi Daerah 3 Bagian dari BUMD 4 Lain-lain Pendapatan Yang sah .25 0.71 0.50 1.26 0.48 1.54 7.07 0.28 2008 1.99 0.08 0.37 0.35 2.52 0.16 0.72 3.93 0.64 2008 2.43 2005 -1.17 Rerata 0.11 2007 0.22 2006 2.48 1 Pajak Daerah 2 Retribusi Daerah 3 Bagian dari BUMD 4 Lain-lain Pendapatan Yang sah No Uraian 2003 2.34 0.78 -1.13 4.

Matrik Kinerja Komponen PAD No Uraian 2003 Prima Potensial Berkembang Berkembang 2004 2005 2006 2007 2008 Rerata Potensial Terbelakang Berkembang Berkembang Potensial Potensial Berkembang Berkembang Prima Prima Terbelakang Terbelakang Potensial Prima Terbelakang Terbelakang Berkembang Terbelakang Berkembang Terbelakang Potensial Terbelakang Berkembang Terbelakang 1Pajak Daerah 2Retribusi Daerah 3Bagian dari BUMD 4Lain-lain Pendapatan Yang sah .

000.350 2007 4.000.500.000 2004 3.000 5.000.000 4.000.000.000 36.000 2003 2.000.000 18.792.000 3.000 1 Pajak Hotel 2 Pajak Restoran 3 Total pajak .900.000.500.800.000 30.400.000 24.200.250.000 3.700.000.693.000 2006 4.000.000.049.017.000 2.400.500.390.822.000.000.000 21.000.000 2.550.000.480.099.800.250.000 3.000 29.650.750 2008 4.730.000.000 27.Target Anggaran Pajak Hotel dan Pajak Restoran Kota Bandar Lampung Tahun 2002 – 2008 (Rupiah) No Uraian 2002 2.156.200.000.000 2005 3.000.

28 .542 26.818.8 1 .515 3.2 3 2.41 .1 7.02 .6 6 2.625.703.343.602.494 28.175 2.686.309 2.205.6 5.390 4.525.60 .829.691.5 9 4.260.048 23.078.404.157.265.934 3.351.0 4.082 3.857 5.916.82 .Realisasi Pajak Hotel dan pajak Restoran Kota Bandar Lampung Tahun 2002 – 2008 (Rupiah) No Uraian 1Pajak Hotel 2Pajak Restoran 3Total pajak 20 2 20 3 20 4 20 5 20 6 20 7 20 8 2.4 6.916.201.87 .302 4.401.170 19.070.480.523.546 2.969.728 2 .967 39.82 .427.126.802 30.20 3.5 5.161.903.970.905.

17% 92.90% .41% 102.59% 92.92% 92.38% 100.95% 100.74% 106.01% 86.47% 101.Rasio Pengumpulan (Collection Ratio) Pajak Hotel dan Pajak Restoran Kota Bandar Lampung Tahun 2002 – 2008 No Uraian 1 Pajak Hotel 2 Pajak Restoran 3 Total pajak 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 101.39% 107.80% 83.75% 104.42% 94.38% 100.86% 94.44% 113.84% 101.03% 107.42% 100.08% 92.

79 2008 0.79 2005 0.96 0.Rasio Tumbuh dan Rsio Kontribusi No Uraian 2003 1.95 2008 0.88 0.08 4.10 0.86 0.29 Rerata 0.74 0.96 1.87 0.55 0.37 -2.95 1.44 2004 0.83 2007 0.88 0.86 2006 -1.87 0.90 2007 0.86 1 Pajak Hotel 2 Pajak Restoran No Uraian 1 Pajak Hotel 2 Pajak Restoran .90 Rerata 0.84 2003 0.82 2005 0.80 2004 1.82 0.01 2006 0.

Matrik Kinerja Pajak Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2003 – 2008 No Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Rerata 1Pajak Hotel Berkembang Berkembang Terbelakang Terbelakang Terbelakang Terbelakang Terbelakang 2Pajak Restoran Terbelakang Berkembang Terbelakang Terbelakang Berkembang Terbelakang Berkembang .

000 11.802.300.000 2004 1.000.250.413.596.756.000.918.400.080.627 2006 1.000 3.000 1.854.079.550 1.348.545.760.000 13.000 11.598.000 9.654 2005 1.500.936.000.000 1.207.250.000 1.460 2.000 2.665.507.495.000 1.000.000.918.000 1.000.000 1.400.000.207.146.885.000.560 2008 2.500.000.000.000.000.895.000.000 2003 1.000.240.000.948 2007 2.255.460 2.000 1.000.000 1.124.000.650.000 15.623.360.080.000 14.Target Anggaran Beberapa Retribusi Kota Bandar Lampung Tahun 2002 – 2008 (Rupiah) No Uraian 1Retribusi Parkir 2Retribusi Terminal 3Retribusi IMB 4Retribusi Daerah 2002 1.200.000 13.000 2.000.560 .709.

814.120.520 1.094.558.550.376 2007 1.209 2006 1.618.404.157.524.422 .619 11.Realisasi Beberapa Retribusi Kota Bandar Lampung Tahun 2002 – 2008 (Rupiah) No Uraian 2002 2003 1.400 3 Retribusi IMB 1.414.481.118.000 764.985 2008 1.296.513.165.911.579 10.000 1.922.200 850.628.716 1 Retribusi Parkir 1.131 2004 1.800 1.752 12.112.598.431.250 2 Retribusi Terminal 940.468 14.118.194.700 1.000 2.744.767.136.934.868.197.685 10.010.186.432.650.446 12.063.701.782.038.027.539.500 774.103.279.000 3.500 1.088.912.533.213.047.500 3.100 1.360.586.135.296.371.005.255 2005 1.660 4 Retribusi Daerah 9.

66% 141.002% 94.73% 92.48% 90.278% 51.26% 71.642% 56.94% 92.55% 58.18% 72.02% 118.45% 102.99% 110.65% 80.Rasio Pengumpulan (Collection Ratio) Beberapa Retribusi Kota Bandar Lampung Tahun 2002 – 2008 No Uraian 2002 100.627% 84.01% 1 Retribusi Parkir 2 Retribusi Terminal 3 Retribusi IMB 4 Retribusi Daerah .609% 50.40% 61.58% 74.43% 81.36% 88.98% 86.07% 91.28% 92.093% 101.83% 2003 2004 2005 2006 2007 2008 92.505% 82.18% 71.

462 3.067 2.527 1.Rasio Tumbuh dan Rasio Kontribusi No Uraian 2003 -4.086 1.105 1.699 2.107 3.023 6.524 -0.277 2005 0.486 6.359 2007 -1.322 2006 -0.695 10.249 2.925 5.385 2.315 2005 3.913 2006 3.406 2.782 1.606 2.460 -0.330 Rerata 2.035 4.883 1.712 Rerata -0.163 -0.372 3.295 -0.314 -0.027 2008 2.917 7.523 4.990 1 Retribusi Parkir 2 Retribusi Terminal 3 Retribusi IMB No Uraian 1 Retribusi Parkir 2 Retribusi Terminal 3 Retribusi IMB .452 2004 -0.211 2003 3.654 4.038 2008 1.148 2007 4.574 1.310 2004 3.

Matrik Kinerja Pajak Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2003 – 2008 No Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Rerata 1 Retribusi Parkir Potensial Potensial Potensial Potensial Potensial Prima Potensial 2 Retribusi Terminal Prima Prima Potensial Prima Potensial Potensial Potensial 3 Retribusi IMB Prima Potensial Prima Prima Prima Prima Prima .

Kinerja PDAM Way Rilau Uraian 2005 2006 2007 2008 Pendapatan Pelanggan 17.750 20.642.373) .742) (9.956.214) (5.175.162.361.956.569.377.533.495.367.280) (4.703.250 19.639.574.022.135.525 Kinerja (18.850 26.

apabila melebihi maka prinsip keadilan disini dijalankan yaitu kelebihan dari pemakaian tersebut dikenakan tarif progresif. 2.contoh Inovasi sistem pembayaran rekening dll ¤ ¤ ¤ . Tingkatkan pelayanan pelanggan dgn melakukan inovasi sistem pelayanan pelanggan... Lakukan perubahan terhadap kelompok rumah tangga.23 Tahun 2006 dikatakan bahwa standar pemakaian air RT adalah 10 M kubik/bulan diasumsikan RT memiliki 5 org maka per org 60 liter maka pemakaian air 10 Mkubik dikenakan tarif dasar dan tidak boleh melebihi 4% dari pendapatannya.ini juga agar diharapkan pelanggan PDAM WAY RILAU dapat efisien dalam penggunaan air.Untuk itu PDAM WAY RILAU berkewajiban menjaga ketersediaan air di batam dgn cara melakukan pengenaan tarif yang lebih tinggi kepada pelanggannya yang menggunakan pemakaian air yang tidak efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pemberdayaan optimal pencatat meter. 4. Lakukan Survey pelanggan per periodik agar kondisi riel masing2 pelanggan dapat diketahui secara riel. Perluas cakupan layanan. karena harus disadari bahwa sumber air terbatas dan juga agar tetap menjaga ketersediaan air baku air.karena setiap rumah tangga merupakan potensi pendapatan 3. hal ini memungkinkan karena sesuai dengan PP 16 tahun 2005 dan permendagri 23 tahun 2006 sesuai dengan prinsip keterjangkaun dan efisiensi bahwa dalam permendagri no..jangan lagi ada penghentian pemasangan sambungan baru.Studi Banding Dgn PDAM Tirta Wening ¤ 1.2 thn 98 yang diubah menjadi permendagri No.

786.000 0.438.840% 6.511% 12.378.767.041.464.125.300.186.840.178.245.714.932.800.171 36.848.914.501.584.521% .669% 5.882.237.663 44.508.238.050.000 0.000 0.454.881.753.092.132 43.662% 6.970.000 0.567 50.Rasio Upaya Pajak Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total PAD 31.730.762 65.160.000 0.651% 8.000.750.715 PDRB Menurut Harga Rasio PAD Berlaku 4.514% 10.170.000 0.000 0.661 53.000.

000 23.61% 0.501.840.625.43% 0.750.000 18.300.12% 12.542 22.454.970.730.251 2005 28.048 13.000 25.953 2004 23.66% 8.932.000 12.767.800.65% 6.786.265.378.57% 1.288.97% 1.802 -4.000 2003 22.87% 6.820 2006 26.438.502 2008 39.201.686.201 2007 30.76% 10.916.93% 5.000 14.000 10.050.238.967 12.728 4.022.535 .070.000.55% 0.411.Elastisitas Pajak Tahun Total Pajak Daerah Pertumbuhan Pajak PDRB Menurut Harga Pertumbuhan Elastisitas Daerah Berlaku PDRB Pajak 2002 19.494 2.000.160.078.881 29.508.427.21% -0.401.970.161.464.041.

686.005.131 10.160.767.501 12.43% 0.41% 12.570 8.730.97% 0.508.047.378.840.464.61% 0.21% -0.73% 1.187 6.000.000 25.750.279.73% 15.57% 1.814.118.000 23.716 Pertumbuhan Retribusi 4.000.492 10.550.000 14.533.481.000 12.238.970.454.041.01% PDRB Menurut Harga Pertumbuhan Elastisitas Berlaku PDRB Retribusi 4.922.800.767.414.985 14.050.000 5.209 11.422 10.Elastisitas Retribusi Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total Retribusi Daerah 9.000 18.000 10.376 12.73% -11.157.501.438.255 12.55% 0.300.791 .932.786.324 6.404.97% 19.

575.613.567 50.PAD Terhadap Total Pendapatan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total PAD 31.186.403.848.584.33% 10.125.882.714.437 380.318.973.327.77% .661 53.07% 8.208.753.869.245.092.975 351.29% 13.762 65.178.29% 10.237.453 Derajat Desentralisasi 11.496.132 43.501.010.99% 8.511 539.222.965.914.881.963 665.171 36.523.163 742.690 410.715 Total Pendapatan 282.170.663 44.78% 7.

033.637.542 1.865.711.549 510.618 15.882.415 18.16% 78.397.614.Derajat Desentralisasi Fiscal Pembanding Kota Bandung Solo Derajat Desentralisasi 253.880.39% Total PAD Total Pendapatan .919.

00% 8.00% 2.Kontribusi Terhadap PAD 10.00% 4.00% 0.00% 6.00% 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Pajak Hotel Retribusi Terminal Pajak Restoran Ret IMB Retribusi Parkir .

000.000.000.000.000 5.000.000 1.Besaran Pajak Dan Retribusi 6.000 3.000 2.000 2000 2002 2004 2006 2008 2010 Pajak Hotel Pajak Restoran Retribusi Parkir Retribusi Terminal Retribusi IMB .000.000 4.000.000.000.000.000.000.

117.700.559 4.195.940 9.905.624.223 15.523.611.829.116.10% 86.799.818.11% 89.266.446.229.055.934 3.885 83.518.200 3.25% 15.838 6.703.59% 88.404.157.660 7.126.789.65% .671.060 8.302 4.90% Proyeksi Potensi Berdasarkan Pertumbuhan Sub Sektor Hotel: 10.128.822.075 6.840.546 2.175 2.794.205.480.11% 2.961.638.532.35% 2.378 8.18% Tahun Anggaran Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 6.000 7.903.067 7.458.774 Potensi Hotel Estimasi realisasi Pajak Hotel Estimasi Coverage rasio (CVR) 5.39% 12.401.Potensi Pajak Hotel Uraian Realisasi Pertumbuhan 2002 2003 Tahun Anggaran 2004 2005 2006 2007 Rata-rata 2008 Tumbuh 12.63% 85.90% 6.86% 19.

313.916.602.000.893 8.055.014.406.601.390 4.019.351.489.969.48% Proyeksi Potensi Berdasarkan Pertumbuhan Sub Sektor Restoran: 15.013.666 2.854.343.578.526.082 3.949.260.781.691.14% 68.004.501.922.25% 23.84% 70.877.600.74% 9.095 14.71% 11.405 10.370 16.71% 71.05% Tahun Anggaran Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 Potensi Restoran 9.00% 16.788 68.229.857 5.750 Estimasi realisasi Pajak Restoran Estimasi Coverage rasio (CVR) 6.822.677.309 2.525.78% 18.515 3.59% .665.000 12.134.675 7.411 12.Pajak Restoran Uraian Realisasi Pertumbuhan 2002 2003 Tahun Anggaran 2004 2005 2006 2007 Rata-rata 2008 Tumbuh 2.585.98% 69.000 11.37% 24.555.170 11.

449 2.620 4.05% 5.473.100 1.308.41% -0.958 3.165.89% Tahun Anggaran Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 Potensi Retribusi Parkir 3.782.296.125 7.959.250 1.314.939.39% -18.194.59% 22.574 4.16% Proyeksi Potensi Berdasarkan Pertumbuhan Sub Sektor Angkutan Jalan Raya: 25.431.243.528.232 56.371.700 1.411.859.58% 52.600 3.997 Estimasi realisasi Retribusi Parkir Estimasi Coverage rasio (CVR) 1.046 6.524.657.193.296.165.157 2.90% 53.05% .200 1.027.Potensi Retribusi Parkir Uraian Realisasi Pertumbuhan 2002 2003 Tahun Anggaran 2004 2005 2006 2007 Rata-rata 2008 Tumbuh 1.012.81% 4.000 -21.88% -1.24% 54.558.701.162.186.500 1.306.432.265.870.650.129.520 1.30% 51.759.128.

197.010.800 1.112.400 1.513.934.000 850.000 774.08% -23.Potensi Retribusi Terminal Uraian Realisasi Pertumbuhan 2002 2003 Tahun Anggaran 2004 2005 2006 2007 Rata-rata 2008 Tumbuh 940.44% 12.65% .500 1.103.136.46% -2.84% -1.29% -2.59% -8.213.088.911.000 764.500 7.

908.95% 51.89% Tahun Anggaran Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 873.345 724.846 85.44% 30.815 Potensi Retribusi Terminal Estimasi realisasi Retribusi Terminal Estimasi Coverage rasio (CVR) 744.659 1.054.Proyeksi Potensi Berdasarkan Pertumbuhan Sub Sektor Angkutan Jalan Raya: 25.742.278 686.50% .350 705.698.099.206.791.641.997.383.00% 39.28% 65.510 1.263 1.148.072.193.274 668.791.821 2.

063.61% 25.468 5.628.4 6 1.618.094.598.74% .24% 129.74 .95% -3 .135.038.619 3.586.685 1.120.752 3.17% 15.41% 23.1 8.539.912.73% -0.360.6 0 1.Potensi Retribusi IMB Uraian Realisasi Pertumbuhan 20 2 20 3 Tahun Anggaran 20 4 20 5 Rata-rata 20 6 20 7 20 8 Tumbuh 1.579 2.

086.117 6.025.023.94% 103.825.818.159 6.405 5.382.258 8.250 10.881.34% 94.440.723 73.886.401.615 Potensi Retribusi IMB Estimasi realisasi Retribusi IMB Estimasi Coverage rasio (CVR) 4.066.857.453.35% 87.437.719.510.891 7.Proyeksi Potensi Berdasarkan Pertumbuhan Sektor Bangunan: 13.19% .116.206 10.466.249.312 8.93% 80.84% Tahun Anggaran Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 6.806.

Untuk itu Pemerintah Kota Bandar Lampung harus melibatkan instansi dalam kegiatan tersebut. seperti pajak restoran. dan juga penyuluhan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran untuk membayar pajak dan retribusi. dan retribusi IMB dll. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada para pekerja tentang tata cara yang baik dalam pemungutan. Memberikan prioritas pada sumber penerimaan yang paling tinggi tingkat efisiensi dan potensinya serta elastis terhadap PDRB Kota Bandar Lampung. dengan telah teridentifikasinya objek dan subjek pajak ini maka pemungutan dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui birokrasi yang panjang.Kebijakan Intensifikasi ¤ Mengurangi birokrasi yang panjang dalam pemungutan. Hal ini dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota dengan mengadakan pengidentifikasian yaitu . ¤ ¤ ¤ . melalui pengecekan kelapangan terhadap objek dan subjek pajak dengan jumlah petugas yang cukup. Menjelaskan pengaturan pekerjaan yang mengurus pemungutan dan pelayanan agar tidak terjadi pemborosan dalam biaya pemungutan sehingga dapat dihitung efisiensi secara lebih akurat.

34 Tahun 2000 yang telah di ubah menjadi UU No. Penyesuaian tarif ini untuk menghindari keengganan wajib pajak untuk membayar pajak atau kewajiban mereka.Kebijakan Ekstensifikasi ¤ Memodernisasikan sistem pemungutan dengan teknologi pemungutan yang lebih efektif dan efisien. Hal ini dilakukan dengan mengetahui jumlah penerimaan wajib pajak atau retribusi yang bersangkutan kemudian baru ditetapkan tarif pajak atau retribusi. misalnya menggunakan jasa pos atau dengan jasa perbankan.28 Tahun 2009 telah memberikan peluang bagi daerah untuk menggali sumber penerimaan baru. ¤ ¤ . dengan dikeluarkannya UU No. Menyesuaikan tarif pajak dan retribusi dengan melihat kondisi masyarakat. Hal ini akan mengurangi proporsi biaya yang akan dikeluarkan untuk memperoleh penerimaan. Memperluas potensi pajak atau retribusi dengan penggalian pajak dan retribusi. yaitu dengan menerapkan sistem pembayaran yang memudahkan wajib pajak. Pemda harus berusaha menggali sumber penerimaan yang benar-benar dapat membawa dampak terhadap penerimaan PDRB.

13% walaupun tiap tahun pertumbuhannya meningkat tetapi Retribusi belum mampu mendongkrak PAD secara amksimal.35% dengan ratarata pertumbuhan sebesar 7.65 tahun 2001 yang menyatakan bahwa tarif pajak hotel dan restoran maksimal 10 %. Apabila dilihat dari besaran tarif yang dikenakan terhadap pajak Hotel dan restoran ini telah maksimal sesuai dengan PP No.06 Tahun 2000 sementara menurut PP No.93 % dengan rata-rata pertumbuhan 12. Begitupun dengan retribusi selama tahun 2002-2008 memberikan kontribusi terhadap PAD rata-rata 26.78% walaupun rata-rata memberikan kontribusi cukup besar bagi PAD tetapi ini belumlah maksimal. Tetapi untuk Retribusi dengan melihat kinerja masing-masing retribusi yang tercakup dalam penelitian ini masih besar peluang untuk meningkatkan tarif retribusi terutama untuk retribusi terminal dimana pertumbuhan dan collection rationya dari tahun ketahun cenderung menurun ini bisa dimaklumi karena terjadi perningkatan pendapatan perkapita masyarakat juga berdampak kepada pola prilaku masyarakat terhadap angkutan jalan raya . Artinya pertumbuhan PDRB tidak secara signifikan mampu mendongkrak PAD ini juga dapat dilihat pada Elastisitas PAD terhadap PDRB yang hanya 0.Hal ini disebabkan bahwa pertumbuhan pajak daerah masih berada di bawah pertumbuhan PDRB bandar lampung yang rata-rata 15.66 tahun 2001 Pemerintah daerah dapat melakukan perubahan tarif setiap 5 tahun sekali sesuai dengan perkembangan ekonomi masyarakat.825%.8 dan masih di bawah 1. ¤ .hal ini disebabkan pertumbuhan retribusi daerah jauh dibawah pertumbuhan PDRB artinya pertumbuhan PDRB tidak mampu dimanfaatkan pemerintah Bandar Lampung untuk meningkatkan PAD. Perda terkait dengan retribusi terminal yang terakhir dikeluarkan tahun 2000 yaitu Perda No.Kesimpulan ¤ Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa Pajak Daerah selama tahun 2002-2008 memberikan Kontribusi terhadap PAD rata-rata 58.

Pajak. menunjukkan bahwa ketiga rasio tersebut mengalami peningkatan yang cukup berarti setiap tahunnya. ¤ .super market dll.¤ Apabila dilihat dari struktur APBD bandar lampung maka masih ada beberapa pajak yang dapat dipungut sebagai bagian dari pajak daerah ataupun retribusi daerah contohnya pajak parkir dan juga retribusi Amdal. Berdasarkan perhitungan dari ketiga rasio dibab sebelumnya yaitu rasio PAD. rasio yang paling besar ditunjukkan pada rasio pajak.2008. Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota bandar lampung akan memberikan dampak banyaknya berdiri sentra-sentra ekonomi yang dikelola oleh swasta misalnya Mall. Ini berarti bahwa kemampuan bayar pajak meningkat dan ini berdampak pada peningkatan rasio PAD Kota Bandar Lampung. rata-rata rasio pajak daerah sebesar 0. Begitupun dengan retribusi Amdal.Sentra-sentra ekonomi tersebut selalu menyediakan tempat parkir kendaraan yang seharusnya oelh pemerintah daerah dapat dikenakan pajak parkir. bahan ini apa bila dibiarkan dan tidak dikelola secara benar maka akan berdampak pada lingkungan sekitar.364 persen dan rata-rata rasio retribusi sebesar 0. dimana rata-rata rasio PAD sebesar 0.160 persen. Di antara pajak dan retribusi daerah. dan retribusi daerah terhadap PDRB Kota Bandar Lampung tahun 2002. banyak industri kecil maupun besar yang berada dalam kawasan Kota bandar lampung akan memberikan dampak terhadap lingkungan terkait dengan bahan-bahan sisa industri. Untuk itu pemerintah berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan disekitar industri dengan memungut retribusi amdal yang pemanfaatanya dapat digunakan untuk mengelola sisa-sisa industri ini.624 persen.

480. Ini berarti tingkat ketergantungan daerah Kota Bandar Lampung ditinjau dari aspek pendanaan yang bersumber dari PAD masih sangat besar terhadap pemerintah pusat dan belum mampu memenuhi kebutuhan belanja daerah melalui dana PAD karena ¤ ¤ . Seharusnya dengan pertumbuhan Sektor bangunan yang terjadi pada PDRB seharusnya terjadi peningkatan jumlah pelanggan akan terjadi pada PDAM dan ini akan berdampak langsung pada peningkatan penjualan air.07 persen. Elastisitas ini menunjukkan kinerja yang kurang baik terhadap pemungutan pajak dan retribusi. Tingkat kemandirian daerah Kota Bandar Lampung tahun 2002-2008 yang dapat diukur dari perbandingan PAD terhadap penerimaan daerah secara rata-rata sebesar 10.¤ Berdasarkan pada hasil perhitungan elastisitas pajak dan retribusi di Kota Bandar Lampung terhadap PDRB tahun 2002-2008 mengalami fluktuasi.810 sampai . sedangkan untuk elastisitas retribusi adalah 0. ini bisa dilihat pada laporan keuangan PDAM 4 tahun terakhir bahwa pendapatn penjualan air terus meningkat walaupun belum mampu memberikan laba positif pada PDAM tetapi kerugian terus berkurang. Harusnya elastisitas harus lebih besar dari pada 1(satu) dimana setiap terjadi peningkatan pertumbuhan 1 persen PDRB dapat memicu lebih dari 1 persen peningkatan pajak dan retribusi daerah. Dalam 5 tahun terakhir PDAM terus merugi. Elastisitas penerimaan pajak menunjukkan bahwa angka elastisitas berkisar antara 0.akibatnya bagian laba yang disetorkan kepada APBD terus menurun dan pada akhirnya tahun 2008 PDAM tidak lagi menyetorkan kepada APBD.

Dan terakhir retribusi IMB tergolong prima artinya baik pertumbuhan maupun kontribusinya lebih besar dari pada retribusi yang lain.¤ Kinerja pajak hotel tergolong terbelakang artinya pertumbuhan dan kontribusinya jauh lebih kecil dibandingkan pajak yang lain terhadap PAD. dan retribusi IMB. Kinerja retribusi parker dan retribusi terminal tergolong potensial artinya pertumbuhannya lebih kecil dari pada pertumbuhan PAD tetapi kontribusinya lebih besar dari pada kontribusi retribusi yang lain terhadap PAD. Potensi masing pajak dan retribusi apabila terus dioptimalkan dapat meningkatkan PAD Kota Bandar lampung ini terlihat dengan meningkatnya coverage rasio dari pajak hotel. Sementara untuk retribusi terminal dengan banyaknya kendaran substitusi dan dengan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat maka perlu dilakukan perubahan tariff terhadap retribusi terminal. pajak restoran. sementara pajak restoran tergolong berkembang artinya pertumbuhannya lebih besar dari pertumbuhan PAD tetapi kontribusinya masih di bawah kontribusi pajak daerah yang lain. ¤ . Sementara itu untuk pajak parker masih banyak kelemahan dari system pemungutan pajaknya yang belum optimal ini bias dilihat dari coverage rasionya yang menurun dikarenakan pertumbuhan PDRN untuk sub sector jalan raya lebih tinggi dari pada pertumbuhan retribusi parker.

Kualitas pegawai yang masih terbatas. Penyempurnaan tata usaha pemungutan pajak. baik yang ditinjau dari keperluan dalam bidang penggalian sumber pendapatan daerah dalam otonomi daerah. Aparatur pemerintah harus meningkatkan kualitas. serta peran masyarakat dalam meningkatkan partisipasinya untuk mendukung upaya peningkatan pembangunan. sehingga penerimaan pajak dan retribusi dapat terus meningkat Keterbatasan fasilitas yang ada dan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. ¤ .Saran ¤ Pemerintah daerah Kota Bandar Lampung harus terus berupaya menggali sumber-sumber pendapatan daerah dengan diikuti intensifikasi dan ekstensifikasi baik subyek dan obyek pajak yang memungkinkan untuk digali secara optimal. agar pengelolaan pajak dan retribusi dapat dioptimalkan. n ¤ Untuk mengetahui peningkatan PAD harus didukung dengan diberinya dorongan dan peluang seluasluasnya dalam perkembangan dunia usaha agar dapat berperan dalam kegiatan ekonomi. maka perlu adanya peninjauan kembali terhadap : n n ¤ ¤ Bagaimana cara pemungutan PAD yang efisien dan efektif. PDAM perlu kembali meninjau ulang tarif air yang dikenakan dengan menambah jumlah Blok tarif pada pelanggan dan menggunakan tarif progresif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful