Anda di halaman 1dari 12

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

SENAM KAKI

Disusun Oleh :

KELOMPOK 2

Agnes Margaretha
Dea Adinda
Gunawan Saragih
Maghfira
Raisya Aulia Putri
Ulfa Liana
Sri Dewita Ginting

DOSEN :

Ns. Agnes Silvina Marbun, S.Kep, M. Kep

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan pada penulis, dan atas berkat rahmat dan karuniaNya sehingga penulis
dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “Analisis Jurnal ”.

Penulisan makalah ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi tugas Sistem Reproduksi
II Makalah ini dapat diselesaikan berkat bantuan pihak terkait. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang membantu baik secara
moral maupun material, terutama kepada :
1. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes, selaku Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia
2. Taruli Yohana Sinaga, M.KM, selaku Dekan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan
Universitas Sari Mutiara Indonesia
3. Ns. Rinco Siregar, S.Kep, MNS, selaku ketua Program Studi Ners Fakultas Farmasi
dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia
4. Ns, Jek Amidos Pardede, M.kep, Sp. Kep.J, selaku Koordinator Profesi Ners dan
sebagai Koordinator Pengajar Keperawatan Jiwa I, sekaligus Dosen pengajar
Keperawatan Jiwa I Universitas Sari Mutiara Indonesia
5. Ns. Agnes Silvina Marbun, S. Kep, M. Selaku Dosen koordinator Pengajar Sistem
Endokrin II Universitas Sari Mutiara Indonesia
6. Ns. Laura Siregar, S.Kep, M. Kep Selaku Dosen Pengajar Sistem Endokrin II
Universitas Sari Mutiara Indonesia
7. Seluruh Dosen Program Studi Ners Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas
Sari Mutiara Indonesia
8. Seluruh staff Program Studi Ners Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas
Sari Mutiara Indonesia.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, dengan demikian penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak dalam rangka
penyempurnaan makalah ini, sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh pihak, akhir kata
penulis mengucapkan terimah kasih.
Medan, 10 Juni 2017
Penulis
Kelompok 2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan. Estimasi terakhir International
Diabetes Federation (IDF) tahun 2013, di dunia lebih dari 382 juta orang terkena DM, dan
pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penyandang diabetes
melitus di Indonesia dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada
tahun 2030 (Perkeni, 2006). Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Jumlah penderita DM
tahun 2014 sebanyak 597 orang, dan pada tahun 2015 sejak bulan Januari hingga Juni
sebanyak 476 orang terdiri dari laki-laki : 157 orang, perempuan : 309 orang (Dinas
kesehatan kabupaten Sangihe, 2015).
Empat pilar penatalaksanaan diabetes yaitu edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani,
dan terapi farmakologi (Perkeni, 2006).
Komponen latihan jasmani atau olahraga sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes
karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan
pengambilan glukosa oleh otot dan memperbaiki pemakaian insulin (Smeltzer SC &
Brenda GB 2001,h.1226 dalam Zaenurokhim dan Andi, 2012). Latihan jasmani akan
menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah, maka akan lebih banyak jala-jala
kapiler terbuka sehingga lebih banyak tersedia reseptor insulin dan reseptor menjadi lebih
aktif yang akan berpengaruh terhadap penurunan glukosa darah pada pasien diabetes
(Soegondo, (2007) dalam Sunaryo dan Sudiro (2014)).
Contoh latihan jasmani atau olahraga yang dianjurkan salah satunya adalah senam kaki
diabetes. Senam direkomendasikan dilakukan dengan intensitas moderat (60-70
maksimum heart rate), durasi 30-60 menit, dengan frekuensi 3-5 kali per minggu dan
tidak lebih dari 2 hari berturut-turut tidak melakukan senam (American Diabetes
Association, 2003)
1.2.Tujuan
1. Tujuan Umum

Mahasiswa dapat memahami dan memperagakan kembali senam kaki pada pasien
penderita diabetes melitus.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pengertian senam kaki.
b. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tujuan senam kaki.
c. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan indikasi dan kontra indikasi
senam kaki
3. d.Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan hal-hal yang harus dikaji
sebelum senam kaki
d. Mahasiswa mampu memahami dan menentukan diagnosa keperawatan yang
berkaitan dengan senam kaki
e. Mahasiswa mampu memahami dan melakukan tindakan keperawatan
dalam senam kaki.
f. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan hal-hal yang harus dievaluasi
setelah evaluasi senam kaki.
g. Mahasiswa mampu memahami dan menuliskan dokumentasi tindakan senam kaki
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1. Pengertian

Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus
untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian
kaki. (S,Sumosardjuno,1986)

Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot
kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat
meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan
pergerakan sendi. (www.diabetesmelitus.com)

2.2. Manfaat

Senam diabetes adalah senam fisik yang dirancang menurut usia dan status fisik
dan merupakan bagian dari pengobatan diabetes mellitus (Persadia, 2000). Manfaat
tersebut didapat karena olah raga memberi pengaruh pada:
a. Jantung
Otot jantung bertambah kuat dan bilik jantung bertambah besar, sehingga denyutan
kuat dan daya tampung besar. Kedua hal ini akan meningkatkan efisiensi kerja
jantung. Dengan efisiensi kerja yang tinggi, jantung tak perlu berdenyut terlalu sering
(Strauss, 1979 dalam Kushartanti, 2007).
b. Pembuluh darah
Elastisitas pembuluh darah akan bertambah, karena berkurangnya timbunan lemak
dan penambahan kontraktilitas otot dinding pembuluh darah. Elastisitas pembuluh
darah yang tinggi akan memperlancar jalannya darah dan mencegah timbulnya
hipertensi (Sukarman,1987 dalam Kushartanti, 2007).
c. Paru-paru
Elatisitas paru-paru akan bertambah, sehingga kemampuan berkembang kempis juga
akan bertambah (McArdle, 1986 dalam Kushartanti, 2007).
d. Otot
Kekuatan, kelentukan dan daya tahan otot akan bertambah. Hal ini disebabkan oleh
bertambah brooks 1984 dalam Kushartanti, 2007).
e. Tulang
Penambahan aktivitas enzim pada tulang akan meningkatk an kekuatan, kepadatan
dan besarnya tulang, selain mencegah pengeroposan tulang (Fox, 1988 dalam
Kushartanti, 2007).
f. Ligamentum dan tendon
Ligamentum dan tendo akan bertambah kuat, demikian juga perlekatan tendon pada
tulang (Teitz, 1989 dalam Kushartanti, 2007). Besarnya serabut otot dan
meningkatnya sistem penyediaan energi di otot.

2.3.Tujuan
1. Memperbaiki sirkulasi darah
2. Memperkuat otot-otot kecil
3. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
4. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
5. Mengatasi keterbatasan gerak sendi

2.4. Faktor Pencetus


1. Keturunan
2. Kegemukan (obesitas)
3. Pola makan yang salah
4. Proses menua
5. Stress
6. Kurang gerak/malas
7. Penyakit hormone yang kerjanya berlawanan dengan insulin

2.5. Indikasi dan Kontraindikasi


1. Indikasi

Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita Diabetes mellitus dengan
tipe 1 maupun 2. Namun sebaiknya diberikan sejak pasien didiagnosa menderita
Diabetes Mellitus sebagai tindakan pencegahan dini.

2. Kontraindikasi
1) Klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsnu atau nyeri dada.
2) Orang yang depresi, khawatir atau cemas.
2.6. Hal yang Harus Dikaji Sebelum Tindakan
1. Lihat Keadaan umum dan keadaran pasien
2. Cek tanda-tanda Vital sebelum melakukan tindakan
3. Cek Status Respiratori (adakah Dispnea atau nyeri dada)
4. Perhatikan indikasi dan kontraindiikasi dalam pemberian tindakan senam kaki
tersebut
5. Kaji status emosi pasien (suasanan hati/mood, motivasi)

2.7. Diagnosa Keperawatan yang Berkaitan dengan Tindakan


a. Resiko intoleran aktivitas b.d tirah baring, kelemahan
b. Resiko kerusakan integritas kulit b.d perubahan sirkulasi darah, hambatan mobilitas
fisik

2.8. Implementasi
1. Persiapan Alat : Kertas Koran 2 lembar, Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi
duduk), hanskun.
2. Persiapan Klien : Kontrak Topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki
3. Persiapan lingkungan : Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Jaga privacy
pasien

2.9. Prosedur Pelaksanaan


1) Perawat cuci tangan
2) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas
bangku dengan kaki menyentuh lantai
3) Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas
lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

4) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas.
Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan
ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian
dan diulangi sebanyak 10 kali.

5) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat
gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
6) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar
dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

7) Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan
kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
8) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan
ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
9) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki
secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
10) Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan
kaki kedepan dan kebelakang.
11) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan
pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.

12) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan
kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula
menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja
a. Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
b. Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
c. Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu
letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
d. Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

2.10. Hal yang Harus di Evaluasi Setelah Tindakan


1. Pasien dapat menyebutkan kembali pengertian senam kaki
2. Pasien dapat menyebutkan kembali 2 dari 4 tujuan senam kaki
3. Pasien dapat memperagakkan sendiri teknik-teknik senam kaki secara mandiri
2.11. Dokumentasi Tindakan
1. Respon klien
2. Tindakan yang dilakukan klien sesuai atau tidak dengan prosedur
3. Kemampuan klien melakukan senam kaki
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus
untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian
kaki yang memiliki tujuan memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil,
mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, meningkatkan kekuatan otot betis dan paha,
mengatasi keterbatasan gerak sendi. Untuk itu penderita diabetes mellitus di anjurkan
untuk melakukan senam kaki. Peran kita sebagai perawat adalah membimbing klien
untuk melakukan senam kaki agar klien dapat melakukan senam kaki secara mandiri .

3.2. Saran

Dalam pembuatan makalah ini kelompok masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu
kelompokmeminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga makalah
yang kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

American Diabetes Association (2003). Physical activity/ exercise and diabetes.


http://www.uhs.wisc.edu. Diakses tanggal 30 september 2015
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jumlah Penderita DM Tipe 2 Kabupaten
Kepulauan Sangihe.
Flora.R,Hikayati, Purwanto.S, (2012). Pelatihan Senam Kaki Pada Penderita Diabetes
Melitus Dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Diabetes Pada Kaki (Dibetesfoot)
http://www.ejournal. unsri.ac.id/index.php/jpsriwijaya/article/d ownload/1543/606.Di
akses tanggal 28 september 2015 pukul 14.05 wita
Graceistin. (2016). Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah
Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira.
http//www.ejournalkeperawatan.org.diakses tanggal 17 November 2017
Noer, Sjaifoellah.1996.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3.Jakarta: FKUI.
Perkeni. (2006). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di
Indonesia. http://www.pbpapdi.org. Di akses tangal 1 Oktober 2015
Smeltzer, Suzzanne C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth
Ed.8.Jakarta: EGC.
S,Sumosardjuno.1986.Manfaat dan macam olahraga bagi penderita diabetesd
melitus.Bandung.
www.wikipedia.com
www.diabetesmelitus.com