Anda di halaman 1dari 3

A.

BUKU KESATU
B. BUKU KEDUA : Penyelenggaraan Pemilu
1. BAB I : KPU
a. Bagian : Kesatu Umum (pasal 6 )
b. Bagian Kedua : Kedudukan, Susunan, dan Keanggotaan (pasal 8)
c. Bagian ketiga : Tugas , wewenang dan kewajiban (pasal 12 )
1) Paragraph satu : KPU (pasal 12 )
2) Paragraph kedua : KPU Provinsi ( pasal 15)
3) Paragraph ketiga : KPU Kab/Kota (pasal 18 )
d. Bagian ke empat : Persyaratan (pasal 21 )
e. Bagian kelima : Pengangkatan dan Pemberhentian
1) Paragraf kesatu : KPU ( pasal 22)
2) Paragraph kedua : KPU Provinsi ( pasal 27 )
3) Paragraph ketiga : KPU Kab/Kota (pasal 31)
4) Paragraph ke empat : sumpah dan janji ( pasal 35 )
5) Pargraph ke lima : pemberhentian
f. Bagian ke enam : Mekanisme pengambilan keputusan (pasal 40 )
g. Bagian ke tujuh : pertanggungjawaban dan pelaporan (pasal 48 )
h. Bagian kedepalan : Panitia Pemilihan
1) Paragraph kesatu : PPK ( pasal 51 )
2) Pargraph kedua : PPS ( pasal 54 )
3) Paragraph ketiga : KPPS ( pasal 59 )
4) Paragraph keempat : PPLN ( pasal 63 )
5) Paragraph kelima : KPPSLN ( pasal 67 )
6) Paragraph ke enam : persyaratan ( Pasal 72 )
7) Paragraph ketujuh : sumpah dan janji ( pasal 73 )
8) Paragraph kedelapan : pemberhentian ( pasal 74 )
i. Bagian kesembilan : peraturan dan keputusan KPU ( pasal 75 )
j. Bagian kesepuluh : Kesekretariatan
1) Paragrah kesatu : susunan (pasal 77 )
2) Pargraph kedua : Tugas dan wewenang ( pasal 85 )

2. BAB II : PENGAWAS PEMILU


a. Bagian kesatu : UMUM , ( pasal 89 )
b. Bagian kedua : Kedudukan , susunan dan keanggotaan ( pasal 91 )
c. Bagian ketiga : Tugas , wewenang dan kewajiban
1) Paragraph kesatu : BAWASLU ( pasal 93 )
2) paragraph kedua : BAWASLU Provinsi ( pasal 97 )
3) paragraph ketiga : BAWASLU Kab/kota ( pasal 101)
4) paragraph keempat : PANWASLU Kecamatan ( pasal 105)
5) paragraph kelima : PANWASLU Kelurahan/desa ( pasal 108)
6) paragraph keenam : PANWALU LN ( Pasal 111)
7) paragraph ketujuh : Pengawas TPS ( pasal 114 )
d. Bagian ke empat : persyaratan ( pasal 117 )
e. Bagian kelima : pengangkatan dan pemberhentian
1) Paragraph kesatu : BAWASLU ( pasal 118 )
2) Paragraph kedua : BAWASLU Provinsi ( pasal 124 )
3) Paragraph ketiga : BAWASLU Kab/kota ( pasal 128 )
4) Paragraph ke empat : panwas kec, kelrhn, desa , Panwas LN dan Pengwas TPS ( pasal 132 )
5) Paragraph kelima : Sumpah , Janji ( pasal 133)
6) Paragraph ke enam : Pemberhentian ( pasal 135 )
f. Bagian Ke enam : mekanisme pengambilan keputusan (pasal 139 )
g. Bagian ke tujuh : Pertanggungjawaban dan pelaporan ( pasal 142 )
h. Bagian kedelapan : Peraturan dan Keputusan Pengawas Pemilu (pasal 145)
i. Bagian kesembilan : Kesekretariatan ( pasal 147)
3. BAB III : DKPP ( pasal 155 s/d pasal 166)

C. BUKU KE TIGA : PELAKSANAAN PEMLU


1. Bab I : Umum ( pasal 167 sd pasal 168 )
2. Bab II : Peserta dan Persyaratan mengikuti pemilu
a. Bagian kesatu : persyaratan capres dan cawapres (pasal 169)
b. Bagian kedua : peserta pemilu anggota DPR, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota
1) Paragraph 1 : persyaratan partai politik menjadi peserta pemilu (pasal 172)
2) Paragraph 2 : pendaftaran partai politik sebagai peserta pemilu ( pasal 176 )
3) Paragraph 3 : verifikasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu ( pasal 178 )
4) Paragraph 4 : penetapan partai politik sebagai peserta pemilu ( pasal 179 )
5) Paragraph 5 : Pengawasan Atas Pelaksanaan Verifikasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu (
pasal 80 )
c. Bagian ketiga : peserta pemilu DPD ( pasal 81 )
d. Bagian ke empat : Ketentuan Saat Pendaftaran Bagi Calon Peserta Pemilu Yang Kepengurusan Partai
Politiknya Terjadi Perselisihan ( pasal 184 )
3. Bab III : Jumlah Kursi dan Daerah Pemilihan
a. Bagian kesatu : Prinsip Penyusunan DAPIL Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota (
Pasal 185 )
b. Bagian kedua : Jumlah Kursi dan Daerah Pemilihan Anggota DPR (pasal 186)
c. Bagian ketiga : Jumlah kursi dan DAPIL anggota DPRD Prov (pasal 188)
d. Bagian ke empat : Jumlah kursi DAPIL anggota DPRD Kab/Kota ( pasal 191 )
e. Bagian kelima : Jumlah kursi anggota DPD ( pasal 196 )
4. Bab IV : Hak Memilih ( pasal 198 )
5. Bab V : Penyusunan Daftar Pemilih
a. Bagian kesatu : Data Kependudukan ( pasal 201 )
b. Bagian kedua : Data Pemilih ( pasal 202 )
c. Bagian ketiga : Pemutakhiran Data Pemilih ( pasal 204 )
d. Bagian keempat : Penyusunan daftar Pemilih sementara ( pasal 206 )
e. Bagian kelima : penyusunan daftar Pemilih Tetap ( Pasal 208 )
f. Bagian keenam :Penyusunan daftar pemilih bagi pemilih luar negeri (pasal 211)
g. Bagian ketujuh : rekapitulasi daftar pemilih tetap (pasal 217)
h. Bagian kedelapan : pengawasan dan penyelesaian perselisihan dalam pemutakhiran data dan
penetapan daftar pemilih ( pasal 219 )
6. Bab VI : Pengusulan BACAPRES dan BACAWAPRES dan Penetapan Pasangan CAPRES dan CAWAPRES
dan Pecalonan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota.
a. Bagian kesatu : tata cara penentuan, penentuan pengusulan dan penetapan pasangan calon
1) Paragraph 1 : tata cara penentuan pasangan calon ( pasal 221)
2) Paragraph 2 : pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil calon presiden (pasal 226)
3) Paragraph 3 : verifikasi bakal pasangan calon (pasal 230)
4) Paragraph 4 : penetapan dan pengumuman pasangan calon ( pasal 235)
5) Paragraph 5 :Pengawasan atas Verifikasi Kelengkapan Administrasi Pasangan Calon ( pasal
239)
b. Bagian kedua : Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota
1) Paragraph 1 : Persyaratan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota
( pasal 240)
2) Paragraph 2 :Tata Cara Pengajuan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD
Kabupaten/Kota ( pasal 241)
3) Paragraph 3 :Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan
DPRD Kabupaten/Kota (pasal 248)
4) Paragraph 4 :Pengawasan Atas Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Anggota DPR,
DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota (pasal 251)
5) Paragraph 5 :Penyusunan Daftar Calon Sementara Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD
Kabupaten/Kota (pasal 252)
6) Paragraph 6 : penetapan dan pengumuman daftar calon tetap anggota DPR dan DPRD (pasal
256)
7) Paragraph 7 : tata cara pendaftaran bakal calon anggota DPD (pasal 258)
8) Paragraph 8 : verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon anggota DPD (pasal 259)
9) Paragraph 9 : pengawasan terhadap verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon anggota
DPD (pasal 261)
10)