Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hampir semua lembaga baik perusahaan maupun instansi dalam pendekatannya
banyak menggunakan kajian SWOT. Hal tersebut di lakukan oleh semua lembaga untuk
mengkaji kekuatan dan kelemahannya pada lembaga tersebut, sebelum menentukan
tujuan dan menggariskan tindakan pencapaian tujuan, yang merupakan konsekuensi logis
yang perlu ditempuh perusahaan agar supaya lancar didalam operasionalnya.
Perubahan masyarakat industri ke masyarakat informasi dan dari ekonomi yang
berorientasi manufaktur ke arah orientasi jasa, telah menimbulkan dampak yang
signifikan terhadap permintaan atas program baru pendidikan kejuruan yang ditawarkan
(Martin, 1989). Analisis SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) sudah
sangat umum dikenal dan mudah untuk dilakukan.
Proses manajemen strategis adalah sebuah proses delapan langkah yang mencakup
perencanaan strategis, pelaksanaan atau penerapan dan evaluasi. Analisis adalah suatu
kegiatan untuk memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus, mengetahui
isu apa yang sedang terjadi, dan memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan
untuk memecahkan masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah
identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi sebuah
perusahaan dan organisasi internal maupun eksternal.
Analisis adalah suatu kegiatan untuk memahami seluruh informasi yang terdapat pada
suatu kasus, mengetahui isu apa yang sedang terjadi, dan memutuskan tindakan apa yang
harus segera dilakukan untuk memecahkan masalah.
Analisis SWOT (Stenght, Weakness, Opportunity, Threat) adalah suatu teknik analisa
lingkungan internal dan eksternal. Analisis internal lebih menitik beratkan pada kekuatan
(Strength) dan kelemahann (Weakness) yang dimiliki organisasi, sedangkan analisa
eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua peluang (Oppotunity) yang ada dan
yang akan datang serta ancaman (Threat) dari pesaing dan calon pesaing.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 1


Sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor
secara sistematis untuk merumuskan strategi sebuah perusahaan dan organisasi internal
maupun eksternal. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan
kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).

1.2 Tujuan Makalah


1. Agar mahasiswa mengetahui faktor-faktor dalam analisis SWOT.
2. Agar mahasiswa mengetahui kesalahan umum dalam mengidentifikasi pesaiang.
3. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana aplikasi SWOT dalam suatu perusahaan.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 2


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Kesalahan Umum Dalam Mengidentifikasi Pesaing


Mengidentifikasi pesaing merupakan hal yang penting dalam pengembangan strategi,
tetapi ini sarat akan ketidakpastian dan resiko yang tinggi. Sehingga timbul berbagai
kesalahan dan harus dibayar dengan mahal oleh eksekutif.
Kesalahan-kesalahan dalam mengidentifikasi pesaing sering terjadi, hal ini dikarenakan :
1. Menekankan pesaing saat ini dan mengabaikan pendatang potensial.
2. Menekankan pesaing besar dan mengabaikan pesaing kecil.
3. Mengabaikan pesaing internasional yang potensial.
4. Asumsi pesaing yang salah.
5. Kesalahan memprediksi situasi.
6. Terlalu menekankan pada sumber daya keuangan, posisi pasar, mengabaikan aktiva
tak berwujud.
7. Menganggap semua perusahaan dalam industri menghadapi kendala dan memiliki
peluang yang sama.
8. Mempercayai maksud strategi untuk menghadapi pesaing daripada memuaskan
kebutuhan pelanggan.

2.2 Analisa Sumber Daya dan Kemampuan (Resources Capabilities Analysis)


Keunggulan bersaing yang dapat digunakan, diantaranya :
1) Harga
Harga yang ditawarkan untuk suatu produk adalh faktor yang dapat dikendalikan
dalam batas-batas tertentu. Seorang penjual dapat memilih untuk bersaing dalam
harga dan menetapkan harganya lebih rendah dari harga pesaingnya.
2) Pangsa Pasar
Pangsa pasar atau dalam bahasa inggris disebut 'Market Share' menjadi acuan bagi
sebuah produk sangat laku atau tidak di pasar. Juga bila semakin kecil pangsa
pasarnya maka produk tersebut akan semakin tidak dilirik oleh pedagang untuk
diperdagangkan,sebab pedagang sekarang lebih senang menjual produk yang
sering dicari oleh konsumen.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 3


3) Merek
Merek yang baik pada dasarnya memberi nilai tambah bagi suatu produk yang
nantinya akan memperlancar penjualan. Perusahaan yang tidak memperhatikannya
sulit menciptakan ”brand image” bagi konsumen yang berarti akan menghambat
tercapainya kesetian konsumen terhadap merek produknya. Merek sangat berkaitan
erat dengan produk sebagai salah satu unsur penting dalam pemasaran.
4) Kualitas Produk
Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk untuk
melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan
kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya. Untuk
meningkatkan kualitas produk perusahaan dapat menerapkan program ”Total
Quality Manajemen (TQM)". Selain mengurangi kerusakan produk, tujuan
pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan nilai pelanggan.
5) Kepuasan Konsumen
Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau
kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja
( hasil) suatu produk dengan harapannya.
6) Jalur Distribusi
Distribusi ialah berkenaan dengan tersediannya produk, dimana konsumen dari
pasar sasaran bisa membelinya, sehingga pembeli akan mudah menemukan.

2.3 Analisis Rantai Nilai


Rantai nilai adalah suatu cara pandang dimana bisnis dilihat sebagai rantai aktivitas
yang mengubah input menjadi output yang bernilai bagi pelanggan. Nilai bagi pelanggan
berasal dari tiga sumber :
a. Aktivitas yang membedakan produk.
b. Aktivitas yang menurunkan biaya.
c. Aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis – VCA) yaitu analisa yang berupaya
memahami bagaimana suatu bisnis menciptakan nilai bagi pelanggan yang memeriksa
kontribusi dari aktivitas dua yang berbeda dalam bisnis terhadap nilai tersebut.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 4


Kerangka rantai nilai yang umum :
a. Aktivitas utama (Primary Activities)
Merupakan aktivitas dalam suatu perusahaan yang terlibat dalam penciptaan fisik dari
produk, pemasaran dan transfer ke pembeli, serta layanan purna jual.
b. Aktivitas pendukung (support activities)
Merupakan aktivitas dalam suatu perusahaan yang membantu perusahaan tersebut
secara keseluruhan dengan cara menyediakan infrastruktur atau output yang
memungkinkan aktivitas primer dilaksanakan berkelanjutan.

Aktivitas-aktivitas tersebut dibagi dalam dua jenis, yaitu :


1. Primary activities :
a) Inbound logistics : aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material
sebelum digunakan.
b) Operations : akivitas yang berhubungan dengan pengolahan input menjadi
output.
c) Outbound logistics : aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke
tangan konsumen.
d) Marketing and sales : aktivitas yang berhubungan dengan pengarahan
konsumen agar tertarik untuk membeli produk.
e) Service : aktivitas yang mempertahankan atau meningkatkan nilai dari produk.
2. Supported activities :
a) Procurement : berkaitan dengan proses perolehan input/sumber daya.
b) Human Resources Management : Pengaturan SDM mulai dari perekrutan,
kompensasi, sampai pemberhentian.
c) Technological Development : pengembangan peralatan, software, hardware,
prosedur, didalam transformasi produk dari input menjadi output.
d) Infrastructure : terdiri dari departemen-departemen/fungsi-fungsi (akuntansi,
keuangan, perencanaan, GM, dsb) yang melayani kebutuhan organisasi dan
mengikat bagian-bagiannya menjadi sebuah kesatuan.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 5


Gambar 1. Value Chain Analysis

Enam fungsi bisnis Rantai Nilai :


1) Penelitian dan Pengembangan
2) Desain Produk, Jasa, atau Proses
3) Produksi
4) Pemasaran & Penjualan
5) Distribusi
6) Layanan Pelanggan

2.4 Aplikasi SWOT


Analisis SWOT adalah merupakan suatu bentuk analisis situasi, yang memandang
faktor internal dan faktor eksternal perusahaan/organisasi lembaga sebagai faktor yang
sangat menentukan bagi eksistensi perusahaan/organisasi/ lembaga ke depan. Dalam
analisis SWOT berbagai faktor internal dan eksternal diidentifikasi secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan/organisasi/ lembaga. Dalam analisis SWOT
dirancang bagaimana untuk dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang
(Opportunities), sekaligus secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan
(Weaknesses) dan ancaman (Threats).

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 6


Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan
ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan
(weakness).

2.4.1 Tahapan Analisis SWOT


Proses penerapannya analisis SWOT dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu :
1. Tahap Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan suatu proses pengadaan data untuk keperluan
atas tujuan tertentu. Pengumpulan data adalah prosedur yang
sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan
data merupakan langkah penting, karena data yang dikumpulkan digunakan
untuk analisis. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan harus cukup valid untuk
digunakan. Validitas data dapat ditingkatkan jika teknik pengumpulan, alat
pengukur dan cara pengukurannya berkualitas.
Data yang dikumpulkan adalah :
1) Data internal, yaitu data-data tentang kondisi faktor internal suatu wilayah.
2) Data eksternal, yaitu data-data tentang kondisi faktor eksternal yang
berkaitan dengan wilayah tersebut.
2. Tahap Analisis Data
Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah : a. data reduction, b. data
display. Masing-masing dapat dijelas sebagai berikut :
1) Reduksi Data (data reduction)
Semakirn lama pengumpulan data berlangsung, maka akan semakin banyak
data yang diperoleh. Data dari berbagai sumber tersebut ada yang sama, ada
yang berbeda, ada yang penting, ada yang tidak penting, ada yang benar
dan ada yang tidak benar. Dalam tahap reduksi ini peneliti melakukan
pengklasifikasian data, memilih data yang berguna, yang penting, dan yang
bermakna. Data yang tidak diperlukan dibuang. Melalui reduksi data ini,
maka gambaran hasil penelitian menjadi jeias dan tajam.
2) Penyajian Data (data display)
Setelah data direduksi, agar data tersebut mudah dipahami dengan baik oleh
diri sendiri, maupun oleh orang lain, maka data tersebut perlu disajikan.
Penyajian data dapat dilakukan melalui berbagai bentuk matrik.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 7


Dalam analisis SWOT penyajian data dibuat dalam bentuk Matrik Faktor
Internal dan Matrik Faktor Eksternal.

Cara-cara penentuan faktor-faktor kondisi internal adalah sebagai


berikut :
(1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan faktor-faktor yang
menjadi kelemahan dalam perusahaan (tuliskan dalam kolom 1 pada
tabel Faktor Internal).
(2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari skor
tertinggi 1,0 (untuk faktor yang paling penting) sampai dengan skor
terrendah 0,0 (untuk faktor yang tidak penting), berdasarkan pengaruh
faktor-faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan (tuliskan dalam
kolom 2 pada tabel Faktor Internal). Total bobot tidak boleh melebihi
1,0.
(3) Hitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala
mulai tertinggi 4 sampai terendah 1 berdasarkan pengaruh faktor
tersebut terhadap kondisi perusahaan. Untuk faktor kekuatan, makin
positif atau baik pengaruhnya terhadap kondisi wilayah makin tinggi
nilainya. Sebaliknya untuk faktor kelemahan, makin negatif atau tidak
baik pengaruhnya (melemahkan) kondisi perusahaan semakin kecil
nilainya.
(4) Untuk memperoleh pembobotan pada kolom 4, kalikan bobot pada
kolom 2 dengan rating pada kolom 3. Hasilnya berupa skor
pembobotan untuk masing-masing faktor internal.
(5) Kolom 5, berupa keterangan atau komentar.
(6) Nilai total hasil Bobot (B) x Rating (R) menunjukkan bagaimana
perusahaan/organisasi bereaksi terhadap faktor strategis internalnya.
Nilai ini dapat digunakan untuk membandingkan dengan perusahaan
lain dan untuk megambil keputusan.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 8


Cara-cara penentuan faktor-faktor kondisi eksternal adalah sebagai
berikut :
(1) Tentukan faktor-faktor yang merupakan peluang dan faktor-faktor yang
menjadi ancaman bagi perusahaan. (tuliskan dalam kolom 1 pada tabel
Faktor Eksternal).
(2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari skor
tertinggi 1,0 (untuk faktor yang paling penting) sampai dengan skor
terrendah 0,0 (untuk faktor yang tidak penting), berdasarkan pengaruh
faktor-faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan (tuliskan dalam
kolom 2 pada tabel Faktor Internal). Total bobot tidak boleh melebihi
1,0.
(3) Hitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala
mulai tertinggi 4 sampai terendah 1 berdasarkan pengaruh faktor
tersebut terhadap kondisi perusahaan. Untuk faktor peluang, makin
positif atau baik pengaruhnya terhadap kondisi perusahaan semakin
tinggi nilainya. Sebaliknya untuk faktor ancaman, semakin kuat
ancamannya bagi perusahaan, semakin kecil nilainya.
(4) Untuk memperoleh pembobotan pada kolom 4, kalikan bobot pada
kolom 2 dengan rating pada kolom 3. Hasilnya berupa skor
pembobotan untuk masing-masing faktor eksternal.
(5) Kolom 5, berupa keterangan atau komentar.
(6) Nilai total hasil Bobot (B) x Rating (R) menunjukkan bagaimana
perusahaan/organisasi bereaksi terhadap faktor strategis eksternalnya.
Nilai ini dapat digunakan untuk membandingkan dengan perusahaan
lain dan untuk megambil keputusan

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 9


2.5 Kasus yang terjadi dalam PT. SUZUKI INDONESIA
Suzuki Motor Corporation (スズキ株式会社 Suzuki Kabushiki-Kaisha) adalah
perusahaan Jepang yang memproduksi kendaraan seperti mobil, mesin, ATV dan
sepeda motor. Di Indonesia, PT. Suzuki Indomobil Sales adalah perusahaan yang
memproduksi dan memasarkan mobil, ATV dan sepeda motor merek Suzuki.
a. Visi
Menjadi perusahaan terkemuka di dalam Suzuki Global Operation yang dihargai
dan dikagumi di Indonesia.
b. Misi
Kami menginginkan pertumbuhan dan perkembangan Perusahaan yang berimbang
berdasarkan azaz kerja keras, integritas dan kebersamaan untuk selalu mencapai
hasil lebih baik dalam mendahului harapan pelanggan.

Namun dalam kenyataannya, banyak dealer atau showroom suzuki yang tidak bisa
berkembang bahkan gulung tikar. Hal itu bisa disebabkan banyak faktor-faktor
internal perusahaan maupun faktor-faktor eksternal.
Analisis SWOT sebagai formulasi strategi untuk mengidentifikasi berbagai faktor
secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan PT. SUZUKI INDONESIA.
Berdasarkan pemahaman mengenai analisis tersebut tentu merupakan suatu proses
dalam pengambilan keputusan strategis.
Lalu bagaimana cara membuat analisis SWOT bahwa persaingan perusahaan
tersebut dapat ditentukan oleh kombinasi antara faktor-faktor internal dan eksternal.
Penulis mencoba menganalisis permasalahan yang ada dalam PT. SUZUKI
INDONESIA dengan menggunakan analisis SWOT dalam matriks IFE dan EFE.
Tahapan dalam menentukan faktor-faktor lingkungan sudah dijelaskan dalam bab
kajian teori.
Berikut merupakan Matriks Faktor Internal dalam perusahaan tersebut :
Faktor Internal Bobot Rating BxR Komentar
(B) (R)
Kekuatan (strengths)
- Pangsa pasar sepada motor jenis 0,1 3 0,3 Penjualan
bebek
- Pangsa pasar ekspor dibanding 0,1 3 0,3 Daya Saing
kompetitor lain
- Harga yang bersaing 0,06 1 0,06 Biaya Perawatan
Tinggi

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 10


Kelemahan (weakness)
- Layanan purna jual yang kurang 0,05 2 0,1 Kurangnya Wawasan
baik
- Promosi yang kurang efektif 0,08 2 0,16 Biaya dan SDM
- Segmentasi pasar yang tidak jelas 0,12 4 0,48 Kurang Tepat Sasaran
dibanding pesaing
Total 0,51 1,4
Tabel 1. Matriks Faktor Internal
Berikut merupakan Matriks Faktor Eksternal dalam perusahaan tersebut :
Faktor Eksternal Bobot Rating BxR Komentar
(B) (R)
Kesempatan (Opportunities)
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 0,15 4 0,6 Stabilitas
mulai membaik
- Pasar Ekspor yang mulai 0,11 3 0,33 Stabilitas
membaik
Ancaman (Treaths)
- Pasar sepeda motor bebek yang 0,13 3 0,39 Minat Konsumen
menurun
- Adanya pesaing baru 0,1 2 0,2 Strategi dan Inovasi
Produk
Total 0,49 1,52
Tabel 2. Matriks Faktor Eksternal

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa kekuatan yang ditimbulkan dari PT.
SUZUKI INDONESIA cenderung rendah. Semakin rendahnya kekuatan dari
perusahaan tersebut maka semakin rendah pula persaingan yang harus dihadapi oleh
PT. SUZUKI INDONESIA.
Untuk menghadapi persaingan tersebut dan menjaga supaya perusahaan tersebut
dapat bersaing dengan kompetitor lain, maka harus melakukan strategi-strategi
kompetitif. Selanjutnya mengidentifikasi kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan
oleh perusahaan tersebut.
Dari beberapa hasil analisis diatas telah dipaparkan, salah satunya yakni
berkurangnya minat konsumen terhadap motor sport dan motor bebek dikarenakan
banyak konsumen yang beralih pada motor matic, maka perusahaan tersebut bisa
menyusun strategi bersaing dengan cara melakukan pengembangan atau inovasi
terhadap motor matic. Semakin besar perkembangan yang dilakukan oleh perusahaan
maka semakin besar pula kekuatan perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar
yang semakin ketat.

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 11


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam materi yang penulis sampaikan terdapat empat point lanjutan dalam analisis
SWOT, diantaranya :
1. Kesalahan Umum Identifikasi Pesaing
Mengidentifikasi pesaing merupakan hal yang penting dalam pengembangan
strategi, tetapi ini sarat akan ketidakpastian dan resiko yang tinggi. Sehingga
timbul berbagai kesalahan dan harus dibayar dengan mahal oleh eksekutif.
2. Analisis Sumber Daya Dan Kemampuan
Keunggulan bersaing yang dapat digunakan, diantaranya :
a. Harga
b. Pangsa Pasar
c. Merek
d. Kualitas Produk
e. Kepuasan Konsumen
f. Jalur Distribusi
3. Value Chain Analysis
Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis – VCA) yaitu analisa yang berupaya
memahami bagaimana suatu bisnis menciptakan nilai bagi pelanggan yang
memeriksa kontribusi dari aktivitas dua yang berbeda dalam bisnis terhadap nilai
tersebut.
4. Aplikasi SWOT
Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities)
dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan
(weakness). Terdapat dua tahapan dalam aplikasi analisis SWOT yaitu :
a. Tahap Pengumpulan Data
b. Tahap Analisis Data :
- Reduksi Data
- Penyajian Data

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 12


DAFTAR PUSTAKA

https://deviachrista.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-rantai-nilai-analisis-rantai.html
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 13.25 WIB

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/29382/Chapter%20II.pdf?sequ
ence=3
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 13.30 WIB

http://blogger-viens.blogspot.co.id/2013/01/kualitas-produk.html
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 13.30 WIB

https://www.academia.edu/6729714/ANALISA_STRATEGI_PASAR_SEPEDA_MO
TOR_PT._SUZUKI_INDONESIA_Manajemen_Strategi_Industri_2010_Oleh
_Farid_Akbar_Harahap_0806337560?auto=download
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 19.15 WIB

https://www.suzuki.co.id/corporate/tentang-suzuki
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 19.16 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Suzuki
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 20.10 WIB

https://www.scribd.com/document/226652272/ANALISIS-RANTAI-NILAI-
VALUE-CHAIN-DALAM-LINGKUNGAN-INTERNAL-PERUSAHAAN
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 20.15 WIB

http://repository.ipdn.ac.id/44/6/Bab.3..ANALISIS.SWOT.pdf
diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 20.17 WIB

MANAJEMEN STRATEGI – ANALISIS SWOT 13