Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Nama Kelompok :

1. Agung Budi Hidayat


2. Aditya Wibowo P
3. Nadia Dwi L
4. Gita Megawati
5. Alif Mustofa
6. Febri Awalia H

Praktikum 1

Bahan :

 Permen mentos
 Pepsi
 Cocacola

Laporan :

Setelah melakukan percobaan minuman bersoda dengan mentos, kenapa itu semua bisa
terjadi. Berikut kita jelaskan :

H2CO3 adalah rumus kimia dari minuman bersoda. Gas karbondioksida dan air memiliki
peran penting dalam pembuatan minuman bersoda ini. Proses yang dilakukan adalah melarutkan air
dan gas karbondioksida secara besamaan.

CO2 bercampur degan sempurna di air, hal inilah yang menyebabkan karbnonasi. Yang di
hasilkan dari proses ini adalah sensai karbonasi "Fizz" pada air karbonasi. Buih pada minuman
bersoda di akibatkan oleh pelepasan CO2 yang terlarut di dalam air.

Karbondioksida adalah gas yang kita keluarkan dan pada saat bernafas dan akan di ambil
oleh tumbuhan. Jika karbondioksida di reaksikan dengan tekanan yang tinggi di air, maka akan
membentuk asam karbonat. Perlu anda ketahui asam karbonat inilah yang mengakibatkan timbulnya
rasa soda di mulut saat kita konsumsi.

Permen mentos memiliki kandungan gelatin dan gum arabika. Saat kita memasukkan
permen mentos ke dalam minuman bersoda, maka gelatin dan gum arabika akan larut. hal ini
mempengaruhi air, sehingga air terhambat untuk menghasilkan gelembung baru. Pada pemen
mentos terdapat ribuan pori yang dijadikan tempat yang bagus untuk karbondioksida menghasilkan
gelembung. Pada saat mentos dan minuman bersoda larut, maka karbondioksida akan lepas dari
minuman bersoda yang berakibat peningkatan tekanan air dan menimbulkan ledakan ataupun
semburan yang keluar dari dalam botol minuman bersoda ini.

Dan cocacola memiliki soda yang lebih banyak dari pada pepsi. Sebab, saat mentos
dimasukkan kedalam botol minuman bersoda tersebut, pada cocacola lebih banyak yang
menyembur dari pada pepsi.
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Praktikum 2

Bahan :

 Minyak
 Air
 Pewarna
 Garam

Laporan :

Ketika garam bereksi dengan air, maka akan bereaksi dan menghasilkan gelembung karbon
dioksida sama halnya ketika kita mencampur cuka dengan baking soda. Gelembung karbon dioksida
tersebut membuat air pada dasar botol terangkat ke atas. Ketika sampai ke permukaan, gas karbon
dioksida terlepas dan menyebabkan air yang tadinya berada di atas, menjadi turun kembali ke dasar
botol. Jika dikaitkan dengan hukum Archimedes (gaya tekan keatas), hukum Archimedes
menyatakan bahwa suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat cair akan
mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda
tersebut. Salah satu prinsip lampu lava cukup berhubungan dengan hukum Archimedes, yang mana
ketika sebelum tablet redokson dimasukan kedalam botol, minyak dan cairan dalam kondisi
tenang/diam dan tidak bercampur. Ketika tablet redokson di masukan kedalam botol, tablet akan
larut pada cairan pewarna dan akan menimbulkan gaya yang mengakibatkan timbulnya gelembung
dan minyak dan air akan bercampur walau tidak seluruhnya. Pencampuran air dan minyak juga
bergantung dari media penyampurnya.