Anda di halaman 1dari 16

A.

Akuntansi Sektor Publik


Perkembangan kegiatan pemerintahan atau dikenal Akuntansi Sektor Publik dan
organisasi non-laba terus meningkat sejalan dengan perkembangan kegiatan pembangunan,
globalisasi dan era informasi. Dalam melaksanakan kegiatan yang semakin rumit, informasi
memegang peranan semakin penting. Salah satu informasi yang dibutuhkan adalah nformasi
akuntansi sektor publik, baik untuk tujuan pertanggungjawaban maupun manajerial.
Akuntansi pemerintahan mengkhususkan dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-
transaksi yang terjadi di badan pemerintah. Akuntan pemerintah menyediakan laporan
akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara. Disamping itu,
bidang ini meliputi pengendalian atas pengeluaran melalui anggaran Negara, termasuk
kesesuaiannya dengan UU yang berlaku.
Menurut Kerry Soetjipto (1994), kegiatan pemerintah dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu:
1. Kegiatannya tidak bertujuan mencari laba melainkan meningkatkan pelayanan untuk
masyarakat,
2. Kegiatannya mirip dengan perusahaan, walaupun mencari laba bukan tujuan
utamanya, melainkan untuk mempertinggi penyediaan jasa bagi masyarakat.
Organisasi jenis ini memperoleh pendapatannya dari menjual jasa kepada masyarakat
dan dikenal sebagai organisasi nirlaba.
Berdasarkan tujuan pemakaiannya, bidang-bidang akuntansi tersebut dapat
dikelompokkan menjadi tiga bagian utama, yaitu akuntansi komersial atau perusahaan
(Commercial accounting) , akuntansi sector public (Public sector accounting), dan akuntansi
social (social accounting). Dalam akuntansi komersial data akuntansi digunakan untuk
memberikan informasi keuangan kepada manajemen, pemilik modal, penanam modal ,
kreditor dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut. Akuntansi
sector public memberikan informasi keuangan dari entitas-entitas yang tidak mencari
laba. Sedangkan dalam akuntansi sosial, informasi yang dihasilkan adalah informasi yang
bersifat makro ekonomi seperti neraca pembayaran Negara, rekening pembayaran Negara,
rekening arus dana, rekening pendapatan dan produksi nasional , dan neraca sosial, yang
khusus diterapkan kepada lembaga makro yang melayani perekonomian sosial.

B. Tujuan Komparasi Akuntansi Sektor Publik Versus Sektor Bisnis


(Privat)
Akuntansi sektor publik di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan akuntansi
bisnis (privat). Di sisi lain, karakteristik sektor publik sangat berbeda dengan sektor privat,
sehingga akuntansi yang diterapkan pada kedua sektor tersebut juga berbeda dan mempunyai
keunikan sendiri. Perbedaan karakter dan mekanisme pengelolaan di masing-masing
organisasi harus diperdalam lagi agar kinerja masing-masing sektor menjadi maksimal
dalam mencapai tujuannnya. Maksimalisasi kinerja organisasi sektor publik inilah yang
menjadi tujuan dari komparasi akuntansi sektor publik dan organisasi bisnis (privat).

C. Asumsi-Asumsi Akuntansi Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Swasta)


Realitas di masyarakat, akuntansi sektor publik maupun akuntansi bisnis
(privat) ada untuk memenuhi kebutuhan publik atau masyarakat. Perbedaan mencolok
di antara keduanya adalah motif keuntungan yang hendak diperoleh. Akuntansi sektor
bisnis (privat) pasti akan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dari layanan atau produk
yang diberikan kepada publik. Namun, berbeda dengan akuntansi bisnis (privat),
akuntansi sektor publik hanya memenuhi kebutuhan publik tanpa motif mencari
keuntungan.
Pada tataran konsep, materi Akuntansi Sektor Publik secara tersendiri diharapkan
dapat meningkatkan keinginan akan akuntabilitas dan transparansi kinerja pengelolaan
sektor publik. Selain itu, munculnya perlawanan terhadap budaya manipulasi juga
mendorong pemerintahan untuk lebih mengutamakan stabilitas. Dampak lainnya adalah
mendudukkan kembali keseimbangan pembangunan fisik dan pembangunan nilai (reformasi),
serta keahlian penyusunan sistem keuangan akan menjadi salah satu pilar transparansi
ekonomi di Indonesia.
Pada awalnya, sektor publik muncul akibat kebutuhan masyarakat akan barang
dan layanan tertentu. Karena itu, area sektor publik sangatlah luas. Dalam
penyelenggaraannya, pelayanan sektor publik sering diserahkan kepada pasar, namun
regulasi dari pemerintah tetap harus diikuti pemerintah sebagai organisasi sektor publik
terbesar wajib mengendalikan sektor publik lainnya yang dikelola oleh organisasi
nonpemerintah. Setiap warga negara mempunyai kewajiban untuk membayar pajak.
Dengan demikian, mereka semua mempunyai hak yang sama atas konsumsi barang dan juga
pelayanan jasa publik. Karena itu, intervensi pemerintah dengan fungsi alokasinya atas
penerimaan pajak masyarakat menjadi hal yang wajib.
Keunikan Akuntansi Sektor Publik adalah cenderung kurang seragam
karena setiap bidangnya mempunyai karakteristik yang berbeda. Selain itu,
perumusan standar akuntansi juga mengadaptasi praktek regulasi yang sudah
ada.Akuntansi yang diterapkan dalam sektor publik umumnya berbasis kas, dan laporan
keuangan yang dihasilkan akan dijadikan sebagai media akuntabilitas publik. Akuntansi
Sektor Publik dibuat sebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat dan bukan
semata-mata kepada pemilik atau pemegang saham saja sebagaimana di sektor privat.

D. Sektor Publik Dan Perbandingannya Dengan Sektor Komersial


Sektor publik merupakan organisasi komplek dan heterogen yang menyebabkan
kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pengendalian menejemen lebih variasi. Tidak
terkecuali bagi stakeholder sektor publik, mereka membutuhkan informasi yang lebih
bervariasi, handal dan relevan untuk pengambilan keputusan. Tugas dan tanggungjawab
akuntan sektor publik adalah menyediakan informasi baik untuk memenuhi kebutuhan
internal maupun eksternal dari organisasi. Akuntansi dan laporan keuangan mengandung
pengertian sebagai suatu proses pengumpulan, pengolahan, dan pengkomunikasian informasi
yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan dan untuk menilai kinerja organisasi. Karena
kebutuhan informasi di sektor publik lebih bervariasi, maka informasi tidak terbatas pada
informasi keuangan yang dihasilkan dari sistem akuntansi organisasi.
Informasi non-moneter seperti ukuran output pelayanan juga harus dipertimbangkan
dalam pembuatan keputusan. Akuntansi perusahaan (disebut juga dengan akuntansi
komersial) digunakan oleh entitas yang berorientasi laba. Informasi akuntansi yang
dihasilkan oleh sistem akuntansi digunakan oleh entitas komersial (perusahaan) untuk
mengetahui berbagai indikator kinerja keuangan (kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba) serta posisi keuangan pada periode tertentu. Akuntansi perusahaan dibagi
menjadi dua yaitu akuntansi keuangan (financial accounting) dan akuntansi manajemen
(management accounting).
Definisi tentang sector publik dalam perkembangannya menjadi perdebatan
sendiri,khususnya sejak disiplin ilmu akuntansi sektor publik berkembang. Istilah
publik sendiri memiliki makna yang berbeda disetiap bidang ilmu yang berbeda. Pengertian
publik dibidang ekonomi tentu berbeda dengan pengertian publik diranah politik, hukum,
atau lainnya. Hal ini menyebabkan tidak mudah memberikan pemahaman yang kuat kepada
masyarakat mengenai pengertian sektor publik dalam konteks akuntansi sektor publik.
Pengertian sector public dapat kita ketahui melalui perbandingan sector ini dengan sector
komersial. Perbedaan akuntansi pemerintahan dengan akuntansi komersial juga harus dimulai
dengan pemahaman atas karakteristik organisasi pemerintahan. Beberapa karakteristik
tersebut adalah :
1. Pendirian , pembentukan dan kegiatan organisasi pemerintahan bukan dengan tujuan
atau bermotif mengejar keuntungan semata-mata
2. Organisasi pemerintahan dimiliki secara kolektif oleh rakyat. Dengan demikian, tidak
terdapat saham yang dapat dimiliki secara individual yang dapat diperjualbelikan atau
dipertukarkan.
3. Pihak-pihak yang memberikan sumber keuangan kepada organisasi pemerintahan tidak
harus menerima imbalan langsung atau proporsional, baik berupa barang , uang ataupun
jasa.
4. Anggota atau masyarakat , sadar atau tidak , kadang-kadang dipaksa menyetorkan uang
, barang , atau jasa kepada pemerintah dimana pemerintah akan mempergunakan setoran
tersebut untuk kepentingan bersama masyarakat
Meskipun mempunyai keunikan-keunikan seperti tersebut, organisasi pemerintahan sebagai
entitas ekonomi tetap memiliki kesamaan dengan entitas bisnis lainnya . Beberapa kesamaan
tersebut adalah :
1. Keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah sistem perekonomian
nasional yang secara bersama-sama menggunakan sumberdaya dalam sistem
perekonomian tersebut , baik sumber daya financial, modal , maupun manusia. Keduanya
saling bertransaksi dan membutuhkan
2. Keduanya sama-sama menghadapi sumberdaya ekonomi yang terbatas (scarcity of
resources) sehingga harus menggunakannya secara ekonomis, efisien dan efektif. Oleh
karena itu, keduanya sama-sama memiliki kebutuhan untuk melakukan manajemen
keuangan dengan baik.
3. Keduanya mempunyai pola manajemen keuangan yang sama yang dimulai dari
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing) , pelaksanaan (actuating) sampai
pengendalian (controlling) dimana penggunaan akuntansi menjadi kebutuhan dalam hal
ini.
4. Dalam beberapa hal keduanya mempunyai hasil produk (output) yang sama, misalnya
pemerintah menyediakan alat transportasi public berupa bus DAMRI, sementara ada juga
pihak swasta yang bergerak disektor transportasi dan menyediakan saran bus untuk
masyarakat , seperti Steady Safe.
Sedangkan untuk laporan keuangannya juga terdapat beberapa persamaan, antara lain:
1. Akuntansi sektor publik maupun akuntansi sektor komersial sama-sama memberikan
informasi mengenai posisi keuangan dan hasil operasi
2. Akuntansi sektor publik maupun akuntansi sektor komersial mengikuti prinsip-prinsip
dan standar akuntansi yang diterima secara umum.
3. Keduanya merupakan bagian terpadu dari sistem ekonomi yang sama dan juga
menggunakan sumberdaya yang langka untuk mencapai tujuan.
4. Keduanya harus menggunakan dan mengkonversi sumber daya yang langka yang akan
diolah untuk menghasilkan barang dan jasa dalam bentuk yang lebih berguna
5. Sama-sama menghasilkan laporan keuangan yang sangat diperlukan untuk mengelola
organisasi.
6. Laporan keuangan yang dihasilkan merupakan informasi yang sangat berguna bagi
proses pengambilan keputusan, khususnya keputusan di bidang ekonomi.
7. Sama-sama memerlukan informasi yang akurat dan dapat dipercaya agar kualitas
keputusan yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif dan efisien.
Sementara itu, hal-hal umum yang membedakan organisasi sector public dengan perusahaan
sector komersial secara signifikan adalah sebagai berikut :
1. Struktur pemerintahan
Struktur pemerintahan pada umumnya diperlukan untuk melindungi dan melayani
kebutuhan warga negaranya. Pada pemerintahan demokratis, struktur pemerintahannya
biasanya berdasarkan sistem “ Checks and balances” yang biasanya dilakukan dengan
pemisahan fungsi pemerintahan (eksekutif, legislative , yudikatif ) . Pada organisasi
swasta , perhatian terfokus hanya pada usaha memaksimalkan laba, sementara pada
organisasi pemerintahan , indicator kesuksesan tidak diukur dari saldo laba, tetapi dilihat
dari mutu pelayanan dan efisiensi dari penggunaan dana yang tersedia.
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi sektor komersial lebih fleksibel, datar, piramid, fungsional, dan
sebagainya. Sektor komersial berusaha menyediakan barang dan jasa yang jadi
kebutuhan dan permintaan konsumen. Pada sektor publik bersifat birokratis, kaku,
hirarkis. Sektor publik sangat dipengaruhi oleh kebijakan politik yang sangat komplek.
Salah satu faktor utama yang membedakan sektor publik dengan sektor privat adalah
adanya dengan pengaruh politik yang sangat tinggi pada organisasi sektor publik.
Tipologi pemimpin, termasuk pilihan dan orientasi kebijakan politik, akan sangat
berpengaruh terhadap pilihan struktur birokrasi pada sektor publik. Sektor publik
memiliki fungsi yang lebih kompleks dibanding dengan sektor privat. Kompleksitas
organisasi akan berpengaruh terhadap struktur organisasi. Sebagai contoh pemerintah
memiliki fungsi yang beragam dibandingkan fungsi sektor privat. Fungsi sektor privat
adalah penyediaan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan permintaan konsumen.
Organisasi Pemerintah mempunyai fungsi yang lebih luas, meliputi:
 Pertahanan dan keamanan
 Hubungan luar negeri
 Kebijakan fiskal dan moneter
 Regulasi sektor swasta
 Stabilisasi politik dan ekonomi
 Perlindungan sumber daya alam dan sosial
 Penegakan hukum dan perlindungan HAM
 Pemberian barang dan pelayanan
 Distribusi pendapatan dan kekayaan
3. Sifat dari sumber daya
Dalam sector komersial, hubungan langsung timbul antara barang dan jasa yang
diberikan dengan uang yang dibayarkan oleh konsumen. Dalam pemerintahan ,
hubungan langsung seperti itu tidak ada karena sangatlah sulit untuk mengidentifikasi
hubungan langsung antara pajak yang dibayarkan masyarakat dengan jasa dan pelayanan
yang diberikan oleh pemerintah . Kalaupun terdapat hubungan antara jumalah pajak yang
dibayarkan dengan jasa yang diterima , maka hubungan tersebut seringkali bersifat tidak
proporsional. Masayarakat yang membayar pajak dengan jumlah berbeda seringkali
menikmati jasa dan pelayanan yang sama.
4. Proses politik
Berbeda dengan perusahaan komersial , organisasi pemerintahan sangat dipengaruhi oleh
factor politik. Politik dalam organisasi pemerintahan memegang peranan yang sangat
signifikan . Faktor-faktor politik turut menentukan arah dan kebijakan yang diambil oleh
suatu organisasi pemerintahan. Politik juga memiliki andil besar dalam penentuan
penggunaan dana oleh suatu organisasi pemerintahan
5. Tujuan organisasi
Tujuan dari suatu organisasi perusahaan berbeda dengan organisasi bisnis komersial.
Pada organisasi komersial , seluruh kegiatannya ditujukan untuk mencapai keuntungan
yang setinggi-tingginya, dan perusahaan komersial ini bertujuan memaksimalkan
kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan. Pelayanan dalam bidang pendidikan,
keamanan, kesehatan masyarakat, penegakan hukum, transportasi publik, penyediaan
barang kebutuhan masyarakat dan sebagainya. Pemerintah juga mempunyai badan usaha
(BUMN dan BUMD) yang bertujuan mencari laba untuk meningkatkan penerimaan
negara dan untuk mengusahakan barang-barang strategis kebutuhan masyarakat umum.
Dengan kata lain,perusahaan merupakan organisasi yang dijalankan untuk mencari laba
atau profit (profit oriented), sedangkan organisasi sector publik tujuan utamanya adalah
memberikan pelayanan kepada masyarakat dan bukan semata-mata untuk mencari laba
(non profit oriented). Perbedaan tujuan ini menyebabkan perbedaan dalam pengukuran
kinerja dalam organisasi tersebut.
6. Penggunaan anggaran
Anggaran dalam organisasi bisnis komersial memiliki arti yang berbeda dengan anggaran
dalam organisasi pemerintahan. Anggaran dalam organisasi pemerintahan memiliki arti
yang lebih dari sekedar alat perencanaan, bahkan bisa dikatakan bahwa anggaran dalam
organisasi pemerintahan berfungsi sebagai pengendali utama kegiatan dari organisasi
pemerintahan tersebut.
Freeman dan Shoulders (2003) mendefinisi anggaran sebagai berikut. “Budgeting is the
process of allocating scarce resources to unlimited demands, and a budget is a dollar
and cents plan of operation for a specific period of time” . Dari definisi tersebut, dapat
diketahui bahwa penganggaran merupakan suatu proses pengalokasian sumber daya yang
terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak terbatas (unlimited demands).
Sementara itu, anggaran merupakan rencana kerja dalam suatu periode yang telah
ditetapkan dalam satuan mata uang.
Pengertian lain diberikan oleh Lee, Jr dan Johnson (1998) menyatakan bahwa a budget a
document or a collection of document that refers to the financial condition of an
organization …,including information on revenues,expenditures,activities and purpose
or goals …, a budget is prospective referring to anticipate future
revenues,expenditures,and accomplishments. Anggaran merupakan suatu dokumen yang
menjelaskan kondisi keuangan organisasi yang mencakup informasi keuangan, belanja,
aktivitas serta tujuan organisasi.
Sementara itu Mardiasmo (2005) mendefinisikan anggaran sebagai pernyataan mengenai
estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan
dalam ukuran financial, dan penganggaran merupakan proses atau metode untuk
mempersiapkan suatu anggaran. Sementara itu, Indra Bastian (2006) berpendapat bahwa
anggaran merupakan paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang
diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang.
Organisasi sector public tentunya berkeinginan memberikan pelayanan maksimal kepada
masyarakat, tetapi keinginan tersebut seringkali terkendala oleh terbatasnya sumber daya
yang dimiliki. Disinilah fungsi dan peran penting anggaran. Anggaran juga dapat
dikatakan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama
periode waktu tertentu dalam ukuran financial. Pembuatan anggaran dalam organisasi
sector public, terutama pemerintah, merupakan sebuah proses yang cukup rumit dan
mengandung muatan politis yang cukup signifikan. Berbeda dengan penyusunan
anggaran di perusahaan swasta yang muatan politisnya relative lebih kecil. Bagi
organisasi sector public seperti pemerintah , anggaran tidak hanya sebuah rencana
tahunan, tetapi juga merupakan bentuk akuntabilitas atas pengelolaan dana public yang
dibebankan padanya.
7. Sumber pendanaan
Sumber pendapatan dan permodalan dari perusahaan komersial pendanaannya lebih
fleksibel, dari segi internal berasal dari setoran-setoran yang merupakan penyertaan
modal para pemilik dan akumulasi keuntungan yang tidak dibagikan kepada pemilik
yang biasa disebut dengan laba yang ditahan (retained earnings) sertapenjualan barang
dan jasa, kemudian sumber pendanaan dari eksternal adalah utang bank, obligasi, dan
penerbitan saham baru. Sedangkan organisasi pemerintah mempunyai sumber
pendapatan dari pajak , retribusi, penerimaan-penerimaan Negara bukan pajak ,
pinjaman-pinjaman Luar negeri, hibah, obligasi,sumber lain yang syah (pemerintahan) ,
laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan Negara seperti BUMN/BUMD dan
sebagainya. Di organisasi sector public lain,sumber pendanaan bisa berupa iuran
anggota,subsidi, atau sumbangan dari donator.
8. Masalah Pendapatan
Pada pemerintahan, pendapatan diperoleh secara berulangkali (reflektif)untuk
membiayai belanja pada tahun anggaran tertentu, sedangkan untuk tahunberikutnya,
pendapatan serupa dapat diperoleh lagi. Pendapatan di sini tidakbersifat revolusing,
yang maksudnya tidak dapat diputar lagi untuk belanjatahun-tahun yang akan
datang. Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan dengan motif laba, dimana
pendapatan tahun ini dapat “disimpan” untukdigunakan pada tahun-tahun mendatang.
Pendapatan pada pemerintahan sebagian besar diperoleh dari pendapatan pajak yang
bersifat pemaksaan (compulsory) dimana atas penerimaan tersebut, pemerintah tidak
mempunyai kewajiban untuk memberikan imbal balik yang bersifat langsung kepada para
wajib pajak. Sedangkan pada perusahaan bisnis, pendapatan diperoleh dari pihak-pihak
yang secara sukarela memerlukan barang atau jasa, serta terdapat kewajiban yang
langsung dari perusahaan kepada pihak pembeli barang atau jasa.
Pengertian pendapatan pada akuntansi pemerintahan sebagian sama pengertiannya
dengan yang berlaku pada akuntansi keuangan, yaitu “sebagai akibat dari kegiatan
operasi”. Namun pada akuntansi pemerintahan termasuk juga penerimaan pinjaman
jangka panjang dan penjualan aktiva tetap. Pada akuntansi keuangan, dua hal tersebut
tidak dapat digolongkan sebagai pendapatan (income).
9. Penentuan harga barang dan jasa
Jenis barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah bersifat unik. Oleh karena itu,
harga barang dan jasa yang dibebankan kepada masyarakat hanya dapat digunakan untuk
menutup sebagian biaya dari harga pokok barang dan jasa tersebut.
10. Peraturan Perundangan
Organisasi sector public,khususnya lembaga pemerintah,harus melakukan aktivitasnya
sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.Pemerintah Indonesia misalnya,harus
melakukan pembangunan jembatan karena diamanatkan dalam UUD 1945 untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat meskipun pembangunan jembatan tersebut tidak
memberikan keuntungan bagi organisasi pemerintah yang bersangkutan. Bagi
perusahaan komersial, mereka bisa memilih aktivitas yang akan dilakukan atau produk
yang akan dibuat berdasarkan pertimbangan untung dan rugi.
11. Sistem akuntansi
Bagi organisasi publik sistem akuntansinya menggunakan cash basis (basis kas) sesuai
dengan peraturan perundangan yang baru, (misalnya UURI no. 1 tahun 2004) sistem
akuntansinya masih boleh menggunakan basis kas, khusus untuk pembuatan laporan
realisasi anggaran, sedangkan untuk pos-pos neraca (aset, utang dan ekuitas)
menggunakan basis akrual, sampai saatnya keseluruhannya menggunakan basis akrual,
sedangkan organisasi privat sistem akuntansinya menggunakan accrual basis (basis
akrual).
Perbedaan data akuntansinya, yaitu:
a. Tidak adanya perhitungan laba-rugi pada pemerintahan, sedangkan pada
perusahaan bisnis, bottom line (angka laba atau rugi) sangat penting. Pada
umumnya, di pemerintahan terdapat perhitungan anggaran-realisasi dan
perhitungan pendapatan-belanja, yang akan menghasilkan angka surplus
atau defisit.
b. Tidak adanya masalah penilaian kembali (revaluasi) atas aktiva atau aset pada
pemerintahan; dimana pada akuntansi komersial dimungkinkan adanya penilaian
kembali aktiva dengan syarat-syarat tertentu.
c. Masalah penyusutan atau depresiasi (maupun deplesi dan amortisasi) atas aktiva
tetap tidak penting pada akuntansi pemerintahan; sedangkan padaakuntansi
komersial terdapat hal tersebut.
d. Prinsip penandingan beban dengan pendapatan (matching cost against
revenue) pada akuntansi pemerintahan tidak ada; yang ada adalah penandingan
anggaran-realisasi dari pendapatan-belanja.
12. Karakteristik Anggaran
Jika dilihat dari karateristik anggaran, pada sektor public rencana anggaran
dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan di diskusikan.
Anggaran bukan sebagai rahasian Negara. Sementara itu anggaran pada sektor privat
tertutup bagi public karena anggaran merupakan rahasia prusahaan.
Pada pemerintahan terdapat akuntansi anggaran (budgetory accounting),anggaran
tersebut termasuk dalam sistem akuntansi serta terdapat akun atau rekening (account)
“anggaran” dalam bagan rekening (chart of account). Bagi pemerintahan anggaran adalah
sangat penting, sebagai otorisasi pelaksanaan, sebagai alat pengawasan, alat kontrol dan
pengendalian pemerintahan dan pertanggungjawaban. APBN dan APBD memerlukan
persetujuan DPR/DPRD sebagai wakil rakyat, yang setelah disetujui kemudian
diserahkan kepada pemerintah untuk dilaksanakan.Sedangkan dalam akuntansi
keuangan, walaupun terdapat anggaran, tetapi anggaran tersebut tidak termasuk dalam
sistem akuntansi dan karenanya tidak terdapat rekening “anggaran” pada bagan atau
klasifikasi rekening. Dalam hal ini, penandingan antara anggaran dengan realisasinya
dilakukan di luar akuntansi (extra comptabel).

Tabel 2.4.1
Perbedaan stakeholder sektor publik dengan sektor privat
Stakeholder Sektor Publik Stakeholder Sektor Privat
Stakeholder Eksternal : Stakeholder Eksternal :
- Masyarakat pengguna jasa publik. - Bank sebagai kreditor.
- Masyarakat pembayar pajak. - Serikat buruh.
- Perusahaan dan organisasi social - Pemerintah.
ekonomi yang menggunakan pelayanan - Pemasok.
public sebagai input atas aktivitas - Distributor.
organisasi. - Pelanggan.
- Bank sebagai kreditor pemerintah. - Masyarakat.
- Badan-badan internasional, seperti - Serikat dagang (trade union).
Bank Dunia, IMF, ADB, PBB, dsb. - Pasar modal.
- Investor asing dan Country Analyst.
- Generasi yang akan datang.
Stakeholder Internal : Stakeholder Internal :
- Lembaga negara (misalnya: Kabinet, - Manajemen.
MPR, DPR/DPRD, dsb. - Karyawan.
- Kelompok politik (partai politik). - Pemegang saham.
- Manajer publik (Gubernur, bupati,
direktur BUMN/BUMD).
- Pegawai pemerintah.

13. Masalah Beban


Pada akuntansi keuangan terdapat pengertian expense (beban), sedangkan pada
akuntansi pemerintahan tidak menggunakan istilah expense
melainkan expenditure(kurang lebih berarti pengeluaran anggaran atau belanja).
Pengertian expenditure di sini mempunyai pengertian yang lebih luas
daripada pengertian expense, yaitu selain mempunyai pengertian yang sama
dengan expense, juga termasuk didalamnya adalah pembayaran angsuran
atau pelunasan hutang jangka panjang dan pembelian aset tetap.
14. Masalah Tanda Pemilikan Individual
Pada perusahaan bisnis, terdapat tanda kepemilikan individual atasperusahaan
tersebut, misalnya adalah saham. Pemegang tanda kepemilikantersebut dapat
menjual, menghibahkan, atau menukarkan tanda kepemilikan tersebut dengan pihak
lain. Pemilik tanda tersebut dalam akuntansi dicatat sebagai “modal saham” atau
nama lainnya, yang bertindak sebagai pemegang kebijakan stratejik perusahaan.
Pada akuntansi pemerintahan, tanda kepemilikan individual seperti itu tidak ada,
sehingga tidak ada pencatatan “modal saham”. Pada hakekatnya, yang bertindak sebagai
pemegang kebijakan stratejik adalah rakyat sebagai pemegang kedaulatan, yang dalam
praktiknya diwakili oleh lembaga legislatif.
15. Masalah Sistem Entry yang Digunakan
Pada organisasi pemerintahan entry yang digunakan adalah paralel antarasingle
entry dan double entry:
 Single entry untuk pencatatan pembukuan pada bendahara
 Double entry untuk pencatatan dengan komputerisasi pada Sistem Akuntansi
Pemerintahan.
Sedangkan untuk organisasi privat entry yang digunakan adalah double entry.

E. Ciri Khas dan Tujuan Akuntansi Pemerintahan


Dengan beragam karakteristik organisasi pemerintahan seperti telah dijelaskan
sebelumnya, akuntansi pemerintahan berkembang dengan cirri-ciri khas sebagai berikut :
1. Investasi pada asset yang tidak menghasilkan pendapatan
Pada umumnya pemerintah dalam memberikan layanna kepada masyarakat
memerlukan investasi yang besar pada asset yang tidak menghasilkan pendapatan,
seperti jalan , jembatan , dan bangunam public lainnya
2. Tidak ada pengungkapan laba
Tujuan pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat , bukan
pencapaian laba.Dalam sector pemerintahan , tidak terdapat hubungan langsung
antara pembayaran pajak oleh masyarakat dengan jasa yang diterima oleh
masyarakat. Dengan demikian , tidak akan terdapat laporan laba rugi yang
mengungkapkan pencapaian sebuah laba
3. Tidak ada pengungkapan kepemilikan
Pemerintah tidak memiliki kekayaan sendiri sebagaimana perusahaan , dan
pemerintahan tidak dimiliki oleh individu atau golongan. Dengan demikian tidak
terdapat pernyataan atau pengungkapan ynag menunjukkan kepemilikan suatu pihak
seperti halnya ditunjukkan oleh bagian modal sebuah neraca (balance sheet) sebuah
perusahaan.
4. Penggunaan akuntansi dana
Dengan segala karakteristik yang melekat pada organisasinya , akuntansi lebih
memandang pemerintah sebagai kesatuan dana dengan tujuan dan misi tertentu,
tidak sebagai entitas organisasi yang mempunyai kepemilikan. Hal ini memebrikan
implikasi pada penggunaan persamaan akuntansi yang tidak lagi menggunakan
modal pemilik melainkan saldo dana
Akuntansi pemerintahan memiliki 3 tujuan pokok :
1. Pertanggungjawaban
Tujuan dari akuntansi pemerintahan adalah untuk memberikan informasi
keuangan yang lengkap , cermat , dan dalam bentuk dan dalam waktu yang
tepat, yang berguna bagi pihak yang bertanggung jawab , terkait kegiatan unit-
unit pemerintahan . Fungsi pertanggungjawaban tersebut mengandung implikasi
bahwa akuntansi pemerintahan seharusnya menyediakan informasi tentang
berbagai tindakan pemerintah selama periode yang bersangkutan. Jadi , dapat
dikatakan bahwa fungsi pertanggungjawaban mengandung arti yang lebih luas
dari sekedar ketaatan kepada peraturan. Pertanggungjawaban juga
mengharuskan untuk bertindak bijaksana dalam penggunaan sumber-sumber
daya yang ada .
2. Manajerial
Akuntansi pemerintahan juga harus menyediakan informasi keuangan yang
diperlukan untuk perencanaan , penganggaran , pelaksanaan , pemantauan ,
pengendalian anggaran , perumusan kebijakan , pengambilan keputusan dan
penilaian kinerja pemerintah. Tujuan manajerial ini perlu dikembangkan agar
organisasi pemerintahan tingkat atas dan menengah dapat mengandalkan
informasi keuangan atas pelaksanaan sebelumnya untuk membuat keputusan
atau menyusun perencanaan masa yang akan dating.
3. Pengawasan
Akuntansi pemerintahan juga harus memungkinkan terselenggaranya
pemeriksaan oleh aparat pengawasan fungsional secara efektif dan efisien .
Hal ini seperti juga yang disebut dalam buku A Manual for Government
Accounting dari PBB yang menyatakan bahwa “ Accounting systems must be
maintained in a way that will facilitate audit by external review authorities, and
readily furnish the information needed for executive audit”.

F. Dasar Hukum Akuntansi Sektor Publik dan Sektor Bisnis (swasta)


Dasar hukum akuntansi sector publik adalah :
1. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
Standar akuntansi pemerintahan (SAP) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah no.
24 tahun 200. SAP dinyatakan dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan (PSAP), yang dilengkapi dengan Pengantar Standar Akuntansi
Pemerintahan dan disusun dengan mengacu pada Kerangka Konseptual Akuntansi
Pemerintahan. SAP harus digunakan sebagai acuan dalam menyusun laporan
pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
2. Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Standar akuntansi keuangan yang lengkap dan komprehensif merupakan dambaan
semua pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan. Karena itu standar
akuntansi keuangan dari waktu ke waktu harus dilengkapi dan disempurnakan sesuai
tuntutan perkembangan praktek bisnis serta profesi akuntansi.

G. Perencanaan dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Privat)


Setiap organisasi yang bergerak di sektor publik maupun sektor swasta(privat) ingin
mencapai tujuannya melalui sumber daya yang tersedia (manusia, modal, bahan baku, dan
sebagainya). Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang
terdiri dari:
1. Proses Perencanaan: Strategi yang digunakan untuk memilih atau memodifikasi
(menambah atau mengurangi) aktivitas.
2. Proses Pengendalian: Penetapan perencanaan dalam suatu sistem yang
menjamin bahwa proses perencanaan dapat dilakukan
TABEL : Perencanaan dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Privat)
Perencanaan
Sektor Publik Sektor Bisnis (Privat)
Disusun oleh bagian perencanaan Disusun oleh para pegawai serta manajer yang
organisasi, staf, atau pengelola organisasi ada dalam organisasi tersebut
Disahkan dengan regulasi publik Disahkan dengan aturan perusahaan atau
keputusan pemilik/ pengelola perusahaan
Hasil yang ingin dicapai adalah
Hasil yang ingin dicapai adalah meraup
kesejahteraan publik
profit/laba yang
tinggi, serta peningkatan kekayaan dan
pertumbuhan
organisasi
Dalam organisasi sektor publik lainnya, seperti lembaga swadaya masyarakat,
yayasan, dan partai politik, proses perencanaannya dilakukan oleh staf dan pengelola
yang berwujud dokumen perencanaan. Proses perencanaan itu memberikan kekuatan
yang efektif dalam menjalankan peran pengelola. Selain itu, dokumen perencanaan
juga merupakan sarana yang efektif dan efisien dalam pengelolaan organisasi.
Dalam organisasi swasta (privat), proses perencanaan dilakukan oleh para pegawai serta
manajer yang ada dalam organisasi tersebut secara garis besar. Proses perencanaan di
organisasi swasta tidak jauh berbeda dengan organisasi sektor publik. Pada intinya,
terkait dengan penetapan visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai, dijalankan strategi
untuk meraihnya serta sistem perencanaan untuk mengendalikan pelaksanaan rencana
tersebut. Perbedaannya terlihat pada hasil yang ingin dicapai dari proses perencanaan itu.
Organisasi swasta ingin mencapai profit/laba yang tinggi serta peningkatan kekayaan dan
pertumbuhan organisasi, sementara organisasi sektor publik lebih mengutamakan
pentingnya layanan kepada publik/ masyarakat.

H. Penganggaran dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Privat)


Dalam organisasi sektor publik, seperti organisasi pemerintahan, penyusunan
anggaran dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan
program publik dalam anggaran akan dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan
oleh masyarakat. Dan akhirnya disahkan oleh wakil masyarakat di DPR, DPD, atau
DPRD. Dalam organisasi swasta, penyusunan anggaran dilakukan oleh para pegawai
dan manajer perusahaan yang berwenang dengan persetujuan pemilik perusahaan.
TABEL : Penganggaran dalam Sektor Publik dan Sektor Privat (Komersial)
Penganggaran
Sektor Publik Sektor Privat
Penyusunan anggaran dilakukan Penyusunan anggaran dilakukan bagian
bersama masyarakat dalam perencanaan keuangan, pengelola perusahaan, atau
program pemilik usaha
Dipublikasikan untuk dikritisi dan Tidak dipublikasikan
didiskusikan oleh masyarakat
Disahkan oleh wakil masyarakat di Disahkan oleh pengelola perusahaan atau
DPR/D, legislatif, dewan pengurus pemilik Usaha

I. Realisasi Anggaran dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Privat)


Dalam organisasi sektor publik maupun organisasi sektor privat(komersial), isu utama
pada proses realisasi anggaran adalah kualitas. Hal ini akan menjadi persaingan
antar output organisasi. Dalam sektor publik, kualitas dicapai untuk memenuhi tujuan
pelayanannya kepada publik. Sedangkan pada organisasi swasta, kualitas dicapai dalam
rangka mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari produknya.
Pada organisasi publik, masyarakat aktif berpartisipasi selama proses realisasi
anggaran, baik sebagai penerima layanan maupun pengawas independen. Sedangkan
pada organisasi swasta, masyarakat sebagai konsumen berpartisipasi pada saat
menggunakan output yang dihasilkan oleh organisasi tersebut.
TABEL : Realisasi Anggaran dalam Sektor Publik dan Sektor Privat (Komersial)
Realisasi Anggaran
Sektor Publik Sektor Privat
Kualitas untuk memenuhi tujuan Kualitas untuk mendapatkan keuntungan
pelayanan organisasi yang lebih besar

Partisipasi konsumen (masyarakat) Partisipasi konsumen setelah mendapatkan


selama proses realisasi anggaran output (produk)
J. Pengadaan Barang dan Jasa dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Privat)
Barang publik adalah barang kolektif yang harus dikuasai oleh Negara atau pemerintah.
Sifat barang ini tidak ekslusif dan diperuntukkan bukan bagi kepentingan seluruh warga
dalam skala luas . Sementara itu , barang swasta adalah barang spesifik yang dimilki oleh
swasta yang bersifat ekslusif serta hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu
membelinyakarena harganya disesuaikan dengan harga pasar serta keinginan si
penjual.Pada dasarnya, alokasi barang dan jasa dalam suatu masyarakat dapat dilakukan
melalui dua mekanisme : pertama melalui mekanisme pasar (market
mechanism). Kedua melalui mekanisme birokrasi (bureaucratic mechanism). Pengadaan
barang atau jasa adalah usaha atau kegiatan yanag diperlukan oleh organisasi sector
publik yang meliputi:
(a) pengadaan barang
(b) jasa pemborong
(c) jasa konsultan
(d) dan jasa lainnya
Perbedaan pengadaan barang dan jasa disektor publik dan swasta terletak pada
tujuannya. Pada organisasi sector publik, pengadaan barang dan jasa diperuntukkan bagi
kepentingan seluruh warga dalam skala luas, sedangkan dalam organisasi swasta ,
pengadaan barang dan jasa diperuntukkan bagi kepentingan internal organisasi.

K. Pelaporan Dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (swasta )


Pada organisasi pemerintahan di Indonesia, perubahan dari Era Orde Baru ke Era Orde
Reformasi menuntut akuntabilitas public dalam melaksanakan setiap aktivitas
kemasyarakatan dan kepemerintahan. Asumsi undang-undang no.17 /2003 membawa
akuntabilitas hasil sebagai catatan yang dipertanggungjawabkan. Indikator hasil seperti
ekonomi , efisiensi, efektifitas harus direfleksikan dalam laporan pertanggungjawaban
pemerintahan, baik dipemerintahan pusat maupun dipemerintahan daerah. Karena itu,
model pelaporan keuangan sebagai bagian dari laporan pertanggungjawaban mulai
dirancang dan diterapkan , sebagaimana yang diterapkan di Amerika Serikat, Kanada,
serta Selandia Baru.
Pada bulan Juni 1999 , Amerika Serikat melalui Governmental Accounting Standards
Board (GASB) mengeluarkan GASB Statements No.34 “ Basic financial statements-ang
management’s discussion and analysis-for state and local governments” diamana model
pelaporan keuangan diterapkan untuk pengambilan keputusan dan akuntabilitas (GASB,
Johnson dan Bean, 1999.
Perubahan ini menimbulkan kebutuhan baru akan pengembangan sistem informasi
keuangan dan manajemen dipemerintahan. Jadi, reorientasi pengembangan ilmu dan
praktek ke praktek internasional serta International Public Sector Accounting Standards
(IPSAS) harus dilakukan.
Bentuk dan penyusunan laporan keuangan dapat dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti
sifat lembaga sektor publik , sistem pemerintahan suatu Negara, mekanisme pengelolaan
keuangan, dan sistem anggaran Negara. Keempat faktor tersebut mulai mempengaruhi
karakteristik akuntansi sector publik. Akibatnya, laporan keuangan sector publik dapat
dibedakan dengan laporan keuangan swasta.
Tabel Perbedaan Laporan Keuangan Sektor Publik dengan Sektor Swasta
Laporan Keuangan Sektor Publik Laporan Keuangan Sektor Swasta
· Laporan keuangan publik
· Laporan keuangan swasta sangat terikat
dipengaruhi oleh proses keuangan dan oleh aturan dan criteria kecurangan
politik. · Kriteria pertanggungjawaban laporan
· Pertanggungjawaban laporan unit keuangan sector swasta ditentukan oleh
pemerintah/organisasi publik adalah ke para pemegang saham dan kreditor
DPR/DPRD/legislative/dewan · Laporan keuangan sector swasta hanya
pengurus dan masyarakat luas. diungkap ditingkat organisasi secara
· Laporan unit pemerintah/organisasi keseluruhan
publik harus ditujukan sebagai · Laporan keuangan swasta diperiksa oleh
pengembangan akuntabilitas publik. auditor independen
· Laporan unit pemerintah/organisasi
publik secara keseluruhan dijadikan
dasar analisis atas prospek
pemerintahan/organisasi publik.
· Laporan unit pemerintah diperiksa
BPK/auditor yang telah ditetapkan

Tabel Persamaan Laporan keuangan Sektor Publik dengan Sektor Swasta


1. Kriteria validitas dan realibilitas dokumen sumber
2. Pelaporan keuangan lebih ditentukan oleh fungsi akuntabilitas publik
3. Siklus akuntansi dapat diperbandingkan
4. Standar akuntansi ditetapkan oleh organisasi independen
5. Laporan keuangan publik dan swasta bisa diakui sebagai dasar hukum

L. Audit dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis


Audit sector publik berbeda dengan audit pada sector bisnis atau swasta. Audit sector
publik dilakukan pada organisasi pemerintahan yang bersifat nirlaba seperti sector
pemerintahan daerah (Pemda) BUMN , BUMD , dan instansi lain yang berkaitan dengan
pengelolaan asset kekayaan Negara , partai politik, yayasan,lembaga swadaya
masyarakat , serta organisasi social lainnya. Sementara itu audit sector bisnis dilakukan
pada perusahaan milik swasta yang bersifat mencari laba. Audit sector publik dan audit
sector bisnis (swasta) sama-sama terdiri dari audit keuangan (Financial audit) , audit
kinerja (Performance audit) , dan audit untuk tujuan khusus ( Special Audit). Pada
bagian selanjutnya angka yang dibahas mengenai jenis-jenis sector publik
.
M. Pertanggungjawaban dalam Sektor Bisnis (Swasta)
Pada organisasi publik, pertanggungjawaban merupaka upaya kongkrit dalam
meweujudkan akuntabilitas dan transparasi di lingkungan organisasi sector publik.
Sebagai contoh , di organisasi pemerintahan setiap pengelola keuanagan Negara
diwajibkan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pengelolaan
keuangan dengan cakupan yang lebih luas dan tepat waktu. UU No.17 tahun 2003
tentang keuangan Negara , menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan
dimaksud dinyatakan dalam bentuk lapoiran keuangan yang setidak-tidaknya meliputi
Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas , dan Catatan atas Laporan
Keuangan (CALK) , serta disusun berdasarkan SAP. Dalam rangka memperkuat
akuntabilitas pengelolaan anggaran dan perbendaharaan setiap pejabat yang menyajikan
laporan keuangan diharuskan memeberi pernyataan tanggung jawab atas laporan
keuangannya. Menteri/pemimpin lembaga/ Gubernur/ Bupati/ Walikota/Kepala Satuan
Kerja perangkat daerah harus secara jelas menyatakan bahwa Laporan Keuangannya
telah disusun berdasrakan sistem pengendalian internal yang memadai, dan informasi
yang termuat pada laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan SAP. Dalam
organisasi sector publik lainnya pertanggungjawaban dilakukan kepada masyarakat /
konstituen dan dewan pengampu di LSM atau yayasan. Sedangkan dalam akuntansi
sector swasta , pertenggungjawaban dilakukan kepada stakeholder dan pemegang saham
oleh pengelola organisasi bisnis (swasta).
KESIMPULAN

Akuntansi dan laporan keuangan mengandung pengertian sebagai suatu proses pengumpulan,
pengolahan, dan pengkomunikasian informasi yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan
dan untuk menilai kinerja organisasi. Standar akuntansi merupakan pedoman atau prinsip-
prinsip yang mengatur perlakuan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan. Penentuan
mekanisme yang terbaik dalam menetapkan keseragaman standar akuntansi merupakan faktor
penting agar standar akuntansi dapat diterima pihak-pihak yang berkepentingan. Terdapat
beberapa perbedaan dan persamaan antara akuntansi untuk sektor publik dan akuntansi untuk
sektor komersial. Perbedaan sifat dan karakteristik sektor publik dengan sektor komersial
dapat dilihat dengan membandingkan beberapa hal yaitu: tujuan organisasi, sumber
pembiayaan, pertanggung jawaban, struktur organisasi, karateristik anggaran, dan akuntansi
keuangan. Sedangkan perbedaan antara sektor publik dan sektor komersial dalam laporan
keuangannya terdapat pada masalah tujuan, pendapatan, beban, penganggaran, kepemilikan,
basis akuntansi, dan entri yang digunakan untuk mencatat transaksi dalam organisasi.
Persamaan antara akuntansi sektor publik dan akuntansi sektor komersial antara lain
merupakan bagian yang integral dari sistem ekonomi negara, menghadapi masalah yang
sama, yaitu kelangkaan sumber daya (scarcity of resources), pengendalian manajemen yang
sama, perencanaan, pengendalian pertanggungjawaban, menghasilkan produk yang sama,
transportasi, pendidikan, kesehatan, dan jenis pelayanan lainnya, dan terikat pada ketentuan
perundang-undangan dan hukum yang disyaratkan. Sedangkan persamaan yang terdapat
dalam laporan keungan antara sektor publik dan sektor komersial adalah sama-sama untuk
pengambilan keputusan, sebagai informasi kepada pengguna, dan menerapkan standar yang
telah ditetapkan.