Anda di halaman 1dari 3

 Prinsip Gizi Bagi Anak Remaja dan Dewasa

Pada masa remaja kudapan/makanan ringan/camilan berkontribusi 30% atau lebih dari
asupan kalori setiap hari. Remaja harus didorong untuk bertanggung jawab atas pemilihan
kudapan yang sehat. Remaja adalah masa peralihan dari anak menuju dewasa dimana
terjadi pertumbuhan fisik, mental dan emosional, yang sangat cepat. Menurut WHO
batasan usia remaja yaitu antara umur 10-19 tahun.
Makanan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang pokok bagi setiap orang.
Makanan mengandung unsur zat gizi yang sangat diperluhkan untuk tubuh dan
berkembang. Dengan mengkonsumsi makanan yang cukup dan teratur remaja akan
tumbuh sehat sehingga akan mencapai prestasi yang gemilang, kebugaran dan SDM yang
berkualitas.
Remaja putri yang terpelihara kadar gizinya akan terpelihara kesehatan reproduksinya.
Jika kondiai sehat ini terus dipertahankan sampai kondisi memasuki waktu hamil maka
akan mendapatkan anak yang sehat dan cerdas.

 Pengaruh Status Gizi Terhadap Sistem Reproduksi


Remaja yang kurang gizi atau terlalu kurus (KEK), anemia, kekurangan kalsium, vitamin
D, Yodium, Seng dan kekurangan vitamin, serta mineral lainnya akan mempengaruhi
proses reproduksi. Khusus remaja putri yang mengalami gangguan pertumbuhan, maka
badan menjadi pendek dan tulang panggul tidak sempurna akibatnya sulit melahirkan
(calon ibu TB < 145 lcm, resiko tinggi mengalami kesulitan pada waktu melahirkan).
Sangat kurus (KEK) dengan risiko melahirkan bayi dengan bayi berat lahir rendah
(BBLR) yang mempunyai resiko kematian dan gangguan tumbuh kembang pada anak
(calon ibu dengan BB < 45 kg, risiko tinggi untuk melahirkan BBLR).
Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dapat menyebabkan risiko pendarahan
pada waktu melahirkan. Umumnya remaja putri dan wanita lebih mudah menderita
anemia dibanding pria dan remaja putra. Wanita dan remaja putri membutuhkan zat besi 2
× lebih banyak daripada pria atau remaja putra karena mengalami haid dan banyak
mengeluarkan darah waktu melahirkan dan zat besi yang diperlukan untuk memproduksi
darah (Hb). Tanda-tanda anemia sering dikenal dengan 5L yaitu lemah, letih, lesu, lelah
dan lalai. Anemia sering disertai dengan pusing, mata berkunang-kunang, muka dan
tangan pucat.

 Karakteristik Pertumbuhan dan Pentingnya Gizi Remaja


Kebutuhan gizi remaja dan eksekutif muda relatif besar, karena mereka masih mengalami
pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktifitas fisik lebih tinggi
dibanding usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak
1. Energi
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah
aktifitas fisik, seperti olahraga yang diikuti, baik dalam kegiatan di sekolah maupun
diluar sekolah. Remaja dan eksekutif muda yang aktif dan banyak melakukan
olahraga memerlukan asupan energi yang lebih besar dibandingkan dengan yang
kurang aktif. Sejak lahir hingga usia 10 tahun, energi yang dibutuhkan relatif sama
dan tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Pada masa remaja terdapat
perbedaan kebutuhan energi untuk laki-laki dan perempuan karena perbedaan
komposisi tubuh dan kecepatan pertumbuhan. AKG energi untuk remaja dan dewasa
muda perempuan 2000 – 2250 kkal, sedangkan untuk laki-laki antara 2100 – 2725
kkal. AKG energi dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan
sumber karbohidrat adalah beras, terigu dan hasil olahannya (mie, spagetti, macaroni),
umbi-umbian (ubi jalar, singkong), jagung, gula dan lain-lain.
2. Protein
Kebutuhan protein juga meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan
yang sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja
perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan
cepat lebih dulu. Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi
dibandingkan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. AKG protein remaja
dan dewasa muda adalah 56 – 60 gr per hari dan 56 – 62 gr per hari untuk laki-laki.
Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi dibandingkan sumber
protein nabati, karena komposisi asam amino esensial yang lebih baik, dari segi
kualitas maupun kuantitas. Berbagai sumber protein adalah daging merah (sapi,
kerbau, kambing), daging putih (ayam, ikan, kelinci), susu dan hasil olahannya (keju,
mentega), kedele dan hasil olahannya (tempe, tahu), kacang-kacangan dan lain-lain.
3. Kalsium
Kebutuhan kalsium pada masa remaja ralatif tinggi karena akselerasi muskular,
skeletal/kerangka dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak-
anak dan dewasa. Lebih dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa
tulang dewasa dicapai pada masa remaja. Sumber kalsium yang paling baik adalah
susu dan bahan olahannya. Sumber kalsium lainnya yaitu ikan, kacang-kacangan,
sayuran hijau dan lain-lain.
4. Besi
Kebutuhan zat besi pada remaja juga meningkat karena terjadinya pertumbuhan cepat.
Besi pada remaja laki-laki meningkat karena ekspansi volume darah dan peningkatan
konsentrasi hemoglobin (Hb). Setelah dewasa, kebutuhan besi menurun. Pada
perempuan, kebutuhan yang tinggi akan besi terutama disebabkan kehilangan zat besi
selama menstruasi. Hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan terhadap anemia
besi dibandingkan laki-laki. Perempuan dengan konsumsi besi yang kurang atau
mereka dengan kehilangan besi meningkat, akan mengalami anemia gizi besi.
Sebaliknya defisiensi besi mungkin merupakan faktor pembatas untuk pertumbuhan
pada masa remaja, mengakibatkan tingginya kebutuhan mereka akan zat besi. Sumber
besi dari hewani (daging, ikan) mempunyai bioavailabilitas yang lebih tinggi
dibandingkan dengan sumber nabati (kacang-kacangan & sayuran hijau).
5. Seng (Zinc)
Seng diperlukan untuk kebutuhan serta kematangan seksual remaja, terutama untuk
remaja laki-laki.
6. Vitamin
Kebutuhan vitamin pada masa remaja juga meningkat karena pertumbuhan dan
perkembangan cepat yang terjadi. Karena kebutuhan energi meningkat, maka
kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat, antara lain yang berperan dalam
metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti vitamin B1, B2 dan Niacin. Untuk
sintesa DNA dan RNA diperlukan vitamin B6, asam folat dan vitamin B12,
sedangkan untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup. Vitamin A,
C dan E diperlukan untuk pembentukan dang penggantian sel.
 Kebutuhan Gizi Remaja
Kebutuhan akan kecukupan gizi pada remaja didapatkan dari kesesuaian antara jumlah
dan jenis makanan yang dikonsumsi, dengan kebutuhan fungsi tubuh sehingga
bermanfaat bagi terpeliharanya fungsi tubuh secara optimal. Kekurangan dalam
mengkonsumsi makanan yang baik jumlah maupun mutunya dapat menyebabkan kurang
gizi seperti kurang energi kronik (KEK), anemia, kurang vitamin A (KVA), dan
gangguan akibat kurang Yodium ( GAKY). Gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari
dapat mencegah terjadinya keadaan gizi kurang atau gizi lebih. Hidangan gizi seimbang
adalah makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur, yang
dikonsumsi oleh seseorang dalam satu hari secara teratur sesuai dengan kebutuban gizi.
Untuk proses tumbuh kembang tubuh memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vutamin,
mineral, air dan serat dalam jumlah yang seimbang.

 Faktor-faktor yang Berpengaruh Pada Gizi Remaja


1. Status Individu
Biasanya wanita remaja atau wanita remaja yang telah menikah akan kesulitan
memilih bahan makanan atau jenis makanan yang akan dihidangkan. Kadang dalam
menyusun hidangan makanan lebih memperhatikan orang lain daripada dirinya,
seperti keluarga dan anak jika telah menikah atau orang yang dia sayang lainnya.
Wanita yang telah berumah tangga biasanya lebih memilih mengonsumsi makanan
yang tidak dihabiskan oleh keluarga karena ia merasa sayang apabila terbuang.
2. Status Ekonomi
Wanita dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi tentunya akan berbeda gizinya
dengan orang dari tingkat ekonomi rendah.
3. Anatomi Tubuh Individu
Ukuran pelvis individu berhubungan erat dengan tinggi badan seseorang.
Selain hal-hal diatas ada banyak faktor lain yang mempengaruhi, antara lain
pengetahuan tentang gizi.