Anda di halaman 1dari 2

TUJUAN PENGGUNAAN

Alat ini merupakan sandwich enzyme immunoassay untuk pengukuran kuantitatif GFAP
dalam serum manusia, plasma, dan cairan biologis lainnya secara in vitro.

REAGEN DAN BAHAN YANG DISEDIAKAN

BAHAN YANG DIBUTUHKAN TETAPI TIDAK DISEDIAKAN

1. Microplate reader dengan 450± 10nm filter


2. Pipet precision single atau multi-channel dan disposable tips
3. Eppendorf Tubes untuk melarutkan sampel
4. Air deionisasi atau air distilasi
5. Kertas penyerap untuk mengeringkan microtiterplate
6. Kontainer untuk cairan pembilas

PENYIMPANAN ALAT
1. Untuk alat yang belum dibuka: Semua reagen harus disimpan berdasarkan label pada
vials. Standard, Detection Reagent A, Detection Reagent B, dan 98-well strip plate
disimpan -20oC setelah diterima dan reagen lainnya disimpan pada 4oC.
2. Untuk alat yang telah dibuka: Ketika alat dibuka, reagen yang masih ada harus
disimpan berdasarkan kondisi penyimpanan diatas. Kembalinya wells yang tidak
digunakan pada foil piuch yang mengandung dessicant pack, dan di tutup kembali
dengan zip-seal.

Catatan:
Sangat direkomendasikan untuk menggunakan reagen yang tersisa dalam 1 bulan yang
merupakan tanggal kadaluarsa. Alat yang sudah kadaluarkan dapat dilihat dari label pada
kotak alat. Semua komponen stabil sampai tanggal kadaluarsa.

PENGUMPULAN DAN PENYIMPANAN SAMPEL

Serum – Gunakan serum separator tube dan biarkan sampel menggumpal selama dua jam
pada temperature ruangan atau dalam satu malam pada suhu 4 oC sebelum dilakukan
sentrifugasi selama 20 menit mendekati 1000xg. Lakukan pengujian freshly prepared serum
segera atau tempatkan pada aliquot pada -20oC atau -80oC untuk digunakan selanjutnya.
Hindari siklus pembekuan/pencairan berulang.

Plasma – Kumpulkan plasma dengan menggunakan EDTA atau heparin sebagai antikoagulan.
Sentrifugasi sampel selama 15 menit pada 1000xg pada 2-8oC selama tiga puluh menit setelah
pengumpulan. Buang plasma dan lakukan pengujian segera atau simpan sampel dalam
aliquot pada -20oC atau -80oC untuk digunakan selanjutnya. Hindari siklus
pembekuan/pencairan berulang.

Cairan biologis lainnya – Sentrifugasi sampel selama 20 menit pada 1000xg. Buang particle
dan lakukan pengujian segera atau simpan sampel dalam aliquot pada -20oC atau -80oC untuk
digunakan selanjutnya. Hindari siklus pembekuan/pencairan berulang.
Catatan:
1. Sampel yang akan digunakan dalam limah hari dapar disimpan pada 4oC, sampel
lainnya harus disimpan pada -20oC (≤ 1 bulan) atau -80oC (≤ 2 bulan) untuk
menghindari kehilangan bioaktivitas dan kontaminasi.
2. Sampel hemolysis akan memengaruhi hasil sehingga specimen hemolitik sebaiknya
tidak dapat di deteksi
3. Ketika melakukan pengujian, bawa sampel pada suhu ruangan.

[PERSIAPAN REAGEN]

1. Bawa selutuh komponen alat dan sampel pada suhu ruangan (18 oC-25oC) sebelum
digunakan.
2. Standar – Lakukan rekonstitusi standar dengan 1.0mL Standard Diluent, disimpa
selama 10 menit pada suhu ruangan, kocok dengan perlahan (tidak sampai berbusa).
Konsentrasi dari standar dalam lauran adalah 10ng/mL. Siapkan 7 tabung ukuran yang
mengandung 0.5mL Standard Diluent dan membentuk double dilution series
berdasarkan gambar dibawah ini. Campurkan setiap tabung seluruhnya sebelum
perpindahan selanjutnya. Siapkan 7 poin dari diluted standard seperti 10ng/mL,
5ng/mL, 2.5/mL, 1.25ng/mL, 0.625ng/mL, 0.312ng/mL, 0.156ng/mL, dan tabung EP
terakhir diisi dengan Standard Diluent kosong 0ng/mL.

3. Deteksi Reagen A dan Deteksi Reagen B – Lakukan sedikit pemutaran atau


sentrifugasi stock Detection A dan Detection B sebelum digunakan. Larutkan sampai
working concentration dengan Assay Diluent A dan B, Secara berurutan (1:100).
4. Wash solution – Larutkan 20mL konsentrat Wash Solution (30x) dengan 580mL dari
air deionisasi atau air distilasi untuk menyiapkan 600mL Wash Solution (1x).
5. Substrat TMB – Aspirasi dosis yang dibutuhkan dari laurtan dengan sterilized tips dan
jangan buang residu larutan menuju vial kembali.

Catatan:
1. Pembuatan larutan serial pada wells secara langsung tidak perbolehkan.
2. Persiapkan standar dalam 15 menit pengujian. Jangan larutkan reagen pada 37 oC
secara langsung.
3. Lakukan rekonsititusi Standards of working Detection Reagent A dan B berdasarkan
instruksi dan hindari terbentuknya busa dan campur perlahan sampai Kristal larut
dengan sempurna.