Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

SOSIALISASI SESI 3
DI RSKD DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR

OLEH:
NABILA AYUNNIPUTEI
18170000016

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
TAHUN 2018
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI SESI III

A. DEFINISI
Manusia adalah makhluk sosial yang terus menerus membutuhkan orang lain
disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial untuk melakukan
interaksi sesame manusia.Kebutuhan sosial manusia meliputi rasa dimiliki oleh orang
lain, pengakuan dari orang lain, penghargaan orang lain, serta pernyataan diri.
Interaksi yang dilakukan tidak selamanya memberikan hasil yang sesuai dengan apa
yang diharapkan oleh individu sehingga mungkin terjadi suatu gangguan terhadap
kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang.(Stuart & Sundeen, 2005)

Untuk mengatasi gangguan interaksi pada klien jiwa, terapi aktifitas kelompok sering
diperlukan dalam praktik keperawatan kesehatan jiwa karena merupakan
keterampilan terapeutik. Terapi aktivitas kelompok merupakan bagian dari terapi
modalitas yang berupaya meningkatkan psikotherapi dengan sejumlah klien dalam
waktu yang bersamaan (Keliat, 2004)

(Keliat, 2004)menyatakan ada dua tujuan umum dari terapi aktifitas kelompok ini
yaitu tujuan terapeutik dan tujuan rehabilitative.
Tujuan terapeutik meliputi:
1. Menggunakan kegiatan untuk memfasilitasi interaksi
2. Mendorog sosialisasi dengan lingkungan (hubungan dengan luar diri klien)
3. Meningkatkan stimulus realitas dan respon individu
4. Memotivasi dan mendorong fungsi kognitif dan afektif
5. Meningkatkan rasa yang dimiliki
6. Meningkatkan rasa percaya diri
7. Belajar cara baru dalam menyelesaikan masalah
Tujuan rehabilitatif meliputi:
1. Meningkatkan kemampuan untuk ekpresi diri,
2. Meningkatkan kemampuan empati
3. Meningkatkan keterampilan sosial,
4. Meningkatkan pola penyelesaian masalah.

Menurut Stuart & Sundeen, (2005).Beberapa aspek dari klien yang haru diperhatikan
dalam penjaringan klien yang akan diberikan aktivitas kelompok adalah :

1. Aspek emosi
Gelisah, curiga, merasa tidak berguna, tidak dicintai, tidak dihargai, tidak
diperhatikan, merasa disisihkan, merasa terpencil, klien merasakan takut dan cemas,
menyendiri, menghindar dari orang lain

2. Aspek intelektual
Klien tidak ada inisiatif untuk memulai pembicaraan, jika ditanya klien menjawab
seperlunya, jawaban klien sesuai dengan pertanyaan perawat

3. Aspek sosial
Klien sudah dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat, klien
mengatakan bersedia mengikuti therapi aktivitas, klien mau berinteraksi minimal
dengan satu perawat lain ke satu klien lain

Therapi aktivitas kelompok sosialisasi merupakan sebagian dari terapi aktifitas


kelompok yang bisa dilaksanakan dalam praktek keperawatan jiwa.Terapi ini
diharapkan dapat memacu klien untuk melakukan hubungan interpersonal yang
adekuat dan mengidentifikasi secara benar stimulus persepsi eksternal.(Keliat, 2004)
B. TUJUAN
Stuart & Sundeen, (2005), menyatakan bahwa tujuan dilakukannya terapi
aktifitas kelompok sosialisasi adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Umum
Klien mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota kelompok
dan memotivasi proses pikir dan afektif

2. Tujuan Khusus
 Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
 Klien mampu menanyakan masalah pribadi kepada satu orang anggota kelompok
 Klien mampu menjawab pertanyaan tentang masalah pribadi
 Klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien lain yang
sedang berbicara
 Klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan
 Klien mampu menterjemahkan perintah sesuai dengan permainan
 Klien mampu mengikuti aturan main yang telah ditetapka
 Klien mampu mengemukakan pendapat mengenai therapi aktivitas kelompok
yang dilakukan.

C. LATAR BELAKANG

Salah satu gangguan jiwa yaitu isolasi sosial. Isolasi sosial adalah keadaan
dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu
berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. (keliat, et all. 2006)

Terapi Aktivitas kelompok Sosialisasi (TAKS) merupakan upaya memfasilitasi


kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. TAKS
merupakan terapi modalitas yang dilakukan perawat pada sekelompok klien yang
mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas di gunakan sebagai terapi dan
kelompok di gunakan sebagai asuhan. Didalam kelompok terjadi dinamika interaksi
yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien
berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki prilaku lama yang maladaptif.
Pada klien dengan Isolasi Sosial perlu di berikan terapi aktivitas kelompok.
Pada pasien gangguan jiwa dengan berbagai kasus dari hasil data yang
didapatkan dari Ruang Belimbing di RSKD DUREN SAWIT di bulan Maret yaitu,
kasus Isolasi sosial menuduki peringkat ke 2 setelah halusinasi.

D. PROSES SELEKSI
a. Berdasarkan observasi prilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh perawat
b. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku klien sehari-hari serta
kemungkinan dilakukan therapi kelompok pada klien tersebut dengan perawat
ruangan
c. Melakukan kontak pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan dilakuk

E. KRITERIA ANGGOTA

Klien sebagai anggota yang mengikuti therapy aktifitas kelompok ini adalah:
a) Kondisi fisik sehat
b) Klien yang dapat baca dan tulis
c) Klien yang mengalami isolasi sosial
d) Klien dapat berinteraksi
e) Klien yang sudah setuju dengan kontrak tak

F. PENGORGANISASIAN
1). Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : kamis , 15 maret 2018
Waktu : Pk.11.00 – 11.30 WIB
Alokasi Waktu : Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
Permainan (15 menit)
Penutup (5 menit)
2). Jumlah Perawat
Mahasiswa : 8 Orang
Perawat Ruangan : 1 orang

3). Pembagian Tugas


Leader :Nabila ayunni putri. S. Kep
Co-Leader : Nia Ramadhani, S. Kep
Observer : Tri Artiyani, S. Kep
Fasilitator : Chandra Maharani. S. Kep
Aan sugianto, S.kep
Olsa ornella, S.Kep
M. Irfan S.Kep
Lina Sari S.Kep
4). Alat Bantu
Pemutar Musik
Papan nama
Topi
Bola kecil
G. SETTING TEMPAT
Denah Lokasi
Keterangan :

2 3 4 6

1
1
MEJA

5
5

5 1 5 1

1 = Pasien
2 = CI
3 = Leader
4 = Co-Leader
5 = Fasilitator
6 = Observer

Peran Dan Fungsi Terapis


1. Leader
Tugas :
a. Memimpin jalannya terapi aktifitas kelompok.
b. Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
c. Menyampaikan materi sesuai tujuan TAKS.
d. Menyampaikan Tata tertib TAKS.
e. Memimpin diskusi kelompok.
f. Menutup acara diskusi.

2. Co Leader
Tugas :
a. Membuka acara
b. Mendampingi Leader
c. Mengambil alih posisi Leader jika Leader blocking
d. Menyerahkan kembali posisi kepada leader
3. Fasilitator
Tugas :
a. Ikut serta dalam kegiatan kelompok
b. Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif
mengikuti jalannya terapi.

4. Observer
Tugas :
a. Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang tersedia)
b. Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga
penutupan.

5. Operator
Tugas :
a. Mengatur alur permainan (Menghidupkan dan mematikan musik).
b. Timer (Mengatur waktu).
H. METODE TAKS
1. Dinamika kelompok.
2. Diskusi dan tanya jawab.
3. Bermain peran atau stimulasi.

I. LANGKAH KEGIATAN
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 2 TAKS
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
Pada saai ini terapis melakukan :
1). Memberi salam terapeutik
2). Peserta dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/ Validasi
1). Menanyakan perasaan klien pada saat ini
2). Memanyakan apakah klien sudah mencoba berkenalan dengan orang lain
c. Kontrak
1). Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bertanya dan menjawab tentang kehidupan
pribadi
2). Menjelaskan aturan main berikut:
- Jika ada peserta yang meninggalkan kelompok, harus meminta ijin kepada
terapis
- Lama kegiatan 45 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

3. Tahap Kerja
a. Putar musik dan edarkan bola
b. Pada saat musik berhenti, peserta yang memegang bola mendapat giliran untuk
bertanya tentang kehidupan anggota pribadi anggota kelompok yang ada disebelah
kanan dengan cara:
1). Memberi salam
2). Memanggil panggilan/ nama
3). Menanyakan kehidupan pribadi :pekerjaan, orang terdekat/ dipercayai, dan
status perkawinan
4). Dimulai oleh terapis
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
d. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi
tepuk tangan

4. Tahap Terminasi

a. Evaluasi

1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

2. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok

b. Rencana tindak lanjut

1. Menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang kehidupan


pribadi dengan orang lain.

2. Memasukkan kegiatan brecakap-cakap pada jadwal kegiatan harian klien

c. Kontrak yang akan datang

1. Menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan membicarakan topik


pembicaraan tertentu.

2. Menyepakati waktu dan tempat


J. EVALUASI
1. Evaluasi Input
a. Tim berjumlah 8 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co-leader, 5 fasilitator, dan 1
observer.
b. Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik.
c. Peralatan mp3 sound system berfungsi dengan baik.
d. Klien, tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria dan
karakteristik klien untuk melakukan terapi aktivitas kelompok sosialisasi.

2. Evaluasi Proses
a. Leader menjelaskan aturan main dengan jelas.
b. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien.
c. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk dapat
mengawasi jalannya permainan.
d. 100% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari
awal sampai selesai.

3. Evaluasi Output
Setelah mengadakan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dengan 8 klien yang
diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut :
a. 100% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif
dari awal sampai selesai.
b. 100% klien dapat meningkatkan komunkasi non verbal: bergerak mengikuti
instruksi, ekspresi wajah cerah, berani kontak mata.
c. 100% klien dapat meningkatkan komunikasi verbal (menyapa klien lain atau
perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat).
d. 100% klien dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan kelompok
(mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai).
e. 100% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya (mau
berinteraksi dengan perawat / klien lain)

K. ANTISIPASI MASALAH
Suatu intervensi keperawatan yang dilakukan dalam mengantisipasi keadaan yang
bersifat darurat atau emergensi yang dapat mempengaruhi proses pelaksanaan
kegiatan therapi aktivitas kelompok.
Sesi 3
Kemampuan bercakap-cakap
a. Kemampuan verbal: bertanya
Aspek yang dinilai Nama klien
1 Mengajukan pertanyaan yang jelas
2 Mengajukan pertanyaan yang ringkas
3 Mengajukan pertanyaan yang relevan
4 Mengajukan pertanyaan secara
spontan
Jumlah

b. Kemampuan verbal: menjawab


Aspek yang dinilai Nama klien
1 Menjawab dengan jelas
2 Menjawab denga ringkas
3 Menjawab denga relevan
4 Menjawab dengan spontan
Jumlah

c. Kemampuan nonverbal
Aspek yang dinilai Nama klien
1 Kontak mata
2 Duduk tegak
3 Menggunakan bahasa tubuh yang
sesuai
4 Mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir
Petunjuk :
1. Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien
2. Untuk tiap klien semua aspek dinilai dengan memberi tanda √ jika ditemukan
pada klien dan tanda X jika tidak ditemukan
3. Jumlahkan kemapuan klien yang ditemukan . Jika ditemukan jumlah nilai 3-4
berarti klien mampu dan bila 1-2 dianggap klien belum mampu

DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Budi Anna. 2005. Keperawatan Jiwa :Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta :
EGC
Herawaty, Netty. 2009. Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta : EGC.